Tag: Hindia

  • Hujan disertai petir mengguyur mayoritas kota besar Indonesia

    Hujan disertai petir mengguyur mayoritas kota besar Indonesia

    Ilustasi – Warga menerobos guyuran hujan di Jakarta (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

    BMKG: Hujan disertai petir mengguyur mayoritas kota besar Indonesia
    Dalam Negeri   
    Novelia Tri Ananda   
    Selasa, 05 November 2024 – 08:53 WIB

    Elshinta.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan hingga lebat dan disertai petir mengguyur mayoritas kota besar di Indonesia pada Selasa, sehingga semua pihak diminta mewaspadai potensi yang menyertainya.

    Prakirawati BMKG, Hasalika Nurjanah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menjabarkan potensi hujan berintensitas ringan atau dengan curah hujan kurang dari 2,5 mm per jam diprakirakan mengguyur Kota Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jakarta, Serang, Yogyakarta, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Gorontalo, Palu, Kendari, Ternate, Sorong, Nabire, dan Jayawijaya.

    Hujan intensitas deras dengan curah lebih dari 50 mm per jam diprakirakan mengguyur Kota Mamuju dengan suhu berkisar 20-28 derajat Celcius. Prakiraan hujan disertai petir akan terjadi di Kota Medan, Jambi, Bengkulu, Palembang, Lampung, Pangkal Pinang, Bandung, Tanjung Selor, Palangka Raya, Manado, Manokwari, Jayapura, dan Merauke.

    Sementara untuk Kota Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Ambon diprakirakan berawan dan atau berkabut sepanjang hari dengan suhu berkisar 25-30 Celcius.

    Iai BMKG memaparkan Siklon Tropis Yinxing berada di Laut Filipina yang menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di laut Filipina hingga samudera pasifik timur laut Filipina. Kondisi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan disepanjang jalur konvergensi itu.

    Kemudian, sirkulasi siklonik juga terpantau di Teluk Benggala, Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Pasifik Utara Papua Nugini, membentuk daerah konfluensi di wilayah samudera Hindia barat Bengkulu dan samudera pasifik timur laut Papua.

    Konvergensi angin juga memanjang dari Sumatera Utara – Aceh, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur- dan Papua bagian tengah. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan disepanjang wilayah itu. Dalam hal ini angin permukaan di Indonesia umumnya di dominasi angin yang bertiup dari arah tenggara dan barat laut dengan kecepatan 14-44 kilometer per jam.

    Waspadai potensi banjir rob pada 5 November 2024 di pesisir Kota Bandar Lampung, pesisir Banten, pesisir utara Jakarta, pesisir Surabaya Pelabuhan, pesisir Surabaya Barat, pesisir Balikpapan barat dan pesisir Balikpapan timur.

    Sumber : Antara

  • Kapal Dali Penabrak Jembatan di Amerika Lintasi Selat Sunda, Dikawal 2 Tugboat

    Kapal Dali Penabrak Jembatan di Amerika Lintasi Selat Sunda, Dikawal 2 Tugboat

    Liputan6.com, Cilegon – Kapal Kargo Dali penabrak jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, pada Selasa, 26 Maret 2024, melewati perairan Selat Sunda pada 29 Oktober 2024 kemarin.

    Kapal Dali dijemput oleh dua kapal tugboat milik PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dari Samudera Hindia, kemudian melintasi Selat Sunda dan berakhir di sekitar Laut Jawa.

    Dua kapal tugboat PCM bertugas membuka jalur, agar tidak bersenggolan dengan kapal lainnya di Selat Sunda, selama 42 jam.

    “Masuknya dari Samudera Hindia, kita jemputnya di deket Samudra Hindia itu, kita escort sampai keluar Selat Sunda, sampai ke Laut Jawa situ,” ujar Eko Didik Harnoko, Direktur Operasional (Dirops) PT PCM, Senin, (04/11/2024).

    BUMD Pemkot Cilegon itu menggunakan kapal Gunung Batur dan kapal Gunung Cipala selama mengawal Kapal Dali. Keduanya berkomunikasi dengan menara VTS di Pelabuhan Merak serta KSOP Banten, agar lancar melewati Selat Sunda.

    Di mana, ketika kapal berukuran 289 meter itu menabrak tiang jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, pada Selasa, 26 Maret 2024, menyebabkan sebagian besar badan jembatan hancur dan runtuh ke Sungai Patapsco.

    Penyebab kapal menabrak jembatan karena Dali mengalami mati listrik, sehingga awak kapal tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah arah atau menghentikan laju kapal kargo tersebut.

    Salah melewati perairan Selat Sunda, Kapal Dali tidak memiliki jangkar untuk menghentikan laju mereka.

    Selain mencegah bersenggolan dengan kapal lain, awak kapalnya juga belum pernah melewati Selat Sunda, sehingga membutuhkan panduan dan pengawalan.

    “Mereka jangkarnya di depannya itu enggak ada, mungkin accident kemaren itu. Kapal tunda kita itu ada di depan, clear area di depan,” terangnya.

  • Ilmuwan Temukan Gumpalan Air Raksasa yang Hilang di Tengah Atlantik

    Ilmuwan Temukan Gumpalan Air Raksasa yang Hilang di Tengah Atlantik

    Jakarta

    Di bawah permukaan lautan yang begitu luas, terdapat air terjun, sungai, bahkan gumpalan raksasa, yang membentang ribuan kilometer. Entah bagaimana, sebagian besar hal ini berhasil menghindari deteksi.

    Kini, para ilmuwan menemukan salah satu gumpalan besar di tengah Samudra Atlantik, yang membentang dari ujung Brasil hingga Teluk Guinea.

    Hingga ditemukannya massa air yang diberi nama Perairan Khatulistiwa Atlantik ini, para ahli telah melihat adanya percampuran air di sepanjang ekuator di Samudra Pasifik dan Hindia, tetapi tidak pernah di Atlantik.

    “Tampaknya kontroversi bahwa massa air ekuator hadir di Samudra Pasifik dan Hindia, tetapi hilang di Samudra Atlantik karena sirkulasi dan pencampuran ekuator di ketiga samudra tersebut memiliki ciri-ciri umum,” kata Viktor Zhurbas, fisikawan dan ahli kelautan di Shirshov Institute of Oceanology di Moskow, Rusia, dikutip dari Live Science.

    “Massa air baru yang teridentifikasi telah memungkinkan kita untuk melengkapi (atau setidaknya menggambarkan dengan lebih akurat) pola fenomenologis massa air dasar di samudra dunia,” sebutnya.

    Seperti tersirat dalam namanya, Perairan Khatulistiwa Atlantik terbentuk dari bercampurnya beberapa badan air terpisah oleh arus di sepanjang garis khatulistiwa.

    Untuk membedakan massa tersebut dari air di sekitarnya, ahli kelautan menganalisis hubungan antara suhu dan salinitas di seluruh lautan, yang menentukan kepadatan air laut. Pada 1942, pemetaan suhu-salinitas ini menghasilkan penemuan perairan ekuator di Samudra Pasifik dan Hindia.

    Karena tercipta dari pencampuran perairan di utara dan selatan, perairan Khatulistiwa Hindia dan Pasifik memiliki suhu dan kadar salinitas yang sama, melengkung di sepanjang garis kepadatan konstan, yang membuatnya mudah dibedakan dari perairan di sekitarnya.

    Namun, selama bertahun-tahun, hubungan semacam itu tidak dapat ditemukan di Atlantik. Berkat data yang dikumpulkan oleh program Argo, koleksi internasional pelampung robotik yang dapat menyelam sendiri yang telah dipasang di seluruh lautan Bumi, para peneliti menemukan kurva suhu salinitas yang tidak diketahui yang terletak sejajar dengan perairan Atlantik Utara dan Atlantik Selatan Tengah.

    “Mudah untuk membingungkan Perairan Khatulistiwa Atlantik dengan Perairan Tengah Atlantik Selatan, dan untuk membedakannya diperlukan jaringan profil suhu dan salinitas vertikal yang cukup padat yang mencakup seluruh Samudra Atlantik,” jelas Zhurbas.

    Penemuan ini penting karena memberi pemahaman yang lebih baik kepada para ahli tentang bagaimana lautan bercampur, yang sangat penting dalam cara mereka mengangkut panas, oksigen, dan nutrisi ke seluruh dunia.

    (rns/rns)

  • KKP-YKCI jalin kerja sama perkuat tata kelola perikanan tangkap

    KKP-YKCI jalin kerja sama perkuat tata kelola perikanan tangkap

    Fokus kami pada kerja sama ini terkait tata kelola perikanan berkelanjutan di enam provinsiJakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sepakat menjalin kerja sama (PKS) dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YKCI) untuk memperkuat pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan, melalui program-program ekonomi biru di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 572.

    Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menjelaskan, pihaknya terbuka untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan mitra kerja sama dalam mendukung program ekonomi biru yang menjadi prioritas KKP. Selain itu sekaligus merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan.

    “Harapan kami dengan adanya kerja sama ini semakin memperkuat dan menunjang kenaikan PNBP yang nantinya berkontribusi untuk peningkatan daya saing dan perekonomian sehingga yang terakhir nelayan dapat terus tersenyum,” ujar Latif dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Jumat.

    Ketua Pengurus YKCI Meizani mengaku sangat mendukung program ekonomi biru yang diusung KKP, terutama kebijakan Penangkapan Ikan Terukur yang dinilainya dapat menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

    “Fokus kami pada kerja sama ini terkait tata kelola perikanan berkelanjutan di enam provinsi pada WPP 572 yang meliputi perairan Samudera Hindia sebelah barat Sumatera dan Selat Sunda dari Aceh hingga Banten,” urainya.

    Adapun ruang lingkup PKS tersebut yaitu dukungan pendataan perikanan tangkap komoditas ikan pelagis penting di WPP 572, dukungan kajian stok perikanan pelagis penting di WPP 572, dan penghitungan kuota sumber daya ikan serta dukungan perencanaan dan pengelolaan perikanan berbasis wilayah di WPP 572.

    Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pentingnya sinergitas dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan. Menteri Trenggono juga meminta seluruh jajarannya untuk terus bersinergi dengan berbagai instansi terkait dalam mengawal program prioritas ekonomi biru.

    Baca juga: Trenggono: Ekonomi Biru jawab tantangan soal ketahanan pangan
    Baca juga: DKI gunakan teknologi GIS untuk pantau kondisi ekosistem laut
    Baca juga: KKP usung strategi intervensi pemerintah dalam Program Ekonomi Biru

    Pewarta: Sinta Ambarwati
    Editor: Faisal Yunianto
    Copyright © ANTARA 2024

  • BMKG Ungkap Wilayah RI Paling Rentan Tsunami, Cek Lokasinya

    BMKG Ungkap Wilayah RI Paling Rentan Tsunami, Cek Lokasinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menunjukkan bahwa Samudra Pasifik merupakan wilayah yang paling rentan terjadi tsunami dibandingkan perairan lain.

    Jika dilihat dari letak geografisnya, Samudra Pasifik berada di sebelah utara dan timur Indonesia.

    “Samudra Pasifik adalah wilayah paling rentan terjadi tsunami dengan persentase kejadian sebanyak 78% dari seluruh tsunami yang pernah tercatat,” lapor BMKG melalui postingan di akun Instagram, dikutip Kamis (31/10/2024).

    Angka 78% merupakan yang tertinggi dibanding dengan samudra lain di bumi. BMKG mencatat 9% untuk Samudra Atlantik dan Laut Karibia, 6% untuk Laut Mediterania, dan 5% untuk Samudra Hindia.

    BMKG menjelaskan sebagian besar pesisir Samudra Pasifik merupakan zona subduksi yang melepaskan energi seismik bumi, maka tak heran perairan ini menjadi langganan pusat terjadinya tsunami.

    Selain itu, pesisir Samudra Pasifik juga merupakan kawasan cincin api (ring of fire) dengan tingginya tingkat konsentrasi tinggi di sekitar perairan.

    Mengacu pada tsunami travel time Samudra Pasifik dari 1923-1975 oleh Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), tercatat bahwa seluruh wilayah yang terdampak tsunami kali terjadi di sepanjang pesisir Samudra Pasifik.

    Hasil survei geologi Amerika Serikat (AS) tersebut mencatat sebanyak 90% dari seluruh gempa bumi dan 81% gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang wilayah cincin api.

    Tsunami sendiri merupakan serangkaian gelombang ombak besar yang disebabkan oleh gangguan di bawah permukaan laut. Tsunami memang paling sering dipicu oleh gempa bumi.

    (fab/fab)

  • Ini Dia Biang Kerok Suhu Panas Hingga 37,9 Derajat Celcius di Lampung

    Ini Dia Biang Kerok Suhu Panas Hingga 37,9 Derajat Celcius di Lampung

    Bisnis.com, JAKARTA – BMKG mengungkapkan penyebab suhu panas di beberapa daerah di Lampung.

    Ternyata, ini dipengaruhi oleh dua siklon tropis yang sedang aktif: Siklon Trami di Laut Cina Selatan dan Siklon Kong-Rey di Pasifik Timur.

    Namun, saat ini Siklon Tropis Trami sudah punah, dan tersisa Siklon Tropis Kong-Rey yang masih aktif.

    Dampaknya? Aliran udara tertarik menuju pusat siklon, membuat pembentukan awan di sekitar Lampung minim. Hasilnya, sinar matahari menghujam langsung tanpa hambatan, bikin suhu semakin terasa menyengat.

    Dikutip dari akun media sosial BMKG berikut penyebab utama suhu panas di Lampung

    Siklon tropis

    Dampak tidak langsung dari keberadaan dua siklon tropis itu, membuat suhu udara di Lampung melonjak tinggi. Semisal pada tanggal 28 Oktober suhu di kecamatan Selagai Lingga mencapai 37,8 derajat Celsius. Aliran massa udara yang tertarik menuju pusat siklon menyebabkan minimnya pembentukan awan di sekitar Lampung, meningkatkan suhu secara signifikan.

    Aliran udara yang bergerak menuju pusat siklon ini menyebabkan terjadinya peningkatan kecepatan angin dan membawa uap air menjauhi wilayah Lampung. Udara kering yang tersisa cenderung memperburuk kondisi panas, karena tidak adanya kelembapan untuk menurunkan suhu.

    Selain itu, menurut BMKG dengan terbawanya uap air menuju pusat siklon, atmosfer di Lampung menjadi stabil, sehingga kondensasi sulit terjadi. Tanpa adanya kondensasi yang cukup, sulit untuk terbentuk awan untuk menghalangi radiasi matahari, menyebabkan langsung mengenai permukaan bumi.

    Minimnya awan

    Minimnya awan juga menyebabkan suhu pada malam hari tetap hangat karena tidak ada penutup yang menahan pelepasan panas dari permukaan.

    Dengan minimnya pembentukan awan, secara otomatis juga mengurangi hujan di wilayah Lapung. Adanya siklon tropis ini menyerap kelembapan dari wilayah sekitarnya, sehingga peluang hujan menjadi berkurang. Kurangnya hujan menyebabkan suhu permukaan tidak terendam, sehingga panas bertahan lebih lama. Hujan biasanya membantu menyejukkan udara, tapi tanpa curah hujan, panas terus terasa intens sepanjang hari.

    Posisi matahari yang lebih dekat dengan provinsi Lampung

    Di sekitar Oktober, posisi matahari dekat dengan garis ekuator bagian Selatan sehingga wilayah Provinsi Lampung mendapatkan sinar matahari secara langsung. Radiasi yang tinggi di wilayah tropis ini menyebabkan suhu permukaan naik, terutama di siang hari. Posisi matahari yang tinggi ini memperpanjang durasi panas, membuat siang hari terasa lebih Terik di Lampung.

    Tingginya radiasi karena langit cerah

    Langit yang cerah membuat radiasi matahari masuk sepenuhnya ke permukaan bumi tanpa terserap awan. Paparan sinar matahari yang intens meningkatkan suhu permukaan dan suhu udara secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan panas lebih terasa pada siang hari, karena radiasi langsung dari matahari tidak terhalang menuju ke permukaan.

    Penguapan meningkat akibat suhu tinggi

    Suhu udara yang tinggi meningkatkan penguapan dari laut, danau dan juga permukaan tanah. Menghasilkan lebih banyak uap air. Namun uap air yang terbentuk terbawa menuju pusat siklon, bukan berkumpul di wilayah Lampung. Akibatnya, meskipun penguapan meningkat tidak ada uap air yang cukup untuk membentuk awan dan mengurangi panas.

    Kecepatan angin yang membawa udara panas

    Angin kencang dari Samudera Hindia yang bergerak membawa awan panas yang sudah terpapar matahari akan menambah panas wilayah yang dilaluinya termasuk Lampung. Udara panas yang bergerak ini tidak memungkinkan untuk menurunkan suhu udara, terutama di siang hari. Hembusan angin yang panas dan kering juga membuat cuaca terasa lebih Terik.

  • Gempa Bumi M 6 Guncang Pantai Barat AS, Tak Ada Peringatan Tsunami

    Gempa Bumi M 6 Guncang Pantai Barat AS, Tak Ada Peringatan Tsunami

    Oregon

    Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6 mengguncang area Pantai Barat Amerika Serikat (AS) pada Rabu (30/10) waktu setempat. Tidak ada peringatan tsunami yang dirilis meskipun gempa berpusat di bawah Samudra Pasifik.

    Survei Geologi AS, seperti dilansir AFP, Kamis (31/10/2024), melaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6 ini berpusat di garis patahan di bawah Samudra Hindia, atau berjarak sekitar 279 kilometer dari kota Bandon di negara bagian Oregon.

    Sejauh ini tidak ada laporan mengenai kerusakan apa pun akibat gempa ini.

    Permodelan komputer oleh USGS menunjukkan “kemungkinan tidak ada bangunan yang terdampak di area tersebut”.

    Pakar seismologi awalnya memperkirakan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut, yang merupakan pengaturan default untuk gempa dangkal yang sering direvisi seiring tersedianya lebih banyak data.

    Diketahui bahwa terdapat sejumlah garis patahan yang membentang di sepanjang, melewati dan di dekat Pantai Barat AS, yang merupakan bagian dari jaringan lebih besar di sekitar samudra terbesar di dunia yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik.

  • BMKG Prakirakan Kota Besar di Indonesia Hujan dan Berawan pada Kamis 31 Oktober 2024

    BMKG Prakirakan Kota Besar di Indonesia Hujan dan Berawan pada Kamis 31 Oktober 2024

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, berbagai kota besar di Indonesia akan hujan dan berawan pada Kamis (31/10/2024).

    Prakirawan BMKG Maria Klaudiana mengatakan hujan lebat akan melanda Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, hingga Mataram. “Sementara Tanjung Selor, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Mamuju, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke juga berpotensi turun hujan,” kata dia dilansir Antara.

    Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya. Selain itu, Denpasar, Kupang, Pontianak, Samarinda, Makassar, Palu, Ternate, Ambon, Sorong, dan Manokwari.

    Adapun beberapa kota besar lain diprakirakan mengalami kondisi berawan, meliputi Banda Aceh, Padang, Bengkulu, Jakarta, Serang, Gorontalo, dan Kendari.

    BMKG memprakirakan tinggi gelombang air laut di wilayah Indonesia umumnya berada di kisaran 0,5 hingga 2,5 meter. Gelombang setinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di Laut China Selatan, Samudra Pasifik timur Filipina, Samudra Hindia barat daya Sumatera, dan Laut Arafuru.

  • 30 Oktober: Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia, Lahirnya ORI hingga Berganti Rupiah

    30 Oktober: Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia, Lahirnya ORI hingga Berganti Rupiah

    ORI muncul dalam beragam seri, mulai dari Seri I hingga Seri ORI Baru. ORI Seri I ditandatangani oleh A.A. Maramis, ORI Seri II lahir pada 1 Januari 1947 ditandatangani oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara, ORI Seri III lahir pada 26 Juli 1947 ditandatangani oleh A.A. Maramis, ORI Seri IV lahir pada 23 Agustus 1948 ditandatangani oleh Drs. Mohammad Hatta, dan Seri ORI Baru lahir 17 Agustus 1949 ditandatangani oleh Mr. Loekman Hakim.

    ORI Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) lahir pada 1 Januari 1950, tepatnya saat Indonedia menjadi RIS. Mata uang RIS resmi diberlakukan untuk menggantikan Seri ORI Baru.

    Dalam kondisi perang, jumlah uang yang beredar di wilayah Indonesia sulit dihitung dengan tepat. Penyebabnya karena uang De Javasche Bank dan Pemerintah Hindia Belanda belum ditukarkan atau disimpan pada bank berdasarkan ketentuan Undang-Undang yang berlaku saat itu.

    Pada tahun pembukuan 1949-1950, De Javasche Bank membuat data perkembangan uang beredar. Peran dan fungsi bank pun kemudian digantikan oleh Bank Indonesia (BI) yang resmi berdiri pada 1953.

    Selanjutnya, uang baru mulai dirilis yang kemudian dikenal dengan nama Rupiah hingga sekarang. Nama tersebut berasal dari bahasa Mongolia yang artinya perak.

    Perjalanan panjang ini berawal dari ORI yang ditetapkan sebagai alat pembayaran yang sah mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00 WIB. Sejak saat itu pula, pemerintah menyatakan 30 Oktober sebagai Hari Oeang Republik Indonesia.

     

    Penulis: Resla

  • 10 tahun Jokowi, pertahanan negara jadi investasi jangka panjang

    10 tahun Jokowi, pertahanan negara jadi investasi jangka panjang

    Jakarta (ANTARA) – Dalam 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, ancaman terhadap pertahanan negara tidak hanya mencakup ancaman tradisional,  tetapi mulai meluas pada ancaman modern yang melibatkan kecerdasan buatan, bahkan ancaman biologis, sebagaimana yang terjadi selama pandemi COVID-19.

    Oleh karena itu, sejak periode pertama pemerintahannya yang berlanjut pada periode kedua, Presiden Jokowi menunjukkan komitmen dan konsistensinya memperkuat postur pertahanan negara sebagaimana yang dia tetapkan dalam dua peraturan presiden, yaitu Perpres Nomor 97 Tahun 2015 dan Perpres Nomor 8 Tahun 2021.

    Dua peraturan presiden itu kemudian dijalankan oleh dua menteri pertahanan berlatar militer, yaitu Jenderal TNI (Purn.) Ryamizad Ryacudu pada periode pertama pemerintahan Jokowi, kemudian berlanjut kepada Jenderal TNI (HOR) Prabowo Subianto pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi yang bakal berakhir pada 20 Oktober 2024. Dua perpres itu juga menjadi pedoman bagi seluruh kebijakan pertahanan pemerintahan Jokowi yang saat ini hampir menyentuh 10 tahun.

    Presiden Jokowi dalam pedoman kebijakan pertahanan yang dia buat menyoroti beberapa aspek penguatan postur pertahanan, yang di antaranya mencakup melanjutkan kebijakan modernisasi alutsista TNI, meningkatkan profesionalisme TNI, membentuk komponen cadangan, meningkatkan penguasaan terhadap teknologi pertahanan dan meningkatkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri, serta mengintegrasikan kekuatan pertahanan tiga matra TNI untuk menunjang kebijakan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

    Keinginan Presiden Jokowi meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia itu kemudian diwujudkan secara bertahap dalam 10 tahun terakhir. Langkah itu menjadi mutlak mengingat situasi geografis Indonesia yang strategis, kemudian situasi geopolitik dunia yang dalam beberapa tahun terakhir masih diliputi ketegangan dan adu unjuk kekuatan militer negara-negara kuat seperti China, Amerika Serikat, dan pakta pertahanan negara-negara Barat, misalnya, AUKUS (Australia, Inggris, dan AS).

    Modernisasi alutsista TNI

    Dalam deretan kebijakan pertahanan pemerintahan Presiden Jokowi, modernisasi alutsista menjadi salah satu agenda prioritas, mengingat Presiden berupaya mewujudkan TNI sebagai kekuatan yang punya daya tangkal serta mampu menghadapi ancaman perang yang berlarut. Keinginan mewujudkan kekuatan yang punya daya tangkal itu pun diwujudkan dalam berbagai pembelian alutsista baru terutama yang ditujukan untuk memperkuat matra udara dan matra laut TNI yang menjadi garda terdepan menangkal ancaman-ancaman dari luar. Bahkan, jika mengamati rencana pembelian sejumlah alutsista dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Presiden Jokowi juga serius membentuk kekuatan TNI yang berproyeksi ke luar (outward looking), yang artinya kekuatan TNI punya kemampuan untuk bertempur di luar wilayah Indonesia.

    Kebijakan membeli alutsista baru, terutama yang berteknologi tinggi itu, bukan tanpa halangan. Ragam kritik juga mewarnai belanja alutsista baru yang dijalankan selama pemerintahan Presiden Jokowi. Debat antara belanja alutsista versus peningkatan kesejahteraan publik (gun vs butter) pun sempat menjadi komoditas politik khususnya saat memasuki masa Pilpres 2024. Anggaran pertahanan yang tahun ke tahun trennya naik pun kerap menjadi sorotan beberapa kelompok, terutama dari organisasi masyarakat sipil.

    Namun, perdebatan untuk menentukan salah satu yang menjadi prioritas pada akhirnya kontraproduktif karena luput mempertimbangkan peran penting pertahanan negara yang fungsinya tidak sekadar menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, tetapi juga menjaga kepentingan nasional, yang dimensinya menjangkau sektor-sektor di luar pertahanan, yaitu kepentingan ekonomi, politik, sosial, dan budaya nasional. Terkait itu, contoh paling tepat melihat bagaimana China memutuskan untuk membuat pangkalan militer di Djibouti, Afrika Timur, pada 2017, dan saat ini dalam proses membangun pangkalan militer kedua di Guinea Ekuatorial di Afrika Barat, kemudian AS pun merespons itu dengan mengubah Komando Pertahanan Pasifik-nya (USPACOM) menjadi Komando Pertahanan Indo-Pasifik (USINDOPACOM) pada 2018. Komando pertahanan itu, yang terbentuk sejak 77 tahun lalu, mengendalikan armada dan aset-aset militer AS yang tersebar dari Samudera Pasifik hingga Samudera Hindia, kawasan yang saat ini dikenal dengan Indo-Pasifik.

    Jika membandingkan kekuatan militer Indonesia dengan dua negara kuat itu, tentu jaraknya masih relatif jauh. Namun, upaya menuju ke arah itu perlu dimulai jika memang tujuan bangsa ke depan ingin menjadi negara maju pada 2045. Visi itu yang saat ini dikenal luas dengan slogan Indonesia Emas 2045.

    Oleh karena itu, pemenuhan kekuatan pokok minimum (MEF) secara bertahap terus dilakukan semasa pemerintahan Presiden Jokowi. Sejak periode pertama pemerintahannya, pemenuhan MEF terus berjalan hingga saat ini mendekati akhir masa kerja periode kedua pemerintahan Jokowi. Rata-rata pencapaian MEF untuk memperkuat tiga matra TNI mendekati 70 persen. Targetnya, pemenuhan kekuatan pokok minimum itu tuntas pada akhir 2024.

    Dari matra udara, belanja alutsista penting yang menjadi sorotan, di antaranya pembelian 42 unit pesawat tempur generasi 4.5 Rafale dari Dassault Aviation Perancis, lima pesawat angkut C-130 J Super Hercules buatan Lockheed Martin Amerika Serikat, ada juga delapan helikopter angkut berat Airbus H225M yang perakitan dan kustomisasinya dikerjakan oleh perusahaan plat merah PT Dirgantara Indonesia (DI), kemudian ada program pembaruan Falcon Star-Enhance Mid Life Update (eMLU) untuk 10 pesawat tempur F-16 TNI AU, dua pesawat angkut Airbus A400M, limaTNI unit pesawat angkut Casa NC-212i buatan PT DI, delapan unit drone tempur CH-4 Rainbow buatan China Academy of Aerospace Aerodynamics (CASC), Radar Leonardo RAT-31 DL/M yang mampu mendeteksi rudal nuklir buatan Italia, dan 25 radar baru yang 13 di antaranya radar Ground Control Interception (GCI) GM-403 buatan Thales Perancis bekerja sama dengan PT Len Industri dan 12 lainnya buatan Retia dari Ceko. Pemerintah Indonesia saat ini juga bekerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dan Korea Aerospace Industry membangun pesawat tempur generasi 4.5 KF-21 Boramae.

     

    Editor: Achmad Zaenal M
    Copyright © ANTARA 2024