Tag: Irwansyah

  • Pencuri Motor Tembak Warga di Palmerah, Peluru Tembus Pagar Rumah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pencuri Motor Tembak Warga di Palmerah, Peluru Tembus Pagar Rumah Megapolitan 7 Januari 2026

    Pencuri Motor Tembak Warga di Palmerah, Peluru Tembus Pagar Rumah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pencuri sepeda motor menembak warga saat aksinya dipergoki di Jalan Kota Bambu Selatan RT 04/06, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/1/2026) pagi.
    Warga bernama Irwansyah, mengungkapkan peluru yang ditembakkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menembus pagar rumahnya.
    “Rumah korban di belakang rumah saya. Kalau di rumah saya itu pelurunya,” ucap Irwansyah sambil menunjuk pagar rumah yang berlubang, Rabu.
    Dua sisi pagar rumah Irwansyah terlihat bolong.  Titik bolong sudah diberikan penanda garis kuning polisi yang diikat di sampingnya.
    Irwansyah mengaku saat kejadian dirinya hendak membantu membuka pintu pagar rumah korban ketika tiba-tiba terdengar suara tembakan.
    “Dari sini (depan kiri rumahnya). Saya udah di sini (dekat pagar), (pelurunya) atas kepala saya,” cerita Irwansyah.
    Ia menyebut mendengar tembakan sebanyak empat kali.
    “Coba keluar kan, duar, empat kali tembakan,” katanya.
    Akibat tembakan tersebut, seorang warga yang berprofesi sebagai pedagang beras dilaporkan terkena tembakan.
    “Ada yang kena, yang dagang beras itu,” ujar Irwansyah.
    Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kota Bambu untuk mendapatkan penanganan awal.
    Namun, Irwansyah mengaku tidak mengetahui kelanjutan perawatan korban.
    “Tadi awalnya dibawa ke Puskesmas Kota Bambu. Habis itu saya enggak tahu dibawa ke mana lagi,” tuturnya.
    Irwansyah menyebut, pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan satu sepeda motor.
    Pelaku membawa motor hasil curian. Namun motor pelaku justru berhasil diamankan warga.
    “Satu motor yang diambil, satu motor pelaku. Nah motor pelaku itu berhasil dirampas, motor yang dicuri ya kabur. Tuker motor,” tuturnya.
    Di sisi lain, Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora mengungkapkan, pihak kepolisian saat ini tengah mendalami peristiwa tersebut.
    “Masih didalami reskrim tim polsek, Polres dan Polda,” ucapnya saat dihubungi Kompas.com pada Rabu.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jawa Barat jadi tujuan keberangkatan terbanyak dari Lebak Bulus

    Jawa Barat jadi tujuan keberangkatan terbanyak dari Lebak Bulus

    Jakarta (ANTARA) – Kota-kota di Provinsi Jawa Barat menjadi tujuan keberangkatan paling banyak di Terminal Lebak Bulus menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Paling ramai di Terminal Lebak Bulus adalah lintas Jawa Barat, seperti ke Kuningan (Luragung) dan Sukabumi (Agra Mas),” kata Komandan Regu Terminal Lebak Bulus, Irwansyah saat ditemui di Jakarta, Selasa.

    Irwansyah mengatakan rute yang juga tak kalah banyak yakni Jepara, Jogja, Solo, Palembang, Madura dan Bali.

    Ia menyatakan, lebih dari 20 bus yang beroperasi terutama untuk jurusan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

    “Untuk rute Sumatera hanya ada beberapa kendaraan,” ucapnya.

    Sebelumnya, lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada 23-24 Desember atau tepatnya H-2 dan H-1 Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

    Peningkatan penumpang sempat terjadi pada Minggu (21/12) dengan 35 bus berangkat dan 302 penumpang.

    Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan Sabtu (20/12) dengan 26 bus berangkat dan 143 penumpang.

    Terkait pelayanan saat arus mudik, Terminal Lebak Bulus sudah menyiapkan posko kesehatan, posko pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) dan pengobatan gratis.

    Terminal Lebak Bulus juga menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan untuk melakukan tes urine pengemudi guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan selama membawa penumpang.

    Pengelola Terminal Lebak Bulus membagi keberangkatan dan kedatangan penumpang menjadi tiga sif, yakni pukul 06.00-14.00 WIB, pukul 14.00-22.00 WIB dan 22.00-06.00 WIB.

    Rata-rata penumpang pada hari normal di Terminal Lebak Bulus mencapai 150 orang per harinya.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 24 bus di Terminal Lebak Bulus tak laik jalan jelang Nataru

    24 bus di Terminal Lebak Bulus tak laik jalan jelang Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan menemukan sebanyak 24 bus tak laik jalan untuk angkutan masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Dari hasil pengecekan kelaikan jalan (ramp check) oleh Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Jagakarsa sebanyak 24 bus belum ada yang layak,” kata Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni Budhi kepada wartawan di Jakarta, Senin.

    Pengecekan kelaikan jalan (ramp check) ini sebagai upaya memperketat pengawasan kelayakan armada bus menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Sementara itu, Komandan Regu Terminal Lebak Bulus Irwansyah menyebutkan komponen keselamatan bus tidak laik jalan itu meliputi tidak tersedianya kotak P3K, ban gundul, pembersih kaca depan (wiper) tidak berfungsi, atau ketiadaan palu pemecah kaca.

    “Rata-rata pelanggarannya pada ketiadaan kotak obat, pemecah kaca, dan kondisi ban yang botak,” ucap Irwansyah.

    Tak hanya itu, kesehatan pengemudi juga menjadi prioritas. Oleh karena itu, setiap sopir harus mengikuti pemeriksaan kesehatan oleh dokter dari puskesmas kecamatan.

    Hingga kini keluhan yang ditemukan hanya berupa kelelahan atau pusing, namun semua pengemudi dinyatakan sehat dan layak mengemudi.

    “Dokter yang menentukan apakah mereka sehat dan laik untuk mengemudi. Sejauh ini, keluhan yang rata-rata ditemukan hanya kelelahan atau pusing, namun secara keseluruhan mereka dinyatakan sehat dan laik jalan,” katanya.

    Terkait arus mudik, Terminal Lebak Bulus sudah menyiapkan posko kesehatan, posko pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) dan pengobatan gratis.

    Terminal Lebak Bulus juga menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan untuk melakukan tes urine pengemudi guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan selama membawa penumpang.

    Rata-rata penumpang pada hari normal di Terminal Lebak Bulus mencapai 150 orang per harinya.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Petugas gabungan siaga di Terminal Lebak Bulus jelang Nataru

    Petugas gabungan siaga di Terminal Lebak Bulus jelang Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengerahkan petugas gabungan untuk bersiaga di terminal tersebut menjelang liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Kondisinya masih landai dan belum ada kenaikan yang signifikan, namun petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” kata Komandan Regu Terminal Lebak Bulus, Irwansyah saat ditemui di Jakarta, Senin.

    Irwansyah mengatakan, pihaknya sudah mendirikan Posko Nataru sejak Kamis (18/12).

    Petugas gabungan yang dikerahkan berasal dari Suku Dinas Kesehatan, uji kelaikan angkutan umum (ramp check), Suku Dinas Perhubungan maupun kepolisian di wilayah Jakarta Selatan.

    Hingga kini, rata-rata 15 sampai 20 unit bus antarkota antarprovinsi (AKAP) masuk ke Terminal Lebak Bulus setiap harinya terutama pada pagi dan sore.

    Rata-rata bus yang masuk sekitar 15 unit atau ada sedikit kenaikan menjadi 20 unit untuk keberangkatan. “Untuk jumlah penumpang masih di kisaran bawah 100 orang,” katanya.

    Terkait arus mudik, Terminal Lebak Bulus sudah menyiapkan posko kesehatan, posko pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) dan pengobatan gratis.

    Terminal Lebak Bulus juga menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan untuk melakukan tes urine pengemudi guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan selama membawa penumpang.

    Pengelola Terminal Lebak Bulus membagi keberangkatan dan kedatangan penumpang menjadi tiga sif. Yakni pukul 06.00-14.00 WIB, pukul 14.00-22.00 WIB dan 22.00-06.00 WIB.

    Rata-rata penumpang pada hari normal di Terminal Lebak Bulus mencapai 150 orang per harinya.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ipda Angga Tak Ditemukan dalam Bencana Sumbar, Rekan: Selamat Jalan, Kawan…
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        14 Desember 2025

    Ipda Angga Tak Ditemukan dalam Bencana Sumbar, Rekan: Selamat Jalan, Kawan… Regional 14 Desember 2025

    Ipda Angga Tak Ditemukan dalam Bencana Sumbar, Rekan: Selamat Jalan, Kawan…
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com
    – Ipda Angga Mufajar hilang di lokasi bencana alam di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).
    Meski berbagai upaya telah dilakukan, anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)
    Polda Riau
    itu tak berhasil ditemukan.
    “Kami sudah 15 hari melakukan pencarian di lokasi kejadian, tetapi Angga tidak kami temukan,” kata Kompol Asdisyah Mursyid, selaku Ketua Tim (Katim) pencarian saat diwawancarai wartawan di Kampar, Minggu (14/12/2025).
    Pencarian Angga dilakukan oleh personel Polres Kampar dan Polda Riau.
    Upaya pencarian dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menyusuri sungai, menggali tanah, dan bongkahan batu.
    Proses pencarian cukup sulit.
    Tumpukan material banjir dan longsor mencapai 7 meter.
    “Fokus pencarian dari titik longsor di jembatan kembar menyusuri aliran Sungai Batang Anai sepanjang lebih kurang 60 kilometer,” sebut Asdisyah, yang juga Kapolsek Kampar.
    Karena sudah tak memungkinkan untuk ditemukan, pencarian pun dihentikan.
    Sebelum meninggalkan lokasi pencarian, empat orang rekan Ipda Angga, Tim Ojoloyo Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar, memberikan
    penghormatan terakhir
    dari atas jembatan.
    Mereka pernah sama-sama bertugas di Satresnarkoba Polres Kampar.
    Dari video yang dilihat Kompas.com, rekan-rekannya tampak tak kuasa menahan tangis saat memberikan penghormatan terakhir.
    Mereka juga menaburkan bunga ke sungai.
    “Selamat tinggal, kawan. Kami doakan tenang di sana,” ucap salah seorang anggota polisi.
    Sebagaimana diberitakan, dua orang anggota Polda Riau menjadi korban
    bencana alam
    di Padang Panjang,
    Sumatera Barat
    .
    Keduanya adalah Brigpol Tri Irwansyah (32) dan
    Ipda Angga Mufajar
    (36), yang merupakan anggota penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.
    Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Anom, mengatakan bahwa satu orang korban, yakni Tri Irwansyah, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
    “Yang sudah terkonfirmasi ditemukan jenazahnya Brigpol Tri Irwansyah. Untuk Ipda Angga belum ditemukan, masih dalam pencarian,” kata Anom kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (28/11/2025) malam.
    Anom menyebut, kedua korban mengalami musibah saat menjalankan tugas.
    Mereka berangkat ke Padang pada Rabu (26/11/2025).
    “Mereka berdua melaksanakan tugas atau dinas penyelidikan dan penyidikan tindak pidana ke Padang untuk pemeriksaan saksi di Lapas Padang,” sebut Anom.
    Polda Riau menyampaikan dukacita atas musibah yang menimpa kedua anggota tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dugaan Konflik Kepentingan di Balik Keengganan Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

    Dugaan Konflik Kepentingan di Balik Keengganan Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

    JAKARTA – Hampir seribu orang meninggal dunia dalam banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Tapi pemerintah bergeming, dengan tidak menetapkan bencana nasional.

    Pemerintah disebut tidak memiliki sense of humanity karena tak juga mengeluarkan status bencana nasional atas peristiwa memilukan di sejumlah wilayah di Sumatera.

    Bahkan ketika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dang longsor di tiga provinsi tersebut menjadi 969 orang sampai Rabu (10/12). Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 902 ribu orang.

    Melihat banyaknya jumlah korban dan kondisi wilayah terdampak, masyarakat mendesak agar pemerintah menetapkan status bencana nasional. Usulan ini juga disampaikan hampir semua fraksi di DPR, termasuk oleh anggota Fraksi Gerindra, melalui Wakil Ketua Komisi XIII Sugiat Santoso.

    “Saya berharap bahwa secepatnya saja ditetapkan status bencana ini sebagai bencana nasional. Supaya pemerintah pusat bisa turun langsung menangani ini. Kalau tidak, bahaya kan,” kata Sugiat.

    Warga membersihkan rumah dari tumpukan material banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (8/12/2025). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

    Namun hingga kini pemerintah bergeming. Alih-alih menjadi darurat nasional, pemerintah hanya menyebut banjir Sumatera dan Aceh sebagai prioritas nasional.

    Bukan Musibah Alamiah

    Dosen Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Rina Mardiana mengatakan, banjir di wilayah Sumatera tidak bisa dilihat sebagai musibah alamiah.

    Rina berujar, banjir ini terjadi akibat dari serangkaian keputusan politik yang mengabaikan kajian ilmiah, menyingkirkan suara akademisi, dan menutup mata terhadap peringatan berbagai organisasi lingkungan.

    Kebijakan yang diambil tanpa basis pengetahuan, lebih memprioritaskan kepentingan jangka pendek dan relasi kuasa oligarki dibanding keselamatan warga. Relasi kuasa itu menegaskan bahwa pusat melihat daerah sebagai wilayah eksploitasi, bukan sebagai ruang hidup yang wajib dilindungi.

    “Kami menilai tragedi ini sebagai bencana kebijakan, sebuah istilah yang menegaskan bahwa penderitaan rakyat bukanlah takdir alam, melainkan akibat langsung dari serangkaian keputusan politik yang keliru,” kata dia.

    Rina menyesalkan sikap pemerintah yang enggan menetapkan status bencana sebagai darurat nasional. Padahal, kata dia, pemerintah mestinya tahu betul jika kas daerah menepis setelah pemangkasan dana transfer daerah.

    “Lebih gilanya, pos pendanaan bencana yang terparkir di BNPB, hanya berkisar Rp491 milliar. Jauh lebih tinggi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp1,2 triliun per hari. Rezim ini memang tidak punya sense of humanity,” tegasnya.

    Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat dalam bencana ini adalah kemunculan ribuan kayu gelondongan yang hanyut terbawa derasnya air banjir.

    Kayu-kayu tersebut, disebut-sebut dari hasil penebangan hutan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor tambang maupun sawit. Direktur Eksekutif Forest Watch Indonesia (FWI) Mufti Barri mengatakan bencana di Aceh adalah hasil dari kerusakan hutan yang berlangsung bertahun-tahun di Sumatera. FWI mencatat, hutan Aceh menyusut sekitar 177 ribu hektare selama tujuh tahun terakhir, termasuk 16 ribu ha hilang pada 2024.

    Dikaitkan dengan Presiden

    Menanggapi desakan publik agar pemerintah menelusuri dugaan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq telah menindak empat perusahaan yang ia sebut berkontribusi meningkatkan tekanan ekologis di sejumlah hulu sungai di Sumatera Utara.

    Tiga dari empat perusahaan itu adalah PT Agincourt Resources, PT Perkebunan Nusantara III, dan PT North Sumatera Hydro Energy. Satu perusahaan lainnya tidak disebut Hanif. Ia juga menegaskan pihaknya belum menutup kemungkinan untuk menjatuhkan sanksi pidana jika empat perusahaan itu terbukti melakukan pelanggaran berat.

    Namun Koordinator Jaringan Antitambang (Jatam) Melky Nahar menuturkan empat perusahaan yang sedang diaudit itu hanya sedikit dari korporasi di hutan-hutan Sumatera.

    Salah satu perusahaan yang kini menjadi perbincangan adalah PT Tusam Hutani Lestani yang tersebar di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara. korporasi dengan konsesi lahan hingga 97 ribu hektare itu dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.

    Merujuk sejumlah sumber, nama Prabowo memang tidak muncul sebagai pemilik, namun orang dekatnya terlihat jelas memiliki hubungan dengan perusahaan ini. Dokumen Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) menunjukkan Direktur Utama PT Tusam Hutani Lestani adalah Edhy Prabowo. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menduduki jabatan tersebut sejak Agustus 2024.

    Sebelum Edhy, jabatan itu diduduki Prasetyo Hadi, yang saat ini menjabat Menteri Sektretaris Negara. Edhy Prabowo adalah eks Wakil Ketua Umum Gerindra, sedangkan Prasetyo Hadi kini mengisi posisi Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP Gerindra.

    Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf mencicipi makanan yang dimasak di dapur umum posko pengungsian bencana alam Desa Belee Panah, Bireun, Aceh, Minggu (7/12/2025). (ANTARA/Irwansyah Putra/tom)

    Isu kepemilikan Prabowo terhadap PT Tusam Hutani Lestani sudah pernah mencuat pada 2019, tepatnya saat debat kedua Pilpres. Waktu itu, petahana Joko Widodo (Jokowi) menyindir ratusan ribu hektare lahan yang dimiliki oleh Prabowo. Jokowi menyebut Prabowo memiliki 340 ribu hektare lahan, dengan rincian 220 ribu hektare lahan di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh.

    Prabowo tidak membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan, lahan yang dimaksud merupakan hak guna usaha (HGU), yang menurutnya tetap menjadi milik negara. Prabowo juga mengaku lebih baik mengelola lahan tersebut daripada pihak asing, karena ia menganggap dirinya sebagai nasionalis dan patriot.

    Kemudian pada Pilpres 2024, giliran mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang mengukitnya kembali. Anies menyinggung keberadaan 340 ribu hektare lahan punya Prabowo dalam debat capres, yang kembali direspons dengan pernyataan patriotisme.

    Secara keseluruhan, Jatam menyebut Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari ikut  menggerus tutupan hutan-hutan di pegunungan dan hulu sungai di Aceh sehingga akhirnya merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan. Termasuk saat hujan ekstrem melanda dampak Siklon Tropis Senyar pada November lalu. Namun Melky pesimistis penegakan hukum yang dijanjikan Menteri Lingkungan Hidup bakal berjalan sesuai harapan publik. 

    “Tidak akan leluasa melakukan penegakan hukum kalau presiden sendiri terlibat dalam konflik kepentingan yang sama,” tegas Melky.

  • Ipda Angga, Korban Bencana Sumbar Belum Ditemukan, Polres Kampar Turunkan Tim Pencarian
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        2 Desember 2025

    Ipda Angga, Korban Bencana Sumbar Belum Ditemukan, Polres Kampar Turunkan Tim Pencarian Regional 2 Desember 2025

    Ipda Angga, Korban Bencana Sumbar Belum Ditemukan, Polres Kampar Turunkan Tim Pencarian
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com
    – Ipda Angga Mufajar (36), anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, yang menjadi korban bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar), sampai saat ini belum ditemukan.
    Untuk mencari korban, Polres Kampar di Riau, menurunkan tim ke lokasi bencana di Padang Panjang, Sumbar, Selasa (2/12/2025).
    Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, pihaknya menerjunkan 15 orang personel untuk membantu pencarian. 
    “Kita bentuk tim bantuan yang berjumlah 15 orang untuk ikut mencari korban dan penanganan bencana. Mereka ini personel terlatih dan berpengalaman dalam penanganan situasi darurat,” kata Boby kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa.
    Dia menyebut, tim ini dilengkapi dengan peralatan lengkap, termasuk peralatan evakuasi, medis, komunikasi, serta perlengkapan pendukung operasi pencarian.
    Tim ini nantinya akan bekerjasama dengan TNI, SAR, BPBD, relawan dan masyarakat.
    Boby menyampaikan bahwa Polres Kampar sangat berduka atas musibah longsor yang terjadi di Padang Panjang.
    “Kita kehilangan saudara-saudara kita, termasuk
    Ipda Angga Mufajar
    , ini pukulan berat bagi kita semua. Sebagai bagian dari keluarga besar
    Polri
    , kami merasa terpanggil untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin dalam proses pencarian dan penyelamatan,” kata Boby.
    Pengiriman tim bantuan dari Polres Kampar ini, tambah dia, adalah wujud nyata dari komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
    Boby berharap, dengan kerja keras dan doa bersama, Ipda Angga dan seluruh korban longsor lainnya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
    “Kami akan terus memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan sampai situasi benar-benar tuntas,” kata Boby.
    Selain mencari Ipda Angga, tim juga akan membantu mencari dan mengevakuasi korban longsor lainnya yang belum ditemukan.
    Selain itu, memberikan bantuan medis dan logistik kepada para pengungsi dan keluarga korban yang membutuhkan.
    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua orang anggota Polda Riau menjadi korban bencana alam di Sumatera Barat.
    Kedua korban bernama Brigpol Tri Irwansyah (32) dan Ipda Angga Mufajar (36).
    Keduanya merupakan anggota penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.
    Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Anom mengatakan bahwa satu orang korban, yakni Tri Irwansyah telah ditemukan meninggal dunia.
    “Yang sudah terkonfirmasi ditemukan jenazahnya Brigpol Tri Irwansyah. Untuk Ipda Angga belum ditemukan, masih dalam pencarian,” kata Anom kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (28/11/2025) malam.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1 Anggota Polda Riau Tewas Akbiat Longsor di Sumbar, 2 Hilang

    1 Anggota Polda Riau Tewas Akbiat Longsor di Sumbar, 2 Hilang

    Padang

    Kepolisian Daerah (Polda) Riau berduka. Dua personel Direktorat Reskrimum Polda Riau menjadi korban bencana alam banjir bandang dan longsor di Padang, Sumatera Barat.

    Kedua korban, yakni Brigadir Tri dan Ipda Angga. Brigadir Tri dilaporkan meninggal dunia, sementara Ipda Angga masih dalam pencarian Tim SAR.

    “Benar, yang sudah terkonfirmasi ditemukan jenazahnya Brigadir Tri Irwansyah, sementara Ipda Angga Mujafar masih dalam proses pencarian,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto, kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).

    Kedua korban sempat terjebak banjir bandang dan longsor di Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Padang Panjang Barat, Kota Padang, pada Kamis (27/11) sekitar pukul 11.30 WIB.

    Jenazah Tri telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara Ipda Angga Mufajar, hingga kini masih dalam proses pencarian dan diduga tertimbun material longsor serta lumpur.

    Selain Tri Irwansyah, dua orang lainnya dalam kendaraan tersebut yaitu Ipda Angga Mufajar dan seorang sopir masih dinyatakan hilang.

    Peristiwa terjadi ketika arus deras dari arah pegunungan membawa material lumpur, batu, dan potongan kayu dalam jumlah besar. Material yang terbawa longsor itu menyeret warga serta kendaraan yang melintas ke sungai.

    (mea/dhn)

  • Baju Pilihan Terakhir Mendiang Hanik Terus Dipakai Wali Kota Malang untuk Berkabung

    Baju Pilihan Terakhir Mendiang Hanik Terus Dipakai Wali Kota Malang untuk Berkabung

    Malang (beritajatim.com) – Ratusan pelayat datang ke rumah duka Rumah Dinas Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Jalan Ijen 2, Klojen, Kota Malang. Para pelayat memberikan penghormatan terakhir untuk kepergian istri Wahyu Hidayat, Hj Hanik Andriani yang meninggal dunia pada Kamis, (20/11/2025) sekira pukul 23.33 WIB.

    Sejumlah pejabat nampak hadir mulai dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Malang M Sanusi dan sejumlah pejabat yang ada di Malang Raya. Mereka memanjatkan doa terakhir untuk mengiringi kepergian Hanik.

    Deni Irwansyah salah satu staff pribadi Wahyu Hidayat menuturkan bahwa mendiang Hanik tidak menunjukan gejala sakit sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Bahkan dia yang ikut mendampingi Wahyu Hidayat pada kegiatan bersama Gubernur Jatim, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan BPS RI menuturkan pada Kamis, (20/11/2025) malam kemarin Wahyu Hidayat langsung membatalkan salah satu agenda kegiatannya.

    “Kemarin malam itu mau bertakziah ke Panca Budi tapi akhirnya dibatalkan karena mendadak ada kabar kondisi ibu ngedrop. Beberapa tenaga medis dan tenaga kesehatan langsung memeriksa ibu. Kami usai acara di BPS yang sebetulnya mau takziah langsung menuju Ijen 2 (rumah dinas),” kata Deni.

    Setelah tiba di rumah dinas Wahyu Hidayat langsung melihat kondisi istrinya. Hingga pukul 23.33 WIB Hanik dinyatakan meninggal dunia.

    Deni menuturkan bahwa untuk memberikan penghormatan terakhir Wahyu Hidayat enggan mengganti kemeja yang dia pakai. Kemeja batik biru yang dia pakai merupakan baju pilihan terakhir mendiang Hanik sebelum Wahyu berangkat ke BPS.

    “Ebes (bapak) sempat ditawari ganti pakaian tapi tidak mau. Kemeja itu kemarin sebelum berangkat yang memilih ibuk (mendiang Hanik). Memilihnya kemarin itu seperti berbeda ceria banget ibuk,” ujar Deni. (Luc)

  • Kriminal kemarin, jumlah bom SMAN 72 hingga pencuri motor di Jakbar

    Kriminal kemarin, jumlah bom SMAN 72 hingga pencuri motor di Jakbar

    Jakarta (ANTARA) – Peristiwa kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (11/11) mulai dari polisi menyebutkan empat dari tujuh bom yang disiapkan terduga pelaku atau anak berhadapan dengan hukum (ABH), meledak di lingkungan masjid SMAN 72 hingga kondisi pencuri motor di Jakarta Barat.

    Selain itu, terdapat berita kriminal lainnya yang menarik untuk disimak pada pagi ini. Berikut rangkumannya:

    1. Ledakan SMAN 72, terduga pelaku terinspirasi enam tokoh “kekerasan”

    Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebutkan terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta atau anak berkonflik dengan hukum (ABH), terinspirasi sedikitnya kepada enam tokoh “kekerasan” sehingga melakukan aksinya pada Jumat (7/11) di lingkungan masjid sekolah itu.

    “Ada beberapa yang menjadi inspirasi terkait figur. Kita sebutkan ada kurang lebih enam tokoh yang tercatat,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana saat konferensi pers di Jakarta, Selasa.

    2. Kritis dihajar massa, pencuri motor di Jakbar diantar ke RS Polri

    Kepolisian Sektor (Polsek) Tamansari, Jakarta Barat mengantarkan satu dari dua orang terduga pencuri sepeda motor ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati karena luka berat setelah dihajar massa.

    “Pelaku berinisial DS sedang diantarkan ke RS Polri karena kondisinya cukup parah,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamansari AKP Egy Irwansyah saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

    3. Ini jumlah bom yang meledak di SMAN 72

    Polda Metro Jaya menyebutkan empat dari tujuh bom yang disiapkan terduga pelaku atau anak berhadapan dengan hukum (ABH), meledak di lingkungan masjid SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11).

    “Jadi dari tujuh, empat yang meledak, tiga yang masih aktif dan sudah kita kembalikan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya,” kata Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto saat konferensi pers di Jakarta, Selasa.

    4. Polisi selidiki kasus upaya perampokan di Bekasi Timur

    Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus upaya perampokan yang terjadi di Jalan Raya Nonon Sonthanie, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/11).

    “Kejadian tersebut terjadi pada Senin (10/11) pagi sekitar pukul 08.15 WIB,” kata Kapolsek Bekasi Timur Kompol Ahmadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

    5. Ledakan SMAN 72, terduga pelaku punya dorongan tertentu

    Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebutkan terduga pelaku atau anak berkonflik dengan hukum (ABH) punya dorongan tertentu sehingga melakukan peledakan di lingkungan masjid SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11).

    “Dorongannya seperti merasa sendiri, merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik itu di lingkungan keluarga maupun lingkungannya sendiri dan di sekolah,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Selasa.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.