Foto
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra – detikNews
Kamis, 31 Okt 2024 10:08 WIB
Banda Aceh – Disdukcapil Kota Banda Aceh menyebutkan hingga akhir Oktober 2024 realisasi KIA mencapai 86,16 persen. Anak-anak antusias saat mendapat kartu identitas mereka.

Foto
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra – detikNews
Kamis, 31 Okt 2024 10:08 WIB
Banda Aceh – Disdukcapil Kota Banda Aceh menyebutkan hingga akhir Oktober 2024 realisasi KIA mencapai 86,16 persen. Anak-anak antusias saat mendapat kartu identitas mereka.

Surabaya (beritajatim.com) – Mujjayani, seorang pemilik salon SPA di Jalan Ahmad Yani, Margorejo, Kota Surabaya masih dirawat intensif di RSAL. Dia usai dibacok kawanan perampok, Sabtu (13/7) malam.
Mujjayani perempuan usia 54 tahun itu mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Ia dibacok menggunakan sabit oleh dua pria perampok yang berhasil membawa kabur sepeda motonya, pukul 18.30 WIB.
Khoirur tetangga Mujjayani (korban) mengatakan bahwa rumah korban kini kosong. Korban dirawat di RSAL. Dia tinggal sendirian, sementara dua anak perempuannya di pondok pesantren.
“Orangnya tidak ada. Setelah kejadian tadi malam sampai saat ini, mbak Muj masih dirawat intensif di RSAL,” kata Khoirur tetangga Mujjayani, Minggu (14/7) sore.
Khoirur menjelaskan, dia sendiri sempat bertemu menjenguk korban. Kata Khoirur, korban ini terluka bacok dibagian kepala dan telapak tangan kanan.
“Tadi kelihatan ada orang yang buka rumah mbak Muj. Mungkin anaknya yang di pesantren pulang,” jelasnya.
“Lukanya mbak Muj ini ada dua, di telapak tangan mungkin saat itu menahan bacokan dan ada satu luka lagi itu di bagian kepalanya,” tambah Khoirur.
Kondisi Salon SPA Surabaya milik Mujjayani (dok. Rama Indra/beritajatim.com)
Sebelumnya, saksi mata perampokan Irwansyah mengatakan perampokan sadis ini dilakukan dua pria tidak dikenal. Dan setelah merampok hingga membacok, senjata sabit tertinggal di lokasi TKP kejadian.
“Polisi memeriksa salon, CCTV di cek dan ketemu sabit yang dipenuhi darah. Sabit, digunakan untuk membacok mbak Yani (Mujjayani),” ungkao Irwan.
Sedangkan, Kapolsek Wonocolo Kompol M. Soleh dikonfirmasi membenarkan kejadian perampokan tersebut. Kata Soleh, pelaku kini sudah ditangkap.
“Pelakunya telah kami tangkap, tidak lama, selang dua jam setelah kejadian,” pungkas Soleh. [ama/but]

Surabaya (beritajatim.com)- Kepala dan tangan wanita pemilik Salon SPA, Kota Surabaya, dibacok dua kawanan perampok. Perampokan terjadi pada Sabtu (13/7/24) malam, di Rumah Salon SPA Jalan Ahmad Yani, Margorejo nomor 67. Korban bernama Mujjayani.
“Kejadian habis maghrib, sekitar pukul 18.30 WIB. Mbak Yani (korban pemilik salon) telapak tangan dan kepalanya berdarah darah dibacok sabit oleh perampok,” terang seorang saksi mata, Irwansyah ditemui beritajatim.com, Minggu (14/7/24) siang.
Irwansyah mengatakan, perampok itu berjumlah dua orang pria mengambil sepeda motor Scoopy milik korban dan barang berharga. Usai menjalankan aksi, perampok lalu melarikan diri.
“Mbak Yani berteriak minta tolong, keluar salon ia berdarah. Tapi pelaku langsung kabur menggunakan kendaraan melawan arus lalulintas ke arah barat, depan jalan RSAL,” jelas Irwansyah.
Lanjut Irwansyah, dua perampok meninggalkan senjata tajam (sabit) di dalam Salon. Dan satu pasang sendal miliknya.
“Polisi memeriksa salon, CCTV di cek dan ketemu sabit dipenuhi darah, yang digunakan membacok mbak Yani,” rincinya.
Lokasi perampokan sadis Salon SPA Surabaya (dok. amatir warga)
“Mbak Yani yang terluka diantar ke RSAL tukang becak. Luka nya lumayan parah di tangan hingga kepala kanan,” imbuhnya.
Sementara terpisah, Kapolsek Wonocolo Kompol M. Soleh dikonfirmasi membenarkan perampokan tersebut. Kata dia, pelaku kini sudah ditangkap.
“Pelakunya telah kami tangkap, tidak lama, selang dua jam setelah kejadian,” pungkas Soleh. [ama/but]

Surabaya (beritajatim.com) – Bocah laki-laki berumur 15 tahun ditemukan tewas mengambang di sebuah Tambak di Gunung Anyar, Sabtu (11/05/2024). Diduga, bocah berinisial RN itu terpeleset saat bermain di Tambak dan tenggelam.
Kapolsek Gunung Anyar, Kompol Irwansyah Putra mengatakan jenazah pertama kali ditemukan oleh Koiri (42) penjaga Tambak di Gunung Anyar. Saat itu, ia melihat jenazah mengenakan pakaian dan celana warna hitam berada di pinggir tambak. Panik, saksi pun memanggil temannya dan langsung menghubungi call center 112.
“Dari pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga korban terpeleset saat bermain di tambak,” kata Irwansyah saat dikonfirmasi Beritajatim.com, Sabtu (11/05/2024) malam.
Irwansyah mengatakan, korban sudah seminggu tinggal bersama kakeknya yang berprofesi sebagai penjaga tambak udang di Gunung Anyar. Menurut keterangan kakeknya, Korban RN (15) diketahui keluar rumah pukul 07.00 WIB. Namun, saat itu tidak diketahui RN keluar bermain kemana.
Sekitar pukul 12, kakek korban mencari RN karena tidak ada di rumah. Kakeknya sempat mencari di perkampungan dan tambak sekitar tempat RN biasa main. Saat sedang mencari, kakek korban mendapat informasi dari warga bahwa ada bocah 15 tahun yang ditemukan meninggal dunia di pinggir tambak.
“Saat ramai-ramai itu kakeknya mengetahui kalau yang meninggal adalah cucunya yang sudah seminggu tinggal di rumahnya,” imbuh Irwansyah.
Petugas yang melakukan evakuasi harus berjalan sekitar 2 kilometer menuju lokasi. Saat petugas tiba, jenazah sudah dalam kondisi tertelungkup. Tim inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya pun melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya, polisi tidak menemukan tanda kekerasan dan keganjilan di tubuh korban.
“Korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi. Kemungkinan tenggelam saat bermain sendirian di tambak,” pungkas Irwansyah.
Jenazah RN lantas dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Soetomo. Ia dibawa ke rumah orang tuanya di daerah Rungkut. Tim BPBD Surabaya menyumbangkan kain jarik dan kafan untuk pemakaman RN. (ang/kun)

Surabaya (beritajatim.com) – Polisi mendalami kasus pengeroyokan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim) saat wisuda, Sabtu (28/10/2023). Dalam insiden ini, mahasiswa Fakultas Teknik Pangan menjadi korban pengeroyokan yang disebut dilakukan oleh mahasiswa Teknik Sipil universitas yang sama.
Kapolsek Gunung Anyar, Iptu Irwansyah Putra membenarkan adanya laporan mengenai pengeroyokan yang terjadi di kompleks Kampus UPN Jatim itu. Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi untuk memburu pelaku.
“Iya sudah ada laporan. Kami juga sudah periksa saksi-saksi,” kata Irwansyah, Sabtu (4/11/2023).
Irwansyah menjelaskan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali kepada korban dalam waktu dekat. Pihak kepolisian masih menunggu kondisi korban yang sedang dirawat usai dikeroyok.
“Kami juga masih menunggu korban sembuh untuk dimintai keterangan lagi,” tutup Irwansyah.
BACA JUGA:
Soal Terorisme, PCNU Surabaya Kecam Politisi yang Anggap Pengalihan Isu
Sebelumnya, dua kelompok mahasiswa UPN Veteran Jatim terlibat bentrok usai prosesi wisuda pada 28 Oktober 2023 lalu. Akibatnya, satu orang mengalami luka-luka.
Staff Humas UPN Veteran Jatim Nizwan Amin membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata dia, kasus ini juga sudah ditangani oleh pihak kepolisian usai korban membuat laporan di Polsek Gunung Anyar, Surabaya.
Nizwan mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat dua kelompok mahasiswa dari Program Studi Teknil Sipil dan Teknik Pangan melakukan arak-arakan untuk menyambut para wisudawan dari masing-masing jurusan.
“Kebetulan mereka berhadap-hadapan. Mungkin karena adu yel-yel atau apa, sehingga sedikit panas. Entah ada provokasi, akhirnya terjadilah tawuran,” ungkap Nizwan dikonfirmasi beritajatim.com, Jumat (3/11/2023).
BACA JUGA:
Warga Surabaya Temukan Granat Aktif saat Renovasi Rumah
Ia menambahkan, sebenarnya pihak kampus juga sudah melakukan audiensi. Namun, korban masih bersikukuh untuk melanjutkan kasus tersebut ke meja hijau. Diketahui, korban mengalami luka-luka akibat pemukulan dan penyiraman air miras.
“Wadek 3 Fakultas Teknik sudah menggelar mediasi beberapa kali, memanggil pihak Teknik Pangan dan Sipil. Tapi mediasi belum bisa bersama karena korban masih mengalami trauma dan segala macam,” jelasnya. [ang/beq]