Tag: Ipuk Fiestiandani

  • Banyuwangi Komitmen Tingkatkan Akses Layanan Air Minum Bagi Penyandang Disabilitas

    Banyuwangi Komitmen Tingkatkan Akses Layanan Air Minum Bagi Penyandang Disabilitas

    Liputan6.com, Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi terus berkomitmen menerapkan pendekatan inklusif untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat penyandang disabilitas. Termasuk penyediaan akses layanan air minum bagi disabilitas. Menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi, difasilitasi pemasangan sambungan rumah (SR) gratis bagi penyandang disabilitas. Tak hanya itu, PUDAM Banyuwangi juga memberikan keringanan tarif berlangganan kepada keluarga disabilitas kurang mampu.

    “Kami terus mendorong pembangunan inklusif termasuk akses layanan air bersih dan sanitasi, agar bisa dirasakan manfaatnya termasuk mengakomodir kebutuhan disabilitas,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Balai Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Rabu (18/12/2024).

    Acara tersebut dihadiri sejumlah peserta dari berbagai organisasi penyandang disabilitas di Banyuwangi. Mulai Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), serta aura lentera. “Semoga dengan program ini bisa memudahkan teman-teman disabilitas mendapatkan layanan air minum yang lebih berkualitas,” imbuh Ipuk.

    Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abdurahman menjelaskan, pemberian keringanan untuk pelanggan penyandang disabilitas akan digolongkan pada tarif Golongan Rumah Tangga 1 (R1). Sedangkan penentuan pemasangan SR gratis ditetapkan oleh tim survei. “Syaratnya daya listrik maksimal 1.300 watt, hanya untuk rumah tempat tinggal, bangunan rumah tidak permanen/semi permanen/atau rumah permanen dengan kualitas bangunan biasa,” jelas Abdurahman.

    Program lain terkait untuk peningkatan akses layanan air bersih adalah melalui kemitraan Indonesia Australia untuk infrastruktur (Kiat) dalam program hibah kesetaraan gender dan inklusi sosial (Gesit).

  • Cek Destinasi Wisata Banyuwangi Cocok Buat Liburan Nataru

    Cek Destinasi Wisata Banyuwangi Cocok Buat Liburan Nataru

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2025, hampir seluruh destinasi wisata di Banyuwangi mulai bersolek. Tak terkecuali bagi salah satu tempat wisata di wilayah utara satu ini.

    Ya, Grand Watu Dodol atau sering disebut GWD. Lokasinya berada di sisi utara Banyuwangi Kota yang masuk area Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

    Tempatnya cukup mudah dijumpai karena berada tepat di sisi jalan menuju ke Bali dari utara atau dari Banyuwangi menuju ke Situbondo dan Surabaya. Lokasi ini biasanya menjadi tempat favorit bagi wisatawan.

    Tidak hanya menyajikan pantai yang indah, tapi suasana di sekitar yang asri membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini. Bahkan, tak jarang bagi wisatawan luar kota memanfaatkan GWD sebagai rest area sebelum berwisata ke Pulau Bali.

    Bagaimana kesiapan GWD menjelang libur Natal dan tahun baru kali ini? Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bahkan turun langsung mengecek salah satu destinasi andalan ini.

    Ipuk berkeliling melihat langsung kesiapan sarana dan prasarana, serta fasilitas di destinasi. GWD diprediksi akan menjadi jujugan banyak wisatawan saat libur Nataru.

    “Kami memastikan seluruh destinasi siap menerima kunjungan saat libur Nataru. Selain fasilitas, kami juga minta agar para pengelola menyiapkan upaya-upaya antisipatif agar pengunjung merasa aman dan nyaman. Mengingat saat ini cuaca sedang ekstrem sehingga perlu peningkatan pengamanan,” ungkap Ipuk.

    Tak lupa semua aspek di GWD menjadi perhatian orang nomor satu di Banyuwangi ini. Ipuk tampak mengecek kebersihan lokasi hingga sejumlah fasilitasnya.

    Bahkan, melihat langsung progress pembangunan sejumlah fasilitas baru. Seperti pemecah ombak, tangkis air di sepanjang muara sungai yang berbatasan dengan pantai GWD, serta kolam labuh kapal wisata.

    “Adanya fasilitas baru ini harapannya bisa menambah kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke GWD,” katanya.

    Ipuk ingin memastikan seluruh destinasi wisata di Banyuwangi siap menghadapi lonjakan pengunjung di momen libur Nataru yang bersamaan dengan momen libur sekolah. Selain lebih aman karena telah dibangun water breaker (pemecah ombak).

    “nantinya di GWD juga bisa menjadi tempat berlabuh dan parkirnya kapal-kapal wisata dari Pulau Menjangan dan Tabuhan,” pungkasnya. [rin/beq]

  • Banyuwangi Terapkan SOP Ketat di Pelabuhan Ketapang Selama Nataru

    Banyuwangi Terapkan SOP Ketat di Pelabuhan Ketapang Selama Nataru

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan perhatian lebih untuk jalur penyeberangan di Selat Bali. Terutama menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk keamanan bagi para pengguna jasa penyeberangan selama libur Natal dan tahun baru 2025.

    Secara keseluruhan, Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi – Gilimanuk, Bali siap dari segala aspek. Khususnya, untuk menyambut para penumpang yang hendak bepergian melintas Selat Bali selama Nataru.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pemerintah daerah siap mendukung kelancaran arus lalu lintas dan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang selama libur Nataru. Banyuwangi juga siap menyambut wisatawan yang akan singgah untuk menikmati keindahan kota the sunrise of java ini.

    “Kami Forkopimda Banyuwangi siap berkolaborasi dengan seluruh elemen untuk kelancaran perjalanan selama libur Nataru untuk wisatawan yang melintasi Pelabuhan Ketapang, baik dari maupun menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali,” kata Bupati Ipuk usai mengikuti rapat secara daring bersama Menteri Perhubungan, Kapolri, dan Panglima TNI, Jumat (20/12/2024).

    Hadir Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra dan Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz. Juga turut diikuti GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Yani Andriyanto, Pj Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo dan lainnya.

    Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut, pihaknya diminta menekankan standar operasional prosedur (SOP) untuk keamanan.

    “Seperti bagaimana stakeholder terkait memastikan keamanan kapal supaya apabila terjadi cuaca buruk atau insiden,” kata Kapolresta.

    Pihaknya berkomitmen siap memberikan jaminan keamanan bahkan kenyamanan bagi semua pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Ketapang.

    “Intinya kami berserta seluruh stakeholder siap dan berkomitmen untuk memberi jaminan keamanan, keselamatan kenyamanan pada setiap masyarakat dalam merayakan Nataru. Khususnya di ASDP Ketapang,” pungkasnya. (rin/ian)

  • Batik Air Kembali Terbang ke Banyuwangi, Siap Layani Liburan Tahun Baru

    Batik Air Kembali Terbang ke Banyuwangi, Siap Layani Liburan Tahun Baru

    Liputan6.com, Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu tujuan pilihan wisatawan untuk libur Natal.dan Tahun Baru (Nataru). Menghadapi itu, maskapai nasional Batik Air kembali membuka rute penerbangan Jakarta – Banyuwangi pp mulai 29 Desember 2024. General Manager Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi, Johan Seno Acton, menjelaskan bahwa Batik Air akan beroperasi rute Jakarta-Banyuwangi pp per 29 Desember 2024. 

    Dengan jadwal dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) pukul 11.20 WIB dan tiba di Bandara Banyuwangi (BWX) pukul 13.10 WIB.  Sedangkan untuk rute sebaliknya, pesawat akan berangkat dari Banyuwangi pukul 13.50 WIB dan tiba di Jakarta pukul 15.35 WIB.

    Maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group ini akan melayani rute Jakarta-Banyuwangi pulang-pergi (PP) setiap Jumat dan Minggu. “Ini akan melengkapi dua penerbangan Jakarta – Banyuwangi selama ini. Saat ini sudah ada Citilink dan Super Air Jet,” kata Johan, Selasa (17/12/2024)

    Kembalinya Batik Air ini merupakan hasil koordinasi di event slot conference yang dihadiri pihak bandara awal bulan ini. Johan berharap okupansi penerbangan  tinggi sehingga Batik Air dapat beroperasi secara berkelanjutan, tidak hanya selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Dengan beroperasinya kembali Batik Air, diharapkan dapat memberikan tambahan pilihan maskapai kepada penumpang dan mendukung pariwisata Banyuwangi,” harap Johan.

    Bupati Ipuk Fiestiandani, menyambut baik kembalinya Batik Air yang akan melengkapi 2 penerbangan di Banyuwangi yang telah ada selama ini. “Tentu ini akan berdampak positif bagi Banyuwangi. Akses transportasi udara yang bertambah, tentunya akan semakin banyak orang yang akan berkunjung ke Banyuwangi. Akan berdampak pada perekonomian Banyuwangi,” kata Ipuk.

  • Dukung Pengembangan Seni, Banyuwangi Siap Dirikan Kampus

    Dukung Pengembangan Seni, Banyuwangi Siap Dirikan Kampus

    Liputan6.com, Banyuwangi – Meski darah seni mengalir dalam setiap DNA masyarakat Bumi Blambangan, Namun, upaya dalam mengasah kemampuan berkesenian khususnya para pemuda harus terus dipupuk. Melihat itu Banyuwangi, Jawa Timur cukup berpotensi jika berdiri kampus seni.

    Dijelaskan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pihaknya telah berkomunikasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta terkait rencana berdirinya kampus seni yang ada di Banyuwangi untuk mewadahi pemuda agar bisa memperdalam ilmu kesenian. “Rencana pendirian Institut Seni di Banyuwangi ini masih dalam perbincangan awal,” kata Ipuk, Selasa (17/12/2024).

    Meski demikian, langkah Banyuwangi dalam mengoptimalkan potensi pemuda dalam berkesenian akan terus dilakukan. Salah satunya Ipuk meminta, agar kampus yang telah berdiri di Banyuwangi, dapat membuka program studi atau jurusan kesenian. “Nanti mungkin untuk pengoptimalan kita bisa minta Poliwangi membuka prodi kesenian. Dengan cara tersebut menurut Ipuk, bisa lebih cepat dan lebih bisa langsung dinikmati oleh anak-anak yang ingin menggeluti dunia seni,” imbuh Ipuk.

    Perbincangan berdirinya Kampus Seni itu sempat disinggung oleh Budayawan Indonesia Sujiwo Tejo saat menghadiri Talkshow ‘Jagong Budaya’ pada, Minggu (15/12/2024). Dia menyebut terbentuknya kampus seni di Banyuwangi sangatlah penting.

    Bagaimana tidak, ditambahkan Sujiwo Tejo, meskipun seseorang memiliki bakat seni tetapi jika tidak diasah dengan kehadiran teori akan susah berkembang dan hal tersebut bisa didukung dengan adanya Institut Seni. “Bakat yang luar biasa apapun, tidak akan ada apa-apanya jika, tidak didasari dengan teori,” ucapnya.

    Dengan begitu, Budayawan Kondang itu berharap, adanya sebuah wadah untuk mengasah kemampuan berkesenian anak-anak Banyuwangi, dengan begitu bakat seni yang mengalir itu bisa tumbuh menjadi baik. “Kembali lagi semua itu nanti keputusan dari Bupati,” tutur Sujiwo Tejo.

  • Pemutihan PBB di Banyuwangi Sampai Akhir Tahun, Bebas Denda!

    Pemutihan PBB di Banyuwangi Sampai Akhir Tahun, Bebas Denda!

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabar baik bagi warga Banyuwangi! Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-253, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program pemutihan denda Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Program ini berlangsung mulai 1 November hingga 31 Desember 2024, memberikan kesempatan bagi warga yang memiliki tunggakan pajak untuk melunasi kewajibannya tanpa dikenakan denda.

    Program ini diatur dalam Surat Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 185/560/KEP/429.011/2024 tentang Penghapusan Denda Sanksi Administrasi PBB-P2. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. “Warga Banyuwangi silakan memanfaatkan program ini. Pembayaran bisa dilakukan dengan berbagai skema untuk mempermudah pembayaran,” ujarnya.

    Pembayaran PBB kini semakin mudah dengan beragam metode yang disediakan. Selain pembayaran manual melalui pihak desa dan minimarket, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan digital seperti m-banking dan e-wallet, termasuk Shopee Pay, Tokopedia, dan Gopay. Dengan adanya program pemutihan ini, wajib pajak hanya perlu membayar pokok pajak tanpa dikenakan denda keterlambatan pembayaran untuk tunggakan sejak tahun 1994 hingga 2024.

    “Dengan memanfaatkan program pemutihan denda ini, wajib pajak dapat melunasi kewajibannya dengan lebih ringan,” tambah Ipuk.

    Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Firman Sanyoto, mengungkapkan bahwa program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Hingga 11 Desember 2024, realisasi PBB telah mencapai 95,84 persen dari target Rp60,75 miliar. Sebanyak 51.538 Surat Tanda Terima Setoran (STTS) telah diterbitkan, dengan nominal pokok pajak senilai Rp3,6 miliar dan potensi denda yang dihapuskan sebesar Rp613 juta.

    “Kami optimis realisasi PBB akan terus meningkat karena program ini masih berjalan hingga akhir Desember. Kami mengimbau warga untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum program berakhir,” jelas Firman.

    Dari total 830.692 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang didistribusikan, sebanyak 675.577 SPPT telah lunas. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program pemutihan denda. [rin/beq]

  • Anggunnya Bupati Ipuk Rayakan Hari Jadi Banyuwangi ke-253 dalam Balutan Busana Etnis Tionghoa

    Anggunnya Bupati Ipuk Rayakan Hari Jadi Banyuwangi ke-253 dalam Balutan Busana Etnis Tionghoa

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Nuansa penuh keberagaman tersaji pada upacara Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-235 di Taman Blambangan. Para peserta upacara mengenakan berbagai baju adat sejumlah suku dan etnis yang tinggal di ujung timur Jawa itu.

    Tak terkecuali Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang tampil anggun dengan busana merah menyala. Busana itu merupakan busana etnis Tionghoa, Cheongsam Sangjit.

    Bagi peserta upacara dan segenap undangan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi juga turut mengenakan baju adat. Tidak hanya mengenakan baju adat Suku Osing yang berasal dari Banyuwangi sendiri, tapi juga beragam busana yang mewakili etnis di Bumi Blambangan.

    Di antaranya, ada yang mengenakan baju adat Bali, Madura, Jawa, Bugis, Melayu hingga etnis Arab dan Tionghoa. Seperti Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah yang memilih mengenalkan busana pernikahan adat Jawa.

    “Banyuwangi adalah tamansari Nusantara. Ada beragam suku dan etnis. Bersama-sama kita menjaga dan memajukan Kabupaten Banyuwangi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

    Atas dasar spirit kebersamaan itu, kata Ipuk, menjadi modal penting untuk pembangunan. Sinergitas antar sesama menjadi kunci beragam keberhasilan yang dicapai Banyuwangi.

    “Tanpa kolaborasi, kebersamaan dan gotong royong semua pihak, tidak mungkin Banyuwangi akan bisa seperti ini,” terangnya.

    Dalam upacara peringatan tersebut juga diserahkan santunan kepada 253 anak yatim, dan acara ditutup dengan makan tumpeng bersama warga sekitar, Sewu Ancak. (rin/ian)

  • Bupati Ipuk Beber Sederet Capaian Banyuwangi Setahun Terakhir

    Bupati Ipuk Beber Sederet Capaian Banyuwangi Setahun Terakhir

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Momen Hari Jadi Banyuwangi ke-253 menjadi spesial saat peringatan di Taman Blambangan, Rabu (18/12/2024). Sejumlah kegiatan ditampilkan, mulai upacara, atraksi seni budaya, penghargaan kepada instansi dan insan berprestasi hingga tasyakuran bersama.

    Hari tambah spesial lantaran Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga menorehkan beragam keberhasilan selama memimpin daerahnya. Buktinya, hal itu dibeber langsung orang nomor 1 di Bumi Blambangan di depan publik.

    Ipuk merinci sejumlah keberhasilan yang ditorehkan oleh Banyuwangi dalam satu tahun terakhir. Mulai ditetapkannya sebagai Unesco Global Geopark (UGG) untuk Geopark Ijen hingga meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai kabupaten Paling Inovatif.

    Selain itu, ada penghargaan Kabupaten inovatif tahun 2024. Kemudian mampu mempertahankan SAKIP dengan nilai A 8 tahun berturut-turut tahun 2024 meningkat dengan nilai AA.

    Menjadi satu-satunya kabupaten se-Indonesia yang meraihnya empat tahun berturut-turut untuk pengendalian inflasi terbaik di Jawa Bali. Peringkat pertama pemerintah daerah berkinerja tertinggi nasional untuk kategori Kabupaten berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah atau EPPD dari Kemendagri.

    Penghargaan Pembangunan Daerah tahun 2024, Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan berbasis elektronik terbaik nasional tahun 2024 dan Ijen Geopark dinobatkan menjadi Geopark terbaik dalam perhelatan bangga berwisata di Indonesia.

    “Pencapaian ini adalah berkat kebersamaan kita semua. Mari ini kita jaga untuk memajukan Banyuwangi di tahun-tahun berikutnya,” ajaknya.

    Ipuk juga mengajak semua pihak untuk bahu membahu mewujudkan berbagai inovasi guna menyelesaikan pembangunan daerah. Tantangan fiskal yang bakal dihadapi, tidak boleh menjadi penghalang untuk terus bergerak.

    “Sekali lagi, kita harus bergotong royong bersama-sama,” tegasnya.

    Peringatan Harjaba ke-253 tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah figur yang memiliki kontribusi positif untuk daerah. Salah satunya diberikan kepada Laita Ro’ati Masykuroh. Ia adalah putri asal Dusun Ringinmulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo yang mengantarkan Timnas Indonesia juara Piala AFF Putri 2024 dan meraih penghargaan khusus sebagai kiper terbaik (Best Goalkeeper).

    Dalam upacara peringatan tersebut juga diserahkan santunan kepada 253 anak yatim, dan acara ditutup dengan makan tumpeng bersama warga sekitar, Sewu Ancak. (rin/ian)

  • Hutan Ditebang, Perhutani Siap Awasi Pembersihan Sisa Pohon

    Hutan Ditebang, Perhutani Siap Awasi Pembersihan Sisa Pohon

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemotongan pohon di hutan lindung kawasan lereng Ijen oleh PT Medco Cahaya Geothermal menuai perhatian. Penebangan itu digunakan untuk pembangunan sutet Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

    Bahkan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Kawasan erek-erek di Kecamatan Licin berisiko lantaran tebangan kayu bekas pembangunan sutet yang belum disingkirkan berpotensi untuk menghambat aliran air.

    Material kayu tersebut juga dapat terbawa aliran hingga ke sungai apabila tak segera disingkirkan. Terlebih saat terjadi hujan deras di area itu.

    Pihak perusahaan rencananya akan menyingkirkan kayu tebangan agar tak menghambat aliran air. Sementara pihak Perhutani akan turut mengawasinya.

    “Kami minta segera dilakukan. Tadi sudah ada evaluasi, pihak Medco siap menindaklanjuti,” katanya.

    Kepala KPH Banyuwangi Barat Muchlisin mengatakan Perhutani sudah meminta agar perusahaan mengeluarkan kayu-kayu bekas tebangan di hutan produksi. Hal itu agar tidak memunculkan masalah sosial maupun lingkungan.

    Saat ini, kata Muchlisin, pembersihan kayu bekas tebangan di hutan produksi telah mencapai 95 persen.

    “Untuk di hutan lindung juga sama langkah-langkahnya. Hanya saja, bekas tebangan tidak bisa dimanfaatkan karena hutan lindung,” terangnya.

    Ke depan, langkah harus dipercepat mengingat kondisi saat ini sudah memasuki musim hujan.

    “Yang penting bagaimana agar kayu-kayu itu tidak menutup saluran air sehingga menyebabkan banjir,” pungkasnya. (rin/ian)

  • Lereng Ijen Ditebang, Bupati Banyuwangi Sebut Perhutani dan PT Medco Siap Duduk Bersama

    Lereng Ijen Ditebang, Bupati Banyuwangi Sebut Perhutani dan PT Medco Siap Duduk Bersama

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Kondisi lereng Ijen di Kecamatan Licin menjadi kawasan yang mengkhawatirkan. Terutama saat musim hujan seperti saat ini.

    Terlebih, kawasan tersebut merupakan jalur utama menuju objek wisata Kawah Ijen yang menyimpan keindahan api biru. Akan tetapi, patut disayangkan lantaran adanya berbagai pihak yang memanfaatkan kawasan sehingga terjadi berkurangnya komposisi tumbuhan.

    Terutama, kawasan erek-erek di Kecamatan Licin berisiko. Sebab, tempat itu menjadi area pembangunan sutet Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT Medco Cahaya Geothermal.

    Tebangan-tebangan kayu bekas pembangunan sutet yang belum disingkirkan berpotensi untuk menghambat aliran air. Material kayu juga bisa saja terbawa aliran hingga ke sungai apabila tak segera disingkirkan.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengecek langsung kondisi di lapangan. Ia mengatakan, pihak Perhutani dan Medco siap duduk bersama untuk menindaklanjuti hasil peninjauan itu.

    Pihak perusahaan rencananya akan menyingkirkan kayu tebangan agar tak menghambat aliran air. Sementara pihak Perhutani akan turut mengawasinya. “Kami minta segera dilakukan. Tadi sudah ada evaluasi, pihak Medco siap menindaklanjuti,” katanya.

    Selain itu, Ipuk juga mengecek tiga titik lokasi kawasan hulu untuk antisipasi risiko potensi banjir. Ketiga lokasi itu, yakni lokasi pelepasan kawasan hutan di sekitar erek-erek, kawasan Perkebunan Kalibendo, dan Perkebunan Lidjen.

    “Tiga kawasan hulu ini menjadi perhatian kami karena saat ini sudah masuk musim penghujan. Jadi sudah harus memitigasi risiko bencana banjir,” pungkas Ipuk. [rin/suf]