Tag: Indah Amperawati

  • Pemkab Lumajang Siapkan Rp3,5 Miliar untuk Bangun Jembatan Permanen Senduro–Gucialit

    Pemkab Lumajang Siapkan Rp3,5 Miliar untuk Bangun Jembatan Permanen Senduro–Gucialit

    Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur berencana membangun jembatan permanen sebagai penghubung Kecamatan Senduro dan Gucialit. Rencana ini muncul setelah jembatan penghubung dua wilayah yang terletak di Desa Kandangan dan Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, ambrol pada Jumat (19/9/2025).

    Jembatan yang berdiri di atas Kali Tutur tersebut sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian pondasi akibat terkikis air hujan dengan intensitas tinggi. Untuk mengatasi kondisi darurat, jembatan sementara berbahan bambu telah dibangun sebagai akses utama warga.

    Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan pentingnya jembatan ini bagi aktivitas masyarakat. Empat desa di Kecamatan Senduro dan Gucialit mengandalkan jembatan tersebut untuk kegiatan pendidikan anak-anak, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas keagamaan.

    “Jadi, setiap hari ada ratusan warga yang melewati jembatan ini. Tidak ada satu pun warga yang boleh terganggu aktivitasnya karena jembatan putus,” terang Indah, Kamis (25/9/2025).

    Menurutnya, jembatan darurat yang sudah terbangun telah diperkuat agar kendaraan roda dua bisa melintas dengan aman, sementara kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur alternatif di Desa Pandansari, Kecamatan Senduro.

    “Ini jembatan darurat kita perkuat segera agar kendaraan roda dua bisa melintas dengan aman. Untuk pembangunan jembatan permanen sedang disiapkan dengan alokasi anggaran melalui mekanisme khusus,” tambah Indah.

    Pemkab Lumajang memproyeksikan pembangunan jembatan permanen tersebut akan menelan biaya hingga Rp3,5 miliar. Tahapan teknis telah disiapkan mulai dari desain, gambar kerja, RAB, hingga proses lelang agar pembangunan bisa segera direalisasikan.

    Selain itu, Pemkab Lumajang juga tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur guna mempercepat penyediaan anggaran serta memastikan konstruksi jembatan memenuhi standar keselamatan maksimal.

    “Tentu penanganan jembatan ini bukan hanya soal konstruksi, tapi juga keamanan, kelancaran ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Indah. [has/beq]

  • Pemkab Lumajang Punya Dapur Lansia, Antar Makanan Sehari 2 Kali untuk 919 Orang
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        24 September 2025

    Pemkab Lumajang Punya Dapur Lansia, Antar Makanan Sehari 2 Kali untuk 919 Orang Surabaya 24 September 2025

    Pemkab Lumajang Punya Dapur Lansia, Antar Makanan Sehari 2 Kali untuk 919 Orang
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur memberikan makanan sehat untuk 919 orang lanjut usia (lansia).
    Makanan tersebut dibuat oleh dapur lansia yang berada di bawah naungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).
    Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan bahwa saat ini dapur lansia di Kabupaten Lumajang berjumlah 20 unit yang tersebar di 21 kecamatan.
    Sedikitnya, ada 919 lansia yang difasilitasi makanan bergizi setiap hari oleh dapur lansia.
    “Program ini sudah ada sejak 2023, dan setiap hari mengantarkan makanan untuk para lansia sehari dua kali,” kata Indah di Lumajang, Rabu (24/9/2025).
    Indah mengatakan bahwa di setiap dapur lansia juga disediakan ahli gizi untuk memastikan kecukupan gizi yang terdapat dalam makanan.
    “Lengkap dengan ahli gizinya, jadi kami ingin pelayanannya memang maksimal,” ucapnya. 
    Menurut Indah, untuk mendapatkan program ini, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh lansia.
    Kriteria itu di antaranya lansia yang dimaksud masuk dalam kategori kurang mampu dan hidup sebatang kara.
    “Syaratnya pertama lansia, terus tidak mampu, dan hidup sebatang kara,” kata dia. 
    Meski sudah ada dapur lansia, Indah mengimbau para lansia yang hidup sebatang kara di kotanya untuk mau direlokasi ke panti jompo.
    Menurut Indah, dengan berada di panti jompo, para lansia bisa dipastikan mendapatkan pelayanan maksimal di usia senjanya.
    Namun begitu, apabila lansia tersebut menolak untuk pindah ke panti jompo, Indah memastikan bahwa selain makanan bergizi, layanan dasar kesehatan akan tetap terpenuhi dengan baik.
    “Harapannya mau pindah ke panti jompo, tapi kalau memang tidak mau, kami ingin pastikan kesehatannya tetap terjaga dan makannya sehat,” ucap dia. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Capaian Imunisasi Campak di Lumajang Baru 73 Persen, Anak Usia 2 Tahun akan Diimunisasi Massal

    Capaian Imunisasi Campak di Lumajang Baru 73 Persen, Anak Usia 2 Tahun akan Diimunisasi Massal

    Lumajang (beritajatim.com) – Capaian anak yang sudah mendapat imunisasi campak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tercatat baru mencapai 73,6 persen.

    Data ini disampaikan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Lumajang, menanggapi rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yang menyebut 46 kabupaten dan kota di Indonesia mengalami KLB Campak.

    Di mana disebutkan salah satu daerah yang mengalami KLB Campak hingga minggu ke-33 atau 24 Agustus 2025 adalah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

    Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes-P2KB Lumajang dr Marshall Trihandono mengatakan, pada periode tahun 2024, data imunisasi campak dibagi menjadi dua kategori.

    Kategori pertama khusus persentase imunisasi measles rubela (MR1) yang capaian selama setahun yakni 73,6 persen.

    Diakui, jumlah ini sudah turun dibandingkan tahun 2023 yang saat itu tingkat imunisasi campak mencapai 87,83 persen. Sementara, untuk capaian imunisasi di tahun 2025 saat ini masih terus berjalan.

    Imunisasi MR1 sendiri adalah imunisasi untuk mencegah penyakit campak (Measles) dan Rubella yang disebabkan oleh virus.

    “Capaian imunisasi tahun 2024, MR1 (Measles Rubela) sebesar 73,6 persen. Sedangkan IDL (Imunisasi Dasar Lengkap, Red) tahun 2024 sebesar 83,6 persen,” terang Marshall ketika dikonfirmasi, Rabu (24/9/2025).

    Menurutnya, masih banyak anak yang belum diimunisasi campak disebabkan karena para orang tua belum teredukasi dengan baik.

    Seperti orang tua yang memiliki pandangan apabila anaknya diimunisasi akan rewel dan sulit ditenangkan.

    “Ya ini kebanyakan kurang edukasinya, padahal imunisasi ini sangat penting untuk memberikan stimulus agar sistem kekebakan tubuh pada anak bisa bereaksi apabila virus serupa (campak) menyerang. Tapi ada saja yang takut anaknya rewel dan sebagainya,” kata Marshall.

    Menanggapi kondisi sebaran campak ini, Bupati Lumajang Indah Amperawati memerintahkan Dinkes-P2KB uuntuk segera menjadwalkan imunisasi massal bagi anak-anak di bawah usia 2 tahun.

    “Jadi ini balita dua tahun ke bawah saya suruh imunisasi (campak) serentak. Nanti akan dijadwalkan oleh Dinkes,” ungkapnya. (has/ian)

  • Bupati Lumajang Sebut Pembangunan Jembatan Kali Tutur yang Putus Butuh Rp 3,5 miliar
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        22 September 2025

    Bupati Lumajang Sebut Pembangunan Jembatan Kali Tutur yang Putus Butuh Rp 3,5 miliar Surabaya 22 September 2025

    Bupati Lumajang Sebut Pembangunan Jembatan Kali Tutur yang Putus Butuh Rp 3,5 miliar
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengungkapkan bahwa pembangunan kembali Jembatan Kali Tutur di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diperkirakan memerlukan dana Rp 3 miliar hingga Rp 3,5 miliar.
    Jembatan tersebut putus setelah diguyur hujan lebat selama dua hari berturut-turut, mengakibatkan terganggunya akses dari Kecamatan Senduro menuju Kecamatan Gucialiat dan Kecamatan Padang.
    Indah menjelaskan bahwa proses pembangunan ulang jembatan yang putus memerlukan waktu yang cukup lama.
    Proses tersebut meliputi perencanaan, pembuatan desain, penyusunan rencana anggaran belanja (RAB), hingga lelang dan pengerjaan.
    “Kalau membangun ini tentu sesegera mungkin, tetapi kan butuh waktu kalau jembatan yang permanen. Dan itu harus melalui proses karena nilainya juga tidak kecil, 3 miliar sampai 3,5 miliar lah nilainya,” kata Indah di Lumajang, Senin (22/9/2025).
    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dana untuk pembangunan jembatan permanen tidak dapat diambil dari biaya tidak terduga (BTT).
    Menurutnya, dana BTT hanya diperuntukkan bagi penanganan darurat yang memerlukan tindakan segera.
    Sementara itu, pembangunan jembatan permanen harus melalui mekanisme penganggaran yang biasa.
    “Kalau yang permanen itu enggak boleh dari BTT, itu harus dianggarkan secara betul,” ujarnya.
    Indah juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meminta bantuan pembiayaan.
    “Kami juga mengkomunikasikan ini kepada Ibu Gubernur, tentu harapannya barangkali dari provinsi juga bisa membantu.”
    “Karena di desa ini ada dua jembatan yang kerusakannya sama, rusak parah, jebol dan tidak bisa dilewati,” ungkap Indah.
    Sementara itu, sebagai langkah darurat, warga setempat telah membuat jembatan sementara dari bambu agar dapat digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara roda dua.
    “Tapi tetap dari kami akan segera dikeluarkan biaya tidak terduga atau BTT, untuk menguatkan jembatan yang semipermanen ini.”
    “Jadi jembatan darurat kita kuati dulu, sambil menyusun perencanaan yang jembatan permanen,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Imunisasi Campak di Lumajang Baru 73 Persen, Bupati Perintahkan Imunisasi Massal Anak Usia 2 Tahun
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        19 September 2025

    Imunisasi Campak di Lumajang Baru 73 Persen, Bupati Perintahkan Imunisasi Massal Anak Usia 2 Tahun Surabaya 19 September 2025

    Imunisasi Campak di Lumajang Baru 73 Persen, Bupati Perintahkan Imunisasi Massal Anak Usia 2 Tahun
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Persentase anak yang telah dilakukan imunisasi campak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih 73,6 persen, Bupati Indah Amperawati memerintahkan untuk imunisasi massal anak-anak di bawah 2 tahun.
    “Ini balita 2 tahun ke bawah saya suruh imunisasi (campak) serentak. Nanti akan dijadwalkan oleh Dinkes,” kata Indah, Jumat (19/9/2025).
    Data ini disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, menanggapi rilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyebut 46 kabupaten dan kota di Indonesia yang mengalami KLB Campak.
    Dalam daftarnya, disebutkan salah satu kabupaten yang mengalami KLB Campak hingga minggu ke-33 atau 24 Agustus 2025 adalah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
    Selain Lumajang, kabupaten di Jawa Timur yang masuk dalam daftar KLB Campak adalah Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Jember, Surabaya, Sidoarjo, dan Probolinggo.
    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, dr. Marshall Trihandono menjelaskan, pada 2024, Dinkes membagi data imunisasi campak menjadi dua kategori.
    Kategori pertama yakni khusus persentase imunisasi measles rubela (MR1) yakni 73,6 persen.
    Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2023, dimana saat itu tingkat imunisasi campak mencapai 87,83 persen.
    Adapun, Imunisasi MR1 adalah imunisasi untuk mencegah penyakit Campak (Measles) dan Rubella yang disebabkan oleh virus.
    “Capaian imunisasi tahun 2024, MR1 (Measles Rubela) sebesar 73,6 persen. Sedangkan IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) tahun 2024 sebesar 83,6 persen,” kata Marshall melalui pesan WhatsApp, Jumat (19/9/2025).
    Marshall menjelaskan, masih banyaknya anak yang belum diimunisasi campak lantaran banyak orang tua yang belum teredukasi dengan baik.
    Salah satunya, orang tua memiliki pandangan apabila bayinya diimunisasi akan rewel dan sulit ditenangkan.
    Padahal, imunisasi sangat penting untuk memberikan stimulus agar sistem kekebakan tubuh pada anak bisa bereaksi apabila virus serupa nantinya menyerang.
    “Kebanyakan kurang edukasinya, padahal imunisasi ini penting, tapi ada saja yang takut anaknya rewel dan sebagainya,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kebijakan Efisiensi, Dana Transfer Keuangan ke Pemkab Lumajang Dipangkas Rp 56 Miliar

    Kebijakan Efisiensi, Dana Transfer Keuangan ke Pemkab Lumajang Dipangkas Rp 56 Miliar

    Lumajang (beritajatim.com) – Dana transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, tahun 2025 dipotong sebesar Rp 55,9 miliar.

    Pemotongan anggaran ini merupakan imbas dari kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah.

    Kebijakan ini tertuang dalam Intruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi anggaran dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang membuat pengeluaran belanja negara harus dihemat hingga Rp 271 triliun.

    Aturan efisiensi ini juga berdampak terhadap pelaksanaan APBD di tingkat pemerintah daerah (Pemda) maupun Pemprov.

    Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, dampak efisiensi anggaran membuat alokasi dana TKD dari pemerintah pusat sebesar Rp 55,9 miliar dihapus.

    Diakui, dana puluhan miliar itu berasal dari dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) yang awalnya direncanakan untuk pembangunan infrastruktur.

    “Awalnya kita sudah dianggarkan Rp 55,9 miliar untuk infrastruktur tahun ini, tapi setelah ada efisiensi anggaran, alokasi dana transfer ini dihilangkan,” kata, Selasa (16/9/2025).

    Imbas dari penghapusan dana transfer ini membuat Pemkab Lumajang harus mencari cara untuk menutupi kekurangan dana pembangunan infrastruktur yang hilang.

    Menurut Indah, kebijakan yang dilakukan di tengah efisiensi anggaran ini salah satunya dalah dengan memangkas anggaran perjalanan dinas di lingkungan Pemkab Lumajang sebesar 50 persen.

    Selain itu, anggaran untuk pembelian alat tulis kantor (ATK) juga ikut dipotong sebesar 50 persen.

    Selanjutnya, hasil pemotongan angggaran itu dialihkan untuk pembangunan infrastruktur menggantikan dana transfer yang sudah dihapus.

    “Jadi, anggaran perjalanan dinas sudah kita kurangi sampai 50 persen, kemudian belanja ATK juga kita potong,” ucap Indah.

    Indah menyebut, untuk menutupi kekurangan pembiayaan pembangunan infrastruktur yang hilang, kegiatan-kegiatan bersifat seremonial di lingkungan Pemkab Lumajang juga harus dikurangi.

    “Belanja lain yang tidak urgent seperti perayaan seremonial juga kita hilangkan, mudah-mudahan bisa menutupi hilangnya dana transfer yang Rp 55,9 miliar itu,” ungkapnya. (has/but)

     

  • Banyak Penjual Miras Saat Acara Karnaval Sound Horeg, Ini Respons Bupati Lumajang
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        8 September 2025

    Banyak Penjual Miras Saat Acara Karnaval Sound Horeg, Ini Respons Bupati Lumajang Surabaya 8 September 2025

    Banyak Penjual Miras Saat Acara Karnaval Sound Horeg, Ini Respons Bupati Lumajang
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Bupati Lumajang Indah Amperawati angkat bicara soal banyaknya temuan penjual minuman keras saat acara karnaval sound horeg.
    Sebelumnya, Kepala Desa Bades Sahid mengamuk dan menangkap 4 orang penjual minuman keras saat acara karnaval di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
    Indah menyayangkan, karnaval rakyat yang seharusnya jadi ajang kreativitas warga harus dinodai dengan peredaran minuman keras.
    Namun, ia meyakini, tidak semua desa yang menggelar karnaval terdapat oknum penjual minuman keras.
    “Tentu sangat disayangkan, tapi sepertinya tidak semua desa begitu (ada penjual minuman keras saat karnaval),” kata Indah kepada
    Kompas.com
    , Senin (8/9/2025).
    Indah mengimbau warga tidak lagi menjual minuman keras saat gelaran karnaval di mana pun diselenggarakan.
    Sebab, peredaran minuman keras saat karnaval sudah dilarang dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun surat edaran bersama yang dikeluarkan Pemprov Jatim bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya.
    Menurutnya, panitia karnaval ke depannya harus selektif kepada para penjual yang ada di sekitar lokasi karnaval untuk mengantisipasi adanya penjual miras.
    Tidak hanya kepada penjual, Indah juga mengimbau warganya untuk tidak mengkonsumsi minuman beralkohol tersebut.
    “Belajar dari kasus di Desa Bades Pasirian, Pemkab mengimbau setiap kegiatan karnaval dilarang ada jual beli minuman keras,” tegasnya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Stasiun Klakah Resmi Berubah Nama Jadi Stasiun Lumajang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Agustus 2025

    Stasiun Klakah Resmi Berubah Nama Jadi Stasiun Lumajang Regional 10 Agustus 2025

    Stasiun Klakah Resmi Berubah Nama Jadi Stasiun Lumajang
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com –
    Stasiun Klakah di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, resmi berganti nama menjadi Stasiun Lumajang.
    Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengatakan bahwa persetujuan pergantian nama Stasiun Klakah menjadi Stasiun Lumajang telah diberikan.
    Saat ini, proses finalisasi sedang dilakukan di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
    “Usulan (pergantian nama stasiun) sudah mendapatkan respons yang sangat mendukung, nama stasiun adalah simbol daerah dan Lumajang pantas mendapatkan nama itu,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Minggu (10/8/2025).
    Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan bahwa pergantian nama Stasiun Klakah menjadi Stasiun Lumajang sangat penting untuk membangun citra Lumajang.
    Menurutnya, selama ini wisatawan luar kota maupun mancanegara yang datang ke Lumajang melalui Stasiun Klakah tidak benar-benar tahu bahwa mereka telah sampai di Lumajang.
    “Kami menyambut baik pergantian nama ini, dengan begini nama Lumajang bisa semakin dikenal oleh masyarakat secara luas, jadi tidak ada lagi orang mau ke Lumajang bilang turun di Stasiun Klakah, sekarang pesan tiketnya Stasiun Lumajang,” kata Indah di Lumajang, Minggu (10/8/2025).
    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Rasmin, mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan penyesuaian teknis untuk mendukung pergantian nama Stasiun Klakah menjadi Stasiun Lumajang.
    Termasuk penataan ulang kawasan di sekitar stasiun agar lebih representatif, seperti menyediakan angkutan penghubung dari stasiun menuju ke obyek-obyek vital yang ada di Lumajang.
    “Segala persiapan terkait pergantian nama ini sudah kami siapkan, kami ingin membangun ulang wajah Lumajang melalui gerbang transportasinya,” ungkap Rasmin.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sekolah Lapang SL-GAP Pisang Mas Kirana tumbuhkan motivasi dan hasil berdaya saing 

    Sekolah Lapang SL-GAP Pisang Mas Kirana tumbuhkan motivasi dan hasil berdaya saing 

    Sumber foto: Efendi Murdiono/elshinta.com.

    Sekolah Lapang SL-GAP Pisang Mas Kirana tumbuhkan motivasi dan hasil berdaya saing 
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 06 Agustus 2025 – 16:37 WIB

    Elshinta.com – Sekolah Lapang Good Agriculture Practice (SL-GAP) untuk budidaya pisang Mas Kirana di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dan Food and Agriculture Organization (FAO), yang dibuka langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Ketua HKTI Lumajang, Jamal.

    Dalam sambutannya, Bupati Indah Amperawati menyampaikan dukungannya yang kuat. “Pelatihan SL-GAP ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pisang Mas Kirana, komoditas unggulan kita. Dengan menerapkan praktik budidaya yang baik dan benar, kita bisa meningkatkan hasil panen dan daya saing di pasar,” ujar alumni Fakultas Pertanian Universitas Jember, Rabu (06/08).

    Ketua HKTI Lumajang, Jamal, turut memberikan motivasi yang membakar semangat para peserta. “Saya terus memberikan semangat agar Bapak/Ibu petani tidak pernah lelah. Mari kita ciptakan bersama, bahwa Lumajang ini benar-benar pantas menjadi Kota Pisang. Peluang pisang, baik hari ini maupun di masa depan, sangatlah menjanjikan,” tegas Jamal. 

    Ia juga menekankan peran HKTI sebagai rumah besar para petani. “Organisasi ini ada untuk kita semua. Jangan ragu untuk berbagi keluh kesah, berdiskusi, dan mencari solusi. Bersama HKTI, kita akan terus berjuang untuk memajukan kesejahteraan petani,” tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Rabu (6/8). 

    Melalui Sekolah Lapang SL-GAP ini, para petani tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik budidaya terbaik untuk menghasilkan pisang Mas Kirana berkualitas tinggi. Diharapkan, ilmu yang didapat dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan menjadikan Lumajang sebagai sentra pisang unggulan di Indonesia.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Usia lanjut, Mbah Mai luput dari bantuan pangan Lumajang

    Usia lanjut, Mbah Mai luput dari bantuan pangan Lumajang

    Sumber: Radio Elshinta/Efendi Murdiono

    Usia lanjut, Mbah Mai luput dari bantuan pangan Lumajang
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Sabtu, 02 Agustus 2025 – 17:09 WIB

    Elshinta.com – Bantuan pangan berupa beras kelas medium yang dikucurkan dari Bulog Probolinggo Jawa Timur dari program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui kelurahan dan desa untuk periode bulan Juni dan Juli 2025. 

    Di Kabupaten Lumajang Jawa Timur program yang bisa membantu mengurangi biaya pengeluaran tersebut bagi warga kurang mampu berupa beras dalam kemasan 10 kg itu yang startnya di mulai 16 Juni bertempat di pendopo pemerintahan Desa Klakah Kecamatan Klakah yang disalurkan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma.

    Setiap penerimaan pangan itu mendapatkan bantuan 20 kilo untuk bantuan di bulan Juni dan Juli, pengambilan beras tersebut dengan syarat penerima sesuai undangan membawa indentitas diri.

    Kepala Bulog Probolinggo Kurwadi menyampaikan kepada Efendi dari reporter ELSHINTA pada saat itu mendampingi pengucuran besar di Klakah Rabu (16/06), di Kabupaten Lumajang tercatat sebanyak 86.373 penerima bantuan, yang mana realisasi itu atas dasar petugas sensus ekonomi yang turun kemasyarakat. “Penyaluran tersebut berdasarkan data tunggal dari sensus ekonomi nasional, Kabupaten Lumajang terdapat 86,373 penerima,” kata Kurwadi dilaporkan oleh kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

    Mai atau warga sekitar menyebut nama Mbah Amir yang tercatat warga Dusun Pondoksari Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto usianya sudah uzur, kondisi ekonomi tergolong warga tidak mampu karena tidak punya kebun sawah maupun sumber pendapatan lain, keberadaannya sudah 5 tahunan sakit tidak bisa lagi bekerja sebagai buruh tani.

    Mbah Amir suaranya serak dengan matanya berkaca-kaca dan wajah yang termakan usia menceritakan kalau dirinya tidak mendapatkan undangan menerima bantuan beras yang ada di pendopo Desa Kaliboto Lor, rasa lego memang tersirat dari ucapannya ada dalam kata-kata itu tidak “Tidak pa-apa mungkin bukan rejeki saya,” pungkasnya.

    Sumber : Radio Elshinta