Tag: Ibrahim Assuaibi

  • Kurs Rupiah Makin Loyo Lawan Dolar AS, Ini Gara-garanya

    Kurs Rupiah Makin Loyo Lawan Dolar AS, Ini Gara-garanya

    Liputan6.com, Jakarta Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat mata uang rupiah kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan sore ini. Rupiah melemah 30 point dilevel Rp 16.724.

    “Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 30 point sebelumnya sempat melemah 35 point dilevel Rp 16.724 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.694,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

    Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp 16.720 – Rp 16.760.

    Adapun faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah diantaranya, keraguan atas rencana Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut juga membebani emas, karena dolar menemukan pijakannya di perdagangan Asia. 

    “Pasar juga mencermati pemeriksaan Mahkamah Agung atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump, meskipun putusan tampaknya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya.

    Disisi lain, DPR AS akan melakukan pemungutan suara untuk mengakhiri penutupan pemerintah setelah Senat AS menyetujui langkah yang bertujuan untuk membuka pengeluaran pemerintah dan mengakhiri penutupan pemerintah terlama yang pernah ada. RUU tersebut sekarang akan dibawa ke DPR untuk persetujuan lebih lanjut, dengan badan yang dikendalikan Partai Republik tersebut telah mengisyaratkan akan menyetujui RUU tersebut pada hari Rabu.

    Setelah ini, RUU tersebut akan diserahkan kepada Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang. Berakhirnya penutupan pemerintah akan membuka pintu bagi lebih banyak rilis data ekonomi resmi, yang pada gilirannya dapat membantu meredakan ketidakpastian atas perekonomian.

     

         

  • Rupiah menguat dipengaruhi tingkat IKK Indonesia melonjak tajam

    Rupiah menguat dipengaruhi tingkat IKK Indonesia melonjak tajam

    Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin sore menguat sebesar 36 poin atau 0,22 persen menjadi Rp16.654 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.690 per dolar AS.

    Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menganggap penguatan nilai tukar rupiah dipengaruhi tingkat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang melonjak tajam pada Oktober 2025 menjadi 121,2, naik dari bulan sebelumnya yang berada di level 115.

    “Keyakinan masyarakat Indonesia terhadap kondisi ekonomi nasional kembali melonjak tajam pada Oktober 2025. Hasil Survei Konsumen terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya rebound optimisme,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

    Angka IKK ini mengindikasikan bahwa konsumen sangat yakin dan percaya diri melihat prospek perekonomian nasional.

    Peningkatan optimisme didorong oleh persepsi masyarakat yang membaik terhadap kedua komponen utama pembentuk IKK.

    Pertama adalah Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang mengalami kenaikan signifikan, dari 102,7 pada September menjadi 109,1 pada Oktober. Kenaikan tersebut mencerminkan persepsi masyarakat yang membaik terhadap kondisi riil, seperti penghasilan yang diterima dan ketersediaan lapangan kerja saat ini.

    Kedua yaitu Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menunjukkan peningkatan kuat, melompat dari 127,2 menjadi 133,4. Kenaikan pada IEK menandakan harapan dan optimisme masyarakat terhadap prospek kondisi ekonomi untuk enam bulan ke depan meningkat drastis.

    “Secara keseluruhan, kuatnya rebound IKK ini mengirimkan sinyal positif bahwa konsumsi rumah tangga, sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi, diprediksi akan semakin kuat dan menjadi pendorong aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di kuartal IV tahun 2025,” ujar Ibrahim.

    Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Harga Emas Antam Hari Ini 10 November 2025 Lebih Mahal Rp 8.000, Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Hari Ini 10 November 2025 Lebih Mahal Rp 8.000, Cek Rinciannya di Sini

    Sebelumnya, Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai harga emas dunia dan logam mulia akan bergerak dalam rentang fluktuatif pekan ini, seiring dinamika politik Amerika Serikat, perang dagang, serta ketegangan geopolitik global. Ia menyampaikan rilis pergerakan emas dunia, logam mulia, indeks dolar, dan rupiah sebagai acuan.

    Ibrahim menjelaskan harga emas dunia pada Sabtu pagi pekan lalu ditutup di level USD 4.001,30 per troy ounce. Ia menyebut level support berada di USD 3.934 dan USD 3.837, sementara resistance berada di USD 4.063 dan USD 4.133. Menurutnya, rentang pergerakan harga emas dunia dalam sepekan diperkirakan berada di USD 3.837 hingga USD 4.133 per troy ounce.

    “Kalau untuk harga emas dunia, Sabtu pagi ditutup di 4.001,30. Kalau seandainya melemah, yaitu di support pertamanya itu di 3.934. Kemudian, support kedua, di 3.837. Kemudian kalau harga emas dunia menguat, itu di 4.032. Di 4.032,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (9/11/2025).

     

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 November 2025: UBS dan Galeri24 Kompak Stabil

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 November 2025: UBS dan Galeri24 Kompak Stabil

    Sebelumnya, Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai harga emas dunia dan logam mulia akan bergerak dalam rentang fluktuatif pekan ini, seiring dinamika politik Amerika Serikat, perang dagang, serta ketegangan geopolitik global. Ia menyampaikan rilis pergerakan emas dunia, logam mulia, indeks dolar, dan rupiah sebagai acuan.

    Ibrahim menjelaskan harga emas dunia pada Sabtu pagi pekan lalu ditutup di level USD 4.001,30 per troy ounce. Ia menyebut level support berada di USD 3.934 dan USD 3.837, sementara resistance berada di USD 4.063 dan USD 4.133. Menurutnya, rentang pergerakan harga emas dunia dalam sepekan diperkirakan berada di USD 3.837 hingga USD 4.133 per troy ounce.

    “Kalau untuk harga emas dunia, Sabtu pagi ditutup di 4.001,30. Kalau seandainya melemah, yaitu di support pertamanya itu di 3.934. Kemudian, support kedua, di 3.837. Kemudian kalau harga emas dunia menguat, itu di 4.032. Di 4.032,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (9/11/2025).

     

  • Harga Emas Antam Diprediksi Tembus Rp 2,39 juta per Gram, Ini Sentimennya

    Harga Emas Antam Diprediksi Tembus Rp 2,39 juta per Gram, Ini Sentimennya

    Liputan6.com, Jakarta – Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi, mengatakan harga logam mulia kembali menunjukkan potensi penguatan setelah pada Sabtu pagi, 8 November 2025 ditutup di level Rp 2.299.000 per gram, berdasarkan data dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

    “Jadi, kalau seandainya turun, support pertama itu adalah di Rp 2.260.000. Support kedua, itu di Rp 2.200.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

    Ia memperkirakan, harga emas berpeluang menguat hingga menembus Rp 2.390.000 per gram dalam sepekan ke depan.

    “Untuk satu minggu, kemungkinan besar Rp 2.390.000. Jadi, range satu minggu itu kemungkinan besar untuk logam mulia itu di level Rp 2.200.000 sampai di Rp 2.390.000,” ujarnya.

    Menurut Ibrahim, area support emas Antam berada di Rp 2.260.000 dan Rp 2.200.000 per gram. Sementara untuk potensi penguatan, resisten pertama berada di Rp 2.320.000 dan resisten kedua di Rp 2.390.000 per gram. Artinya, kisaran harga emas dalam satu minggu diproyeksikan berada di rentang Rp 2.200.000 hingga Rp 2.390.000 per gram.

    Kenaikan harga emas Antam ini juga sejalan dengan pergerakan harga emas dunia. Data terakhir menunjukkan emas global ditutup di USD 4.001 per troy ounce, dengan potensi penguatan menuju USD 4.133 per troy ounce.

    “Untuk harga emas dunia, range-nya dalam satu minggu, USD 3.837 per tray ons sampai di USD 4.133 per tray ons,” ujarnya.

    Dolar AS Melemah, Investor Lirik Emas Sebagai Aset Aman

    Ibrahim menjelaskan, kinerja dolar AS yang menurun menjadi salah satu pemicu utama penguatan harga emas dunia dan logam mulia domestik.

    Ibrahim mencatat, indeks dolar AS ditutup di 99,540 dengan potensi melemah ke level support 99,154. Jika penurunan ini berlanjut, harga emas global akan semakin terdorong naik.

     

     

     

  • Kurs Dolar AS Hari Ini 7 November 2025 Lesu terhadap Rupiah, Tersengat Sentimen The Fed

    Kurs Dolar AS Hari Ini 7 November 2025 Lesu terhadap Rupiah, Tersengat Sentimen The Fed

    Liputan6.com, Jakarta – Harapan pelonggaran kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) meningkat menjadi katalis positif nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat, (7/11/2025).

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 11 poin ke posisi 16.690 pada perdagangan Jumat, 7 November 2025 dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 16.701 per dolar AS.

    Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, penguatan rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat sore ini didorong meningkatnya harapan pelonggaran kebijakan suku bunga bank sentral AS. Hal ini seiring sinyal pelemahan pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.

    “Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah diprediksi fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp16.690 – Rp16.740,” kata Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Dia menuturkan, ketidakpastian global masih tinggi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS yang telah memasuki bulan kedua.

    Kondisi tersebut menunda rilis data ekonomi utama seperti ketenagakerjaan dan inflasi, sehingga pasar kehilangan panduan resmi dari otoritas. Pasar saat ini hanya mengandalkan survei sektor swasta sebagai acuan.

    Laporan tenaga kerja swasta yang dirilis Kamis lalu menunjukkan tanda pelemahan pasar kerja, sehingga peluang The Fed memangkas suku bunga pada Desember naik menjadi sekitar 70 persen dari 60 persen sebelumnya.

    Selain itu, Ibrahim menuturkan, tekanan terhadap rupiah juga datang dari melemahnya data ekspor dan impor China pada Oktober yang menandakan masih lemahnya permintaan global. Ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing pun memperburuk sentimen risiko.

    “Sebuah laporan dari The Information pada hari Kamis menyatakan bahwa AS berencana untuk memblokir Nvidia dari penjualan chip AI skala kecil ke China, sebuah langkah yang dapat membatasi akses perusahaan China ke teknologi canggih,” ujar dia.

     

     

  • Kurs Dolar AS Berjaya, Rupiah Bisa Anjlok ke Level Segini

    Kurs Dolar AS Berjaya, Rupiah Bisa Anjlok ke Level Segini

    Liputan6.com, Jakarta Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan mata uang rupiah akan kembali mengalami pelemahan direntang Rp 16.700 – Rp 16.750 pada Rabu (5/11/2025).

     “Untuk perdagangan besok (5/11) mata uangrupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp 16.700 – Rp 16.750,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).

    Adapun sebelumnya, mata uang rupiah ditutup melemah 32 point dilevel Rp 16.708 pada perdagangan Selasa (4/11/2025).

    “Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 32 point  sebelumnya sempat melemah 65 point dilevel Rp 16.708 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.676,” ujarnya.

    Ia menilai, pelemahan yang terus dialami rupiah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor eksternal dan faktor internal.

    Faktor Eksternal

    Untuk faktor eksternal yaitu Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral belum berkomitmen untuk pelonggaran lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa langkah pada bulan Desember “bukanlah sesuatu yang pasti.” Pasar sejak itu telah mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

    Sementara itu, pengaruh lainnya, beberapa pembuat kebijakan menekankan perlunya kewaspadaan terhadap inflasi, sementara yang lain menunjukkan tanda-tanda perlambatan momentum pasar tenaga kerja.

    “Perpecahan pendapat ini memperkuat keraguan tentang seberapa cepat The Fed akan melanjutkan pemotongan suku bunga, yang akan menjaga dolar tetap kuat,” ujarnya.

    Selain itu, penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) juga masih berlangsung dan memasuki hari ke-33 tanpa ada tanda-tanda perbaikan, dan diperkirakan akan melampaui rekor sebelumnya selama tiga puluh lima hari jika kebuntuan ini berlanjut.  

    Kemudian, ketegangan Ekspor Teknologi AS-Tiongkok Menjadi Sorotan Setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa chip Blackwell tercanggih Nvidia akan dicadangkan untuk penggunaan domestik. Trump mengatakan dalam wawancara “60 Minutes” bahwa chip AI Blackwell akan “tetap berada di AS” dan tidak akan dijual ke Tiongkok.

     

  • Harga Emas Antam Hari Ini 3 November 2025 Lebih Murah Rp 12.000, Siap Borong?

    Harga Emas Antam Hari Ini 3 November 2025 Lebih Murah Rp 12.000, Siap Borong?

    Sebelumnya, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Senin (3/11/2025), setelah ditutup di level USD 4.003 per troy ons pada akhir pekan.  

    Ibrahim menilai, secara teknikal logam mulia ini masih memiliki ruang untuk naik, dengan support pertama di USD 3.935 dan resistance di USD 4.080. 

    “Jadi, saya melihat untuk kemarin penutupan pasar di hari Sabtu ya, Sabtu pagi harga emas itu ditutup di level USD 4.003 per tray ons. Kemudian support pertama ya untuk transaksi di hari Senin itu di USD 3.935. Resisten pertama untuk hari Senin itu di USD 4.080,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin, 3 November 2025.

    Dia menuturkan, jika momentum penguatan terus berlanjut, emas berpotensi menembus resistance mingguan di kisaran USD 4.145 hingga USD 4.200 per troy ons.

    “Dalam satu minggu kemungkinan supportnya itu di USD 3.863, kemudian resisten kedua itu di USD 4.145. Ada kemungkinan besar sampai di bulan November ada kemungkinan besar berdasarkan data hari ini di USD 4.292,” ujarnya.

    Dari sisi fundamental, dorongan utama datang dari ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada Desember 2025. 

    “Ada informasi terbaru bahwa ada kemungkinan besar di bulan Desember Bank Sentral akan menurunkan suku bunga,” ujar dia.

    Sentimen dovish ini mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas, terutama setelah Bank Sentral mulai memberi sinyal akan adanya pelonggaran kebijakan moneter. 

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 November 2025: UBS dan Galeri24 Kompak Stagnan

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 November 2025: UBS dan Galeri24 Kompak Stagnan

    Sebelumnya, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Senin (3/11/2025), setelah ditutup di level USD 4.003 per troy ons pada akhir pekan.  

    Ibrahim menilai secara teknikal logam mulia ini masih memiliki ruang untuk naik, dengan support pertama di USD 3.935 dan resistance di USD 4.080. 

    “Jadi, saya melihat untuk kemarin penutupan pasar di hari Sabtu ya, Sabtu pagi harga emas itu ditutup di level USD 4.003 per tray ons. Kemudian support pertama ya untuk transaksi di hari Senin itu di USD 3.935. Resisten pertama untuk hari Senin itu di USD 4.080,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).

    Dia menuturkan, jika momentum penguatan terus berlanjut, emas berpotensi menembus resistance mingguan di kisaran USD 4.145 hingga USD 4.200 per troy ons.

    “Dalam satu minggu kemungkinan supportnya itu di USD 3.863, kemudian resisten kedua itu di USD 4.145. Nah ada kemungkinan besar sampai di bulan November ada kemungkinan besar berdasarkan data hari ini di USD 4.292,” ujarnya.

    Dari sisi fundamental, dorongan utama datang dari ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada Desember mendatang. 

    “Ada informasi terbaru bahwa ada kemungkinan besar di bulan Desember Bank Sentral akan menurunkan suku bunga,” ujarnya.

    Sentimen dovish ini mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas, terutama setelah Bank Sentral mulai memberi sinyal akan adanya pelonggaran kebijakan moneter. 

  • Prediksi Harga Emas Dunia Hari Ini Senin 3 November 2025

    Prediksi Harga Emas Dunia Hari Ini Senin 3 November 2025

    Liputan6.com, Jakarta – Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Senin (3/11/2025), setelah ditutup di level USD 4.003 per troy ons pada akhir pekan.  

    Ibrahim menilai, secara teknikal logam mulia ini masih memiliki ruang untuk naik, dengan support pertama di USD 3.935 dan resistance di USD 4.080. 

    “Jadi, saya melihat untuk kemarin penutupan pasar di hari Sabtu ya, Sabtu pagi harga emas itu ditutup di level USD 4.003 per tray ons. Kemudian support pertama ya untuk transaksi di hari Senin itu di USD 3.935. Resisten pertama untuk hari Senin itu di USD 4.080,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin, 3 November 2025.

    Dia menuturkan, jika momentum penguatan terus berlanjut, emas berpotensi menembus resistance mingguan di kisaran USD 4.145 hingga USD 4.200 per troy ons.

    “Dalam satu minggu kemungkinan supportnya itu di USD 3.863, kemudian resisten kedua itu di USD 4.145. Ada kemungkinan besar sampai di bulan November ada kemungkinan besar berdasarkan data hari ini di USD 4.292,” ujarnya.

    Dari sisi fundamental, dorongan utama datang dari ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada Desember 2025. 

    “Ada informasi terbaru bahwa ada kemungkinan besar pada Desember Bank Sentral akan menurunkan suku bunga,” ujar dia.

    Sentimen dovish ini mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas, terutama setelah Bank Sentral mulai memberi sinyal akan adanya pelonggaran kebijakan moneter.