Tag: Ibrahim Assuaibi

  • Dolar AS Tiba-tiba Jatuh ke Rp 8.170 di Google, Pengamat Sebut Eror

    Dolar AS Tiba-tiba Jatuh ke Rp 8.170 di Google, Pengamat Sebut Eror

    Jakarta

    Analis Monex Investindo Ariston Tjendra berpendapat nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah di Google ini merupakan kesalahan penyampaian informasi. Menurutnya situs pencarian ini mengalami kesalahan perhitungan dengan membagi dua nilai tukar saat ini.

    “Saya pikir error dari kalkulasi dolar AS/rupiah. Google search salah melakukan kalkulasi dengan membagi dua nilai Rp 16.304,” katanya kepada detikcom, Sabtu (1/2/2025).

    Dia pun sudah memastikan bahwa nilai tukar dolar AS ke rupiah di situs lainnya seperti di Bloomberg dan Reuters masih menunjukkan di angka Rp 16.200-16.300. Artinya kesalahan ini murni terjadi hanya di Google.

    “Bloomberg masih memperlihatkan angka yang sama, ya, Rp16.300-an. Reuters di Rp16.271. Aplikasi major yang dipakai pasar keuangan masih memperlihatkan angka di atas Rp16.200-an,” jelas Ariston.

    Menurutnya nilai tukar dolar terhadap rupiah tidak mungkin jatuh hingga 50% dalam sehari terkecuali Bank Indonesia melakukan pemangkasan nilai seperti redenominasi.

    “Kecuali BI melakukan pemangkasan nilai rupiah seperti redenominasi, rupiah tidak mungkin secepat itu menguat,” pungkasnya.

    Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan nilai tukar dolar ini merupakan kesalahan alias eror.

    Sebab pada pembukaan pasar pada Jumat (31/1) kemarin kurs dolar masih di Rp 16.304. Sehingga tidak mungkin rupiah menguat hingga dua kali lipat hanya dalam sehari.

    “Hari ini terjadi kegaduhan di Google yang di mana rupiah berubah menjadi Rp 8.000an, yang kita tahu rupiah di pembukaan pasar di hari Jumat itu di Rp 16.304,” kata Ibrahim kepada detikcom, Sabtu (1/2/2025).

    Meski begitu menurutnya kondisi ini hanya akan terjadi sesaat. “Ini kemungkinan besar hanya sesaat, di hari Senin kembali normal. Ya bisa saja dalam perdagangan di hari Senen, rupiah mengalami pelemahan,”

    (hns/hns)

  • Harga Emas Pekan Depan Diramal Terkoreksi Gegara Ini

    Harga Emas Pekan Depan Diramal Terkoreksi Gegara Ini

    Jakarta

    Harga emas pekan depan diramal terkoreksi dengan support di level 2.677 dan resistance di angka 2.723. Di sisi lain, indeks dolar juga diprediksi akan menyentuh level US$ 100.

    Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar cenderung mengalami tren kenaikan yang didukung oleh ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) dan sentimen pelantikan Donald Trump pada Senin (20/1/2025).

    Kendati begitu, Ibrahim juga mengatakan data ekonomi AS terpantau mengalami tren yang baik, terutama pada penjualan ritel dan pengangguran. Kondisi ini dianggap sebagai sinyal ketahanan ekonomi AS.

    “Penyebabnya adalah ketidakpastian atas suku bunga Amerika Serikat dan kebijakan Presiden Trump yang kemungkinan besar hari Senin sudah kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (19/1/2025).

    Sehingga, terang Ibrahim, The Fed akan kembali mempertimbangkan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat. Di sisi lain, ia mengatakan pelaku pasar resah dengan kebijakan Trump terkait inflasi dan ekonomi yang besar kemungkinan akan menaikkan eskalasi perang dagang dengan Tiongkok, Kanada, dan Meksiko.

    Sementara itu, gencatan senjata yang tercapai antara Israel dan Hamas juga dinilai sesuai dengan ekspektasi Trump pada saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) di AS. Kala itu, Trump mengatakan akan menghentikan konflik geopolitik.

    “Bahwa tiga hari setelah saya menjabat semua geopolitik, baik di Timur Tengah atau Eropa akan diselesaikan dan janji Trump sendiri membuat Israel kembali melakukan gencatan senjata dengan Palestina terutama ada Hamas,” jelasnya.

    “Ini mengindikasikan bahwa geopolitik kembali stabil. Artinya apa? Kalau geopolitiknya kembali stabil harga emas dunia pun juga kemungkinan akan mengalami penurunan,” imbuhnya.

    Di sisi lain, rilis data ekonomi China juga turut menyumbang sentimen terhadap harga emas pekan depan. Diketahui, ekonomi China tumbuh di kuartal keempat di level 5,4%. Ibrahim mengatakan, hal tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi China di 2024 sesuai dengan ekspektasi.

    Ibrahim mengatakan, kondisi tersebut membuka kemungkinan otoritas China menggelontorkan stimulus besar-besaran di tahun 2025. Apalagi, kata dia, stimulus yang dijanjikan sebesar 3 triliun yuan.

    “Bisa saja di tahun 2025 itu bisa di atas 5% apalagi dengan stimulus 3 triliun Yuan itu begitu besar walaupun ada serangan perang dagang dengan Amerika. Tetapi ini mengindikasikan, harusnya emas ini kembali naik tetapi kita harus ingat bahwa dengan penguatan dolar yang begitu tajam ini akan membuat mata uang harga emas dunia kembali lagi mengalami pelemahan,” tutupnya.

    (kil/kil)

  • Data Inflasi AS Lebih Rendah Dari Perkiraan, Harga Emas Naik

    Data Inflasi AS Lebih Rendah Dari Perkiraan, Harga Emas Naik

    Jakarta, FORTUNE – Harga Emas dunia mengalami lonjakan usai perilisan data inflasi Amerika Serikat (AS). Berdasarkan warta Reuters, Kamis (16/1) pukul 18:31, emas spot diperdagangkan pada level US$2.732 per ounce troy atau menguat 0,75 persen dalam 24 jam terakhir. Harga tersebut naik ke level tertinggi dalam sebulan terakhir.

    Analis mata uang dan komoditas, Lukman Leong, menjelaskan kenaikan harga logam mulia ini didukung oleh data inflasi, yakni produsen dan konsumen AS, yang lebih rendah dari perkiraan pasar. 

    “Ini menyebabkan penurunan pada imbal hasil obligasi AS dan meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga oleh Fed,” katanya kepada Fortune Indonesia, Kamis (16/1). 

    Pengamat komoditas sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan dengan data yang lebih rendah tersebut, pasar mendapatkan keyakinan bahwa prospek pemangkasan suku bunga Fed menjadi lebih besar.

    Ia mengatakan sebelumnya Bank Sentral AS itu bakal memangkas suku bunga sebanyak empat kali pada 2025. Namun, dengan terpilihnya Trump sebagai Presiden AS, Fed kemudian mengubah rencana pemangkasannya menjadi dua kali pada 2025.

    Dengan data produsen yang lebih rendah, pasar mendapat keyakinan bahwa Fed bakal memangkas suku bunga lebih dari dua kali pada tahun ini.

    Ibrahim mencermati gencatan senjata yang terjadi di Timur Tengah telah memberikan sedikit tekanan kepada dolar AS, dan emas mendapat kesempatan rebound.

    Ke depannya, emas diproyeksi berpotensi besar dalam tren bullish. Namun, apabila lajunya tertahan, itu kemungkinan besar disebabkan oleh nilai dolar yang terus menguat. Penguatan dolar sendiri akan meredam permintaan emas, karena investor biasanya akan beralih memburu dolar.

    Di sisi lain, Lukman melihat kebijakan Trump bakal menjadi pedang bermata dua. Menurutnya kebijakan Trump yang kontroversial seperti kenaikan tarif, dikhawatirkan bakal menyulut inflasi dan menahan permintaan emas.

    Kebijakan Trump juga dianggap dapat merusak perekonomian AS dan global sehingga menjadi faktor yang akan mendukung permintaan emas sebagai safe haven.

  • Rencana Donald Trump Deklarasi Darurat Nasional Bikin Rupiah Makin Lesu terhadap Dolar AS – Page 3

    Rencana Donald Trump Deklarasi Darurat Nasional Bikin Rupiah Makin Lesu terhadap Dolar AS – Page 3

    Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 68 poin terhadap dolar Amerika Serikat (USD), setelah melemah 75 poin di level Rp 16.210 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.142. 

    “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.200 – Rp 16.270,” kata Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/1/2025).

    Rupiah melemah usai rilis data lowongan kerja di AS menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan. Pembacaan tersebut muncul beberapa hari sebelum data utama penggajian nonpertanian untuk Desember, yang akan memberikan isyarat yang lebih pasti di pasar tenaga kerja pekan ini.

    “Inflasi yang kuat dan kekuatan di pasar tenaga kerja diperkirakan akan memberi Federal Reserve lebih sedikit dorongan untuk memangkas suku bunga, dengan bank telah memperingatkan hal itu selama pertemuannya di bulan Desember. Komentar hawkish dari pejabat The Fed menegaskan kembali gagasan ini di awal minggu,” ujar Ibrahim.

    Di Asia, China diperkirakan segera meningkatkan pengeluaran fiskal tahun ini untuk mendukung perekonomian, terutama dalam menghadapi hambatan terkait perdagangan imbas kebijakan tarif impor AS yang akan diberlakukan Presiden Terpilih Donald Trump.

    Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mancatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 sebesar USD 155,7 miliar. Angka ini menandai kenaikan dibandingkan pada akhir November 2024 sebesar USD 150,2 miliar. 

    Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

  • Rupiah Tergelincir Pagi Ini

    Rupiah Tergelincir Pagi Ini

    Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan.
     
    Mengutip data Bloomberg, Rabu, 8 Januari 2025, rupiah hingga pukul 10.50 WIB berada di level Rp16.190 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 48 poin atau setara 0,29 persen dari Rp16.142 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
     
    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.184 per USD, melemah sebanyak 60 poin atau setara 0,37 persen dari Rp16.124 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.
     
    “Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.130 per USD hingga Rp16.200 per USD,” ujar Ibrahim dalam analisis hariannya.
     

     

    Pasar respons positif RI gabung BRICS

    Ibrahim mengungkapkan, pasar merespons positif bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) merupakan langkah strategis yang dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global. Khususnya,  di mata OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).
     
    “Indonesia merupakan kekuatan ekonomi potensial di Asia, potensi itu harus di unlock dengan lebih berani mengambil sikap. Keputusan bergabung BRICS justru akan meningkatkan posisi tawar Indonesia di mata OECD yang selama ini seolah diposisikan tidak setara dengan negara lain,” sebut dia.
     
    Terkait dedolarisasi yang menjadi salah satu agenda BRICS, fenomena ini akan terjadi secara alami seiring menurunnya dominasi ekonomi Amerika Serikat (AS). Peran ekonomi AS di dunia, meskipun akan tetap penting, cenderung menurun akibat munculnya kekuatan baru seperti China, India, Rusia, Brasil, Meksiko, atau bahkan Indonesia.
     
    Tren dedolarisasi akan lebih banyak terjadi dalam konteks perdagangan antar anggota BRICS, seperti yang telah diterapkan China dan Rusia dengan menggunakan mata uang lokal untuk 90 persen transaksi ekspor-impor mereka. Namun, untuk terciptanya mata uang alternatif global atau sistem transfer pengganti SWIFT kemungkinan sangat sulit.
     
    “Keanggotaan Indonesia di BRICS untuk membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, seperti teknologi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim. Dan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pengaruh dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional,” papar Ibrahim.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Rupiah Sukses Hajar Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Sukses Hajar Dolar AS Pagi Ini

    Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan.
     
    Mengutip data Bloomberg, Selasa, 7 Januari 2025, rupiah hingga pukul 10.46 WIB berada di level Rp16.172 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik sebanyak 26 poin atau setara 0,16 persen dari Rp16.198 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
     
    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.174 per USD, juga menguat 15 poin atau setara 0,09 persen dari Rp16.189 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
    Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan menguat.
     
    “Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp16.150 per USD hingga Rp16.210 per USD,” ujar Ibrahim dalam analisis hariannya.
     

     

    APBN 2024 defisit 2,29%

    Sementara itu, Ibrahim mengaku pasar terus mengamati Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mencatatkan defisit Rp507,8 triliun atau setara 2,29 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Defisit itu melebar dari capaian tahun sebelumnya atau 2023, yaitu Rp347,6 triliun atau 1,65 persen terhadap PDB.
     
    Secara keseluruhan, APBN 2024 memang didesain 2,29 persen terhadap PDB. Artinya, pemerintah sudah memperkirakan bahwa defisit APBN 2024 akan lebih besar dari 2023. Pemerintah sempat memperkirakan defisit APBN 2024 akan melebar hingga 2,7 persen, karena kondisi makroekonomi semester I-2024 yang begitu berat.
     
    Target awal defisit APBN adalah Rp522.8 triliun. Sebelumnya, Menteri Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat juga sempat menyepakati defisit Rp609,7 triliun. Angka itu setara 2,70 persen terhadap PDB.
     
    Sedangkan pendapatan negara 2024 telah mencapai Rp 2.842,5 triliun atau naik 2,1 persen secara tahunan (yoy) dibanding 2023. Pendapatan negara pada 2024 berasal dari penerimaan pajak Rp1.932,4 triliun, kepabeanan dan cukai Rp300,2 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp579,5 triliun, dan hibah Rp30,3 triliun.
     
    Tekanan harga pangan akibat El Nino, tingginya harga minyak, hingga perlambatan ekonomi Tiongkok memengaruhi prospek ekonomi Indonesia dan APBN. Namun demikian, seiring meredanya tekanan harga minyak, naiknya harga komoditas seperti batu bara dan CPO, hingga adanya stimulus fiskal dan moneter Tiongkok membuat kondisi ekonomi membaik, sehingga defisit APBN bisa kembali sesuai desain awal.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Harga Emas Diprediksi Tak Seindah 2024

    Harga Emas Diprediksi Tak Seindah 2024

    Jakarta

    Analis komoditas keuangan sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia diperkirakan akan mengalami tren penurunan pada perdagangan pekan depan. Bahkan ia memprediksi harga emas dunia pada 2025 tak seindah pada 2024.

    Di mana harga emas dunia akan diperdagangkan pada level support di $ 2.560 per troy ounce, sementara potensi penguatan akan terbatas di level $ 2.667 per troy ounce.

    Ibrahim mengatakan, salah satu penyebab terkoreksinya harga emas dunia adalah rilis data Amerika terus membaik yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Tiongkok pasca Trump akan dilantik pada 20 Januari 2025 terus mengalami penguatan.

    Terlebih lagi, Bank Sentra Amerika atau The Fed akan menurunkan suku bunga. Meskipun penurunan tidak sesuai dengan ekspektasi sebanyak 4 kali.

    “Kemungkinan hanya 2 kali penurunan suku bunga itu pun juga kalau melihat kondisi inflasi terus mengalami penurunan,” katanya, ditulis Senin (6/1/2025).

    Dalam kebijakan perang dagang, Trump akan melakukan proteksi dengan menerapkan tarif tinggi terhadap negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dengan Amerika Serikat, termasuk Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko.

    Selain itu, Trump juga akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Kebijakan ini diproyeksikan akan memperkuat indeks dolar AS.

    “Artinya apa? bahwa kebijakan-kebijakan Trump ini yang kemungkinan akan membuat indeks dolar terus mengalami penguatan dan obligasi pemerintah Amerika tenor 10 tahun kemungkinan akan terus melejit. Saya perkirakan harga emas dunia tahun 2025 tidak seindah harga emas di tahun 2024,” katanya.

    Disisi lain, Ibrahim meyakini bahwa ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina serta di Timut Tengah akan mereda usai Trump dilantik sebagai Presiden Amerika.

    “Sehingga, geopolitik tidak lagi dijadikan sebagai alasan bagi pelaku pasar untuk melakukan pembelian terhadap emas sebagai safe haven,” katanya.

    Saksikan juga Sosok: Karni, Pahlawan Kartu Identitas di Kampung Pemulung

    (rrd/rrd)

  • Harga Emas Dunia Diprediksi Alami Penurunan pada Pekan Depan

    Harga Emas Dunia Diprediksi Alami Penurunan pada Pekan Depan

    Jakarta

    Analis komoditas keuangan sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia diperkirakan akan mengalami tren penurunan pada perdagangan pekan depan.

    Di mana harga emas dunia akan diperdagangkan pada level support di $ 2.560 per troy ounce, sementara potensi penguatan akan terbatas di level $ 2.667 per troy ounce.

    Ibrahim mengatakan, salah satu penyebab terkoreksinya harga emas dunia adalah rilis data Amerika terus membaik yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Tiongkok pasca Trump akan dilantik pada 20 Januari 2025 terus mengalami penguatan.

    Terlebih lagi, Bank Sentra Amerika atau The Fed akan menurunkan suku bunga. Meskipun penurunan tidak sesuai dengan ekspektasi sebanyak 4 kali.

    “Kemungkinan hanya 2 kali penurunan suku bunga itu pun juga kalau melihat kondisi inflasi terus mengalami penurunan,” katanya, Minggu (5/1/2025).

    Dalam kebijakan perang dagang, Trump akan melakukan proteksi dengan menerapkan tarif tinggi terhadap negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dengan Amerika Serikat, termasuk Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko.

    Selain itu, Trump juga akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Kebijakan ini diproyeksikan akan memperkuat indeks dolar AS.

    “Artinya apa? bahwa kebijakan-kebijakan Trump ini yang kemungkinan akan membuat indeks dolar terus mengalami penguatan dan obligasi pemerintah Amerika tenor 10 tahun kemungkinan akan terus melejit,” katanya.

    Di sisi lain, Ibrahim meyakini bahwa ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina serta di Timur Tengah akan mereda usai Trump dilantik sebagai Presiden Amerika.

    “Sehingga, geopolitik tidak lagi dijadikan sebagai alasan bagi pelaku pasar untuk melakukan pembelian terhadap emas sebagai safe haven,” katanya.

    (rrd/rrd)

  • Harga Emas Tahun Ini Bakal Tak Seindah 2024

    Harga Emas Tahun Ini Bakal Tak Seindah 2024

    Jakarta

    Analis komoditas keuangan sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan harga emas dalam perdagangan minggu depan masih dalam tekanan yang cukup signifikan. Bahkan ia memprediksi harga emas dunia pada 2025 tak seindah pada 2024.

    Ibrahim menyebut harga emas kemungkinan besar akan diperdagangkan pada level support di $ 2.560 per troy ounce, sementara potensi penguatan akan terbatas di level $ 2.667 per troy ounce.

    Ia mengatakan, salah satu penyebab terkoreksinya harga emas dunia adalah rilis data Amerika terus membaik yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Tiongkok pasca Trump akan dilantik pada 20 Januari 2025 terus mengalami penguatan.

    “Kemudian Bank Sentral Amerika akan menurunkan suku bunga juga tidak terlalu banyak, tidak sesuai dengan ekspektasi sebelumnya di 4 kali penurunan suku bunga dan kemungkinan hanya 2 kali penurunan suku bunga itu pun juga kalau melihat kondisi inflasi terus mengalami penurunan,” kata Ibrahim, Minggu (5/1/2025).

    Ibrahim juga menyebutkan, kebijakan Trump untuk melakukan perang dagang terhadap negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dengan Amerika Serikat, termasuk China, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko.

    Selain itu, Trump juga diperkirakan akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Kebijakan ini diproyeksikan akan memperkuat indeks dolar AS.

    “Artinya apa? bahwa kebijakan-kebijakan Trump ini yang kemungkinan akan membuat indeks dolar terus mengalami penguatan dan obligasi pemerintah Amerika tenor 10 tahun kemungkinan akan terus melejit,” katanya.

    “Ini yang membuat harga emas dunia kemungkinan akan tidak seindah dan saya perkirakan harga emas dunia tahun 2025 tidak seindah harga emas di tahun 2024,” tambahnya.

    Tonton juga Video: Analisa Harga Emas

    (rrd/rrd)

  • Rupiah Masih Tak Sanggup Lawan Kedigdayaan Dolar AS

    Rupiah Masih Tak Sanggup Lawan Kedigdayaan Dolar AS

    Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Meskipun, pelemahan yang dialami mata uang Garuda tersebut lebih kecil ketimbang perdagangan pagi.
     
    Mengutip data Bloomberg, Kamis, 2 Januari 2025, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.198 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 66 poin atau setara 0,41 persen dari posisi Rp16.132 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
     
    “Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 66 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 110 poin di level Rp16.198 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp16.132 per USD,” kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.
    Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp16.190 per USD. Rupiah turun sebanyak 100 poin atau setara 0,62 persen dari Rp16.090 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
     
    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.236 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun sebanyak 79 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.157 per USD.
     

     

    PMI manufaktur RI kembali ekspansif

    Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali ekspansif usai berada di zona kontraksi selama lima bulan beruntun. Berdasarkan laporan terbaru S&P Global, PMI manufaktur Indonesia menguat ke level 51,2 pada Desember 2024 dari sebelumnya terkontraksi di 49,6 pada November 2024. Indeks kinerja manufaktur ini merupakan yang tertinggi sejak Mei 2024.
     
    Kenaikan PMI tersebut didorong oleh kenaikan volume produksi dan permintaan baru secara bersamaan. Secara keseluruhan, produksi naik pada tingkat sedang. Namun, pada laju lebih cepat dibandingkan November 2024.
     
    Permintaan pasar secara umum dilaporkan menguat, baik di dalam maupun luar negeri. Volume penjualan ekspor baru naik, meski marginal, untuk pertama kali hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.
     
    Perekonomian manufaktur Indonesia berakhir pada 2024 dengan catatan positif. Ekspansi untuk pertama kali sejak pertengahan tahun menunjukkan penjualan dan output naik. Terlebih lagi, besar harapan tren positif ini akan berlanjut.
     
    Banyak perusahaan optimistis produksi naik pada tahun ini, karena kondisi makro ekonomi stabil dan daya beli klien membaik sehingga lapangan kerja dan aktivitas pembelian naik.
     
    Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi mencapai 0,44 persen (month to month/mtm) dan 1,57 persen (year on year/yoy) pada Desember 2024. Inflasi tahunan (yoy) yang tercatat pada Desember juga menjadi inflasi pada tahun berjalan.
     
    Dengan hanya mencatat inflasi 1,57 persen, inflasi 2024 akan menjadi yang terendah dalam sejarah Indonesia. Sebagai catatan, inflasi terendah yang pernah dicatat BPS sebelumnya adalah pada 2020 yakni 1,68 persen.
     
    “Rendahnya inflasi 2024 disebabkan sejumlah faktor mulai dari melemahnya daya beli serta melandainya harga bahan pangan pokok setelah terbang pada 2022 dan 2023,” terang Ibrahim.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)