Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT)
Yandri Susanto
menegaskan bahwa program
swasembada pangan
yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu fokus prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Dari 12 aksi prioritas yang telah ditetapkan, swasembada pangan atau
ketahanan pangan
lokal desa berada di urutan kedua setelah revitalisasi badan usaha milik desa (
BUMDes
) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“(Di antara) 12 aksi yang sudah kami cantumkan, swasembada pangan menjadi aksi kedua, dengan ketahanan pangan di tingkat desa atau lumbung desa. Hal ini sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang nasional,” jelas Yandri dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan di Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur (Jatim), Selasa (7/1/2025).
Untuk mendukung program tersebut, lanjut dia, Kemendes PDT telah mengeluarkan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 2 Tahun 2025 yang mengalokasikan minimal 20 persen dari
dana desa
(DD) atau sekitar Rp 16 triliun dari total Rp 71 triliun, untuk program ketahanan pangan.
Yandri menekankan pentingnya penggunaan potensi lokal desa dan peran BUMDes dalam mendukung perputaran
ekonomi desa
, sehingga penggunaan dana desa menjadi produktif dan tepat sasaran.
Ia menambahkan bahwa peraturan tersebut akan dijabarkan lebih lanjut melalui petunjuk teknis agar penggunaan 20 persen dana desa dapat tepat sasaran, produktif, dan dirasakan langsung oleh warga desa.
“Petunjuknya jelas, tidak ada celah bagi kepala desa untuk menyalahgunakan dana ini. Kami akan terus memantau dan evaluasi agar dana desa untuk ketahanan pangan sebesar Rp 16 triliun ini digunakan secara produktif,” ujar Yandri.
Selain itu, Yandri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda) dalam mendukung realisasi program swasembada pangan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan)
Zulkifli Hasan
(Zulhas) mengatakan bahwa sinergitas antarkementerian dan lembaga menjadi kunci kesuksesan program swasembada pangan yang ditargetkan terwujud pada 2027.
Ia mengungkapkan, swasembada pangan merupakan program prioritas yang langsung dipimpin oleh
Presiden Prabowo
Subianto.
Oleh karena itu, sebut Zulhas, diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang intens antara kementerian dan lembaga untuk mendukung dan mempercepat terwujudnya program swasembada pangan.
“Kita rapat koordinasi ini yang paling penting adalah menyadari bahwa kita adalah satu tim. Kepentingan merah putih harus berada di atas segalanya. Ibarat tim sepak bola, jika ada satu pemain yang mencetak gol bunuh diri, kita semua kalah. Karena pekerjaan ini adalah satu kesatuan,” katanya.
Sebagai informasi, beberapa isu yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut termasuk jaringan irigasi di Jatim, distribusi pupuk bersubsidi, pendayagunaan penyuluh pertanian, pemberdayaan peternak lokal untuk program Makan Bergizi Gratis,
Kemudian, membahas isu mengenai perbaikan budi daya ikan, ketersediaan dan harga pangan, penyediaan bibit unggul, ekonomi sirkular dari sampah dan limbah, serta rehabilitasi
mangrove
dan
silvofishery
.
Rapat terbatas tersebut bertujuan untuk menyatukan visi seluruh kementerian dan lembaga terkait, serta pemimpin daerah dalam mewujudkan swasembada pangan yang ditargetkan tercapai pada 2027.
Dengan kerja sama dan kolaborasi yang kuat, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan penuh tanpa impor bahan pangan apa pun.
Dalam rapat tersebut, Mendes PDT Yandri Susanto didampingi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Samsul Widodo, Staf Khusus Menteri Khoirul Huda, dan Muhammad Afif Zamroni.
Selain itu, juga hadir sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Wahyu Sakti Trenggono, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.
Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kehutanan Mahfudz, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono, serta bupati se-Jawa Timur.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Hendropriyono
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5077333/original/041559200_1735969192-WhatsApp_Image_2025-01-04_at_11.48.56.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bersih-bersih Pantai, Zulhas Ingatkan Kelestarian Lingkungan untuk Jaga Populasi Ikan Konsumsi – Page 3
Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membuang sampah di laut atau pantai. Menurutnya, kelestarian lingkungan bisa berdampak positif terhadap jumlah ikan konsumsi.
“Karena nanti lebih banyak sampah daripada ikannya, kalau tidak bersih-bersih,” kata Zulhas pada acara Aksi Bersih Sampah Laut, Pantai Kuta, Bali, Sabtu (4/1/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono.
Dia mengatakan kelestarian lingkungan yang terjaga juga bisa memberikan multiplier effect terhadap berbagai sektor seperti kesehatan, pariwisata, hingga kebutuhan pangan.
“Kalau ini (sampah) tidak diatasi bakal mengganggu lingkungan laut, kesehatan masyarakat, mengganggu pariwisata, dan pada akhirnya tentu mengganggu upaya kita untuk swasembada pangan,” jelasnya.
-

Jakarta bebas sampah Tahun Baru 2025 pada jam 05.00 WIB
Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengungkapkan bahwa seluruh wilayah Jakarta bebas dari sampah Tahun Baru 2025 pada jam 05.00 WIB untuk memastikan lingkungan bersih dan indah.
“Dan targetnya pada jam 05.00 WIB pagi nanti, sampah sudah terangkut semua masuk ke TPS3R, sehingga sudah tidak akan ada lagi sampah setelah jam itu,” kata Diaz dalam apel siaga penanganan kebersihan malam tahun baru 2025 di Kemayoran, Jakarta, Selasa.
Diaz mengatakan, para petugas yang disebutnya sebagai “pahlawan sampah” ini akan bekerja sejak pukul 00.30 WIB sampai jam 05.00 WIB.
Dia mengapresiasi peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta dalam membantu menangani penanganan sampah khususnya pada malam tahun baru ini.
Terlebih, ada beragam upaya yang dilakukan DLH DKI Jakarta, mulai dari mengerahkan petugas hingga penggunaan armada kebersihan yang modern dan canggih.
“Akan ada sekitar 150 ton sampah pada hari ini dan sudah diarahkan 3.900 pasukan untuk membantu menangani permasalahan sampah, khususnya pada malam tahun baru ini,” ujarnya.
Pelaksanaan apel siaga penanganan kebersihan malam tahun baru 2025 di Kemayoran, Jakarta, Selasa (31/12/2024). ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto juga menambahkan tujuan apel ini untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan masyarakat selama pelaksanaan perayaan malam Tahun Baru 2025.
“Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta akan mengerahkan tidak kurang dari 3.900 petugas,” ujar Asep.
Dari 3.900 petugas itu sebanyak 2.100 orang dikerahkan khusus untuk menangani sampah di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin yang bekerja mulai dari siang ini hingga besok pagi usai tahun baru.
Sisa petugas disebar ke lima wilayah administrasi Jakarta serta Kepulauan Seribu, dilengkapi 68 truk jenis typer, 53 mobil penyapu jalan (road sweeper) dan 27 mobil lintas.
Kemudian, juga menyediakan 43 unit toilet, 300 tempat sampah (dust bin), 2.931 sapu lidi dan 4.100 kantong sampah.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024 -

Hujan Deras dan Angin Kencang, Hendropriyono Lolos dari Insiden Videotron Ambruk
Jakarta: Sebuah insiden nyaris fatal terjadi pada 16 Desember 2024 lalu saat Hendropriyono, tokoh senior intelijen Indonesia, sedang berpidato dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Slamet Riyadi di Cijantung. Cuaca buruk dengan hujan deras dan angin kencang menjadi latar belakang momen mendebarkan ini.
Putra Hendropriyono, Diaz Hendropriyono, mengisahkan detik-detik menegangkan tersebut melalui unggahan di media sosialnya. Menurutnya, ayahnya baru saja selesai berpidato dan memutuskan untuk turun dari panggung saat angin kencang membuat sebuah videotron besar yang terpasang di atas panggung ambruk.
“Acara diadakan di dalam tenda, tapi saat itu memang sedang hujan deras dan angin kencang. Ayah saya bergeser turun dari panggung. Tidak lama setelah itu, videotron yang cukup besar ambruk di atas panggung dan hampir menimpa ayah saya,” tulis Diaz dalam unggahannya di Instagram yang dikutip Sabtu 21 Desember 2024.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Titik Rawan
Diaz menyampaikan rasa syukur karena ayahnya berhasil lolos dari insiden tersebut tanpa cedera. “Bersyukur karena lolos dari maut,” ujarnya dalam keterangan foto yang menggambarkan suasana acara sebelum insiden terjadi.
Meski insiden ini mengundang rasa khawatir, acara tetap berlangsung dengan lancar setelah situasi terkendali. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya faktor keamanan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan instalasi besar seperti videotron, terlebih saat cuaca sedang tidak bersahabat.
Insiden ini berhasil menyedot perhatian publik, terutama karena melibatkan sosok penting seperti Hendropriyono. Banyak netizen yang menyampaikan doa dan rasa syukur atas keselamatan Hendropriyono di kolom komentar unggahan Diaz.
“Alhamdulillah Barakallah.. ???? Sehat selalu pak.. Semoga selalu dalam lindungan AllahSWT,” tulis salah seorang warganet.
“Tuhan melindungi Pak Hendro. Panjang umur dan selalu sehat ,” tulis akun lainnya.
“Alhamdulillah ,,, opa g knp2 Sehat2 opa ???? semoga allah selalu melindungi opa & kel Tercinta,” tulis akun lainnya.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam setiap acara, terutama yang melibatkan kondisi cuaca ekstrem.
Jakarta: Sebuah insiden nyaris fatal terjadi pada 16 Desember 2024 lalu saat Hendropriyono, tokoh senior intelijen Indonesia, sedang berpidato dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Slamet Riyadi di Cijantung. Cuaca buruk dengan hujan deras dan angin kencang menjadi latar belakang momen mendebarkan ini.
Putra Hendropriyono, Diaz Hendropriyono, mengisahkan detik-detik menegangkan tersebut melalui unggahan di media sosialnya. Menurutnya, ayahnya baru saja selesai berpidato dan memutuskan untuk turun dari panggung saat angin kencang membuat sebuah videotron besar yang terpasang di atas panggung ambruk.
“Acara diadakan di dalam tenda, tapi saat itu memang sedang hujan deras dan angin kencang. Ayah saya bergeser turun dari panggung. Tidak lama setelah itu, videotron yang cukup besar ambruk di atas panggung dan hampir menimpa ayah saya,” tulis Diaz dalam unggahannya di Instagram yang dikutip Sabtu 21 Desember 2024.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Titik Rawan
Diaz menyampaikan rasa syukur karena ayahnya berhasil lolos dari insiden tersebut tanpa cedera. “Bersyukur karena lolos dari maut,” ujarnya dalam keterangan foto yang menggambarkan suasana acara sebelum insiden terjadi.
Meski insiden ini mengundang rasa khawatir, acara tetap berlangsung dengan lancar setelah situasi terkendali. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya faktor keamanan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan instalasi besar seperti videotron, terlebih saat cuaca sedang tidak bersahabat.
Insiden ini berhasil menyedot perhatian publik, terutama karena melibatkan sosok penting seperti Hendropriyono. Banyak netizen yang menyampaikan doa dan rasa syukur atas keselamatan Hendropriyono di kolom komentar unggahan Diaz.“Alhamdulillah Barakallah.. ???? Sehat selalu pak.. Semoga selalu dalam lindungan AllahSWT,” tulis salah seorang warganet.
“Tuhan melindungi Pak Hendro. Panjang umur dan selalu sehat ,” tulis akun lainnya.
“Alhamdulillah ,,, opa g knp2 Sehat2 opa ???? semoga allah selalu melindungi opa & kel Tercinta,” tulis akun lainnya.Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam setiap acara, terutama yang melibatkan kondisi cuaca ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id(DHI)
-

Detik-detik Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Hampir Tertimpa Videotron, Begini Kondisinya
loading…
Mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) TNI AM Hendropriyono nyaris tertimpa videotron saat memberikan sambutan dalam sebuah acara di kawasan Cijantung, Jakarta. Foto/Ist
JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) TNI AM Hendropriyono nyaris tertimpa videotron saat memberikan sambutan dalam sebuah acara di kawasan Cijantung, Jakarta.
Peristiwa itu pun dibagikan sang anak Diaz Hendropriyono yang merupakan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, melalui akun Instagramnya.
Berdasarkan video yang diunggah Diaz, terlihat Hendropriyono tengah berpidato, namun secara tiba-tiba videotron yang berada persis di belakang Hendro roboh.
Meskipun kaget, Jenderal Kopassus itu dengan sigap maju sedikit ketika videotron ambruk dan nyaris menimpa dirinya. Sontak, dia pun langsung menghentikan pidatonya.
Diaz mengaku sangat bersyukur, karena sang ayah tidak mengalami luka serius akibat peristiwa tersebut, dan lolos dari maut.
“Bersyukur karena lolos dari maut,” kata Diaz di akun Instagram @diaz.hendropriyono, Rabu (18/12/2024).
Diaz menjelaskan peristiwa itu terjadi pada 16 Desember 2024, saat ayahnya tengah berpidato di acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Slamet Riyadi, Cijantung.
Saat itu, kata Diaz, acara digelar di dalam tenda, namun karena hujan deras dan angin kencang videotron pun ikut roboh. Beruntungnya, sebelum kejadian itu, Hendropriyono memilih untuk berpidato di bagian bawah panggung.
“Tapi saat itu memang sedang hujan deras dan angin kencang, dan ayah saya bergeser turun dari panggung,” katanya.
“Tidak lama setelah itu, videotron yang cukup besar, ambruk di atas panggung dan hampir menimpa ayah saya,” ujarnya.
(shf)
-

Menyoal Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang Akan Dihidupkan Lagi
JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan dia akan menghidupkan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, khususnya di masa lalu.
Komisi yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 27 tahun 2004 ini sebenarnya bukan barang baru. Sebab pada 2006 lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan perundangan tersebut. Saat itu di tangan Ketua MK Jimly Asshidiqie, UU KKR ini dibatalkan karena dianggap tak memiliki konsistensi sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian hukum.
“Iya, dulu kan kita punya undang-undang KKR ya tapi dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi dengan catatan harus segera diperbaiki,” kata Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November.
Setelah pembatalan tersebut diputuskan, sejumlah Menkopolhukam sebelum dirinya, disebut telah berupaya memperbaiki hal yang kurang dari komisi tersebut. Hanya saja, ada beberapa pandangan berbeda sehingga wacana penghidupan kembali KKR ini justru menguap.
Lebih lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mengatakan, komisi ini sedang dikoordinasikan lebih jauh supaya bisa segera menyelesaikan masalah HAM masa lalu. “Sekarang kita koordinasikan lagi,” tegasnya.
Mahfud tampak bersungguh-sungguh untuk penyelesaian kasus HAM berat ini. Sebab, dia telah menyarankan Presiden Joko Widodo untuk membentuk kembali komisi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman.
“Dari perbincangan dengan usulan dari Menkopolhukam, Pak Mahfud MD, sebenarnya beliau menyarankan lagi untuk dibentuknya komisi kebenaran dan rekonsiliasi,” kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 13 November.
Presiden Jokowi juga tampak mendengarkan saran dari Mahfud. Menurut Fadjroel, jika kasus pelanggaran HAM berat khususnya di masa lalu bisa diungkap, maka pemerintah bisa memberikan hak para korban nantinya.
“Intinya itu adalah agar kebenaran diungkap, agar para korban diberikan apa yang memang menjadi haknya,” ujar Komisaris Utama PT Adhi Karya Persero itu.
Terkait wacana penghidupan KKR tersebut, Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar mengatakan penyelesaian kasus HAM berat di Indonesia diukur tak hanya dari dibentuk atau tidaknya komisi tersebut.
Menurut dia, ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi oleh pemerintah yaitu hak atas kebenaran, hak atas keadilan, hak atas pemulihan, jaminan tidak berulangnya kasus HAM, dan kepuasan Korban dan Masyarakat atas semua proses yang dilakukan untuk penuntasannya.
Sehingga, hal paling mendasar yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam upaya penyelesaian kasus tersebut adalah mengakui negara akan bertanggungjawab atas pelanggaran HAM berat terutama di masa lalu.
“Pengakuan ini bukan hanya lewat statement tapi melalui kebijakan resmi. Kedua, dalam kebijakan resmi tersebut, disusun sejumlah prinsip dasar upaya, cara menyelesaikannya, dan tidak bertentangan dengan sejumlah hak,” kata Haris saat dihubungi VOI lewat pesan singkat.
Setelah dua hal dasar ini dilakukan, Haris mengatakan barulah pemerintah membuat tim untuk melakukan kerjanya. Ini bisa diisi oleh KKR yang akan dibentuk Mahfud. Tak hanya itu, pegiat hak asasi manusia (HAM) ini juga meminta agar tim ini nantinya terus bekerja sebab penyelesaian kasus pelanggaran HAM tak bisa dengan mudah diselesaikan.
“Pemerintah hari ini harus memastikan tim di atas dan kebijakannya ada serta berjalan berjalan. Prosesnya bertahap dan panjang tapi jangan juga berdiam diri tidak berbuat apa-apa. Harus proporsional,” tegasnya.
Haris menilai, jika ingin cepat rampung, sebenarnya pemerintah bisa bekerja dengan beberapa pihak seperti Komnas HAM, LPSK, atau dengan melihat data dari laporan sejumlah tim independen yang sudah ada sebelumnya.
Selain itu, Haris juga ragu sebenarnya soal kinerja tim ini. Sebab, sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM berat khususnya di masa lalu juga kini berada di lingkar kekuasaan.
“Catatan lain adalah soal sejumah nama yang patut diduga bertanggung jawab, seperti Prabowo Subianto, Hendropriyono dan Wiranto, adalah orang-orang yang ada di lingkar kekuasaan,” ungkap dia.
“Apakah Jokowi berani meminta Komisi atau tim ini untuk bekerja memeriksa nama tersebut? Saya sih ragu ya,” tutupnya.
/data/photo/2025/01/07/677d072ba9ab8.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)



