Tag: Ika Puspitasari

  • Bayar Sewa Rumija Rp775 Juta, Pemkot Mojokerto Buka Segel Tiang PT Tower Bersama

    Bayar Sewa Rumija Rp775 Juta, Pemkot Mojokerto Buka Segel Tiang PT Tower Bersama

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto resmi melepas segel sejumlah tiang jaringan telekomunikasi milik PT Tower Bersama pada Jumat (9/1/2026). Pelepasan segel dilakukan setelah perusahaan tersebut melunasi kewajiban sewa aset Ruang Milik Jalan (Rumija) senilai Rp775.845.000.

    Tindakan ini merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penataan Kabel Serat Optik Telekomunikasi. Sebelumnya, beberapa tiang milik PT Tower Bersama disegel karena belum memenuhi ketentuan pemanfaatan ruang publik.

    Adapun tiang yang segelnya telah dibuka berada di sejumlah titik strategis, yakni Jalan KH Wachid Hasyim, Simpang Empat Jalan Raya Ijen–Bancang, Jalan Bancang, serta Jalan Joko Tole.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi langkah PT Tower Bersama yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi daerah dengan melunasi kewajiban sewa Rumija. “Kami menyampaikan terima kasih kepada perusahaan yang taat aturan dan memenuhi kewajibannya,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).

    Kepatuhan seperti ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan kerapian kota. Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan, Pemkot Mojokerto akan terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan infrastruktur telekomunikasi agar tidak mengganggu estetika kota serta menjamin keselamatan masyarakat.

    “Pemerintah Kota Mojokerto sangat terbuka bagi pihak manapun yang ingin bekerja sama. Namun kepatuhan terhadap regulasi adalah hal yang wajib. Dengan pengelolaan kabel dan tiang telekomunikasi yang tertib, wajah kota akan tetap rapi dan nyaman,” katanya.

    Dengan pelunasan biaya sewa tersebut, PT Tower Bersama kini dapat kembali mengoperasikan jaringan telekomunikasinya sesuai ketentuan yang berlaku. Sebelumnya, Pemkot Mojokerto melalui Satpol PP juga telah membuka segel tiang milik Iforte dan PT Telkom setelah memenuhi kewajiban serupa. [tin/kun]

  • Ning Ita Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Teknologi di Educatopia Expo 2026

    Ning Ita Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Teknologi di Educatopia Expo 2026

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut generasi muda memiliki kemampuan adaptif dan fleksibel agar tidak tertinggal dalam persaingan global. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menjadi narasumber dalam Educatopia Expo 2026 yang digelar di Atrium Sunrise Mall Kota Mojokerto.

    Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan bahwa perubahan di era digital berlangsung sangat cepat dan bersifat disruptif. Ia mengibaratkan laju perkembangan teknologi seperti kedipan mata, di mana perubahan bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

    “Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat cepat. Ibaratnya kita berkedip sebentar saja, perubahan sudah terjadi. Kalau kita tidak mengikuti, maka kita akan tertinggal,” ungkap Ning Ita di hadapan para pelajar dan pengunjung expo, Jumat (9/1/2026).

    Menurut Ning Ita, tantangan tersebut sekaligus membuka peluang besar, khususnya di sektor ekonomi kreatif yang dinilai sangat relevan dengan karakter dan minat generasi muda. Pemerintah, kata dia, memandang ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tengah transformasi digital.

    “Terdapat tidak kurang dari 18 subsektor ekonomi kreatif. Itu semua bisa menjadi pilihan bagi adik-adik untuk menekuni salah satunya, sehingga memiliki peluang masuk ke dunia kerja yang semakin kompetitif,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyoroti peran artificial intelligence (AI) sebagai salah satu teknologi paling transformatif saat ini. Meski menawarkan kemudahan luar biasa, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus diimbangi dengan literasi dan pemahaman yang memadai.

    “AI ini ibarat dua bilah mata pisau. Ketika kita mampu memanfaatkannya dengan baik, itu akan sangat membantu kebutuhan kita di era disruptif. Namun jika literasi kita lemah, justru bisa menyakiti diri kita sendiri sehingga harus ada penguatan literasi digital melalui berbagai forum diskusi dan ruang edukasi,” ujarnya.

    Penguatan literasi digital tersebut, lanjut Ning Ita, penting agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif, sekaligus terhindar dari dampak negatif transformasi digital.

    Melalui Educatopia Expo 2026, Ning Ita berharap generasi muda Mojokerto semakin siap menghadapi tantangan zaman dengan kompetensi yang relevan, memiliki daya saing tinggi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

    Educatopia Expo 2026 menghadirkan berbagai narasumber lintas sektor, di antaranya Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa, akademisi, hingga praktisi industri. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat peluang pendidikan, karier, serta dinamika dunia kerja di masa depan. [tin/beq]

  • Wali Kota Mojokerto Turun Langsung ke Lapangan, Tinjau Proyek Pembangunan 2026

    Wali Kota Mojokerto Turun Langsung ke Lapangan, Tinjau Proyek Pembangunan 2026

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan kota dengan turun langsung ke lapangan. Melalui kegiatan bersepeda pagi, Ning Ita (sapaan akrab, red) meninjau sejumlah proyek pembangunan fisik sekaligus kondisi lingkungan di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon.

    Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini, kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk melihat langsung hasil pekerjaan proyek tahun 2025 sekaligus memetakan kebutuhan pembangunan yang akan dilanjutkan pada tahun 2026 dan seterusnya.

    “Waktu pengerjaan proyek fisik di tahun 2025 sangat terbatas. Karena itu, masih ada pekerjaan yang perlu dituntaskan di tahun berikutnya. Hari ini kita melihat langsung progresnya sekaligus memastikan perencanaan ke depan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya, Selasa (6/1/2026).

    Peninjauan dilakukan bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), diantaranya Kepala Dinas PUPRPERAKIM, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Kominfo, Kepala DPMPTSP, Kabag Umum, serta Camat dan Lurah setempat. Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita menekankan pentingnya peningkatan aksesibilitas antarwilayah.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau sejumlah proyek pembangunan fisik sekaligus kondisi lingkungan di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon. [Foto : ist]Khususnya jalur penghubung antara Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto. Akses yang baik dinilai krusial untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Selain itu, Pemkot Mojokerto juga memberi perhatian khusus pada penguatan sarana dan prasarana olahraga. Fasilitas olahraga di lingkungan tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pembinaan atlet lokal.

    “Banyak atlet dari Kota Mojokerto dan daerah sekitar yang memanfaatkan sarana olahraga ini. Maka fasilitasnya harus benar-benar mendukung pengembangan prestasi,” jelasnya.

    Tak hanya fokus pada pembangunan, wali kota perempuan pertama di Mojokerto itu juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan, terutama di wilayah perbatasan. Ia mengungkapkan masih ditemukannya sampah di sepanjang ruas jalan perbatasan Kota Mojokerto dengan Kabupaten Mojokerto.

    “Pengelolaan sampah di Kota Mojokerto sudah berjalan dengan baik. Namun, kesadaran masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan, masih perlu terus ditingkatkan. Diharapkan sinergi lintas wilayah dan partisipasi aktif masyarakat dapat terus diperkuat agar pembangunan Kota Mojokerto berjalan berkelanjutan, tertib, dan nyaman bagi semua,” tegasnya. [tin/but]

  • 18 Rukun Tetangga di Kota Mojokerto Raih Apresiasi Budaya RT Berseri 2025

    18 Rukun Tetangga di Kota Mojokerto Raih Apresiasi Budaya RT Berseri 2025

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menetapkan sebanyak 18 Rukun Tetangga (RT) sebagai RT Terbaik dalam Program Budaya RT Berseri (Bersih, Sehat, dan Asri) Tahun 2025.

    Penetapan tersebut berdasarkan hasil penilaian Tim Juri Tingkat Kota yang melibatkan lintas perangkat daerah.

    Ke-18 RT terbaik tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Magersari, Prajurit Kulon, dan Kranggan. Program ini menjadi upaya Pemkot Mojokerto untuk menumbuhkan budaya hidup bersih, sehat, dan asri berbasis partisipasi masyarakat di tingkat lingkungan terkecil.

    Di Kecamatan Magersari, RT terbaik antara lain Sumolepen RT 001 RW 001 Kelurahan Balongsari, Gunung Anyar RT 003 RW 006 Kelurahan Gununggedangan, Kedundung Indah RT 003 RW 003 Kelurahan Kedundung, Gedongan Barat RT 002 RW 002 Kelurahan Gedongan, Magersari RT 002 RW 002 Kelurahan Magersari, serta Perbar RT 004 RW 001 Kelurahan Wates.

    Sementara di Kecamatan Prajurit Kulon, RT terbaik meliputi Kauman Tengah RT 003 RW 002 Kelurahan Kauman, Pulo Wetan RT 003 RW 002 Kelurahan Pulorejo, Suromulang Dalam RT 030 RW 007 Kelurahan Surodinawan, Sabuk IV RT 001 RW 004 Kelurahan Prajurit Kulon, Cakarayam RT 002 RW 001 Kelurahan Mentikan, serta Trenggilis RT 003 RW 003 Kelurahan Blooto.

    Adapun di Kecamatan Kranggan, RT terbaik diraih oleh Sentanan Selatan RT 001 RW 001 Kelurahan Sentanan, Pekayon RT 003 RW 002 Kelurahan Kranggan, GPM Bypass RT 002 RW 004 Kelurahan Meri, Jagalan RT 003 RW 002 Kelurahan Jagalan, Miji Baru RT 001 RW 002 Kelurahan Miji, serta Sentanan Tengah RT 002 RW 001 Kelurahan Purwotengah.

    Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis uang pembinaan kepada 18 RT terbaik tersebut dalam kegiatan Apresiasi Budaya RT Berseri yang digelar di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto. Besaran uang pembinaan disesuaikan dengan kategori kelurahan.

    Yakni Rp15 juta untuk kelurahan kecil, Rp20 juta untuk kelurahan sedang, dan Rp25 juta untuk kelurahan besar. Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan apresiasi kepada seluruh RT yang telah berpartisipasi dan menunjukkan komitmen menjaga lingkungannya.

    “Saya mengucapkan selamat kepada 18 RT yang hari ini mendapatkan apresiasi Budaya RT Berseri Tahun 2025. Semoga apresiasi ini semakin menguatkan komitmen seluruh warga untuk terus menjaga kebersihan, kesehatan, dan keasrian lingkungan masing-masing,” ungkapnya, Selasa (23/12/2025).

    Ning Ita menegaskan, Budaya RT Berseri bukanlah sebuah lomba, melainkan upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga lingkungan.

    “Program Budaya RT Berseri merupakan program yang pertama kali saya gagas dan dilaksanakan pada tahun 2025. Saya pastikan program ini akan berkelanjutan selama saya menjabat,” tegasnya.

    Ia berharap pada tahun-tahun mendatang semakin banyak RT di Kota Mojokerto yang berpartisipasi, sehingga budaya hidup bersih, sehat, dan asri benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat.

    “Semoga dengan apresiasi yang didapatkan ini semakin menguatkan komitmen seluruh warga Kota Mojokerto untuk terus menjaga kebersihan, kesehatan, dan keasrian lingkungan RT masing-masing,” pungkasnya.

    Program Budaya RT Berseri Tahun 2025 merupakan pelaksanaan perdana yang dimulai sejak Juli 2025. Tahapannya meliputi pengisian data dukung melalui Aplikasi Gayatri, penilaian awal, verifikasi lapangan, hingga pengumuman. [tin/ted]

  • Ribuan Perempuan Padati TBM, Peringatan Hari Ibu ke-97 Jadi Aksi Nyata Cinta Keluarga dan Lingkungan

    Ribuan Perempuan Padati TBM, Peringatan Hari Ibu ke-97 Jadi Aksi Nyata Cinta Keluarga dan Lingkungan

    Mojokerto (Beritajatim.com) – Taman Bahari Mojopahit (TBM) di Kecamatan Prajurit Kulon dipadati ribuan perempuan dari berbagai elemen masyarakat dalam Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Peringatan Hari Ibu di Kota Mojokerto tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, namun dirangkai dengan aksi sosial, penguatan kesehatan, hingga kepedulian lingkungan.

    Selain itu, juga ada penyerahan santunan kepada 50 anak yatim serta bantuan simbolis paket sembako kepada tiga pengemudi ojek online perempuan, sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah daerah terhadap kelompok rentan. Kegiatan ini diikuti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Muslimat NU, hingga Relawan Dunia Eco Enzyme Jawa Timur.

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa Hari Ibu merupakan momentum refleksi atas peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam membangun peradaban. “Peradaban besar tidak pernah lahir tanpa peran seorang ibu. Dari rahim ibu lahir generasi penerus bangsa, dari tangan ibu tertanam nilai keimanan dan kepedulian, serta dari keteladanan ibu tumbuh karakter masa depan,” ungkapnya, Sabtu (20/12/2025).

    Ia menambahkan, Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 mengambil tema ‘Ibu Sehat, Keluarga Kuat’ tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Mojokerto. Menurutnya, ibu yang sehat secara fisik, mental, dan sosial akan melahirkan keluarga yang tangguh dan mandiri. Keluarga yang kuat adalah fondasi utama terwujudnya masyarakat Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    “Aksi lingkungan ini sebagai simbol bahwa peran dan kasih sayang ibu tidak hanya tertuju pada keluarga, tetapi juga pada kelestarian alam dan kehidupan. Menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari hal-hal sederhana, dari rumah, dari kesadaran, dan dari kebersamaan,” tutur Ning Ita (sapaan akrab, red).

    Usai apel, ribuan peserta mengikuti Senam Massal Kreasi Muslimat NU. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan semangat kebersamaan antar perempuan di Kota Mojokerto. Rangkaian peringatan ditutup dengan aksi penuangan 100 eco enzyme di bantaran Sungai Ngotok.

    Aksi tersebut dilanjutkan dengan penyemprotan eco enzyme di sejumlah fasilitas umum, mulai dari alun-alun hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berharap peringatan Hari Ibu ke-97 menjadi simbol cinta ibu, cinta bumi, dan cinta kehidupan demi terwujudnya Kota Mojokerto yang sehat, berkarakter, dan berkelanjutan. [tin/ian]

  • Pemkot Mojokerto Aktifkan Kembali Siskamling, Perkuat Peran Satlinmas Jelang Nataru

    Pemkot Mojokerto Aktifkan Kembali Siskamling, Perkuat Peran Satlinmas Jelang Nataru

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memperkuat upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum dengan mengoptimalkan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) melalui pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

    Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk antisipasi berbagai potensi kerawanan sosial, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa Satlinmas memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah.

    Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada anggota Satlinmas Kelurahan Prajurit Kulon. Menurutnya, Satlinmas harus mampu bersinergi dengan perangkat pemerintahan di tingkat paling bawah, yakni kelurahan, serta aparat keamanan lainnya.

    “Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab Satlinmas ini harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Mojokerto di level yang paling bawah yaitu kelurahan. Panjenengan mitranya adalah Pak Lurah, lalu juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk bersama-sama menjaga ketenteraman dan ketertiban umum,” ungkapnya di Pendapa Kelurahan Prajurit Kulon, Kamis (18/12/2025).

    Lebih lanjut, Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan bahwa Kota Mojokerto sebagai wilayah urban memiliki dinamika penduduk yang cukup tinggi. Banyaknya warga pendatang serta keberadaan rumah kos dan kontrakan menjadi faktor yang berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan sosial apabila tidak diantisipasi sejak dini.

    “Wilayah urban ini banyak didatangi orang luar daerah, maka potensi ancaman terhadap ketenteraman dan ketertiban juga besar. Di sinilah Satlinmas dibutuhkan. Siskamling harus bergerak, apalagi di sini banyak kos-kosan. Ajak bergerak bareng Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas,” ujarnya.

    Menghadapi momentum Nataru, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Ia menyoroti potensi pelanggaran norma sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas yang kerap terjadi di rumah kos maupun hotel murah.

    “Mari dilakukan. Ini ikhtiar kita menjaga daerah supaya bersih dari penyalahgunaan narkoba, pesta seks, dan lain-lain. Jenengan sebagai warga asli pasti ingin menjaga lingkungannya sendiri,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyinggung keberhasilan pelaksanaan Siskamling di Kelurahan Meri yang mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur. Kelurahan tersebut bahkan masuk lima besar terbaik dalam lomba Siskamling tingkat Provinsi Jawa Timur dan memperoleh hadiah berupa CCTV untuk mendukung pengamanan lingkungan.

    “Alhamdulillah, Siskamling di kelurahan-kelurahan berjalan baik. Kelurahan Meri masuk lima besar juara Siskamling se-Jawa Timur. Hadiahnya berupa CCTV untuk mendukung pengamanan lingkungan,” jelasnya.

    Dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah, Satlinmas, aparat keamanan, dan masyarakat, Pemkot Mojokerto optimistis mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga. [tin/ted]

  • Tekan Kenakalan Remaja, Ning Ita Wajibkan Program STAR di Seluruh Kelurahan Mojokerto

    Tekan Kenakalan Remaja, Ning Ita Wajibkan Program STAR di Seluruh Kelurahan Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus mendorong penguatan ketahanan keluarga sebagai upaya menekan angka kenakalan remaja di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui sosialisasi Program STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja) yang digelar di tiga kelurahan, yaitu Blooto Kecamatan Prajurit Kulon, Wates, dan Kedundung, Kecamatan Magersari.

    Ning Ita (sapaan akrab, red) menyampaikan bahwa Program STAR lahir dari keprihatinan atas maraknya kasus kenakalan remaja yang terjadi di lingkungan masyarakat. “Persoalan ini tidak dapat dilepaskan dari lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak. Melihat maraknya kenakalan remaja, saya membuat satu program yaitu STAR, Sekolah Orang Tua Anak Remaja,” ungkapnya, Rabu (17/12/2025).

    Menurutnya, Program STAR harus dilakukan secara masif pada tahun 2026 di seluruh kelurahan se-Kota Mojokerto. Ia menjelaskan Program STAR sebelumnya telah dijalankan sebagai proyek percontohan dan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional beberapa bulan lalu. Setelah berjalan selama satu bulan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melakukan wawancara dan pengambilan testimoni.

    “Yakni dari para remaja dan orang tua yang menjadi peserta. Hasilnya sangat signifikan. Dalam empat kali pertemuan, komunikasi orang tua dan anak menjadi jauh lebih terbuka. Sebelumnya banyak yang tidak nyambung, anak tidak terbuka, dan orang tua kesulitan berkomunikasi karena perbedaan bahasa dan sudut pandang,” jelasnya.

    Namun setelah mengikuti Program STAR hingga prosesi wisuda, lanjut Ning Ita, terjadi perubahan nyata dalam hubungan keluarga peserta. Komunikasi antara orang tua dan anak menjadi lebih hangat, terbuka, dan saling memahami. Berangkat dari keberhasilan tersebut, pada tahun 2026 seluruh kelurahan di Kota Mojokerto akan diwajibkan melaksanakan Program STAR.

    “Ini dilakukan sebagai upaya sistematis menurunkan angka kenakalan remaja. Faktor utama kenakalan remaja adalah rendahnya ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga yang rendah ini disebabkan oleh lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak remaja. Program STAR ini kami rancang untuk mengeliminasi angka kenakalan remaja dengan memperkuat ketahanan keluarga,” tegasnya.

    Melalui Program STAR, Pemkot Mojokerto memfasilitasi penguatan komunikasi dalam keluarga dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, seperti psikolog, dokter, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN). Ke depan, setelah Program STAR dilaksanakan secara masif di seluruh kelurahan, Pemkot Mojokerto berencana melakukan survei menyeluruh untuk mengukur dampak program tersebut.

    Survei akan difokuskan pada kontribusi Program STAR terhadap penurunan angka kenakalan remaja serta peningkatan ketahanan keluarga di Kota Mojokerto. [tin/kun]

  • Peringati Hari Ibu 2025, TP PKK Kota Mojokerto Dorong Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

    Peringati Hari Ibu 2025, TP PKK Kota Mojokerto Dorong Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

    Mojokerto (Beritajatim.com) – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Mojokerto menggelar peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di Pendapa Sabha Krida Tama, Rumah Rakyat.

    Kegiatan yang mengusung tema ‘Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045’ ini sebagai refleksi sekaligus penguatan komitmen terhadap peran strategis perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Ibu merupakan momentum penting untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada perempuan, khususnya para ibu, yang memiliki peran sentral sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus pilar pemberdayaan masyarakat.

    “Di tangan perempuan dan ibu-ibu hebat lahir generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu peringatan Hari Ibu harus dimaknai sebagai penguatan komitmen untuk terus memuliakan peran perempuan di segala bidang kehidupan,” ungkap Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, Rabu (27/12/2025).

    Ning Ita juga menekankan peran strategis PKK sebagai mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, kualitas anak dan remaja, pemberdayaan UMKM perempuan, program kesehatan keluarga, hingga gerakan pemanfaatan pekarangan. Menurutnya, berbagai inovasi yang diinisiasi PKK telah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    “PKK menjadi jembatan yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, sehingga program pembangunan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan riil di lapangan. Terima kasih atas dukungan PKK dalam menyukseskan program nasional pengembangan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Terima kasih kepada seluruh kader PKK dan kader posyandu yang telah aktif berkontribusi di lingkungan masing-masing,” katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Ning Ita juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk terus mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang telah disinergikan dengan seluruh OPD terkait. Ia yakin keberhasilan pembangunan daerah tidak lepas dari peran perempuan dan keluarga yang kuat, sehat, dan mandiri.

    Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Mojokerto, Lina Desriana Arisandi menekankan pentingnya memuliakan ibu melalui dukungan yang nyata, termasuk perhatian terhadap kesehatan mental perempuan. Ia menyebut peran ibu kerap dijalani dengan tanggung jawab besar yang tidak selalu terlihat.

    “Banyak perempuan menjalani hari-harinya dengan mengurus anak, menjaga rumah, bekerja, hingga menahan lelah dan luka batin. Karena itu, kesehatan mental ibu sangat penting. Ibu yang sehat dan kuat akan melahirkan keluarga yang tenang dan generasi yang lebih baik,” tuturnya.

    Ia menegaskan bahwa PKK hadir sebagai gerakan pemberdayaan keluarga yang bekerja dekat dengan masyarakat dan harus memberikan dampak nyata. Menurutnya, terwujudnya Indonesia Emas 2045 dimulai dari keluarga yang sehat, rukun, dan produktif.

    “Indonesia Emas 2045 tidak dimulai dari slogan besar, tetapi dari rumah yang aman, anak yang terasuh dengan baik, ibu yang tidak berjalan sendirian, ayah yang hadir dan bertanggung jawab, serta keluarga yang sehat dan mandiri,” tambahnya.

    Melalui peringatan Hari Ibu 2025 ini, TP PKK bersama Pemkot Mojokerto berharap semakin tumbuh kesadaran bersama bahwa perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat sebagai fondasi utama terwujudnya Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga memberikan apresiasi kepada tiga perempuan inspiratif yang telah mengabdikan diri dalam kegiatan TP PKK, yakni Nina Ulifah, Nor Afifah, dan Siti Fatimah. [tin/ted]

  • Bentengi Kampung dari Narkoba, Wali Kota Mojokerto Perkuat Peran Satlinmas

    Bentengi Kampung dari Narkoba, Wali Kota Mojokerto Perkuat Peran Satlinmas

    Mojokerto (beritajatim.com) – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Mojokerto terus diperkuat melalui sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto, jajaran TNI-Polri, serta masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, melalui penguatan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

    Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan komitmen tersebut saat memberikan amanat dalam apel Satlinmas Kelurahan Meri yang digelar di Poskamling Lingkungan GPM RT 3 RW 4, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Dalam arahannya, Ning Ita (sapaan akrab, red) menyampaikan bahwa Pemkot Mojokerto memiliki visi.

    “Pemerintah Kota Mojokerto mempunyai visi untuk menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota yang maju, berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan. Visi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini,” ungkapnya, Rabu (17/12/2025).

    Satlinmas merupakan garda pendukung keamanan lingkungan. Pencegahan narkoba, lanjutnya, harus dimulai dari lingkungan terkecil agar generasi muda Kota Mojokerto terlindungi. Ning Ita menegaskan bahwa generasi muda menjadi sasaran utama dalam upaya pencegahan narkoba, mengingat peran mereka sebagai penerus pembangunan daerah dan bangsa.

    “Generasi muda tidak boleh terjerumus narkoba. Dampaknya sangat buruk bagi kesehatan, masa depan, hingga konsekuensi hukum. Kita wajib melindungi mereka. Kepada anggota Satlinmas Kelurahan Meri, agar bisa mengenali potensi kerawanan di wilayahnya, khususnya terkait banyaknya rumah kos yang dihuni masyarakat dari luar daerah,” katanya.

    Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi celah masuknya peredaran narkoba jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Sehingga hal tersebut harus diwaspadai bersama karena dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban wilayah. Ning Ita turut menyampaikan apresiasi atas prestasi Kelurahan Meri.

    “Kelurahan Meri telah berhasil meraih peringkat lima besar dalam ajang Siskamling Terpadu tingkat Jawa Timur Tahun 2025. Saya bangga Kelurahan Meri berhasil mengharumkan nama Kota Mojokerto. Ini bukti komitmen masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungannya,” ujarnya.

    Menutup amanatnya, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memerangi narkoba demi masa depan generasi penerus.

    “Perang melawan narkoba memang tidak mudah, tetapi dengan kebersamaan dan keyakinan, kita bisa menang. Mari jaga generasi muda agar tumbuh sehat, kuat, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya. [tin/kun]

  • Wali Kota Mojokerto Lantik 1.378 Pramuka Garuda

    Wali Kota Mojokerto Lantik 1.378 Pramuka Garuda

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melantik sebanyak 1.378 Pramuka Garuda dari pasukan Siaga, Penggalang, dan Penegak. Pelantikan dilakukan dalam sebuah upacara yang digelar di Camp Ground Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (16/12/2025).

    Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Purmadi, serta Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Mojokerto Supriyadi Karima Saiful. Pelantikan Pramuka Garuda merupakan bagian dari upaya penguatan karakter generasi muda di Kota Mojokerto.

    “Gerakan Pramuka memiliki tujuan mulia dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, berjiwa patriot, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Gerakan Pramuka memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni membentuk pribadi generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berjiwa patriot, taat hukum, dan disiplin,” ungkapnya.

    Dari total peserta yang dilantik, sebanyak 790 anak merupakan Pramuka Garuda Siaga, 471 anak Pramuka Garuda Penggalang, dan 117 anak Pramuka Garuda Penegak. Ning Ita (sapaan akrab, red) menyebut capaian tersebut sebagai bukti keberhasilan pembinaan kepramukaan di Kota Mojokerto. Ia menekankan, predikat Pramuka Garuda bukan sekadar bentuk penghargaan.

    “Namun melainkan amanah besar bagi para peserta untuk menjadi teladan di tengah masyarakat. Predikat Pramuka Garuda bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menjadi teladan, baik dalam sikap, perilaku, maupun pengabdian di tengah masyarakat,” katanya.

    Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan bahwa nilai-nilai kepramukaan sejalan dengan visi pembangunan Kota Mojokerto dan Panca Cita. Khususnya Cita pertama yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing.

    “Melalui kegiatan kepramukaan, nilai-nilai kebangsaan, kepedulian sosial, ketahanan budaya, dan semangat persatuan terus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

    Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyediakan fasilitas camp ground di kawasan TBM di Kecamatan Prajurit Kulon tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kepramukaan, mulai dari tingkat gugus depan hingga kwartir cabang. [tin/suf]