Tag: Ibrahim Assuaibi

  • Berapa Harga Emas Senin 15 Desember 2025 Besok, Intip Prediksinya

    Berapa Harga Emas Senin 15 Desember 2025 Besok, Intip Prediksinya

    Liputan6.com, Jakarta – Harga emas diproyeksikan bergerak fluktuatif pada awal pekan, Senin (15/12/2025), dengan peluang koreksi jangka pendek namun tetap menyimpan potensi penguatan lanjutan.

    Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan emas global masih berada dalam fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi di pasar Amerika Serikat.

    Ibrahim menjelaskan, meski pada perdagangan sebelumnya emas sempat mencatat kenaikan signifikan, tekanan jual di pasar Amerika membuat harga kembali terkoreksi.

    Alhasil, harga emas dunia ditutup di level USD 4.300 per troy ons, sementara harga logam mulia di dalam negeri tercatat sebesar Rp 2.462.000 per gram pada penutupan akhir pekan.

    “Walaupun kemarin sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tetapi turunnya pun juga di pasar Amerika cukup signifikan juga. Akhirnya ditutup di USD 4.300. Kemudian logam mulianya ditutup di hari Sabtu di Rp 2.462.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (14/12/2025).

    Menurut Ibrahim, apabila pada perdagangan Senin harga emas dunia kembali mengalami pelemahan, maka level support pertama berada di kisaran USD 4.224 per troy ons. Sejalan dengan itu, harga logam mulia di dalam negeri berpotensi turun ke area Rp 2.452.000 per gram.

    “Kalau seandainya harga emas dunia turun, kemungkinan besar support pertama adalah di USD 4.224 troy ons. Untuk logam mulianya Rp 2.452.000,” ujarnya.

    Kemudian kata Ibrahim, jika harga emas dunia turun, maka di support kedua dilevel USD 4.219 troy ons. Untuk logam mulianya kemungkinan di Rp 2.390.000.

     

     

  • Ramalan Terbaru Harga Emas Antam Akhir 2025

    Ramalan Terbaru Harga Emas Antam Akhir 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas Antam diproyeksikan akan terus menguat hingga akhir 2025 mengikuti pergerakan harga emas dunia. 

    Pada pekan lalu periode  8-13 Desember 2025, harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 53.000 per gram dari posisi Rp 2,409 juta per gram pada awal pekan menjadi Rp 2,462 juta per gram pada akhir pekan. 

    Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, kemungkinan besar harga emas dunia akan mencetak rekor tertinggi pada perdagangan akhir tahun, begitu juga dengan harga logam mulia atau emas Antam.

    “Kemungkinan besar sampai akhir tahun ini (harga logam mulia) akan menuju level Rp 2,700 juta per gram, dan untuk emas dunia US$ 4.440 per troi ons,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (14/12/2025). 

    Pada pekan depan atau Senin (15/12/2025), apabila harga emas dunia mengalami penurunan, kemungkinan level support pertamanya berada di US$ 4.255 per troi ons. Sedangkan logam mulia atau emas Antam akan bergerak ke kisaran Rp 2,452 juta per gram.

    “Untuk support kedua, kalau seandainya turun, harga emas dunia berada pada level US$ 4.219 per troi ons, sementara logam mulia kemungkinan Rp 2,390 juta per gram,” kata Ibrahim.

    Sebaliknya, apabila harga emas dunia mengalami kenaikan, level resistance pertama kemungkinan US$ 4.329 per troi ons pada Senin, sementara emas Antam akan bergerak ke level Rp 2,477 juta per gram. 

    “Dalam satu minggu, kemungkinan besar harga emas dunia (ditutup) US$ 4.380 per tro ons. Sedangkan untuk logam mulianya Rp 2,590 juta per gram,” kata Ibrahim. 

  • Prediksi Harga Emas Antam Senin 15 Desember 2025, Makin Tinggi?

    Prediksi Harga Emas Antam Senin 15 Desember 2025, Makin Tinggi?

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan Antam menguat selama perdagangan sepekan periode 8-13 Desember 2025. Pada pekan ini, harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 53.000 per gram dari posisi Rp 2,409 juta per gram pada awal pekan menjadi Rp 2,462 juta per gram pada akhir pekan. Bagaimana dengan prediksi awal pekan depan?

    Pergerakan harga logam mulia atau Emas Antam sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia. Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, apabila harga emas dunia mengalami penurunan pada Senin (15/12/2025), kemungkinan level support pertamanya berada di US$ 4.255 per troi ons. Sedangkan logam mulia atau emas Antam akan bergerak ke kisaran Rp 2,452 juta per gram.

    “Untuk support kedua, kalau seandainya turun, harga emas dunia berada pada level US$ 4.219 per troi ons, sementara logam mulia kemungkinan Rp 2,390 juta per gram,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (14/12/2025).

    Sebaliknya, apabila harga emas dunia mengalami kenaikan, level resistance pertama kemungkinan US$ 4.329 per troi ons pada Senin, sementara emas Antam akan bergerak ke level Rp 2,477 juta per gram. 

    “Dalam satu minggu, kemungkinan besar harga emas dunia (ditutup) US$ 4.380 per tro ons. Sedangkan untuk logam mulianya Rp 2,590 juta per gram,” kata Ibrahim. 

  • Berapa Harga Emas Senin 15 Desember 2025 Besok, Intip Prediksinya

    Plus Minus Penerapan Tarif Bea Keluar Emas hingga 15%

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah menetapkan bea keluar baru untuk komoditas ekspor emas dengan tarif antara 7,5% hingga 15%. Kebijakan ini dinilai cukup agresif dan menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menahan laju ekspor bahan baku emas.

    Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, tarif tersebut sengaja dibuat tinggi agar pelaku usaha mempertimbangkan ulang rencana ekspor mereka.

    “Kenapa pemerintah menerapkan bea ekspor yang begitu besar, tujuannya agar pengusaha-pengusaha tambang logam mulia mereka itu sedikit menghentikan untuk ekspornya. Karena dengan pajak antara 7,5% sampai 15% itu cukup tinggi,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

    Menurutnya, tarif yang besar membuat eksportir emas menghadapi biaya tambahan yang signifikan, terutama ketika harga emas dunia masih berada pada kisaran tinggi.

    Pemerintah juga menetapkan dasar perhitungan pada level USD 2.800–3.200 per troy ons, sehingga saat harga emas global berada di atas USD 4.200 bahkan sempat mencapai USD 4.381, tarif tertinggi 15% hampir pasti diterapkan. Kondisi ini memberi tekanan kuat bagi pelaku tambang untuk mengalihkan prioritas ke pasar domestik.

    “Ini artinya bahwa angka yang disebutkan oleh pemerintah itu sudah keluar. Karena harga emas dunia pun juga sekarang sudah USD 4.200, bahkan sempat mencapai level di USD 4.381. Artinya bahwa walaupun harganya naik begitu tinggi, kemungkinan besar bea ekspor untuk ekspor logam mulia ini akan dikenakan tarif 15%,” jelasnya.

    Ibrahim menilai kebijakan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan kebutuhan logam mulia di dalam negeri terpenuhi. Selama ini, Indonesia yang merupakan produsen emas terbesar keempat dunia justru mengalami kelangkaan pasokan di pasar ritel. Lewat tarif ekspor yang tinggi, pemerintah ingin menghentikan arus keluar emas dan memperkuat struktur hilirisasi.

  • Harga Emas Dunia Diramal Tembus USD 4.400, Simak Pendorongnya

    Harga Emas Dunia Diramal Tembus USD 4.400, Simak Pendorongnya

    Liputan6.com, Jakarta – Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas dunia kembali menguat hingga menyentuh level USD 4.400 pada akhir tahun, di tengah meningkatnya ketidakpastian politik Amerika Serikat dan spekulasi pergantian Ketua Federal Reserve (The Fed).

    Ibrahim menilai kondisi tersebut mendorong investor global kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai.

    “Kalau saya lihat per hari ini ada kemungkinan besar bahwa harga emas dunia di akhir tahun ya di bulan Desember ini kemungkinan besar adalah di USD 4.400,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

    Dalam perdagangan akhir pekan lalu, harga emas dunia ditutup di level USD 4.196, meski sebelumnya sempat melonjak hingga USD 4.372 sebelum terkoreksi. Pergerakan tajam ini menunjukkan pasar masih sangat rentan terhadap sentimen global, khususnya yang berasal dari Amerika Serikat.

    Ibrahim mengatakan volatilitas tersebut bukan semata dipicu oleh faktor teknikal, melainkan oleh ketidakpastian arah kebijakan moneter AS ke depan.

    Salah satu sentimen terkuat yang memengaruhi pergerakan emas adalah spekulasi pergantian pimpinan The Fed setelah Jerome Powell. Ketidakjelasan mengenai siapa yang akan menggantikan Powell dinilai menambah kecemasan di pasar keuangan.

    Nama Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih dan pendukung kuat Presiden Donald Trump, disebut sebagai kandidat kuat. Jika terealisasi, penunjukan tersebut dinilai berpotensi mengubah arah kebijakan moneter AS secara signifikan.

    “Salah satu penyebabnya adalah tentang spekulasi tentang pergantian kepemimpinan The Fed. Ya ini yang larinya itu adalah perpolitikan di Amerika yang terus memanas. Di mana Trump kemungkinan besar akan menunjuk Kevin Hassett,” ujarnya.

     

  • Harga Emas Bakal Tembus USD 4.271, Begini Prediksi Logam Mulia di Pasar Domestik

    Harga Emas Bakal Tembus USD 4.271, Begini Prediksi Logam Mulia di Pasar Domestik

    Liputan6.com, Jakarta – Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia berpotensi menguat pada awal pekan, khususnya hari ini Senin, 8 Desember 2025. Ia menuturkan, pada Sabtu pagi harga emas dunia ditutup di level USD 4.196, setelah sempat menyentuh USD 4.372 menjelang pukul 01.00 dini hari. Pergerakan signifikan juga sempat terjadi ketika harga emas menyentuh USD 4.259 sebelum kembali terkoreksi.

    Menurut Ibrahim, jika tekanan jual kembali muncul, emas berpotensi turun ke USD 4.126, sementara untuk logam mulia diproyeksikan di kisaran Rp 2.370.000 per gram. 

    “Kalau saya lihat bahwa kalau seandainya nanti harga emas dunia mengalami penurunan itu di USD 4.126, logam mulianya itu adalah Rp 2.370.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).

    Ia menyebutkan, level support kedua berada di USD 4.050, yang dapat menyeret harga logam mulia ke Rp 2.280.000 apabila terjadi koreksi lebih dalam dalam sepekan.

    “Kemudian di support kedua itu USD 4.050 dalan satu minggu ya, kemungkinan besar dalam satu minggu kalau seandainya turun logam mulia itu di Rp 2.280.000. Itu kalau seandainya turun,” ujarnya.

    Namun, Ia menegaskan, peluang penguatan justru lebih terbuka. Resisten pertama di USD 4.271 berpeluang tercapai pada hari Senin. Jika level ini ditembus, harga logam mulia dapat bergerak ke sekitar Rp 2.430.000. 

    “Tetapi kalau mengalami kenaikan ya kemungkinan besar resisten pertama di USD 4.271 kemudian itu kemungkinan terjadi di hari Senin.Diperkirakan. Kemudian harga logam mulia itu di Rp 2.430.000,” ujarnya.

    Adapun ia memproyeksikan hingga Jumat atau Sabtu mendatang, potensi resisten kedua di USD 4.328 dapat membawa kembali harga logam mulia ke kisaran Rp 2.500.000.

    “Sampai di hari Jumat atau Sabtu pagi harga emas dunia kemungkinan resisten kedua itu di USD 4.328, Ya itu kalau logam mulianya itu dari Rp 2.500.000. Kemungkinan besar akan kembali ke Rp 2.500.000,” ujarnya.

  • Prospek Harga Emas Sita Perhatian

    Prospek Harga Emas Sita Perhatian

    Liputan6.com, Jakarta – Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan pergerakan harga emas dunia pada akhir pekan lalu mengalami fluktuatif setelah sempat menguat cukup tinggi. Ia menyebut harga emas dunia pada Sabtu pagi ditutup di level USD 4.196, setelah menyentuh level tertinggi di USD 4.259 sebelum mengalami koreksi. Salah satu sentimen yang bayangi harga emas yakni kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

    “Kemarin di hari Sabtu, Sabtu pagi harga emas dunia ditutup di USD 4.196. Walaupun sempat mengalami penguatan kemudian terkoreksi. Di penguatan cukup tinggi sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan itu adalah di level USD 4.259,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu, 7 Desember 2025.

    Ia menjelaskan, jika harga emas dunia mengalami penurunan, level support pertama berada di kisaran USD 4.126 dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.370.000. Sementara support kedua berada di USD 4.050 yang berpotensi membawa harga logam mulia ke sekitar Rp 2.280.000 dalam rentang satu pekan. 

    Di sisi lain, jika harga menguat, resistance pertama diperkirakan berada di USD 4.271 dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.430.000, sedangkan resistance kedua berada di USD 4.328 dengan potensi harga logam mulia kembali ke Rp 2.500.000.

    Di sisi lain, jika harga menguat, resistance pertama diperkirakan berada di USD 4.271 dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.430.000, sedangkan resistance kedua berada di USD 4.328 dengan potensi harga logam mulia kembali ke Rp 2.500.000.

    Artikel Harga Emas Dunia Bergerak Fluktuatif, The Fed dan Geopolitik Global Membayangi menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada akhir pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin, (8/12/2025).

  • Prediksi Harga Emas Antam Senin 8 Desember 2025, Naik Lagi?

    Prediksi Harga Emas Antam Senin 8 Desember 2025, Naik Lagi?

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas batangan Antam berfluktuasi selama perdagangan sepekan periode 1-6 Desember 2025. Pada pekan ini, harga emas Antam turun Rp 11.000 dari Rp 2,415 juta per gram pada Senin (1/12/2025) menjadi Rp 2,404 juta per gram.

    Pergerakan harga logam mulia atau Emas Antam sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia. Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, apabila harga emas dunia mengalami penurunan pada Senin (8/12/2025) ke level US$ 4.126 per troi ons, logam mulia akan bergerak ke kisaran Rp 2,370 juta per gram.

    “Dalam satu minggu, kalau seandainya turun, logam mulia itu di Rp 2,280 juta per gram,” kata Ibrahim Assuaibi, Minggu (7/12/2025).

    Sebaliknya, apabila harga emas dunia mengalami kenaikan hingga US$ 4.271 per troi ons pada Senin, emas Antam akan bergerak ke level Rp 2,430 juta per gram. 

    “Sampai dengan akhir pekan, logam mulia kemungkinan besar akan kembali ke Rp 2,5 juta,” kata Ibrahim.

  • Rupiah Stabil terhadap Dolar AS Hari Ini 5 Desember 2025

    Rupiah Stabil terhadap Dolar AS Hari Ini 5 Desember 2025

    Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menproyeksikan rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp 16.690 pada perdagangan Jumat, (5/12/2025).

    “Sedangkan untuk perdagangan, 5 Desember 2025 mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp 16.650- Rp 16.690,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat, 5 Desember 2025.

    Sebelumnya, pada perdagangan Kamis, 4 Desember 2025, mata uang rupiah ditutup melemah di level Rp 16.653. Menurut dia, rupiah semakin melemah jika dibandingkan pada perdagangan Rabu, 3 Desember 2025 yang berada di level Rp 16.628.

    “Pada perdagangan sore ini (Kamis, 4 Desember 2025) mata uang rupiah ditutup melemah 25 poin sebelumnya sempat melemah 30 point dilevel Rp 16.653 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.628,” ujar dia.

    Ibrahim pun membeberkan sejumlah faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah, di antaranya data AS mendukung spekulasi pelonggaran The Fed. Penurunan ini terjadi meskipun pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin hampir 90% pada pertemuan The Fed 9-10 Desember, menurut perangkat CME FedWatch.

     

     

     

     

  • Rupiah Ditutup Perkasa Hari Ini Selasa 2 Desember 2025, Bertengger di Posisi Ini

    Rupiah Ditutup Perkasa Hari Ini Selasa 2 Desember 2025, Bertengger di Posisi Ini

    Liputan6.com, Jakarta Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat mata uang rupiah ditutup menguat di level Rp 16.624 pada perdagangan sore ini, Selasa (2/12/2025).

    “Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 38 point sebelumnya sempat menguat 55 point dilevel Rp 16.624 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.663,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).

    Adapun Ibrahim membeberkan sejumlah faktor yang mempengaruhi penguatan rupiah, diantaranya faktor eksternal, ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan melanjutkan siklus pelonggarannya telah meningkat dengan CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember adalah sebesar 87,4%.

    Penasihat Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, kemungkinan akan ditunjuk sebagai Ketua Fed berikutnya, menggantikan Jerome Powell. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia tidak akan memberi tahu siapa pun siapa yang akan ditunjuk, tetapi ia sudah menentukan pilihannya.

    Sementara berdasarkan data, Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan bahwa aktivitas manufaktur pada bulan November mengalami kontraksi selama sembilan bulan berturut-turut.

    “Data lebih lanjut, yang diungkapkan oleh ISM, menunjukkan bahwa harga input meningkat dan pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi rendahnya tingkat pemecatan dan perekrutan,” ujarnya.

    Selain itu, Rusia-Ukraina kembali memanas, setelah Ukraina meningkatnya frekuensi serangan pesawat nirawak terhadap infrastruktur Rusia. Serangan baru-baru ini sempat mengganggu pemuatan di terminal Laut Hitam Konsorsium Pipa Kaspia, jalur utama untuk minyak mentah Kazakhstan dan Rusia.

    Pada saat yang sama, ketegangan antara Washington dan Caracas semakin dalam setelah para pejabat AS mengisyaratkan mereka mungkin akan memperketat pembatasan terhadap Venezuela, termasuk menutup wilayah udara mereka. Langkah ini menyusul meningkatnya tekanan AS terhadap Venezuela, dengan Trump menuduh negara itu membiarkan pengiriman narkoba mengalir dari wilayahnya.