Tag: Ika Puspitasari

  • Jaga Hak Konsumen, Pemkot Mojokerto Gelar Tera Ulang di SPBU dan Toko Emas

    Jaga Hak Konsumen, Pemkot Mojokerto Gelar Tera Ulang di SPBU dan Toko Emas

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak-hak konsumen. Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), Pemkot Mojokerto menggelar tera ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan toko emas.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memimpin langsung kegiatan tera ulang di dua lokasi strategis, yakni di SPBU Jalan Gajah Mada Kecamatan Magersari dan Toko Emas Wahyu Redjo di Jalan Majapahit, Kecamatan Kranggan, Senin (19/5/2025). Ning Ita (sapaan akrab, red) didampingi Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya.

    Kegiatan tera ulang ini bertujuan memastikan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) yang digunakan pelaku usaha tetap akurat dan sesuai standar. Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini, pengawasan secara rutin penting dilakukan agar masyarakat sebagai konsumen tidak dirugikan.

    “Alhamdulillah, hasilnya masih aman dan tertib. Pemkot Mojokerto melalui Diskopukmperindag akan terus melakukan pengawasan UTTP secara berkala setiap tahun. Langkah ini untuk memastikan seluruh transaksi jual beli di Kota Mojokerto berlangsung adil dan transparan dan tercipta ekosistem perdagangan yang sehat, adil, dan berpihak pada konsumen,” tegasnya.

    Sebagai upaya meningkatkan layanan, mulai tahun 2025, seluruh toko emas di Kota Mojokerto tak perlu lagi keluar kota untuk melakukan tera timbangan. Layanan tera kini dapat dilakukan langsung di kantor Diskopukmperindag Kota Mojokerto secara gratis.

    “Kami sudah memiliki petugas penera khusus untuk timbangan toko emas. Jadi, para pemilik toko emas cukup datang ke kantor atau mengundang petugas kami ke lokasi. Semua layanan ini gratis,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menambahkan, kehadiran petugas penera di lingkungan Pemkot Mojokerto membuat proses tera lebih cepat, efisien, dan terjangkau bagi pelaku usaha. “Sebelumnya, banyak toko emas harus pergi ke luar kota untuk melakukan tera. Kini cukup di Mojokerto saja,” terangnya. [tin/kun]

  • Pemkot Mojokerto Teken Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja

    Pemkot Mojokerto Teken Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja

    Mojokerto (beritajatim.com) – Seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto resmi menandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja bersama Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Kegiatan ini digelar di Ubaya Training Center, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dalam rangka retreat dan penguatan sinergi tim.

    Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menegaskan bahwa dokumen yang ditandatangani memiliki makna mendalam. Ia menyebutnya sebagai bentuk komitmen moral antara pimpinan dan perangkat daerah, bukan sekadar formalitas. “Semua yang Bapak-Ibu tandatangani hari ini adalah kontrak moral antara pemberi amanah dan penerima amanah,” ungkapnya, Minggu (18/5/2025).

    Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan perjanjian dengan penuh kejujuran, integritas, dan akuntabilitas. Pakta integritas menurutnya adalah janji luhur untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan. Ning Ita menyebut tahun 2025 sebagai momentum penting pembangunan Kota Mojokerto. Visi kota yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan menjadi arah utama seluruh kebijakan.

    “Program-program yang kita kerjakan harus outcome-based. Perjanjian kinerja ini menjadi dasar evaluasi, inovasi, dan percepatan program demi kesejahteraan warga Kota Mojokerto. Sinergi seluruh elemen pemerintah, instansi vertikal, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar semua kebijakan berjalan konsisten menuju visi tersebut,” ujarnya.

    Penandatanganan ini diharapkan menjadi pondasi penguatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), mendukung reformasi birokrasi berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ning Ita juga menyoroti pentingnya pengawasan internal dan eksternal guna menjaga integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

    “Saya harap semangat ini terus menjadi pegangan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program yang berkelanjutan. Mari kita berikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Mojokerto,” pungkasnya. [tin/but]

  • Retreat dan Sinergi Tim Pemkot Mojokerto Resmi Ditutup

    Retreat dan Sinergi Tim Pemkot Mojokerto Resmi Ditutup

    Mojokerto (beritajatim.com) –Kegiatan Retreat dan Sinergi Tim Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto di Ubaya Training Center, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto resmi ditutup.

    Penutupan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pejabat Pemkot Mojokerto untuk memperkuat komitmen terhadap pelayanan publik dan membangun sinergi lintas perangkat daerah.

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyebut kegiatan tersebut sebagai ajang refleksi, konsolidasi, sekaligus aktualisasi nilai-nilai pelayanan publik. “Retreat ini merupakan sarana bagi kita semua untuk refleksi, konsolidasi, sekaligus aktualisasi nilai-nilai pelayanan publik yang perlu terus diperkuat dari waktu ke waktu,” ungkapnya, Minggu (18/4/2025).

    Ning Ita (sapaan akrab, red) juga mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan fisik, mental, hingga penguatan strategi terkait tugas pokok dan fungsi pemerintahan. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang sinkronisasi dan elaborasi program kerja antar perangkat daerah yang akan disukseskan bersama dalam lima tahun ke depan.

    Sementara ituz Komandan Korem 082/CPYJ Mojokerto, Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, dalam amanat upacara penutupan menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah awal dari langkah baru. “Penutupan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen yang lebih kuat untuk terus belajar dan berkembang. Semangat dan energi positif selama retreat harus dijaga dan ditularkan di lingkungan kerja,” tegasnya.

    Ia pun menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dalam tindakan nyata di tempat kerja masing-masing. Menurutnya, dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antar seluruh komponen Pemkot Mojokerto bisa mewujudkan Kota Mojokerto yang maju dan sejahtera.

    Retreat dan Sinergi Tim digelar selama hari mulai tanggal 15-18 Mei 2025. Selama Retreat dan Sinergi Tim, para peserta juga melakukan penyelarasan arah kebijakan program dengan visi pembangunan nasional, visi Provinsi Jawa Timur, serta visi Kota Mojokerto. Seluruhnya dituangkan dalam perjanjian kinerja utama dan perjanjian kerja direktif. [tin/ted]

  • Perkuat Sinergi, Pemkot Mojokerto Gelar Retreat dan Sinergi Tim

    Perkuat Sinergi, Pemkot Mojokerto Gelar Retreat dan Sinergi Tim

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar kegiatan Retreat dan Sinergi Tim di Ubaya Training Center (UTC), Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 15–18 Mei 2025 tersebut diikuti oleh seluruh kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Mojokerto.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi antar perangkat daerah demi mewujudkan Kota Mojokerto yang lebih maju, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan. “Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi dalam merancang langkah strategis,” ungkapnya, Kamis (15/5/2025).

    Hal tersebut dilakukan guna mewujudkan Panca Cita, cita-cita besar yang harus dicapai bersama dalam lima tahun ke depan. Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), selama empat hari pelaksanaan, para peserta tidak hanya diajak menyelaraskan persepsi, namun juga mensinergikan program kerja perangkat daerah.

    “Dalam tiga hari pertama, masing-masing perangkat daerah memaparkan program sesuai tugas dan fungsinya yang harus selaras dengan Panca Cita, Asta Cita, dan Nawa Bhakti Satya. Target SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) akan tercapai apabila ada komitmen dari seluruh perangkat daerah,” katanya.

    Oleh karena itu, lanjutnya, SAKIP akan menjadi bagian dari Perjanjian Kinerja masing-masing perangkat daerah. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga mendorong agar perangkat daerah memperkuat program lintas sektor atau cross-cutting yang bersifat kolaboratif.

    “Tanggalkan ego sektoral. Perbanyak program keroyokan agar dampaknya lebih luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Seluruh jajaran Pemerintah Kota Mojokerto diharapkan dapat kembali bertugas dengan lebih solid, harmonis, dan semangat untuk membawa Kota Mojokerto menuju masa depan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Selain pemaparan program, peserta retreat juga akan mendapatkan berbagai materi pembekalan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Jawa Timur serta Korem 082/CPYJ. [tin/aje]

  • Pemberangkatan Jemaah Haji Kota Mojokerto 2025, Wali Kota: Jembarno Dodo, Nglegakno Ati

    Pemberangkatan Jemaah Haji Kota Mojokerto 2025, Wali Kota: Jembarno Dodo, Nglegakno Ati

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemberangkatan jemaah haji asal Kota Mojokerto tahun 2025 berlangsung dengan nuansa berbeda. Untuk pertama kalinya, 129 jemaah dibagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 47 sebanyak 61 orang dan Kloter 49 sebanyak 68 orang.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak para jemaah untuk tetap menjaga kekhusyukan meski harus berangkat dalam waktu berbeda. Pesan tersebut disampaikan saat acara pelepasan jemaah haji di Pendapa Sabha Krida Tama, Balai Kota Mojokerto, Rabu (14/5/2025).

    “Tapi perbedaan kloter ini jangan sampai menjadi alasan berkecil hati. Jangan sampai mengurangi kekhusyukan dan tumakninah panjenengan dalam menjalankan ibadah haji,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

    Ia mengingatkan pentingnya berprasangka baik kepada Allah SWT dan menerima segala kondisi dengan ikhlas. Ning Ita juga menitipkan pesan agar jemaah berangkat dengan hati lapang, saling menguatkan satu sama lain.

    “InsyaAllah akan ada pertolongan selama panjenengan berada di tanah suci. Kalau memang sudah janjian, insyaAllah nanti ada jalan. Bisa bertukar tempat, bisa ijol-ijolan. Sebelum berangkat, saya titip panjenengan. Jembarno dodo, nglegakno ati. Apapun kondisinya panjenengan terami rumiyin,” pesannya.

    Tahun ini, jemaah haji asal Kota Mojokerto terdiri dari 56 laki-laki dan 73 perempuan. Mereka juga didampingi dua petugas haji daerah dan satu pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

    Adapun jemaah tertua adalah Bambang Riaman Kaboel Al Bardi (85 tahun), dan yang termuda adalah Dianisa Safithri (20 tahun). [tin/beq]

  • Pemkot Mojokerto Sosialisasikan PP 46/2025, Dorong Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa

    Pemkot Mojokerto Sosialisasikan PP 46/2025, Dorong Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 16 Tahun 2018 mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Acara ini digelar sebagai bentuk respons cepat terhadap regulasi terbaru yang dikeluarkan pemerintah pusat.

    Dalam sosialisasi yang digelar di Pendopo Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi. Langkah Pemkot Mojokerto ini sekaligus menjadi upaya konkret mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi pengadaan barang dan jasa yang inklusif, transparan, dan akuntabel.

    Kepala LKPP Hendrar Prihadi mengapresiasi tinggi terhadap komitmen Pemkot Mojokerto dalam mendukung reformasi sistem pengadaan. “Saya apresiasi kepada Wali Kota Mojokerto karena daerah ini sangat responsif terhadap inovasi dan perubahan aturan. Termasuk sosialisasi hari ini sebagai bentuk kesiapan menghadapi PP yang baru diluncurkan pada 30 April lalu,” ungkapnya, Rabu (14/5/2025).

    PP Nomor 46 Tahun 2025 membawa sejumlah perubahan penting. Diantaranya percepatan proses pengadaan, transparansi, efisiensi anggaran, keterlibatan lebih luas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta prioritas penggunaan produk dalam negeri. Menurutnya, kinerja Pemkot Mojokerto dalam pengadaan sangat menonjol.

    “Penggunaan produk dalam negeri di Kota Mojokerto tercatat selalu di atas 60 persen, keterlibatan UMKM sesuai standar nasional, dan pemanfaatan katalog elektronik juga tergolong tinggi. Mojokerto bisa menjadi leader nasional. Bahkan, bisa jadi role model. Daerah lain tinggal ATM ya, Amati, Tiru, dan Modifikasi. Silakan datang ke Mojokerto untuk belajar,” tegasnya.

    Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyatakan bahwa sosialisasi tersebut penting dilakukan tujuannya agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Mojokerto memahami arah kebijakan nasional, sekaligus memastikan proses pengadaan tetap sesuai prinsip good governance.

    “Dengan adanya sosialisasi ini, saya harap seluruh perangkat daerah mampu mengimplementasikan regulasi dengan baik, mendukung efisiensi anggaran, dan memberikan ruang lebih besar bagi pelaku UMKM lokal,” kata Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut. [tin/kun]

  • 100 Hari Kerja, Wali Kota Mojokerto Prioritaskan Peningkatan UKM Mamin

    100 Hari Kerja, Wali Kota Mojokerto Prioritaskan Peningkatan UKM Mamin

    Mojokerto (beritajatim.com)– Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya bidang makanan dan minuman (mamin). Ini dilakukan di 100 hari masa kerja periode keduanya.

    Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini, persaingan di industri kuliner semakin ketat, sehingga pelaku UKM perlu meningkatkan kapasitas. Tujuannya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk peluang pengadaan makanan dan minuman di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.

    “Untuk bisa bersaing, pelaku UKM harus memiliki sertifikasi halal, izin PIRT, dan kemasan yang menarik. Tentu rasa juga menjadi faktor utama,” ungkapnya saat meninjau Pelatihan Olahan Makanan dari Seafood di Gedung PLUT Maja Citra Kinarya, Selasa (6/5/2025).

    Pelatihan ini digelar pada 6–8 Mei 2025 dan difokuskan pada alumni program inkubasi wirausaha yang pernah difasilitasi Pemkot Mojokerto saat masa pandemi Covid-19. Kini, melalui pelatihan lanjutan, para pelaku usaha diharapkan dapat naik kelas dan memperluas pasar.

    “Kami ingin UKM mamin di Mojokerto mampu meningkatkan kualitas produk, baik dari rasa, tampilan, maupun standar kelayakan usahanya. Ini bagian dari upaya kami membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” tambahnya.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta dibimbing langsung oleh Chef Farirh Makhfud untuk mengolah aneka menu berbahan dasar seafood. Setiap hari, mereka dikenalkan pada teknik dan resep yang berbeda guna meningkatkan kreativitas dan inovasi produk kuliner mereka. [tin/kun]

  • Pemkot Mojokerto Dorong Literasi Digital untuk Siswa SD dan SMP Lewat Inovasi Perpustakaan

    Pemkot Mojokerto Dorong Literasi Digital untuk Siswa SD dan SMP Lewat Inovasi Perpustakaan

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya meningkatkan minat baca pelajar tingkat dasar dan menengah melalui pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip, Pemkot menggelar kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Inovasi Perpustakaan Sekolah dengan memperkenalkan konsep perpustakaan digital kepada petugas perpustakaan dan guru-guru.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk budaya literasi yang kuat di lingkungan sekolah. Para peserta kegiatan mendapatkan pembekalan mengenai transformasi layanan perpustakaan menuju digitalisasi.

    Langkah ini dinilai menjadi solusi relevan dalam menjawab tantangan rendahnya minat baca siswa, terutama di tengah keterbatasan waktu belajar dan dominasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.

    Konsep perpustakaan digital tidak dimaksudkan untuk menggantikan literasi konvensional, melainkan sebagai pelengkap yang menarik bagi generasi muda. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan agar anak-anak tetap dekat dengan budaya membaca di era digital.

    “Game tidak selalu berdampak negatif. Jika dimanfaatkan secara bijak, game edukatif bisa menjadi jembatan untuk menumbuhkan minat baca siswa. Di sinilah peran inovasi para guru dan pustakawan dibutuhkan,” ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Selasa (6/5/2025).

    Selain mendorong penggunaan media digital yang lebih atraktif, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran pustakawan dan guru sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan mampu berinovasi dalam pengelolaan perpustakaan sekolah agar menjadi pusat inspirasi dan edukasi.

    Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan pentingnya kolaborasi antara tenaga pendidik, pustakawan, dan pemerintah dalam menyiapkan generasi emas yang cerdas secara intelektual dan emosional. Sinergi tersebut menjadi modal utama untuk membangun SDM unggul di masa depan.

    “Di sisa waktu ini, mari kita maksimalkan peran perpustakaan. Saya ingin SDM Kota Mojokerto berpikir lebih visioner,” tegasnya.

    Langkah Pemkot Mojokerto ini merupakan bagian dari visi besar menciptakan masyarakat literat yang tangguh di era digital, sekaligus mendorong pengelola perpustakaan sekolah agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran yang efektif. [tin/suf]

  • Wali Kota Mojokerto Tegaskan Komitmen Pembangunan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

    Wali Kota Mojokerto Tegaskan Komitmen Pembangunan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, termasuk bagi penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan saat melepas rombongan studi edukasi di Pendapa Sabha Kridatama, Rumah Rakyat Kota Mojokerto.

    Rombongan studi edukasi akan berangkat ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa di Pasuruan dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra di Malang. Rombongan studi edukasi terdiri dari pengurus dan anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), perwakilan guru, dan pengelola sekolah berkebutuhan khusus.

    Dalam sambutannya, Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan bahwa, seluruh proses pembangunan di Kota Mojokerto telah mengusung perspektif gender dan inklusi. “Perspektif gender itu bukan hanya soal laki-laki dan perempuan, tapi juga mencakup kelompok disabilitas,” ungkapnya, Selasa (6/5/2025).

    Meskipun jumlah komunitasnya tidak besar, namun orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini berkomitmen menjadi pemimpin yang adil, yang tidak mengecualikan siapa pun dari sasaran pembangunan. Ning Ita berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang rekreasi.

    “Panjenengan ambil ilmu manfaatnya, lalu itu jadikan laporan. Hal-hal yang perlu kita replikasi di Kota Mojokerto sampaikan melalui DinsosP3A. Itu akan kami jadikan kebijakan jika memang belum masuk dalam skema pembangunan lima tahun ke depan,” pesannya.

    Melalui langkah tersebut, Pemkot Mojokerto menunjukkan keseriusan dalam mengintegrasikan perspektif inklusif dalam pembangunan, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan dan membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan program inklusi sosial dan pendidikan di Kota Mojokerto. [tin/kun]

  • Wujudkan Generasi Emas 2045, Pemkot Mojokerto Gelar Workshop Pembinaan Pendidikan Keluarga

    Wujudkan Generasi Emas 2045, Pemkot Mojokerto Gelar Workshop Pembinaan Pendidikan Keluarga

    Mojokerto (beritajatim.com) – Keluarga merupakan lingkungan paling berpengaruh dalam pembentukan karakter, kepribadian, dan nilai-nilai moral anak.

    Pola asuh orang tua, komunikasi dalam keluarga, serta nilai-nilai yang diajarkan sangat menentukan arah perkembangan anak, baik secara emosional, sosial, maupun intelektual.

    Menyadari pentingnya peran keluarga dalam pendidikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) bekerja sama dengan TP PKK Kota Mojokerto menggelar Workshop Pembinaan Pendidikan Keluarga pada, Senin (5/5/2025) di Aula Dinas P&K Kota Mojokerto.

    Workshop ini diikuti oleh peserta dari TP PKK tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota, dengan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur. Materi yang disampaikan fokus pada metode mendidik dan membangun karakter anak di era digital.

    Kegiatan ini selaras dengan program Pemkot Mojokerto, yaitu Sekolah Orang Tua Hebat, yang memberikan pembelajaran tentang pola pengasuhan anak (parenting) kepada para orang tua. “Ibu sebagai pengurus PKK juga berperan membina keluarga di lingkungan masing-masing dengan memberikan edukasi kepada para orang tua,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

    Lebih lanjut, Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan bahwa, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, pembinaan dan pendidikan anak harus dimulai dari keluarga. Keluarga yang baik, aman, dan nyaman merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi unggul.

    “Sekarang ibu-ibu yang hadir di sini sedang menjalani training of trainer. Saat ini menjadi murid yang menerima materi, tetapi setelah kegiatan ini, ibu-ibu diharapkan dapat menjadi pengajar atau pemateri bagi ibu-ibu lainnya. Saya berharap ilmu yang disampaikan dapat diserap dan dibagikan kembali,” katanya.

    Di akhir sambutannya, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini mengajak seluruh anggota dan pengurus PKK untuk berkomitmen bersama mencerdaskan generasi penerus bangsa dan turut menyiapkan generasi emas 2045. [tin/ted]