Tag: Ika Puspitasari

  • Pemkot Mojokerto dan Bapas Surabaya Jalin Kerja Sama Penerapan Pidana Kerja Sosial bagi Anak

    Pemkot Mojokerto dan Bapas Surabaya Jalin Kerja Sama Penerapan Pidana Kerja Sosial bagi Anak

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya menandatangani Nota Kesepakatan terkait pelaksanaan pidana kerja sosial dan pidana pelayanan masyarakat bagi anak. Langkah ini sebagai langkah awal menyongsong pemberlakuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan upaya membangun sistem peradilan yang lebih manusiawi dan berkeadilan sosial. Menurutnya, anak yang pernah berhadapan dengan hukum harus tetap diberi kesempatan untuk kembali diterima di tengah masyarakat.

    “Pemerintah harus hadir memberikan kebijakan yang berbeda. Melalui pidana sosial, kita berupaya agar mereka tetap bisa diterima kembali di tengah masyarakat sebagai makhluk sosial,” tutur Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini di Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Selasa (11/11/2025).

    Sementara itu, Kepala Bapas Kelas I Surabaya, Sukramat mengatakan, bahwa Bapas memiliki peran dalam memberikan bimbingan dan pengawasan kepada klien pemasyarakatan, termasuk anak yang menjalani pidana sosial. Untuk itu, dukungan dari pemerintah daerah menjadi penting terutama dalam penyediaan tempat pelaksanaan program tersebut.

    “Kegiatan ini akan dilaksanakan secara nasional seiring implementasi KUHP baru. Untuk pelaksanaannya bagi anak, ketentuannya bersifat mendidik dan waktu pelaksanaannya terbatas setiap hari,” jelasnya.

    Melalui nota kesepakatan ini, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pembimbingan kemasyarakatan serta penyiapan lokasi dan sarana pendukung pelaksanaan pidana kerja sosial dan pelayanan masyarakat. Selain itu, keterlibatan masyarakat juga akan ditingkatkan agar proses pembinaan dapat berjalan efektif dan bersifat pemulihan.

    Pemkot Mojokerto dan Bapas Kelas I Surabaya berkomitmen menempatkan proses pembinaan sebagai prioritas, sehingga anak yang terlibat kasus pidana tidak kehilangan masa depan dan tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. [tin/suf]

  • Peringati Hari Kesehatan Nasional, Ning Ita Ajak Pelajar Mojokerto Jadi Remaja Hebat dan Sehat di Era Digital

    Peringati Hari Kesehatan Nasional, Ning Ita Ajak Pelajar Mojokerto Jadi Remaja Hebat dan Sehat di Era Digital

    Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar Seminar Kesehatan Remaja dan Senam Bersama bertema ‘Aku Remaja Hebat, Tubuhku Kuat, Jiwaku Sehat’.

    Dalam kegiatan tersebut Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak para pelajar untuk menjadi remaja hebat dan sehat di era digital.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Prajna Wijaya, Lantai 4 Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada,. Kegiatan diikuti ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kota Mojokerto.

    Ning Ita (sapaan akrab, red) hadir langsung dan memberikan motivasi kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah era keterbukaan informasi.

    “Salah satu misi Pemerintah Kota Mojokerto dalam Panca Cita adalah mencetak sumber daya manusia unggul dan berkualitas. SDM unggul dimulai dari pendidikan dan kesehatan yang baik, termasuk kesehatan fisik dan mental,” ungkapnya, Senin (11/11/2025).

    Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dan cerdas menggunakan teknologi digital. Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, generasi muda harus mampu memilah dan menyaring setiap informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh hal negatif.

    “Sekarang dunia ada di genggaman tangan. Cukup dengan smartphone, kalian bisa tahu apa saja. Tapi hati-hati, tidak semua informasi yang tersebar di internet itu benar,” pesannya.

    Suasana seminar semakin interaktif ketika sejumlah pelajar menyampaikan pandangan mereka tentang dampak negatif keterbukaan informasi. Mereka menyinggung isu seperti cyber bullying, kecanduan gawai, penyebaran hoaks, penipuan online, hingga gangguan kesehatan mental.

    Atas keberanian dan kepedulian para siswa tersebut, Ning Ita memberikan apresiasi dan kembali menekankan pentingnya literasi digital di kalangan remaja. Selain motivasi dari Ning Ita, para peserta juga mendapatkan materi edukatif dari sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek kesehatan remaja, baik fisik maupun mental.

    “Kalau belum yakin kebenarannya, jangan disebarkan. Jangan sampai salah satu dari kalian ikut menyebarkan hoaks. Itu bisa berdampak serius bahkan ada konsekuensi hukumnya,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HKN ke-61 yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat sekaligus membentuk generasi muda Kota Mojokerto yang kuat, cerdas, dan berkarakter di era digital. [tin/ted]

  • Wali Kota Dorong UMKM Mojokerto Naik Kelas Lewat Penguatan Branding dan Pemasaran Digital

    Wali Kota Dorong UMKM Mojokerto Naik Kelas Lewat Penguatan Branding dan Pemasaran Digital

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Menurutnya, kualitas produk saja tidak cukup, pelaku UMKM juga perlu meningkatkan kemasan, membangun branding, serta memanfaatkan strategi pemasaran digital secara kreatif.

    Hal tersebut disampaikan Ning Ita (sapaan akrab, red) saat meninjau dua pelatihan sekaligus, yaitu pelatihan Branding dan Packaging serta Digital Marketing di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya. Pelatihan tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai makanan dan minuman, fashion, kerajinan, hingga alas kaki.

    “Persaingan saat ini bukan hanya di produk. Berkualitas saja tidak cukup, tapi bagaimana cara kita mengemas dan memasarkan. Produk yang bagus tapi tidak dikenal akan sulit berkembang,” ungkapnya, Rabu (5/11/2025).

    Peserta pelatihan tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibimbing praktik langsung, termasuk promosi melalui siaran langsung (live) di platform media sosial. Ning Ita menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor UMKM.

    “Era digital memberikan peluang yang sangat besar. Dengan kemasan menarik dan promosi yang tepat di media sosial, produk UMKM kita bisa dikenal lebih luas. Kami akan terus hadir memberikan pendampingan dan pelatihan agar UMKM bisa bertransformasi. Tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan kuat,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga memborong sejumlah produk UMKM sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal. Ia menambahkan bahwa Pemkot Mojokerto akan terus menggencarkan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi bagi UMKM agar semakin adaptif dan inovatif.

    Melalui penguatan kapasitas dan strategi pemasaran, Pemkot Mojokerto berharap UMKM lokal semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional. [tin/ian]

  • Wali Kota Mojokerto Gelar Dialog dengan Petani Pulorejo, Bahas Kebutuhan Sarana dan Ketahanan Pangan

    Wali Kota Mojokerto Gelar Dialog dengan Petani Pulorejo, Bahas Kebutuhan Sarana dan Ketahanan Pangan

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar dialog bersama para petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon.

    Kegiatan ini dilakukan untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi petani sekaligus mencari solusi terkait upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah setempat.

    Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan sejumlah kebutuhan sarana pertanian seperti hand traktor mini, mesin pompa air, dan sprayer. Selain itu, mereka juga menyoroti masalah pencurian buah jeruk yang terjadi di area Taman Bahari Majapahit (TBM) di Kelurahan Pulorejo.

    Menanggapi hal tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita memberikan arahan praktis serta meminta dinas terkait melakukan tindak lanjut. Salah satunya dengan memanfaatkan sprayer handsanitizer bekas pandemi Covid-19 yang dianggap masih dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian.

    “Untuk kebutuhan sprayer, bisa memanfaatkan sprayer handsanitizer yang dulu digunakan saat pandemi Covid-19. Terkait maraknya pencurian hasil panen jeruk, DKPP dapat menganggarkan pemasangan kawat berduri pada tahun depan,” ungkapnya, Rabu (5/11/2025).

    Ning Ita juga menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan lintas sektor termasuk TNI dan Polri diperlukan agar program pertanian dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

    “Masalah ketahanan pangan ini perlu dukungan semua pihak agar program-program pertanian di Kota Mojokerto berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.

    Sebagai tindak lanjut, dirinya menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk melakukan pendataan lahan pertanian produktif, sekaligus memastikan kebutuhan petani dapat diakomodasi secara tepat. Ning Ita juga berencana meninjau langsung kondisi lapangan.

    Melalui dialog ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sinergi dan langkah-langkah terpadu. [tin/ian]

  • Posyandu Era Baru di Mojokerto: Kader Jadi ‘Penyambung Lidah’ Warga ke Pemerintah

    Posyandu Era Baru di Mojokerto: Kader Jadi ‘Penyambung Lidah’ Warga ke Pemerintah

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memperkuat peran kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam penyampaian informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

    Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa pelaksanaan Posyandu 6 SPM merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor antar perangkat daerah. Menurutnya, standar pelayanan minimal dari kementerian selama ini menjadi tanggung jawab dinas-dinas terkait di jajaran Pemkot Mojokerto.

    “Dan saya bersyukur hari ini bisa bertatap muka dengan ibu-ibu semuanya, khususnya para kader, karena Posyandu 6 SPM ini sifatnya kolaborasi. Konsep Posyandu 6 SPM merupakan pengembangan dari Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mencakup pelayanan mulai dari masa kehamilan hingga lanjut usia,” ungkapnya di Kelurahan Miji, Kecamatan Magersari, Senin (3/11/2025).

    Tidak hanya berfokus pada kesehatan, Posyandu kini juga berperan dalam enam bidang pelayanan minimal: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum. Ning Ita menegaskan bahwa tanggung jawab teknis tetap berada pada masing-masing dinas.

    “Tugas-tugas bidang tadi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing dinas, tetapi di sini para kader berperan sebagai penyambung lidah masyarakat. Tugas panjenengan adalah menyampaikan apa saja yang perlu diketahui pemerintah terkait enam bidang tadi,” ujarnya.

    Ning Ita menyoroti peran penting kader dalam melaporkan kondisi sosial warga yang mendadak jatuh miskin agar segera mendapatkan intervensi dari dinas terkait.

    “Jangan sampai keluarga yang semula bukan keluarga miskin tapi tiba-tiba jatuh miskin, pendidikan anaknya terhambat. Inilah tugas kader Posyandu untuk memberikan informasi itu agar segera ditindaklanjuti. Regulasi Posyandu 6 SPM lahir untuk memastikan layanan pemerintah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

    Melalui sosialisasi ini, Ning Ita berharap para kader memahami peran strategisnya dalam mendukung Pemkot Mojokerto membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan sejahtera melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. [tin/kun]

  • Pemkot Mojokerto Perkuat Peran Posyandu, 6 SPM sebagai Ujung Tombak Pelayanan Dasar

    Pemkot Mojokerto Perkuat Peran Posyandu, 6 SPM sebagai Ujung Tombak Pelayanan Dasar

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus berkomitmen memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat. Hal ini ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di salah hotel di Kecamatan Magersari.

    Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas pemahaman lintas sektor mengenai transformasi Posyandu. Dari yang semula hanya berfokus pada dua bidang layanan, kesehatan dan pendidikan, kini Posyandu bertransformasi menjadi Posyandu 6 SPM yang lebih komprehensif.

    “Pertemuan ini diharapkan bisa memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada kita semua, agar ke depan tugas dan tanggung jawab yang bertambah dapat dijalankan dengan baik. Transformasi ini adalah bentuk nyata komitmen kita untuk mempercepat tercapainya layanan dasar bagi masyarakat,” ungkapnya, Rabu (30/10/2025).

    Ia menjelaskan bahwa perluasan fungsi Posyandu menjadi Posyandu 6 SPM merupakan amanat dari Permendagri Nomor 13, yang menegaskan integrasi layanan dasar primer di enam bidang SPM, yakni Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, dan Sosial.

    “Posyandu bukan berarti mengurusi seluruh bidang itu secara langsung, tetapi menjadi simpul integrasi yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai layanan dasar pemerintah. Kader Posyandu menjadi jembatan informasi yang sangat strategis. Capaian SPM yang belum maksimal harus kita dorong bersama. Dengan sinergi yang kuat antar OPD, saya yakin seluruh target pelayanan bisa tercapai 100 persen,” jelasnya.

    Ning Ita juga menekankan pentingnya mempercepat capaian indikator SPM di seluruh bidang. Ia berharap kegiatan koordinasi dan bimbingan teknis ini dapat memperlancar pelaksanaan program serta memastikan target pelayanan minimal di Kota Mojokerto dapat tercapai secara optimal. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari.

    Yakni tanggal 29–30 Oktober 2025 dan diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu enam bidang SPM, tim pembina Posyandu, puskesmas, camat, PKK, serta mitra Pemkot Mojokerto. Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.

    Para narasumber memberikan pemahaman teknis mengenai integrasi layanan di bidang infrastruktur dan perumahan dalam kerangka Posyandu 6 SPM. Melalui kegiatan ini, Pemkot Mojokerto berharap sinergi lintas sektor semakin solid, dan Posyandu 6 SPM dapat benar-benar menjadi pilar utama dalam mewujudkan layanan dasar yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Mojokerto. [tin/ian]

  • Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Budaya Sadar Risiko dalam Tata Kelola Pemerintahan

    Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Budaya Sadar Risiko dalam Tata Kelola Pemerintahan

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko secara menyeluruh di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Hal tersebut disampaikan saat membuka secara daring kegiatan Asistensi Manajemen Risiko yang digelar oleh Inspektorat Kota Mojokerto.

    Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan bahwa keberhasilan organisasi pemerintah tidak hanya diukur dari capaian program dan kegiatan, tetapi juga dari kemampuan dalam mengantisipasi, mengidentifikasi, serta mengelola berbagai risiko yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan pembangunan.

    “Pengembangan budaya sadar risiko merupakan kunci utama dalam memperkuat penerapan manajemen risiko di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Upaya tersebut dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni peningkatan kesadaran berbudaya sadar risiko, manajemen perubahan budaya risiko organisasi, dan penyempurnaan budaya sadar risiko organisasi,” ungkapnya, Kamis (30/10/2025).

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen pimpinan dalam mempertimbangkan risiko pada setiap pengambilan keputusan. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk nyata dari pengembangan budaya sadar risiko yang perlu disertai penyampaian informasi berkelanjutan kepada seluruh jajaran, penyediaan program pelatihan manajemen risiko.

    “Serta pengintegrasian manajemen risiko ke dalam seluruh proses bisnis organisasi. Langkah-langkah ini menjadi pijakan penting untuk memastikan bahwa budaya sadar risiko benar-benar menjadi bagian dari birokrasi Pemerintah Kota Mojokerto,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyampaikan bahwa implementasi manajemen risiko di Kota Mojokerto telah sejalan dengan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 58 Tahun 2023 tentang Pedoman Rencana Pengendalian Kecurangan (Fraud Control Plan/FCP). Regulasi tersebut mengintegrasikan pengelolaan risiko dengan manajemen risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

    “Sehingga seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan. Baik strategis, operasional, maupun teknologi informasi memiliki sistem pengendalian risiko yang menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Menutup arahannya, Ning Ita berharap kegiatan asistensi ini dapat menjadi sarana bagi seluruh perangkat daerah untuk berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi, dan menyamakan persepsi dalam membangun sistem manajemen risiko yang kokoh, efektif, dan berdaya guna.

    “Dengan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, saya yakin Pemerintah Kota Mojokerto akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan, sekaligus memperkuat pondasi pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” pungkasnya. [tin/ian]

  • Ning Ita Resmikan Gerai KKMP Gedongan Kota Mojokerto, Dorong Inovasi Layanan Cepat dan Efisien

    Ning Ita Resmikan Gerai KKMP Gedongan Kota Mojokerto, Dorong Inovasi Layanan Cepat dan Efisien

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, meresmikan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedongan, Kamis (30/10/2025). Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menekankan pentingnya inovasi pelayanan yang cepat, efektif, dan efisien agar koperasi mampu bersaing di tengah tantangan era digital.

    “Poin yang paling penting adalah bagaimana panjenengan, Pak Ketua beserta jajarannya, bisa melayani dengan jemput bola secara lebih cepat, efektif, dan efisien. Kuncinya di sana,” ujar Ning Ita.

    Ia menjelaskan, perubahan perilaku konsumen akibat perkembangan teknologi menjadi tantangan besar bagi pelaku koperasi. Masyarakat kini lebih terbiasa bertransaksi secara daring dengan proses cepat, praktis, dan sistem pembayaran fleksibel.

    “Tantangan saat ini adalah para pedagang online. Pesan cukup lewat WA, cepat mudah. Pembayaran pun begitu. Bisa cash, bisa cashless,” tambahnya.

    Ning Ita juga mendorong agar KKMP tidak hanya fokus pada penjualan komoditas sembako, tetapi mulai mengembangkan produk-produk potensial lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ia membuka peluang kerja sama lintas wilayah untuk memperluas jaringan usaha koperasi.

    “Ke depan sangat memungkinkan dikembangkan dengan komoditas lain, bekerja sama dengan KKMP dari luar Kecamatan Magersari, bahkan luar Kota Mojokerto,” katanya.

    KKMP Gedongan merupakan salah satu dari 18 KKMP di Kota Mojokerto yang menjadi bagian dari 8.000 KKMP se-Indonesia dan telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025. Program ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas ekonomi lokal. [tin/beq]

  • Pemkot Mojokerto Gelar Sarasehan Kepemudaan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97

    Pemkot Mojokerto Gelar Sarasehan Kepemudaan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97

    Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pemerintah Kota Mojokerto menyelenggarakan Sarasehan Kepemudaan di GOR Seni Majapahit pada Rabu, 29 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah SMA sederajat yang memadati ruangan dengan semangat kebangsaan yang tinggi.

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memberikan sambutan yang penuh motivasi kepada para pemuda Kota Mojokerto. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia.

    “Para tokoh pemuda zaman dulu telah menunjukkan semangat luar biasa dalam memperjuangkan persatuan bangsa. Kini tugas kita adalah melanjutkan semangat itu dengan berkarya dan berkontribusi nyata bagi kemajuan negeri,” ungkapnya.

    Dalam acara tersebut, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, tak hanya memberikan pesan kebangsaan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para peserta melalui sesi tanya jawab mengenai sejarah Sumpah Pemuda. Peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat berkesempatan mendapatkan hadiah menarik yang disediakan oleh sang Wali Kota.

    Hadir pula dalam acara ini Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Bathara Alex Bulo, yang memberikan apresiasi atas upaya Pemkot Mojokerto dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan di kalangan pelajar,” ujarnya.

    Puncak acara sarasehan ditandai dengan penyerahan hadiah untuk para pemenang Lomba Yel-Yel Kepemudaan, bagian dari rangkaian Festival Pemuda 2025. Juara pertama diraih oleh SMA Negeri 1 Mojokerto, disusul Karang Taruna Kelurahan Surodinawan di posisi kedua, dan SMK Taman Siswa yang meraih juara ketiga.

    Melalui acara ini, Pemkot Mojokerto berharap dapat memperkuat karakter generasi muda Kota Mojokerto untuk selalu menjaga persatuan, cinta tanah air, dan berperan aktif dalam pembangunan kota. Semangat Sumpah Pemuda pun kembali digaungkan dengan harapan agar para pemuda menjadi bagian penting dalam kemajuan bangsa. [tin/suf]

  • Ning Ita Ajak Pemuda Mojokerto Warisi Semangat Majapahit di Puncak Peringatan Sumpah Pemuda

    Ning Ita Ajak Pemuda Mojokerto Warisi Semangat Majapahit di Puncak Peringatan Sumpah Pemuda

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerukan agar generasi muda Kota Mojokerto meneladani semangat juang dan nasionalisme leluhur Majapahit.

    Pesan itu disampaikan dalam puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dikemas dalam Festival Pemuda Kota Mojokerto 2025, di Taman Bahari Majapahit, Selasa (28/10/2025) malam.

    Dalam acara yang berlangsung semarak tersebut, berbagai pertunjukan seni dan kreativitas anak muda ditampilkan. Mulai dari penampilan Andita Shevia, juara FLSSN Jawa Timur, hingga aksi Bantengan Arek Bodoyo dan video pendek karya pemuda yang menampilkan semangat kebangsaan di era digital. Malam festival semakin semarak ketika grup band Twentynine

    Twentynine tampil membawakan lagu-lagu penuh energi yang mengundang antusiasme pengunjung. Selain hiburan, momen kebangsaan juga dikuatkan melalui pembacaan naskah Sumpah Pemuda yang dipimpin oleh Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, dengan balutan kostum Brawija V. Suasana menjadi khidmat ketika ratusan pemuda mengucapkan ikrar bersama.

    Dalam sambutannya, Ning Ita (sapaan akrab, red) yang tampil anggun dengan busana bergaya Ratu Tribhuwana Tunggadewi menegaskan pentingnya menumbuhkan nasionalisme dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

    “Cinta pada bangsa tidak diukur dari seberapa keras kita berteriak, tetapi dari seberapa besar kontribusi yang kita berikan bagi negeri,” ungkapnya.

    Ning Ita juga menegaskan bahwa darah perjuangan Majapahit mengalir dalam diri masyarakat Mojokerto, terutama generasi mudanya. Festival Pemuda Kota Mojokerto 2025 menjadi simbol kebangkitan semangat anak muda di era modern.

    Melalui kolaborasi dan kreativitas, mereka diharapkan mampu menjaga persatuan serta mengharumkan kembali nama Bumi Majapahit di kancah nasional. [tin/ian]