Tag: Ipuk Fiestiandani

  • Pisah Sambut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Promosi ke Polda Papua

    Pisah Sambut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Promosi ke Polda Papua

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pucuk pimpinan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mengalami pergantian dari Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra ke Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

    Dalam acara pisah sambut yang dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat malam (9/1/2026), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak jajaran kepolisian terus memperkuat kolaborasi dan sinergi menjaga kondusivitas daerah.

    “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Banyuwangi, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Bapak Kombes Pol Rama selama memimpin Polresta Banyuwangi,” ujar Ipuk.

    Ipuk mengatakan, selama 1,3 tahun Kombes Rama menjabat, ia memberi warna tersendiri bagi Banyuwangi, terutama dalam menghadirkan wajah Polri yang tegas namun humanis di tengah masyarakat.

    “Kami juga mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan. Semoga ke depan kita bisa melanjutkan sinergi baik yang selama ini sudah kami jalankan bersama Bapak Kombes Pol Rama Samtama Putra,” kata Ipuk.

    Kombes Rama berhasil menjaga kondusivitas wilayah, sehingga Banyuwangi tetap aman, damai, dan rukun. Ipuk mengaku cara kepemimpinan beliau sangat berbeda dan membekas: tegas tetapi humanis, rajin menyapa semua kalangan, dan selalu hadir saat Banyuwangi membutuhkan keteduhan dan pengayoman. “Semoga di tempat tugas yang baru, Bapak Rama dapat terus membawa dedikasi tanpa batas seperti yang telah ditunjukkan di Banyuwangi,” imbuhnya.

    Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua. Sementara penggantinya, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, sebelumnya menjabat Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri.

    Dalam sambutannya, Kombes Rama tak kuasa menahan tangis karena terharu mengenang kebersamaan dan dukungan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi.

    “Satu tahun tiga bulan saya menjabat, banyak sekali kenangan dan sangat berkesan. Tentu ini menjadi bekal yang baik buat saya di tempat tugas yang baru. Terima kasih kepada semuanya yang selama ini mendukung saya dan mohon doanya,” ujar Rama.

    Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, menyatakan kesiapan untuk mengabdi dan melanjutkan sinergi yang telah terjalin.

    “Saya mohon diterima dan diberikan dukungan seperti yang diberikan kepada senior kami (Kombes Rama) sebelumnya. Insya Allah, jiwa dan raga saya dedikasikan untuk masyarakat Banyuwangi,” tegasnya.

    Hadir dalam pisah sambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono; Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya; Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso; Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto dan Siti Mafrochatin Ni’mah.

    Selain itu, hadir juga Ketua MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asmuni; tokoh agama; tokoh masyarakat; tokoh lintas agama; organisasi keagamaan; organisasi kemahasiswaan; insan pers; hingga instansi lainnya. [kun]

  • Banyuwangi Jadi Penopang Swasembada Pangan, Surplus Ratusan Ribu Ton Beras dan Jagung

    Banyuwangi Jadi Penopang Swasembada Pangan, Surplus Ratusan Ribu Ton Beras dan Jagung

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Banyuwangi mencatat surplus beras dan jagung mencapai ratusan ton sepanjang tahun 2025.

    Kabupaten Banyuwangi berkontribusi besar pada keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Pencapaian swasembada pangan nasional diumumkan Presiden Prabowo saat Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, yang diikuti secara virtual oleh pemerintah provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia. Termasuk di Kabupaten Banyuwangi, yang digelar di kawasan Usaha Jasa Pelayanan Alsintan (UPJA) Sri Rejeki, Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

    Dalam panen raya tersebut, Presiden mengapresiasi seluruh komunitas pertanian di Indonesia atas kerja keras dan kekompakan dalam mewujudkan swasembada pangan lebih cepat dari target awal.

    “Saya memberi target empat tahun untuk swasembada pangan. Namun dalam satu tahun, kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo.

    Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Banyuwangi berkontribusi melalui capaian surplus produksi beras dan jagung. “Alhamdulillah, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden turut meningkatkan produktivitas pertanian di Banyuwangi. Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi mencatat surplus beras dan jagung,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

    Produksi beras Banyuwangi tahun 2025 mencapai 546.923,81 ton, meningkat 38.103,81 ton dibandingkan tahun 2024.

    “Kebutuhan beras masyarakat sepanjang 2025 itu sebesar 163.665,78 ton. Jadi, Banyuwangi surplus beras sebesar 383.258,03 ton pada tahun 2025,” ujar Ipuk.

    Ipuk mengaku, selain beras, produksi jagung juga surplus. Sepanjang tahun 2025, produksi jagung Banyuwangi naik 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sementara kebutuhan jagung di Banyuwangi tercatat sebesar 69.842,31 ton, sehingga surplus produksi mencapai 18.754,50 ton.

    “Alhamdulillah, Indonesia kini bisa swasembada pangan. Kami bersyukur Banyuwangi bisa berkontribusi dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

    Ipuk menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dukungan TNI-Polri serta seluruh mitra pertanian di Banyuwangi. “Ini adalah buah dari kerja bersama dalam menyukseskan program swasembada pangan Bapak Presiden,” pungkasnya. [kun]

  • Tunaikan Nazar, Tukang Kebun SDN 3 Sepanjang Glenmore Lari 52 Km Usai Terima SK PPPK Banyuwangi

    Tunaikan Nazar, Tukang Kebun SDN 3 Sepanjang Glenmore Lari 52 Km Usai Terima SK PPPK Banyuwangi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Seorang tukang kebun sekaligus penjaga sekolah di SDN 3 Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, menunaikan nazarnya dengan berlari sejauh 52 kilometer dari GOR Tawangalun Banyuwangi menuju rumahnya, usai menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

    Pria bernama Abdurrahman yang akrab disapa Cak Dur itu merupakan satu dari 4.888 tenaga honorer yang resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dengan pengangkatan tersebut, statusnya kini menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Abdurrahman yang berusia 45 tahun menunaikan nazarnya dengan berlari sejauh 52 kilometer pada siang hari, yang ia tempuh selama sekitar tujuh jam. Aksi itu dilakukan tepat setelah menerima SK Pengangkatan dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Minggu, 28 Desember 2025.

    Aksi Cak Dur yang dinilai unik dan menyentuh perhatian banyak pihak, termasuk Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ipuk mengaku terharu dan memberikan hadiah berupa sepatu lari kepada Abdurrahman saat menemuinya di SDN 3 Sepanjang, Kecamatan Glenmore.

    “Dari Cak Dur kita belajar tentang dedikasi seorang ASN. Beliau telah bersabar dengan pengabdiannya yang belasan tahun. Nazar yang dipilih juga bukanlah hal yang mudah. Ini bentuk dedikasi seorang ASN,” kata Ipuk.

    Ipuk menegaskan bahwa PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari ASN daerah. Ia berharap seluruh ASN dapat saling berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan.

    “Bentuk syukur setiap orang berbeda-beda. Bisa saja Cak Dur memilih nazar yang lebih mudah. Tapi dia memilih jalan yang lebih lebih sulit, lari sejauh 52 kilometer pada siang hari di tengah teriknya matahari,” ujar Ipuk, sembari menyerahkan surat perintah tugas (SPT) kepada Abdurrahman.

    Ipuk juga berharap dengan resmi menyandang status ASN, Abdurrahman semakin bersemangat dalam menjalankan tugasnya di sekolah.

    “Semoga Cak Dur tambah semangat bekerja. Khususnya di SDN 3 Sepanjang, semua ASN bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan sesuai bidang tugasnya masing-masing,” ujarnya.

    Kepada Bupati Ipuk, Abdurrahman mengungkapkan bahwa ia memang memiliki hobi lari. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang telah mengangkat dirinya dan ribuan tenaga honorer lainnya menjadi PPPK.

    “Terima kasih Ibu Bupati yang telah mengangkat kami. Saya tidak menyangka bisa dapat SK. Memang ini yang diharapkan dari dulu,” ujar Abdurrahman.

    Ia menceritakan, kabar pengangkatan PPPK Paruh Waktu diterimanya pada Jumat, 26 Desember 2025. Karena rasa syukur dan bahagia yang begitu besar, malam sebelum penyerahan SK ia mengucapkan nazar untuk berlari dari Kota Banyuwangi ke rumahnya di Kecamatan Glenmore sejauh 52 kilometer setelah menerima SK.

    “Akhirnya nazar itu saya laksanakan tepat setelah mendapatkan SK dari ibu Bupati di hari Minggu, 28 Desember. Setelah memegang SK, saya langsung ganti sepatu dengan sepatu lari dan start dari GOR Tawangalun menuju Glenmore,” ungkapnya.

    Dengan berbekal tas yang dipinjam dari temannya, Cak Dur berlari menyusuri jalanan ramai di tengah teriknya matahari siang. Ia mengaku tantangan terberat ada di jalur Sumbersari–Pandan yang memiliki kontur jalan menanjak dan menurun.

    “Paling sulit di jalan Sumbersari-Pandan. Jalannya naik turun, banyak tanjakkan. Saya hampir pingsan, tapi ingat dengan nazar, semangat kembali tumbuh. Meski kaki sempat kram tapi saya tahan sampai finish,” tambahnya.

    Semangat Cak Dur juga tumbuh karena dukungan warga yang ia temui sepanjang perjalanan. Ia sempat berhenti sejenak untuk menunaikan salat Zuhur sebelum melanjutkan lari hingga tiba di rumahnya di area SDN 3 Sepanjang Glenmore. Total waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan lari tersebut sekitar tujuh jam.

    Abdurrahman menambahkan, dirinya kerap mengikuti berbagai event lari di sejumlah daerah. Puluhan medali telah ia koleksi dari berbagai ajang lari di Banyuwangi, Jember, Surabaya, hingga Bali.

    “Pernah ikut maraton juga, jadi finisher. Insya Allah Bulan Januari ini juga saya akan ikut event lari Banyuwangi,” pungkasnya. [alr/beq]

  • Gubernur Khofifah Pastikan Keamanan dan Kelancaran Arus Nataru di Banyuwangi

    Gubernur Khofifah Pastikan Keamanan dan Kelancaran Arus Nataru di Banyuwangi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Selama masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Kabupaten Banyuwangi diprediksi akan terus ramai dikunjungi wisatawan. Sebagai upaya untuk memantau keamanan dan kelancaran arus Nataru, sejumlah pejabat penting turun langsung ke lapangan.

    Di antaranya adalah Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto. Mereka didampingi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan berbagai pihak terkait lainnya.

    Pada Senin (29/12/2025), rombongan ini mengunjungi Banyuwangi untuk memantau kesiapan pengamanan arus libur Nataru.

    “Terima kasih atas atensi Kabasarnas, Gubernur, Kapolda, serta jajaran pada Banyuwangi. Koordinasi kian meningkatkan pelayanan dan pengamanan selama masa libur Nataru di Banyuwangi yang ramai dikunjungi wisatawan,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mendampingi rombongan dalam rangkaian kunjungan tersebut.

    Kehadiran mereka diawali dengan inspeksi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan yang menuju Pulau Bali. Setelah melakukan rapat koordinasi lintas instansi, rombongan juga meninjau sejumlah titik layanan, termasuk jalur masuk kendaraan, ruang tunggu penumpang, serta Posko Pelayanan Terpadu Natal dan Tahun Baru.

    “Kami hadir bersama Ibu Gubernur dan Bapak Kapolda untuk memantau langsung kesiapsiagaan Natal dan Tahun Baru. Alhamdulillah, semua yang direncanakan berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Kabasarnas Syafii.

    Dalam kesempatan tersebut, Syafii juga mengingatkan untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi selama liburan. “Kami juga mengimbau agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat bisa memantau update cuaca yang bisa diakses di BMKG,” tambahnya.

    Di sisi lain, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa kesiapan pengamanan dan pelayanan di Pelabuhan Ketapang sudah sangat baik. “Perencanaan dan pelaksanaan layanan penyeberangan selama Nataru berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

    Mengenai potensi hujan, Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan data dari BMKG Juanda, curah hujan diperkirakan akan meningkat pada bulan Januari.

    “Sekitar 20 persen curah hujan terjadi pada Desember, meningkat menjadi 58 persen pada Januari, dan sisanya 22 persen diperkirakan turun pada Februari. Oleh karena itu, Pemprov Jatim telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember hingga 31 Desember 2025,” paparnya.

    Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, menambahkan bahwa fokus utama pengamanan selama liburan Nataru adalah pelayanan masyarakat. “Semua langkah taktis sudah kami siapkan, termasuk eskalasi personel jika dibutuhkan. Kami siaga penuh untuk memastikan libur Nataru ini berjalan aman hingga selesai,” ujarnya.

    Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, dua hari menjelang pergantian tahun, pergerakan penumpang di Pelabuhan Ketapang didominasi oleh wisatawan yang datang dari Bali.

    Berdasarkan data operasional pada Minggu (28/12/2025), total penumpang yang menyeberang mencapai 29.150 orang, dengan rincian 2.234 unit sepeda motor, 3.103 unit kendaraan kecil, 1.872 unit truk, dan 317 unit bus. Total kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 7.526 unit. [alr/suf]

  • Pemkab Banyuwangi Angkat 4.888 Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu

    Pemkab Banyuwangi Angkat 4.888 Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Setelah pengabdian bertahun-tahun sebanyak 4.888 honorer di Kabupaten Banyuwangi akhirnya resmi diangkat PPPK Paruh Waktu.

    Senyum dan tangis haru turut menyelimuti ribuan tenaga honorer saat penyerahan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Penyerahan SK dilaksanakan di Kawasan GOR Tawangalun, Banyuwangi, Minggu (28/12/2025).

    Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu turut disaksikan langsung oleh keluarga para honorer. Dengan pengangkatan ini, para honorer resmi berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Banyak dari mereka tak kuasa menahan tangis. Kebahagiaan juga terlihat pada anak, istri, dan orang tua memeluk para penerima SK penuh haru, karena tidak sedikit dari mereka yang tak lagi muda.

    “Hari ini saya sangat bahagia, anak-anak saya juga. Terima kasih Emakku Bupati Ipuk,” ujar Mislatin, dengan mata berkaca-kaca.

    Mislatin yang kini berusia 57 tahun merupakan tenaga administrasi di Puskesmas Singotrunan yang telah mengabdikan diri lebih dari 28 tahun.

    Wanita yang akrab disapa Mbok Rehana ini tak kuasa menahan tangis haru usai menerima SK pengangkatan yang selama ini dinantikan.

    Hal serupa disampaikan Nandang Prihatining Tyas (32), bidan Tenaga Latihan Kerja (TLK) di Puskesmas Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Dia mengaku bersyukur akhirnya mendapat kepastian status setelah bertahun-tahun mengabdi di wilayah pelosok ujung selatan Banyuwangi.

    Bupati Ipuk mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada tenaga honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi dan berkontribusi besar dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan di Banyuwangi.

    Ribuan tenaga honorer mendapat SK PPPK paruh waktu

    “Pemkab telah memutuskan honorer yang tersisa sebanyak 4.888 orang kita angkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Ini merupakan bentuk kepastian kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Selamat kepada bapak dan ibu semua,” ujar Ipuk di hadapan ribuan PPPK Paruh Waktu yang baru saja terima SK.

    Dari total 4.888 PPPK Paruh Waktu yang diangkat, terdiri atas 1.539 tenaga guru, 259 tenaga kesehatan, serta 3.090 tenaga teknis dan administrasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah.

    Bupati Ipuk menjelaskan, saat ini total ASN di Kabupaten Banyuwangi mencapai 15. 411 orang, terdiri dari 6.218 PNS, 4.305 PPPK dan 4.888 PPPK Paruh Waktu.

    Meski menghadapi tantangan fiskal pada 2026, di mana dana transfer pusat ke daerah dipangkas hingga Rp 665 miliar, Ipuk menegaskan Pemkab Banyuwangi tetap memprioritaskan pengangkatan PPPK Paruh Waktu. “Pembangunan tidak boleh meninggalkan satu pun manusianya, termasuk para PPPK,” ujarnya.

    Ia menambahkan, mulai 1 Januari 2026, para PPPK Paruh Waktu akan menerima penghasilan bulanan tetap dengan besaran yang jelas, setelah sebelumnya banyak honorer hanya menerima honor sukarela tanpa kepastian. “Semoga ini membawa berkah bagi Bapak Ibu sekalian dan keluarga,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Layanan Tabungan dan Asuransi Pensiun (TASPEN) Jember sebagai penyelenggara Jaminan Sosial Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menjamin perlindungan sosial dan jaminan hari tua bagi PPPK.

    “Kami ingin Bapak Ibu bekerja dengan tenang, mengabdi dengan rasa aman, dan menatap masa depan dengan harapan,” ungkap Ipuk. [alr/suf]

  • Pemkab Banyuwangi Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru, Warga Diimbau Perbanyak Doa Bersama

    Pemkab Banyuwangi Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru, Warga Diimbau Perbanyak Doa Bersama

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melarang masyarakat maupun pihak swasta menggelar pesta kembang api dan petasan saat peringatan malam pergantian tahun. Pemkab mengimbau agar perayaan tahun baru digelar secara sederhana dengan memperbanyak doa bersama dan refleksi akhir tahun.

    Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.4/4930/429.011/2025 tentang Penertiban Kegiatan Peringatan Malam Pergantian Tahun yang ditandatangani Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo. Ketentuan itu juga berlaku di seluruh lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam SE tersebut ditegaskan bahwa kegiatan peringatan malam pergantian tahun yang bersifat resmi dan atau berizin, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta, termasuk di hotel, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan ruang publik, dilarang menggunakan kembang api maupun petasan.

    “Untuk malam pergantian tahun bisa dilaksanakan secara sederhana, dengan mengutamakan kegiatan muhasabah, doa bersama, refleksi akhir tahun, dan kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing. Hal ini sebagai wujud rasa syukur, empati sosial, serta harapan akan tahun yang lebih baik,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (26/12/2025).

    Sementara untuk perayaan masyarakat yang dilakukan secara pribadi, Pemkab Banyuwangi mengedepankan pendekatan persuasif melalui imbauan moral agar perayaan tetap berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu ketenteraman umum.

    Pemkab juga meminta penyelenggara kegiatan, pelaku usaha, serta perangkat wilayah menyesuaikan bentuk perayaan dengan prinsip kesederhanaan, kepedulian sosial, serta menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

    “Perangkat Daerah, Camat, serta Kepala Desa/Lurah bertanggung jawab melakukan sosialisasi dan pengawasan secara humanis, serta berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga situasi daerah tetap kondusif,” ujar Ipuk.

    Ketentuan serupa berlaku bagi peringatan malam pergantian tahun di hotel, tempat hiburan, dan lokasi lain yang telah mengantongi izin. Seluruh kegiatan diwajibkan menghormati kearifan lokal serta nilai adat, budaya, dan norma sosial masyarakat Banyuwangi.

    Selain itu, Pemkab Banyuwangi melarang penyelenggaraan kegiatan atau hiburan yang bertentangan dengan etika, kesusilaan, budaya lokal, dan ketertiban umum, termasuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    Pemkab menegaskan, pihak yang melanggar atau tidak mengindahkan ketentuan dalam Surat Edaran tersebut akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. [alr/beq]

  • Malam Natal, Bupati Ipuk dan Forkopimda Patroli Gereja di Banyuwangi Pastikan Ibadah Aman

    Malam Natal, Bupati Ipuk dan Forkopimda Patroli Gereja di Banyuwangi Pastikan Ibadah Aman

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pada perayaan malam Natal, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan patroli keliling ke sejumlah gereja di Banyuwangi, Rabu malam (24/12/2025). Patroli dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.

    Patroli tersebut diikuti Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa, serta Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.

    “Patroli malam ini untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Ipuk.

    Rombongan memulai patroli dari Mapolresta Banyuwangi dengan menggunakan sepeda motor. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Gereja Katolik Maria Ratu Damai di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Penganjuran.

    Di gereja tersebut, rombongan disambut sekitar seribu jemaat yang tengah mengikuti ibadah Natal. Ipuk dan jajaran Forkopimda menyapa jemaat sekaligus memastikan situasi pengamanan berjalan lancar.

    Patroli kemudian dilanjutkan ke Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Banyuwangi di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Kepatihan, serta ke Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Banyuwangi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Penganjuran.

    Di setiap gereja yang dikunjungi, Ipuk menitipkan pesan agar jemaat turut mendoakan Banyuwangi agar senantiasa aman, nyaman, dan terhindar dari bencana.

    “Kami juga mengajak umat Kristiani untuk bersama-sama membangun Banyuwangi dengan semangat kebersamaan. Semoga Natal ini membawa kebahagiaan, ketenangan, dan dapat dirayakan bersama keluarga dengan penuh kehangatan serta sukacita,” kata Ipuk.

    Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menyampaikan bahwa pengamanan Natal telah disiapkan secara maksimal dengan melibatkan personel gabungan.

    “Total ada 125 gereja di Banyuwangi yang melaksanakan ibadah Natal. Seluruhnya telah kami tempatkan personel pengamanan, dan sebelumnya dilakukan sterilisasi untuk memastikan ibadah berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. [alr/beq]

  • Hadir Ditengah Perayaan Natal, Bupati Ipuk Ajak Umat Kristiani Tandang Bareng Bangun Banyuwangi

    Hadir Ditengah Perayaan Natal, Bupati Ipuk Ajak Umat Kristiani Tandang Bareng Bangun Banyuwangi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Suasana damai dan penuh sukacita mewarnai perayaan Natal di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya terlihat pada perayaan Natal yang digelar di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Filadelfia, Kecamatan Rogojampi.

    Perayaan Natal tersebut diikuti sekitar 600 jemaat yang mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan kegembiraan.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir dalam perayaan tersebut bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra. Hadir pula perwakilan Dandim, perwakilan Danlanal, tokoh lintas agama, dan jajaran OPD Pemkab Banyuwangi.

    Kehadiran rombongan disambut hangat Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Banyuwangi Pendeta Anang Sugeng Sulistyanto, para pendeta lintas gereja, tokoh gereja, serta ratusan jemaat yang memadati lokasi ibadah.

    “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kasih sayang dan kebahagiaan untuk Bapak/Ibu semuanya. Serta bisa menjalankan ibadah dengan khidmat dan penuh suka cita,” ujar Ipuk.

    Ipuk mengatakan Banyuwangi adalah rumah besar bagi semua warganya. Ia mengapresiasi seluruh pihak karena telah menjaga keberagaman yang ada di Banyuwangi.

    Natal tahun ini, bersamaan dengan usia Banyuwangi yang ke-254. Pemerintah daerah mengusung tema “Tandang Bareng” mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk umat Kristiani untuk bersama-sama membangun Banyuwangi.

    “Dengan kasih yang tulus, kita bisa berjalan bersama membangun Banyuwangi yang kita cintai. Terima kasih terkhusus umat Kristiani yang selama ini bareng-bareng merawat persaudaraan dan ikut berkontribusi bagi kemajuan Banyuwangi,” tutur Ipuk.

    Sementara Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Banyuwangi.

    “Alhamdulillah, hingga saat ini situasi Banyuwangi tetap aman, kondusif, dan terkendali. Ini berkat kerja sama kita semua,” ujarnya.

    Perayaan Natal di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Filadelfia Rogojampi berlangsung sederhana namun penuh keceriaan. Selain pertunjukan drama, tarian, dan pujian, acara juga diisi dengan pesan rohani yang disampaikan Pendeta Rudi Susanto dari Surabaya.

    Pendeta Rudi menyebut perayaan Natal di Banyuwangi terasa istimewa.

    “Ini Natal yang luar biasa bagi kami. Kehadiran Ibu Bupati dan Kapolresta menjadi sukacita tersendiri, dan kami berharap ke depan Banyuwangi semakin meriah dalam menyambut Natal,” pungkasnya. [tar/ian]

  • Pelajar Banyuwangi Sampaikan “Tanda Cinta” Melalui Karya d Momen Hari Ibu

    Pelajar Banyuwangi Sampaikan “Tanda Cinta” Melalui Karya d Momen Hari Ibu

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Peringatan Hari Ibu di Banyuwangi diwarnai dengan aksi kreatif pelajar yang menyampaikan “Tanda Cinta” pada sosok seorang Ibu.

    Kreativitas itu dituangkan mulai dalam bentuk gambar, surat hingga “pengakuan langsung” pada acara yang dikemas dalam Festival Hari Ibu di Pendopo Sabha Swagata.

    Festival Hari Ibu diikuti oleh 1200 pelajar mulai tingkat SD, SMP dan SMA se Banyuwangi. Sebelumnya,mereka mengirimkan kreativitas dalam tiga kategori lomba yakni Poster dan Wawarah/presentasi dengan tema “Ibu Cahaya Dalam Setiap Langkah”, dan Surat Untuk Bupati.

    Para finalis berkesempatan tampil di hadapan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan membacakan karyanya secara langsung.

    Salah satunya adalah Devi Syifa Zaskya, siswi kelas 4 dari SDIT AL Uswah Banyuwangi. Ia menceritakan bagaimana peran ibu yang sangat berarti dalam hidupnya.

    “Ibu itu suka berbohong, lelah tapi bilang tidak. Bilang sudah makan, padahal lapar. Itulah keistimewaan ibu,” kata Kya sapaannya.

    “Semoga ibu kita selalu sehat dan diberi umur yang panjang,” tambah Kya.

    Melihat tampilan peserta yanh begitu kreatif, Bupati Ipuk memberikan apresiasi kepada para pelajar yang telah tampil dengan baik. Ia pun memeluk setiap anak dengan hangat dan haru.

    “Terima kasih anak-anakku semua atas penghargaan kalian untuk Ibu nya. Jadikan semua jasa dan pengorbanan ibu menjadi motivasi dan inspirasi bagi kalian untuk berbakti dan menjadi yang terbaik di masa depan,” kata Ipuk usai menyaksikan penampilan para finalis lomba.

    Ipuk mengatakan Ibu berperan strategis tidak hanya dalam kehidupan keluarga tapi juga masyarakat, dan bangsa. Karena ibulah yang menjadi madrasah pertama, pendidik yang menanamkan niai-nilai karakter pada anak yang akan terbawa kemanapun anak berada.

    “Di balik generasi yang tangguh dan masyarakat yang berdaya, ada peran ibu yang mendidik dan menanamkan nilai-nilai karakter sebagai bekal anak dalam mengarungi kehidupannya,” kata Ipuk.

    Ipuk melanjutkan untuk memaksimalkan peran strategis seorang Ibu, Pemkab Banyuwangi turut mendukung lewat kebijakan dan program pemberdayaan. Dimulai dari perencaaan pembangunan inklusif yang melibatkan perempuan dan anak serta Kebijakan Ramah Perempuan dalam akses pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan ruang partisipasi publik yang aman.

    “Kami ingin para ibu tidak hanya kuat di ranah domestik, tetapi juga percaya diri memimpin di ruang ekonomi dan sosial. Salah satunya lewat pemberdayaan melalui bantuan modal usaha, pelatihan dan lainnya,” pungkasnya. [alr/aje]

  • Ribuan Paket Sembako Pengganti Karangan Bunga Berhasil Dikumpulkan Momen Harjaba ke-254

    Ribuan Paket Sembako Pengganti Karangan Bunga Berhasil Dikumpulkan Momen Harjaba ke-254

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Peringatan Hari Jadi Banyuwangi ke-254 tahun ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah mengimbau agar ucapan selamat yang biasanya berupa karangan bunga, diganti menjadi paket sembako.

    Paket sembako tersebut dikumpulkan di Pendopo Sabha Swagata sejak 16 Desember. Dari imbauan yang telah disebar, hingga Sabtu (20/12/2025) diketahui telah terkumpul 2.145 paket sembako yang akan dibagikan kepada warga pra sejahtera di Banyuwangi.

    Paket sembako ini dibagikan kepada warga pra sejahtera dan keluarga terdampak bencana di Banyuwangi.

    “Tanpa mengurangi rasa hormat, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berniat baik menyampaikan peringatan Harjaba yang biasanya karangan bunga, diganti dengan paket sembako,” kata Ipuk.

    “Cara ini kami lakukan agar peringatan Harjaba lebih bermanfaat dan dirasakan banyak orang,” tambah Ipuk.

    Ipuk mengatakan paket sembako yang diterima tersebut akan didistribusikan kepada warga pra sejahtera dan kepada warga, yang terdampak bencana di sejumlah area Banyuwangi.

    “Paket sembako yang telah terkumpul didistribusikan ke warga miskin, juga keluarga yang kemarin terdampak banjir. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mengirimkan sembako,” tambah Ipuk.

    Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB, Henik Setyorini, mengatakan telah terkumpul 2.145 paket sembako yang berasal dari berbagai pihak. Sembako tersebut sudah mulai ada yang didistribusikan. Seperti saat momen Hari Jadi Banyuwangi pada 18 Desember lalu, dimana ratusan tukang becak, ojol, hingga pesapon diberikan paket sembako.

    “Ribuan paket sembako itu sudah mulai disalurkan pada warga yang membutuhkan secara bertahap, seperti diberikan kepada warga terdampak banjir di Muncar. Sebelumnya penyaluran sembako pengganti karangan bunga juga sudah dilakukan saat pelantikan Bupati lalu,”ujar Henik.