BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Imbas 2 Siklon Tropis
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 27-30 Desember 2025.
Gelombang tinggi
dipicu oleh
Siklon Tropis
Grant (11.8°LS 92.8°BT) di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 96S (12.9°LS, 118.6°BT) di Samudra Hindia Selatan NTB.
“Siklon Tropis Grant dan Bibit Siklon Tropis 96S memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di
perairan Indonesia
,” tulis imbauan
BMKG
dalam keterangan yang diterima, Sabtu (27/12/2025).
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia selatan NTT,” kata BMKG.
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat.
Peningkatan gelombang juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian utara, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Banda, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian timur.
Sementara itu, gelombang yang sangat tinggi di kisaran 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna utara, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Samudra Pasifik utara Maluku.
“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” kata BMKG.
Untuk itu, masyarakat harus selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal kargo atau pesiar.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis imbauan BMKG.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Hindia
-
/data/photo/2025/12/26/694e3eab85b9c.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Imbas 2 Siklon Tropis
-

Gelombang Laut Berpotensi Capai 4 Meter, Ini Wilayah yang Perlu Diwaspadai
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung pada 27 hingga 30 Desember 2025, dengan tinggi gelombang mencapai hingga 4 meter di beberapa area.
Pengaruh siklon tropis picu gelombang tinggi
Dalam siaran persnya yang dikutip pada Sabtu, 27 Desember 2025 BMKG menjelaskan, munculnya Siklon Tropis GRANT yang terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu serta Bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut.Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur dengan kecepatan berkisar 6-25 knot.
Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang sama. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia selatan NTT.
Wilayah dengan gelombang 1,25-2,5 meter
BMKG mencatat, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.Selain itu, potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga dapat terjadi di Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Makassar bagian selatan hingga utara, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua, serta Laut Banda dan Laut Arafuru.
Gelombang sangat tinggi capai 4 meter
Sementara itu, gelombang sangat tinggi dengan kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, serta Samudra Pasifik utara Maluku.Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil hingga besar.
Imbauan keselamatan bagi aktivitas pelayaran
BMKG mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan. Risiko keselamatan meningkat ketika kecepatan angin dan tinggi gelombang melampaui batas aman, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal kargo dan kapal pesiar.
Selain itu, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar area yang berpotensi terdampak gelombang tinggi juga diminta tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca laut.
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung pada 27 hingga 30 Desember 2025, dengan tinggi gelombang mencapai hingga 4 meter di beberapa area.
Pengaruh siklon tropis picu gelombang tinggi
Dalam siaran persnya yang dikutip pada Sabtu, 27 Desember 2025 BMKG menjelaskan, munculnya Siklon Tropis GRANT yang terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu serta Bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur dengan kecepatan berkisar 6-25 knot.Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang sama. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia selatan NTT.
Wilayah dengan gelombang 1,25-2,5 meter
BMKG mencatat, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Selain itu, potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga dapat terjadi di Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Makassar bagian selatan hingga utara, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua, serta Laut Banda dan Laut Arafuru.
Gelombang sangat tinggi capai 4 meter
Sementara itu, gelombang sangat tinggi dengan kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, serta Samudra Pasifik utara Maluku.
Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil hingga besar.
Imbauan keselamatan bagi aktivitas pelayaran
BMKG mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan. Risiko keselamatan meningkat ketika kecepatan angin dan tinggi gelombang melampaui batas aman, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal kargo dan kapal pesiar.
Selain itu, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar area yang berpotensi terdampak gelombang tinggi juga diminta tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain diGoogle News
(ANN)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456024/original/014744500_1766769284-1000869073.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Basarnas Hentikan Pencarian Meski 8 ABK Masih Hilang
Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah, menjelaskan kapal tersebut merupakan kapal nelayan jenis pukat berukuran cukup besar. KM Maulana 30 diketahui bertolak dari Jakarta pada 16 Desember 2025 menuju area penangkapan ikan di sekitar Samudra Hindia, dekat perairan Tanggamus.
“Kapal ini berangkat dari Jakarta menuju ground fishing mereka di Samudra Hindia. Kejadiannya terbakar sekitar pukul 08.00 WIB,” ujar Deden, Sabtu (20/12).
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Basarnas masih mengalami kendala komunikasi dengan kapal penyelamat di lokasi kejadian.
“Kami belum mendapatkan kronologis lengkap karena komunikasi terbatas. KM Damansa 05 menggunakan komunikasi Starlink yang hanya aktif setiap 30 menit,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan visual, kondisi kapal KM Maulana 30 disebut belum sepenuhnya tenggelam, meski masih mengeluarkan asap tebal.
“Dari gambar yang kami terima, kapal masih terlihat terapung dan mengeluarkan asap. Untuk kondisi pastinya masih kami pastikan,” tambah Deden.
Pada pukul 10.50 WIB, KN SAR Basudewa milik Kantor SAR Lampung dengan 19 kru, didukung unsur Polair dan TNI AL (Lanal), telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
“Tim SAR gabungan sudah bergerak untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap ABK yang belum ditemukan,” tutup dia.
Berikut data lengkap Nahkoda serta ABK yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat:
1. Sulis Khoirih (36), sebagai Nahkoda, warga Pekalongan, Jawa Tengah
2. Rudi Hartoyo (35), Pekalongan
3. Firman Nur Arifin (29), Pekalongan
4. Zulfi Ilalquadhi (24), Pekalongan
5. Rowo Hendi Abdullah (35), Pekalongan
6. Luthfi (31), Pekalongan
7. Taryono (43), Pekalongan
8. Ismanto (29), Pekalongan
9. Hermawan (28), Pekalongan
10. M. Sofiyyul Maula (25), Pekalongan
11. Achmad Cholidin (45), Pekalongan
12. Purwo Raharjo (42), Batang
13. Khoirul Arifin (22), Purbalingga
14. Dena Bagas Aji (19), Bekasi
15. Tasib (36), Pekalongan
16. Patwa (26), Palembang
17. Hendri Setiadi (32), Bandung
18. Eko Wahyudin (24), Klaten
19. Karimun (41), Tegal
20. Qomarudin (34), Pekalongan
21. M. Priyadi (20), Pekalongan
22. Hari Supriyadi (23), Purbalingga
23. Taimin (31), Pekalongan
24. Jaka Hermawan (25), Tasikmalaya
25. Erik Prastio (35), Jakarta Barat
Sementara itu, 8 ABK masih dinyatakan hilang :
1. M. Rifky Isna
2. Fattahillah
3. Syaiful Parno Majid
4. M. Yusron Muttaqo
5. Rasmat
6. Agus Ramadlon
7. Mujahidn
8. Syafruddin Dirwanto.
-
/data/photo/2025/12/26/694e3eab85b9c.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat-Sangat Lebat 26 Desember-1 Januari di Wilayah Ini Nasional
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat-Sangat Lebat 26 Desember-1 Januari di Wilayah Ini
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang akan terjadi pada periode 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, keberadaan Siklon Tropis Grant di Samudera Hindia selatan Bengkulu dan
Bibit Siklon Tropis
96S di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), turut memberikan pengaruh tidak langsung berupa perlambatan dan pertemuan angin.
“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi di beberapa wilayah,” kata Guswanto melansir keterangan yang diunggah di situs BMKG, Jumat (26/12/2025).
Lebih rinci, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, masyarakat yang beraktivitas di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu dan sebagian besar Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua Selatan, perlu mewaspadai hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang, pada medio 26-28 Desember 2025.
Potensi angin kencang juga dapat terjadi di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
“Memasuki periode 29 Desember 2025–1 Januari 2026,
potensi hujan lebat
hingga sangat lebat masih dapat terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Barat, disertai potensi angin kencang di beberapa wilayah lainnya,” jelas Andri.
Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani meminta masyarakat untuk memantau informasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, serta potensi dampak hidrometeorologi yang mungkin timbul.
“Di tengah perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan agar tetap tenang namun waspada, serta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama saat melakukan perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan perayaan malam pergantian tahun,” imbuh Teuku.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Waspada Potensi Hujan Lebat-Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Jumat
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan publik untuk siap siaga menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disebabkan dinamika atmosfer di sejumlah wilayah pada Jumat, 26 Desember 2025.
Dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Prakirawan Cuaca BMKG, Masayu, mengatakan kondisi tersebut terdapat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Adapun kombinasi sejumlah dinamika atmosfer menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis GRANT terpantau di Samudera Hindia Selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau 65 km per jam dan tekanan udara minimum 997 hektopaskal dengan arah gerak ke barat,” kata Masayu dilansir Antara.
Masayu menyebutkan bahwa dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis ini menjadi Kategori 2 atau berbahaya.
Siklon Tropis ini, katanya, dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem atau low level jet hingga mencapai lebih dari 25 knot di Samudera Hindia Barat Lampung serta membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi dan pertemuan angin atau konfluensi di wilayah Samudera Hindia Barat Bengkulu Lampung hingga Selatan Banten.
Bibit Siklon Tropis 96S terpantau di Selatan Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan maksimum 15 knot atau 28 km per jam dengan tekanan udara minimum 1.008 hektopaskal dan arah gerak ke barat.
“Bibit ini memiliki potensi rendah untuk menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam ke depan,” ujarnya.
Adapun Bibit Siklon Tropis itu menginduksi terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di Nusa Tenggara Barat serta Nusa Tenggara Timur bagian Selatan.
Daerah konvergensi lainnya memanjang di Selat Malaka hingga Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertemuan awan hujan di sekitar Siklon Tropis, Bibit Siklon Tropis, Sirkulasi Siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi-konfluensi tersebut,” tuturnya.
Terkait cuaca di daerah lain, dia mengingatkan untuk publik di Indonesia bagian barat mewaspadai potensi hujan petir di Palembang dan Palangka Raya, serta potensi hujan sedang di Bengkulu dan Jakarta.
Dia juga menyebutkan terdapat juga potensi hujan ringan sebagian besar Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, serta potensi berawan hingga berawan tebal di Banda Aceh.
Untuk Indonesia bagian timur, menurut Masayu, perlu mewaspadai potensi hujan sedang di Mamuju, Kendari, Makassar, dan Merauke.
“Terdapat juga potensi hujan ringan di Denpasar, Mataram, Kupang, Palu, Makassar, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian Papua, serta potensi berawan tebal di Gorontalo, potensi asap dan kabut di Sorong,” katanya.
-

Bibit Siklon Tropis Baru Terbentuk, Ini Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem
Jakarta –
BMKG menyebut ada bibit siklon tropis baru yang diberi nama 96S terbentuk di Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Bibit siklon tropis tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Dikutip dari situs resmi BMKG, Jumat (26/12/2025), siklon tropis Grant masih terdeteksi berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga Kamis (25/12) malam. Siklon tersebut terus bergerak ke arah barat atau menjauhi Indonesia.
Kekuatan angin pada siklon tropis Grant terdeteksi 75 km per jam. Siklon ini masuk kategori 1.
BMKG memprediksi siklon tropis Grant akan meningkat ke kategori 2 pada Jumat (26/12) malam dengan kecepatan angin 95 km per jam. BMKG memprediksi siklon tropis Grant akan berdampak tidak langsung pada gelombang laut hingga 2,5 meter di perairan barat Bengkulu dan Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia barat Bengkulu dan Lampung, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.
Bibit Siklon Baru Muncul
Selain itu, BMKG menginformasikan soal keberadaan bibit siklon 96S. Bibit siklon itu terbentuk pada Kamis (25/12) dini hari di wilayah Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
BMKG mengatakan kecepatan angin maksimumnya 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1003 hPa. Pengamatan citra satelit terakhir menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif di sekitar pusat sirkulasi, tapi masih belum terorganisasi dengan baik dan masih sporadis di sebelah utara pusat sistem.
“Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan sistem ini cenderung persisten, dan akan mengalami sedikit peningkatan kecepatan angin pada 24-48 jam ke depan ditandai dengan sirkulasi yang semakin tertutup dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot, terutama di utara pusat sirkulasi dengan arah pergerakan ke arah timur-tenggara,” ujar BMKG.
Menurut BMKG, bibit siklon tersebut akan bergerak berbalik arah ke barat laut hingga barat pada 48-72 jam. Secara umum, menurut BMKG, potensi bibit siklon tropis 96S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori rendah.
Berikut ini daftar wilayah yang diprediksi terdampak bibit siklon tropis 96S:
– Hujan kategori sedang-lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
– Angin Kencang di wilayah Pesisir selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.
– Tinggi gelombang kategori sedang (1,25-2,5 m) di wilayah Perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta, perairan selatan Pulau Lombok hingga Pulau Timor, dan Laut Sawu.
-Tinggi gelombang kategori tinggi (2,5-4 m) di wilayah Selat Bali bagian selatan dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur.
Halaman 2 dari 2
(haf/dhn)
-

BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah Bakal Diguyur Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hari ini
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan publik untuk siap siaga menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disebabkan dinamika atmosfer di sejumlah wilayah pada Jumat.
Dalam keterangan yang dikutip dari Antara pada Jumat (26/12/2025), Prakirawan cuaca BMKG Masayu mengatakan, kondisi tersebut terdapat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Adapun kombinasi sejumlah dinamika atmosfer menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis GRANT terpantau di Samudera Hindia Selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau 65 km per jam dan tekanan udara minimum 997 hektopaskal dengan arah gerak ke barat,” katanya.
Masayu menyebutkan bahwa dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis ini menjadi kategori 2, atau berbahaya.
Siklon Tropis ini, katanya, dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem atau low level jet hingga mencapai lebih dari 25 knot di Samudera Hindia Barat Lampung dan juga membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi dan pertemuan angin atau konfluensi di wilayah Samudera Hindia Barat Bengkulu Lampung hingga Selatan Banten.
Bibit Siklon Tropis 96S terpantau di Selatan Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan maksimum 15 knot atau 28 km per jam dengan tekanan udara minimum 1008 hektopaskal dan arah gerak ke barat.
“Bibit ini memiliki potensi rendah untuk menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam ke depan,” katanya.
Adapun bibit siklon tropis itu menginduksi terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi pertemuan angin atau konfluensi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur bagian Selatan.
Daerah konvergensi lainnya memanjang di Selat Malaka hingga Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur Daerah Istimewa Yogyakarta Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertemuan awan hujan di sekitar Siklon Tropis, Bibit Siklon Tropis, Sirkulasi Siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi-konfluensi tersebut,” katanya.
Terkait cuaca di daerah lain, dia mengingatkan untuk publik di Indonesia bagian barat mewaspadai potensi hujan petir di Palembang dan Palangka Raya, potensi hujan sedang di Bengkulu dan Jakarta.
Dia juga menyebutkan terdapat juga potensi hujan ringan sebagian besar Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, dan potensi berawan hingga berawan tebal di Banda Aceh.
Untuk Indonesia bagian timur, katanya, perlu mewaspadai potensi hujan sedang di Mamuju, Kendari, Makassar, dan Merauke.
“Terdapat juga potensi hujan ringan di Denpasar, Mataram, Kupang, Palu, Makassar, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian Papua, dan potensi berawan tebal di Gorontalo, potensi asap dan kabut di Sorong,” katanya.
-
Penjelasan BPBD, Sulbar Tidak Terdampak Langsung Siklon Tropis Grant
Liputan6.com, Jakarta – Sulawesi Barat (Sulbar) tidak terdampak langsung siklon tropis grant. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar Muhammad Yasir Fattah menuturkan alasannya karena Sulbar berada di luar jalur pembentukan siklon.
“Wilayah Sulbar tidak terdampak langsung siklon tropis Grant,” kata Yasir Fattah di Mamuju, Kamis (25/12).
Yasir Fattah menyampaikan penegasan tersebut, setelah Pusdalops BPBD Sulbar menerima informasi terkini dari Topical Cyclone Warning Center (TCWC) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta terkait perkembangan sistem siklon tropis di wilayah Samudra Hindia, berdasarkan update tanggal 25 Desember 2025, pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan tersebut, Siklon Tropis Grant berkembang dari bibit siklon 93S, yang mulai tumbuh sejak 11 Desember 2025 di wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa Timur, dan mencapai intensitas siklon tropis pada 24 Desember 2025, pukul 19.00 WIB.
Saat ini, Siklon Tropis Grant berada di Samudra Hindia Barat daya Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot (75 km/jam) serta tekanan minimum 995 hPa.
Berdasarkan analisis TCWC BMKG, kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Grant diprakirakan akan meningkat secara perlahan dalam 24 jam ke depan hingga mencapai kategori 2.
Selain itu, TCWC BMKG juga melaporkan terbentuknya bibit siklon tropis 96S pada 24 Desember 2025, pukul 18.00 UTC (01.00 WIB).
Sistem ini saat ini berada di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam) dan tekanan minimum 1008 hPa.
Bibit siklon tropis 96S diprediksi memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Yasir Fattah menyampaikan bahwa meskipun Pulau Sulawesi termasuk wilayah Sulbar berada di luar jalur dan relatif aman dari dampak langsung siklon tropis, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
“Walaupun Sulbar tidak terdampak langsung oleh Siklon Tropis Grant maupun bibit siklon 96S, kami tetap menginstruksikan seluruh jajaran BPBD untuk siaga dan terus memantau perkembangan cuaca,” ujar Yasir Fattah.
Pusdalops BPBD Sulbar, kata Yasir Fattah, akan terus melakukan pemantauan dan menyebarluaskan informasi resmi dari BMKG kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait guna mendukung langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah Sulbar.
“Hal ini sesuai arahan Gubernur Sulbar agar kesiapsiagaan tetap dijaga dalam menghadapi potensi dampak tidak langsung seperti peningkatan curah hujan, angin kencang dan gelombang tinggi,” ujar Yasir Fattah.
Siklon tropis membawa dampak merusak seperti angin kencang, hujan sangat lebat dan gelombang laut sangat tinggi (termasuk storm surge), menyebabkan kerusakan infrastruktur, banjir, tanah longsor hingga mengancam keselamatan warga.
-

Mengenal Apa itu Siklon Tropis Grant yang Berpotensi Memicu Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia
YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau terbentuknya Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia barat daya Lampung. Fenomena ini bisa memicu terbentuknya gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Lantas, apa itu Siklon Tropis Grant?
Menyadur laman resmi BMKG, Siklon Tropis Grant pada 23 Desember 2025 terpantau berada pada kategori 1 dengan kecepatan angin maksimum 35 knots (65 km/jam) dan tekanan 996 hPa dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia sehingga tidak berpengaruh terhadap cuaca.
Mengenal Apa itu Siklon Tropis Grant
Siklon Tropis Grant adalah badai tropis yang terbentuk di atas perairan hangat Samudra Hindia. Sistem ini berkembang dari Bibit Siklon 93S yang tumbuh sejak 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dan mencapai intensitas siklon tropis pada 23 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Pada Selasa, 23 Desember, Siklon Tropis Grant terpantau berada di sekitar Samudra Hindia barat daya Bengkulu 12.2oLS, 98.2oBT (sekitar 1030 kilometer sebelah barat daya Bengkulu).
Arah Gerak Siklon Tropis Grant diprediksi menuju Barat dengan kecepatan 6 knots (11 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Dalam 24 jam ke depan (hingga tanggal 25 Desember 2025 pukul 07.00 WIB), Siklon Tropis Grant diprediksi akan bergerak sebagaimana berikut:
Posisi: Samudra Hindia barat Daya Bengkulu 12.0oLS, 96.3oBT (sekitar 1120 kilometer sebelah barat daya Bengkulu)Arah Gerak: Barat, dengan kecepatan 4 knots (7 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.Kekuatan: 50 knots (95 kilometer/jam)Tekanan: 987 hPaKategori: 2 (dua)
Dampak Siklon Tropis Grant di Perairan Indonesia
Siklon Tropis Grant masih memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi gelombang laut di pesisir selatan Indonesia. Badai tropis ini memicu potensi peningkatan tinggi gelombang dalam kategori sedang (1,25 hingga 2,5 meter) di sejumlah perairan Indonesia, seperti:
Perairan barat LampungSelat Sunda bagian selatanPerairan selatan Pulau JawaSamudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa.
Menurut pantauan BMKG, Siklon Tropis Grant bergerak ke arah barat-barat laut menjauhi kepulauan Indonesia.
Imbauan BMKG Terkait Aktivitas Siklon Tropis Grant
Dengan lahirnya Siklon Tropis Grant, BMKG meminta masyarakat di wilayah terdampak, khususnya pelaku operasional pelayaran, untuk waspada terhadap perubahan kondisi laut sejak dini.
Bagi masyarakat di wilayah pesisir, diharapkan terus memantau informasi BMKG dan arahan mitigasi BPBD setempat.
Demikian penjelasan tentang apa itu Siklon Tropis Grant. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.id.
-

Waspada Cuaca Ekstrem Natal dan Tahun Baru 2026 di Bojonegoro
Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Imbauan ini menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang diprediksi masih berpotensi terjadi hingga 31 Desember 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan kondisi cuaca ekstrem berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang, terutama di wilayah rawan dan kawasan wisata alam.
“Libur Nataru identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk wisata alam. Kami mengingatkan agar keselamatan menjadi prioritas utama di tengah cuaca yang tidak menentu,” ujar Heru Wicaksi, Rabu (24/12/2025).
Untuk memastikan liburan tetap aman dan nyaman, BPBD Bojonegoro menyampaikan lima imbauan penting kepada masyarakat. Pertama, selalu mengecek lokasi tujuan dan menghindari daerah rawan banjir maupun longsor. Kedua, menyiapkan tas siaga berisi obat-obatan dan perlengkapan darurat.
Ketiga, mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain atau berenang di sungai, waduk, maupun embung tanpa pengawasan. Keempat, rutin memantau informasi cuaca terkini dari BMKG atau BPBD. Kelima, segera melapor ke BPBD setempat jika terjadi kondisi darurat bencana.
Heru menambahkan, Bojonegoro memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi saat libur panjang, seperti Kayangan Api, Waduk Pacal, Air Terjun Kedung Maor dan Kedung Gupit, Negeri di Atas Angin Desa Deling, kawasan sumur minyak tua Wonocolo di Kecamatan Kedewan, hingga Gunung Pandan di Desa Klino, Kecamatan Sekar. Seluruh lokasi tersebut perlu diwaspadai karena rentan terdampak cuaca ekstrem.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode 21–31 Desember 2025. Kepala BMKG Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, bahkan beberapa daerah berada pada fase puncak.
“Hingga akhir Desember diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Taufiq dalam keterangan tertulis.
BMKG menyebutkan, kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia serta munculnya bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Meski tidak berdampak langsung, fenomena tersebut meningkatkan intensitas hujan dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di berbagai daerah, termasuk Bojonegoro.
BPBD Bojonegoro pun mengajak masyarakat untuk tetap waspada, tidak memaksakan perjalanan wisata saat cuaca buruk, serta selalu mengutamakan keselamatan di mana pun berada selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. [lus/ian]