Tag: Indah Amperawati

  • Rombak Jabatan 191 Pegawai ASN di Lingkungan Pemkab Lumajang, Ini Pesan Bupati

    Rombak Jabatan 191 Pegawai ASN di Lingkungan Pemkab Lumajang, Ini Pesan Bupati

    Lumajang (beritajatim.com) – Prosesi rotasi jabatan perdana aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur baru saja selesai dilaksanakan, Rabu (22/10/2025).

    Total ada 191 pegawai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang mulai dari eselon II, III, IV yang dirotasi maupun mendapat kenaikan jabatan.

    Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan, jabatan yang diemban bukan sekadar simbol status bagi pegawai pemerintahan. Melainkan amanah publik yang harus dijalankan dengan keikhlasan dan tanggung jawab tinggi.

    Menurutnya, untuk bisa mengemban tugas itu, kalangan ASN mestinya harus bekerja secara optimal bagi rakyat. Tidak hanya bekerja sekedar pencitraan.

    “Untuk ASN tidak boleh bekerja untuk pencitraan, tapi harus benar-benar hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Indah.

    Selain bertujuan unuk merubah sisitem di lingkup pemerintah, proses reformasi birokrasi diharapkan dapat membawa perubahan pola pikir dan budaya kerja bagi pejabat.

    Sehingga, pegawai ASN dirorong agar mampu menciptakan banyak inovasi, melayani dengan empati, serta bekerja cepat dan tepat tanpa kehilangan aspek humanis.

    “Etos pelayanan harus dibangun dari hati. ASN harus sadar bahwa setiap tandatangan dan keputusan menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

    Indah juga menekankan pentingnya perubahan mental di kalangan pegawai ASN yang berfokus untuk selalu memberi pelayanan dan mempermudah urusan masyarakat.

    “Reformasi birokrasi tidak akan berjalan tanpa perubahan mental ASN. Kita harus menjadi pelayan publik yang rendah hati dan mampu memberikan solusi, bukan memperumit urusan rakyat,” ungkapnya. (has/ian)

  • Harga Anjlok Capai Rp1.000 Per Kg, Bupati Lumajang: ASN Hendaknya Rajin Konsumsi Jus Tomat

    Harga Anjlok Capai Rp1.000 Per Kg, Bupati Lumajang: ASN Hendaknya Rajin Konsumsi Jus Tomat

    Lumajang (beritajatim.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur mendapat intruksi agar lebih menggalakan untuk mengkonsumsi jus tomat.

    Hal ini ditegaskan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati menyikapi harga tomat yang sedang anjlok.

    Menurutnya, harga tomat di kalangan pedagang pasar saat ini mencapai Rp 5.158 perkilogram. Sementara, di tingkat petani untuk setiap satu kilogram tomat hanya dihargai Rp 1.000 – 1.500.

    Sehingga, gerakan makan jus tomat bagi ASN dirasa dapat menjadi salah satu solusi nyata bagi petani lokal yang selama ini menghadapi disparitas harga antara pasar dan hasil panen.

    “Jadi, harga tomat di pasar saat ini mencapai Rp5.158 per kilogram, sementara petani hanya menerima Rp1.000 – Rp1.500 per kilogram. Ini jelas membutuhkan solusi,” terang Indah, Senin (20/10/2025).

    Untuk itu, ASN Pemkab Lumajang didorong agar ikut membeli hasil panen tomat milik petani lokal yang kemudian bisa dikonsumsi lewat olahan jus.

    Langkah ini dirasa dapat menjadi dukungan besar bagi petani, termasuk juga menjadi upaya untuk menstabilkan harga tomat.

    Selain itu, gerakan ini juga mendorong agar masyarakat dapat memanfaatkan bahan lokal untuk sebagai peluang inovasi dan usaha kreatif.

    “Nah, dengan membeli dan mengonsumsi hasil bumi Lumajang, kita tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memberdayakan petani dan ekonomi desa,” tambah Indah.

    Indah mengaku, gerakan rajin minum jus tomat memiliki manfaat besar bagi kesehatan publik. Sebab, mengkonsumsi jus tomat secara rutin dapat meningkatkan asupan gizi dan daya tahan tubuh ASN.

    “Solusi ini sederhana namun berdampak luas, petani terbantu, ASN sehat, dan masyarakat semakin peduli pada produk lokal. Lewat hal kecil seperti jus tomat, kita bisa memperkuat ekonomi dan kesejahteraan bersama,” ucapnya.

    Semua kalangan baik pegawai pemerintahan maupun masyarakat diajak untuk menggalakkan gerakan mengkonsumsi jus tomat sebagai bentuk kepedulian terhadap produk lokal.

    Di sisi lain, langkah ini juga menjadi bentuk apresiasi yang diberikan bagi petani atas kerja keras karena telah menghasilkan panen berkualitas.

    “Mulai dari kantor ASN hingga rumah tangga, mari jadikan konsumsi produk pertanian lokal sebagai bagian dari solusi untuk petani, ekonomi lokal, dan kesehatan kita,” ungkap Indah. [has/aje]

  • Pemkab Lumajang Salurkan Insentif untuk 4.013 Guru Ngaji dan Marbot Masjid

    Pemkab Lumajang Salurkan Insentif untuk 4.013 Guru Ngaji dan Marbot Masjid

    Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, mulai menyalurkan bantuan insentif bagi guru ngaji dan marbot masjid sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam bidang keagamaan.

    Program ini resmi dilaunching pada Jumat (17/10/2025) dan menandai komitmen Pemkab Lumajang dalam meningkatkan kesejahteraan para pelayan umat.

    Tercatat, sebanyak 4.013 penerima manfaat terdiri dari 2.866 guru ngaji dan 1.147 marbot masjid menerima bantuan insentif yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

    Melalui kebijakan ini, Pemkab Lumajang berharap kesejahteraan para guru ngaji dan marbot meningkat, sekaligus mendorong semangat mereka dalam melayani masyarakat di bidang keagamaan dan sosial.

    Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan, setiap penerima akan memperoleh insentif sebesar Rp 1,2 juta per tahun atau setara dengan Rp 100.000 per bulan. Jika dikalkulasikan, total anggaran yang disiapkan Pemkab Lumajang mencapai Rp 4,815 miliar untuk seluruh penerima manfaat.

    “Guru ngaji adalah sosok yang memberikan ilmu agama dan membimbing anak-anak mengaji, namun sering terlupakan. Begitu juga marbot masjid yang selama ini bekerja secara sukarela. Karena itu, kami ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian,” terang Indah, Senin (20/10/2025).

    Menurutnya, pemberian insentif ini dilakukan melalui pendataan ketat agar penerima benar-benar sesuai kriteria. Untuk tahun 2025, bantuan hanya diberikan kepada guru ngaji yang mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan terdaftar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang.

    Selain itu, program juga menyasar marbot masjid sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga dan merawat tempat ibadah. “Meski jumlahnya tidak besar, ini adalah wujud perhatian pemerintah terhadap mereka. Kami ingin menunjukkan bahwa kesejahteraan guru ngaji dan pelayan rumah ibadah juga penting,” pungkas Indah. (has/kun)

  • Pemkab Lumajang Bakal Realisasikan Program Dana Dusun Mulai 2026, Segini Besarannya

    Pemkab Lumajang Bakal Realisasikan Program Dana Dusun Mulai 2026, Segini Besarannya

    Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur memastikan bahwa program dana dusun akan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

    Sebagai informasi, program dana dusun merupakan salah satu dari 20 janji politik kepemimpinan Indah Amperawati dan Yudha Aji Kusuma.

    Program dana dusun difokuskan untuk mendukung peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat di setiap wilayah desa yang ada di Kabupaten Lumajang.

    Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, dalam program ini, setiap dusun akan menerima alokasi anggaran sebesar Rp 50 juta.

    Besaran dana yang akan dialokasikan ini diharap dapat membantu masyarakat dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan setiap wilayah.

    “Jadi, dana dusun akan kami berikan mulai tahun depan (2026) untuk seluruh dusun. Terkait penggunaannya lebih diutamakan untuk keamanan,” terang Indah, Senin (20/10/2025).

    Menurutnya, program dana dusun menjadi kompensasi atas pengurangan dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD) dari pemerintah pusat.

    Kebijakan ini menjadi langkah Pemkab Lumajang untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, utamanya dalam aspek keamanan dan ketertiban.

    “Inikan dana desa mereka dikurangi dari pusat, dana ADD juga sedikit berkurang. Tapi sudah kita gantikan dengan dana dusun,” ungkap Indah. (has/but)

  • Pemandian Alam Selokambang di Lumajang Akan Dilelang Terbuka, Ini Harapan Pemkab

    Pemandian Alam Selokambang di Lumajang Akan Dilelang Terbuka, Ini Harapan Pemkab

    Lumajang (beritajatim.com) – Pemandian Alam Selokambang yang terletak di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, rencananya dilelang terbuka kepada pihak swasta dalam waktu dekat.

    Wisata alam ini merupakan salah satu aset daerah yang selama ini dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata Lumajang. Dikenal sebagai destinasi rekreasi keluarga dan terapi kesehatan, Selokambang juga memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya dengan cerita rakyat, termasuk adanya batu mengapung yang dikenal sebagai Selokambang.

    Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa lelang tersebut akan dilakukan dengan prinsip transparansi, profesionalisme, dan keadilan bagi semua pihak. Harapannya, proses ini dapat menarik perhatian investor atau pihak swasta yang memiliki kemampuan dan komitmen dalam mengelola destinasi wisata secara optimal.

    “Jadi, kami mau Selokambang ini dikelola dengan standar profesional, pelayanan prima, dan inovasi berkelanjutan. Tentu kita ingin masyarakat bangga dengan potensi daerahnya, investor juga bisa mendapat peluang usaha,” ujar Indah Amperawati pada Kamis (16/10/2025).

    Bupati juga memastikan bahwa mekanisme seleksi lelang akan dipersiapkan dengan ketat. Selain itu, calon pengelola juga akan diharuskan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang jelas. Di samping itu, Indah menekankan bahwa pengelola yang terpilih harus memiliki komitmen untuk tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga menjaga transparansi, akuntabilitas, serta memberikan pelayanan berkualitas.

    “Tentu transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama. Semua pihak yang terlibat harus berkomitmen pada pelayanan berkualitas dan pengembangan berkelanjutan, bukan hanya sekadar mencari keuntungan,” tambah Indah.

    Lebih lanjut, Bupati berharap pengelola yang terpilih mampu mengembangkan potensi wisata Selokambang dengan optimal. Hal ini tidak hanya meliputi promosi yang gencar, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif. Dengan begitu, Selokambang tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

    “Selokambang harus menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” tegas Indah.

    Keputusan Pemkab Lumajang untuk melepaskan pengelolaan wisata Pemandian Alam Selokambang kepada pihak swasta ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan pengelolaan yang lebih profesional, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi masyarakat. [has/suf]

  • Job Fair Lumajang 2025 Buka 1.534 Lowongan Kerja, dari Lulusan SD hingga Sarjana

    Job Fair Lumajang 2025 Buka 1.534 Lowongan Kerja, dari Lulusan SD hingga Sarjana

    Lumajang (beritajatim.com) – Penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja atau job fair akhirnya akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (11/10/2025).

    Dalam gelaran job fair ini, tersedia 1.534 lowongan kerja yang disediakan oleh 15 perusahaan. Penyediaan lowongan tersebut terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan Sekolah Dasar (SD) hingga sarjana.

    Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pelaksanaan job fair menjadi langkah penting untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dari kalangan usia produktif. “Untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja bagi warga Lumajang yang ada di usia produktif, kita fasilitasi job fair di Selokambang besok, Sabtu,” terang Indah, Jumat (10/10/2025).

    Pelaksanaan job fair ini akan digelar di kawasan wisata Pemandian Alam Selokambang, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

    Menurut Bupati Indah, warga Lumajang yang belum menempuh pendidikan tinggi tidak perlu risau, karena lowongan kerja tersedia untuk semua jenjang. “Akan ada banyak sekali lowongan pekerjaan, mulai dari lulusan SD hingga sarjana, semuanya ada,” tambahnya.

    Informasi ketersediaan lowongan kerja ini menjadi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan warga Lumajang. Indah mengimbau masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk datang dan mengikuti job fair, agar bisa segera bekerja dan mandiri secara ekonomi. “Ayo, bagi semua warga Lumajang yang masih belum punya pekerjaan, datang dan ambil kesempatan emas di job fair Lumajang,” ajaknya.

    Berkas yang Harus Disiapkan Peserta Job Fair

    Surat lamaran kerja
    Pas foto
    Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    Ijazah terakhir dan transkrip nilai
    Daftar riwayat hidup (CV)
    Surat pengalaman kerja (jika ada)

    Daftar 15 Perusahaan yang Bergabung dalam Job Fair Kabupaten Lumajang 2025

    Gajah Mada Hotel dan Resto
    PT Prima Sejahtera Indonesia
    BPR Dharma Indra
    PT Indomarco Prismatama (Indomaret)
    Micro Madani Institute (MMI)
    PT Tri Tunggal Laksana
    PT Bina Artha Ventura
    CV Lab Persada
    PT Pakuwon Riski Sentosa
    Gajah Mada Plaza dan Toserba
    PT Anugerah Rimba Raya
    BTPN Syariah
    PT Tekad Karya Putera
    PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart)
    PT Java Olah Sumber Sukses

    Informasi lengkap mengenai jumlah lowongan dan persyaratan dapat dilihat melalui website resmi Disnaker Lumajang di disnaker.lumajangkab.go.id . [has/kun]

  • Puting Beliung Terjang 32 Rumah di Lumajang, Bupati Indah Dirikan Posko Darurat untuk Warga

    Puting Beliung Terjang 32 Rumah di Lumajang, Bupati Indah Dirikan Posko Darurat untuk Warga

    Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur mencatat sebanyak 32 rumah mengalami kerusakan setelah diterjang bencana angin puting beliung pada Minggu (5/10/2025) sore.

    Bupati Lumajang Indah Amperawati turun langsung meninjau lokasi terdampak di Dusun Timur Jurang, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Senin (6/10/2025). Ia memastikan seluruh warga terdampak telah mendapatkan tempat tinggal sementara di posko darurat yang didirikan oleh pemerintah daerah.

    Menurutnya, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, Pemkab Lumajang tetap menyiapkan posko darurat lengkap dengan logistik dan perlengkapan kebutuhan warga.

    “Kami pastikan tidak ada warga yang kekurangan makanan atau tempat tinggal sementara. Semua sudah kami siapkan di posko darurat. Tenaga medis juga disiapkan untuk memantau kesehatan warga,” terang Indah, Senin (6/10/2025).

    Proses evakuasi material akibat bencana dilakukan dengan melibatkan petugas gabungan lintas sektor. Setelah tahap tanggap darurat, pemerintah akan memfokuskan penanganan pasca bencana pada pemulihan infrastruktur, pendataan kerusakan rumah, dan penyaluran bantuan material bagi korban.

    Indah menegaskan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Lumajang.

    “Jadi, kami akan terus memperkuat edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat desa. Mitigasi harus menjadi budaya di Lumajang agar setiap keluarga tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang,” tambahnya.

    Sebagai langkah antisipasi, warga juga diimbau agar tetap waspada namun tidak panik menghadapi kemungkinan bencana susulan.

    “Yang paling penting tentu saat ini adalah tetap tenang, saling bantu, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah,” ungkap Indah. [has/ian]

  • Pemkab Lumajang Bakal Ikut Tanggung Biaya Pengobatan Santri yang Keracunan Larutan HCL

    Pemkab Lumajang Bakal Ikut Tanggung Biaya Pengobatan Santri yang Keracunan Larutan HCL

    Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur memastikan akan ikut menanggung biaya pengobatan Dewangga Naufal Al Yusen yang menjadi korban keracunan larutan Hydrochloric Acid (HCL).

    Sebelumnya, Dewangga yang merupakan seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syarify 01 Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, diduga sengaja diberi temannya larutan HCL yang dimasukan dalam sebuah botol minuman kemasan pada 10 Juli 2025.

    Hal ini membuat Dewangga terbaring lemas di tempat tidur rumahnya karena mengalami penyumbatan saluran lambung ke usus dampak dari meminum cairan HCL.

    Diketahui, setiap harinya putra sulung dari pasangan Arif Yusin (37) dan Ratna Purwati (38) ini memerlukan susu dan obat khusus sebagai pengganti makanan.

    Mengetahui kondisi ini, Bupati Lumajang Indah Amperawati memastikan akan menanggung biaya obat Dewangga.

    Langkah ini diambil untuk meringankan beban keluarga yang setiap hari harus membeli obat dengan harga cukup tinggi.

    “Saya janji Pemkab akan membantu, obatnya yang diminum setiap hari cukup mahal, sudah kita tanggung. Ini nanti tanggal 6 akan kontrol ke Surabaya juga akan kita antar,” terang Indah, Selasa (30/9/2025).

    Selain biaya pengobatan, Indah juga mendorong masyarakat yang ingin berdonasi agar menyalurkan bantuan langsung kepada keluarga korban.

    “Ini kalau ada masyarakat yang ingin berdonasi silakan diberikan ke orang tuanya saja,” tambahnya.

    Sebagai penanganan, ke depan pembinaan lebih ketat kepada para santri dinilai penting untuk dilakukan. Tujuannya, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

    “Pengasuh pondok sudah bertemu dengan saya. Dengan kejadian ini, mestinya ada pembinaan terhadap santri-santri lainnya,” ungkapnya. (has/ian)

  • Potensi Zakat Profesi ASN di Lumajang Capai Rp10 Miliar per Tahun

    Potensi Zakat Profesi ASN di Lumajang Capai Rp10 Miliar per Tahun

    Lumajang (beritajatim.com) – Potensi zakat profesi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dinilai sangat besar, khususnya dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Sedikitnya terdapat sekitar 5.000 pegawai negeri sipil (PNS) dan kurang lebih 2.000 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang saat ini mengabdi di lingkungan Pemkab Lumajang.

    Dari jumlah tersebut, zakat profesi yang seharusnya dapat terkumpul diproyeksikan mampu mencapai Rp 10 miliar setiap tahunnya. Hal ini diungkapkan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang menekankan pentingnya menggali potensi zakat profesi secara optimal.

    “Ini potensi zakat profesi kita luar biasa, hampir Rp10 miliar setiap tahun bisa terkumpul dari kalangan PNS dan PPPK,” terangnya, Selasa (30/9/2025).

    Meski memiliki nilai potensi yang besar, Indah mengakui bahwa realisasi zakat profesi di Lumajang hingga saat ini baru menyentuh sekitar separuhnya. Kondisi ini menunjukkan masih ada ruang besar untuk meningkatkan manfaat zakat bagi masyarakat.

    “Kenyataannya ini realisasi baru sekitar separuhnya (zakat profesi, Red). Artinya, masih banyak manfaat yang bisa diperluas untuk kesejahteraan warga,” tambah Indah.

    Ia menegaskan bahwa optimalisasi zakat profesi tidak hanya terkait kewajiban agama, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen nyata dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemkab Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong pengelolaan zakat profesi secara lebih baik, transparan, dan tepat sasaran.

    Penggunaan zakat profesi, menurut Indah, dapat diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial bagi keluarga kurang mampu. Dengan demikian, zakat profesi mampu menjadi penggerak solidaritas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

    “Kalau potensi ini benar-benar tergali dampaknya akan sangat terasa. Zakat profesi bukan hanya soal membayar kewajiban, tetapi tentang memperkuat solidaritas dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Indah. [has/beq]

  • Bupati Lumajang: Ada Kaitan Tingginya Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        25 September 2025

    Bupati Lumajang: Ada Kaitan Tingginya Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini Surabaya 25 September 2025

    Bupati Lumajang: Ada Kaitan Tingginya Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, tingginya anak putus sekolah punya keterkaitan dengan tingginya angka pernikahan dini di Lumajang.
    Pasalnya, Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang memaparkan, 1.739 anak putus sekolah selama tahun ajaran 2023/2024.
    Sebanyak 392 diantaranya berhenti di jenjang sekolah dasar (SD). Sedangkan sisanya sekitar 1.347 putus sekolah saat menempuh jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP).
    Mirisnya, data diatas berbanding lurus dengan data permohonan dispensasi nikah yang dimiliki Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang.
    Secara statistik, jumlah perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang memang menunjukkan tren penurunan setiap tahun.
    Pada 2022, perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama mencapai 856 perkara.
    Pada 2023 ada 825 perkara dan pada 2024 ada 682 perkara.
    Tahun 2023 hingga 2024 dimana data angkat putus sekolah mencapai 1.739, perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama mencapai 1.507.
    Indah mengakui, terdapat keterkaitan antara angka putus sekolah dan pernikahan dini di Lumajang.
    Meskipun, ia tidak bisa memastikan sepenuhnya apakah semua anak yang putus sekolah akan mengajukan izin dispensasi menikah.
    “Sepertinya ada korelasi antara pernikahan dini dan putus sekolah karena kalau dilihat angkanya hampir sama meskipun tidak semuanya,” kata Indah di Lumajang, Kamis (25/9/2025).
    Indah menyayangkan, banyak anak di Lumajang yang memilih melakukan pernikahan dini.
    Pasalnya, kata Indah, pernikahan dini mengakibatkan banyak hal negatif.
    Salah satunya, akan melahirkan anak dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kurang.
    “Soal pernikahan dini, ini juga lagi jadi perhatian kita karena pernikahan dini ini imbasnya banyak termasuk akan melahirkan kualitas sdm yang kurang hingga stunting,” jelasnya.
    Indah mengimbau, anak-anak tetap menjaga semangat bersekolah demi masa depan yang lebih baik.
    Anak-anak yang masih belum cukup umur, diminta untuk bersabar menunggu usianya siap menikah.
    Di sisi lain, Indah juga meminta para orang tua untuk selalu mendukung anak-anaknya tetap belajar.
    Menurutnya, lingkungan tempat anak-anak tumbuh dewasa berperan penting bagaimana ia akan berkembang.
    “Sabar dulu tunggu sampai cukup umur, tapi yang penting keluarga harus tetap menyemangati anak-anak untuk tetap sekolah,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.