Tag: Hendy Siswanto

  • Komisi A DPRD Jember: Pelayanan Publik Terbaik Nasional Bukti Kinerja Hendy-Firjaun

    Komisi A DPRD Jember: Pelayanan Publik Terbaik Nasional Bukti Kinerja Hendy-Firjaun

    Jember (beritajatim.com) – Predikat pelayanan publik terbaik keempat nasional yang diraih Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuktikan kinerja Bupati Hendy Siswanto dab Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

    “Ini prestasi yang membanggakan buat Rakyat Jember. Suatu bukti bahwa pemerintahan Hendy-Gus Firjaun sudah melaksanakan mandat dari Rakyat dengan sebaik-baiknya. Itu mendapatkan atensi dan apresiasi dari pemerintah pusat,” kata Tabroni, anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Jember, Rabu (1/1/2025).

    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengumumkan Indeks Pelayanan Publik (IPP) via daring Zoom, Selasa (31/12/2024). Penilaian ini termaktub dalam Surat Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 659 Tahun 2024 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik pada Lingkup Pemerintah Daerah Tahun 2024.

    Kementerian PAN-RB menilai aspek kebijakan pelayanan publik di Dinas Sosial, rumah sakit daerah, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, antara lain standar pelayanan, maklumat pelayanan, dan survei kepuasan masyarakat. Masyarakat juga memberikan penilaian saat diwawancarai tim evaluator.

    Dari penilaian itu, Pemkab Jember memperoleh Indeks Pelayanan Publik 4,62 dari skala 5 atau nilai A, dan berada di bawah Kabupaten Cilacap, Kabnupaten Sidoarjo, dan Kabupa6en Sleman. “Semoga pemerintahan ke depan bisa melanjutkan prestasi ini,” kata Tabroni.

    Kepala Bagian Organisasi Pemkab Jember Agustin Eka Wahyuni juga berharap bisa mempertahankan prestasi tersebut pada 2025. “Tidak hanya tiga lokus yang mendapatkan pelayanan prima. Kami berharap seluruh penyelenggara pelayanan publik juga mendapatkan nilai yang sama. Tak hanya penilaian, tapi semangat terbaik kami untuk melayani masyarakat,” katanya.

    “Tujuan utama kami bukan sekadar mendapatkan nilai. Yang terpenting adalah masyarakat puas terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah daerah. Salah satunya yang mungkin akan kami gerakkan tak hanya masalah publikasi dan transparansi standar pelayanan, tapi juga kebutuhan terhadap sarana dan prasarana yang sesuai ketentuan,” kata Eka.

    Pemkab Jember akan memperkuat sarana dan prasarana pendukung. “Karena memang masyarakat saat ini tak hanya menuntut keramahan dan budaya pelayanan yang baik, tapi juga sarana-prasarana untuk mendukung pelayanan prima,” kata Eka. [wir]

  • Pelayanan Publik di Jember Era Pemerintahan Hendy-Firjaun Terbaik Keempat Nasional

    Pelayanan Publik di Jember Era Pemerintahan Hendy-Firjaun Terbaik Keempat Nasional

    Jember (beritajatim.com) – Pelayanan publik di Kabupaten Jember, Jawa Timur, era pemerintahan Bupati Hendy Siswanto-Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dinyatakan sebagai yang terbaik keempat nasional oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi.

    Kementerian PAN-RB mengumumkan Indeks Pelayanan Publik (IPP) via daring Zoom, Selasa (31/12/2024). Penilaian ini termaktub dalam Surat Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 659 Tahun 2024 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik pada Lingkup Pemerintah Daerah Tahun 2024.

    Jember mendapatkan Indeks Pelayanan Publik 4,62 dari skala 5 atau kategori A. Predikat terbaik keempat nasional diberikan setelah Kementerian PAN-RB menilai pelayanan publik di Dinas Sosial, rumah sakit daerah, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

    Indeks Pelayanan Publik tertinggi diraih rumah sakit daerah, yakni 4.75. Diikuti oleh Dinas Sosial dengan indeks 4,59 dan Dispendikcapil dengan indeks 4,51.

    Predikat terbaik keempat nasional ini menjadi puncak capaian prestasi pelayanan publik di Jember yang menunjukkan tren perbaikan. Sebelumnya pada 2020, Pemkab Jember sama sekali tidak memperoleh predikat apapun dari pemerintah pusat.

    Baru setahun kemudian setelah Hendy-Firjaun memimpin, pelayanan publik di Jember berada di peringkat 272 dengan indeks 3,19 dan kategori B minus. Tahun 2022, peringkat Jember meningkat menjadi 222 dengan Indeks Pelayanan Publik Kabupaten Jember 3,88 dan kategori B.

    Indeks dan peringkat pelayanan publik Jember melesar pada 2023 dengan berhasil menembus peringkat 10 besar terbaik nasional untuk kategori kabupaten. Kementerian PAN-RB memberikan nilai A dan indeks 4,51.

    “Alhamdulillah selama dua tahun terakhir ini kami mendapatkan kategori pelayanan prima,” kata Kepala Bagian Organisasi Pemkab Jember Agustin Eka Wahyuni, Rabu (1/1/2025).

    Bupati Hendy Siswanto menyebut predikat pelayanan publik terbaik keempat nasonal akan membuat tingkat kepercayaan masyarakat dan investasi meningkat. “Pemerintah yang baik dan benar bisa dilihat dari Indeks pelayanan publiknya. Ada ketulusan dalam melayani masyarakat,” katanya.

    Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman menyebut predikat dari Kementerian PAN-RB sebagai esensi kepemimpinan. “Pemimpin umat adalah pelayan. Jadi mind set kita adalah memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Alhamdulilah dari semula ranking 10, kita naik ranking keempat,” katanya.

    Firjaun memuji kerja sama baik antarorganisasi perangkat daerah. “Mudah-mudahan penilaian ini jadi satu pertanda bahwa Allah rida kepada kita,” katanya.

    Kementerian PAN-RB menilai aspek kebijakan pelayanan, antara lain standar pelayanan, maklumat pelayanan, dan survei kepuasan masyarakat. Masyarakat juga memberikan penilaian saat diwawancarai tim evaluator.

    Penilaian meliputi ketersediaan standar pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan, proses penyusunan perubahan standar pelayanan, dan jumlah media publikasi. “Semakin banyak media publikasi dari service delivery melalui media cetak, media elektronik, dan media sosial membuat nilai semakin tinggi,” kata Eka.

    Kementerian PAN-RB juga menilai kedisiplinan Pemkab Jember untuk meninjau ulang pelayanan publik secara berkala dan memenuhi siklus maklumat pelayanan. “Persentase tindak lanjut dan kecepatan tindak lanjut dari hasil survei kepuasan masyarakat juga dinilai. Semakin cepat, nilainya semakin tinggi,” kata Eka.

    Aspek lain yang dinilai adalah profesionalisme sumber daya manusia. “Bagaimana budaya pelayanannya, apakah tersedia mekanisme yang dibangun untuk menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pegawai,” kata Eka.

    Tak hanya pelayanan administratif, ketersediaan sarana dan prasarana seperti tempat parkir pun dinilai oleh Kementerian PAN-RB. “Semakin banyak fasilitas tempat parkir juga membuat nilai semakin tinggi. Kemudian ketersediaan ruang runggu dengan fasilitas memadai,, toilet pengguna layanan, sarana-prasarana untuk pengguna kelompok rentan, dan ketersediaan sarana-prasarana penunjang,” kata Eka.

    Sementara itu, indikator sistem informasi pelayanan publik yang dinilai Kementerian PAN-RB meliputi ketersediaan sistem informasi pendukung operasional pelayanan, kualitas sistem, keterdiaan situs jaringan resmi dan pemutakhirannya, dan rutinitas pemutakhiran data kanal digital. “Semakin diperbarui, nilainya semakin tinggi,” kata Eka.

    Ketersediaan sarana konsultasi dan pengaduan secara tatap muka maupun daring juga dinilai. “Semakin banyak sarana-prasana konsultasi dan pengaduan, baik daring maupin luring, nilai semakin tinggi. Juga kemudahan untuk masyarakat yang ingin mengadu,” kata Eka.

    Akuntablitas hasil konsultasi menjadi penting untuk dinilai. “Apakah hasil konsultasi dan pengaduan ditindaklanjuti seluruhnya. Jadi rekapan pengaduan dan tindak lanjut juga dilihat,” kata Eka.

    Inovasi pelayanan publik di Jember tak hanya dinilai keberadaannya, namun juga dinilai keberlanjutannya. “Apakah inovasi diciptakan namun stagnan begitu saja, itu juga dinilai. Bagaimana inovasi dikembangkan, dan apakah pernah diikutkan kompetisi atau menjuarai kompetisi,” kata Eka.

    Terakhir yang tak kalah penting adalah penilaian terhadap sistem antrean. “Apakah ada sistem antrean secara elektronik,” kata Eka.

    Eka mengatakan, semua indikator penilaian terus dipantau, terutama masalah keberlanjutan inovasi. “Karena banyak inovasi yang diciptakan, semua perangkat daerah berlomba-lomba menciptakan inovasi, tapi tidak ada manfaatnya dari segi signifikansi dan keberlanjutan,” katanya.

    Eka berharap Pemkab Jember bisa mempertahankan prestasi tersebut pada 2025. “Tidak hanya tiga lokus yang mendapatkan pelayanan prima. Kami berharap seluruh penyelenggara pelayanan publik juga mendapatkan nilai yang sama. Tak hanya penilaian, tapi semangat terbaik kami untuk melayani masyarakat,” katanya.

    “Tujuan utama kami bukan sekadar mendapatkan nilai. Yang terpenting adalah masyarakat puas terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah daerah. Salah satunya yang mungkin akan kami gerakkan tak hanya masalah publikasi dan transparansi standar pelayanan, tapi juga kebutuhan terhadap sarana dan prasarana yang sesuai ketentuan,” kata Eka.

    Pemkab Jember akan memperkuat sarana dan prasarana pendukung. “Karena memang masyarakat saat ini tak hanya menuntut keramahan dan budaya pelayanan yang baik, tapi juga sarana-prasarana untuk mendukung pelayanan prima,” kata Eka. [wir]

  • Terima Laporan Relawan, Bupati Hendy Ingin Kondisi Lereng Raung Dicek

    Terima Laporan Relawan, Bupati Hendy Ingin Kondisi Lereng Raung Dicek

    Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ingin kondisi lereng Gunung Raung di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dicek setelah terjadinya banjir bandang di beberapa desa awal pekan ini.

    “Di Desa Jambearum, teman-teman (Yayasan) Ben Sromben (Indonesia) menyampaikan ada material hutan yang terbawa arus air sungai saat hujan berintensitas tinggi terjadi di kaki Gunung Raung,” kata Hendy, Sabtu (28/12/2024).

    Aliran sungai dadakan muncul di Dusun Krajan yang biasa disebut aliran sungai kolbuk. “Aliran sungai kolbuk ini maksudnya datang sesaat, aliran air yang terbuka dan sangat berbahaya dengan membawa material kayu dari atas,” kata Hendy.

    Hendy segera berkoordinasi dengan Perhutani untuk melihat peta di kaki Gunung Raung. “Sungai kolbuk ini menurut teman-teman yang sudah mengecek lokasi adalah bekas rawa. Kalau sudah seperti ini wajib diantisipasi masyarakat sekitar agar jangan sampai menggunakan bantaran bekas rawa itu,” katanya. Apalagi beberapa hari lalu ada erupsi di Gunung Raung.

    Pemerintah Kabupaten Jember menurunkan alat-alat berat untuk melakukan pengerukan sedimen. “Ke depannya kami akan memberikan peringatan setelah dapat data dari Perhutani. Kalau memang di sana betul-betul bantaran sungai atau aliran, maka mereka (warga) tidak boleh menempati lahan tersebut,” kata Hendy.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Ben Sromben Indonesia Maya Cendrawasih memperoleh informasi banyak pohon rimba yang dipotong rapi seperti digergaji di lereng gunung di Desa Jambearum. “Tapi kami butuh (kamera) drone untuk memastikan titik koordinatnya di mana,” katanya.

    Banjir di Sumberjambe berbeda dengan banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo. “Kalau di Wonoasri ini bencana banjir tahunan,” kata Maya. Posisi daerah yang terkena banjir genangan memang lebih rendah dari daerah-daerah sekitarnya sehingga berbentuk seperti mangkuk. [wir]

  • Anggaran Makan Siang Bergizi di Jember Bertambah Jadi Rp 10 M

    Anggaran Makan Siang Bergizi di Jember Bertambah Jadi Rp 10 M

    Jember (beritajatim.com) – Alokasi anggaran untuk program makan siang bergizi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2025 bertambah dari Rp 5 miliar menjadi Rp 10 miliar.

    “Hasil evaluasi gubernur kemarin terhadap APBD Jember 2025, salah satu isinya adalah pemerintah daerah ikut menyukseskan dan mendukung keberadaan makan siang bergizi gratis. Sebelumnya kami anggarkan Rp 5 miliar, tapi karena berdasar hasil evaluasi perlu adanya support tambahan, maka ada tambahan sekitar Rp 5 miliar,” kata Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, Sabtu (28/12/2024).

    Dana tersebut dialokasikan di Dinas Pendidikan Jember sebagai pendukung. “Pelaksana teknisnya untuk makan siang bergizi gratis adalah Badan Gizi Nasional yang sampai saat ini sedang berproses tahapannya melalui kodim maupun polres, maupun dapur-dapur sehat yang ditunjuk dua instansi tersebut,” kata Halim.

    Anggaran itu dicadangkan agar bisa digunakan sewaktu-waktu sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional. “Kami akan coba berkoordinasi. Tapi sampai saat ini mulai berdiri dapur-dapur sehat. Sebenarnya sudah ada rapat koordinasi teknis antara pelaksana dengan Dinas Pendidikan. Pondok pesantren juga disurvei,” kata Halim.

    Soal jumlah penerima makan siang bergizi gratis, Halim belum berani memastikan. “Belum fix. Nanti kalau sudah fix kami akan kabari lagi,” kata Halim.

    Selain itu, gubernur Jatim meminta agar Pemkab Jember meningkatkan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga). “Awal Januari dan Februari rentan bencana. Dari kesepakatan yang awalnya Rp 25 miliar, karena ada evaluasi, dinaikkan menjadi Rp 50 miliar. Itu pun dibutuhkan dalam keadaan darurat kalau ada bencana,” kata Halim.

    Sementara itu, Bupati Hendy Siswanto menyatakan dukungan penuh untuk program makan siang bergizi gratis itu. “Ini program yang sangat istimewa dan harus kita dukung bersama. Saya sangat mendukung. Jangankan Rp 10 miliar, Rp 15 miliar pun kami sangat memaklumi karena semua dikembalikan untuk rakyat,” katanya. [wir]

  • Kementerian PAN-RB Nilai Birokrasi Pemkab Jember ‘Berakhlak Sehat’

    Kementerian PAN-RB Nilai Birokrasi Pemkab Jember ‘Berakhlak Sehat’

    Jember (beritajatim.com) – Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (PAN-RB) menilai birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada masa Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman ‘Berakhlak sehat’.

    Penilaian ini didasarkan pada hasil survei dan evaluasi budaya kerja yang dilakukan Kementerian PAN-RB. Indeks yang diperoleh Pemkab Jember adalah 80,4 persen yang termasuk dalam kategori sehat. Indeks penilaian terhadap Pemkab Jember jauh di atas rata-rata nasional indeks ‘Berakhlak’ yang hanya 68,1 persen.

    Dengan indeks 80,4 persen, Kementerian PAN-RB menganggap nilai -Berakhlak’ sudah sudah sangat erat menjadi bagian dari perilaku kerja sehari­hari dan menjadi ciri khas yang mewakili individu di dalam organisasi Pemkab Jember.

    ‘Berakhlak’ yang dimaksud di sini adalah akronim dari tujuh dimensi kinerja, yakni ‘Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif’. Kementerian PAN-RB telah mewawancarai 3.391 pegawai negeri sipil dan 1.206 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja di tubuh Pemkab Jember.

    Bupati Hendy Siswanto bangga dengan capaian kinerja birokrasi Pemkab Jember tersebut. “Alhamdulillah, tahun kemarin ASN di Jember masih dinilai ‘cukup sehat’, sekarang kita sudah masuk ASN sehat,” katanya, Jumat (27/12/2024).

    “Ini yang menilai Kementerian PAN-RB. Kita tidak dalam rangka ikut kompetisi. Mereka datang menilai sendiri,” kata Hendy.

    Menurut Hendy, indeks ini menunjukkan kinerja dan struktur organisasi pemerintahan di Jember sudah berjalan sesuai regulasi dan cukup bagus. “Jabatan di Jember ini sudah terisi dengan baik. Bagaimana regenerasinya, penggantian jabatan, sudah diatur regulasi dan itu sudah dijalankan,” jelasnya.

    Penilaian Kementerian PAN-RB ini mempertegas tidak adanya jual beli jabatan di tubuh Pemkab Jember selama masa pemerintahan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman. “Tidak ada sama sekali jual beli jabatan. Kalau memang sudah waktunya naik, ya naik saja, sesuai dengan waktunya. Tidak bergeser setahun dua tahun, waktunya naik jabatan tapi tidak naik,” kata Hendy.

    “Ini artinya hak ASN sudah didapatkan. Begitu juga ASN melaporkan kinerjanya, sudah kita lakukan. Oleh sebab itu, kita masuk kategori sehat,” kata Hendy.

    Hendy berharap indeks penilaian yang diperoleh Pemkab Jember bisa meningkat hingga 90 persen pada masa mendatang. “Jadi kategori sehat yang dicapai saat ini masih perlu naik lagi, karena kalau tidak bener, bisa turun lagi dari cukup sehat malah tidak sehat,” katanya.

    “Kalau (dinilai) tidak sehat, dampaknya ada pada pelayanan terhadap masyarakat. ASN sehat di dalamnya ada unsur pelaksanaan SOP (Standard Operation Procedure) yang benar. SOP sudah berjalan baik. Semakin baik melayani masyarakat, maka nilainya semakin bagus,” kata Hendy.

    Ada tujuh butir saran peningkatan yang diberikan Kementerian PAN-RB. Pertama, melakukan forum dialog atau diskusi secara berkala dengan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengetahui kebutuhan mereka.

    Kedua, melakukan evaluasi dalam bentuk survei, diskusi secara daring maupun luring secara berkala untuk mendapatkan umpan balik. “Ketiga, membuka akses informasi seluas-luasnya yang relevan untuk masyarakat terkait pelayanan yang diberikan melalui media sosial, webinar maupun media lainnya yang terjangkau,” kata Hendy.

    Kementerian PAN-RB juga menyarankan Pemkab Jember melibatkan masyarakat dan stakeholder untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses perencanaan program dan kegiatan. “Lakukan evaluasi secara teratur mengenai program yang dilaksanakan untuk peningkatan program sesuai kebutuhan,” kata Hendy.

    Tiga saran perbaikan berikutnya adalah melakukan monitoring pelaksanaan program sesuai dengan perencanaan dan memastikan keterlibatan masyarakat dan stakeholder, mempertahankan program-program yang sudah berjalan baik dan program yg sudah ada dilakukan secara berkala. [wir]

  • Sejarah Berulang, Manajemen ASN Pemkab Jember Kembali Panen Penghargaan

    Sejarah Berulang, Manajemen ASN Pemkab Jember Kembali Panen Penghargaan

    Jember (beritajatim.com) – Sejarah berulang. Pemerintah pusat mengganjar manajemen aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan penghargaan. Warisan baik Bupati Hendy Siswanto sebelum mengakhiri masa jabatannya.

    Pemkab Jember menerima penghargaan Anugerah Meritokrasi Pengawasan Penerapan Sistem Merit 2024 dengan kategori B dari Badan Kepegawaian Nasional, Kamis (19/12/2024). Tahun lalu, Pemkab Jember menerima penghargaan serupa dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang saat ini dilikuidasi.

    “Skor Pemkab Jember mengalami peningkatan sebanyak 33,5 poin dari 259,00 menjadi 292,50,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jember Suko Winarno, Jumat (20/12/2024).

    Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen aparatur sipil negara (ASN) yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. “Sistem merit ini didasarkan pada kompetensi, kinerja, dan kualifikasi ASN secara adil dan wajar, tanpa diskriminasi,” kata Suko Winarno.

    Suko Winarno mengatakan, tak mudah untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Penghargaan ini diberikan setelah dilakukan penilaian terhadap delapan aspek kepegawaian, yakni perencanaan kebutuhan ASN, pengadaan ASN, pengembangan karier, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian, penghargaan dan disiplin, perlindungan dan pelayanan, dan sistem informasi ASN. “Semuanya terurai dalam 36 indikator,” katanya.

    Suko Winarno menanbahkan, Pemkab Jember juga telah berhasil melakukan transformasi digital. “Mari kita terus laksanakan tugas pokok dan fungsi kita semua dengan kerja sama sebaik-baiknya. Kami punya target mencapai kategori sangat baik pada 2025, yang membutuhkan skor 325. Kami optimistis itu bisa dicapai dengan kerja sama yang baik,” katanya. [wir]

  • Sosok Muhammad Fawait, Karir Moncer Mulai Anggota DPRD Jatim hingga Jadi Bupati Jember Terpilih

    Sosok Muhammad Fawait, Karir Moncer Mulai Anggota DPRD Jatim hingga Jadi Bupati Jember Terpilih

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Iman Nawawi

    TRIBUNJATIM.COM, JEMBER– Muhammad Fawait alias Gus Fawait , Bupati Jember terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 Jawa Timur kini jadi sorotan publik.

    Nama Kader Partai Gerindra bersama Djoko Susanto makin moncer. Usai menggulingkan Pasangan Calon (Paslon) Petahana Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember 2024 Hendy Siswanto- Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

    Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib Al-Qodiri IV Desa Wringinagung Kecamatan Jombang Jember ini unggul dengan 54,30 persen suara. Sementara Paslon Petahana hanya mendapatkan 45,70 persen dari total pemilih.

    Tribun Jatim Network mencoba menemui Gus Fawait Bupati Jember terpilih di kafe kawasan jalan PB. Sudirman Jember, Selasa (17/12/2024).

    Pria kelahiran 1988 ini masih menemui para relawan pendukungnya di Pilkada Jember 2024 kemarin. Sembari menunggu masa pelantikan sebagai kepala daerah.

    “Saya anak kampung, anak desa yang ada di ujung Barat Kabupaten Jember, dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Saya awalnya tidak pernah berfikir untuk masuk ke dunia politik,” ucap Gus Fawait.

    Gus Fawait mengaku ketika masih kuliah di Universitas Airlangga Surabaya, sering ikut dosen melakukan riset kebijakan pemerintah. Namun hasil penelitian itu tidak pernah digunakan oleh pemangku kebijakan.

    “Ternyata hasil riset itu, cuma digunakan untuk referensi saja (tidak digunakan sebagai dasar kebijakan),” ucapnya.

    Menurutnya hal tersebut membuat geram dan jiwa aktivis mahasiswanya meronta ronta. Hingga akhirnya memutuskan bergabung di partai politik pada 2009 ketika masih berusia 21 tahun.

    “Tetapi saat itu belum bisa maju (calon legislatif) karena usianya terlalu muda. Dan masih belum genap 21 tahun,” ulasnya.

    Presiden Laskar Sholawat Nusantara ini pun baru mengikuti Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2014 lewat Partai Gerindra untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Dapil Jember-Lumajang.

    “Saya diberi amanah oleh masyarakat Jember-Lumajang menjadi Anggota DPRD Jatim termuda, dengan perolehan suara 38 ribu pemilih,” ungkap Gus Fawait.

    Meskipun saat itu sebagian masyarakat beranggapan, kalau menjadi Anggota DPRD Provinsi Jatim termuda hanya jadi bumbu kosong dan tidak bisa berbuat apapun di parlemen.

    “Tetapi kami tetap memanfaatkan kesempatan jadi anggota DPRD periode pertama semaksimal mungkin. Keliling menyapa masyarakat dan memperjuangkan aspirasi mereka, terutama emak-emak,” katanya.

    Berkah memperjuangkan aspirasi masyarakat terutama perempuan. Gus Fawait mengaku kembali dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode ke-2 di Pileg 2019.

    “Dan suara Saya di periode pertama cuma 38 ribu. Kemudian pada Pileg 2019 naik signifikan menjadi 228 ribu dan menjadi anggota DPRD dengan suara terbanyak di Jawa Timur,” bebernya.

    Ketika periode ke-2 jadi Anggota DPRD Jatim, Gus Fawait mengaku selalu mengawal seluruh aspirasi masyarakat. Sebab hal tersebut adalah pesan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada seluruh kadernya.

    “Kader Gerindra harus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi ketika masyarakat punya masalah dan menjadi pelipur lara ketika rakyat bersedih,” jlentrehnya.

    Berkat menjalankan pesan Ketua Umum Partai Gerindra ini. Gus Fawiat mengaku kembali diberikan kepercayaan oleh masyarakat Jember-Lumajang menjadi Anggota DPRD Jatim di Pileg 2024.

    “Ketika kami maju di Pileg 2024 kemarin, suara kami menjadi 239 ribuan bahkan jadi anggota DPRD dengan perolehan suara terbanyak se-Indonesia katagori DPRD Provinsi,” ulasnya.

    Sepuluh tahun mejadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Gus Fawait mengaku sudah pernah menjadi, anggota biasa, ketua komisi dan fraksi. 

    Seharusnya hasil Pileg 2024 kemari, kata Gus Fawait, mengatakan  menjadi Pimpinan Anggota DPRD Jawa Timur. Namun kesempatan tersebut terpaksa harus dilepaskan.

    “Karena perintah partai. Perintah partai itu saya amini karena saya ketika di kampus dididik menjadi seorang aktivis yang tidak boleh menganggap lingkungan sekitar kita baik-baik saja,” ulas Alumni aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

    Selain itu, Gus Fawait mengaku tetap patuh dengan perintah partai, yang telah memerintahnya untuk maju sebagai Calon bupati Jember di Pilkada 2024. 

    “Samina wa athona dengan keputusan partai untuk maju sebagai calon bupati Jember. Agak gamang memang, di satu sisi sudah punya jabatan tetapi di sisi lain kemiskinan di kampung halaman kami masih tinggi,” urai kader GP Ansor ini.

    Setelah memantapkan diri dan menata niat, Gus Fawait memutuskan dan bertekad untuk maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember 2024, menantang kandidat petahana. 

    “Namanya Incumbent kan masih menjabat, incambent masib punya kekuasaan lebih leluasa. Dan punya pasukan birokrat yang luar bisa, begitu solid,” imbuhnya.

    Namun besarnya kekuatan miliki petahana. Gus Fawait mengaku tidak gentar melakukan perlawanan hingga memenangkan Pilbup Jember 2024.

    “Dengan niat baik dan ketulusan cinta itu. Mengantarkan kami, anak muda, anak petani, santri sekaligus kader partai dipercaya menjadi pemimpin di Kabupaten Jember 2024-2029,” omongnya.

  • Telan Biaya Rp 23 Miliar, Alun-Alun Jember Punya Video Tron Raksasa
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        14 Desember 2024

    Telan Biaya Rp 23 Miliar, Alun-Alun Jember Punya Video Tron Raksasa Regional 14 Desember 2024

    Telan Biaya Rp 23 Miliar, Alun-Alun Jember Punya Video Tron Raksasa
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan reaktivasi
    Alun-Alun Jember
    Nusantara pada Sabtu (14/12/2024).
    Bupati Jember
    Hendy Siswanto
    menyatakan, ada beberapa perbedaan pada Alun-Alun Jember kali ini. Salah satunya keberadaan mega
    videotron
    berukuran 10 x 30 meter yang terletak di sisi timur alun-alun.
    “Ini merupakan strategi untuk mengemas kearifan lokal di Jember. Tentang Pendidikan, Kesehatan, seni budaya, dan ketahanan pangan yang dapat ditampilkan di megatron,” ujarnya usai acara.
    Hendy menambahkan, warga dari berbagai daerah yang melewati Alun-Alun Jember dapat menyaksikan kemegahan Kabupaten Jember melalui videotron raksasa tersebut.
    “Seperti menyaksikan tayangan potensi wisata Jember, budaya Jember, dan lainnya,” imbuhnya.
    Selain videotron, alun-alun juga dilengkapi dengan air mancur, toilet umum, dan sarana olahraga.
    Bupati Hendy menegaskan, Alun-alun tersebut dirancang ramah disabilitas.
    “Pada 6 Januari 2025 mendatang, Pemkab Jember bakal menggelar grand launching Alun-Alun Jember Nusantara,” tambahnya.
    Bupati juga mengimbau masyarakat Jember untuk menjaga ketertiban dan kebersihan Alun-Alun Jember.
    “Mari kita jaga dan setop vandalisme,” tegasnya.
    Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Rahman Anda menjelaskan, proyek Alun-Alun Jember Nusantara menelan biaya sebesar Rp 23,459 miliar.
    Rincian anggaran tersebut terdiri dari proyek landscape senilai Rp 17.455.000.000, pembangunan struktur videotron sebesar Rp6.590.000.000, dan menara air sebesar Rp459 juta.
    Dia juga mengungkapkan, proses pengerjaan Alun-Alun Jember Nusantara dimulai pada Juli 2024 dan direncanakan selesai Desember 2024.
    “Tujuan dari rehabilitasi alun-alun ini adalah untuk mewujudkan alun-alun menjadi
    ruang terbuka hijau
    yang aman, nyaman, dan layak sebagai sarana interaksi sosial dan ekonomi bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bupati Hendy dan Wabup Firjaun Minta Maaf dan Berterima Kasih kepada Masyarakat Jember

    Bupati Hendy dan Wabup Firjaun Minta Maaf dan Berterima Kasih kepada Masyarakat Jember

    Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman meminta maaf dan berterima kasih kepada masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam acara reaktivasi alun-alun Jember Nusantara, Sabtu (14/12/2024).

    “Saya mewakili diri saya dan istri saya tercinta, dan juga Gus Firjaun dan Bu Vita, mohon maaf lahir dan batin. Insyallah kami banyak salah. Panjenengan semua, teman-teman OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Pak Kajari, Pak Kapolres, para sahabat, panjenengan tidak punya salah sedikit pun. Saya yang punya salah banyak,” kata Hendy.

    Hendy berterima kasih kepada masyarakat Jember atas doa dan dukungan terhadapnya dan Firjaun. “Kekurangan itu milik kami, dan itu mudah-mudahan ke depan, pemerintah Jember bisa lebih baik lagi,” katanya.

    “Ketiga, mari kita bersama-sama rayakan Jember menuju minipolitan. Kita songsong bersama-sama, kita bantu pemerintah Jember dengan sebaik-baiknya, dengan semaksimal mungkin,” kata Hendy.

    Sementara itu, Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengatakan, sudah berupaya semaksimal mungkin bersama Bupati Hendy selama memimpin Jember. “Tapi ketika sesuatu sudah selesai, akan nampak kekurangan-kekurangannya. Itu tidak lain dari kekurangan diri kami berdua,” katanya.

    Hendy-Firjaun akan mengakhiri masa pemerintahan pada Februari 2025. Mereka akan digantikan pasangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto yang memenangi pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember.

    Firjaun berharap kekurangan pada masa pemerintahannya bersama Bupati Hendy bisa diperbaki dan disempurnakan dengan hal-hal baik lain. “Mari kita bersama-sama membangun Jember agar lebih baik lagi. Kami mohon maaf sedalam-dalamnya atas segala kekurangan dan kelemahan kami berdua, khususnya saya pribadi,” katanya. [wir]

  • Alun-alun Jember Nusantara, Pengejawantahan Wajah Jember Sebenarnya

    Alun-alun Jember Nusantara, Pengejawantahan Wajah Jember Sebenarnya

    Jember (beritajatim.com) – Wajah alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami perubahan besar-besaran setelah direnovasi kurang lebih lima bulan dengan anggaran Rp 24 miliar. Kini alun-alun berubah nama menjadi alun-alun Jember Nusantara.

    Bupati Hendy Siswanto menyebut alun-alun Jember Nusantara pengejawantahan wajah Kabupaten Jember sebenarnya. “Kekuatan Jember sebegitu dahsyat. Bagaimana kita mengangkat Jember setinggi-tingginya dan mendapatkan kemanfaatan secepat-cepatnya pula, lewat alun-alun Jember Nusantara inilah kita akan berkemas,” katanya, acara reaktivasi Alun-alun Jember Nusantara, Sabtu (14/12/2024).

    Selain megatron, alun-alun Jember Nusantara kini dilengkapi dengan pedestrian, jalur jogging, dan area pedestrian kepak sayap garuda. Ada pula lapangan olahraga basket dan bola voli, air mancur, patung garuda, plengkung Argopuro, Jember Seribu Gumuk, bangunan Adipura, dan toilet permanen.

    “Melalui alun-alun Jember Nusantara, kita wujudkan mimpi semua warga Jember. Alun-alun Jember Nusantara ini adalah tempat yang legend, yang memiliki aura yan tidak dimiliki seluruh lahan di Kabupaten Jember,” kata Hendy.

    Hendy memimpin Jember bersama Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman sejak 27 Februari 2021. “Kami masuk saat Jember dalam kondisi dilanda Covid-19. Ekonomi kita jatuh, minus 2,98 persen,” katanya.

    Dengan ekonomi yang lemah dan penduduk 2,6 juta jiwa, menurut Hendy, potensi kekacatan cukup besar jika tidak ada manajemen pembangunan yang baik. Dia kemudian menggerakkan perekonomian rakyat dengan memanfaatkan alun-alun.

    Pemerintah Kabupaten Jember menggelar banyak acara di alun-alun yang mengundang perhatian pedagang kaki lima, pelaku usaha mikro kecil menengah, dan warga. “Pertumbuhan ekonomi dengan sangat cepat melesat menjadi 4,98 persen, dan itu akumulasi pertumbuhan ekonomi tujuh persen,” kata Hendy.

    Pertumbuhan ekonomi diikuti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka. “Itu terbukti, ada catatannya. Ada yang mencatat dan ada yang merasakan hasilnya,” kata Hendy.

    Hendy berharap masyarakat membantu pemerintah daerah. “Kita saling mendukung satu dengan yang lain. Jangan saling menjatuhkan satu dengan yang lain. Kami lahir di Kabupaten Jember, hidup di Kabupaten Jember Saya berkomitmen untuk terus membantu Jember agar semakin baik,” katanya.

    Hendy meminta agar semua pihak menjaga alun-alun tersebut. “Jangan sampai ada yang hilang, jangan sampai ada vandalisme. Ini milik kita bersama, uang rakyat Jember. Tidak ada yang mempunyai hak pribadi, kecuali masyarakat Jember,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengatakan, sudah berupaya semaksimal mungkin bersama Bupati Hendy selama memimpin Jember. “Tapi ketika sesuatu sudah selesai, akan nampak kekurangan-kekurangannya. Itu tidak lain dari kekurangan diri kami berdua,” katanya.

    Firjaun berharap kekurangan pada masa pemerintahannya bersama Bupati Hendy bisa diperbaki dan disempurnakan dengan hal-hal baik lain. “Mari kita jaga dan rawat alun-alun Jember Nusantara ini,” katanya. [wir]