Tag: Igor Kirillov

  • Filipina Terima Kasih soal Mary Jane sampai Jenderal Rusia Tewas

    Filipina Terima Kasih soal Mary Jane sampai Jenderal Rusia Tewas

    Daftar Isi

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pemulangan terpidana mati kasus narkoba Mary Jane Veloso ke Filipina sampai komandan nuklir Rusia tewas kena bom menjadi sorotan berita internasional pada Rabu (18/12).

    Berikut kilas berita internasional:

    Presiden Filipina Bongbong Terima Kasih ke RI Pulangkan Mary Jane

    Presiden Filipina Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan pihak berwenang Indonesia, karena telah memulangkan terpidana mati kasus penyelundupan narkoba Mary Jane Veloso ke Filipina.

    “Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan semua pihak yang telah memberikan bantuan demi kesejahteraan Mary Jane Veloso,” kata Bongbong dalam keterangan resminya di Instagram, Rabu (18/12).

    Mary Jane resmi dipulangkan ke Filipina usai perwakilan pemerintah RI dan Filipina meneken sejumlah dokumen perjanjian di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa malam (17/12).

    Iran Tunda Penerapan RUU Baru Wajib Hijab

    Dewan Keamanan Nasional Iran menghentikan sementara penerapan rancangan undang-undang (RUU) wajib hijab bagi perempuan di Teheran.

    Keputusan itu diumumkan pada Senin (16/12) oleh Wakil Presiden Iran untuk Urusan Parlemen Shahram Dabiri.

    “Berdasarkan diskusi yang telah berlangsung, diputuskan bahwa undang-undang ini tidak akan dirujuk ke pemerintah untuk sekarang,” kata Dabiri dalam wawancara dengan harian Ham Mihan, dikutip dari BBC.

    Amerika Serikat Bantah Terlibat Pembunuhan Jenderal Rusia

    Amerika Serikat mengatakan mereka tidak terlibat dalam pembunuhan Kepala Pasukan Pertahanan Nuklir Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov dalam sebuah operasi yang diklaim oleh Ukraina.

    “Saya dapat memberitahu Anda bahwa Amerika Serikat tidak mengetahui hal itu sebelumnya dan tidak terlibat,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, Selasa (17/12).

    Namun Miller menunjuk pada penilaian AS sebelumnya bahwa Kirillov – tokoh militer Rusia paling senior yang dibunuh sejak Moskow menginvasi Ukraina – telah memerintahkan penggunaan agen pengendali kerusuhan di medan perang yang melanggar Konvensi Senjata Kimia.

    Prabowo Bertemu Presiden Mesir di Istana Kepresidenan Al Ittihadiya

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Al Ittihadiya, Kairo, Mesir, Rabu (18/12).

    Pertemuan ini menjadi salah satu rangkaian agenda kunjungan kenegaraan Prabowo ke Mesir dalam beberapa hari ke depan.

    Prabowo turut disambut upacara kenegaraan ketika bertemu El-Sisi. Ketika tiba, Prabowo disambut langsung di serambi Istana.

    (rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Rusia Ringkus Warga Uzbekistan Dalang Pembunuhan Igor Kirillov, Pelaku Diklaim Dibiayai Ukraina – Halaman all

    Rusia Ringkus Warga Uzbekistan Dalang Pembunuhan Igor Kirillov, Pelaku Diklaim Dibiayai Ukraina – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Langkah cepat ditunjukkan oleh pemerintah Rusia dalam mengusut pembunuhan Letnan Jenderal, Igor Kirillov pada Selasa (17/12/2024).

    Kirillov, yang merupakan kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi, dan Kimia Rusia, tewas di luar gedung apartemennya pada hari Selasa bersama asistennya ketika sebuah bom yang disembunyikan di dalam sebuah unit skuter listrik meledak.

    Dalam waktu kurang lebih 24 jam setelah kejadian, Rusia pun mengklaim telah meringkus sosok yang diduga melakukan pembunuhan tersebut.

    Rusia mengatakan pada hari Rabu (18/12/2024) bahwa mereka telah menangkap seorang pria asal Uzbekistan yang mengaku telah menanam dan meledakkan sebuah bom yang menewaskan Igor Kirillov, di Moskow.

    Irina Volk, dari kementerian dalam negeri Rusia, juga mengkonfirmasi kabar penangkapan sang pelaku.

    Melalui pernyataan di platform pesan Telegram, Irina mengaku bahwa tersangka ditangkap di desa Chernoye, Balashikha, di wilayah Moskow.

    Pria asal Uzbekistan tersebut juga diklaim Rusia melakukan aksi terorisnya atas perintah dari dinas keamanan SBU Ukraina.

    Sebelum penangkapan pelaku, dinas intelijen SBU Ukraina juga telah mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

    Dalam pernyataannya, SBU Ukraina juga menuding Kirillov bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia terhadap pasukan Ukraina.

    Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki kejahatan-kejahatan serius, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa tersangka yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada mereka bahwa ia datang ke Moskow untuk melaksanakan tugas dari dinas intelijen Ukraina.

    Dalam sebuah video yang diterbitkan oleh outlet berita rusia, Baza, tersangka tampak duduk di dalam sebuah van sambil menjelaskan aksinya. .

    Jenderal Rusia Igor Kirillov Tewas Dibom, FSB Tangkap Warga Uzbekistan yang Direkrut Ukraina (Kolase Tribunnews.com)

    Dengan mengenakan mantel musim dingin, tersangka terlihat mengatakan bahwa ia datang ke Moskow atas perintah dinas intelijen Ukraina.

    Di pemberitaannya, Baza mengklaim pelaku mengaku membeli sebuah skuter listrik yang kemudian dipasangi alat peledak rakitan dari Ukraina

    Para penyelidik dari pihak Rusia mengatakan bahwa dia memasang kamera pengawas di sebuah mobil sewaan yang, menurut mereka, dipantau di kota Dnipro, Ukraina, oleh orang-orang yang mengorganisir pembunuhan tersebut.

    Tersangka, yang diperkirakan lahir pada tahun 1995, disebut mendapatkan perintah untuk meledakkan bahan peledak tersebut dari jarak jauh ketika Kirillov meninggalkan gedung. 

    Dia mengatakan bahwa Ukraina menawarkan uang sebesar $100.000 atau sekitar Rp 161 Juta kepadanya dan tempat tinggal di sebuah negara Eropa jika ia berhasil melakukan aksinya.

    Melalui penangkapan pria Uzbekistan tersebut,  para penyelidik mengaku terus mendapati informasi baru terkait pihak-pihak lain yang terlibat dalam  pembunuhan Igor Kirillov.

    Surat kabar Rusia, Kommersant, juga membenarkan kabar tersebut dan mengaku pihak penyelidik telah menangkap satu orang tersangka lainnya.

    Tersangka lain yang ditangkap tersebut merupakan hasil identifikasi pihak penyidik dari interogasi yang dilakukan oleh pelaku asal Uzbekistan tersebut.

    (Tribunnews.com/Bobby)

  • Rusia Tangkap Warga Uzbekistan Diduga Pelaku Pengebom Jenderal Kremlin

    Rusia Tangkap Warga Uzbekistan Diduga Pelaku Pengebom Jenderal Kremlin

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pihak berwenang Rusia menangkap seorang warga Uzbekistan yang diduga pelaku pengebom jenderal Kremlin, Igor Kirillov.

    Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (18/12), Komite Investigasi Rusia menyatakan seorang warga Uzbekistan telah ditangkap buntut serangan bom yang menewaskan Kirilov pada Selasa (17/12).

    Komite Investigasi merupakan pihak yang berwenang menyelidiki kejahatan besar di Rusia.

    “Seorang warga negara Uzbekistan yang lahir pada 1995 telah ditangkap karena diduga melakukan serangan,” demikian pernyataan Komite Investigasi, seperti dikutip AFP.

    Letnan Jenderal Igor Kirillov dan asistennya tewas pada Selasa pagi ketika bom yang melekat pada skuter listrik meledak di luar gedung apartemen di tenggara Moskow.

    Rusia menuding Ukraina dalang di balik serangan bom tersebut.

    “Igor Kirillov, kepala pasukan perlindungan radiasi, kimia, dan biologi angkatan bersenjata Federasi Rusia, dan asistennya terbunuh,” demikian pernyataan Komite Investigasi.

    Seorang sumber badan intelijen Ukraina SBU sempat mengonfirmasi kepada Reuters bahwa pihaknya berada di balik serangan itu.

    “Likuidasi kepala pasukan perlindungan radiasi dan kimia Federasi Rusia adalah karya SBU,” kata sumber tersebut.

    Ukraina selama ini menuduh Kirillov bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia terhadap pasukan Kyiv selama invasi Rusia berlangsung. Jaksa negara Ukraina pun menuntutnya secara in absentia atas dugaan penggunaan senjata kimia terlarang.

    Ini merupakan pembunuhan pertama terhadap pejabat militer tertinggi Rusia sejak invasi di Ukraina pecah.

    Menurut Komite Investigasi Rusia, tersangka pengeboman dijanjikan uang $100.000 dolar (sekitar Rp1,6 miliar) dan paspor Eropa untuk menjalankan plot tersebut.

    Tersangka mengaku menerima alat peledak dan datang ke Moskow untuk melakukan serangan. Alat peledak itu kemudian ia aktifkan menggunakan remote control.

    (blq/bac)

  • AS Nyatakan Tak Terlibat Pembunuhan Jenderal Rusia Igor Kirillov

    AS Nyatakan Tak Terlibat Pembunuhan Jenderal Rusia Igor Kirillov

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) menyatakan pihaknya tidak terlibat dalam pembunuhan jenderal militer Rusia, Igor Kirillov dalam ledakan bom yang mengguncang Moskow. AS menuduh sekutu Barat Ukraina sebagai ‘kaki tangan’ pembunuhan tersebut.

    “Saya dapat memberitahu Anda bahwa Amerika Serikat tidak menyadarinya sebelumnya dan tidak terlibat,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller dilansir AFP, Rabu (18/12/2024).

    Merujuk pernyataan AS sebelumnya, Miller menyampaikan Kirillov merupakan tokoh militer paling senior Rusia yang dibunuh sejak Moskow menginvasi Ukraina telah memerintahkan penggunaan agen pengendali kerusuhan di medan perang dan merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Senjata Kimia.

    “Dia adalah seorang jenderal yang terlibat dalam sejumlah kekejaman. Dia terlibat dalam penggunaan senjata kimia terhadap militer Ukraina,” kata Miller.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh sekutu Barat Ukraina sebagai “kaki tangan” pembunuhan di Moskow.

    Seorang pejabat AS, yang berbicara sebelumnya tanpa mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa AS “tidak mengetahui operasi tersebut sebelumnya dan kami tidak mendukung atau memungkinkan kegiatan semacam ini.”

    Sebelumnya, seorang jenderal senior Rusia, yang bertanggung jawab atas pasukan perlindungan nuklir negara tersebut, tewas dalam ledakan bom yang mengguncang Moskow pada Selasa (17/12) waktu setempat. Bom tersebut diduga disembunyikan di dalam sebuah skuter listrik yang diparkir di dekat lokasi ledakan.

    Komite Investigasi Rusia dalam laporan terbaru, seperti dilansir Reuters, Selasa (17/12), mengidentifikasi salah satu korban tewas sebagai Letnan Jenderal Igor Kirillov yang menjabat sebagai Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi dan Kimia Rusia.

    Satu korban tewas lainnya disebut sebagai asisten Krillov, namun identitasnya tidak disebut lebih lanjut.

    (dek/dek)

  • AS Nyatakan Tak Terlibat Pembunuhan Jenderal Rusia Igor Kirillov

    4 Fakta Bom Meledak di Moskow Tewaskan Jenderal Rusia

    3. Seorang Jenderal Tewas

    Seorang jenderal senior Rusia, yang bertanggung jawab atas pasukan perlindungan nuklir negara tersebut, tewas dalam ledakan bom yang mengguncang Moskow pada Selasa (17/12) waktu setempat. Bom tersebut diduga disembunyikan di dalam sebuah skuter listrik yang diparkir di dekat lokasi ledakan.

    Laporan awal kantor berita Rusia, TASS, menyebut ledakan yang mengguncang area Ryazansky Prospekt di Moskow itu menewaskan dua personel militer Rusia.

    Komite Investigasi Rusia dalam laporan terbaru, seperti dilansir Reuters, Selasa (17/12), mengidentifikasi salah satu korban tewas sebagai Letnan Jenderal Igor Kirillov yang menjabat sebagai Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi dan Kimia Rusia.

    Satu korban tewas lainnya disebut sebagai asisten Krillov, namun identitasnya tidak disebut lebih lanjut.

    “Igor Krillov, kepala pasukan perlindungan radiasi, kimia dan biologi pada Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, dan asistennya tewas,” sebut Komite Investigasi Rusia dalam laporannya.

    4. Ukraina Jadi Dalang

    Ukraina disebut sebagai dalang dari serangan bom yang menewaskan dua personel militer Rusia, termasuk seorang jenderal senior yang memimpin pasukan perlindungan nuklir. Pembunuhan jenderal senior Rusia itu disebut merupakan “operasi khusus” yang dilakukan dinas keamanan Ukraina, SBU.

    Komite Investigasi Rusia sebelumnya mengonfirmasi kematian Letnan Jenderal Igor Kirillov yang menjabat sebagai Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi dan Kimia Rusia, dan seorang asistennya dalam ledakan bom yang mengguncang area Ryazansky Prospekt di Moskow.

    Informasi soal keterlibatan Kyiv itu diungkap seorang sumber yang berasal dari kalangan dinas keamanan SBU itu sendiri. Pihak SBU belum memberikan pernyataan resmi terkait ledakan di Moskow tersebut.

    “Pelenyapan Letnan Jenderal Igor Kirillov, kepala pasukan pertahanan radiasi, kimia dan biologi pada Angkatan Bersenjata Rusia merupakan operasi khusus yang dilakukan oleh SBU,” sebut sumber dinas keamanan SBU itu, seperti dilansir AFP, Selasa (17/12).

    (azh/azh)

  • Amerika Serikat Bantah Terlibat Pembunuhan Jenderal Rusia

    Amerika Serikat Bantah Terlibat Pembunuhan Jenderal Rusia

    Jakarta, CNN Indonesia

    Amerika Serikat mengatakan mereka tidak terlibat dalam pembunuhan Kepala Pasukan Pertahanan Nuklir Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov dalam sebuah operasi yang diklaim oleh Ukraina.

    “Saya dapat memberitahu Anda bahwa Amerika Serikat tidak mengetahui hal itu sebelumnya dan tidak terlibat,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, Selasa (17/12).

    Namun Miller menunjuk pada penilaian AS sebelumnya bahwa Kirillov – tokoh militer Rusia paling senior yang dibunuh sejak Moskow menginvasi Ukraina – telah memerintahkan penggunaan agen pengendali kerusuhan di medan perang yang melanggar Konvensi Senjata Kimia.

    “Dia adalah seorang jenderal yang terlibat dalam sejumlah kekejaman. Dia terlibat dalam penggunaan senjata kimia terhadap militer Ukraina,” kata Miller.

    Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova menuduh sekutu-sekutu Barat Ukraina sebagai “kaki tangan” dari pembunuhan yang kurang ajar di Moskow.

    Seorang pejabat AS, yang enggak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Amerika Serikat “tidak mengetahui operasi tersebut sebelumnya dan kami tidak mendukung atau membiarkan kegiatan-kegiatan semacam ini.”

    Sebelumnya, Kepala Pasukan Pertahanan Nuklir Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov, tewas akibat ledakan bom di Moskow pada Selasa (17/12).

    Igor Kirillov dan asistennya tewas, ketika bom yang dipasang di sebuah skuter meledak saat kedua pria itu meninggalkan sebuah gedung di tenggara Moskow sekitar dini hari waktu setempat.

    Sumber dari Dinas Keamanan Ukraina telah mengeklaim bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

    Kirillov adalah pejabat militer Rusia paling senior yang tewas dalam ledakan semacam itu di Ibu Kota Moskow, sejak invasi besar-besaran Kremlin ke Ukraina sejak tiga tahun lalu.

    (tim/dmi)

    [Gambas:Video CNN]

  • Gerbang PD 3 Makin Lebar! Jenderal Rusia Tewas Dibom-AS Respons

    Gerbang PD 3 Makin Lebar! Jenderal Rusia Tewas Dibom-AS Respons

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan perang Rusia dan Ukraina makin meningkat. Selasa, seorang jenderal senior Rusia yang bertanggung jawab atas pasukan nuklir tewas dalam sebuah ledakan bom di Moskow.

    Igor Kirillov terbunuh setelah bom yang disembunyikan di skuter listrik di luar apartemennya di Ryazansky Prospekt meledak. Alat peledak itu berkapasitas 300 gram setara TNT.

    Media Rusia melaporkan bahwa bom itu dioperasikan dari jarak jauh. Asisten Kirillov juga tewas.

    “Dua kantong mayat terlihat di jalan,” lapor Al-Jazeera, dikutip Rabu (18/12/2024).

    “Dilihat dari jendela yang pecah, gelombang ledakan mencapai setidaknya lantai empat, dengan sekitar 10 apartemen dilaporkan rusak,” muatnya lagi.

    Foto: REUTERS/Maxim Shemetov

    Siapa Kirillov?

    Kirillov sendiri berusia 54 tahun. Ia telah menjabat sebagai kepala Pasukan Pertahanan Radiologi, Kimia, dan Biologi sejak April 2017.

    Ini adalah pasukan khusus di militer Rusia. Mereka beroperasi dalam kondisi terkontaminasi radioaktif, kimia, dan biologi.

    Kirillov diketahui sudah menikah dan memiliki dua putra. Jenderal Rusia tersebut dikenai sanksi dari beberapa negara, termasuk Inggris Raya dan Kanada, atas perannya dalam perang di Ukraina.

    Respons Rusia

    Komite Investigasi Rusia telah mengonfirmasi kematian Igor Kirillov. Badan itu juga telah mengumumkan bahwa kasus pidana telah dibuka.

    Juru bicara komite, Svetlana Petrenko, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Moskow memperlakukan pengeboman itu sebagai serangan “teroris”. Juru bicara kementerian luar negeri, Maria Zakharova, memberi penghormatan kepada Kirillov.

    Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan Ukraina melakukannya karena menyadari “kekalahan militernya yang tak terelakkan”. “[Ukraina] melancarkan serangan pengecut dan tercela di kota-kota yang damai,” tambahnya.

    Foto: via REUTERS/Russian Defence Ministry

    Respons Ukraina

    Sumber-sumber SBU telah mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu dengan beberapa media berita, tetapi Ukraina belum berkomentar secara resmi. Seorang pejabat penegak hukum Ukraina memberi tahu Politico lebih lanjut dengan syarat anonim.

    “Kirillov adalah penjahat perang dan target yang benar-benar sah karena ia memberi perintah untuk menggunakan senjata kimia terlarang terhadap militer Ukraina,” katanya.

    “Akhir yang memalukan seperti itu menanti semua yang membunuh warga Ukraina. Pembalasan atas kejahatan perang tidak dapat dihindari,” tambah pejabat itu.

    Pada hari Senin, SBU menuduh Kirillov menggunakan senjata kimia terlarang selama invasi skala penuh Rusia ke Ukraina yang dimulai pada bulan Februari 2022.

    Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, SBU mengatakan bahwa Rusia menggunakan berbagai jenis amunisi kimia terlarang terhadap Ukraina lebih dari 4.800 kali. Ini termasuk granat tempur K-1.

    Jumlah Pejabat Rusia Terbunuh

    Rusia menuduh Ukraina mengatur serangkaian pembunuhan tingkat tinggi di masa perang. Ukraina biasanya menyangkal peran dalam serangan di Rusia atau Krimea, tetapi pejabatnya sering merayakannya dalam unggahan di media sosial.

    Pada bulan November, perwira angkatan laut senior Rusia Valery Trankovsky tewas dalam sebuah bom mobil di Krimea. Dalam kasus ini, seorang sumber di dinas keamanan Ukraina mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP bahwa Ukraina berada di balik serangan itu.

    Pada bulan Agustus 2022, Darya Dugina, putri ultranasionalis Rusia Alexander Dugin, tewas dalam sebuah bom mobil. Ukraina membantah terlibat dalam pembunuhannya.

    Pada bulan April 2023, blogger Rusia pro-perang Vladlen Tatarsky tewas dalam sebuah bom di sebuah kafe Saint Petersburg. Ukraina tidak mengaku bertanggung jawab, tetapi malah menyalahkan pertikaian dalam negeri.

    Pada bulan Juli 2023, komandan kapal selam Stanislav Rzhitsky, yang dituduh melakukan kejahatan perang oleh Ukraina, ditembak mati di taman Krasnodar. Sekali lagi, Kyiv membantah terlibat.

    Foto: REUTERS/Maxim Shemetov

    Amerika Respons

    Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sempat menuduh sekutu Barat Ukraina sebagai “kaki tangan” dalam pembunuhan yang memalukan di Moskow. Hubungan Barat sendiri sudah buruk dengan Rusia karena bantuan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ke Kyiv, termasuk dengan mengizinkan penggunaan rudal maut Washington Army Tactical Missile System (ATacMS) untuk menyerang ke dalam wilayah Rusia, yang telah memicu kekhawatiran melebarnya perang ke perang dunia 3 (PD 3).

    Ini pun mengundang respons AS. Pemerintah Biden meneriakkan bahwa mereka tak terlibat dalam pembunuhan itu meski mengecam “kekejaman” yang dilakukan sang jenderal.

    “Saya dapat memberi tahu Anda bahwa AS tidak mengetahui hal itu sebelumnya dan tidak terlibat,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller tentang pembunuhan Kirillov.

    “(Namun) ia adalah seorang jenderal yang terlibat dalam sejumlah kekejaman. Ia terlibat dalam penggunaan senjata kimia terhadap militer Ukraina,” tambahnya merujuk penilaian AS bahwa Kirillov telah memerintahkan penggunaan agen pengendali huru-hara di medan perang yang melanggar Konvensi Senjata Kimia.

    Seorang pejabat AS, yang berbicara sebelumnya dengan syarat anonim, mengatakan bahwa AS “tidak mengetahui operasi tersebut sebelumnya”. Menurutnya AS “tidak mendukung atau memungkinkan kegiatan semacam ini”.

    (sef/sef)

  • Potret Insiden Bom Skuter Bunuh Jenderal Nuklir Rusia

    Potret Insiden Bom Skuter Bunuh Jenderal Nuklir Rusia

    Letnan Jenderal Igor Kirillov, yang merupakan kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi, dan Kimia Rusia, tewas di luar sebuah gedung apartemen di Ryazansky Prospekt bersama dengan asistennya, Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki kejahatan serius, kata dalam sebuah pernyataan. (Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS/File Photo)

  • Rusia Ringkus Warga Uzbekistan Dalang Pembunuhan Igor Kirillov, Pelaku Diklaim Dibiayai Ukraina – Halaman all

    Jubir Kremlin Berikan Penghormatan pada Igor Kirillov, Sebut sang Jenderal Berjuang Demi Tanah Air – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang juru bicara Kremlin memberikan penghormatan terakhir pada Letnan Jenderal Rusia, Igor Kirillov yang terbunuh akibat ledakan bom di Moskow pada Selasa (17/12/2024).

    Melalui Telegram, perwakilan Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova memberikan pujian atas apa yang dilakukan Kirillov selama hidupnya.

    Menurut Zakharova, tidak memiliki rasa takut dalam menjalankan tugasnya.

    “Dia bekerja tanpa rasa takut. Dia tidak bersembunyi di balik punggung orang lain,” jelasnya, dikutip dari Huffington Post.

    Selama bertugas, Kirillov dianggap telah melakukan segala cara untuk membela Tanah Air mereka.

    “Dia menghadapi masalah dengan berani. Demi Tanah Air, demi kebenaran,” terangnya.

    Atas segala kebaikannya di dunia, Zakharova berharap Kirillov dapat beristirahat dengan tenang.

    “Semoga kenangannya tetap cemerlang, semoga dia beristirahat dengan tenang,” tutupnya.

    Sebagai informasi, Kirillov tewas oleh bom di Moskow yang diledakkan dari jauh.

    Bom tersebut tampak disembunyikan di di skuter listrik di luar sebuah gedung apartemen di Ryazansky Prospekt.

    Komite investigasi Rusia mengatakan bahwa ledakan bom tersebut juga menewaskan asisten Kirillov.

    “Igor Kirillov, kepala pasukan perlindungan radiasi, kimia, dan biologi angkatan bersenjata Federasi Rusia, dan asistennya terbunuh,” kata komite investigasi, dikutip dari Al Jazeera.

    Atas insiden ini, para penyelidik, ahli forensik, dan layanan operasional sedang bekerja di tempat kejadian untuk menyelidiki ledakan bom yang menewaskan Kirillov.

    “Tindakan investigasi dan kegiatan pencarian operasional sedang dilakukan untuk menetapkan semua keadaan kejahatan tersebut,” kata komite tersebut, dikutip dari CNN.

    Dalam video yang diunggah di saluran Telegram Rusia, terlihat petugas layanan darurat yang berjalan di luar pintu masuk yang hancur dan dipenuhi puing-puing.

    Kantor berita Rusia TASS melaporkan, alat peledak itu memiliki kapasitas sekitar 300 gram setara TNT.

    “Alat peledak rakitan itu memiliki kapasitas sekitar 300 gram, setara TNT,” lapor TASS, dikutip dari BBC.

    Kematian Kirillov terjadi tepat sehari setelah jaksa Ukraina mendakwa Kirillov secara in absentia atas dugaan penggunaan senjata kimia terlarang di Ukraina.

    Menurut Dinas Keamanan Ukraina (SBU), Kirillov diduga menggunakan senjata kimia lebih dari 48.000 kali sejak invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022.

    Hal ini menyusul laporan Kolonel Ukraina Artem Vlasiuk yang mengatakan, terdapat lebih dari 2.000 anggota militer Ukraina yang keracunan kimia selama perang dan berakhir dirawat di rumah sakit.

    Namun, Rusia membantah tuduhan tersebut.

    Selain itu, Inggris juga telah mengenai sanksi kepada Kirillov dan pasukan perlindungan nuklir pada bulan Oktober 2024.

    Sanksi ini dijatuhkan kepada Kirillov karena diduga menggunakan agen pengendali huru hara dan ia dilaporkan menggunakan agen beracun chloropicirin di medan perang.

    (Tribunnews.com/Farrah)

    Artikel Lain Terkait Igor Kirillov

  • Jenderal Pasukan Nuklir Rusia Tewas dalam Kena Bom di Moskow

    Jenderal Pasukan Nuklir Rusia Tewas dalam Kena Bom di Moskow

    Jakarta, CNN Indonesia
    Kepala pasukan pertahanan nuklir Rusia Letnan Jenderal Igor Kirillov tewas dalam serangan bom yang disembunyikan di skuter listrik di Moskow.

    Bagikan:

    url telah tercopy