Tag: Heru Widodo

  • ASDP: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak

    ASDP: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak

    Jakarta (ANTARA) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terkendali, layanan penyeberangan antarpulau berjalan lancar, dengan pergerakan didominasi truk logistik dan bus sehingga distribusi tetap terjaga.

    “Arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terpantau lancar terkendali. Kami mencatat layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Dia menyampaikan kondisi itu menegaskan distribusi barang nasional tetap berjalan stabil, seiring berlalunya fase puncak libur.

    Pada Jumat (2/1) atau H+8 Natal dan tahun baru, lanjut Heru, tercatat 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatera menuju Jawa.

    Angka tersebut mencerminkan aktivitas distribusi yang tetap aktif hingga akhir masa liburan, sekaligus menunjukkan arus balik masyarakat berlangsung bertahap dan terukur, tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

    Heru menilai tren tersebut sebagai indikasi manajemen arus balik yang berjalan efektif. Menurutnya, peningkatan pada segmen kendaraan tertentu tidak mengganggu stabilitas layanan secara keseluruha

    “Pergerakan arus balik kami pantau cukup landai, dengan tren peningkatan pada kendaraan logistik dan bus. Ini menunjukkan distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum,” ujarnya.

    Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7 persen.

    Namun secara agregat, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit atau turun 5,7 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan pada lintasan sebaliknya, yakni Jawa menuju Sumatera, tren pergerakan juga mulai melandai seiring berakhirnya fase puncak mobilitas libur.

    Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen.

    Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang atau turun 10,3 persen, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3 persen.

    Menurut Windy, penurunan tersebut mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal pasca libur panjang.

    Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP terus mengoptimalkan kesiapan operasional. Sebanyak 786 petugas disiagakan, dengan pengoperasian 28 kapal pada kondisi normal serta penambahan hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat.

    Penerapan delaying system dilakukan guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan.

    Koordinasi lintas pemangku kepentingan juga diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan optimal, terutama di tengah dinamika cuaca dan pergerakan kendaraan yang masih fluktuatif.

    Terkait akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam (2/1) akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi saat ini telah berangsur pulih dan kembali terkendali.

    Pelayanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII. Sementara kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ sebagai bagian dari pengaturan operasional.

    Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4 persen.

    Sementara arus dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4 persen, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4 persen.

    ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan yang aman, lancar, dan terkendali, guna memastikan stabilitas logistik nasional serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi pasca libur panjang.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 421.014 Kendaraan Menyeberang dari Jawa ke Sumatera dan Bali Selama Nataru

    421.014 Kendaraan Menyeberang dari Jawa ke Sumatera dan Bali Selama Nataru

    Jakarta

    PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan pada puncak arus berangkat Natal 2025 di 15 lintasan dan pelabuhan perbantuan berjalan lancar, aman, dan terkendali. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H, total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 421.014 unit, atau meningkat 3,1% dibandingkan 408.283 unit pada periode yang sama tahun lalu.

    Sementara total penumpang yang menyeberang di 15 lintasan pantauan nasional dan pelabuhan perbantuan mencapai 1.681.266 orang, atau naik 2,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.635.268 orang. Sementara

    Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa secara umum layanan penyeberangan arus berangkat Natal berada dalam kondisi terkendali, terutama pada lintasan utama Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

    Meski terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat, operasional di kedua lintasan strategis tersebut tetap berjalan stabil melalui pengaturan jadwal kapal, kesiapan armada, serta pengendalian arus kendaraan penumpang di pelabuhan.

    “ASDP memastikan seluruh layanan pada puncak arus Natal berjalan terkendali melalui pengaturan jadwal kapal, kesiapan SDM, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta pemantauan intensif melalui posko terpadu agar masyarakat dapat menyeberang dengan aman dan nyaman,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/12/2025).

    Ia meyakini optimalisasi layanan kapal dan pelabuhan, penguatan manajemen operasional, serta sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci terjaganya kelancaran mobilitas masyarakat pada momen Angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Heru menjelaskan bahwa lintasan penyeberangan Jawa-Sumatera dan Jawa-Bali hingga saat ini masih menjadi lintasan tersibuk sekaligus barometer nasional pergerakan masyarakat, baik untuk kepentingan libur Natal maupun distribusi logistik.

    Oleh karena itu, ASDP memprioritaskan penguatan operasional di kedua koridor utama tersebut guna menjaga keseimbangan antara kelancaran arus penumpang dan kelangsungan distribusi barang antarwilayah.

    Berdasarkan data Posko ASDP selama 24 jam periode 25 Desember 2025 pukul 00.00-23.59 WIB (H), tercatat 994 trip kapal beroperasi di 15 lintasan pantauan nasional dan pelabuhan perbantuan. Pada periode tersebut, realisasi total penumpang yang menyeberang mencapai 186.421 orang, atau meningkat 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 170.697 orang.

    Dari sisi kendaraan, realisasi sepeda motor yang menyeberang tercatat 13.164 unit, atau naik 19,8% dibandingkan tahun lalu sebanyak 10.991 unit. Kendaraan roda empat mencapai 19.563 unit, atau naik 5,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 18.592 unit.

    Sementara itu, truk yang menyeberang tercatat 9.445 unit, atau turun 12,9% dibandingkan 10.840 unit pada periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan pengaturan distribusi logistik selama libur Natal. Adapun bus yang menyeberang mencapai 1.832 unit, atau naik 8,5% dibandingkan 1.689 unit tahun lalu. Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 44.004 unit, atau meningkat 4,5% dibandingkan 42.112 unit pada periode yang sama tahun lalu.

    Heru juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi mendukung kelancaran arus berangkat Angkutan Natal dan Tahun Baru, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Danantara Indonesia, Kementerian PUPR, Kepolisian RI, TNI, BMKG, Kementerian Kesehatan, asosiasi penyeberangan, hingga para pengguna jasa yang telah tertib membeli tiket secara online melalui Ferizy.

    Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari. Mengingat saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan dan tiket telah tersedia sejak H-60, masyarakat diminta membeli tiket secara online melalui Ferizy, memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan, serta datang sesuai jadwal keberangkatan.

    Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan serta pentingnya mengikuti seluruh arahan petugas demi keselamatan bersama.

    (ada/ara)

  • Puncak Nataru 2025,  ASDP Antisipasi Lonjakan Logistik

    Puncak Nataru 2025, ASDP Antisipasi Lonjakan Logistik

    Bisnis.com, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry mencatat lonjakan signifikan pergerakan truk logistik di empat pelabuhan utama lintasan strategis Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk pada H-2 libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

    Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan aktivitas logistik nasional menunjukkan denyut yang semakin kuat jelang libur puncak akhir tahun ini.

    Menurutnya, pada saat mobilitas masyarakat meningkat, kebutuhan pasokan logistik justru tak boleh terhenti.

    “Kami berkomitmen menjaga kelancaran mobilisasi pasokan, sekalipun berhadapan dengan arus puncak Nataru,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (24/11/2025).

    Berdasarkan data Posko Cabang Merak, pada lintasan Jawa–Sumatera yang meliputi Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, jumlah truk yang menyeberang pada H-2 tercatat mencapai 3.620 unit.  Angka ini melonjak 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.305 unit. 

    Secara keseluruhan, total penumpang tercatat sebanyak 35.368 orang atau naik 1,8% dari tahun sebelumnya serta total kendaraan tercatat 8.770 unit atau tumbuh 12,6 persen secara tahunan.

    Sementara itu, pada lintasan Sumatera–Jawa, Posko Bakauheni mencatat realisasi truk mencapai 3.509 unit, meningkat 20,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Total kendaraan yang menyeberang juga mengalami kenaikan sebesar 1,9 persen menjadi 7.914 unit diikuti total penumpang mencapai 32.916 orang.

    Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa Posko Gilimanuk mencatat jumlah truk yang menyeberang mencapai 2.336 unit, melonjak 43,9 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

    Secara total penumpang meningkat 4,4% menjadi 22.846 orang, diikuti dengan jumlah kendaraan tercatat 6.456 unit atau meningkat 12,2 %, mencerminkan tingginya arus logistik di tengah prediksi puncak Nataru.

    Dari arah sebaliknya, meskipun pergerakan kendaraan non-logistik dan penumpang relatif menurun dengan total 24.432 orang, arus truk dari Jawa menuju Bali tetap menunjukkan tren positif. Pada H-2, jumlah truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang tercatat 2.294 unit, naik 26,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Mengantisipasi tingginya mobilisasi tersebut, ASDP menerapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kelancaran arus logistik. Mulai dari pengalihan truk golongan VII hingga IX ke BBJ Bojonegara, pengaturan kendaraan golongan II, III, serta VIB menuju Ciwandan, hingga penerapan delaying system melalui sejumlah buffer zone guna menekan kepadatan di area pelabuhan.

  • Jumlah Penyeberang Merak-Bakauheni Turun di Tengah Diskon Tarif, Ini Penyebabnya

    Jumlah Penyeberang Merak-Bakauheni Turun di Tengah Diskon Tarif, Ini Penyebabnya

    Liputan6.com, Jakarta – Jumlah penyeberang di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni Lampung menurun, usai tragedi bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. PT ASDP Indonesia Ferry mengaku belum bisa menyimpulkan menurunnya jumlah penumpang pada periode libur Natal dan akhir tahun ini karena bencana alam.

    “Wah ini kita belu cek, kita belum tahu, kita belum bisa simpulkan,” ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, Selasa, (23/12/2025).

    Politikus PKB ini melanjutkan, kemungkinan salah satu turunnya jumlah penumpang dari Pelabuhan Merak, Pelindo II dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) menuju Lampung, dikarenakan cuaca buruk.

    Di mana masyarakat khawatir melakukan perjalanan darat kemudian menyeberangi Selat Sunda, karena ada imbauan dari BMKG yang mengatakan adanya potensi cuaca buruk.

    Selain itu, waktu libur sekolah yang masih cukup panjang, sehingga banyak masyarakat belum melakukan bepergian dari Pulau Jawa ke Sumatera ataupun sebaliknya.

    “Kalau yang saya lihat faktor cuaca, sekarang yang kita lihat yang paling ramai itu perjalanan darat, jadi pengguna jasa kereta api yang tinggi, sementara di penyeberangan masih kecil karena memang ada imbauan cuaca dan masyarakat juga kelihatannya mereka mungkin agak khawatir juga untuk nyebrang, libur juga baru berjalan, masih waktu panjang,” tuturnya.

    Menurutnya, dengan pemberian diskon penyeberangan sebesar 19,2 persen dari pemerintah, seharusnya bisa menjadi stimulus ekonomi di daerah, sekaligus membantu warga untuk pulang kampung, merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di kampung halaman.

    “Tapi pada prinsipsnya pemerintah beri diskon 19,2 persen ke para pengguna jasa itu menjadi kepedulian pemerintah untuk menstimulus masyarakat yang ingin merayakan Natal dan tahun baru ini, bisa terlaksana dengan baik,” terangnya.

    Berdasarkan data terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry, tercatat realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H-4 mencapai 35.954 orang atau turun 23,3 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 46.883 orang.

    Kemudian kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-4 mencapai 1.064 unit atau turun 24,3 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 1.406 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.053 unit atau turun 32,7 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.025 unit.

    Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 3.437 unit atau turun 1,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.479 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 351 unit atau turun 17,8 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 427 unit.

    Total seluruh kendaraan tercatat 8.905 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H-4 atau turun 21,5 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 11.337 unit.

    Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H-4 tercatat 219.535 orang atau turun 4 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 228.694 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 56.233 unit atau turun 0,2 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 56.343 unit.

  • Trafik Motor dari Pelabuhan Ciwandan ke Sumatera Naik pada H-5 Nataru

    Trafik Motor dari Pelabuhan Ciwandan ke Sumatera Naik pada H-5 Nataru

    Liputan6.com, Jakarta – Mobilitas masyarakat di jalur penyeberangan Jawa-Sumatera semakin ramai saat H-5 periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Trafik kendaraan roda dua (sepeda motor) yang melintas melalui pelabuhan alternatif, Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, terpantau ramai mengalir dan mulai meningkat.

    Data Posko Cabang Merak periode 20 Desember 2025 pukul 08.00 WIB hingga 21 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 1.029 unit kendaraan roda dua dan 945 unit truk logistik golongan VIB telah menyeberang menuju Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan.

    Angka tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup tajam dibandingkan Jumat, 19 Desember 2025 atau H-6, di mana realisasi kendaraan roda dua tercatat 347 unit, sementara truk logistik mencapai 613 unit. 

    “Data produksi ini mencerminkan peningkatan aktivitas penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera. Karena itu, ASDP terus memperkuat pemantauan dan melakukan berbagai langkah pengaturan operasional di kawasan pelabuhan untuk memastikan kelancaran layanan,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, Senin (22/12/2025).

    Menurut dia, peningkatan arus ini sejalan dengan pola pergerakan Nataru pada tahun-tahun sebelumnya, di mana puncak trafik penyeberangan Jawa–Sumatera umumnya terjadi pada rentang H-5 hingga H-1. 

    Kepadatan kendaraan tercatat pada jam-jam utama check-in, yakni pukul 20.00–02.00 WIB serta 08.00–11.00 WIB, yang menjadi periode favorit pengguna jasa.

    Trafik Kendaraan Naik 4,7 Persen

    Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara) selama 24 jam pada H-5 (20 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB), tercatat 41 unit kapal beroperasi melayani penyeberangan. 

    Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 39.728 orang, meningkat 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 38.476 orang. 

    Kendaraan roda dua tercatat 1.016 unit atau naik 28,3 persen, kendaraan roda empat 4.661 unit atau naik 2,8 persen, truk 3.502 unit atau naik 2,3 persen, dan bus 434 unit, relatif stabil dibandingkan tahun lalu. 

  • Menhub Dudy Pimpin Rakor Kesiapan Nataru : Pengawasan keselamatan Harus Dijalankan Tanpa Toleransi

    Menhub Dudy Pimpin Rakor Kesiapan Nataru : Pengawasan keselamatan Harus Dijalankan Tanpa Toleransi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Kesiapan menghadapi arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk terus dimatangkan. Kali ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin langsung rapat koordinasi (rakor) kesiapan tersebut di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Selasa malam (16/12/2025).

    Rakor dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo, KSOP, operator penyeberangan, BPTD, pengusaha kapal, dan mitra terkait.

    Hadir pula dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Danantara, Ditlantas Polda Jatim, Dishub Provinsi Jatim, ASDP Ketapang, Kapolresta Banyuwangi, Danlanal Banyuwangi, Kapolres Jembrana, Dishub Jembrana, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), serta stakeholder terkait lainnya.

    Menhub Dudy menyampaikan pergerakan masyarakat pada periode Nataru diprediksi akan meningkat signifikan sehingga diperlukan upaya agar layanan penyeberangan selama masa libur Nataru berjalan aman dan nyaman.

    “Melalui rapat koordinasi kesiapan Nataru di Pelabuhan Ketapang ini, kita sepakati langkah-langkah strategis terkait kualitas layanan, serta menjaga standar keselamatan dan keamanan dalam setiap aspek operasional,” ujarnya.

    Menhub juga mengingatkan seluruh pihak untuk belajar dari insiden kecelakaan kapal yang menimpa KM Tunu Pratama Jaya dan KM Barcelona beberapa bulan lalu. Tragedi tersebut menjadi pengingat agar setiap aspek, mulai dari kelaikan kapal, kesiapan awak, hingga mitigasi potensi cuaca ekstrem, dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Terlebih, periode Desember–Januari merupakan puncak musim penghujan.

    “Saya mengingatkan agar seluruh pihak senantiasa siaga dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko dengan perhatian khusus pada empat aspek utama, yakni keselamatan dan keamanan pelayaran, kesiapan infrastruktur, keandalan operasional, serta mitigasi terhadap cuaca ekstrem dan kondisi darurat lainnya,” tegas Menhub.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan Pemkab siap mendukung kelancaran arus Nataru baik dari Pulau Jawa menuju Bali dan NTB maupun sebaliknya.

    “Sebagai daerah penyangga penyeberangan, kami telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda Banyuwangi dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran arus Nataru,” kata Ipuk.

    Ipuk memaparkan Pemkab Banyuwangi menyiapkan buffer zone di Terminal Sritanjung dan kawasan Grand Watu Dodol untuk mengurai kepadatan, termasuk lokasi parkir truk logistik agar tidak menumpuk di jalur pantura.

    “Kami juga akan menyiapkan posko layanan, fasilitas kesehatan, IGD, ambulans, serta bersinergi dengan Polresta, TNI, dan OPD terkait,” jelasnya.

    Selain itu, Pemkab memperkuat pengamanan perlintasan sebidang kereta api, memasang rambu dan marka tambahan, melakukan edukasi masyarakat, serta berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, SAR, dan Pertamina terkait cuaca ekstrem dan ketersediaan BBM. “Tentunya kami ingin memastikan masa libur Nataru bisa dinikmati dengan aman dan nyaman untuk semua masyarakat,” tambah Ipuk.

    Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyebut puncak arus diprediksi terjadi pada 21–23 Desember pada periode menjelang Natal dan 28–29 Desember pada periode menjelang Tahun Baru. ASDP telah menyusun skenario pola operasi kapal dengan penyesuaian jumlah armada sesuai tingkat kepadatan penumpang.

    “Pada kondisi normal kami operasikan 28 kapal, saat padat 30 kapal, dan saat sangat padat hingga 32 kapal, serta penempatan buffer zone di Ketapang dan Gilimanuk,” ujarnya.

    Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho memastikan skenario pengamanan telah disiapkan secara optimal di seluruh jalur transportasi.

    “Kami memastikan pengamanan Nataru berjalan optimal mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, baik di jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, tempat ibadah, maupun kawasan wisata. Malam ini kami juga menyeberang ke Gilimanuk untuk meninjau langsung jalur darat menuju Bali,” tegasnya. [kun]

  • ASDP: KMP Jatra I diberangkatkan angkut 44 ton bantuan ke Sumatera

    ASDP: KMP Jatra I diberangkatkan angkut 44 ton bantuan ke Sumatera

    Jakarta (ANTARA) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberangkatkan KMP Jatra I mengangkut 44 ton bantuan kemanusiaan ke Sumatera sebagai kapal ketiga, mempercepat distribusi logistik bagi masyarakat terdampak bencana di daerah tersebut.

    “Kami memberangkatkan KMP Jatra I sebagai kapal ketiga yang dikerahkan untuk mendukung distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

    Dia menyampaikan KMP Jatra I telah bertolak pada Selasa (16/12) dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Belawan, sebelum melanjutkan pelayaran ke Lhokseumawe, Sibolga, hingga Teluk Bayur.

    Ia menuturkan sekitar 44 ton bantuan logistik dibawa dalam pelayaran itu, mencerminkan komitmen ASDP untuk memastikan bantuan kemanusiaan terus bergerak dan menjangkau wilayah yang membutuhkan.

    Heru menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan masyarakat yang telah mempercayakan penyaluran bantuannya melalui layanan ASDP.

    “Setiap bantuan yang dititipkan merupakan amanah besar bagi kami untuk memastikan seluruhnya dapat terdistribusi dengan baik, aman, dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak,” ujar Heru.

    Bantuan seberat kurang lebih 44 ton tersebut terdiri dari bahan makanan, air minum, pakaian, serta perlengkapan kebutuhan darurat lainnya. Seluruh logistik dihimpun dari sekitar 18 mitra dan pemangku kepentingan, meliputi BNPB, kementerian dan lembaga, BUMN, lembaga sosial, yayasan, komunitas, serta dukungan internal ASDP.

    Bantuan itu selanjutnya akan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, khususnya Belawan, Lhokseumawe, dan Sibolga.

    Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan KMP Jatra I tidak hanya mengangkut logistik bantuan, tetapi juga membawa 20 unit kendaraan campuran serta 60 penumpang.

    “Para penumpang tersebut terdiri dari relawan kemanusiaan, pengemudi kendaraan bantuan, serta personel pendukung yang akan terlibat langsung dalam proses distribusi bantuan di lapangan,” jelas Windy.

    Setelah kapal lepas sandar dari dermaga, KMP Jatra I akan terlebih dahulu melakukan pengisian bahan bakar sebelum melanjutkan pelayaran sesuai rute yang telah ditetapkan.

    Sepanjang perjalanan, ASDP memastikan seluruh aspek pelayanan dan operasional kapal berjalan optimal dengan mengedepankan keselamatan pelayaran.

    “Keselamatan kru, relawan, dan muatan menjadi prioritas utama agar bantuan kemanusiaan dapat tiba dan disalurkan dengan lancar serta aman,” tambah Windy.

    Sebelumnya, ASDP telah lebih dahulu mengerahkan KMP Jatra II untuk mengangkut berbagai kebutuhan pokok serta alat berat berupa tujuh unit excavator dan dua unit dump truck dari Sibolga menuju Teluk Bayur.

    Misi kemanusiaan tersebut kemudian diperkuat melalui pengoperasian KMP Aceh Hebat II yang mendukung distribusi LPG pada lintasan Ulee Lheue–Krueng Geukueh, guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat Aceh.

    Melalui rangkaian langkah berkelanjutan ini, ASDP berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

    Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP berkomitmen untuk terus hadir menjaga kelancaran distribusi bantuan dan memastikan setiap upaya kemanusiaan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut ASDP: Alih armada ke bencana tak ganggu layanan Natal-tahun baru

    Dirut ASDP: Alih armada ke bencana tak ganggu layanan Natal-tahun baru

    Kami pastikan untuk perbantuan kapal misi kemanusiaan yang kami operasikan ini tidak akan mengganggu layanan kita di rute-rute yang sudah ada.

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama (Dirut) ASDP Heru Widodo menegaskan perbantuan armada untuk misi kemanusiaan bencana Sumatera tidak mengganggu layanan penyeberangan serta kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

    “Kami pastikan untuk perbantuan kapal misi kemanusiaan yang kami operasikan ini tidak akan mengganggu layanan kita di rute-rute yang sudah ada. Kami pastikan itu,” kata Heru dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin.

    Heru memastikan kapal yang diperbantukan berasal dari lintasan sama, sehingga penugasan khusus tetap menjaga keandalan jadwal, keselamatan pelayaran, dan kontinuitas pelayanan publik di seluruh rute operasional ASDP.

    ASDP menjelaskan kapal KMP Jatra I digunakan sementara setelah diperbaiki dari kondisi kandas, lalu akan dikembalikan ke lintasan reguler Sibolga-Nias sesuai rencana operasi awal perusahaan pelayaran nasional ASDP kembali penuh.

    “Karena memang kapal-kapal yang kita gunakan adalah sebetulnya di rute yang sama, hanya khusus untuk KMP Jatra 1, itu karena memang kapal yang tadinya karam atau kandas, kalau tidak salah, ini kemudian kita perbaiki, dan setelah jadi kita kembalikan ke lintasan yaitu di Sibolga-Nias, begitu,” ujar Heru pula.

    Selain itu, ASDP telah mengerahkan KMP Jatra II pada lintasan Nias-Sibolga untuk mengangkut logistik dan alat berat melalui Pelabuhan Teluk Bayur Padang mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana Sumatera barat.

    Sementara KMP Aceh Hebat difungsikan khusus menyalurkan pasokan LPG, agar kebutuhan energi masyarakat terdampak tetap terpenuhi di tengah keterbatasan akses darat akibat bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera.

    Lebih lanjut Heri mengatakan bahwa pada Senin ini, KMP Jatra I tengah proses muat membawa bantuan kolaboratif dari NGO, BUMN, dan Kementerian PU menuju Aceh serta wilayah Sumatera lainnya secara terkoordinasi.

    “Karena ada beberapa kita kerja sama dengan NGO dan kerja sama dengan BUMN lainnya, BUMN Karya, itu juga akan mengirimkan bantuan. Kemudian dari Kementerian PU, ini juga mereka akan mengirimkan bantuan juga menuju ke arah Aceh, lalu kemudian ke arah daerah Sumatera, Sibolga,” ujarnya.

    ASDP menegaskan hingga kini belum ada penambahan armada tambahan karena pengaturan operasional dinilai memadai untuk menjalankan misi kemanusiaan sekaligus layanan reguler penyeberangan nasional menjelang periode Natal Tahun Baru 2025/2026.

    BUMN transportasi penyeberangan ini memastikan terus menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sosial kebencanaan dan pelayanan publik andal, memastikan mobilitas masyarakat tetap aman selama momentum akhir tahun nasional.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Budisantoso Budiman
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • ASDP perkuat layanan di 15 lintasan hadapi angkutan Natal-tahun baru

    ASDP perkuat layanan di 15 lintasan hadapi angkutan Natal-tahun baru

    Jakarta (ANTARA) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan di 15 lintasan strategis guna memastikan penyeberangan aman, tertib, dan nyaman, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Dengan meningkatnya intensitas perjalanan akhir tahun, ASDP memperkuat pengelolaan operasional di 15 lintasan pantauan nasional yang menjadi urat nadi konektivitas antardaerah,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

    Dia menyampaikan pihaknya juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi dinamika cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

    “Adapun sebanyak 15 lintasan prioritas yang berada di bawah koordinasi 15 cabang di 33 pelabuhan dipastikan dalam kondisi siap layanan,” ujarnya.

    Lintasan tersebut adalah Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Jangkar-Lembar, Kayangan-Pototano, Tanjung Api-Api-Tanjung Kelian, Telaga Punggur-Tanjung Uban, Ajibata-Ambarita, Nias-Sibolga, Padangbai-Lembar, Kariangau-Penajam, Bajoe-Kolaka, Bira-Pamatata, Bitung-Ternate, Hunimua-Waipirit, serta Bolok-RoteZ

    Ia menuturkan jalur-jalur itu menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama Natal dan tahun baru.

    Ia menegaskan kesiapan itu bukan hanya soal armada dan fasilitas, tetapi juga tentang kehadiran negara dalam menjaga rasa aman masyarakat.

    “ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem,” ucap Heru.

    Secara nasional, ASDP menyiapkan 222 kapal yang terdiri atas 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis, untuk melayani 318 lintasan penyeberangan, termasuk 91 lintasan komersial dan 227 lintasan perintis.

    Berdasarkan proyeksi, pergerakan penumpang di 15 lintasan pantauan nasional diperkirakan mencapai sekitar 547 ribu orang, tumbuh 4,3 persen dibandingkan Natal dan tahun baru sebelumnya, sementara kendaraan diprediksi mencapai 868 ribu unit atau meningkat 8,9 persen.

    Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 23-24 Desember 2025.

    Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP mengoptimalkan sistem digital Ferizy yang memungkinkan masyarakat mengatur jadwal perjalanan secara lebih tertib.

    Tiket penyeberangan hanya dapat dibeli melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy serta mitra resmi, dengan pembayaran yang dapat dilakukan melalui ATM, mobile dan internet banking, dompet digital, serta gerai ritel.

    ASDP menegaskan tidak ada penjualan tiket di area pelabuhan, dan pengguna jasa wajib memiliki tiket paling lambat satu hari sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal yang tertera.

    Di sisi layanan, ASDP memperkuat dukungan fasilitas melalui customer service 24 jam dalam satu minggu, pengoperasian layanan Express II di lintasan Merak-Bakauheni, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan kelistrikan pelabuhan.

    ASDP juga terus berkoordinasi dengan KSOP, BPTD, TNI-Polri, INFA, Gapasdap, dan BMKG untuk memastikan kesiapan kapal, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta respons cepat terhadap perubahan cuaca.

    “Seiring prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah, ASDP mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kondisi cuaca, mengikuti arahan petugas, dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan,” tutur Heru.

    Dengan kesiapan menyeluruh ini, tambah Heru, ASDP berkomitmen menjaga ritme libur akhir tahun agar tetap lancar, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian nasional.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bos ASDP Buka Suara soal Merger Holding BUMN di Sektor Maritim

    Bos ASDP Buka Suara soal Merger Holding BUMN di Sektor Maritim

    Jakarta

    Sejumlah anak usaha di sektor maritim, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dikabarkan bakal merger. Soal ini, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengaku belum mendapat arahan lebih lanjut soal kabar tersebut.

    Heru bilang, pihaknya akan mengikuti arahan dari pemerintah lantaran keputusan ini turun dari Danantara. Ia bilang, kabar yang ia terima soal merger ini justru juga mencakup Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik.

    “Kita tentunya akan mengikuti apa yang menjadi keputusan Danantara. Tetapi, memang sampai saat ini kita belum mendapatkan update kembali terkait dengan merger beberapa BUMN yang masuk dalam klaster logistik,” ujar Heru saat ditemui di acara Media Briefing Kesiapan Nataru ASDP Indonesia Ferry Indonesia, Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Heru menyebutkan, beberapa BUMN yang masuk dalam klaster logistik meliputi PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelni, PT Pelindo, dan PT Pos Indonesia. Heru mengaku, pembahasan soal merger ini sudah lama belum ada kelanjutan sejak terakhir kali dibahas.

    “Ada ASDP, Pelni, Pelindo, dan kalau tidak salah PT Pos Indonesia. Ini kita belum mendapatkan update lanjutannya. Kami sebagai perusahaan BUMN tentu juga harus mengikuti apa yang menjadi keputusan dari Danantara. Apapun bentuknya, seperti apa, kita akan mengikuti,” tambahnya.

    “Terakhir sudah lama sekali. Kita masih menunggu nanti update dari Danantara. Prinsipnya, kita ikut,” ujarnya lagi.

    Ketika ditanya soal bocoran target kapan wacana ini akan terealisasi, Heru menyarankan agar mengonfirmasi hal tersebut kepada Danantara.

    “Kalau itu targetnya tanya Danantara, jangan tanya kita,” tutupnya.

    (eds/eds)