Tag: Heriyanto

  • Presiden Prabowo melantik wakil dan anggota Dewan Ekonomi Nasional

    Presiden Prabowo melantik wakil dan anggota Dewan Ekonomi Nasional

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto melantik dan mengambil sumpah jabatan wakil dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) periode 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Selasa.

    Agenda pelantikan tersebut didasari atas Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 150/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional yang ditandatangani Presiden Prabowo pada 4 November 2024.

    Terhitung sejak saat pelantikan, Presiden mengangkat Mari Elka Pangestu sebagai Wakil Ketua DEN dan mengangkat anggota DEN yang bertugas di bawah kepemimpinan Luhut Binsar Pandjaitan selaku Ketua DEN.

    Anggota DEN tersebut masing-masing Muhammad Chatib Basri, Arief Anshory Yusuf, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Septian Hario Seto, dan Muhammad Firman Hidayat.

    Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu dalam pernyataannya usai pelantikan mengatakan pihaknya bertugas untuk memberi masukan dan rekomendasi kepada Presiden Prabowo mengenai isu-isu strategis dan program prioritas.

    “Kami sebetulnya sudah mulai menyiapkan berbagai hal dan siang ini kami harapkan bisa melaporkan ke Bapak Presiden dan mendapat arahan dari Bapak Presiden sekiranya mengenai prioritas dari tugas kami,” ujarnya.

    Baca juga: Anggota DEN nilai ethanol tanpa cukai agar menarik dunia usaha

    Baca juga: Luhut bantu digitalisasi ekonomi lewat peran di Dewan Ekonomi Nasional

    Pewarta: Andi Firdaus
    Editor: Budi Suyanto
    Copyright © ANTARA 2024

  • Prabowo Lantik Mari Elka hingga Chatib Basri jadi Wakil dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional

    Prabowo Lantik Mari Elka hingga Chatib Basri jadi Wakil dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik mantan menteri kabinet, seperti Chatib Basri hingga Mari Elka Pangestu, sebagai Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Negara, Selasa (5/11/2024). 

    Prabowo juga telah meneken Keppres Nomor 150/P tahun 2024 tentang penangkatan Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

    Adapun, nama yang adalah Mari Elka Pangestu sebagai Wakil Ketua DEN yang bakal ditemani oleh anggota-anggotanya mulai dari Muhammad Chatib Basri, Arief Anshory Yusuf, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat.

    “Saya akan setia kepada, UUD RI 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya. Demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan. bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” tutur Prabowo yang diikuti oleh anggota yang dilantik.

    Susunan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Perbesar

    Sementara itu, Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional akan menemani Luhut Binsar Pandjaitan dan berjalan sebagai lembaga non-struktural di Indonesia yang memberi nasihat kepada presiden bidang ekonomi, dalam upaya mempercepat penanggulangan krisis dan penyehatan ekonomi nasional, serta kesiapan dalam menangani dinamika globalisasi.

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan nama-nama Wakil Ketua Dewan bersama dengan Anggota Dewan Ekonomi Nasional sebelumnya telah dia ajukan.

    Sebelum dilantik pada hari ini, Luhut mengaku dirinya sudah berdiskusi banyak untuk dapat merumuskan saran dan rekomendasi strategis terhadap penyelarasan kebijakan dan program prioritas di bidang ekonomi sebagai quick wins yang sejalan dengan arahan Presiden untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%.

    “Tim ini nantinya juga akan diberikan tugas oleh Presiden untuk memantau, mengevaluasi dan memberikan rekomendasi penyelesaian hambatan program prioritas nasional,” ujar Luhut melalui akun Instagram resmi miliknya. 

  • Prabowo Lantik Wakil Ketua dan 6 Anggota Dewan Ekonomi Nasional – Page 3

    Prabowo Lantik Wakil Ketua dan 6 Anggota Dewan Ekonomi Nasional – Page 3

    Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional di Istana Negara Jakarta, Senin (21/10/2024). Pengangkatan Luhut berdasarkan keputusan presiden (keppres) Nomor 139 P tahun 2024 tentang Pengangkatan Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

    “Terhitung sejak saat pelantikan, mengangkat Jenderal TNI Purn. Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional,” demikian keppres yang ditandatangani Prabowo dibacakan.

    Berikut susunan keanggotaan Dewan Ekonomi Nasional:

    Ketua: Luhut Binsar Pandjaitan

    Wakil Ketua: Mari Elka Pangestu

    Anggota:

    1. Muhammad Chatib Basri

    2. Arief Anshory Yusuf

    3. Haryanto Adikoesoemo

    4. Heriyanto Irawan

    5. Septian hario Seto

    6. Muhammad Firman Hidayat

  • Prabowo Lantik KPU, Wakil Luhut (DEN), dan Komisi Kepolisian Siang Ini (5/11)

    Prabowo Lantik KPU, Wakil Luhut (DEN), dan Komisi Kepolisian Siang Ini (5/11)

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto bakal melantik sejumlah jabatan di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (5/11/2024) pagi.

    Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres) Yusuf Permana menyampaikan bahwa terdapat agenda pelantikan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional, serta Anggota Komisi Kepolisian Indonesia.

    “Iya [ada pelantikan] jam 11.00 WIB,” ujarnya kepada wartawan melalui pesan teks Selasa (5/11/2024).

    Sekadar informasi, setelah hampir dua bulan menunggu, akhirnya nasib anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menemui titik terang.

    Pelantikan yang rencananya dilaksanakan di Istana Negara Jakarta pada Selasa, (5/11/2024) pagi ini pukul 11.00 WIB, dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

    Sementara itu, Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional akan menemani Luhut Binsar Pandjaitan dan berjalan sebagai lembaga non-struktural di Indonesia yang memberi nasihat kepada presiden bidang ekonomi, dalam upaya mempercepat penanggulangan krisis dan penyehatan ekonomi nasional, serta kesiapan dalam menangani dinamika globalisasi.

    Nama yang akan mengisi posisi ini, antara lain Marie Pangestu, ChatibBasri, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Arief Anshory Yusuf, Septian Hario Seto (merangkap sebagai Sekretaris Eksekutif), M Firman Hidayat (merangkap sebagai Direktur Eksekutif)

    Lalu, terdapat 12 peserta yang terbagi enam dari pakar kepolisian dan enam dari tokoh masyarakat untuk menjadi anggota Komisi Kepolisian RI.

    Sebanyak, 6 kandidat dari unsur Pakar Kepolisian adalah Irjen Pol (Purn) Arief Wicaksono Sudiutomo, Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasasi, Michael Marcus Iskandar Pohan, Raden Indah Pangestu Amaritasari, Dr Supardi Hamid, dan YA Triana Ohoiwutun.

    Sementara enam kandidat dari unsur tokoh masyarakat Deni S.B. Yuherawan, Fitriana Sidikah Rachman, Gufron, Mochammad Choirul Anam, Mustholih, dan Yusuf.

  • Tim Gugus Tugas Prabowo-Gibran Sebut Biaya Makan Bergizi Gratis Belum Ditentukan

    Tim Gugus Tugas Prabowo-Gibran Sebut Biaya Makan Bergizi Gratis Belum Ditentukan

    Jakarta, Gatra.com- Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran merespon rumor tentang anggaran makan gratis dan bergizi yang dipangkas menjadi Rp7.500 per porsi.

    Kabar tersebut ditegaskan sebagai isu semata dan tidak datang dari keterangan resmi tim gugus tugas.

    Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengatakan hingga saat ini timnya belum ada kesimpulan terkait anggaran makan per anak. Sejauh ini, yang sudah disimpulkan yaitu anggaran program makan bergizi gratis tahun 2025 sebesar Rp 71 triliun.

    “Isu yang berkembang dan menurut saya sudah mulai jauh dari kebenaran tentang makan bergizi gratis itu dipatok harganya Rp 7.500, tiba-tiba sudah ada angka begitu,” kata Hasan di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Jumat, (19/7).

    “Sampai hari ini, satu-satunya yang sudah bisa kita ambil kesimpulan itu baru alokasi anggaran untuk makan bergizi gratis tahun 2025, yang sudah jadi kesimpulan baru itu,” sambungnya.

    Besaran anggaran untuk program makan siang bergizi gratis sebesar Rp 71 triliun ini juga kata Hasan Nasbi sudah disampaikan saat Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran menyambangi Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu.

    “Jadi ini satu-satunya yang sudah sampai di level kesimpulan ya. Yang lainnya masih dalam proses, nah terkait dengan ketersediaan anggaran tahun 2025 nanti sebesar Rp 71 triliun,” pungkas Hasan.

    Sebelumnya, Ekonom Verdhana Sekuritas Heriyanto Irawan mengungkapkan bahwa dia sudah bertemu dengan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran. Pada pertemuan itu, tim Prabowo masih mengkaji tentang penurunan biaya makan bergizi di kisaran Rp 7.500 per anak hingga Rp 9.000 per anak

    “Yang menurut saya menarik adalah setelah dikomunikasikan angka itu Rp 71 triliun. Kemudian tugasnya presiden terpilih ke tim ekonominya itu memikirkan apakah biaya makanan per hari itu bisa enggak diturunin lebih hemat dari Rp 15.000 mungkin ke Rp 9.000-Rp 7.500 kah?” kata Heriyanto

    Menurutnya, anggaran sebesar Rp 71 triliun terbatas. Sehingga pemerintah Prabowo-Gibran tidak akan menaikkan anggaran makan bergizi.

    “Di dalam keterbatasan itu, keterbatasan di dalam Rp 71 triliun itu, tidak kemudian mendorong ke Rp 200 triliun atau Rp 300 triliun,” jelasnya.

    26

  • Anggota Gengster All Stars Terlibat Pengeroyokan, Diamankan Polsek Purwosari

    Anggota Gengster All Stars Terlibat Pengeroyokan, Diamankan Polsek Purwosari

    Pasuruan (beritajatim.com) – Tak perlu waktu lama, Satreskrim Polsek Purwosari langsung amankan pelaku kekerasan yang dilakukan kepada Heriyanto (19) warga Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Ada dua pelaku yang diamankan yakni MK (16) warga Kecamatan Purwosari dan, Dimas Suli (22) warga Desa Sudan, Kecamatan Wonorejo.

    Keduanya diamankan pada Rabu (14/8/2024) sekitar pukul 00.55 WIB saat berada di jalan umum Desa Martopuro. Saat diamankan kedua pelaku tak memberontak dan langsung menyerahkan diri.

    “Kami sudah mengamankan terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam yang dilakukan oleh lima orang. Sementara saat ini yang berhasil kita amankan masih dua orang sementara tiga pelaku lainnya masih kami lakukan penyelidikan,” jelas Kapolsek Purwosari, AKP Sugiyanto.

    Sugiyanto juga menjelaskan bahwa motif kedua pelaku menghajar Heriyanto dikarenakan salah paham di sosial media. Dimana kelima pelaku mengira korban merupakan seseorang yang mengejek di sosial media.

    Alhasil kelima pelaku tersebut langsung mendatangi korban tanpa menanyakan kebenaran terkait tantangan yang dilontarkan disosial media. Dari keterangan pelaku, dirinya juga tergabung dalam sebuah Gengster All Stars dan Pembangkang.

    “Saat kami introgasi, pelaku mengakui bahwa dirinya juga tergabung dalam gengster All Stars dan Pembangkang. Saat ini pelaku kami amankan dan akan melakukan koordinasi dengan unti PPA Polres Pasuruan,” tambahnya.

    Sementara polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua unit motor Yamaha Vixion dan Honda Scoopy, polisi juga mengamankan senjata tajam yang dibuat pelaku untuk menganiaya korban. (ada/but)

  • Soal BBM, Tiket Konser hingga Deterjen Kena Cukai, DJBC: Masih Usulan!

    Soal BBM, Tiket Konser hingga Deterjen Kena Cukai, DJBC: Masih Usulan!

    Jakarta

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menanggapi isu yang beredar terkait akan adanya ekstensifikasi cukai atau penambahan jenis barang yang dikenakan cukai. Berbagai kajian maupun prakajian dilakukan atas tisu, makanan cepat saji (fast food), tiket konser, hingga deterjen, selain produk plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

    Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heriyanto mengatakan isu kebijakan ekstensifikasi cukai tersebut disampaikan dalam kuliah umum di ruang lingkup akademik. Jadi sifatnya masih usulan dari berbagai pihak untuk mendapatkan masukan dari kalangan akademisi.

    “Bahasan kebijakan ekstensifikasi cukai itu mengemuka di acara kuliah umum PKN STAN yang mengangkat tema ‘Menggali Potensi Cukai: Hadapi Tantangan, Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan’. Jadi sifat kebijakan ekstensifikasi tersebut masih usulan-usulan dari berbagai pihak, belum masuk kajian dan juga dalam rangka untuk mendapatkan masukan dari kalangan akademisi,” kata Nirwala dalam keterangan tertulis, Rabu (24/7/2024).

    Nirwala menyebut pada dasarnya kriteria barang yang dikenakan cukai adalah yang mempunyai sifat atau karakteristik konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

    Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Sampai saat ini barang yang dikenakan cukai baru ada tiga jenis yaitu etil alkohol atau etanol, minuman mengandung etil alkohol (MMEA), dan hasil tembakau.

    Terkait wacana optimalisasi penerimaan negara melalui ekstensifikasi objek cukai, Nirwala menyebut prosesnya sangat panjang dan perlu melalui banyak tahap, termasuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

    “Prosesnya dimulai dari penyampaian rencana ekstensifikasi cukai ke DPR, penentuan target penerimaan dalam RAPBN bersama DPR, dan penyusunan peraturan pemerintah sebagai payung hukum pengaturan ekstensifikasi tersebut,” rincinya.

    Pemerintah juga disebut sangat hati-hati dalam menetapkan suatu barang sebagai barang kena cukai. Contohnya untuk pengenaan cukai terhadap MBDK dan plastik yang penerimaannya sudah dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun belum diimplementasikan.

    “Karena pemerintah sangat prudent dan betul-betul mempertimbangkan berbagai aspek seperti kondisi ekonomi masyarakat, nasional, industri, aspek kesehatan, lingkungan dan lainnya. Kami akan mendengarkan aspirasi stakeholders, dalam hal ini DPR dan masyarakat luas,” tegas Nirwala.

    Sebelumnya, Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC Kemenkeu Iyan Rubiyanto dalam Kuliah Umum PKN STAN membeberkan kajian dan prakajian ekstensifikasi cukai. Berikut daftarnya:

    Kajian: Plastik, Bahan Bakar Minyak (BBM), produk pangan olahan bernatrium dalam kemasan, MBDK, serta shifting PPnBM Kendaraan Bermotor ke Cukai.Prakajian: Rumah mewah, tiket pertunjukan hiburan (konser musik), fast food, tisu, smartphone, MSG, baru bara dan deterjen.

    (aid/das)

  • Pembuat Konten Foto Syur Ponakan asal Gresik Segera Disidang

    Pembuat Konten Foto Syur Ponakan asal Gresik Segera Disidang

    Gresik (beritajatim.com)– BAH, warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik yang merupakan tersangka pembuatan konten foto syur keponakannya sendiri segera disidang. Pria yang ditangkap tim
    Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri itu menjalani sidang tahap dua di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

    Terkait dengan kasus ini, Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Bram Prima Putra membenarkan rencana penyidik Bareskrim Mabes Polri akan menyerahkan tahap dua.

    “Tahap dua perkara Bareskrim Mabes Polri pratutnya di Kejati. Kami hanya menerima berkas tersangka beserta barang buktinya,” ujarnya, Selasa (23/7/2024).

    Sebelumya diberitakan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap kasus pornografi anak yang dilakukan oleh pria asal Gresik, Bagas Arista Heriyanto (BAH). Korban merupakan keponakan pelaku.

    Mirisnya yang menjadi objek perkara yaitu anak korban dengan inisial D berumur 15 tahun yang tidak lain merupakan keponakan sendiri.

    Kasus ini dilimpahkan berdasarkan laporan Polisi (LP) Nomor: LP/A/9/V/2024/SPKT.DITTIPIDSIBER/BARESKRIM POLRI tertanggal 22 Mei 2024. Tersangka ditangkap setelah penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan itu.

    Tersangka Bagas Arista Heriyanto ditangkap kemarin di Gresik. Warga asal Kecamatan Manyat itu, merupakan pemilik, pengguna, dan penguasa dua akun email terkait konten foto syur sejak September 2022 hingga Juli 2023.

    Sejumlah barang bukti turut disita dalam kasus tersebut, seperti handphone berbagai merek hingga email tersangka.

    Tersangka ini diduga memproduksi konten foto syur lalu mengunggah di email dan disimpan pada ponsel serta laptop miliknya.

    Atas perbuatannya itu, Bagas Arista Heriyanto dijerat pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Tersangka juga diancam pidana paling lama 12 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp6 miliar. [dny/beq]

  • Kata Airlangga soal Anggaran Program Makan Gratis Prabowo Rp 71 Triliun

    Kata Airlangga soal Anggaran Program Makan Gratis Prabowo Rp 71 Triliun

    Jakarta

    Anggaran program makan bergizi gratis pada pemerintahan Prabowo Subianto fleksibel, meski dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 telah ditetapkan Rp 71 triliun.

    Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab isu anggaran makan bergizi gratis akan dipangkas dari sebelumnya Rp 15.000/anak.

    “Dalam RAPBN masih sama, namun nanti implementasi kan punya flexibility,” kata Airlangga kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).

    Terpisah, Ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan mengatakan anggaran sebesar Rp 71 triliun sudah dibahas dan disetujui Prabowo. Hal itu dikatakan Tim Ekonomi Prabowo-Gibran saat menemui para ekonom termasuk dirinya dan Chatib Basri.

    Setelah anggaran sebesar Rp 71 triliun tersebut muncul, kata Heri, tim Prabowo-Gibran sedang memikirkan mengenai budget makan siang gratis per anaknya. Nah ada opsi untuk memangkasnya dari rencana semula Rp 15 ribu/anak agar jumlah anak yang dijangkau lebih banyak.

    “Setelah dikomunikasikan angka Rp 71 triliun itu, tugasnya presiden election (terpilih) ke tim ekonominya itu memikirkan apakah biaya makanan per hari itu bisa nggak diturunin lebih hemat dari Rp 15 ribu, mungkin ke Rp 9 ribu, atau ke Rp 7.500 kah? Kira-kira begitu,” kata Hery dalam acara Market Outlook 2024, Selasa (16/7).

    “Kita bisa pahami kalau sebagai politisi tentu beliau mau programnya itu menyentuh sebanyak mungkin,” tambahnya.

    (aid/hns)

  • Pasutri Surabaya Jadi Korban Begal saat Kencing di Pinggir Jalan

    Pasutri Surabaya Jadi Korban Begal saat Kencing di Pinggir Jalan

    Surabaya (beritajatim.com) – Pasutri (pasangan suami istri) Surabaya jadi korban begal, Sabtu (11/5/2024) dini hari di Jalan Dupak, Bubutan. Menurut keterangan korban, pelaku pembegalan itu berjumlah 5 orang dan membawa senjata tajam.

    Kapolsek Bubutan Kompol Dwi Okta Heriyanto mengatakan, korban Jerry saat itu melintas di Jalan Dupak menuju arah pasar Loak. Jerry yang berboncengan dengan istrinya lantas berhenti di pinggir jalan karena ingin buang air kecil.

    “Korban berhenti di depan ruko Dupak Megah untuk buang air kecil. Istri korban posisinya duduk di atas motor,” kata Dwi Okta, Senin (13/5/2024).

    Jerry saat itu membiarkan kunci sepeda motornya masih menancap. Belum selesai buang air kecil, tiba-tiba istri Jerry dihampiri 5 orang pemuda menggunakan dua motor. Dari rekaman CCTV, dua pasang sepeda motor itu diduga mencari mangsa di wilayah Bubutan.

    Saat melihat Jerry dan istrinya, kedua sepeda motor pelaku begal putar balik. “Salah satu pelaku membawa senjata tajam dan langsung menodong dua korban,” imbuh Okta.

    Karena ketakutan, Jerry bersama istrinya kabur meninggalkan sepeda motornya yang masih tertancap kunci. Alhasil, sepeda motor Scoopy milik korban pun dibawa kabur oleh kelima pelaku. Beruntung, kedua korban tidak dalam kondisi terluka dalam kasus pembegalan itu.

    Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Bubutan. Saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengamankan barang bukti di sekitar lokasi TKP. Kedua korban pun telah dimintai keterangan. [ang/suf]