Kasus Leptospirosis di DI Yogyakarta Capai Ratusan pada 2025, Puluhan Meninggal Dunia
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Penyakit Leptospirosis masih menjadi ancaman kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dinas Kesehatan DIY
mencatat ratusan kasus terjadi dari Januari hingga November 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati, menyatakan total
kasus Leptospirosis
dari Januari hingga November 2025 mencapai 453.
Kabupaten Bantul mencatat kasus terbanyak dengan 227 kasus, disusul Kabupaten Sleman (118 kasus), Kabupaten Kulon Progo (49 kasus), Kota Yogyakarta (32 kasus), dan Kabupaten Gunungkidul (27 kasus).
“Di empat kabupaten atau kota dominannya di persawahan, karena air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira itu dia melewati aliran air, salah satunya sampai persawahan,” ujar Ari, Rabu (7/1/2026).
Dari ratusan kasus tersebut, 38 di antaranya meninggal dunia.
Rincian kasus meninggal dunia adalah Kabupaten Bantul (12 kasus), Kabupaten Sleman (11 kasus), Kota Yogyakarta (8 kasus), Kulon Progo (6 kasus), dan Gunungkidul (1 kasus).
Ari menambahkan bahwa Leptospirosis termasuk penyakit yang harus terus diwaspadai.
Pada 2025, Surat Edaran Gubernur DIY telah diterbitkan untuk meminta seluruh sektor, tidak hanya kesehatan, agar waspada terhadap Leptospirosis.
“Karena leptospirosis itu kan penyakit demam, sementara demam itu diagnosisnya bisa macam-macam, bisa demam berdarah, bisa leptospirosis, bisa penyakit lain,” jelasnya.
Tinggi kasus di Kabupaten Bantul disebabkan oleh banyaknya area persawahan yang meningkatkan risiko penularan.
“Petani berisiko terinfeksi leptospirosis. Kasusnya itu masih terus ada,” kata Ari.
Menurut Ari, pola penularan di Kota Yogyakarta berbeda, di mana penularan banyak terjadi karena timbunan sampah dan perubahan iklim.
“Jadi terkait sanitasi lingkungan, persampahan, untuk perubahan iklim, banjir walaupun kecil, sisa-sisa genangan, itu bisa berpengaruh,” katanya.
Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya mencegah penyebaran Leptospirosis melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan perbaikan RTLH sebagai langkah penting untuk menjamin kesehatan masyarakat.
“Tempat tinggal dan lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman dan aman untuk tinggal, serta mengurangi risiko penyebaran penyakit,” ungkap Hasto pada Senin (4/8/2025).
Perbaikan RTLH juga bertujuan mengurangi risiko penularan penyakit Tuberkulosis (TBC).
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Hasto Wardoyo
-
/data/photo/2022/10/27/635a56457bb35.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kasus Leptospirosis di DI Yogyakarta Capai Ratusan pada 2025, Puluhan Meninggal Dunia Yogyakarta 7 Januari 2026
-
/data/photo/2025/12/31/6955528e319ab.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Yogyakarta Macet Saat Tahun Baru: Diserbu 2 Juta Kendaraan, 450.000 Wisatawan ke Malioboro Yogyakarta 1 Januari 2026
Yogyakarta Macet Saat Tahun Baru: Diserbu 2 Juta Kendaraan, 450.000 Wisatawan ke Malioboro
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Yogyakarta terpantau macet saat malam pergantian tahun. Sekitar 2 juta kendaraan dilaporkan melintas. Sementara pengunjung Malioboro diperkirakan mencapai 450.000 orang.
Bahkan, Wali Kota
YogyakartaHasto Wardoyo
sampai harus menggunakan motor saat melakukan
pantauan kemacetan
di sejumlah titik.
“Oiya, karena macet, jadi mending saya tak sambil pantau naik motor karena macet saja,” kata dia, Rabu (31/12/2025).
Hasto akan berkeliling Kota Yogyakarta untuk memantau langsung di kawasan-kawasan rawan.
“Iya, muter, muter kita pantau ke daerah-daerah yang rawan,” ujar Hasto.
Sebelum berkeliling, Hasto Wardoyo sempat mengikuti rapat daring bersama Kapolri, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X.
Berdasarkan rapat tersebut, pihaknya sudah menerima laporan bahwa terjadi peningkatan unlah kendaraan.
Informasi yang ia terima, total ada sekitar
2 juta kendaraan
yang masuk dari berbagai penjuru.
“Ya, tadi sudah dilaporkan oleh Pak Kapolda, ya, bahwa peningkatan jumlah kendaraan memang signifikan, ya. Saya lihat data yang ada, pantauan dari Pak Kapolda yang masuk ke Jogja ini hampir 2 juta lebih kendaraan dari segala penjuru, ya, utara, selatan, timur, barat,” jelasnya.
Lanjut Hasto, data pengunjung
Malioboro
dari kepolisian disebut meningkat hingga seribu persen.
“Kemudian, jumlah pengunjung di Malioboro mengalami peningkatan, kalau datanya Pak Kapolda 1.000 persen yang diprediksi pada malam hari ini (malam tahun baru),” ucap dia.
Sementara itu, Kapolda DIY Anggoro Sukartono menyampaikan di kawasan Jalan Malioboro diperkirakan dipadati sebanyak 450.000 orang saat pergantian tahun.
“Di Pos Teteg yang kita prediksi menjelang pukul 00.00 akan dipadati lebih dari 450.000 orang berdasarkan data yang ada pada kami,” ujarnya.
Anggoro menambahkan, pengalihan arus dilakukan untuk memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk menikmati
malam pergantian tahun
.
“Tidak boleh ada kemacetan lebih daripada 30 menit. Artinya, semua harus berjalan. Terpantau sampai hari ini tidak ada titik kemacetan yang tidak bisa bergerak, artinya semua berjalan,” kata dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/69554b233e267.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wisata Malioboro Membeludak: Belasan Anak Terpisah dari Orangtuanya Yogyakarta 31 Desember 2025
Wisata Malioboro Membeludak: Belasan Anak Terpisah dari Orangtuanya
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sebut belasan anak terpisah dari orangtua selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Hasto mengatakan, belasan anak yang terpisah itu berhasil dipertemukan dengan orangtuanya dalam waktu 15 menit.
“15 menit. Ada yang di sana ya (selatan
Malioboro
), ada yang di Titik Nol ada 3, kemudian yang di tengah sini (Malioboro) ada 5, yang di sebelah sininya (Utara Malioboro) juga posko yang sebelah sini juga ada 3. Semua tidak ada yang lebih dari 15 menit,” ujar Hasto saat ditemui di pos pelayanan terpadu, Selasa (31/12/2025).
Lanjut Hasto, anak-anak yang terpisah itu dipertemukan dengan orangtuanya oleh petugas Jogomaton.
“Ya itu bagus ya, contoh response time yang bagus,” kata dia.
Selain berhasil mempertemukan anak dengan orangtua, Hasto juga mengklaim pada libur
Nataru
ini tidak ada copet di kawasan Malioboro.
“Ya kita mengamankan bersama dan sekali lagi yang kita syukuri zero pencopet ya, tidak ada pencopet ini alhamdulillah kita syukuri,” ujarnya.
Namun, selama periode Nataru ini ada satu kasus dompet wisatawan hilang dan berhasil ditemukan dalam waktu 30 menit.
“Kalau dompet itu 1 di sini ketemu di sini (pos pelayanan) dan itu 30 menit dari dompet jatuh sampai ketemu. Iya saya kira bagus ya, dalam arti kita syukurilah bahwa kita bisa memberikan layanan yang baik,” kata dia.
Setelah rapat bersama Kapolda DIY di Pos Pelayanan Terpadu, Hasto akan kembali berkeliling Kota Yogyakarta dengan menggunakan motor.
“Oh iya karena macet to jadi mending saya tak sambil pantau naik motor karena macet aja. Iya, muter, muter kita pantau ke daerah-daerah yang rawan,” ujar Hasto.
Sebelumnya, Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuwanto Ardi mengatakan skenario
contraflow
sudah disiapkan Polda DIY. Contraflow diberlakukan apabila lalu lintas di Kridosono sudah mengalami kepadatan.
“Skenario itu sudah kita siapkan, tetapi sampai dengan saat ini belum kita gunakan karena Kridosono ternyata masih mampu menampung debit arus lalu lintas yang masuk menuju ke Malioboro melalui Kridosono,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Ardi menambahkan berbagai peralatan sudah disiapkan untuk mendukung
contraflow
seperti
water barrier
, termasuk juga petugas pengurai lalu lintas.
Jika Kridosono tiba-tiba mengalami kepadatan lalu lintas akan diarahkan menuju Jalan Jenderal Sudirman.
“Jadi jalan raya di depan Bethesda yang selama ini one way kita terapkan jadi dua arah. Dan itu sudah kita persiapkan water barrier yang tinggal kita geser apabila skenario itu kita jalankan,” jelasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Wajib Tahu! Wisatawan Dilarang Merokok di Malioboro
Jakarta: Yogyakarta selalu menjadi magnet utama bagi wisatawan untuk merayakan pergantian tahun, dan Malioboro tetap menjadi pusat euforia tersebut.
Namun, bagi Sobat Medcom yang berencana berkunjung pada akhir tahun 2025 ini, perlu diketahui bahwa Malioboro adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017.
Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan sepanjang pedestrian Malioboro, mulai dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer, sebagai area bebas asap rokok. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang yang sehat bagi jutaan pengunjung, terutama bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang memadati kawasan ini di malam tahun baru.
Bagi warga maupun wisatawan yang nekat ngudud atau merokok di kawasan Malioboro bakal dikenakan sanksi denda. Pelanggar aturan kawasan tanpa rokok (KTR) akan didenda Rp7,5 juta. Hal ini sesuai dengan Perda Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 dan telah diterapkan sejak tahun 2020.
Tempat Khusus Merokok di Malioboro
Sejak bulan Juli tahun 2025, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo telah meresmikan Tempat Khusus Merokok (TKM) di Malioboro yang awalnya hanya berjumlah dua titik, kini pemerintah setempat meresmikan 15 tempat lainnya.Berikut adalah daftar tempat khusus merokok di kawasan Malioboro.
Solaria Plaza Malioboro
Pawon Serumpun Plaza Malioboro
Excelso Plaza Malioboro
Platinum Grill Plaza Malioboro
Reddog Mixue Plaza Malioboro
Karta Coffe & Eatery Plaza Malioboro
Kala Jumpa Bar & Dine (Hotel Aveta)
Starbucks (Malioboro)
Solaria Malioboro (Depan Halte Transjogja)
KFC Food Point (Malioboro)
Benteng Vredeburg
Teras Malioboro 1 (Beskalan lantai 1)
K3MART (Malioboro)
Teras Malioboro 2 (Ketandan)
Plaza Malioboro sisi utara
Pasar Beringharjo lantai 3Beberapa spot TKM ini juga sudah dilengkapi dengan tempat duduk dan asbak yang memadai, sehingga perokok bisa merokok tanpa mengganggu pengunjung lainnya.
Selain mendukung kawasan Malioboro yang bebas dengan asap rokok, pengadaan TKM di beberapa titik ini juga berguna sebagai batasan lokasi mana saja yang dapat dimanfaatkan perokok agar tidak mengganggu pengunjung lainnya, sebab area yang dipilih oleh pemerintah setempat ini juga tidak berada di daerah pedestrian.
Lokasi TKM juga dibuat strategis dan mudah dijangkau oleh pengunjung. Sampai saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan monitoring untuk memantau pemanfaatan TKM yang sesuai.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Yogyakarta selalu menjadi magnet utama bagi wisatawan untuk merayakan pergantian tahun, dan Malioboro tetap menjadi pusat euforia tersebut.
Namun, bagi Sobat Medcom yang berencana berkunjung pada akhir tahun 2025 ini, perlu diketahui bahwa Malioboro adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017.
Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan sepanjang pedestrian Malioboro, mulai dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer, sebagai area bebas asap rokok. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang yang sehat bagi jutaan pengunjung, terutama bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang memadati kawasan ini di malam tahun baru.Bagi warga maupun wisatawan yang nekat ngudud atau merokok di kawasan Malioboro bakal dikenakan sanksi denda. Pelanggar aturan kawasan tanpa rokok (KTR) akan didenda Rp7,5 juta. Hal ini sesuai dengan Perda Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 dan telah diterapkan sejak tahun 2020.
Tempat Khusus Merokok di Malioboro
Sejak bulan Juli tahun 2025, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo telah meresmikan Tempat Khusus Merokok (TKM) di Malioboro yang awalnya hanya berjumlah dua titik, kini pemerintah setempat meresmikan 15 tempat lainnya.
Berikut adalah daftar tempat khusus merokok di kawasan Malioboro.Solaria Plaza Malioboro
Pawon Serumpun Plaza Malioboro
Excelso Plaza Malioboro
Platinum Grill Plaza Malioboro
Reddog Mixue Plaza Malioboro
Karta Coffe & Eatery Plaza Malioboro
Kala Jumpa Bar & Dine (Hotel Aveta)
Starbucks (Malioboro)
Solaria Malioboro (Depan Halte Transjogja)
KFC Food Point (Malioboro)
Benteng Vredeburg
Teras Malioboro 1 (Beskalan lantai 1)
K3MART (Malioboro)
Teras Malioboro 2 (Ketandan)
Plaza Malioboro sisi utara
Pasar Beringharjo lantai 3Beberapa spot TKM ini juga sudah dilengkapi dengan tempat duduk dan asbak yang memadai, sehingga perokok bisa merokok tanpa mengganggu pengunjung lainnya.
Selain mendukung kawasan Malioboro yang bebas dengan asap rokok, pengadaan TKM di beberapa titik ini juga berguna sebagai batasan lokasi mana saja yang dapat dimanfaatkan perokok agar tidak mengganggu pengunjung lainnya, sebab area yang dipilih oleh pemerintah setempat ini juga tidak berada di daerah pedestrian.
Lokasi TKM juga dibuat strategis dan mudah dijangkau oleh pengunjung. Sampai saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan monitoring untuk memantau pemanfaatan TKM yang sesuai.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain diGoogle News
(RUL)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455903/original/054147000_1766743492-unnamed.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
700 Ribu Kendaraan Sudah Padati Jogja, Ini Titik-Titik Kantong Parkir Disediakan
Sebagai antisipasi membeludaknya kendaraan wisatawan, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya telah menambah ketersediaan lahan parkir sebagai upaya pencegahan potensi parkir liar.
Keberadaan tambahan kantong parkir ini mendukung keberadaan parkir resmi yang dikelola Pemkot Yogyakarta seperti di Senopati, Ngabean, Sriwedani, Malioboro II selatan Pasar Beringharjo dan Beskalan.
Sedangkan gedung swasta yakni juga diminta sediakan kantong parkir eks Menara Kopi di Jalan Abu Bakar Ali, tempat khusus parkir Stasiun Tugu dan Parkir Gembira Loka. Selain itu parkir tepi jalan umum ada di 130 ruas jalan.
Lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan sebagai kantor parkir tambahan yaitu Stasiun Kridosono dan lahan kosong yang berada di selatan Kantor PLN di Jalan Margo Utomo. Keduanya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat dengan total kapasitas 350 unit mobil.
Sedangkan untuk bus-bus wisatawan akan ditempatkan di tempat khusus parkir yang berada di di eks Menara Kopi di Jalan Abu Bakar Ali. Tambahan tempat parkir bus juga disiapkan di SMPN 3 Yogyakarta untuk sisi barat Malioboro serta pengoptimalam parkir Ngabean.
“Saya kira konsep kebijakan bagaimana menata supaya parkir ada space-space baru yang kita kondisikan untuk mengantisipasi overload parkir,” terang Hasto.
Dijelaskan Hasto selama musim liburan panjang, keberadaan parkir liar yang memanfaatkan selatan Stasiun Tugu Yogyakarta dan sirip-sirip jalan Malioboro banyak bermunculan dan menimbulkan kemacetan.
“Untuk (antisipasi) parkir nuthuk, kita sudah menggunakan QRIS. Terus kita tambah QRIS-nya, dan diawasi tentu,” tegas Hasto
Sedangkan Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat menjelaskan Polresta Kota Yogyakarta mendirikan 3 pos penjagaan di pedestrian selatan Stasiun Tugu dan di simpang tiga Jalan Pasar Kembang.
“Termasuk akan memasang water barrier sebagai pembatas pintu masuk langsung ke stasiun dan untuk kanalisasi arus lalu lintas kendaraan yang akan ke stasiun dengan harapan tidak dipergunakan sebagai area parkir liar,” ujarnya.
-
/data/photo/2025/12/23/694a286bc4544.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Walkot Hasto Wardoyo: UMK Kota Yogyakarta 2026 Naik Sekitar 6 Persen Yogyakarta 23 Desember 2025
Walkot Hasto Wardoyo: UMK Kota Yogyakarta 2026 Naik Sekitar 6 Persen
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Yogyakarta 2026 diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar 6 persen.
Angka ini diungkapkan Wali Kota (Walkot) Yogyakarta,
Hasto Wardoyo
usai melaksanakan rapat pembahasan
Upah Minimum
Provinsi (UMP) dan UMK di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (23/12/2025).
Diketahui,
UMK Kota Yogyakarta
2025 berada di angka Rp 2.655.041.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan pengumuman UMK secara resmi nantinya akan dilakukan serentak setelah diputuskan oleh pemerintah provinsi.
Sementara ini, pihaknya belum membeber berapa angka nominal UMK Kota Yogyakarta 2026.
“Besok angka rupiahnya diumumkan, naik ya kurang lebih 6 persen. Kurang lebih
alphanya
kan 0,5 sampai 0,9. Ya, mungkin dua hari lagi provinsi putuskan, setelah itu kabupaten/kota,” kata Hasto saat ditemui seusai rapat soal pembahasan UMP dan UMK di Kantor Gubernur DIY, Selasa (23/12/2025).
Ia menambahkan, pihaknya telah melaksanakan rapat untuk menyepakati kenaikan persentase UMK di tiap kabupaten dan kota.
“Kita rapat untuk menyepakati (UMK dan UMP),” kata dia.
Menurut Hasto, penetapan UMP dan UMK kali ini tidak seperti sebelumnya.
Dulu, Hasto mengatakan, penetapan diserahkan seluruhnya kepada kabupaten dan kota, namun untuk sekarang rumus penentuan UMK ditentukan oleh pemerintah pusat.
“Untuk tahun ini UMK atau UMP upah minimal tidak seperti dulu-dulu. Kalau dulu variabel, survei diserahkan ke kita. Kalau sekarang kita mengikuti angka-angka yang diberikan oleh pusat atau BPS, termasuk KHL untuk survei kebutuhan hariannya sudah
given
dari pusat,” jelas Hasto.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis metode terbaru penghitungan
Kebutuhan Hidup Layak
(KHL) di Indonesia.
KHL adalah standar kebutuhan 1 bulan agar pekerja/buruh dan keluarganya bisa hidup layak.
Nantinya, KHL akan menjadi acuan utama dalam gaji buruh atau pekerja di 38 provinsi di Indonesia.
Berdasarkan metode terbaru, penghitungan KHL menggunakan standar
International Labour Organization
(ILO) dengan mempertimbangkan komponen utama kebutuhan rumah tangga.
Adapun, komponen kebutuhan rumah tangga yang digunakan meliputi makanan, kesehatan dan Pendidikan, pokok lain-lain, serta perumahan atau tempat tinggal.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/07/68e4ad9e259da.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemkot Yogyakarta Siapkan 5 Alat Kejut Jantung, Antisipasi Wisatawan Kena Serangan Jantung Yogyakarta 17 Desember 2025
Pemkot Yogyakarta Siapkan 5 Alat Kejut Jantung, Antisipasi Wisatawan Kena Serangan Jantung
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan Auotomated External Defibrillator (AED) atau alat kejut jantung otomatis untuk mengantisipasi kondisi kegawatdaruratan kesehatan saat malam pergantian tahun.
Langkah ini diambil menyusul pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, ketika terjadi kasus serangan jantung di tengah kepadatan pengunjung.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo
mengatakan, kepadatan pengunjung, khususnya di kawasan Malioboro, berpotensi memicu kondisi darurat kesehatan seperti serangan jantung.
“Kalau di Malioboro crowded sekali, pernah kejadian serangan jantung. Maka alat pacu jantung itu adanya tidak di posko (kesehatan) tapi di titik yang mudah diakses,” ujar Hasto, Rabu (17/12/2025).
Hasto menyebutkan, AED akan disiapkan di lima titik keramaian yang mudah dijangkau masyarakat.
“Kita sediakan di lima titik,” katanya.
Adapun lokasi penempatan AED meliputi Teras Malioboro 1, Plaza Malioboro, Taman Malioboro, serta Teras Malioboro 2.
Selain menyiapkan AED, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan jalur khusus kegawatdaruratan, terutama di kawasan Malioboro. Jalur ini disiapkan agar ambulans tetap dapat melintas apabila terjadi kondisi darurat, seperti pengunjung yang mengalami serangan jantung.
Hasto menjelaskan, AED milik Pemkot Yogyakarta dilengkapi panduan suara dan sistem pendeteksi otomatis. Alat tersebut hanya akan bekerja apabila mendeteksi korban mengalami henti jantung.
“Jika ditempelkan pada orang yang sehat, alat ini tidak akan bekerja,” jelasnya.
Pemkot Yogyakarta juga mendirikan pos kesehatan di sejumlah titik keramaian, antara lain di sekitar Tugu Pal Putih Yogyakarta melalui Puskesmas Jetis, Pos Teteg di utara Malioboro, serta di kawasan Titik Nol Kilometer.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menambahkan, pada 31 Desember ambulans akan disiagakan di beberapa titik, yakni di pos Tugu Pal Putih Yogyakarta, ABA, Kepatihan, Pasar Beringharjo, Ngejaman, Titik Nol Kilometer, dan DPRD.
“Kita juga ada PSC 24 jam. Apabila ada kecelakaan atau kegawatdaruratan bisa menghubungi PSC, satu kali 24 jam di IGD dibiayai oleh Pemkot Yogyakarta,” kata Emma.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/07/68e4eb8b21906.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Libur Nataru di Yogyakarta Diharapkan Bisa Dongkrak Kunjungan Wisata yang Lagi Lesu Yogyakarta 23 November 2025
Libur Nataru di Yogyakarta Diharapkan Bisa Dongkrak Kunjungan Wisata yang Lagi Lesu
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Periode libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta. Sebab, kunjungan wisatawan lesu selama 2025.
Wali Kota
Yogyakarta
, Hasto Wardoyo mengatakan, dari awal dia dilantik pada Maret 2025, tren kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta cenderung lesu.
Kunjungan wisatawan yang lesu ini berlanjut hingga pertengahan tahun 2025.
“Sampai di pertengahan tahun bulan Agustus itu masih lesu karena kunjungan menurun bahkan rata-rata hunian okupansinya hotel bintang enggak sampai 60 persen yang melati hanya 30 persen,” ujar Hasto.
Hasto menyampaikan, kondisi lesunya wisatawan ini terbukti dengan jumlah kunjungan wisatawan asing baru di angka 300.000 orang.
Padahal, pada periode sebelumnya, kunjungan wisatawan di asing di Kota Yogyakarta bisa menembus 350.000 orang.
“Saya harap sisa waktu satu bulan ini bisa di atas 300.000 kan biasanya 350.000. Cocok lah dengan keluhan kunjungan menurun sesuai dengan data,” kata dia.
Sedangkan untuk wisatawan domestik pada awal tahun hingga periode libur Nataru biasanya mencapai 10 juta kunjungan.
Namun, pada 2025 ini kunjungan wisatawan domestik baru di angka 8 juta. Ia berharap periode libur Nataru dapat mendongkrak kunjungan wisatawan domestik.
“Biasanya turis domestik sampai 10 juta sekian, hari ini di sekitar 8 juta lebih dikit akumulasi. Sepi yang mulai dari awal tahun sampai Juni, Agustus,” kata dia.
Pada tahun 2026 mendatang ia meminta kepada para pelaku industri kreatif di Kota Yogyakarta untuk membuat kalender event.
“Saya bilang ke teman-teman industri kreatif, saya minta untuk membikin ide-ide gagasan, untuk menyusun
calendar of event
,” ucap Hasto.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Yogyakarta, Arief Budiman mengatakan,
calendar of event
bertujuan untuk memberikan pesan kepada wisatawan, promotor dan investor bahwa pada tahun depan akan ada berbagai macam event.
“Jadi yang ingin ke Jogja atau punya agenda ke Jogja itu tidak dadakan,” kata dia.
Ia berharap dengan adanya kalender event, ekonomi kreatif dapat menjadi motor utama penggerak ekonomi di Kota Yogyakarta.
Ia mencontohkan ada beberapa event yang sudah rutin digelar di Kota Yogyakarta seperti Artjog dan JAFF yang memiliki dampak ke perputaran ekonomi di Yogyakarta.
“Di Kota Yogyakarta ini ada periode wisatawan kadang tinggi kadang rendah,” kata dia.
“Kita coba diskusikan event-event yang top itu, mungkin bisa di bulan-bulan yang tidak
peak
,” katanya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/11/14/6916c1e9953f1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
TPA Piyungan Ditutup Awal 2026, Ini Langkah Pemkot Yogyakarta Atasi Sampah Yogyakarta 23 November 2025
TPA Piyungan Ditutup Awal 2026, Ini Langkah Pemkot Yogyakarta Atasi Sampah
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan untuk mengolah sampah sebanyak 100 ton per hari pada sisa waktu sebelum penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang direncanakan pada Januari 2026.
Penutupan TPA tersebut menjadi tantangan besar bagi
Pemkot Yogyakarta
, mengingat saat ini Kota Yogyakarta menghasilkan sekitar 290 ton sampah per hari.
Wali Kota Yogyakarta,
Hasto Wardoyo
, menegaskan pentingnya persiapan ini.
“Apabila
TPA Piyungan
sudah ditutup pada 2026, maka Pemkot Yogyakarta harus mampu mengolah sampah sebesar 100 ton,” ujarnya pada Minggu (23/11/2025).
Hasto menjelaskan bahwa dari total sampah harian yang dihasilkan, 100 ton merupakan sisa sampah yang belum dapat diolah oleh Pemkot.
“Kalau Piyungan tutup di awal tahun terus kita tidak ada peluang ke sana, kita harus betul-betul menyelesaikan 100 ton per hari, ya minimal 90 ton per hari lah,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Yogyakarta telah membagikan ember untuk menampung sisa makanan, yang saat ini sudah mampu mengolah hampir 25 ton per hari.
Selain itu, sampah organik kering yang dikumpulkan dari jalanan juga diolah menjadi pupuk di Pasar Pasty, dengan jumlah mencapai 25 ton.
Pemkot Yogyakarta juga tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas di Bener untuk pengolahan pupuk organik yang diharapkan dapat mengolah 25 ton sampah.
“Saya juga baru menyiapkan lokasi di Kotagede, Tegalgendu. Itu ada seribu meter persegi kosong yang akan saya gunakan untuk unit pupuk organik,” jelas Hasto.
Hasto menambahkan, meskipun optimis tidak tergantung pada TPA Piyungan, ia tetap berhati-hati.
“Biopori-biopori juga akan diperbanyak, tidak harus menggunakan APBD. Saya punya cita-cita satu penggerobak satu biopori jumbo,” ungkapnya.
Ia berharap dengan adanya biopori tersebut, sampah organik dapat diolah dengan baik sehingga yang dibuang ke depo hanya residu.
Rencana untuk membuka layanan
pengolahan sampah
setiap hari juga disampaikan oleh Hasto.
“Awal tahun depan saya ingin buka tiap hari, kan selama ini bukanya hanya dua minggu sekali atau sebulan sekali, yang seminggu sekali saja jarang. Maka saya minta proaktif tiap hari selalu menawarkan ke warga,” kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Sinarbiyat Nujanat, menyebut penutupan TPA Piyungan sebagai kondisi darurat bagi Pemkot Yogyakarta.
“Rencana penutupan ini tentu sebuah
emergency
bagi Pemerintah Kota Yogyakarta selaku pengambil kebijakan,” ujarnya pada Senin (17/11/2025).
Sinar menjelaskan, DPRD Kota Yogyakarta telah memberikan dukungan anggaran untuk pengolahan sampah, termasuk ruang bagi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyelesaikan persoalan sampah.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pengadaan mesin incinerator yang dilakukan sejak 2023 hingga 2025.
Namun, Sinar menilai pemanfaatan mesin tersebut masih belum optimal.
“Iya, sejak 2023 sampai 2025 kami memberikan ruang TAPD untuk pengadaan incinerator, meskipun yang dibeli belum optimal berfungsi sebagai harapan kami, semua jadi catatan kami,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
