Tag: Ipuk Fiestiandani

  • Makin Solid, Mabes TNI Dirikan Kantor di Banyuwangi

    Makin Solid, Mabes TNI Dirikan Kantor di Banyuwangi

    Banyuwangi (beritajatim.com) –  Markas besar (Mabes) TNI mendirikan kantor Sub Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III/Surabaya di Banyuwangi. Kantor tersebut berlokasi di Jl. Adi Sucipto, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Dengan berdirinya kantor ini meningkatkan solid dan kompak di satuan TNI  lingkungan Kogartap III Surabaya, sekaligus mendukung kondusivitas wilayah Banyuwangi.

    Nantinya, Kogartap III/Surabaya ini memiliki tugas pokok sebagai penegak hukum, tata tertib, dan disiplin prajurit TNI (TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara) di wilayah Jawa Timur. Kantor tersebut juga sebagai kantor operasional yang berisi 41 personel TNI.

    Sebelumnya, pendirian kantor tersebut ditandai dengan surat perjanjian antara Markas Besar (Mabes) TNI Komando Garnisun Tetap III Surabaya dan Pemkab Banyuwangi untuk pinjam pakai tanah dan gedung.

    Hadir dalam penandatanganan itu Kepala Staf Komando Garnisun Tetap III/Surabaya Brigjen TNI (Mar) Agung Trisnanto, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Mujiono, di Banyuwangi, pada 29 April 2024 lalu.

    “Kami berterima kasih atas dukungan Pemkab Banyuwangi terhadap pendirian kantor Sub Kogartap III di Banyuwangi. Banyuwangi merupakan daerah ke-11 yang mendirikan Sub Kogartap III di Jawa Timur,” ujar Brigjen Agung.

    Agung menjelaskan tujuan pendirian Sub Kogartap salah satunya untuk memelihara ketentuan pokok kemiliteran untuk meningkatkan soliditas satuan-satuan di lingkungan Kogartap 3 surabaya.

    Selain itu, secara khusus di Banyuwangi karena daerah ini telah terdapat minimal dua matra TNI, sebagai salah satu prasyarat pendiriannya. Di Banyuwangi terdapat dua matra TNI yakni darat dan laut .

    “Kami siap membantu Pemkab di luar tugas pokok Garnisun. Kami bisa bekerjasama ikut memelihara ketertiban dan kemanan serta mendukung program pemerintah daerah lainnya,” tambah Brigjen Agung.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Pemkab Banyuwangi menyambut baik kehadiran Kogartap di Banyuwangi. Menurutnya Kogartap akan memperkuat kondusivitas daerah.

    “Kami yakin kehadiran satuan TNI Kogartap di Banyuwangi akan menambah ketertiban dan keamanan daerah,” ujar Bupati Ipuk.

    Ipuk juga berterima kasih atas keinginan Brigjen TNI Agung Trisnanto yang siap bekerja sama dengan pemerintah daerah. Pemkab sendiri membutuhkan kolaborasi dari banyak pihak untuk bersama-sama membangun daerah.

    “Ini kesempatan yang sangat baik bagi kami. Semoga kolaborasi antara Pemkab dan TNI ke depan semakin kuat dan solid,” pungkasnya. [rin/aje]

  • Wali Murid di Banyuwangi Wajib Tahu, Parenting itu Penting

    Wali Murid di Banyuwangi Wajib Tahu, Parenting itu Penting

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi membuka inisiatif untuk melibatkan orang tua atau wali murid di pendidikan anak. Tujuannya, agar dapat menyelaraskan pola pendidikan anak di sekolah dan di rumah.

    Program itu bernama Sekolah Orang Tua Hebat yang disingkat Sobat. Setidaknya, ada ribuan orang tua atau wali murid yang turut dalam program ini.

    “Melalui program ini orangtua bisa mengupdate ilmu parenting. Bagaimana melakukan pendekatan dan lebih mengerti dunia anak sesuai dengan zamannya,” terang Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat peluncuran program Sobat.

    Dalam peluncuran tersebut turut hadir Kepala Pusat Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek, Rusprita Putri Utami yang terhubung secara virtual.

    Ruspita mengapresiasi program Banyuwangi itu. Pihaknya menyebut tantangan pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah kurangnya keterlibatan orangtua dalam pendidikan dan pola asuh anak secara langsung.

    Hal ini, kata Ruspita, tidak lepas dari kurangnya edukasi pada orangtua. Salah satu indikatornya hasil survei nasional menunjukkan hanya 23 persen orangtua yang mendapatkan pendidikan parenting.

    “Saya sangat bahagia Banyuwangi meluncurkan program ini sebagai upaya pelibatan orangtua. Dengan program ini harapannya terjadi keselarasan dan kesinambungan pada pendidikan anak di rumah dan di sekolah serta membentuk karakter dan pribadi anak secara utuh,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Suratno menyiapkan 588 fasilitator berpengalaman. Mereka berasal dari psikolog dan guru. Nantinya, mereka akan menjalani pendidikan itu selama empat bulan untuk setiap angkatan, dan mendapat sertifikat.

    “Angkatan pertama diikuti oleh 8.515 peserta orang tua/ wali murid dari jenjang PAUD, SD, dan SMP dengan jumlah total 337 lembaga,” katanya.

    Selama empat bulan, wali murid akan mengikuti tatap muka sebanyak 16 kali pertemuan dengan tema materi yang berbeda. Di antaranya tema perkembangan anak, bakat minat anak, dukungan orang tua dalam penumbuhan budi pekerti, mandiri, dan tanggung jawab, hingga peran orang tua dalam bulliying dan kekerasan.

    “harapan kami untuk angkatan selanjutnya jumlahnya akan semakin banyak karena semakin banyak orang tua yang sudah mengetahui manfaatnya,” imbuh Suratno. [rin/aje]

  • Ini Segudang Prestasi Felicia Dahayu, Pelajar Kampung Asal Banyuwangi yang Bertemu Elon Musk

    Ini Segudang Prestasi Felicia Dahayu, Pelajar Kampung Asal Banyuwangi yang Bertemu Elon Musk

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Felicia Dahayu, pelajar kampung asal Banyuwangi yang menyita perhatian publik. Siswa SDN 1 Pesanggaran ini tak disangka mendapat kesempatan bertemu dengan Elon Musk, pesohor asal Amerika.

    Kesempatannya bertemu CEO SpaceX sekaligus Tesla Inc. di Bali tersebut memang bukan sebuah kebetulan. Ternyata, Felicia Dahayu memang memiliki segudang prestasi di bidang akademik.

    Felicia yang kini duduk di kelas V SD itu merupakan salah produk dari pelatihan matematika “Smart Gasing” yang diinisiasi oleh Pemkab Banyuwangi. Diketahui, metode itu hasil pengembangan bersama Prof Yohanes Surya seorang fisikawan Indonesia dan Pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia/TOFI.

    Prestasinya berawal dari peringatan Hari Jadi Banyuwangi, Desember 2023. Saat itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan penghargaan kepada Felicia Dahayu sebagai “Warga Inspiratif”.

    Bahkan saat ini, Felicia Dahayu mendapat training khusus dari tim Prof Yohanes Surya, untuk menghadapi Olimpiade Matematika se-Asia, “Asia Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary School (ASMOPSS)”. Pesertanya adalah para pelajar terbaik se-Asia, yang akan digelar tahun ini.

    Selain itu, prestasinya yang lain yakni Felicia berhasil meraih juara di Olimpiade Matematika, di Bitung, Sulawesi, November 2023 lalu.

    “Felicia bersama Jose mendapat training khusus dari tim Prof Surya dari Jakarta. Dia diajak Prof Surya di Bali, dan mendapat kesempatan bertemu Elon Musk,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

    Bupati Ipuk berharap, kesempatan Felicia ini bisa menjadi pelecut siswa Banyuwangi lainnya untuk lebih semangat. Terutama, gigih belajar dan mencintai sains.

    “Semoga Felicia ini menjadi motivasi bagi anak-anak Banyuwangi terus mencintai ilmu-ilmu sains,” tutup Ipuk. [rin/aje]

  • Pelajar Kampung asal Banyuwangi Ketemu Elon Musk, Bukan Anak Sembarangan

    Pelajar Kampung asal Banyuwangi Ketemu Elon Musk, Bukan Anak Sembarangan

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Felicia Dahayu bak mimpi di siang bolong yang menjadi kenyataan. Pelajar kampung yang berstatus siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Pesanggaran ini bisa bertemu langsung dengan pesohor asal Amerika, Elon Musk.

    Gadis yang duduk di bangku kelas V itu menjadi salah satu yang mendapatkan tes langsung dari CEO SpaceX sekaligus Tesla Inc itu. Ya, pertemuan mereka saat di sela-sela World Water Forum (WWF) ke-10, di Bali, (19/5/2024) kemarin.

    Pertemuan dengan Elon Musk memang cukup berliku. Namun, Felicia memang bukan anak sembarangan.

    Dia adalah salah satu pencetus produk dari pelatihan dengan metode Smart Gasing” yang bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi. Salah satu Metode pembelajaran matematika tersebut berkembang berkat tangan Profesor Yohanes Surya.

    Dia seorang fisikawan Indonesia dan Pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia/TOFI. Kolaborasi antara Prof. Surya dan Pemkab Banyuwangi karena sevisi untuk mencetak ribuan jagoan matematika di daerahnya.

    Metodenya, memadukan pengajaran matematika dengan pengembangan kecerdasan lainnya, seperti kecerdasan musikal, logika matematika, hingga kinestetik.

    Benar saja, pengikut atau pelajar yang turut dalam program pelatihan ini mayoritas berada di desa, bahkan jauh dari pusat Banyuwangi. Mereka berasal dari Kecamatan Siliragung, Pesanggaran, Tegaldlimo, dan Bangorejo.

    Salah satunya Felicia. Dia tinggal di Dusun Krajan, Siliragung. Ibunya merupakan guru Taman Kanak-Kanak (TK) di desanya.

    Berkat kecerdasannya, Felicia juga didaulat berbagi pengetahuan matematika di Fakultas Teknik Universitas Cendrawasih. Termasuk akan menghadapi Olimpiade Matematika se-Asia, “Asia Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary School (ASMOPSS).

    Pertemuan Felicia Dahayu dengan Elon Musk cukup menyita perhatian. Felicia hadir bersama pelajar dari Papua, Jose Nerotou. Dalam pertemuan tersebut, Elon Musk sempat memberikan tes kepada dua bocah tersebut.

    “Felicia dan Jose mendapat tantangan dari Elon. Tantangan itu adalah pengerjaan soal integral. Salah satunya, mereka diminta menghitung turunan volume bola. Jawaban dari dua bocah ini sempat membuat kagum Elon,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat di Bali bertemu Felicia bersama Prof Yohanes. [rin/aje]

  • Ribuan CJH Banyuwangi Gelar Manasik, Jemaah Tertua Usianya Segini

    Ribuan CJH Banyuwangi Gelar Manasik, Jemaah Tertua Usianya Segini

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Calon Jemaah Haji (CJH) Banyuwangi tahun ini berjumlah 1238 orang. Mereka tergabung dalam kloter 57, 58, 59, dan 60 dijadwalkan berangkat mulai 26 Mei 2024 dari embarkasi Surabaya.

    Dari jumlah itu, terdapat 282 jemaah lansia yang berusia di atas 65 tahun. Sementara, CJH usia tertua adalah Samiran (99) asal Kecamatan Sempu. Sedangkan yang termuda adalah Havid Nur Yasin (19) asal Kecamatan Srono.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berpesan agar para CJH saling menjaga. Termasuk kesehatan jemaah selama menjalani ibadah rukun Islam kelima tersebut.

    “Saya minta para jemaah selama berada di Arab Saudi, untuk saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain. Jaga kesehatan semua dari sekarang agar bisa berangkat dan beribadah dengan baik,” ungkap Bupati Ipuk.

    Tak lupa, kata Ipuk, menitipkan doa kepada para jemaah. Mendoakan Banyuwangi agar selalu selamat dan sejahtera.

    “Jangan lupa juga saat salat atau ketika berada di tempat-tempat mustajab, untuk mendoakan Banyuwangi agar selalu diberi keselamatan dan kesejahateraan. Mohon doakan Banyuwangi menjadi daerah yang dirahmati Allah SWT,” tambah Ipuk.

    Selain itu, Ipuk juga berharap agar jemaah haji bisa menjadi duta bagi Banyuwangi. Saat haji akan berkumpul dengan jemaah dari seluruh daerah di Indonesia, bahkan mungkin akan berinteraksi dengan berbagai negara. Itu bisa menjadi momen untuk memperkenalkan Banyuwangi.

    “Para jemaah bisa menjadi duta untuk mengabarkan berbagai hal yang baik tentang Banyuwangi. Berikan jawaban yang baik ketika ada jemaah dari daerah lain yang menanyakan tentang Banyuwangi,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, mengatakan manasik haji bertujuan untuk memantapkan kesiapan jemaah. Dalam manasik haji, calon jemaah diajarkan tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji.

    “Seperti rukun haji, persyaratan, hal wajib, hal yang disunahkan, maupun hal-hal yang dilarang selama pelaksanaan ibadah haji,” katanya.  [rin/aje]

  • Ribuan Peninggalan Kuno Banyuwangi Tersimpan di Kolektor, Ada Lontar Sritanjung

    Ribuan Peninggalan Kuno Banyuwangi Tersimpan di Kolektor, Ada Lontar Sritanjung

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Ribuan koleksi sejarah peninggalan masa kerajaan Blambangan yang kini menjadi Banyuwangi tersimpan di sebuah rumah. Letaknya di Jalan Widuri, No. 21, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

    Kini, lokasi itu diberi nama Omahseum yang diinisiasi oleh seorang kolektor bernama Thomas Racharto. Dia merupakan seorang kolektor yang banyak mengoleksi benda-benda kuno sejak 1971.

    Setelah bergelut puluhan tahun, Thomas memiliki tak kurang dari 1.200 koleksi. Jumlahnya bermacam-macam, ada peninggalan yang berusia ratusan tahun bahkan ada yang sejak Abad 13.

    Ribuan artefak Balambangan kuno seperti lingga, kendi, manik-manik, kitab kuno, keris, pedang, sampai fosil-fosil tersaji di Omahseum. Salah satunya yang menarik adalah naskah kuno Lontar Sritanjung.

    “Ini akan diajukan oleh Perpustakaan Daeran sebagai IKON (Ingatan Kolektif Nasional) ke Perpustakaan Nasional,” kata Thomas.

    Lontar Sritanjung adalah naskah yang diyakini sebagai legenda asal usul nama Banyuwangi. Naskah ini merupakan koleksi langka dan memiliki arti penting bagi sejarah dan kepercayaan masyarakat Blambangan.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi inisiatif adanya Omahseum itu. Menurutnya, hal tersebut menjadi sarana edukatif dan destinasi wisata baru.

    “Saya sangat senang atas inisiatif Pak Thomas Racharto dan keluarga. Ini dedikasi yang penting untuk wahana edukasi dan wisata sejarah bagi siapa saja yang ingin mengenal Banyuwangi,” ungkap Ipuk.

    Ipuk menyebutkan, pemerintah daerah siap untuk mengintegrasikan Omahseum dalam program-program promosi pariwisata di ujung timur Jawa ini. Apalagi, letak Omahseum yang berada di jalur wisata menuju ke Ijen dan Desa Adat Osing Kemiren.

    “Masyarakat bisa menikmatinya sejumlah museum. Selain di Museum Blambangan dan Museum PIGGI (Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen), juga bisa ke Omahseum,” pungkas Ipuk. [rin/aje]

  • Kursi Ketua MUI Banyuwangi Berganti, Gelar Pendidikannya Jadi Sorotan

    Kursi Ketua MUI Banyuwangi Berganti, Gelar Pendidikannya Jadi Sorotan

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Secara resmi KH. Muhaimin Asmuni menempati posisi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi. Pemilihan itu berdasarkan keputusan melalui Musyawarah Daerah X di Aula Kantor Kementerian Agama Banyuwangi.

    KH. Muhaimin Asmuni terpilih setelah 11 tim formatur mengambil keputusan. Mereka terdiri dari tiga orang pengurus lama, empat orang Ketua MUI Kecamatan, dua orang perwakilan pesantren dan dua orang utusan Ormas Islam.

    “Saya tidak menyangka akan mengemban amanat ini. Semoga kami mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap KH. Muhaimin Asmuni.

    Sosoknya bukanlah orang sembarangan. Kini, Kiai Asmuni begitu biasa disapa merupakan Pengasuh Pesantren Manbaul Hikam, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.

    Dia juga dikenal sebagai ulama yang memiliki keilmuan mumpuni di bidang agama. Sosok kelahiran 1957 itu, mendapatkan pendidikannya di Saudi Arabia sejak 1977.

    Setelah menamatkan strata satunya di Universitas Madinah pada 1984, Kiai Asmuni lantas mengabdikan diri di Banyuwangi. Sejumlah posisi di pendidikan pernah diembannya.

    Salah satunya menjadi dosen di IAI Ibrahimy, Genteng dan menggelar pengajian di kediaman mendiang istrinya di Genteng pula.

    “Semoga kami bisa melanjutkan program-program yang baik dari kepengurusan sebelumnya dan melakukan hal-hal lain yang lebih baik lagi,” terang Kiai Asmuni.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang membuka Musyda X MUI tersebut, berharap kepengurusan ke depan dapat menjadi oase di tengah umat muslim Banyuwangi.

    “MUI bisa menjadi rumah besar yang bisa menaungi seluruh elemen umat Islam di Banyuwangi,” ungkap Ipuk.

    Tidak hanya itu, kata Ipuk, MUI bisa terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program kemasyarakatan yang telah dicanangkan.

    “Selama ini, MUI telah banyak berkontribusi dalam mendukung program-program pemda. Kami berharap hal ini terus kita jalin,” kata Ipuk.

    Struktur MUI Banyuwangi periode 2024-2029 sendiri akan disusun selambat-lambatnya hingga 30 hari mendatang.

    “Akan disusun oleh ketua terpilih dan formatur,” terang Sekretaris Formatur, Abdul Azis. [rin/aje]

  • Penempatan Los Pasar Banyuwangi Akan Diundi

    Penempatan Los Pasar Banyuwangi Akan Diundi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Seiring adanya revitalisasi Pasar Banyuwangi, sejumlah pedagang akan segera dilakukan relokasi. Mereka akan dipindahkan sementara di lokasi baru yang berada di sekitar Gedung Wanita.

    Jaraknya tidak jauh dari Pasar Banyuwangi. Hanya sekitar 500 meter berada di sisi timur Taman Blambangan.

    Nantinya, usai pemindahan sementara para pedagang gedung pasar akan segera dibangun.

    Saat ini, tempat relokasi bakal segera siap. Meskipun, pemerintah masih akan melakukan langkah penyempurnaan.

    Namun demikian, Pemkab menargetkan pengerjaannya bakal rampung dalam sepekan ke depan. Setelah bangunan siap, pedagang sudah bisa menempatinya.

    Pemkab Banyuwangi juga akan mengambil langkah yang adil untuk penempatan para pedagang. Ada skema pengundian agar tak terkesan tebang pilih dan carut marut.

    “Untuk penempatan los, rencana akan kami undi agar pembagiannya adil,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai mengecek kondisi tempat relokasi.

    Setelah para pedagang pindah ke tempat relokasi, akan segera dilakukan pembongkaran bangunan Pasar Banyuwangi.

    “Kalau semua sudah direlokasi, nanti ada pembongkaran. Kalau sudah, kami akan lapor ke Kementerian PUPR,” pungkas Ipuk.

    Rencananya, elama setahun penuh para pedagang akan menempati area relokasi yang disiapkan pemkab tersebut. [rin/aje]

  • Tempat Relokasi Sementara Pasar Banyuwangi Sudah Siap, Pedagang Siap?

    Tempat Relokasi Sementara Pasar Banyuwangi Sudah Siap, Pedagang Siap?

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Dari pengamatan, tempat relokasi Pasar Banyuwangi segera siap. Lokasinya tak jauh dari tempat lama hanya berjarak 500 meter berada di kawasan Gedung Wanita.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama sejumlah jajaran juga telah mengecek kondisi area relokasi itu. Meskipun masih ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan sebagai langkah penyempurnaan.

    Bupati Ipuk memastikan tempat relokasi bisa menjadi lokasi berdagang sementara yang nyaman dan aman. Ada beberapa hal yang masih harus disiapkan dan diperbaiki yakni soal teknis bangunan. Selain itu, beberapa penyesuaian sekat antar los, dan lahan parkir.

    “Dari fisik sudah bisa dibilang siap. Namun masih ada beberapa yang harus diperbaiki dan disiapkan. InsyaAllah minggu depan sudah siap ditempati,” kata Ipuk.

    Selain pedagang pasar yang berjumlah 325 orang, pemkab juga akan menyediakan tempat bagi sekitar 200 pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Banyuwangi.

    “PKL juga akan kami akomodasi. Tadi juga ada datanya. Sudah kami simulasikan untuk PKL lokasinya di mana, pedagang pasar di mana. Kami akan tata semua,” kata Ipuk.

    Kementerian PUPR menyediakan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk revitalisasi Pasar Banyuwangi dan kawasan Inggrisan. Proses pembangunan direncanakan akan dimulai pada 2024 dan ditarget rampung dalam setahun.

    Meski demikian, nampaknya sejumlah pedagang pasar Banyuwangi masih ada yang belum siap untuk pindah. Hal ini terbukti dari adanya isu penolakan dari para pedagang. [rin/aje]

  • Tantang Hadirkan Solusi, Banyuwangi Datangkan Komika Ini

    Tantang Hadirkan Solusi, Banyuwangi Datangkan Komika Ini

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Acara Nokrongin Ilmu Bareng (Nongkibar) di Amphitheater Radio Blambangan FM juga dirangkai dengan berbagai kegiatan. Tidak hanya sekedar acara nongkrong-nongkrong, tapi juga sebagai wadah berbagi ilmu.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sengaja menghadirkan anak muda di acara itu dan menantang mereka untuk menggali solusi. Salah satunya untuk turut menyumbangkan pemikiran demi mengatasi berbagai persoalan di Banyuwangi.

    Salah satu tantangan itu adalah kemiskinan. Walaupun, angka kemiskinan di Banyuwangi terendah di Jawa Timur, tapi boleh lantas didiamkan.

    “Saat ini, anak-anak muda yang berkumpul di Nongkibar ini, saya ajak untuk tidak hanya berharap. Tapi, bagaimana menghadirkan solusi-solusi konkrit untuk mengatasi berbagai persoalan yang Banyuwangi hadapi,” kata Ipuk.

    Dalam Nongkibar tersebut juga menghadirkan komika yang meraih penghargaan 100 Most Influential Women versi BBC (British Broadcasting Company), Sakdiyah Ma’ruf. Ia berbagi inspirasi untuk memantik anak muda dapat menghadirkan solusi.

    Sakdiyah menceritakan dirinya yang tumbuh dalam keterbatasan dan budaya patriarki di lingkungannya yang kuat. Diskriminasi gender dan intoleransi kerap dialaminya.

    “Hal ini membuat saya terpantik untuk berbuat lebih. Menyuarakan ketidakadilan tersebut dalam balutan komedi,” ungkapnya. (rin/ted)