Tag: Hindia

  • Menjelajah Gunung Pandan, Atap Bojonegoro di Jantung Kendeng yang Mulai Dilirik Pendaki

    Menjelajah Gunung Pandan, Atap Bojonegoro di Jantung Kendeng yang Mulai Dilirik Pendaki

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Di gugusan Pegunungan Kendeng, berdiri Gunung Pandan yang menjulang paling tinggi dibanding dua “saudaranya”, Gunung Glagahgede dan Gunung Gambir. Dengan ketinggian sekitar 897 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Pandan—yang juga dikenal dengan sebutan Gunung Gede—menjadi titik tertinggi di Kabupaten Bojonegoro sekaligus menyimpan pesona alam dan budaya yang kian menarik perhatian.

    Selama ini, Gunung Pandan lebih dikenal lewat cerita rakyat dan kisah-kisah lisan yang hidup di tengah masyarakat sekitar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wajah gunung ini mulai berubah. Jalur-jalur setapak yang dahulu hanya dilalui warga kini semakin akrab dengan sepatu pendaki. Bahkan, kawasan ini sempat digunakan sebagai lokasi kegiatan olahraga fun trail run oleh komunitas pelari di Bojonegoro, menandai mulai terbukanya Gunung Pandan sebagai destinasi wisata minat khusus.

    Gunung Pandan berada di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Untuk mencapai puncaknya, pendaki memiliki setidaknya empat pilihan jalur dengan karakter yang berbeda-beda. Jalur yang paling awam dan sering digunakan berada di Dusun Tugurejo, Desa Klino. Aksesnya relatif mudah dan menjadi favorit pendaki lokal yang ingin menikmati panorama Kendeng dari ketinggian.

    Pilihan kedua adalah jalur Dusun Jomblangjati, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Bendoasri, Kabupaten Nganjuk. Jalur ini menawarkan pengalaman berbeda karena pendaki akan melewati anak Gunung Pandan serta sebuah sumber mata air alami. Sumber mata air panas itu kerap menjadi tempat singgah untuk beristirahat.

    Sebelum mencapai puncak utama, pendaki akan melewati Gunung Gambir dengan ketinggian sekitar 600 mdpl. Gunung ini bukan sekadar persinggahan, melainkan ruang budaya yang masih hidup. Setiap tanggal 1 hingga 15 Suro, warga setempat rutin menggelar tradisi manganan atau sedekah bumi di kawasan tersebut.

    “Sedekah bumi dilakukan di sebuah sumber mata air yang kami sebut Sendang Ndimo. Selain itu, sedekah bumi juga dilakukan di puncak Gunung Pandan,” tutur Mbah Saji, Sabtu (10/1/2026).

    Tradisi tersebut menjadi penanda kuat bahwa Gunung Pandan bukan hanya ruang geografis, tetapi juga ruang spiritual bagi masyarakat sekitar. Kepercayaan warga setempat juga menyebut bahwa di puncak Gunung Pandan terdapat penunggu tak kasat mata yang dikenal dengan sebutan Ki Drepo dan Nyi Gendrosari. Keduanya kerap disebut warga sebagai seorang tabib yang akhirnya muksa di puncak gunung.

    Perpaduan antara alam, budaya, dan kepercayaan inilah yang membuat kawasan Kendeng, termasuk Gunung Pandan, memiliki daya tarik khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

    Selain dua jalur tersebut, pendakian ke Gunung Pandan juga bisa ditempuh melalui Desa Bandungan di wilayah Kabupaten Nganjuk, serta jalur Lemahbang yang dikenal sebagai akses dari arah Madiun. Meski belum sepopuler jalur Klino dan Krondonan, kedua jalur ini menyimpan tantangan tersendiri bagi pendaki yang mencari suasana berbeda.

    Dengan potensi alam yang masih terjaga dan tradisi lokal yang tetap lestari, Gunung Pandan perlahan menjelma menjadi destinasi alternatif bagi pencinta alam dan pegiat olahraga luar ruang. Di balik ketinggiannya, gunung tertinggi di Bojonegoro ini menyimpan cerita, spiritualitas, dan petualangan yang menunggu untuk dijelajahi.

    Sementara itu, salah seorang pemerhati sejarah Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Wahyu Rizkiawan, dalam artikel yang pernah dipublikasikan di jurnaba.co berjudul Gunung Pandan: Spirit Ekologi dan Pusat Kebudayaan mengungkapkan bahwa keberadaan Gunung Pandan yang berada di Pegunungan Kendeng cukup diperhatikan oleh Raja Dyah Baletung (898–910).

    Selama masa kejayaan Medang dengan Raja Dyah Baletung, sangat mengistimewakan keseimbangan sungai (Bengawan Solo) dan pegunungan. Gunung yang juga memiliki nama Gunung Pugawat itu juga telah banyak ditulis dalam sebuah prasasti. Dalam Prasasti Pucangan (1041 M), Gunung Pandan dikenal sebagai tempat pertapaan megah kaum Brahmana yang dibuat oleh Raja Erlangga dari Kerajaan Medang Kahuripan.

    “Hal ini menunjukkan bahwa kawasan ini sudah menjadi pusat spiritual dan kebudayaan sejak awal era Hindu-Buddha di Jawa,” ungkap Wahyu dalam tulisannya.

    Kemudian, dalam catatan penjelajah dan kolonial sekitar abad ke-19 M, pelancong Jawa bernama Raden Mas Arya Purwalelana melakukan ekspedisi ke lereng Gunung Pandan dan mencatat adanya makam seorang putri bernama Gendrosari serta patung besar yang dikenal masyarakat sebagai Mbah Derpo.

    Pada catatan lain, pada tahun 1857, ilmuwan Belanda Roorda Eysinga melaporkan penemuan berbagai benda peribadatan di puncak gunung, termasuk patung Brahma raksasa yang juga disebut Kiai Derpo oleh warga setempat.

    Akhir abad ke-19, dalam sebuah laporan arkeologi Hindia Belanda tahun 1910 disebutkan bahwa patung raksasa yang pernah berdiri di puncak gunung hilang sejak 1882. Namun, patung tersebut sempat dideskripsikan oleh peneliti Belanda seperti Dr. Brumund.

    Pada awal abad ke-20, para ilmuwan seperti Dr. Frederik David Kan Bosch melakukan penelitian terhadap prasasti seperti Prasasti Sendang Sedati yang ditemukan di batas wilayah Bojonegoro dan Nganjuk. Temuan ini menyebutkan wilayah sekitar Gunung Pandan sebagai bagian wilayah penting dalam penataan administrasi kerajaan dan aktivitas masyarakat zaman dahulu.

    “Penemuan prasasti dan catatan ekspedisi serta laporan arkeologi menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki kedalaman sejarah yang signifikan, jauh lebih tua dari kisah-kisah mitos yang kini berkembang,” pungkasnya. [lus/kun]

  • Kapal Perang China, Rusia, dan Iran Tiba di Afrika Selatan, Ada Apa?

    Kapal Perang China, Rusia, dan Iran Tiba di Afrika Selatan, Ada Apa?

    GELORA.CO – Kapal perang China, Rusia, dan Iran telah tiba di perairan Afrika Selatan pada Jumat (9/1/2026) waktu setempat. Tibanya armada kapal perang dari tiga negara tersebut dalam rangka untuk menggelar latihan angkatan laut bersama hingga seminggu ke depan, Jumat (16/1/2026). 

    Latihan militer bersama ini digelar tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait intervensi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela dan menangkap mantan Presiden Nicolas Maduro.

    Pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan China menyebutkan, latihan tersebut yang akan diawali dengan upacara pembukaan pada Sabtu (10/1/2026), adalah operasi gabungan untuk melindungi jalur pelayaran vital dan kegiatan ekonomi. 

    Pelatihan serangan terhadap target maritim dan penyelamatan kontra-terorisme akan menjadi bagian dari latihan militer tersebut, mengutip Al Jazeera, Sabtu (10/1/2026). 

    Kapal-kapal China, Rusia, dan Iran terlihat bergerak masuk dan keluar dari pelabuhan yang melayani pangkalan angkatan laut utama Afrika Selatan di Simon’s Town, selatan Cape Town, tempat Samudra Hindia bertemu dengan Samudra Atlantik. 

    Angkatan Pertahanan Afrika Selatan menyatakan latihan bersama ini akan memungkinkan pasukan angkatan laut masing-masing negara untuk bertukar praktik terbaik dan meningkatkan kemampuan operasional bersama, yang berkontribusi pada keselamatan jalur pelayaran dan stabilitas maritim regional secara keseluruhan. 

  • Pelayaran ke Taman Nasional Komodo Dibuka, 10 Titik Rawan Masih Ditutup

    Pelayaran ke Taman Nasional Komodo Dibuka, 10 Titik Rawan Masih Ditutup

    Sebelumnya, Taman Nasional Komodo (TNK) ditutup sementara dari semua aktivitas wisata alam dan pelayaran sejak 29 Desember 2025.

    Penutupan ini dilakukan oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dalam Surat Pemberitahuan (Notices to Mariners) No. 05/NTM-XII/2025 dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.

    Penutupan total dari aktivitas wisata dan pelayaran ini menindaklanjuti peringatan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca ekstrem ini merupakan dampak tidak langsung Siklon Tropis Hayley.

    Siklon ini terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

    KSOP juga resmi mencabut pelayaran atau Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal wisata, termasuk speed boat dalam keputusan mereka tersebut.

    Kepala BTNK Hendrikus Siga mengatakan penutupan ini berlaku untuk semua destinasi wisata di kawasan TN Komodo seperti Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pink Beach, dan spot diving lainnya.

    BTNK langsung merespons dengan menghentikan semua aktivitas pelayaran wisata alam demi keselamatan bersama.

    “Mengacu pada Surat Pemberitahuan dari KSOP tersebut di atas, maka pelayanan wisata alam di destinasi wisata TN Komodo dihentikan sementara sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut,” katanya.

     

  • 7 Destinasi Wisata ‘Hidden Gem’ Terbaru yang Wajib Masuk Bucket List dan Cara Abadikan Momennya

    7 Destinasi Wisata ‘Hidden Gem’ Terbaru yang Wajib Masuk Bucket List dan Cara Abadikan Momennya

    Tahun 2026 menandai era baru dalam dunia pariwisata Indonesia. Jika beberapa tahun lalu kita terbiasa dengan wisata “balas dendam” pasca-pandemi, kini tren telah bergeser menjadi mindful tourism atau wisata yang mengutamakan kualitas pengalaman dan estetika visual. Media sosial, khususnya TikTok, memegang peranan vital dalam pergeseran ini. Apa yang masuk ke “FYP” (For You Page) hari ini, bisa dipastikan akan dipadati pengunjung esok harinya.

    Para pelancong milenial dan Gen-Z kini tidak hanya mencari tempat sekadar untuk berlibur, tetapi mencari “spot” yang memiliki nilai sinematik tinggi. Fenomena ini menciptakan gelombang baru destinasi wisata yang secara khusus mendesain lokasi mereka agar TikTok-able. Mulai dari jembatan kaca di atas awan, glamping estetik di tepi sungai, hingga kafe dengan pemandangan 360 derajat.

    Namun, ada satu tantangan baru bagi para pemburu konten ini: bagaimana menyimpan arsip digital dari momen liburan tersebut agar tetap jernih, estetik, dan bebas dari gangguan visual saat dibagikan ulang ke platform lain. Simak ulasan lengkap destinasi paling viral di 2026 dan tips menjaga kualitas konten Anda di bawah ini.

    Deretan Wisata Viral yang “Wajib Kunjung” Tahun Ini
    Berikut adalah kurasi destinasi wisata yang diprediksi akan terus membanjiri linimasa media sosial sepanjang tahun 2026:

    1. IKN Nusantara (Kalimantan Timur): Wisata Masa Depan Seiring dengan pemindahan ibu kota yang semakin matang di 2026, kawasan IKN bukan lagi sekadar pusat pemerintahan, melainkan destinasi wisata futuristik. Titik Nol Nusantara dan kawasan Glamping di sekitar Hutan Tanaman Industri Mentawir menjadi primadona baru. Pengunjung berbondong-bondong membuat konten transisi before-after pembangunan yang megah. Pemandangan hutan tropis yang berpadu dengan arsitektur smart city menawarkan visual yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

    2. Obelix Sea View (Yogyakarta) Yogyakarta tidak pernah kehabisan ide. Setelah heboh dengan HeHa Ocean View, kini Obelix Sea View di kawasan Gunungkidul menjadi raja baru sunset. Dengan konsep amfiteater terbuka yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, tempat ini menawarkan pengalaman dynamic lighting saat malam hari. Video timelapse matahari terbenam di sini adalah jenis konten yang paling sering viral di TikTok karena gradasi warna langitnya yang dramatis.

    3. Nimo Highland (Pangalengan, Jawa Barat) Bagi pecinta udara dingin, Nimo Highland tetap menjadi juara bertahan dengan inovasi barunya. Jembatan kaca berbentuk U yang melingkar di atas kebun teh 360 derajat memberikan sensasi “berjalan di atas awan”. Di tahun 2026, area ini diperluas dengan wahana bianglala raksasa yang memungkinkan pengambilan drone shot tanpa drone. Sangat cocok untuk konten video slow motion yang estetik.

    4. Marawa Beach Club (Padang, Sumatera Barat) Membawa nuansa Bali ke tanah Minang, Marawa Beach Club milik selebriti Raffi Ahmad ini menjadi magnet baru di Sumatera. Arsitektur bambu megah dengan kolam renang infinity menghadap pantai menciptakan vibes tropis yang mewah. Wisatawan sering merekam momen bersantai di daybed dengan latar musik DJ, menjadikan tempat ini simbol gaya hidup kekinian di wilayah barat Indonesia.

    5. Malang Skyland (Jawa Timur) Mengusung konsep ecotourism modern, Malang Skyland menawarkan pemandangan city light Kota Malang dan Batu dari ketinggian. Jembatan gantung kaca (glass skybridge) di sini menjadi spot uji nyali sekaligus spot foto terbaik. Saat malam hari, lampu-lampu kota yang berkelap-kelip menjadi latar belakang video yang sangat romantis dan shareable.

    6. Tumpeng Menoreh (Magelang) Berbentuk heksagonal menyerupai tumpeng, restoran di atas bukit ini menawarkan pemandangan 4 gunung sekaligus: Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro. Waktu terbaik berkunjung adalah subuh untuk mendapatkan konten “negeri di atas awan”. Video transisi dari gelap gulita menuju sunrise emas di Tumpeng Menoreh adalah jaminan konten FYP.

    7. Desa Wisata Wae Rebo (Nusa Tenggara Timur) Meskipun bukan tempat baru, aksesibilitas yang semakin baik di 2026 membuat “Desa di Atas Awan” ini kembali viral. Keunikan rumah adat Mbaru Niang yang kerucut menjadi objek visual yang sangat kuat. Konten di sini biasanya bernada healing, adventure, dan budaya, yang sangat disukai oleh algoritma TikTok karena tingginya watch time (durasi tonton).

    Masalah Konten Kreator: Estetika vs Watermark
    Mengunjungi tempat-tempat indah di atas tentu belum lengkap jika tidak diabadikan. Mayoritas wisatawan kini merekam momen langsung menggunakan kamera aplikasi TikTok karena kemudahan fitur editing, filter, dan pilihan musik yang sedang tren.

    Namun, masalah muncul ketika Anda ingin menyimpan video tersebut ke galeri ponsel sebagai kenang-kenangan pribadi (arsip), atau ingin membagikannya ulang (repost) ke Instagram Reels dan WhatsApp Status.

    Saat Anda mengunduh langsung dari aplikasi TikTok, video akan ditempeli watermark (tanda air) berupa logo TikTok dan username yang bergerak-gerak. Secara estetika, ini sangat mengganggu. Pemandangan sunset di Obelix Sea View yang seharusnya bersih menjadi terhalang oleh logo.

    Lebih parah lagi bagi Anda yang ingin menjadi influencer. Algoritma Instagram secara terang-terangan telah mengumumkan bahwa mereka akan membatasi jangkauan (reach) konten Reels yang memiliki watermark dari aplikasi pesaing. Artinya, jika Anda mengupload video berlogo TikTok ke Instagram, video Anda tidak akan disebar ke banyak orang.

    Solusi: Cara Download Video TikTok Kualitas HD Tanpa Watermark
    Untuk mengatasi dilema ini, para kreator konten profesional dan wisatawan cerdas biasanya menggunakan alat bantu pihak ketiga. Anda tidak perlu menginstal aplikasi berat yang memakan memori HP.

    Cara termudah adalah menggunakan layanan berbasis web seperti snaptik.

    Situs ini dirancang khusus sebagai solusi TikTok Downloader yang mampu memisahkan file video murni dari layer watermark aplikasinya. Berikut adalah alasan mengapa metode ini lebih disarankan daripada screen-record:

    Kualitas Terjaga (HD): Video yang diunduh mempertahankan resolusi aslinya. Jika Anda merekam dalam 1080p, hasilnya tetap 1080p.Bersih Tanpa Distraksi: Anda mendapatkan video polos yang bersih, sehingga terlihat profesional saat di-edit ulang atau dijadikan status WhatsApp.Aman dan Gratis: Tidak perlu login akun (yang berisiko phising) dan umumnya layanan ini gratis.
    Langkahnya pun sangat sederhana: Cukup copy link video dari aplikasi TikTok, buka situs snaptik, tempel link tersebut, dan klik download. Dalam hitungan detik, video wisata Anda di IKN atau Nimo Highland sudah tersimpan rapi di galeri tanpa gangguan logo sedikitpun.
    Kesimpulan
    Tahun 2026 adalah tahunnya eksplorasi visual. Sayang sekali jika momen liburan di destinasi-destinasi memukau tersebut tersimpan dengan kualitas rendah atau tertutup tanda air yang mengganggu.

    Sebagai wisatawan cerdas, abadikanlah setiap detik perjalanan Anda. Gunakan tools yang tepat untuk mengarsipkan kenangan tersebut, sehingga kelak ketika Anda melihatnya kembali, keindahan tempat tersebut masih terasa nyata dan jernih seperti saat Anda berada di sana. Selamat berlibur dan berburu konten!

  • ​Ini Daftar Tempat Wisata Jogja Paling Kece buat Rayakan Malam Tahun Baru 2026

    ​Ini Daftar Tempat Wisata Jogja Paling Kece buat Rayakan Malam Tahun Baru 2026

    Jakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat menjadi pilihan destinasi wisata keluarga yang seru dan pastinya membuat pengalaman perayaan tahun baru yang tidak akan terlupakan.

    Umumnya, tahun baru akan dirayakan secara meriah oleh masyarakat, tak terkecuali di kota Jogja. Selain itu, tak hanya warga lokal yang ingin merasakan euforia menyambut tahun baru di Jogja, banyak juga wisatawan yang merencanakan liburannya agar dapat merasakan pengalaman pergantian tahun di kota Jogja.

    Kota pendidikan serta kebudayaan ini bukan hanya populer dengan pantai atau candinya, namun Jogja juga memiliki beragam tempat wisata yang ramah anak serta penuh aktivitas yang edukatif. 

    Pada kesempatan ini, kami akan memberikan rekomendasi destinasi wisata yang dapat dikunjungi untuk merayakan tahun baru 2026.
    Tugu Jogja

    Tugu Jogja menjadi titik kumpul utama warga dan wisatawan untuk menyaksikan pesta kembang api. Suasananya sangat hidup dengan bunyi terompet dan sorak-sorai saat jam menunjukkan pukul 00.00. Landmark ini bukan sekadar monumen, melainkan titik imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Laut Selatan dalam satu garis lurus yang penuh makna filosofis.

    Kaliurang
    Kaliurang merupakan kawasan wisata sekitar gunung Merapi yang letaknya berada di Kabupaten Sleman, kawasan ini merupakan destinasi wisata di Jogja yang memiliki sejarah panjang dan dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda untuk tempat peristirahatan pejabat-pejabatnya.
     

     

    Malioboro & Titik Nol Kilometer
    Tak ada tempat yang lebih ikonik untuk merayakan pergantian tahun selain di kawasan Malioboro hingga Titik Nol, sepanjang jalan ini biasanya diberlakukan Car Free Night. Malioboro termasuk menjadi titik utama keramaian dalam merayakan tahun baru, kawasan sepanjang 2 kilometer tersebut akan dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukkan kembang api.

    Pantai Parangtritis
    Merayakan tahun baru di tepi pantai selalu memberikan kesan yang dalam. Parangtritis menawarkan garis pantai yang luas untuk pesta kembang api mandiri atau sekadar duduk-duduk di atas pasir. Di dekatnya, terdapat Gumuk Pasir Parangkusumo yang memberikan kesan seolah-olah merayakan tahun baru di gurun Sahara.

    (Fany Wirda Putri)

    Jakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat menjadi pilihan destinasi wisata keluarga yang seru dan pastinya membuat pengalaman perayaan tahun baru yang tidak akan terlupakan.
     
    Umumnya, tahun baru akan dirayakan secara meriah oleh masyarakat, tak terkecuali di kota Jogja. Selain itu, tak hanya warga lokal yang ingin merasakan euforia menyambut tahun baru di Jogja, banyak juga wisatawan yang merencanakan liburannya agar dapat merasakan pengalaman pergantian tahun di kota Jogja.
     
    Kota pendidikan serta kebudayaan ini bukan hanya populer dengan pantai atau candinya, namun Jogja juga memiliki beragam tempat wisata yang ramah anak serta penuh aktivitas yang edukatif. 

    Pada kesempatan ini, kami akan memberikan rekomendasi destinasi wisata yang dapat dikunjungi untuk merayakan tahun baru 2026.

    Tugu Jogja

    Tugu Jogja menjadi titik kumpul utama warga dan wisatawan untuk menyaksikan pesta kembang api. Suasananya sangat hidup dengan bunyi terompet dan sorak-sorai saat jam menunjukkan pukul 00.00. Landmark ini bukan sekadar monumen, melainkan titik imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Laut Selatan dalam satu garis lurus yang penuh makna filosofis.

    Kaliurang
    Kaliurang merupakan kawasan wisata sekitar gunung Merapi yang letaknya berada di Kabupaten Sleman, kawasan ini merupakan destinasi wisata di Jogja yang memiliki sejarah panjang dan dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda untuk tempat peristirahatan pejabat-pejabatnya.
     

     

    Malioboro & Titik Nol Kilometer
    Tak ada tempat yang lebih ikonik untuk merayakan pergantian tahun selain di kawasan Malioboro hingga Titik Nol, sepanjang jalan ini biasanya diberlakukan Car Free Night. Malioboro termasuk menjadi titik utama keramaian dalam merayakan tahun baru, kawasan sepanjang 2 kilometer tersebut akan dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukkan kembang api.

    Pantai Parangtritis
    Merayakan tahun baru di tepi pantai selalu memberikan kesan yang dalam. Parangtritis menawarkan garis pantai yang luas untuk pesta kembang api mandiri atau sekadar duduk-duduk di atas pasir. Di dekatnya, terdapat Gumuk Pasir Parangkusumo yang memberikan kesan seolah-olah merayakan tahun baru di gurun Sahara.
     
    (Fany Wirda Putri)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Potensi Hujan Lebat! Waspada Berlibur di Momen Tahun Baru 2026

    Potensi Hujan Lebat! Waspada Berlibur di Momen Tahun Baru 2026

    Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca di periode libur akhir tahun 2025. Waspada cuaca saat liburan, inilah prediksi BMKG.

    Masa libur panjang pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah di depan mata, prakiraan cuaca tentu informasi yang dibutuhkan agar susunan rencana liburan bisa berjalan dengan baik.

    Dalam keterangan BMKG, secara umum cuaca di berbagai wilayah akan didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan dan sedang. 

    Meskipun begitu, masyarakat yang ingin pergi berlibur diimbau untuk tetap mempersiapkan diri atas risiko hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memberikan peringatan langsung kepada seluruh masyarakat agar memantau perkembangan informasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. 

    Teuku menekankan pentingnya masyarakat untuk mengantisipasi potensi dampak hidrometeorologi yang mungkin terjadi. 

    BMKG menegaskan akan terus memberikan layanan informasi cuaca yang akurat dan terkini untuk mendukung keselamatan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan selama periode Nataru 2025/2026.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor atas prediksi cuaca yang kurang baik ini.

    Saat ini, kondisi cuaca di Indonesia sedang dipengaruhi oleh fenomena La Niña dalam skala lemah yang terjadi bersamaan dengan IOD negatif serta adanya aliran angin dari wilayah Asia.

    Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di wilayah perairan Indonesia, termasuk dengan aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO, Kelvin, dan Rossby Ekuator.

    Gelombang tersebut tentu berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

    Selain faktor atmosfer tersebut, keberadaan gangguan tropis juga menjadi faktor penentu meningkatnya curah hujan. 

    Guswanto menjelaskan bahwa adanya Siklon Tropis Grant yang terpantau di beberapa wilayah.

    Diantaranya berada di Samudra Hindia bagian selatan Bengkulu, serta kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berdampak tidak langsung terhadap cuaca. 

    Keberadaan siklon ini memicu terjadinya perlambatan serta pertemuan angin di beberapa titik. Sehingga meningkatkan potensi hujan yang lebih tinggi di beberapa daerah tertentu.

    Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menyebutkan beberapa daerah perlu waspada terhadap cuaca.

    Andri mengatakan pada periode 26 hingga 28 Desember 2025, masyarakat harus waspada hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang. 

    Wilayah yang terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, sebagian besar Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan. 

    Selain hujan, potensi angin kencang juga diprediksi dapat melanda wilayah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, serta Maluku.

    Pada 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, potensi cuaca hujan lebat hingga sangat lebat masih mengancam wilayah Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Barat. 

    Selain curah hujan yang tinggi, angin kencang juga diprediksi masih akan terjadi di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

    BMKG menyarankan agar masyarakat terus memantau cuaca melalui laman resmi seperti aplikasi InfoBMKG, situs web resmi di https://www.bmkg.go.id, serta akun media sosial resmi @infobmkg.

    (Syarifah Komalasari)

    Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca di periode libur akhir tahun 2025. Waspada cuaca saat liburan, inilah prediksi BMKG.
     
    Masa libur panjang pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah di depan mata, prakiraan cuaca tentu informasi yang dibutuhkan agar susunan rencana liburan bisa berjalan dengan baik.
     
    Dalam keterangan BMKG, secara umum cuaca di berbagai wilayah akan didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan dan sedang. 

    Meskipun begitu, masyarakat yang ingin pergi berlibur diimbau untuk tetap mempersiapkan diri atas risiko hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
     
    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memberikan peringatan langsung kepada seluruh masyarakat agar memantau perkembangan informasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. 
     
    Teuku menekankan pentingnya masyarakat untuk mengantisipasi potensi dampak hidrometeorologi yang mungkin terjadi. 
     
    BMKG menegaskan akan terus memberikan layanan informasi cuaca yang akurat dan terkini untuk mendukung keselamatan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan selama periode Nataru 2025/2026.
     
    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor atas prediksi cuaca yang kurang baik ini.
     
    Saat ini, kondisi cuaca di Indonesia sedang dipengaruhi oleh fenomena La Niña dalam skala lemah yang terjadi bersamaan dengan IOD negatif serta adanya aliran angin dari wilayah Asia.
     
    Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di wilayah perairan Indonesia, termasuk dengan aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO, Kelvin, dan Rossby Ekuator.
     
    Gelombang tersebut tentu berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
     
    Selain faktor atmosfer tersebut, keberadaan gangguan tropis juga menjadi faktor penentu meningkatnya curah hujan. 
     
    Guswanto menjelaskan bahwa adanya Siklon Tropis Grant yang terpantau di beberapa wilayah.
     
    Diantaranya berada di Samudra Hindia bagian selatan Bengkulu, serta kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berdampak tidak langsung terhadap cuaca. 
     
    Keberadaan siklon ini memicu terjadinya perlambatan serta pertemuan angin di beberapa titik. Sehingga meningkatkan potensi hujan yang lebih tinggi di beberapa daerah tertentu.
     
    Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menyebutkan beberapa daerah perlu waspada terhadap cuaca.
     
    Andri mengatakan pada periode 26 hingga 28 Desember 2025, masyarakat harus waspada hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang. 
     
    Wilayah yang terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, sebagian besar Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan. 
     
    Selain hujan, potensi angin kencang juga diprediksi dapat melanda wilayah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, serta Maluku.
     
    Pada 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, potensi cuaca hujan lebat hingga sangat lebat masih mengancam wilayah Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Barat. 
     
    Selain curah hujan yang tinggi, angin kencang juga diprediksi masih akan terjadi di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.
     
    BMKG menyarankan agar masyarakat terus memantau cuaca melalui laman resmi seperti aplikasi InfoBMKG, situs web resmi di https://www.bmkg.go.id, serta akun media sosial resmi @infobmkg.
     
    (Syarifah Komalasari)
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Cuaca Ekstrem Sebabkan 2 Kapal Tenggelam, Pemerintah Diminta Tak Remehkan Peringatan BMKG
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Desember 2025

    Cuaca Ekstrem Sebabkan 2 Kapal Tenggelam, Pemerintah Diminta Tak Remehkan Peringatan BMKG Nasional 31 Desember 2025

    Cuaca Ekstrem Sebabkan 2 Kapal Tenggelam, Pemerintah Diminta Tak Remehkan Peringatan BMKG
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mendorong pemerintah untuk tidak menganggap remeh peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem.
    Hal tersebut disampaikannya menyusul dua kasus tenggelamnya kapal, yakni
    KM Putri Sakinah
    di perairan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Serta Kapal Sharandy of The Seas di perairan selatan Denpasar, Bali.
    Bahkan, tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Komodo mengakibatkan meninggalnya pelatih tim putri Valencia, Martin Carerras serta ketiga anaknya.
    “Tragedi ini seharusnya tidak terjadi jika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan seluruh stakeholder terkait tidak menganggap remeh warning dari
    BMKG
    ,” ujar Huda kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).
    “Peringatan tentang Bibit
    Siklon
    96S sudah digencarkan sejak beberapa minggu terakhir. Ini adalah kelalaian kolektif dalam merespons deteksi dini bencana,” sambungnya.
    BMKG, kata Huda, sejak jauh hari telah mengeluarkan peringatan terkait ancaman Bibit Siklon 96S di Samudra Hindia yang berpotensi memicu angin kencang dan gelombang tinggi.
    Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) seharusnya menjadikan
    peringatan BMKG
    tersebut sebagai bahan dalam menyusun kebijakan transportasi umum.
    Secara khusus, ia juga menyorot operasional KM Putri Sakinah yang tetap berangkat pada malam hari menuju Pulau Padar. Padahal, kondisi gelombang laut tengah mencapai lebih dari dua meter.
    Kemenhub pun didesaknya untuk melakukan investigasi menyeluruh mengenai prosedur penerbitan izin berlayar dalam situasi
    cuaca ekstrem
    .
    “Kemenhub harus melakukan investigasi khusus. Mengapa kapal bisa lepas sandar di tengah risiko cuaca seperti itu? Kita bicara soal wilayah Bali, NTB, dan NTT yang merupakan wajah pariwisata Indonesia di mata internasional,” ujar Huda.
    “Hilangnya nyawa wisatawan mancanegara adalah pukulan telak bagi reputasi keamanan wisata kita,” sambungnya menegaskan.
    Dok. Freepik/Freepik Ilustrasi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 28 Desember 2025.
    Sebelumnya, BMKG mengungkapkan bahwa Indonesia akan memasuki masa puncak musim penghujan pada Januari-Februari mendatang. Curah hujan akan meningkat signifikan di sejumlah daerah seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
    Selain itu, terdapat tiga siklon dan bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia, yaitu siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S. Ketiganya berpotensi menyebabkan hujan ekstrem.
    Saat ini BMKG terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi. Salah satu langkah yang dilakukan BMKG adalah modifikasi cuaca.
    “Operasi modifikasi cuaca kita lakukan untuk mencegah awan-awan hujan mendekati daratan Indonesia. Jadi kalau dia mendekat, nanti awan hujan itu kita semai dengan bahan semai dari NaCl agar dia jatuh di tempat-tempat seperti di perairan, atau di laut, atau di tempat yang tidak berbahaya. Atau kalau sudah sampai di atas Jakarta, itu kita tebarkan kapur tohor atau CaO, supaya dia terpecah dan tidak terjadi hujan,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).
    Faisal menyebut bahwa modifikasi cuaca mampu menurunkan curah hujan hingga 20–50 persen.
    BMKG tengah melakukan modifikasi cuaca di enam titik, di antaranya yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung.
    “BNPB dan BMKG, di bawah koordinasi Kemenhub, juga membuat platform info cuaca untuk transportasi darat, laut, dan udara,” ucapnya.
    BMKG bersama dengan instansi-instansi terkait senantiasa melakukan pemantauan dan antisipasi demi keselamatan masyarakat. Faisal meminta masyarakat waspada namun tetap tenang menghadapi
    potensi cuaca ekstrem
    .
    “Kami sudah bekerja sama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas. Untuk masyarakat, tetap tenang selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dua Kapal Tenggelam, Komisi V Minta Kemenhub Tak Remehkan Peringatan BMKG

    Dua Kapal Tenggelam, Komisi V Minta Kemenhub Tak Remehkan Peringatan BMKG

    Jakarta (beritajatim.com) – Tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Komodo yang menewaskan pelatih tim putri Valencia, Martin Carerras, beserta ketiga anaknya. Karamnya Kapal Sharandy of The Seas di perairan selatan Denpasar dibilai menjadi bukti nyata abainya otoritas terhadap peringatan dini cuaca.

    Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah jauh-jauh hari mengeluarkan peringatan terkait ancaman Bibit Siklon 96S di Samudra Hindia. Cuaca memicu gelombang tinggi dan angin kencang.

    “Tragedi ini seharusnya tidak terjadi jika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan seluruh stakeholder terkait tidak menganggap remeh warning dari BMKG. Peringatan tentang Bibit Siklon 96S sudah digencarkan sejak beberapa minggu terakhir. Ini adalah kelalaian kolektif dalam merespons deteksi dini bencana,” ujar Syaiful Huda.

    Politisi PKB ini menegaskan tragedi serupa di tengah ancaman hidrometeorologi tidak boleh terulang. Dia mendesak moratorium Izin Berlayar di Wilayah Zona Merah.

    “Kemenhub melalui Syahbandar harus berani mengambil keputusan tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal wisata maupun transportasi umum di wilayah yang terdampak langsung Bibit Siklon 96S hingga kondisi dinyatakan aman,” ujarnya.

    Dia juga meminta seluruh operator transportasi mengintegrasikan sistem navigasi mereka dengan sistem monitoring cuaca BMKG secara real-time. Tidak boleh ada lagi kapten kapal atau maskapai yang beroperasi tanpa memantau perkembangan cuaca per jam.

    “Kami juga mendesak sanksi tegas, mulai dari pencabutan izin operasi hingga pidana, bagi oknum petugas atau operator yang terbukti melanggar protokol keselamatan di tengah cuaca ekstrem,” ujarnya. (hen/but)

  • Perkuat Nilai Sejarah, Stadion Gajayana Kota Malang Bakal Dilengkapi Museum

    Perkuat Nilai Sejarah, Stadion Gajayana Kota Malang Bakal Dilengkapi Museum

    Malang(beritajatim.com) – Stadion Gajayana, Kota Malang menjadi stadion tertua di Indonesia. Stadion Gajayana kini telah berusia 1 abad. Ini adalah stadion pertama yang dibangun pada masa Hindia Belanda.

    Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin beberapa waktu lalu turut menghadiri launching buku Satu Abad Stadion Gajayana yang ditulis oleh 40 penulis. Buku ini ditulis dari kolaborasi sejarawan, budayawan, akademisi, arsitek hingga praktisi olahraga.

    “Sejarah stadion ini penting untuk dijaga, dipertahankan dan tak dialihfungsikan sebagai pusat bisnis. Stadion Gajayana adalah stadion tertua yang dibangun pada masa Hindia Belanda,” kata Ali, Minggu, (28/12/2025).

    Buku sejarah Stadion Gajayana yang ditulis dalam buku setebal 550 halaman tersebut tak hanya bernilai intelektual belaka, tetapi juga akan menjadi literasi yang dapat diwariskan untuk generasi selanjutnya dalam pembangunan peradaban ke depan.

    Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Malang berencana membangun museum sebagai penguat sejarah stadion yang berada di pusat jantung Kota Malang itu. Sebab, sejumlah pemain Timnas Indonesia lahir dan besar di Stadion Gajayana Kota Malang. Seperti Aji Santoso hingga Ahmad Bustomi.

    “Ke depan, museum itu bisa menjadikan Stadion Gajayana sebagai pusat literasi, sejarah sekaligus menegaskan keberadaan stadion tertua dan pertama di Indonesia ini,” ujar Sam Ali sapaan akrabnya.

    Stadion yang dibangun pada 1924-2026 ini pernah menjadi lokasi penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang pada 1942, markas militer rakyat Malang saat Agresi Militer Belanda I, hingga arena pidato Bung Tomo yang membakar semangat perjuangan. Stadion Gajayana adalah saksi bisu perjalanan sepak bola tanah air. [luc/aje]

  • 7 Hari Pencarian, Operasi SAR 8 ABK Hilang Kebakaran KM Maulana di Lampung Dihentikan

    7 Hari Pencarian, Operasi SAR 8 ABK Hilang Kebakaran KM Maulana di Lampung Dihentikan

    JAKARTA – Tim SAR menghentikan pencarian delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang hilang setelah kapal tersebut terbakar di perairan selatan Belimbing, Tanggamus, Lampung.

    Dihentikannya karena standar operasi prosedur tentang pertolongan dan proses pencarian selama tujuh hari.

    “Operasi SAR telah dilaksanakan sesuai dengan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Namun hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan,” kata Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah, Sabtu, disitat Antara.

    Ridwansah menuturkan, penghentian operasi SAR terhadap delapan ABK yang dilaksanakan tim SAR Gabungan selama tujuh hari pencarian menggunakan KN SAR 224 Basudewa, dua kapal patroli milik Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), serta satu pesawat udara jenis ATR 62-500 milik KKP, namun tidak membuahkan hasil.

    Ia menjelaskan pada dasarnya sesuai SOP, Basarnas telah melakukan pencarian selama tujuh hari berturut-turut, sehingga berdasarkan pertimbangan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi pencarian akhirnya disetop.

    Kendati demikian, jika nantinya ada informasi mengenai keberadaan para korban, kata dia maka operasi pencarian akan dibuka kembali untuk dilaksanakan evakuasi.

    “Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, operasi SAR kecelakaan kapal KM Maulana 30 resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ucapnya.

    Untuk diketahui, berdasarkan informasi KM Maulana 30 tersebut berlayar dari daerah Jakarta pada Selasa 16 Desember, dengan mengangkut sebanyak 33 AKB untuk mencari ikan di sekitar perairan Samudra Hindia.

    Sesampainya di lokasi yang menjadi salah satu tujuannya pada Sabtu 20 Desember, kapal tersebut mengalami kebakaran dan mengharuskan seluruh penumpang terjun ke dalam laut di perairan samudra Hindia dekat wilayah Tanggamus.

    Setelah mendapatkan informasi, tim SAR gabungan langsung diterjunkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.

    Dalam proses evakuasi tersebut, sebanyak 25 ABK berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan, dan delapan lainnya masih dinyatakan hilang hingga saat ini.