Tag: Hilmi Firdausi

  • Berkat Pandji Pragiwaksono, Buzzer Dapat Job Lagi

    Berkat Pandji Pragiwaksono, Buzzer Dapat Job Lagi

    GELORA.CO -Gara-gara Pandji Pragiwaksono meroasting Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam special show bertajuk ‘Mens Rea’ yang tayang di Netflix, kelompok-kelompok yang diduga buzzer langsung bermunculan.

    Buzzer langsung bergerak membela Gibran dengan melakukan perundungan terhadap Pandji habis-habisan.

    Pendakwah Ustaz Hilmi Firdausi alias Gus Hilmi turut angkat suara soal kelakuan buzzer yang rama-ramai menyerang Pandji.

    Menurut Gus Hilmi, seharusnya para buzzer berterimakasih kepada Pandji yang secara tidak langsung telah membuka lapangan kerja.

    “Para buzzer harus berterimakasih sama Pandji. Gegara Mens Rea kalian dapat job lagi, bahkan saya lihat sekarang lebih masif. Congratz yaa,” tulis Gus Hilmi lewat cuitannya di akun Facebook pribadinya yang dikutip Rabu 7 Januari 2026.

    Unggahan Gus Hilmi langsung disambar banyak warganet.

    “Menciptakan lapangan kerja salah satu job desk wapres juga kan,” kata Irine Aditya.

    “Tp masak kita rela, uang pajak buat bayarin buzzer,” sambung Afif Yusrian. 

  • Ramai Serangan ke Pandji, Ustad Hilmi: Para Buzzer Harusnya Berterimakasih Karena dapat Job

    Ramai Serangan ke Pandji, Ustad Hilmi: Para Buzzer Harusnya Berterimakasih Karena dapat Job

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sindiran tajam diberikan ustad Hilmi Firdausi ke para buzzer yang menyerang, Komika Pandji Pragiwaksono.

    Sindiran ini diberikannya langsung ke para buzzer yang ramai memberikan serangan ke Pandji.

    Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Ustad Hilmi meminta para buzzer harusnya berterima kasih ke Pandji.

    Alasannya karena mereka kembali mendapatkan pekerjaan karena materi stand up Mens Rea

    “Para buzzer harus berterimakasih sama @pandji,” tulisnya dikutip Rabu (7/1/2026).

    “Gegara Mens Rea kalian dapat job lagi, bahkan saya lihat sekarang lebih masif. Congratz yaa 🫵😅,” ungkapnya.

    Sebelumnya, materi stand up dari Pandji yang dinilai menyerang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Setelah hal ini viral diketahui, sang Komika mendadak mendapat serangan dari para buzzer.

    Nyatanya, Mens Rea tidak dibuat untuk menyerang kelompok atau pihak tertentu.

    Dikatakan Pandji, banyak orang keliru memahami arah materi yang ia bawakan di atas panggung.

    “Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” ujar Pandji dikutip pada Selasa (6/1/2026).

    Namun, ia menekankan bahwa sasaran utama dalam spesial show tersebut justru adalah masyarakat luas.

    “Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Ustaz Hilmi Firdausi Nyeletuk soal Buzzer: Harusnya Berterima Kasih ke Pandji

    Ustaz Hilmi Firdausi Nyeletuk soal Buzzer: Harusnya Berterima Kasih ke Pandji

    Ia juga menyinggung soal kondisi politik nasional yang kerap dipersoalkan publik.

    Kata Pandji, situasi politik tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada elite atau lembaga negara semata.

    “Gua ngerasa kondisi politik kita itu sebenarnya tanggung jawab kita juga,” ucapnya.

    Pandji menekankan, masyarakat sering kali gemar menyalahkan DPR dan pemerintah tanpa bercermin pada realitas bahwa wakil rakyat merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri.

    “Cuma kita sering banget, ih salah ini, salah ini, DPR kacau. Lah DPR kan rata-rata rakyat,” Pandji menuturkan.

    ” Ia melanjutkan, Kan perwakilan rakyat, rata-rata rakyat kayak gitu ya lu dapet orang kayak gitu,” tambahnya.

    Karena itu, Pandji mengajak masyarakat untuk mulai berbenah jika menginginkan perubahan dalam dunia politik.

    “Kalau nggak pengen dapat orang kayak gitu, yah benahi diri kita. Gue jamin sejamin-jaminnya,” timpalnya.

    Terkait Mens Rea, Pandji mengklaim pertunjukan tersebut dirancang agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik yang paham politik maupun yang awam.

    “Orang nggak ngerti politik, masuk Mens Rea, keluar ngerti. Gue jamin. Belum tentu suka, tapi ngerti,” terang dia.

    Pandji bilang, penonton yang memahami isu politik akan mendapatkan kepuasan tersendiri dari referensi yang disajikan.

    “Mens Rea itu orang yang ngerti politik akan happy, ketawa-ketawa,” imbuhnya.

    Sementara itu, bagi penonton yang belum akrab dengan isu politik, Pandji memastikan tetap ada unsur hiburan yang bisa dinikmati.

    “Orang yang nggak ngerti politik juga akan happy, walaupun harus gua akuin yang nggak ngerti politik ada kayak orang nonton film tuh, ih itu,” kata Pandji.

  • Timnas Indonesia Gagal di SEA Games 2025, Ustaz Hilmi: Dibangun STY, Dihancurkan Federasi Sendiri

    Timnas Indonesia Gagal di SEA Games 2025, Ustaz Hilmi: Dibangun STY, Dihancurkan Federasi Sendiri

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kegagalan Tim Nasional Indonesia melaju ke babak semifinal SEA Games 2025 menuai beragam reaksi dari publik.

    Salah satunya datang dari penceramah kondang, Ustaz Hilmi Firdausi, yang mengaku kecewa dengan performa timnas sepanjang fase grup.

    UHF, akronim namanya menilai, bukan hanya hasil akhir yang mengecewakan, tetapi juga cara bermain yang ditampilkan skuad Garuda di ajang tersebut.

    Dikatakan UHF, kondisi ini mengingatkan kembali pada masa-masa kelam sepak bola nasional.

    “Melihat kegagalan lolos semifinal dan juga cara main Timnas Sea Games kali ini,” ujar UHF di X @hilmi28 (13/12/2025).

    Ia pun menyampaikan kekhawatirannya bahwa Timnas Indonesia berpotensi kembali memasuki periode keterpurukan yang pernah dialami sebelumnya.

    “Sepertinya saya akan mengucapkan Selamat Datang kembali era kegelapan timnas Indonesia,” lanjutnya.

    Lebih jauh, UHF menyinggung peran federasi sepak bola nasional dalam situasi tersebut.

    Kata Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) ini, fondasi yang sebelumnya telah dibangun dengan baik justru tidak dijaga dengan konsisten.

    “Dibangun oleh STY (Shin Tae-yong), dihancurkan oleh federasi sendiri,” sesalnya.

    Sebelumnya, Timnas Indonesia harus mengubur mimpinya melangkah jauh ke babak semifinal ajang SEA Games 2025.

    Kegagalan Timnas Indonesia U-22 ke babak semifinal dipastikan usai raihan meraih kemenangan menghadapi Myanmar.

    Timnas U-22 Indonesia menang 3-1 melawan Myanmar pada babak pertama pertandingan Grup C sepak bola putra SEA Games 2025 di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12/2025).

  • Ramai Serangan ke Pandji, Ustad Hilmi: Para Buzzer Harusnya Berterimakasih Karena dapat Job

    Gubernur Aceh-Sumbar Kompak Bantu Warga, Gus Hilmi Firdausi: Gubernur Sumut Saya Tidak Tau, Jabar No Komen

    “Anehnya, anggaran belanja bencana di tahun 2026 tambah turun lagi, cuma Rp70 miliar,” kata Elfenda, dikutip pada Kamis (11/12/2025).

    Ia menjelaskan, total belanja daerah yang mencapai Rp12,5 triliun justru membuat proporsi BTT tampak sangat kecil hanya 0,8 persen.

    Padahal standar internasional untuk wilayah rawan bencana berada di kisaran 1,5 hingga 5 persen.

    Menurut Elfenda, kondisi ini memperlihatkan buruknya perencanaan anggaran.

    “Frekuensi perubahan yang tinggi ini mencerminkan instabilitas perencanaan fiskal dan lemahnya dasar perhitungan risiko bencana dalam penyusunan anggaran,” tegasnya.

    Ia juga menyinggung bahwa penyusunan APBD tampak tidak mempertimbangkan data risiko, termasuk peringatan cuaca dari BMKG.

    Pergeseran anggaran yang berkali-kali terjadi disebut sangat dipengaruhi tarik-menarik kepentingan, terutama pengalihan BTT ke proyek infrastruktur jalan yang kini tengah menuai sorotan hukum.

    Sementara itu, bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumut memperlihatkan lemahnya respons pemerintah.

    Mulai dari distribusi logistik yang tersendat, jalur evakuasi yang terhambat, hingga minimnya bantuan awal di lokasi terdampak.

    Beberapa kabupaten/kota bahkan terpaksa memakai dana talangan sambil menunggu dukungan dari provinsi.

    Elfenda menilai, pemangkasan BTT dilakukan tanpa dasar perhitungan risiko yang memadai dan minim perhatian dalam pembahasan di DPRD. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh.

    “Gubernur Sumut Bobby Nasution harusnya bertanggung jawab sudah menggeser anggaran BTT yang begitu besar dibanding masa Pj Fatoni. Harus ada audit terhadap mekanisme penyusunan APBD yang tidak berbasis data terutama BMKG,” ujarnya.

  • Kunjungan Parabowo ke Luar Negeri saat Musibah Banjir Sumatera Belum Sepenuhnya Kondusif Tuai Sindiran

    Kunjungan Parabowo ke Luar Negeri saat Musibah Banjir Sumatera Belum Sepenuhnya Kondusif Tuai Sindiran

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Keberangkatan Presiden Prabowo ke luar negeri saat kondisi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh belum sepenuhnya pulih menjadi sorotan banyak pihak.

    Salah satunya disorot oleh penulis kondang Indonesia, Tere Liye, melalui akun media sosialnya.

    “‘Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh… Itu enggak bisa.’ *Prabowo, Desember 2025 (sebelum halan2 ke Pakistan),” sindir Tere Liye, dikutip pada Rabu (10/12/2025).

    “Kalau bupati yang disana dia umroh pakai duit pribadi salah,,, kalau yang ini butuh healing bang,,maklum udh tua,,nnti klau ndak darah tinggi nya kumat..,” balas warganet, di kolom komentar unggahan Tere Liye.

    Demikian pula penceramah kondang Ustaz Hilmi Firdausi. Meski tak spesifik menyebut nama pejabat, dia membagikan video ceramah K.H. Ahmad Baha’uddin Nursalim atau Gus Baha.

    “Nasihat Gus Baha untuk pejabat yang meninggalkan rakyatnya ketika musibah,” tulis Gus Hilmi.

    Dalam video itu, Gus Baha mengkritik perilaku pejabat yang justru meninggalkan wilayahnya ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.

    Sindiran tersebut disampaikan dalam acara Ngaji Barengbbersama Prof. Dr. M. Quraish Shihab di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakir, Kampus Terpadu UII, Sleman, Senin (8/12/2024).

    Dalam ceramahnya, Gus Baha menekankan bahwa pejabat memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan mendampingi warganya ketika terjadi musibah.

    Ia mencontohkan tindakan pejabat yang tetap menunaikan perjalanan religius meski daerah yang dipimpinnya sedang terdampak banjir.

  • Arif Wicaksono Ungkit Cuitan Lama Raja Juli soal Pejabat yang Bukan Ahlinya akan Hancur: Mundur Saja Jul

    Arif Wicaksono Ungkit Cuitan Lama Raja Juli soal Pejabat yang Bukan Ahlinya akan Hancur: Mundur Saja Jul

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat politik, ekonomi, dan sosial, Arif Wicaksono, blak-blakan mengenai kapasitas Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam mengelola persoalan lingkungan dan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

    Arif mengungkit kembali cuitan lama yang pernah disampaikan Raja Juli di X, yang saat itu menyinggung bahaya ketika jabatan diberikan kepada orang yang bukan ahlinya.

    Dikatakan Arif, kalimat tersebut kini layak diarahkan kembali kepada sosok Menhut sendiri.

    Arif menuturkan bahwa pesan tersebut menjadi ironi di tengah sorotan masyarakat luas terkait persoalan deforestasi, izin tambang di kawasan hutan, dan penanganan bencana yang dianggap lamban.

    “Benar sekali nasihat untuk diri sendiri,” ujar Arif di X @arifbalikpapan1 (8/12/2025).

    Ia menegaskan bahwa Raja Juli bukan berasal dari disiplin kehutanan, sehingga menurutnya lebih baik memberikan kesempatan kepada orang yang benar-benar memahami bidang tersebut. “Anda bukan ahli di bidang kehutanan, mundur saja Jul,” tegas Arif.

    Arif juga menyebut bahwa publik kini semakin kritis dan tidak dapat lagi dibungkam dengan pencitraan dan narasi semata.

    Ia mengingatkan bahwa dampak kerusakan lingkungan telah menelan banyak korban, sehingga tidak bisa dikelola dengan pendekatan seremonial.

    Arif bilang, ke depannya posisi strategis harus benar-benar diberikan kepada figur yang menguasai substansi, bukan sekadar didasarkan relasi politik.

    Sebelumnya, Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, kembali memberikan sindiran bernada satire terhadap sejumlah pejabat pemerintah.

  • Gus Hilmi Firdausi: Andai Jokowi Mau Tunjukkan Ijazah, Semua Tuduhan Terbantahkan

    Gus Hilmi Firdausi: Andai Jokowi Mau Tunjukkan Ijazah, Semua Tuduhan Terbantahkan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Gus Hilmi Firdausi kembali berbicara mengenai dugaan ijazah palsu Presiden ke-7, Jokowi, yang tidak menemukan titik akhir meskipun Polisi telah menetapkan delapan tersangka.

    Berkaca pada sikap tegas Hakim MK, Asrul Sani, pengasuh Pondok Pesantren Baitul Qur’an Assa’adah ini menduga ada upacara membuat perkara menjadi berlarut-larut.

    “Padahal ini hal yang sangat simpel, tapi dibuat ribet dan berlarut-larut,” ujar Gus Hilmi di trheads (19/11/2025).

    Dikatakan Gus Hilmi, jika saja Jokowi bersikap negarawan, memperlihatkan ijazahnya secara terang di hadapan publik, tidak akan ada yang menjadi korban kriminaliasi.

    “Andai beliau mau menunjukkan ijazah aslinya ke publik seperti Hakim MK Arsul Sani, semua tuduhan akan terbantahkan,” sebutnya.

    Hilmi kemudian mengutip kembali istilah Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam menghadapi setiap masalah.

    “Mengutip kata Gus Dur, gitu aja kok repot,” kuncinya

    Sebelumnya, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Teuku Nasrullah menyebut Jokowi sebenarnya bisa menutup polemik dengan cara yang jauh lebih sederhana.

    “Padahal Jokowi bisa mempersingkat penyelesaiannya itu, duduk ketemu Roy Suryo, ini ijazah saya, periksa ke mana pun, selesai masalah ini,” kata Nasrullah.

    Sementara itu, Arsul Sani menunjukkan dokumen asli ijazah doktoralnya kepada publik usai dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri atas dugaan kepemilikan ijazah palsu.

    Langkah ini dilakukan untuk menjawab laporan yang diajukan Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi.

  • Cape Verde Negara Kecil Lolos Piala Dunia 2026, Netizen Iri

    Cape Verde Negara Kecil Lolos Piala Dunia 2026, Netizen Iri

    Jakarta

    Cape Verde jadi negara terkecil kedua dalam sejarah yang lolos ke Piala Dunia. Sebelumnya, Islandia sudah melakukannya. Netizen Indonesia di linimasa X pun ramai membahasnya.

    Cape Verde atau juga disebut Cabo Verde tembus Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Eswatini 3-0 di matchday 10 Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika. Cape Verde kukuh di puncak klasemen dengan 23 poin. Juara grup dari 10 grup yang ada, langsung lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

    Cape Verde merupakan negara kepulauan yang berada di Samudera Atlantik, lepas pesisir barat benua Afrika. Populasi penduduknya hanya 525.000 jiwa menurut data dari World Bank.

    “Malu gak sih, negara sekecil Cape Verde masuk piala dunia tapi kita enggak? Padahal ada yang bilang Kita Bangsa yang Besar,” sebut seorang netizen.

    “Cape Verde, sebuah negara kecil di Afrika, lolos ke Piala Dunia 2026.Penduduk negara ini hanya 512 ribu. Malah lebih sedikit dari penduduk kecamatan Cengkareng. Selamat!,” sebut yang lain.

    “Iri liat Cape Verde lolos piala dunia…negara kecil Afrika….dan sama pelatih yg sama 5 tahun…membangun bersama dan hasil akhir bersama…nah bener kan jadinya…mengganti pelatih di tengah itu salah besar…liat Cape Verde….aduhh iri,” cetus seorang warganet yang mengaku iri.

    “Ngelihat negara² kayak Cape Verde yg bisa lolos WC26, Curacao yg tinggal selangkah lagi lolos, harusnya sih Indonesia juga bisa. Harusnya,” sebut yang lain dengan nada prihatin.

    Berikut reaksi netizen yang lain:

    Could’ve been us 🥹 https://t.co/5QNDvSB67X

    — United Focus Indonesia (@utdfocusid) October 14, 2025

    Cape Verde 🇨🇻 berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Dgn populasi penduduk hanya sekitar 590rb jiwa, mereka juga menjadi negara terkecil kedua yg berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia (setelah Islandia). Warbiyasah 👏. Btw, negara dgn… pic.twitter.com/h6VhzcSr5X

    — Hilmi Firdausi (@Hilmi28) October 14, 2025

    (fyk/fyk)

  • Hilmi Firdausi: MBG Belum Maksimal karena Keterlibatan Banyak Pihak yang Cari Cuan Proyek

    Hilmi Firdausi: MBG Belum Maksimal karena Keterlibatan Banyak Pihak yang Cari Cuan Proyek

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penceramah kondang Ustaz Hilmi Firdausi kembali bersuara terkait persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Kali ini, Hilmi mengungkap soal beberapa hal soal diskusinya dengan beberapa praktisi pendidikan persoalan MBG.

    Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Hilmi Firdausi menyebut program ini tidak berjalan dengan maksimal.

    Berdasarkan hasil diskusinya itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak berjalan maksimal karena melibatkan banyak pihak.

    “Hasil diskusi saya dengan sesama praktisi pendidikan, MBG tidak akan berjalan maksimal selama melibatkan banyak pihak (yg tentunya mencari cuan lewat proyek tsb),” tulisnya dikutip Selasa (7/10/2025).

    Keterlibatan banyak pihak ini yang disebut mempengaruhi banyak hal dari program tersebut.

    Diantaranya, biaya operasional dan bahan baku untuk menjalankan program ini sendiri harus ditekan.

    “Biaya operasional dan bahan baku utk membuat makanan ditekan sekecil mungkin yg ujung2nya output makanan menjadi asal2an,” sebutnya.

    “tdk proper dan jauh dari kata higienis. Akhirnya…ya teman2 tau sendirilah 🙈,”jelasnya.

    Saran dari Hilmi, masih tetap sama dengan berbagai pihak yaitu memberikan dana program langsung ke orang tuan.

    Dan pihak orang tua dari siswa itu sendiri yang mengelola makanan untuk anaknya.

    “Saran saya tetap sama seperti kmrin, biarkan orangtua & sekolah mengelola dana MBG untuk anaknya dengan supervisi yang ketat, insya Allah akan tepat sasaran, efektif & tidak mubadzir,” terangnya.

    (Erfyansyah/fajar)