Tag: Ika Puspitasari

  • Langgar Perda dan Picu Kerugian PAD, Pemkot Mojokerto Mulai Tertibkan Kabel Fiber Optik

    Langgar Perda dan Picu Kerugian PAD, Pemkot Mojokerto Mulai Tertibkan Kabel Fiber Optik

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto resmi memulai langkah tegas menertibkan jaringan kabel serat optik (fiber optik) yang tersebar di seluruh wilayah kota karena maraknya pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015. Penertiban ini dilakukan untuk mengimplementasikan tata ruang yang aman dan mengatasi hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat operator yang tidak berizin.

    Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 4 Tahun 2015 tersebut mengatur secara ketat tata ruang, perizinan, pemanfaatan, hingga pengawasan jaringan telekomunikasi. Perda mewajibkan setiap pemasangan kabel dilakukan secara efektif, efisien, aman, serta sesuai dengan kaidah tata ruang kota. Penyelenggara telekomunikasi juga diwajibkan mengantongi izin resmi dan memenuhi standar teknis.

    Namun, kondisi di lapangan menunjukkan banyak operator telekomunikasi memasang kabel tanpa izin resmi dan tidak memenuhi kewajiban administrasi yang diatur. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan penertiban ini dilakukan karena adanya pelanggaran nyata terhadap aturan daerah.

    “Banyak penyelenggara telekomunikasi tidak memenuhi kewajiban sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2015, termasuk tidak membayar sewa pemanfaatan ruang milik jalan. Selain menyalahi regulasi, kondisi ini menyebabkan hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya diterima kota,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025).

    Ning Ita—sapaan akrab Wali Kota—menambahkan bahwa kondisi tersebut menjadi ironi. Sebab, pemerintah pusat melalui Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) justru menekankan pentingnya penguatan desentralisasi fiskal dan optimalisasi penerimaan daerah.

    “Ini menjadi anomali. Di satu sisi pemerintah pusat mendorong daerah memperkuat pendapatan melalui optimalisasi aset, tetapi di sisi lain masih ada operator yang menggunakan ruang milik jalan tanpa izin dan tanpa kontribusi kepada daerah. Penertiban ini memiliki dasar hukum yang kuat,” katanya.

    Penertiban ini mencakup kewenangan Wali Kota dalam melakukan pengawasan dan pengendalian, serta penerapan sanksi administratif hingga pidana bagi pelanggar. Sanksi yang dapat dikenakan mencakup teguran, penghentian kegiatan, pencabutan izin, denda administratif, hingga pembongkaran kabel ilegal.

    Wali Kota juga meminta dukungan dan pengertian warga terhadap proses yang berlangsung.

    “Terutama jika terjadi gangguan jaringan internet dalam waktu dekat. Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif mendukung penertiban ini. Bila ada gangguan internet dalam beberapa waktu ke depan, ini semata bagian dari proses penertiban,” jelasnya.

    Penertiban akan dilaksanakan secara bertahap oleh tim pengawasan kabel serat optik sesuai amanat Perda, serta dilakukan lewat koordinasi bersama seluruh penyelenggara telekomunikasi. Langkah ini bertujuan menciptakan tata ruang kota yang lebih rapi, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi daerah maupun masyarakat. [tin/beq]

  • Pemkot Mojokerto Gelar Upacara HUT Korpri, PGRI, dan Hari Guru Nasional 2025

    Pemkot Mojokerto Gelar Upacara HUT Korpri, PGRI, dan Hari Guru Nasional 2025

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korpri, HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 di Lapangan Sasana Praja Abhipraya, Balai Kota Mojokerto. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bertindak sebagai inspektur upacara.

    Dalam amanatnya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa tema besar pada tiga peringatan tersebut mencerminkan tekad kuat untuk membangun masa depan bangsa melalui kolaborasi, profesionalisme ASN, serta kualitas pendidikan yang unggul. Ia menyebut Korpri selama ini telah menunjukkan peran penting dalam pelayanan publik, menjaga persatuan, dan meningkatkan kinerja birokrasi.

    “ASN dituntut bukan hanya bekerja secara berintegritas dan profesional, tetapi juga menjadi teladan dalam moralitas, disiplin, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (29/11/2025).

    Ia mengajak seluruh anggota Korpri memperkuat komitmen sebagai pelayan publik yang responsif dan inovatif, mendukung transformasi digital pemerintahan, menjaga netralitas politik, serta mengutamakan kepentingan masyarakat. Dengan ASN yang solid dan melayani, lanjutnya. Indonesia akan maju bukan hanya sekadar cita-cita, tetapi menjadi kepastian.

    Pada kesempatan yang sama, Ning Ita juga menyampaikan penghargaan bagi para guru dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional. Menurutnya, guru tidak sekadar mencerdaskan, tetapi membentuk karakter dan menginspirasi peserta didik. Ia mengingatkan bahwa di era digital, tantangan profesi guru semakin berat, terutama di tengah kondisi sosial yang kian hedonis dan materialistis.

    “Guru dihadapkan pada tantangan kehidupan di mana penghargaan manusia sering diukur dari kepemilikan dan kesenangan material. Melalui tiga moment ini, mari bersatu, bergerak, dan berkarya demi Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan. Sekaligus berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

    Peringatan HUT ke-54 Korpri tahun ini juga dirangkai berbagai kegiatan, antara lain ziarah makam pahlawan, seminar kesehatan remaja, apel dan senam bersama, pemberian bantuan bagi balita stunting, bantuan sosial, pagelaran wayang kulit, Mojohakordia Run, donor darah, lomba tepok bulu, hingga program Korpri Peduli Lansia di Rumah Peduli Lansia Tribuana Tungga Dewi.

    Rangkaian acara mencapai puncaknya pada gelaran upacara hari ini yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi tukang becak, juru parkir, dan para penyapu jalan. Seluruh rangkaian akan ditutup dengan refleksi akhir tahun berupa zikir akbar bersama Gus Iqdam pada 5 Desember 2025. [tin/ian]

  • Kota Mojokerto Raih Swasti Saba Wiwerda 9 Tatanan dan STBM Paripurna 2025

    Kota Mojokerto Raih Swasti Saba Wiwerda 9 Tatanan dan STBM Paripurna 2025

    Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kota ini resmi meraih predikat Swasti Saba Wiwerda 9 tatanan serta STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Paripurna dalam ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan STBM Award Tahun 2025.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang mengikuti secara daring acara yang digelar di Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama

    “Alhamdulillah, artinya komitmen dan upaya kolektif yang kita lakukan selama ini antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi semua warga terbukti membawa hasil. Kota Mojokerto terus bergerak naik kelas dalam menciptakan kota yang lebih sehat, tertata, dan berkelanjutan,” ungkapnya, Jumat (28/11/2025).

    Perjalanan panjang Kota Mojokerto dalam program Kota Sehat menunjukkan perkembangan signifikan. Tahun 2017 kota ini meraih Swasti Saba Padapa 2 tatanan, kemudian naik menjadi Swasti Saba Wiwerda 6 tatanan pada 2019. Peningkatan terus berlanjut pada 2023 dengan diraihnya Swasti Saba Padapa 9 tatanan, dan tahun ini kembali naik kelas menjadi Swasti Saba Wiwerda 9 tatanan.

    Capaian serupa juga terjadi pada bidang sanitasi. Kota Mojokerto sebelumnya mendapat penghargaan STBM kategori percepatan ODF pada 2020, kemudian STBM Berkelanjutan sebagai kota terbaik nomor dua nasional pada 2021 dalam kategori Enabling Environment. Pada 2024, kota ini meraih STBM Kategori Madya, sebelum akhirnya berhasil mencapai predikat tertinggi, yakni STBM Paripurna pada tahun ini.

    “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah, forum kota sehat, kader kelurahan, hingga masyarakat yang aktif menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi membawa manfaat langsung bagi warga melalui kualitas lingkungan yang semakin baik,” katanya.

    Dengan kondisi kota yang semakin bersih dan sehat, Pemkot Mojokerto berharap hal ini dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing, serta berkontribusi pada terwujudnya Indonesia Emas 2045. [tin/ian]

  • Antisipasi Banjir dan Kebakaran, Wali Kota Mojokerto Resmikan Tim Siaga Bencana

    Antisipasi Banjir dan Kebakaran, Wali Kota Mojokerto Resmikan Tim Siaga Bencana

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meresmikan Tim Siaga Bencana Kelurahan Prajurit Kulon. Peresmian ini dirangkai dengan sosialisasi kebencanaan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, terutama banjir dan kebakaran.

    Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menyampaikan bahwa kondisi geografis Kota Mojokerto membuat wilayah ini memiliki tingkat kerawanan yang perlu diantisipasi. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi musim penghujan, mengingat potensi pohon tumbang maupun banjir masih bisa terjadi.

    “Harus tetap waspada di tengah cuaca yang musim penghujan belum pada masa puncaknya, maka pohon-pohon yang sudah kategori tua dan potensi terjadi tumbang harus menjadi kewaspadaan kita semuanya. Kota Mojokerto berada di topografi rendah dengan ketinggian rata-rata 22 meter dan kemiringan lahan 0–3 persen,” ungkapnya, Kamis (27/11/2025).

    Posisi tersebut membuat wilayah Kota Mojokerto menjadi tempat berkumpulnya air ketika hujan deras terjadi secara berkepanjangan. Kondisi tersebut, lanjutnya, diperparah dengan keberadaan tujuh aliran sungai besar yang mengitari Kota Mojokerto. Yakni Sungai Brantas, Brangkal, Sadar, Cemporat, Ngrayung, Watu Dakon, serta Ngotok/Pulo.

    Selain risiko banjir, Ning Ita juga menyoroti ancaman kebakaran yang meningkat seiring padatnya permukiman penduduk. Sekitar 57 persen wilayah Kota Mojokerto merupakan kawasan permukiman sehingga penyebaran api dapat terjadi dengan cepat apabila insiden kebakaran muncul.

    Melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana di Prajurit Kulon, Pemkot Mojokerto menargetkan masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam penanganan bencana. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar masyarakat memiliki langkah cepat, sistematis, dan terukur saat bencana terjadi.

    “Masyarakat jangan hanya sebagai objek tapi sudah harus menjadi subjek, yang artinya harus sudah sadar bagaimana menjadi masyarakat yang tangguh terhadap bencana, bagaimana mendeteksi potensi bencana, bagaimana kalau bencana terjadi langkah pertama yang harus dilakukan,” tegasnya.

    Prajurit Kulon merupakan kelurahan ketiga yang ditetapkan sebagai Kelurahan Siaga Bencana, setelah Gunung Gedangan dan Surodinawan. Ning Ita menargetkan seluruh kelurahan di Kota Mojokerto memiliki tim siaga bencana serupa demi memperkuat kesiapan di tingkat wilayah.

    Pada kesempatan itu, Ning Ita juga menekankan pentingnya koordinasi tiga pilar kelurahan serta pelatihan berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menutup sambutannya dengan mengingatkan potensi ancaman khusus di Prajurit Kulon yang berada dekat tanggul sungai dan memiliki kepadatan penduduk tinggi.

    “Ini adalah kampung yang sangat padat penduduk dan di sebelahnya tanggul sungai, jangan sampai banjir atau tanggul jebol terjadi, tapi kita harus sadar potensi ancaman itu,” pungkasnya. [tin/kun]

  • Rifa Nur Diana Menang Hadiah Umrah di Mojo Shop Fiesta 2025, Padmo Yatmoko Dapat Motor

    Rifa Nur Diana Menang Hadiah Umrah di Mojo Shop Fiesta 2025, Padmo Yatmoko Dapat Motor

    Mojokerto (beritajatim.com) – Mojo Shop Fiesta (MSF) 2025, event belanja tahunan kebanggaan Kota Mojokerto, resmi berakhir dengan menetapkan Rifa Nur Diana sebagai pemenang utama yang berhak membawa pulang hadiah umrah. Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, di Rumah Rakyat Kota Mojokerto.

    Selain hadiah utama berupa paket umrah, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita juga menyerahkan satu unit sepeda motor kepada pemenang lainnya, Padmo Yatmoko. Penyerahan dilakukan bersama Kepala Bank Jatim Mojokerto dan Kepala Diskopukmperindag.

    “Ini adalah rezeki bagi panjenengan. Dari ribuan peserta, panjenengan berdua adalah yang ditakdirkan mendapatkan hadiah ini. Selamat, semoga berkah,” ungkapnya, Kamis (27/11/2025).

    Rifa Nur Diana mengaku tak pernah menyangka bisa menjadi pemenang utama dalam ajang belanja yang diselenggarakan Pemerintah Kota Mojokerto tersebut.

    “Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali. Otomatis nggak mengira karena dengan belanja kebutuhan sehari-hari bisa mendapatkan hadiah luar biasa, bersyukur banget,” katanya.

    Ia menuturkan, awalnya tidak berharap banyak karena nominal belanjanya tidak terlalu besar. Pengalaman ini mendorong Rifa untuk mengajak lebih banyak orang berpartisipasi dalam MSF tahun depan.

    “Saya akan menularkan kepada teman-teman untuk ikut event seperti ini lagi, mudah-mudahan dapat rezeki seperti saya. MSF sangat bagus, toko-toko jadi lebih laris dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan. Harapannya lebih banyak toko yang ikut,” ujarnya.

    Sementara pemenang sepeda motor, Padmo Yatmoko, juga kaget usai mengetahui dirinya menang. “Alhamdulillah dapat hadiah sepeda motor, tidak pernah terpikir. Ini benar-benar kejutan. Pas ngisi ya bismillah semoga dapat tapi karena ngisi bulan Juli dan baru sekarang dapat, sempat lupa,” tuturnya.

    Ia menilai MSF sebagai program yang layak diteruskan karena persyaratannya mudah, tidak merugikan konsumen, dan hadiah benar-benar nyata.

    MSF 2025 berlangsung sepanjang Juni–September dengan melibatkan 843 tenant partner, termasuk Superindo tempat Rifa berbelanja dan Toko Aurora tempat Padmo mengisi kupon. Tahun ini, MSF mencatat omset hingga Rp1,8 miliar dengan lebih dari 1.300 pelanggan terdaftar.

    Total peredaran kupon mencapai lebih dari 10.000 lembar, menegaskan MSF sebagai program penggerak ekonomi lokal yang efektif bagi pelaku usaha maupun masyarakat. [tin/beq]

  • Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Pemkot Mojokerto Gelar Mojo Harkodia Run 2025

    Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Pemkot Mojokerto Gelar Mojo Harkodia Run 2025

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Inspektorat kembali menggelar Mojo Harkodia Run sebagai bagian dari peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia). Kegiatan lari bertema semangat antikorupsi ini berlangsung meriah di Taman Bahari Majapahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon.

    Ribuan pelari menempuh jarak 5 kilometer dengan rute start dari Parkir Selatan TBM, kemudian melewati Jalan Ir. Soekarno – Jalan Prapanca – Jalan Brawijaya – Jalan Mojopahit – Alun-alun Wira Raja – kembali ke Jalan Mojopahit – Jalan Yos Sudarso – Jalan Prapanca – Jalan Ir. Soekarno, sebelum akhirnya kembali finis di Parkir Selatan.

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang melepas para peserta dan turut langsung menjadi peserta menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas antusiasme masyarakat. Ia menyebut bahwa kegiatan Mojo Run atau fun run di Kota Mojokerto terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

    “Alhamdulillah, semoga semuanya sehat dan siap untuk berlari pagi ini. Kegiatan ini kita gelar untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Kota Mojokerto secara berturut-turut telah menyelenggarakan kegiatan Mojo Run, dan di tahun 2025 ini sudah empat kali dilaksanakan. Pesertanya selalu tembus di atas 1.000 orang,” ungkapnya, Minggu (23/11/2025).

    Hal tersebut, lanjut Ning Ita, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Mojokerto memiliki semangat hidup sehat. Ning Ita mengajak seluruh peserta untuk menjaga kesehatan dan menjalankan lomba dengan sportivitas. Pemerintah daerah mengapresiasi partisipasi tersebut karena sejalan dengan upaya Pemkot Mojokerto untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif.

    “Momentum lari bersama ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai integritas. Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan Mojo Harkodia Run 2025 secara resmi dimulai,” ucapnya sebelum melakukan hitungan mundur dan melepas para pelari.

    Ribuan peserta yang memenuhi area TBM tampak antusias mengikuti ajang lari ini, sekaligus memeriahkan kampanye antikorupsi yang dikemas secara sehat, positif dan menyenangkan oleh Pemkot Mojokerto. Mojohakordia Run hari ini menjadi bagian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, HUT ke-54 Korpri, sekaligus rangkaian penutup Mojo Festival 2025.

    Meski Mojo Festival 2025 telah berakhir, event-event seru masih akan berlanjut untuk memperingati HUT ke-54 Korpri di Kota Mojokerto. Antara lain donor darah, lomba tepuk bulu tangkis, Korpri Peduli Lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, serta refleksi akhir tahun melalui pengajian bersama Gus Iqdam. [tin/suf]

  • Tampilkan Kreativitas Perajin Lokal, Pemkot Mojokerto Kembali Gelar Mojo Batik Festival 2025

    Tampilkan Kreativitas Perajin Lokal, Pemkot Mojokerto Kembali Gelar Mojo Batik Festival 2025

    Mojokerto (beritajatim.com) — Mojo Batik Festival 2025 kembali menghadirkan kemeriahan dan menjadi magnet budaya bagi ribuan pengunjung. Memasuki tahun ke-9 pelaksanaannya, festival batik terbesar di Kota Mojokerto ini sukses menampilkan kreativitas para perajin lokal dan desainer dari berbagai daerah, Sabtu (22/11/2025).

    Mojo Batik Festival 2025 digelar di Ampiteater Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kecamatan Prajurit Kulon ini mengusung tema ‘Canting Bahari Mojopahit’. Festival tahun ini menampilkan parade batik Kota Mojokerto yang dikemas dalam sebuah fashion show kolaboratif bersama duta wisata dari 23 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

    Kemeriahan kian lengkap dengan penampilan Donnie Sibarani, mantan vokalis Ada Band yang berhasil menghidupkan suasana malam. Dalam kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan pemenang Mojo Shop Fiesta 2025, UMK berprestasi, serta Kepala OPD favorit dalam lomba foto batik.

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa Mojo Batik Festival tidak hanya menjadi ajang unjuk karya tetapi juga simbol identitas daerah. “Melalui Mojo Batik Festival ini kita ingin meneguhkan kembali Mojokerto adalah kota budaya, kota kreatif, dan sekaligus kota yang memiliki karakter dalam pelestarian warisan leluhur,” ungkapnya.

    Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menyampaikan bahwa batik Kota Mojokerto bukan sekadar industri, melainkan warisan bernilai tinggi. Menurutnya, keindahan motif serta kedalaman makna di setiap helai batik adalah bukti bahwa kreativitas masyarakat mampu tumbuh menjadi kekuatan nyata bagi daerah.

    “Maka izinkan malam hari ini saya menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada 30 pengrajin batik Kota Mojokerto. Batik Kota Mojokerto memiliki akar sejarah yang kuat dan menjadi representasi identitas serta filosofi kehidupan masyarakat setempat,” katanya.

    Warisan budaya ini juga tak lepas dari jejak panjang sejarah Majapahit yang melekat dalam berbagai motif batik lokal. Ning Ita turut menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam melanjutkan kejayaan batik Mojokerto. Menurutnya, masa depan batik ada di tangan para pemuda yang mampu mencipta, berinovasi, dan membawa batik lokal ke level yang lebih tinggi.

    “Kami ingin memastikan batik bukan hanya lestari tetapi juga mampu menghidupi para pengrajin batik, sekaligus menjadi sumber kemandirian ekonomi dan kebanggaan bagi masyarakat. Semoga festival ini bisa memberikan manfaat seluas-luasnya untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan membawa nama Kota Mojokerto semakin harum,” pungkasnya. [tin/suf]

  • Pagelaran Wayang Kulit Tandai Pembukaan Mojo Fest 2025 di TBM Mojokerto

    Pagelaran Wayang Kulit Tandai Pembukaan Mojo Fest 2025 di TBM Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pembukaan Mojo Fest 2025 di Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (20/11/2025) berlangsung meriah. Ribuan warga tampak memadati area festival untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut.

    Pagelaran wayang menghadirkan dalang Ki Raden Akbar Syahalam, dengan bintang tamu Proborini dan Andik TB CS yang memeriahkan pementasan lakon Pendowo Syukur. Penyerahan wayang Kuntodewo dari Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari kepada dalang menjadi simbol resmi dibukanya pertunjukan.

    “Malam ini kita akan menikmati pagelaran wayang sampai dengan dini hari nanti dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia sekaligus hari ulang tahun Korpri ke-54 dan pembukaan Mojo Fest 2025,” ujar Ning Ita (sapaan akrab, red).

    Mojo Fest 2025 akan berlangsung hingga 23 November dengan berbagai agenda seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Diantaranya Lomba Fashion Batik, Mojo Art Exhibition, Mojo Kuliner, Pemilihan Duta Batik dan Duta Koperasi, serta pengundian Mojo Shop Fiesta 2025. Festival juga akan ditutup dengan Mojo Hakordia Run dan Lomba Tari Kreasi.

    “Selain wayang kulit pada malam hari ini, juga akan ada lomba fashion batik yang diikuti para desainer dari berbagai daerah di Indonesia, namun tetap menampilkan karya batik para pengrajin Kota Mojokerto. Rangkaian kegiatan ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal,” katanya.

    Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini berharap melalui kegiatan tersebut dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus melestarikan warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat, yaitu wayang dan batik. Harapannya masyarakat Kota Mojokerto semakin cinta dengan budaya leluhur.

    Selain Mojo Fest, rangkaian HUT Korpri ke-54 tahun ini turut dimeriahkan dengan berbagai lomba, seminar, senam pagi, bakti sosial, ziarah makam pahlawan, hingga refleksi akhir tahun. [tin/aje]

  • Pemkot Mojokerto Dorong Kreator Muda Lewat Pelatihan Animasi 20 Hari

    Pemkot Mojokerto Dorong Kreator Muda Lewat Pelatihan Animasi 20 Hari

    Mojokerto (beritajatim.com) – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam memperkuat ekonomi kreatif kembali terlihat lewat penyelenggaraan pelatihan animasi yang resmi dimulai di PLUT Maja Citra Kinarya. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari hadir langsung untuk meninjau jalannya kegiatan yang diikuti 15 peserta tersebut.

    Pelatihan ini berlangsung selama 20 hari dan menggandeng tenaga profesional dari Mocca Studio Malang sebagai mentor utama. Kehadiran pelatih berpengalaman diharapkan mampu mendorong peserta untuk menghasilkan karya animasi yang berkualitas dan berdaya saing.

    Dalam kunjungannya, Ning Ita (sapaan akrab, red) menekankan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor penting yang terus didorong pemerintah daerah, terutama sebagai penopang pengembangan pariwisata kota. Ia menyebutkan bahwa ekosistem kreatif tidak hanya memerlukan fasilitas, tetapi juga komunitas yang solid.

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau pelatihan animasi di PLUT Maja Citra Kinarya. [Foto : ist]“Fasilitasi yang kami berikan setiap tahun diharapkan bisa menumbuhkan minat anak-anak muda kita terhadap berbagai subsektor ekonomi kreatif. Kami ingin semangat kreativitas tumbuh kuat di Kota Mojokerto,” ungkapnya, Kamis (20/11/2025).

    Ning Ita juga menyoroti keberadaan Creative Hub yang kini sedang dikembangkan sebagai ruang kolaborasi bagi para pelaku kreatif. Menurutnya, subsektor animasi merupakan bagian penting dalam penguatan identitas kota, terutama melalui konten-konten yang mengangkat nilai lokal.

    Salah satu fokus yang diharapkan dapat digarap para kreator adalah narasi sejarah Soekarno kecil atau Kusno yang tumbuh di Kota Mojokerto. Kisah tersebut kini menjadi ikon branding sejarah kota dan dinilai memiliki potensi besar untuk diperluas dalam bentuk animasi.

    “Brand sejarah Kusno ini harus bisa diaplikasikan secara masif di sektor pariwisata. Komunitas kreatif, khususnya animasi, kami ajak untuk ikut mengembangkan agar lebih dikenal secara luas,” tambahnya.

    Pemkot Mojokerto menilai pelatihan tersebut sebagai langkah nyata dalam membangun ekosistem kreatif yang tangguh dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kompetensi kreator muda, kegiatan ini diharapkan melahirkan karya yang mampu memperkaya narasi wisata Kota Mojokerto. [tin/but]

  • Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Kesadaran Gunakan Arsip Elektronik

    Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Kesadaran Gunakan Arsip Elektronik

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memacu transformasi digital melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Salah satu fokus utamanya adalah penerapan kearsipan digital menggunakan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).

    Upaya ini kembali ditegaskan dalam forum Monitoring dan Evaluasi (Monev) penerapan aplikasi Srikandi yang digelar di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa peningkatan kualitas SPBE di Kota Mojokerto setiap tahun tidak lepas dari konsistensi dalam penyelenggaraan kearsipan berbasis elektronik.

    “Saya melihat progres SPBE kita setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu komponennya adalah kita telah menyelenggarakan kearsipan berbasis elektronik,” ungkapnya, Rabu (19/11/2025).

    Dalam arahannya, Ning Ita (sapaan akrab, red) menekankan bahwa pemanfaatan kearsipan digital bukan hanya kewajiban administratif, tetapi harus diiringi kesadaran dan komitmen seluruh perangkat daerah. Yang paling penting adalah bagaimana setiap perangkat daerah memiliki kesadaran untuk mau menggunakan.

    “Karena ini berbasis teknologi. Kadang-kadang masih ada yang password-nya diserahkan ke orang lain, males milih yang gampang. Ini tidak boleh terjadi. Secara bertahap kita sudah harus melakukan pengarsipan dalam bentuk digital dan arsip dalam bentuk paper itu harus mulai berkurang,” katanya.

    Ning Ita juga meminta agar penggunaan arsip digital sejalan dengan pengurangan arsip konvensional. Menurutnya, transformasi digital tidak akan berdampak signifikan jika tumpukan arsip kertas masih mendominasi. Setiap tahun, lanjutnya, harus bisa diukur angka penurunannya.

    “Kalau SPBE kita kuatkan tapi arsip kertas masih menumpuk, artinya tidak ada dampak yang signifikan. Srikandi ini menjadi penting, bagian dari penguat kinerja kita semuanya. Arsip harus tertata dengan baik. Arsip yang aman dalam bentuk digital tentu sistem pengamanannya juga sudah ada,” tegasnya.

    Ia turut menekankan pentingnya peran aplikasi SRIKANDI dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Dengan sistem keamanan dan backup yang telah disiapkan Dinas Kominfo, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini memastikan arsip digital dapat tersimpan dengan aman.

    “Kominfo memiliki sistem untuk melakukan backup dan mengamankan arsip-arsip ini. Pemanfaatan teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi birokrasi, terutama dalam hal efisiensi dan efektivitas kerja,” pungkasnya. [tin/aje]