Tag: Indra Sjafri

  • Laga Timnas U-23 Indonesia vs India Digelar Malam Ini: 456 Polisi Disiagakan, Rekayasa Lalu Lintas Siap Dijalankan – Page 3

    Laga Timnas U-23 Indonesia vs India Digelar Malam Ini: 456 Polisi Disiagakan, Rekayasa Lalu Lintas Siap Dijalankan – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Polisi menyiapkan pengamanan untuk mengawal jalannya pertandingan Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan India dalam laga uji coba pada Jumat (10/10/2025) pukul 20.00 WIB, di Stadion Madya, komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (10/10/2025).

    Total ada 456 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya laga Timnas Indonesia ini. Di mana, semuanya akan difokuskan di Stadion Madya.

    “Pengamanan bola sebnayak 456 personel,” kata kata Kasi Humas Polres Metro Jakpus, Ipda Ruslan Basuki, (10/10/2025).

    Selain mengamankan jalannya pertandingan, kepolisian juga mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar.

    Ruslan menyebut, skenario arus lalu lintas juga disiapkan, namun sifatnya situasional tergantung dinamika di sekitar kawasan Senayan.

    “Rekayasa lalin situasional,” tandas dia.

    Adapun, laga ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju SEA Games 2025. Timnas Indonesia U-23 dijadwalkan menjalani dua pertandingan melawan India pada 10 dan 13 Oktober di Stadion Madya, Jakarta.

    Uji coba ini merupakan bagian dari rangkaian pemusatan latihan (TC) yang berlangsung sejak 2 Oktober, di mana juru taktik berusia 62 tahun memanggil total 32 nama untuk berpartisipasi.

    Diharapkan melalui TC dan uji coba, tim pelatih bisa menemukan format terbaik untuk SEA Games, sekaligus menyeleksi 23 nama yang ideal dibawa ke turnamen multievent Asia tenggara.

    “Tujuan dari uji coba yaitu melihat kualitas 32 pemain (yang dipanggil ke TC),” kata Indra Sjafri dalam konferensi pers jelang laga di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat pada Kamis (9/1/2025) siang WIB.

    “Ini adalah uji coba dalam rangka mencari format terbaik, 23 pemain terbaik untuk SEA Games. Juga secara bertahap dan berproses mencari 11 pemain terbaik. Oleh sebab itu, penampilan timnas U-22 besok adalah penampilan awal, bukan penampilan yang siap di SEA Games,” tambahnya.

  • PalmCo dukung kemajuan olahraga dan sport tourism lewat program sosial

    PalmCo dukung kemajuan olahraga dan sport tourism lewat program sosial

    Jakarta (ANTARA) – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding perkebunan PTPN III (Persero), mendukung kemajuan olahraga dan sport tourism lewat program sosial berupa penyaluran bantuan fasilitas olahraga ke desa sekitar wilayah operasional.

    Direktur Utama PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) itu merupakan strategi perusahaan menciptakan ruang tumbuh sehat bagi generasi muda sekaligus memperkuat peran BUMN sebagai motor pembangunan sosial dan budaya.

    “Olahraga adalah sarana pemersatu bangsa. Melalui dukungan ini, kami ingin menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat, produktif, dan inklusif,” kata Jatmiko dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

    PalmCo menyediakan perlengkapan untuk sejumlah cabang olahraga populer seperti voli, bulu tangkis, dan futsal.

    Bantuan disalurkan secara bertahap ke desa-desa di sekitar unit usaha perusahaan, dengan harapan memfasilitasi kegiatan positif dan menjaring bibit atlet lokal sejak usia dini.

    “Langkah PalmCo bukan semata agenda korporasi, tetapi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga yang lebih luas,” ujarnya.

    Di tingkat nasional, PalmCo tercatat menjadi sponsor utama Piala Kemerdekaan 2025, serta mendirikan sekolah sepak bola (SSB) bekerja sama dengan pelatih nasional Indra Sjafri dalam pembinaan atlet usia dini.

    PalmCo juga mendukung PS PTPN III di Liga 3 Indonesia, dan ikut serta dalam penyelenggaraan Festival Akuatik Indonesia.

    Di sisi lain, PalmCo turut mendorong sport tourism dengan mendukung ajang Rally Championship di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

    “Olahraga tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dalam banyak kasus, kegiatan sport tourism mampu menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan,” beber Jatmiko.

    Sport tourism, yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan PalmCo, dinilai efektif dalam mempromosikan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan UMKM setempat.

    Ajang olahraga berskala regional hingga nasional membuka ruang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner, transportasi, hingga penginapan.

    Beberapa desa yang menjadi lokasi kegiatan PalmCo bahkan mulai mengembangkan wisata berbasis komunitas yang terintegrasi dengan kegiatan olahraga dan edukasi lingkungan.

    Terakhir, PalmCo mendukung Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally Putaran 3 dan Asia Pacific Championship Rally (APRC) 2025 di Simalungun, Sumatera Utara, pada Agustus 2025.

    Selain mendukung ajang profesional, PalmCo juga rutin menggelar pekan olahraga internal di lingkungan karyawan sebagai bagian dari kampanye hidup sehat, serta memberi contoh bagi masyarakat pentingnya kebugaran jasmani sebagai bagian dari gaya hidup.

    “Program TJSL kami bukan hanya soal donasi, tapi membangun pola pikir dan budaya sehat. Kami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan sosial,” beber Jatmiko.

    Langkah PalmCo sejalan dengan arahan Kementerian BUMN yang mendorong perusahaan negara agar aktif dalam kegiatan sosial, budaya, dan olahraga sebagai instrumen pemersatu masyarakat.

    Ia menambahkan keterlibatan langsung BUMN dalam pembinaan olahraga dan promosi pariwisata daerah menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

    “Olahraga adalah bahasa universal. Ketika anak-anak desa bisa bermain futsal dengan perlengkapan layak, atau saat komunitas lokal mendapat manfaat dari turnamen regional, di sanalah peran perusahaan seperti PalmCo menjadi relevan,” katanya.

    Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, PalmCo menempatkan diri bukan hanya sebagai pelaku industri perkebunan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan sosial di daerah-daerah operasionalnya.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Indra Sjafri Ungkap Empat Aspek yang Harus Dimiliki Pesepakbola demi Karier Panjang

    Indra Sjafri Ungkap Empat Aspek yang Harus Dimiliki Pesepakbola demi Karier Panjang

    JAKARTA – Mantan pelatih timnas sepak bola U-20 Indonesia Indra Sjafri mengatakan ada empat aspek utama yang harus dimiliki pesepakbola muda di Indonesia bila ingin berkarier profesional lama. 

    Menurut Indra, empat aspek tersebut adalah meningkatkan kemampuan (skill), mengasah kecerdasan pikiran terkait strategi atau taktik, memperkuat ketahanan fisik dan membangun mental atau moral baik.

    “Semua itu harus dilakukan bila ingin membangun karier, setelah itu baru memperhatikan aspek lain terkait kehidupan sebagai pemain profesional,” ucap Indra dalam konferensi pers bertajuk “Move Now Camp Indonesia Edition” yang diinisiasi oleh Allianz di Jakarta, Sabtu, 20 September.

    Dia menyebut, saat ini sepak bola telah menjadi pilihan karier menjanjikan dan jauh berkembang dibandingkan 20 tahun lalu.

    Sebab, industri sepak bola dan ekosistemnya sudah semakin besar, sehingga peluang terbuka lebar bagi anak-anak di Indonesia untuk berkarier.

    “Setiap saya coaching clinic, mungkin 100-200 anak, kalau saya tanya dua hal, siapa ingin jadi pemain tim nasional? Semua angkat tangan pemain tim nasional. Tapi begitu saya tanya, siapa yang ingin jadi dokter? Tidak satupun ingin jadi dokter. Artinya, profesi pemain sepak bola sudah menjadi profesi yang disenangi oleh anak-anak,” katanya.

    Selain hal teknis, kata Indra, peserta yang mengikuti kegiatan juga diedukasi tentang aspek lain, seperti pentingnya mempersiapkan asuransi kesehatan dan lainnya ketika menjadi pemain profesional pada masa mendatang.

    “Kalau menurut saya, asuransi itu sama pentingnya dengan nutrisi bagi seorang atlet. Kalau nutrisi yes, kepelatihan baik yes, tetapi bagaimana dia nyaman, aman dan fokus. Kalau dia terjadi apa-apa sudah ada yang proteksi,” ujar Indra.

    Sementara itu, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz menuturkan MoveNow Camp tersebut memberikan kesempatan eksklusif bagi 30 anak, terdiri atas 24 laki-laki dan enam perempuan muda terpilih untuk mendapatkan pengalaman pelatihan sepak bola intensif dan inspiratif.

    Mereka diberi kesempatan untuk mengasah keterampilan, membangun karakter serta mendapatkan wawasan berharga tentang dunia sepak bola profesional.

    Para peserta dilatih langsung oleh pelatih tim nasional, seperti Indra Sjafri bersama praktisi profesional dan legenda sepak bola Indonesia Maman Abdurrahman.

    Alexander menerangkan agenda itu dilaksanakan dua hari hingga Minggu, 21 September dan merupakan bagian dari program global MoveNow. Mengingat, Allianz berkomitmen membangun generasi muda lebih sehat, aktif dan siap menghadapi masa depan melalui olahraga.

    “Kami ingin mengampanyekan dan berkontribusi untuk mendorong anak muda Indonesia hidup lebih aktif dan sehat serta membangun karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia melalui olahraga,” tutur dia.

    Melalui Move Now Camp Indonesia Edition, Allianz ingin membuktikan olahraga tidak hanya tentang fisik dan keterampilan, tetapi juga terkait membangun karakter, kesiapan mental serta pengetahuan finansial untuk menghadapi masa depan.

     

  • Final AFF U-23, Polisi terjunkan 1.252 personel gabungan

    Final AFF U-23, Polisi terjunkan 1.252 personel gabungan

    Jakarta (ANTARA) – Polisi menerjunkan 1.252 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemda DKI Jakarta untuk mengamankan laga final Piala AFF atau ASEAN U-23 Championship Cup 2025 antara Indonesia melawan Vietnam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dalam hingga luar stadion, dengan pendekatan yang humanis, profesional dan tetap tegas.

    “Ini adalah pertandingan besar yang jadi perhatian kawasan bahkan dunia,” kata Kombes Susatyo.

    Menurut dia, rangkaian pengamanan dimulai dengan pelaksanaan atau kelompok kerja teknis (technical working group/TWG) dan dilanjutkan apel pengamanan pada pukul 16.00 WIB di Pintu Kuning GBK.

    Susatyo memastikan, pemeriksaan ketat akan dilakukan kepada seluruh penonton yang hendak memasuki stadion untuk mencegah barang-barang terlarang masuk ke GBK.

    Barang-barang terlarang itu seperti senjata tajam, minuman keras, petasan, kembang api dan suar (flare).

    “Tidak boleh ada yang membawa benda-benda berbahaya atau memancing keributan. Petugas akan menindak tegas siapa pun yang melanggar aturan,” ujarnya.

    Kapolres juga mengimbau agar para suporter tidak memprovokasi lawan dan tidak merusak fasilitas umum.

    Ia menekankan pentingnya menjaga suasana pertandingan tetap aman dan nyaman bagi semua pihak.

    Untuk menjaga suasana kondusif, lanjut Susatyo, petugas keamanan juga akan memberikan pelayanan dan pengawalan khusus kepada suporter Vietnam.

    Pengawalan dilakukan sejak kedatangan, selama pertandingan berlangsung, hingga suporter meninggalkan lokasi stadion.

    Petugas keamanan yang bertugas dipastikan tidak membawa senjata api. Mereka akan mengedepankan pendekatan persuasif namun tetap siaga menghadapi potensi gangguan.

    “Kami melayani dengan pendekatan humanis. Tapi jika ada pelanggaran hukum, kami tidak akan ragu untuk bertindak tegas,” katanya.

    Masyarakat dan pengendara diimbau untuk menghindari kawasan sekitar GBK mulai sore hingga malam hari guna mengantisipasi kemacetan.

    “Volume kendaraan pasti meningkat. Kami harap masyarakat bisa mengatur perjalanan dan mencari jalur alternatif,” ujarnya.

    Laga final nanti malam merupakan final ketiga untuk Indonesia selama tiga kali berpartisipasi di turnamen ini sejak 2019 yang berakhir juara di Kamboja.

    Ketika itu, Indonesia yang diasuh Indra Sjafri mengangkat piala setelah menaklukkan Thailand dengan skor 2-1.

    Final kedua Indonesia terjadi pada 2023 di Thailand. Saat itu, tim yang dilatih Shin Tae-yong tersebut harus mengakui keunggulan Vietnam setelah kalah dalam adu penalti dengan skor 5-6.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Peluang Abroad ke Klub Eropa, Arkhan Kaka Akui Masih Ingin Fokus di Persis Solo

    Peluang Abroad ke Klub Eropa, Arkhan Kaka Akui Masih Ingin Fokus di Persis Solo

    TRIBUNJATIM.COM – Pemain Timnas Indonesia U-20 Arkhan Kaka dikabarkan mendapatkan tawaran untuk bermain di klub Eropa.

    Arkhan Kaka sendiri membenarkan tawaran tersebut.

    Diketahui, Arkhan Kaka diminati oleh klub asal Denmark, FC Nordsjaelland.

    Meski begitu, Arkhan Kaka mengaku masih ingin fokus untuk membela Persis Solo.

    Hal itu karena dirinya masih ada kontrak satu tahun lagi.

    “Saya masih ada kontrak satu tahun lagi di Persis. Mungkin habis itu saya baru bisa memberitahukan mau kemana,” ujar Arkhan Kaka dalam acara kerja sama PSSI X Free Fire di SUGBK, Senayan, Jakarta, Kamis (13/3/2025).

    “(tawaran dari klub Eropa-red) Mungkin masih ada komunikasi lebih lanjut tapi sekarang saya fokus ke Persis dulu,” sambungnya.

    Potensi Arkhan Kaka sebagai striker muda berbakat sudah terlihat sejak tampil membela Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023.

    Pemain kelahiran Blitar 17 tahun silam itu pun bahkan sempat merasakan debutnya di Timnas senior kala tampil di Piala AFF 2024.

    Di Persis Solo, Arkhan Kaka musim ini tercatat bermain sebanyak 12 kali dengan mencetak satu gol dan satu assist.

    Lebih lanjut, dalam peningkatan performanya, Arkhan Kakak mengaku tak terlepas dari peran Indra Sjafri khususnya saat tampil pada Piala AFF U-19 2024.

    Arkhan pun tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Indra Sjafri. 

    Indra Sjafri sendiri harus dipecat PSSI karena gagal mengantarkan TImnas U-2 ke Piala Dunia U-20 usai kandas pada fase grup di Piala Asia U-20 2025.

    “Saya hanya ucapkan terima kasih kepada coach Indra yang telah memberikan ilmu kepada saya. Tetap semangat untuk coach Indra,” pungkasnya.

     

  • Selebrasi Beckham Putra Berujung Sanksi dari PSSI, Persib Ajukan Banding!

    Selebrasi Beckham Putra Berujung Sanksi dari PSSI, Persib Ajukan Banding!

    JABAR EKSPRES – Selebrasi ala bintang Chelsea, Cole Pamer yang dilakukan Beckham Putra Nugraha berujung sanksi skorsing tiga kali main dari Komdis PSSI.

    Komdis PSS menjatuhkan sanksi larangan tiga kali main kepada Bechkam Putra karena selebrasinya dianggap provokatif saat Persib menghadapi Persija di Stadion Patriot.

    Sanksi dijatuhkan melalui surat yang dikirimkan tengah malam jelang jadwal Persib pada pekan ke-24 Liga 1 2024-2025.

    Alhasil Maung Bandung pun mendadak tidak dapat memainkan Beckham Putra di laga melawan Madura United pada Sabtu (22/2) kemarin di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

    BACA JUGA: Usai Timnas U-20 Tersingkir di Piala Asia, PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri!

    Persib Bandung merespon terkait sanksi yang diterima oleh sang pemain, pada Minggu (23/2/2025) yakni:

    Terkait dengan keputusan yang telah dikeluarkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI terhadap salah satu pemain PERSIB, yaitu Beckham Putra Nugraha, manajemen PT PERSIB Bandung Bermartabat menyatakan sikap sebagai berikut:

    1. Manajemen PERSIB sangat menyayangkan adanya sanksi dan hukuman yang diberikan oleh Komdis PSSI terhadap Beckham Putra Nugraha atas selebrasi yang dilakukan pada pertandingan PERSIB melawan Persija pada tanggal 16 Februari 2025 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Keputusan yang diambil kurang dari 24 jam sebelum pertandingan melawan madura juga sangat kami sayangkan.

    BACA JUGA: Animo Penonton Persib vs Madura United Tinggi, Polisi Beri Pesan Khusus untuk Bobotoh

    2. Begitu salinan keputusan Komdis PSSI dirilis pada tanggal 20 Februari 2025, manajemen langsung bergerak cepat dengan mengajukan proses banding. Kami mengajukan keberatan dan banding dengan dasar bahwa tidak ada provokasi sama sekali yang dilakukan Beckham Putra.

    3. Saat ini, kami meminta kepada seluruh pihak, khususnya tim dan para pemain, untuk tetap fokus dalam berlatih, menjaga kekompakan, serta terus mempersiapkan diri dengan maksimal guna menghadapi pertandingan-pertandingan yang akan datang. Perjalanan kompetisi masih panjang, dan kami bertekad untuk terus berjuang demi hasil terbaik bagi PERSIB.

    4. Kami juga mengajak seluruh Bobotoh untuk tetap kompak dan solid. Mari bersama-sama mendukung PERSIB dengan penuh semangat, saling bergandengan tangan, serta terus mendoakan agar perjuangan tim ini dapat mencapai target utama, yaitu meraih gelar juara kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 secara back-to-back. Kami percaya bahwa dengan dukungan dan doa dari Bobotoh, PERSIB dapat terus melangkah lebih kuat dan mencapai hasil terbaik bagi kita semua.

  • Usai Timnas U-20 Tersingkir di Piala Asia, PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri!

    Usai Timnas U-20 Tersingkir di Piala Asia, PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri!

    JABAR EKSPRES – PSSI secara resmi pecat Indra Sjafri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20 usai tersingkir dari babak penyisihan Piala Asia U-20 2025 China.

    Keputusan tersebut diambil PSSI setelah melakukan diskusi dengan dua Wakil Ketua PSSI, Zainudin Amali dan Ratu Tisha Destria, serta para anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

    “Setelah kami di PSSI, baik saya, Wakil Ketua Umum, dan para Exco mengadakan evaluasi, kami berkeputusan untuk melepas coach Indra Sjafri sebagai pelatih kepala Timnas U-20,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir melalui laman resmi pssi.org, Minggu (23/2).

    Erick juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Indra Sjafri atas kerja kerasnya dalam menangani Garuda Muda.

    BACA JUGA: PSSI Jabar Gelar Kompetisi Sepak Bola Usia Dini, 1.350 Peserta Bersaing untuk Tampil di Thailand

    “Saya pribadi dan PSSI sangat berterima kasih atas jasa dan kerja keras yang telah ditunjukkan coach Indra selama menangani Garuda Muda sehingga punya prestasi juara AFF U-19 2024 dan lolos Piala Asia U-20 2025,” lanjut Erick.

    PSSI juga mengungkapkan pemecatan itu berkaitan dengan pernyataan Indra Sjafri yang siap bertanggung jawab dan bersedia menerima konsekuensi setelah gagal mencapai target untuk lolos ke Piala Dunia U-20 karena tersingkir di fase grup saat berlaga di Piala Asia U-20 2025 di Shenzen, Tiongkok.

    Setelah pemecatan coach Indra, PSSI menyebut masih terjadi kekosongan kepelatihan di Timnas U-20.

    BACA JUGA: Semarak Meriah HLN Cup 2024 di Cimahi, Liga Sepak Bola hingga E-Sports

    Namun, Erick menegaskan PSSI akan segera mencari pengganti Indra Sjafri agar program pembinaan prestasi para pesepakbola muda yang sudah berjalan dalam dua tahun terakhir ini tetap berlanjut demi mempersiapkan mereka sebagai pelapis utama Timnas senior di masa mendatang.

    “Keputusan untuk melepas coach Indra diambil secara profesional. Artinya, coach Indra juga memahami dan menerima keputusan tersebut. Secara pribadi dan organisasi, hubungan kami tetap baik. Coach Indra masih dan akan tetap menjadi bagian dari sepak bola Indonesia,” tutup Erick.

    Diketahui, Timnas U-20 Indonesia hanya berhasil raih satu poin dari tiga pertandingan yang dimainkan di babak penyisihan grup Piala Asia U-20 2025.

  • Indra Sjafri Tak Jadi Pelatih Timnas U-20 RI, Ini Alasan Erick Thohir

    Indra Sjafri Tak Jadi Pelatih Timnas U-20 RI, Ini Alasan Erick Thohir

    Jakarta, CNBC Indonesia – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) melepas posisi Indra Sjafri dari jabatan sebagai pelatih kepala Timnas U-20 dan Timnas untuk persiapan SEA Games/Asian Games mendatang.

    Alasannya, menyusul pernyataan pelatih berusia 62 tahun yang siap bertanggung jawab dan bersedia menerima konsekuensi usai kegagalan mencapai target lolos ke Piala Dunia U-20 karena tersingkir di fase grup saat berlaga di Piala Asia U-20 yang berlangsung di Shenzen, Cina.

    “Setelah kami di PSSI, baik saya, wakil ketua, dan para exco mengadakan evaluasi, kami berkeputusan untuk melepas coach Indra Sjafri sebagai pelatih kepala Timnas U-20 dan Timnas untuk persiapan SEA Games/Asian Games. Saya pribadi dan PSSI sangat berterima kasih atas jasa dan kerja keras yang telah ditunjukkan coach Indra selama menangani Garuda Muda sehingga punya prestasi juara AFF dan lolos Piala Asia,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di Jakarta, Minggu (23/2/2025).

    Lebih lanjut, Erick menyatakan, PSSI akan segera mencari pengganti Indra Sjafri agar program pembinaan prestasi para pesepakbola muda yang sudah berjalan dalam dua tahun terakhir ini tetap berkelanjutan demi mempersiapkan mereka sebagai pelapis utama Timnas senior di masa mendatang.

    “Keputusan untuk melepas coach Indra diambil secara profesional. Artinya, coach Indra juga memahami dan menerima keputusan tersebut. Secara pribadi dan organisasi, hubungan kami tetap baik. Coach Indra masih dan akan tetap menjadi bagian dari sepakbola Indonesia,” lanjut Erick.

    (pgr/pgr)

  • Pengumuman! Indra Sjafri Tak Lagi Jadi Pelatih Timnas U-20 RI

    Pengumuman! Indra Sjafri Tak Lagi Jadi Pelatih Timnas U-20 RI

    Jakarta, CNBC Indonesia – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya melepas posisi Indra Sjafri dari jabatan sebagai pelatih kepala Timnas U-20 dan Timnas untuk persiapan SEA Games/Asian Games mendatang.

    Keputusan tersebut diambil PSSI menyusul pernyataan pelatih berusia 62 tahun yang siap bertanggung jawab dan bersedia menerima konsekuensi usai kegagalan mencapai target lolos ke Piala Dunia U-20 karena tersingkir di fase grup saat berlaga di Piala Asia U-20 yang berlangsung di Shenzen, Cina.

    “Setelah kami di PSSI, baik saya, Wakil Ketua, dan para exco mengadakan evaluasi, kami berkeputusan untuk melepas coach Indra Sjafri sebagai pelatih kepala Timnas U-20 dan Timnas untuk persiapan SEA Games/Asian Games. Saya pribadi dan PSSI sangat berterima kasih atas jasa dan kerja keras yang telah ditunjukkan coach Indra selama menangani Garuda Muda sehingga punya prestasi juara AFF dan lolos Piala Asia,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di Jakarta, Minggu (23/2/2025).

    Lebih lanjut, Erick menyatakan, PSSI akan segera mencari pengganti Indra Sjafri agar program pembinaan prestasi para pesepakbola muda yang sudah berjalan dalam dua tahun terakhir ini tetap berkelanjutan demi mempersiapkan mereka sebagai pelapis utama Timnas senior di masa mendatang.

    “Keputusan untuk melepas coach Indra diambil secara profesional. Artinya, coach Indra juga memahami dan menerima keputusan tersebut. Secara pribadi dan organisasi, hubungan kami tetap baik. Coach Indra masih dan akan tetap menjadi bagian dari sepakbola Indonesia,” lanjut Erick.

    (pgr/pgr)

  • Reaksi Erick Thohir usai Indonesia Dipastikan Tersingkir di Piala Asia U20 2025: Pelajaran Berharga

    Reaksi Erick Thohir usai Indonesia Dipastikan Tersingkir di Piala Asia U20 2025: Pelajaran Berharga

    TRIBUNJATIM.COM – Indonesia kalah 1-3 dari Uzbekistan di babak penyishan grup Piala Asia U20 2025.

    Ini berarti Timnas U20 Indonesia harus tersingkir.

    Adapun laga Indonesia vs Uzbekistan itu berlangsung di Shenzen Youth Football Training Base Centre Stadium, Minggu (16/2/2025).

    Gol tunggal yang dicetak oleh Jens Raven di menit ke-23 belum mampu membawa Indonesia lolos ke babak perempat final Piala Asia U20 2025.

    Bersamaan dengan kekalahan ini, perjuangan timnas U20 Indonesia di Piala Asia 2025 harus terhenti, meskipun masih menyisakan satu pertandingan terakhir melawan Yaman pada Rabu (19/2/2025).

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tak banyak bicara soal kegagalan Skuad Garuda Muda di fase grup Piala Asia U20 2025.

    Meski demikian, ia berharap agar tim asuhan Indra Sjafri tersebut bisa mengambil banyak pelajaran dari laga tersebut.

    “Sebuah pelajaran berharga untuk timnas U20 dari juara bertahan Piala Asia U20, Uzbekistan,” kata Erick Thohir di unggahan akun Instagram pribadinya, Minggu (16/2/2025).

    “Sempat bangkit saat Jens Raven mencetak gol penyeimbang, namun timnas U20 harus mengakui keunggulan Uzbekistan pada akhir laga dengan skor 3-1,” lanjutnya.

    Erick juga mengatakan generasi yang tampil di Piala Asia U20 2025 bakal menjadi tulang punggung timnas Indonesia senior berikutnya.

    “Progam Timnas U-20 ini akan terus dijaga dan dilanjutkan untuk menjaga regenerasi Timnas Senior,” ungkapnya.

    Saat ini, Indonesia menempati posisi ketiga di klasemen sementara Grup C dengan perolehan 0 poin, di bawah Iran dan Uzbekistan yang memiliki enam poin.

    Aksi Marselinus Ama Ola dalam laga Grup C Piala Asia U20 2025 antara timnas U20 Indonesia vs Uzbekistan di Shenzen Youth Football Training Base Centre Stadium, Minggu (16/2/2025). (Dok. PSSI)

    Hal ini membuat Indonesia sudah tidak mungkin menggeser Iran dan Uzbekistan dari dua posisi teratas grup.

    Dengan demikian, Iran dan Uzbekistan sudah dipastikan melaju ke perempat final sebagai wakil Grup C.

    Adapun, Indonesia dan Yaman yang saat ini tidak memiliki poin sudah dipastikan gugur di fase grup Piala Asia U20 2025.

    Sementara itu, pemain belakang Timnas U20 Indonesia, Doni Tri Pamungkas, menyampaikan permintaan maaf karena timnya tidak berhasil mencapai babak delapan besar Piala Asia U20 2025.

    Hal tersebut dipastikan pada laga Timnas U20 Indonesia vs Uzbekistan di mana Dony Tri Pamungkas dkk mengalami kekalahan 1-3 di laga kedua Grup C Piala Asia U20 2025 di Stadion Shenzen Youth Football Training Base Centre, Shenzhen, China, pada Minggu (16/2/2025).

    “Saya mewakili tim melakukan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung kami. Sekali lagi mohon maaf karena perjuangan kami berakhir dan gagal melaju ke babak delapan besar,” ujar Doni Tri Pamungkas dalam pernyataan resmi PSSI.

    Kekalahan ini menambah catatan buruk tim asuhan Indra Sjafri, yang sudah menelan kekalahan kedua berturut-turut setelah kalah telak 0-3 dari Iran pada partai pertama.

    Doni Tri dan rekan-rekannya tak dapat meraih tiket ke fase selanjutnya, terjebak di posisi ketiga Grup C tanpa mengantongi poin.

    Sementara itu, Iran dan Uzbekistan masing-masing mengumpulkan enam poin dan menduduki peringkat pertama dan kedua grup.

    Menjelang laga penutup melawan Yaman, pemain dari klub Persija Jakarta ini bertekad untuk tampil optimal demi meraih kemenangan penuh.

    “Untuk pertandingan terakhir melawan Yaman, kami akan berjuang maksimal dan berharap meraih kemenangan,” kata Doni Tri.

    Kekalahan ini menjadi penghalang bagi PSSI untuk mewujudkan impian membawa Garuda Muda menjadi semifinalis Piala Asia U20 2025, dengan harapan berpartisipasi dalam Piala Dunia U20 2025 yang akan diselenggarakan di Chile.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com