Tag: Ipuk Fiestiandani

  • Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Raih Penghargaan Asean Tourism Award 2025

    Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Raih Penghargaan Asean Tourism Award 2025

    Liputan6.com, Banyuwangi – Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, desa mayoritas penduduknya suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi) tersebut meraih penghargaan Internasional The 5th ASEAN Homestay Award.

    Penghargaan diserahkan dalam ajang Asean Tourism Award (ATA) 2025 yang digelar di Persada Johor Convention Centre, Johor, Malaysia, pada Senin 20 Januari 2025. “Kami bersyukur desa-desa di Banyuwangi terus bangkit dengan keanekaragaman potensinya. Ada yang maju di sektor pertanian, ada yang  tata kelola pemerintahannya, ada pula yang menonjol pariwisatanya, termasuk Desa Kemiren ini yang sudah berulang kali mendapat penghargaan,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (22/1/2025).

    Disampaikan Ipuk, prestasi Desa Wisata Kemiren ini semakin memperkuat posisi Banyuwangi di kancah pariwisata internasional. Khususnya dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui pengembangan desa wisata. “Kami ucapkan terima kasih atas kerja keras teman-teman di desa. Keberhasilan Desa Kemiren akan menjadi pengungkit bagi desa wisata yang lain di Banyuwangi untuk terus berbenah,” kata dia.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kemiren, Moh Edy Saputro menjelaskan bahwa keunikan budaya dan keramahan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Desa Kemiren meraih penghargaan ini. Suku Osing yang merupakan masyarakat desa setempat terus melestarikan adat istiadat, bahasa, dan kesenian tradisional. Termasuk bagaimana warga desa setempat mendirikan homestay yang menonjolkan vibes kehidupan suku Osing. “Alhamdulillah dengan konsisten menjunjung kearifan lokal, Desa Kemiren dapat meraih penghargaan tingkat ASEAN di bidang homestay,” ungkap Edy, yang hadir langsung menerima penghargaan.

  • Gotong Royong Tangani Kemiskinan, Banyuwangi Luncurkan Gerakan Berbagi

    Gotong Royong Tangani Kemiskinan, Banyuwangi Luncurkan Gerakan Berbagi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Upaya penanganan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi kini menjadi kesadaran bersama.

    Gerakan Banyuwangi Berbagi diluncurkan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk bergotong royong membantu sesama.

    Gerakan ini melibatkan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, instansi vertikal, BUMN, BUMD, organisasi profesi, dan pengusaha di Banyuwangi.

    “Dengan gotong royong, kami meyakini penanganan kemiskinan di Banyuwangi akan lebih cepat,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (23/1/2025).

    Menurut Ipuk, angka kemiskinan di Banyuwangi saat ini tercatat paling rendah sepanjang sejarah. “Berdasarkan data BPS per 2024, kemiskinan di Banyuwangi tercatat 6,54 persen. Meski rendah, bukan berarti kita berpuas diri. Kita harus menekan ini secara serius dan sistematis,” terangnya.

    Gerakan Banyuwangi Berbagi dirancang sebagai instrumen penting dalam penanganan kemiskinan. Pendekatan ini menggunakan data kemiskinan berbasis nama dan alamat (by name by address) untuk memastikan intervensi yang lebih sistematis.

    “Jadi, semua pihak yang terlibat dalam Gerakan Banyuwangi Berbagi ini akan mendapatkan sasaran masing-masing yang ada di data. Semua dibagi habis, sehingga tidak ada yang terlewat atau disalurkan sembarangan,” jelas Ipuk.

    Lebih lanjut, Ipuk menyebutkan bahwa program ini akan melibatkan ribuan pihak dengan sasaran sekitar 18 ribu warga pra-sejahtera.

    “Mereka akan berbagi sembako bagi warga miskin sesuai dengan pembagiannya. Sementara ini kami rancang program ini untuk tiga bulan ke depan. Sebagaimana kita ketahui, di awal tahun seperti ini, bansos dari pemerintah belum turun. Maka, aksi solidaritas seperti ini bisa menjadi solusi,” imbuhnya.

    Selain pembagian sembako, gerakan ini juga mencakup evaluasi kondisi keluarga penerima bantuan, mulai dari aspek sosial, kesehatan, hingga akses pendidikan. Semua perkembangan akan dipantau melalui aplikasi Smart Kampung.

    “Dengan data yang real-time seperti ini, kita bisa melakukan penanganan secara tepat dan terukur,” pungkas Ipuk. (ted)

  • Polemik Pelatihan LC, Pemkab Banyuwangi Belum Terima Klarifikasi BPVP
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        23 Januari 2025

    Polemik Pelatihan LC, Pemkab Banyuwangi Belum Terima Klarifikasi BPVP Surabaya 23 Januari 2025

    Polemik Pelatihan LC, Pemkab Banyuwangi Belum Terima Klarifikasi BPVP
    Tim Redaksi
    BANYUWANGI, KOMPAS.com

    Pelatihan pemandu karaoke
    atau
    Lady Companion
    (LC) oleh Badan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP)
    Banyuwangi
    menuai polemik di tengah masyarakat.
    Masyarakat cenderung mempertanyakan kegunaan pelatihan dan sertifikasi yang dilakukan kepada 16 LC di sebuah tempat karaoke di Kecamatan Rogampi, Banyuwangi, tersebut.
    Menanggapi polemik itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima klarifikasi dari BPVP Banyuwangi.
    “Belum (klarifikasi), hanya sebatas pemberitahuan bahwa BPVP hanya memfasilitasi dari pihak ketiga,” terang Ipuk di Banyuwangi, Rabu (22/1/2025).
    Lanjutnya, menurut informasi yang dia terima,
    pelatihan pemandu karaoke
    tersebut bukan ide BPVP Banyuwangi, melainkan permintaan dari pihak tempat karaoke.
    “Pelatihan pemandu lagu bukan ide BPVP, tapi permintaan dari pihak tersebut, BPVP hanya memfasilitasi,” imbuhnya.
    Namun demikian, dengan peristiwa yang terjadi, diharapkan menjadi evaluasi bagi BPVP Banyuwangi agar meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah.
    “Ini menjadi evaluasi ke depan. Mudah-mudahan dengan kejadian ini, BPVP bisa lebih berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” harapnya.
    Seperti diberitakan sebelumnya, BPVP Banyuwangi melakukan pelatihan dan sertifikasi kepada 16 LC yang ada di Banyuwangi pada 20-26 November 2024.
    Saat dimintai klarifikasi, merujuk dari SKKNI, BPVP Banyuwangi mengatakan bahwa pelatihan tersebut digelar guna meningkatkan
    skill
    para pemandu karaoke, mulai dari cara mengawali memandu lagu hingga mitigasi situasi konflik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hal Penting saat Menko Zulhas dan Bupati Ipuk Bahas Ketahanan Pangan

    Hal Penting saat Menko Zulhas dan Bupati Ipuk Bahas Ketahanan Pangan

    Liputan6.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menekankan pentingnya dukungan generasi muda, dalam mengembangkan sektor pertanian, untuk meningkatkan ketahanan pangan. 

    “Saat diskusi bareng Menko Zulkifli Hasan kami sampaikan pentingnya regenerasi di sektor pertanian, karena kebutuhan pangan ini sifatnya sepanjang hayat. Diperlukan pengelolaan yang baik dan dukungan dari anak-anak muda. Regenerasi di sektor pertanian sangat penting, terutama dalam aspek riset, inovasi teknologi, hingga pemasaran digital,” ujar Ipuk, Sabtu (18/1/2025). 

    Ipuk menjelaskan berbagai program pertanian terus digulirkan, utamanya regenerasi di sektor pertanian melalui Jagoan Tani. Program ini merupakan inkubasi bisnis berbasis pertanian ini untuk anak-anak muda Banyuwangi dengan menyediakan hadiah modal usaha.

    Hasilnya Banyuwangi terus menunjukkan capaian positif dalam produksi pangan. Data Neraca Pangan Kabupaten Banyuwangi 2024 menyebut, produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 794.783 ton atau setara 508.820 ton beras, meningkat dari 788.704 ton pada 2023. Surplus beras mencapai 341.074 ton setelah kebutuhan masyarakat lokal yang sebesar 167.746 ton terpenuhi.

    “Banyuwangi memiliki lahan pertanian yang subur. Surplus beras yang kami hasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga daerah lain,” tambah Ipuk.

    Selain beras, sejumlah komoditas lain juga mencatatkan surplus. Cabai merah, misalnya, mengalami peningkatan produksi menjadi 18.111 ton, surplus sebesar 13.926 ton. Cabai rawit naik dari 15.231 ton menjadi 19.578 ton, surplus 16.055 ton.

    Selain Jagoan Tani, berbagai program telah dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian. Seperti memanfaatkan lahan non-sawah area Perhutan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH),  meningkatkan indeks tanam, menggunakan bibit unggul, serta menerapkan mekanisasi modern.

    Upaya peningkatan kesuburan tanah juga dilakukan melalui bantuan pupuk organik cair pada petani. Sepanjang 2024 sebanyak 137.130 liter pupuk organik cair telah didistribusi untuk lahan seluas 13.713 hektare. Dinas Pertanjan juga aktif memberikan pelatihan pembuatan pupuk alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk bersubsidi.

    “Kami terus berupaya agar sektor pertanian Banyuwangi terus terjaga, dan menjadi salah satu penopang ekonomi daerah,” kata Ipuk.

     

    Detik-Detik Nelayan Terpental dan Tenggelam Usai Kapalnya Dihantam Ombak Pantai Sodong Cilacap

  • Banyuwangi Dukung Program Penanaman 1 Juta Hektare Jagung, Siapkan 650 Hektare Lahan

    Banyuwangi Dukung Program Penanaman 1 Juta Hektare Jagung, Siapkan 650 Hektare Lahan

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Dalam rangka mendukung program nasional penanaman jagung serentak 1 juta hektare, Kabupaten Banyuwangi telah menyiapkan lahan seluas 650 hektare.

    Lahan tersebut tersebar di berbagai area persawahan di wilayah Banyuwangi dan menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada ketahanan pangan nasional.

    “Lahan ini disiapkan untuk memperkuat program swasembada pangan nasional melalui penanaman jagung serentak bersama Polri di seluruh Indonesia,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra dan Dandim 0825 Letkol Arh Joko Sukoyo, saat menghadiri acara penanaman jagung di kawasan PTPN I Regional V, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Selasa (20/1/2025).

    Kolaborasi Polri dan Kementerian Pertanian
    Program penanaman jagung serentak ini merupakan hasil kerja sama antara Polri dan Kementerian Pertanian. Langkah ini menjadi bagian dari target swasembada pangan nasional yang diharapkan tercapai pada 2025.

    Data dari Dinas Pertanian mencatat, produksi jagung di Banyuwangi terus mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, produksi mencapai 253.857 ton, menurun menjadi 225.416 ton pada 2023, dan 209.078 ton pada 2024. Meski demikian, Banyuwangi tetap mengalami surplus produksi jagung.

    “Setiap tahun, produksi jagung kita masih surplus dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat,” ungkap Bupati Ipuk.

    Polri, TNI, dan Pemkab Banyuwangi Bersinergi
    Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra menyampaikan bahwa Polres Banyuwangi bersama Pemkab, TNI, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan telah berkomitmen untuk mendukung program nasional ini.

    “Targetnya adalah meningkatkan produksi jagung tahun ini sekaligus mendorong produktivitasnya. Kami juga mengimplementasikan metode tumpangsari dan memanfaatkan lahan tidak produktif,” jelas Kapolresta Rama.

    Tak hanya itu, Polri juga menjalin kerja sama dengan petani lokal untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk, perawatan tanaman, hingga kolaborasi dengan Bulog dalam pembelian hasil panen.

    Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo menambahkan, sinergi antara TNI dan Polri menjadi elemen penting dalam mengawal ketahanan pangan nasional.

    “Kami semua bersinergi untuk mendukung swasembada pangan. Di lapangan, kami akan terus bekerja bersama para petani untuk memastikan keberhasilan program ini,” tutur Dandim Joko.

    Dengan adanya program penanaman jagung serentak ini, Banyuwangi menunjukkan dukungannya terhadap swasembada pangan nasional.

    Harapannya, langkah ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas jagung dan mendukung kesejahteraan para petani lokal. (ted)

  • Cakupan TPS 3R Balak Banyuwangi Kian Meluas, Kini Mengcover 37 Desa di Enam Kecamatan

    Cakupan TPS 3R Balak Banyuwangi Kian Meluas, Kini Mengcover 37 Desa di Enam Kecamatan

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

    TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI– Cakupan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Balak di Desa Balak, Kecamatan Songgon, kian meluas. Dari yang sebelumnya melayani 14 desa, kini meluas cakupannya hingga 37 desa di enam kecamatan, yakni Songgon, Sempu, Genteng, Singojuruh, Rogojampi dan Kabat.

    “Kapasitas TPS Balak terus kami optimalkan. Target kami bisa mengcover 44 desa di 6 kecamatan sekitar,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Senin (20/1/2025).

    Ipuk mengatakan, TPS Balak memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan sampah secara sirkular di Banyuwangi.

    “Keberadaan TPS Balak tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Terbukti, semua pekerjanya merupakan warga di sekitar TPS,” ujar Ipuk.

    TPS Balak merupakan implementasi program Banyuwangi Hijau. Pembangunan fasilitas ini melibatkan PT Systemiq Lestari Indonesia dan didukung penuh oleh Pemerintah Norwegia, Borealis, USAID, serta lembaga pendonor lainnya.

    TPS Balak menjadi pusat pengolahan sampah sikukar modern yang dilengkapi teknologi canggih. Kapasitas harian TPS ini mencapai 84 ton.

    Di TPS ini mengolah sampah organik diolah menjadi kompos berkualitas, sementara sampah anorganik akan dipilah menjadi plastik daur ulang.  

    “Kami terus mendorong pengolahan sampah secara sirkular. Kini di Banyuwangi sudah ada 26 TPS 3R. Pengolahan sampah ini harus sudah menjadi pilihan kita, dimulai dari lini keluarga dengan memilah sampah,” kata Ipuk. 

    Ditambahkan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani, bahwa TPS Balak saat ini telah melayani sebanyak 11.313 pelanggan (rumah) atau setara dengan 49.777 jiwa.

    “Untuk rata-rata sampah yang masuk mencapai 18,8 ton per hari. Jika ditotal hingga saat ini, jumlah sampah yang telah diolah sebanyak 483,2 ton. Baik sampah organik maupun non-organik,” ujar Yani. 

  • Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Gus Iqdam di Banyuwangi

    Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Gus Iqdam di Banyuwangi

    Liputan6.com, Banyuwangi – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati acara pengajian yang diisi oleh KH. Muhammad Iqdam atau yang akrab disapa Gus Iqdam di Desa Sumbersewu, Muncar, Banyuwangi, Sabtu Malam (18/1/2025). Areal pesawahan seluas 8 hektar yang disulap menjadi lokasi pengajian, tampak penuh sesak oleh jamaah yang antusias mendengarkan tausiah dari tokoh agama muda yang tengah digandrungi ini.

    Antusiasme masyarakat untuk mengikuti pengajian sudah terlihat sejak pagi hari. Jamaah sengaja datang lebih awal demi mendapatkan tempat di bagian depan panggung. Meski acara baru dimulai pada malam hari, mereka rela menunggu berjam-jam sambil bersholawat dan berzikir.

    Gus Iqdam mengapresiasi antusiasme masyarakat Banyuwangi yang hadir, dan menyebutnya sebagai cerminan persaudaraan yang patut dijaga dan dilestarikan.

    “Masya Allah, luar biasa! Inilah bukti keberkahan persaudaraan. Sama seperti dawuh kiai saya, masyarakat Banyuwangi bersaudara dengan baik, tercermin dalam acara malam ini. InsyaAllah keberkahan hadir di Banyuwangi,” kata Gus Iqdam.

    Gus Iqdam menyampaikan kehadiran ribuan jemaah ini bukan hanya karena ingin mendengarkan pengajian, tetapi juga sebagai wujud kecintaan kepada ilmu.

    “Ternyata ini kunci kemajuan Banyuwangi. Masyarakatnya gemar mengaji, bahkan rela datang dari pagi. Masya Allah, iki namane ST (Sabilu Taubah) kentel (paten),” ujar Gus Iqdam.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendukung kegiatan keagamaan seperti ini sebagai bagian dari penguatan spiritual dan sosial masyarakat.  

    “Kami sangat mengharapkan bimbingan dan wejangan Gus Iqdam. Kita butuh dekengan Pusat (Allah SWT) untuk membangun Banyuwangi,” tutur Ipuk secara virtual.

  • Menanti Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi

    Menanti Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi

    Liputan6.com, Banyuwangi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyuwangi, hingga kini masih belum terlaksana. Pelaksanaan program tersebut masih menunggu instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

    Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo mengatakan, untuk di Banyuwangi, secara minternal sudah siap untuk segera menerapkan program makan bergizi gratis (MBG). Untuk sumber bahan, koki dan segala bentuk operasional sudah sangat cukup.

    Meski begitu, kata dia, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat karena BGN Kabupaten hanya sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    “Tetap harus menunggu persetujuan dari BGN pusat dulu baru kita laksanakan,” ujarnya, Rabu (15/1/2025).

    Oleh sebab itu, untuk jadwal penerapan Program MBG di Banyuwangi belum bisa dipastikan. Dia berharap dalam waktu dekat program makan bergizi gratis ini bisa segera diluncurkan di Banyuwangi.

    “Kita masih menunggu plotting atau ACC dari BGN Pusat kepada SPPG Banyuwangi,” dia menjelaskan.

    Joko menambahkan, untuk dapur sehat sudah siap dan sudah dilihat langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta sejumlah pejabat daerah Banyuwangi.

    “Bupati ingin mengatahui kesiapan dapur umum dalam mendukung kesuksesan makan bergizi gratis untuk anak- anak di Banyuwangi,” tuturnya.

    Menurutnya, Banyuwangi telah siap menyukseskan program pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

    “Kita siap perintah kapan saja kita siap melaksanakannya untuk mendukung program Presdien Prabowo,” dia memungkasi.

  • Mulai 1 Februari 2025, Kereta Api Ijen Ekspres Layani Rute Malang-Banyuwangi

    Mulai 1 Februari 2025, Kereta Api Ijen Ekspres Layani Rute Malang-Banyuwangi

    Liputan6.com, Banyuwangi – Kereta Api Ijen Ekspres relasi Malang – Banyuwangi mulai beroperasi, 1 Februari 2025. Dengan beroperasinya kereta kelas eksekutif tersebut akan menambah alternatif pilihan bagi masyarakat yang hendak menuju dua daerah tersebut. Kepastian ini disampaikan Kepala PT KAI Daerah Operasi (Daop) IX Jember, Henky Prasetyo, saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, usai bertemu di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Selasa (14/1/2025). “Dengan diluncurkannya kereta api Ijen Ekspres ini mudah-mudahan menjawab keinginan masyarakat Banyuwangi yang sudah sejak lama menantikan kereta api ke Malang dengan kelas eksekutif. Ini akan menjadi tambahan alternatif pilihan bagi masyarakat,” kata Ipuk.

    Ipuk berterima kasih pada PT. KAI yang terus meningkatkan pelayanan perkeretaapian di Banyuwangi. Mulai dari revitalisasi Stasiun Banyuwangi Kota hingga merespon kebutuhan masyarakat akan transportasi kereta api khususnya di rute Banyuwangi-Malang. Ipuk juga menyambut baik adanya peningkatan layanan perkeretaapian dari PT. KAI, dan menunggu dibukanya relasi-relasi baru yang akan menghubungkan Banyuwangi dengan kota-kota lainnya. “Pemkab juga siap mendukung adanya konektivitas dari stasiun kereta api menuju ke lokasi-lokasi wisata yang ada di daerah,” tambah Ipuk.

    Sementara Hengky mengatakan peluncuran kereta api Ijen Ekspres tersebut sebagai respon tingginya animo masyarakat pada relasi Banyuwangi-Malang. Selama ini relasi Banyuwangi-Malang dilayani dengan kelas ekonomi menggunakan kereta Tawang Alun. “Ijen Ekspres relasi Malang – Banyuwangi Inshaallah tanggal 1 Februari. Peluncurannya berbarengan dengan peluncuran Gapeka (grafik perjalanan kereta api) baru. Relasi Banyuwangi-Malang ini memang menjadi atensi Bupati Ipuk sejak beberapa waktu lalu mengingat tingginya animo masyarakat,” kata dia. 

    Henky melanjutkan Ijen Ekspress terdiri atas kelas eksekutif dan kelas ekonomi new generation (NG). Untuk jadwal operasional kereta api Ijen Ekspres, direncanakan keberangkatan dari Malang pada jam 07.00 WIB sedangkan dari Banyuwangi pada jam 19.30 WIB.

  • Kunjungan wisatawan di Banyuwangi capai 3,4 juta orang sepanjang 2024

    Kunjungan wisatawan di Banyuwangi capai 3,4 juta orang sepanjang 2024

    Ke depan Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kualitas penunjang pariwisata mulai fasilitas, aksesibilitas dan atraksi

    Banyuwangi (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara sepanjang tahun 2024 mencapai 3,4 juta orang atau mengalami peningkatan 7 persen dari tahun sebelumnya (2023).

    Pada tahun 2023 kunjungan wisatawan sebanyak 3.182.082 orang, sedangkan sepanjang tahun 2024 wisatawan berkunjung ke kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu meningkat menjadi 3.405.145 orang.

    “Kami terus berbenah dan menjaga Banyuwangi tetap menarik untuk dikunjungi, tidak hanya destinasi yang terus kami garap, tapi atraksi wisata juga kami desain agar menarik wisatawan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin.

    Ipuk mengungkapkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan daerah yang memberikan efek ganda langsung bagi banyak warga Banyuwangi.

    “Ke depan Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kualitas penunjang pariwisata mulai fasilitas, aksesibilitas dan atraksi,” ujarnya.

    Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Taufik Rohman mengemukakan jumlah kunjungan wisatawan baik untuk domestik maupun mancanegara mengalami peningkatan, dan dari sekitar 3,4 juta pengunjung, 122.904 orang di antaranya wisatawan mancanegara.

    “Sejumlah destinasi wisata andalan Banyuwangi tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan, di antaranya TWA Kawah Ijen, Pantai Marina Boom, Pantai Pulau Merah, Hutan de Djawatan, Pantai Bangsring Underwater dan Grand Watu Dodol,” katanya.

    Tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi, menurut Taufik, tak lepas dari pagelaran kegiatan dan festival skala nasional hingga internasional yang digelar sepanjang 2024.

    Sepanjang tahun 2024, Banyuwangi menggelar 79 agenda yang masuk dalam kalender Banyuwangi Festival, dua agenda di antaranya yakni Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival juga masuk dalam kalender pariwisata Kharisma Event Nasional (KEN).

    “Faktor aksesibilitas juga turut mempengaruhi. Pada 2024 Banyuwangi mendapat trayek baru Jakarta-Banyuwangi PP. Maskapai Batik Air juga kembali melayani penerbangan. Itu membuat wisatawan bisa dengan mudah datang ke Banyuwangi,” kata Taufik Rohman.

    Pewarta: Novi Husdinariyanto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2025