Tag: Hotman Paris Hutapea

  • Nadiem Makarim klarifikasi terkait isu pengadaan chromebook

    Nadiem Makarim klarifikasi terkait isu pengadaan chromebook

    Selasa, 10 Juni 2025 12:24 WIB

    Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjawab pertanyaan wartawan terkait isu pengadaan chromebook di Jakarta, Selasa (10/6/2025). Dalam klarifikasi tersebut Nadiem Makarim menyatakan bersikap terbuka dan kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berlangsung terkait dugaan penyimpangan dalam program pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk sekolah. ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/bar

    Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim (tengah) didampingi kuasa hukum Hotman Paris (kanan) dan Mohamad Ali Nurdin (kiri) menjawab pertanyaan wartawan terkait isu pengadaan chromebook di Jakarta, Selasa (10/6/2025). Dalam klarifikasi tersebut mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menyatakan bersikap terbuka dan kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berlangsung terkait dugaan penyimpangan dalam program pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk sekolah. ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/bar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Nadiem: Chromebook Bukan untuk Sekolah di Wilayah 3T

    Nadiem: Chromebook Bukan untuk Sekolah di Wilayah 3T

    Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim akhirnya buka suara terkait kritik atas kebijakan pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan. Dalam konferensi pers yang digelar di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2025), Nadiem menegaskan pengadaan tersebut tidak ditujukan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

    “Saya ingin mengklarifikasi pengadaan laptop pada masa saya tidak menyasar daerah 3T. Hanya sekolah yang sudah punya akses internet yang menerima Chromebook,” tegas Nadiem.

    Klarifikasi ini disampaikan menyusul sorotan tajam terkait efektivitas Chromebook di wilayah yang belum memiliki infrastruktur internet memadai.

    Nadiem menjelaskan, pemilihan Chromebook disertai perangkat pendukung, seperti modem 3G dan proyektor, dan seluruh pengadaan telah melalui kajian komprehensif. Ia juga mengungkap uji coba Chromebook untuk wilayah 3T dilakukan sebelum masa jabatannya sebagai menteri.

    “Jadi ini bukan program yang asal-asalan. Sudah ada kajian dan dalam juknis disebutkan jelas hanya untuk sekolah dengan koneksi internet,” imbuhnya.

    Kuasa hukum Nadiem, Hotman Paris Hutapea, turut memperkuat pernyataan tersebut. Ia menyatakan proyek pengadaan Chromebook difokuskan untuk daerah dengan jaringan internet lengkap, sebagai respons cepat menghadapi pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19.

    “BPKP sudah periksa dan menyatakan 90% lebih laptop ini terpakai. Jadi tidak benar kalau ada yang bilang ini dipaksakan ke daerah 3T,” kata Hotman.

    Menurutnya, justru sebelum Nadiem menjabat, pernah ada kajian khusus untuk wilayah 3T. Namun, pengadaan saat Nadiem menjabat murni ditujukan untuk daerah non-3T.

    Pernyataan ini disampaikan di tengah penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan korupsi pengadaan perangkat teknologi senilai Rp 9,9 triliun pada program digitalisasi pendidikan 2019-2022.

  • Kasus Chromebook Rp 9,9 T, Nadiem: Saya Siap Diperiksa Kejagung

    Kasus Chromebook Rp 9,9 T, Nadiem: Saya Siap Diperiksa Kejagung

    Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menyatakan kesiapannya untuk mendukung Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penyelidikan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp 9,9 triliun. Ia menyampaikan pernyataan ini dalam konferensi pers di The Darmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2025).

    “Saya siap bekerja sama dan mendukung aparat penegak hukum dengan memberikan keterangan atau klarifikasi apabila diperlukan,” ujar Nadiem.

    Didampingi tim kuasa hukumnya, Hotman Paris dan Muhammad Ali, Nadiem menegaskan sikap terbukanya merupakan bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola kebijakan publik.

    Ia menambahkan pengadaan perangkat TIK, seperti laptop, modem, dan proyektor pada 2020 adalah langkah darurat untuk menjawab krisis pendidikan akibat pandemi Covid-19. “Program ini ditujukan untuk menjaga kelangsungan pembelajaran daring dan mendukung Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK),” jelasnya.

    Selama periode 2019-2022, lebih dari 1,1 juta unit Chromebook telah dialokasikan ke 77.000 sekolah di seluruh Indonesia. Pengadaan tersebut, masuk dalam program digitalisasi pendidikan yang digagas Kemendikbudristek.

    Namun, Kejagung menduga ada kejanggalan dalam pengadaan tersebut. Salah satu sorotan adalah efektivitas perangkat Chromebook yang sangat bergantung pada jaringan internet, sedangkan di banyak daerah, infrastruktur masih belum memadai.

    Penyidik menduga ada potensi pemufakatan jahat dalam pengadaan, yang menyebabkan anggaran senilai Rp 9,9 triliun tidak terserap secara optimal.

    Nadiem menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi dan siap menjalani pemeriksaan jika diperlukan. “Saya tidak pernah menoleransi praktik korupsi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

  • Bantah Nadiem Jadi DPO Kejagung, Hotman Paris: Dia di Sini, Sehat Wal Afiat
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        10 Juni 2025

    Bantah Nadiem Jadi DPO Kejagung, Hotman Paris: Dia di Sini, Sehat Wal Afiat Nasional 10 Juni 2025

    Bantah Nadiem Jadi DPO Kejagung, Hotman Paris: Dia di Sini, Sehat Wal Afiat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kuasa hukum Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek)
    Nadiem Makarim
    ,
    Hotman Paris
    Hutapea, membantah isu yang menyebut kliennya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)
    Kejaksaan Agung
    (Kejagung).
    Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Nusantara Foyer, The Dharmawangsa Jakarta, Selasa (10/6/2025), Hotman menegaskan bahwa Nadiem berada di Jakarta dan dalam kondisi sehat.
    “Enggak, dari kemarin Nadiem ada di Jakarta. Dia siap setiap waktu, dia sudah bilang tadi kooperatif. Bagaimana DPO? Dia ada di sini, sehat walafiat. Enggak benar,” kata Hotman.
    Hotman menyatakan, tujuan konferensi pers ini justru untuk meluruskan informasi yang beredar dan menunjukkan bahwa Nadiem tidak pernah menghindari proses hukum.
    “Justru tujuan dilakukan konpers ini adalah untuk menerangkan ke publik bahwa Nadiem itu akan kooperatif, menghargai kewenangan Kejaksaan, dan siap setiap waktu,” ujar dia.
    Ia menegaskan, tidak benar jika ada anggapan seolah-olah Nadiem kabur atau berada di luar negeri.
    “Dan membantah seolah-olah kabur atau ke mana, ada di dalam negeri,” tegas Hotman.
    Sebelumnya, Kejagung juga membantah bahwa Nadiem Makarim masuk dalam DPO terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
    “Saya sudah cek ke penyidik, yang bersangkutan (Nadiem) belum dipanggil dalam proses penyidikan, ini apalagi (masuk) DPO. Jadi, tidak benar,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar, saat ditemui di Gedung Penkum Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (2/6/2025).
    Harli mengatakan, sejauh ini penyidik belum memanggil Nadiem untuk dimintai keterangan selaku saksi dalam kasus yang diduga terjadi antara tahun 2019-2023.
    Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait dengan keterangan 28 saksi yang telah lebih dahulu diperiksa.
    Beberapa mantan staf khusus Nadiem juga sudah diperiksa dalam kasus yang baru dinaikkan statusnya ke penyidikan ini.
    Isu Nadiem masuk DPO ini pertama kali beredar di media sosial, baik di Instagram hingga Facebook.
    Dalam postingan tersebut menampilkan video yang diklaim menampilkan Kejagung menggeledah apartemen Nadiem Makarim.
    Namun, berdasarkan penelusuran, video yang ditampilkan identik dengan rekaman penggeledahan yang dilakukan penyidik ke kediaman eks stafsus menteri.
    Adapun video itu adalah momen ketika Kejagung menggeledah apartemen mantan staf khusus Nadiem Makarim berinisial FH dan JT pada 21 Mei 2025.
    Penggeledahan itu dilakukan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop untuk digitalisasi senilai Rp 9,9 triliun pada 2019 hingga 2022.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Saya Tidak Pernah Menoleransi Praktik Korupsi Apapun!

    Saya Tidak Pernah Menoleransi Praktik Korupsi Apapun!

    Nadiem Makarim ditemani tim penasihat hukumnya, Hotman Paris buka suara soal kasus dugaan kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019–2022, yang dalam hal ini soal pengadaan laptop dengan sistem operasi Chrome/Chromebook. Nadiem tegaskan dirinya tidak pernah melanggengkan praktik korupsi selama menjabat sebagai Mendikbudristek.

    Ia pun berkomitmen siap berkooperasi dengan proses hukum serta siap diminta klarifikasi soal kasus dugaan korupsi yang menyeretnya.

  • Bantah Nadiem Jadi DPO Kejagung, Hotman Paris: Dia di Sini, Sehat Wal Afiat
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        10 Juni 2025

    2 Nadiem Makarim Didampingi Hotman Paris untuk Bicara Kasus Chromebook Nasional

    Nadiem Makarim Didampingi Hotman Paris untuk Bicara Kasus Chromebook
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek)
    Nadiem Makarim
    angkat bicara mengenai pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek, didampingi oleh pengacara kondang
    Hotman Paris
    Hutapea.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , Nadiem tiba di arena konferensi pers di Ruang Nusantara Foyer, The Dharmawangsa Jakarta, Selasa (10/6/2025) pukul 07.47 WIB pagi.
    Mengenakan kemeja krem, Nadiem masuk ke ruangan didampingi Hotman Paris dan dua orang tim hukum lainnya.
    “Saya hadir di sini sebagai pengacara dari Pak Nadiem. Hari ini Pak Nadiem akan memberikan klarifikasi hal-hal yang terkait dengan sebagaimana Anda sudah dengar dan baca sendiri di media cetak tentang pengadaan laptop di Kementerian waktu beliau masih menjabat,” kata Hotman.
    Adapun
    Kejaksaan Agung
    (Kejagung) tengah mengusut
    dugaan korupsi

    pengadaan Chromebook
    pada tahun 2019-2022 di masa Nadiem menjabat sebagai Mendikbudristek.
    Kejagung tengah menyidik perkara dugaan korupsi dalam pengadaan digitalisasi pendidikan berupa laptop Chromebook di Kemendikbudristek pada tahun 2019-2022.
    Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, mengatakan bahwa penyidik mendalami dugaan adanya pemufakatan jahat oleh berbagai pihak dengan mengarahkan tim teknis agar membuat kajian teknis terkait pengadaan bantuan peralatan yang berkaitan dengan pendidikan teknologi pada tahun 2020.
    “Supaya diarahkan pada penggunaan laptop yang berbasis pada operating system (sistem operasi) Chrome,” katanya.
    Padahal, kata dia, penggunaan Chromebook bukanlah suatu kebutuhan.
    Hal ini karena pada tahun 2019 telah dilakukan uji coba penggunaan 1.000 unit Chromebook oleh Pustekom Kemendikbudristek, dan hasilnya tidak efektif.
    Dari pengalaman tersebut, tim teknis pun merekomendasikan untuk menggunakan spesifikasi dengan sistem operasi Windows.
    Namun, Kemendikbudristek saat itu mengganti kajian tersebut dengan kajian baru yang merekomendasikan untuk menggunakan sistem operasi Chrome.
    Dari sisi anggaran, Kapuspenkum mengatakan bahwa pengadaan itu menghabiskan dana sebesar Rp 9,982 triliun.
    Dana hampir puluhan triliun tersebut terdiri atas Rp 3,582 triliun dana satuan pendidikan (DSP) dan sekitar Rp 6,399 triliun berasal dari dana alokasi khusus (DAK).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Makan Ikan Mas, Hotman Paris Keracunan dan Masuk RS di Singapura

    Makan Ikan Mas, Hotman Paris Keracunan dan Masuk RS di Singapura

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengacara Hotman Paris dilarikan ke Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura karena diduga keracunan makanan.

    “Hotman lagi stay di Hilton Hotel Singapura karena sakit dan sudah merasa enggak enak badan, mencret terus serta demam sampai 39,4 derajat,” kata Hotman Paris dikutip dari Instagram miliknya, Sabtu (31/5/2025).

    Hotman Paris mengakui, kondisi perutnya merasa tidak enak sejak berada di pesawat dari Jakarta menuju Singapura.

    “Tadi pagi landing di Singapura karena ada pertemuan bisnis, di pesawat sudah mulai terasa sepertinya ada keracunan makanan,” tuturnya.

    Hotman Paris menyebut, sebelum kondisi perutnya bermasalah maka dirinya sempat mengonsumsi ikan mas panggang di kawasan Cawang.

    “Hotman itu sempat makan panggang di Rumah Makan Medan di Cawang, tetapi memang ikan mas diambil dari sebelah karena habis,” ucapnya.

    Namun, untuk lebih pastinya dirinya memilih untuk melakukan pengecekan di Rumah Sakit Mount Elizabeth yang kerap menjadi tujuannya berobat.

    “Apakah saya keracunan makanan karena makan ikan mas atau bukan tentu lagi dalam proses pengecekan oleh dokter,” ungkapnya.

    Hotman Paris mengaku, harus mengeluarkan uang sebesar Rp 20 juta untuk berobat.

    “Gue menderita banget, untuk mengecek penyakit seperti ini saja harus berobat di Rumah Sakit Mount Elisabeth. Biaya berobat saja Rp 20 juta, padahal makan ikan panggang hanya Rp 200.000,” tambahnya.

    Hotman Paris berharap agar dirinya cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya.

    “Ini risiko, semoga saya tidak sakit serius karena saya harus ke Bali untuk bertemu dengan pengacara dunia. Walau pun sakit saya tetap menjalankan bisnis,” tutup Hotman Paris.

  • Misteri Hilangnya Nico Surya Usai Divonis Jadi Selingkuhan Paula Verhoeven, Apa yang Terjadi?

    Misteri Hilangnya Nico Surya Usai Divonis Jadi Selingkuhan Paula Verhoeven, Apa yang Terjadi?

    GELORA.CO –  Nama Nico Surya kini mencuat ke permukaan setelah diduga terlibat perselingkuhan dengan Paula Verhoeven, mantan istri Baim Wong.

    Kontroversi ini memanas setelah Paula mengubah nama kontak Nico menjadi nama perempuan di ponselnya, yang ia klaim sebagai upaya menghindari kesalahpahaman dengan suaminya.

    Namun, alasan tersebut justru memantik kecurigaan publik dan memperkuat dugaan adanya hubungan terselubung di antara mereka.

    Persoalan ini kian rumit setelah pengadilan memutuskan Paula bersalah atas tuduhan perselingkuhan dalam sidang e-court pada 16 April 2025.

    Bukti-bukti seperti rekaman CCTV yang menunjukkan kedekatan fisik antara Paula dan Nico di rumah Baim Wong turut memperkuat vonis tersebut.

    Tak hanya itu, kesaksian asisten pribadi Paula dan rekaman percakapan mesra di area parkir semakin mengukuhkan dugaan ketidaksetiaan dalam rumah tangga mereka.

    Belakangan, sebuah rekaman suara yang diduga menampilkan Baim Wong memergoki Paula masih berkomunikasi dengan Nico beredar luas di media sosial.

    Rekaman ini memicu gelombang baru kontroversi, memperlihatkan ketegangan antara pasangan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan: Benarkah Paula selingkuh, atau ada alasan lain di balik perceraian mereka?

    Rekaman Suara Picu Kontroversi Baru

    Akun TikTok @jalankebenaran11 mengunggah rekaman yang memicu perdebatan publik. Dalam rekaman itu, suara pria diduga Baim Wong terdengar mengonfrontasi Paula tentang pesan-pesan mesra dengan Nico Surya.

    “Ini masih, ini (percakapan dengan Niko). Masih ini, April, tanggal 8 April,” terdengar suara pria tersebut (suara Baim).

    Paula, yang suaranya dikenali, akhirnya mengakui bahwa ia masih berkomunikasi dengan Nico pada tanggal tersebut. Namun, pengakuan ini justru memantik reaksi kecewa dari Baim.

    “Nah loh, kamu bohong terus loh. Tuh, udah bohong lagi, gimana?”

    “Kamu bohong terus loh sama aku. Mau gimana ini,” lanjut suara pria itu (suara Baim).

    Baim juga disebut membacakan isi chat Paula dan Nico yang dianggap lebih dari sekadar percakapan biasa. Meski Paula membantah telah kembali menjalin hubungan dengan Nico, bukti percakapan tersebut memperkuat spekulasi perselingkuhan.

    Putusan Pengadilan dan Bukti CCTV

    Sebelumnya, persidangan cerai Baim dan Paula melalui e-court pada Rabu, 16 April 2025, telah memutuskan bahwa Paula terbukti berselingkuh dengan Nico Surya.

    Beberapa bukti yang diungkap termasuk rekaman CCTV yang menunjukkan keduanya berada di kamar tamu rumah Baim selama beberapa jam dengan pintu tidak terkunci.

    Tak hanya itu, ada pula rekaman lain yang menangkap kemesraan Paula dan Nico di area parkir, serta kesaksian asisten pribadi Paula yang mengaku sering melihat keduanya berinteraksi di rumah.

    Nico Surya: Hilang dari Publik

    Nico Surya, yang dikenal sebagai editor, videografer, dan content builder, sebelumnya sering bekerja sama dengan Baim Wong. Namun, setelah kasus ini mencuat, ia dilaporkan menghilang dari publik dan enggan memberikan klarifikasi.

    Paula Verhoeven menyatakan dirugikan oleh putusan pengadilan dan berencana mengajukan banding. Pengacaranya, Hotman Paris, menyebut bukti-bukti perselingkuhan tidak cukup kuat.

    “Tidak ada bukti hubungan intim atau saksi yang mendukung tuduhan tersebut. Istilah istri nusyuz (durhaka) yang diberikan pengadilan juga tidak tepat,” tegas Hotman.

    Kemunculan rekaman suara ini semakin memecah opini publik. Sebagian mendukung Baim, sementara yang lain meragukan kebenaran tuduhan terhadap Paula. Paula sendiri telah melaporkan putusan hakim ke Komisi Yudisial, menuding adanya ketidakadilan dalam proses persidangan.

    Akhir yang Belum JelasPerseteruan Baim Wong dan Paula Verhoeven tampaknya masih jauh dari kata selesai. Dengan berbagai bukti yang terus bermunculan, publik menunggu perkembangan lebih lanjut, apakah Paula benar berselingkuh, ataukah ada skenario lain di balik perceraian ini?

  • Pantas Baim Wong Murka, Pesan WA Paula Verhoeven dan Niko Surya Pakai Sayang-sayangan

    Pantas Baim Wong Murka, Pesan WA Paula Verhoeven dan Niko Surya Pakai Sayang-sayangan

    TRIBUNJATENG.COM – Baim Wong murka pergoki pesan singkat Whatsapp (WA) Paula Verhoeven dan Niko Surya pakai kata “sayang” dan “kangen”.

    Hal ini terungkap setelah beredar rekaman suara percakapan antara Baim Wong dan Paula Verhoeven di media sosial. 

    Dalam rekaman tersebut, Baim terlihat emosi saat membahas komunikasi terakhir Paula dengan Niko.

    Baim tampak mengecek ponsel Paula dan menemukan chat terakhir dari Niko tertanggal 14 April.

    “Ini 14 April. Baru 4 hari yang lalu,” kata Baim Wong.

    Paula mencoba menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi intens berhubungan dengan Niko sejak pulang umroh.

    “Semenjak umroh aku udah nggak ini,” ucap Paula.

    Namun Baim tak menerima alasan itu.

    Ia menuduh Paula tidak jujur karena chat dari Niko masih terus berlanjut hingga April.

    “Ini mah masih hubungan. Ini udah bohong juga,” ujar Baim.

    Baim kemudian diduga melihat percakapan antara Paula dan Nico masih berlangsung di bulan Apri.

    “No no no no. Gak boleh gitu. Nggak boleh. Kamu nggak akan bisa muter-muter. Sekarang udah ke-gap kamu. Kamu sudah ketangkap basah judulnya,” kata Baim.

    Dalam video, Baim juga membacakan isi pesan dari Niko kepada Paula yang bernada mesra.

    “Hi Sayang how are you?”

    “Kangen lo nih.”

    “Tadi siang bobok mimpiin lo.”

    Paula sempat mencoba menjelaskan bahwa komunikasi mereka sudah jarang, tapi Baim tetap kecewa.

    “Kamu bohong terus sama aku loh. Mau gimana ini?” katanya.

    Sementara itu, Paula Verhoeven mengungkap alasan mengganti nama Niko menjadi nama perempuan di kotaknya.

    Perubahan kontak Nico Surya menjadi nama wanita tersebut rupanya memberatkan Paula di persidangan dan hakim menyatakan jika Paula berselingkuh.

    Terkait adanya hal itu, Paula mengungkap jika dirinya sudah membeberkan semua alasannya kepada hakim saat persidangan berlangsung.

    Paula mengungkap jika perubahan nama kontak Nico Surya dengan nama wanita dilakukan untuk menghindari adanya kesalahpahaman.

    “Kenapa diganti nomor teleponnya? Aku sudah menjelaskan. Karena tidak mau terjadi salah paham,” kata Paula dalam video YouTube Denny Sumargo yang dilihat Rabu (23/4/2025).

    Sementara itu, mengenai hasil putusan di persidangan, membuat Paula kecewa lantaran menurutnya hanya menyudutkan dirinya.

    Tak hanya itu, bahkan sejumlah bukti dan pembelaan yang telah ia jabarkan di pengadilan seolah-olah diabaikan.

    “Di persidangan aku teriak-teriak lo, aku mendebatkan. Maksudnya gini lo faktanya. Kenapa aku merasa cuma didengarkan satu pihak saja?,” terangnya.

    Selain itu, ada bukti CCTV yang menunjukkan dugaan Paula berselingkuh dengan NS di kamar tamu.

    Paula mengungkap jika hal itu hanyalah kesalahpahaman, menurut mantan istri Baim Wong itu sama sekali tidak menunjukkan  perselingkuhan.

    Bahkan kejadian itu terekam di kamera CCTV saat dirinya dan NS mengobrol dengan jarak berjauhan.

    Paula juga menegaskan jika saat kejadian berlangsung, pintu kamar tidak dikunci dan bisa diakses oleh siapapun termasuk mantan suaminya yakni Baim Wong.

    Hotman Tak Mau Jadi Pengacara Paula

    Sejak Baim Wong dan Paula Verhoeven resmi bercerai, Hotman Paris maju memberikan dukungan.

    Hotman Paris kerap membela Paula Verhoeven atas gugatan yang tertuju padanya.

    Namun di balik itu semua, ia menegaskan tak ingin menjadi pengacara Paula Verhoeven.

    “Saya bukan pengacara Paula dan saya tidak mau jadi pengacaranya,” kata Hotman Paris, dikutip dari FYP Trans 7, Kamis (24/4/2025).

    Ia menyatakan hanya ingin memberikan pandangan hukum sebagai pengacara senior.

    “Saya hanya kasih pencerahan hukum sebagai pengacara senior,” ujarnya.

    Di kesempatan lain, Hotman Paris mengaku tetap bersedia memberikan bantuan dalam bentuk lain.

    “Saya bilang, kalau mau konferensi pers harus pengacaramu.”

    “Kalau butuh saya untuk pendamping, gak apa-apa,” kata dia.

    “Tapi saya tidak mau jadi pengacaramu. Klien saya ratusan, kasus besar bisnis,” sambungnya.

    Hotman menyebut dirinya punya pengaruh kuat di media sosial dan itu bisa membantu membentuk opini publik.

    “Suara-suara saya akan sangat berpengaruh untuk membentuk opini publik,” katanya.

    “Apapun yang saya omongin di Instagram akan didengar, dibaca petinggi negeri,” lanjutnya.

    Terkait alasan ikut bersuara soal putusan cerai Paula, Hotman merasa ada kejanggalan dari sisi hukum.

    “Setiap ada hal yang sangat tidak masuk di akal dari segi hukum, saya bersuara,” ucapnya.

    Ia menyoroti alasan gugatan cerai Paula yang disebut karena durhaka dan adanya pihak ketiga.

    “Gugatan cerai terhadap Paula dikabulkan dengan alasan, katanya Paula istri durhaka, dan ada pihak ketiga.”

    “Itu dalam hukum itu tidak ada,” tegas Hotman.

    Menurutnya, alasan tersebut tidak diatur dalam Undang-Undang Perkawinan maupun Kompilasi Hukum Islam.

    “Harus dibuktikan ada perzinahan, yaitu dibuktikan harus ada persetubuhan,” jelasnya.  (*)

  • Top 5 News: Cincin Paus Fransiskus hingga Rumor Paula Verhoeven HIV

    Top 5 News: Cincin Paus Fransiskus hingga Rumor Paula Verhoeven HIV

    Jakarta, Beritasatu.com – Cincin Paus Fransiskus akan dihancurkan, rumor Paula Verhoeven mengidap HIV menjadi top 5 news Beritasatu.com sepanjang Rabu (23/4/2025).

    Selain itu, artikel lainnya yang tidak kalah menarik adalah Kedubes Vatikan dipadati warga untuk doakan Paus Fransiskus, investasi Apple di Batam, hingga kronologi dosen di Sidrap diperkosa.

    Berikut top 5 news Beritasatu.com:

    1. Proses Cincin Paus Fransiskus Akan Dimusnahkan

    Setelah kepergian Paus Fransiskus pada Senin (21/4/2025), serangkaian ritual penting segera dilaksanakan sebagai bagian dari transisi menuju pemilihan Paus yang baru. Salah satu tradisi utama yang harus dijalankan adalah pemusnahan Cincin Kepausan, yang lebih dikenal dengan sebutan “Papal Ring”.

    Papal Ring merupakan cincin bersejarah yang diukir dengan gambar Paus pertama Santo Petrus yang sedang melemparkan jala dari perahu. Cincin ini terbuat dari logam mulia seperti emas dan perak, serta bukan sekadar perhiasan.

    2. Isu Paula Positif HIV, Hotman Paris: Baim Wong Harus Diperiksa

    Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea meminta aktor Baim Wong untuk menjalani pemeriksaan kesehatan usai muncul kabar bahwa mantan istrinya, Paula Verhoeven, diduga mengidap HIV.

    “Kalau benar seorang istri mengidap HIV, tentu harus dicek juga apakah suaminya mengidap HIV. Karena sebagai suami istri tentu sering terjadi kontak fisik,” ujar Hotman.

    3. Doakan Paus Fransiskus, Masyarakat Padati Kedubes Vatikan

    Masyarakat masih terus berdatangan ke Nunsiatur Apostolik atau Kedutaan Besar (Kedubes) Vatikan di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/4/2025) sore, untuk menyampaikan duka cita atas wafatnya Paus Fransiskus.

    Pantauan di lokasi pada Rabu (23/4/2025) menunjukkan masyarakat datang secara bergantian. Mereka mengantre dengan tertib dari depan gerbang, lalu memasuki gedung kedutaan dalam kelompok berjumlah sepuluh orang untuk menyampaikan belasungkawa.

    4. Investasi Apple di Batam Tidak Terganggu Tarif Trump