Kasus Leptospirosis di DI Yogyakarta Capai Ratusan pada 2025, Puluhan Meninggal Dunia
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Penyakit Leptospirosis masih menjadi ancaman kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dinas Kesehatan DIY
mencatat ratusan kasus terjadi dari Januari hingga November 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati, menyatakan total
kasus Leptospirosis
dari Januari hingga November 2025 mencapai 453.
Kabupaten Bantul mencatat kasus terbanyak dengan 227 kasus, disusul Kabupaten Sleman (118 kasus), Kabupaten Kulon Progo (49 kasus), Kota Yogyakarta (32 kasus), dan Kabupaten Gunungkidul (27 kasus).
“Di empat kabupaten atau kota dominannya di persawahan, karena air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira itu dia melewati aliran air, salah satunya sampai persawahan,” ujar Ari, Rabu (7/1/2026).
Dari ratusan kasus tersebut, 38 di antaranya meninggal dunia.
Rincian kasus meninggal dunia adalah Kabupaten Bantul (12 kasus), Kabupaten Sleman (11 kasus), Kota Yogyakarta (8 kasus), Kulon Progo (6 kasus), dan Gunungkidul (1 kasus).
Ari menambahkan bahwa Leptospirosis termasuk penyakit yang harus terus diwaspadai.
Pada 2025, Surat Edaran Gubernur DIY telah diterbitkan untuk meminta seluruh sektor, tidak hanya kesehatan, agar waspada terhadap Leptospirosis.
“Karena leptospirosis itu kan penyakit demam, sementara demam itu diagnosisnya bisa macam-macam, bisa demam berdarah, bisa leptospirosis, bisa penyakit lain,” jelasnya.
Tinggi kasus di Kabupaten Bantul disebabkan oleh banyaknya area persawahan yang meningkatkan risiko penularan.
“Petani berisiko terinfeksi leptospirosis. Kasusnya itu masih terus ada,” kata Ari.
Menurut Ari, pola penularan di Kota Yogyakarta berbeda, di mana penularan banyak terjadi karena timbunan sampah dan perubahan iklim.
“Jadi terkait sanitasi lingkungan, persampahan, untuk perubahan iklim, banjir walaupun kecil, sisa-sisa genangan, itu bisa berpengaruh,” katanya.
Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya mencegah penyebaran Leptospirosis melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan perbaikan RTLH sebagai langkah penting untuk menjamin kesehatan masyarakat.
“Tempat tinggal dan lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman dan aman untuk tinggal, serta mengurangi risiko penyebaran penyakit,” ungkap Hasto pada Senin (4/8/2025).
Perbaikan RTLH juga bertujuan mengurangi risiko penularan penyakit Tuberkulosis (TBC).
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Hasto Kristiyanto
-
/data/photo/2022/10/27/635a56457bb35.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kasus Leptospirosis di DI Yogyakarta Capai Ratusan pada 2025, Puluhan Meninggal Dunia Yogyakarta 7 Januari 2026
-
/data/photo/2025/12/31/6955528e319ab.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Yogyakarta Macet Saat Tahun Baru: Diserbu 2 Juta Kendaraan, 450.000 Wisatawan ke Malioboro Yogyakarta 1 Januari 2026
Yogyakarta Macet Saat Tahun Baru: Diserbu 2 Juta Kendaraan, 450.000 Wisatawan ke Malioboro
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Yogyakarta terpantau macet saat malam pergantian tahun. Sekitar 2 juta kendaraan dilaporkan melintas. Sementara pengunjung Malioboro diperkirakan mencapai 450.000 orang.
Bahkan, Wali Kota
YogyakartaHasto Wardoyo
sampai harus menggunakan motor saat melakukan
pantauan kemacetan
di sejumlah titik.
“Oiya, karena macet, jadi mending saya tak sambil pantau naik motor karena macet saja,” kata dia, Rabu (31/12/2025).
Hasto akan berkeliling Kota Yogyakarta untuk memantau langsung di kawasan-kawasan rawan.
“Iya, muter, muter kita pantau ke daerah-daerah yang rawan,” ujar Hasto.
Sebelum berkeliling, Hasto Wardoyo sempat mengikuti rapat daring bersama Kapolri, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X.
Berdasarkan rapat tersebut, pihaknya sudah menerima laporan bahwa terjadi peningkatan unlah kendaraan.
Informasi yang ia terima, total ada sekitar
2 juta kendaraan
yang masuk dari berbagai penjuru.
“Ya, tadi sudah dilaporkan oleh Pak Kapolda, ya, bahwa peningkatan jumlah kendaraan memang signifikan, ya. Saya lihat data yang ada, pantauan dari Pak Kapolda yang masuk ke Jogja ini hampir 2 juta lebih kendaraan dari segala penjuru, ya, utara, selatan, timur, barat,” jelasnya.
Lanjut Hasto, data pengunjung
Malioboro
dari kepolisian disebut meningkat hingga seribu persen.
“Kemudian, jumlah pengunjung di Malioboro mengalami peningkatan, kalau datanya Pak Kapolda 1.000 persen yang diprediksi pada malam hari ini (malam tahun baru),” ucap dia.
Sementara itu, Kapolda DIY Anggoro Sukartono menyampaikan di kawasan Jalan Malioboro diperkirakan dipadati sebanyak 450.000 orang saat pergantian tahun.
“Di Pos Teteg yang kita prediksi menjelang pukul 00.00 akan dipadati lebih dari 450.000 orang berdasarkan data yang ada pada kami,” ujarnya.
Anggoro menambahkan, pengalihan arus dilakukan untuk memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk menikmati
malam pergantian tahun
.
“Tidak boleh ada kemacetan lebih daripada 30 menit. Artinya, semua harus berjalan. Terpantau sampai hari ini tidak ada titik kemacetan yang tidak bisa bergerak, artinya semua berjalan,” kata dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/69554b233e267.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wisata Malioboro Membeludak: Belasan Anak Terpisah dari Orangtuanya Yogyakarta 31 Desember 2025
Wisata Malioboro Membeludak: Belasan Anak Terpisah dari Orangtuanya
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sebut belasan anak terpisah dari orangtua selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Hasto mengatakan, belasan anak yang terpisah itu berhasil dipertemukan dengan orangtuanya dalam waktu 15 menit.
“15 menit. Ada yang di sana ya (selatan
Malioboro
), ada yang di Titik Nol ada 3, kemudian yang di tengah sini (Malioboro) ada 5, yang di sebelah sininya (Utara Malioboro) juga posko yang sebelah sini juga ada 3. Semua tidak ada yang lebih dari 15 menit,” ujar Hasto saat ditemui di pos pelayanan terpadu, Selasa (31/12/2025).
Lanjut Hasto, anak-anak yang terpisah itu dipertemukan dengan orangtuanya oleh petugas Jogomaton.
“Ya itu bagus ya, contoh response time yang bagus,” kata dia.
Selain berhasil mempertemukan anak dengan orangtua, Hasto juga mengklaim pada libur
Nataru
ini tidak ada copet di kawasan Malioboro.
“Ya kita mengamankan bersama dan sekali lagi yang kita syukuri zero pencopet ya, tidak ada pencopet ini alhamdulillah kita syukuri,” ujarnya.
Namun, selama periode Nataru ini ada satu kasus dompet wisatawan hilang dan berhasil ditemukan dalam waktu 30 menit.
“Kalau dompet itu 1 di sini ketemu di sini (pos pelayanan) dan itu 30 menit dari dompet jatuh sampai ketemu. Iya saya kira bagus ya, dalam arti kita syukurilah bahwa kita bisa memberikan layanan yang baik,” kata dia.
Setelah rapat bersama Kapolda DIY di Pos Pelayanan Terpadu, Hasto akan kembali berkeliling Kota Yogyakarta dengan menggunakan motor.
“Oh iya karena macet to jadi mending saya tak sambil pantau naik motor karena macet aja. Iya, muter, muter kita pantau ke daerah-daerah yang rawan,” ujar Hasto.
Sebelumnya, Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuwanto Ardi mengatakan skenario
contraflow
sudah disiapkan Polda DIY. Contraflow diberlakukan apabila lalu lintas di Kridosono sudah mengalami kepadatan.
“Skenario itu sudah kita siapkan, tetapi sampai dengan saat ini belum kita gunakan karena Kridosono ternyata masih mampu menampung debit arus lalu lintas yang masuk menuju ke Malioboro melalui Kridosono,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Ardi menambahkan berbagai peralatan sudah disiapkan untuk mendukung
contraflow
seperti
water barrier
, termasuk juga petugas pengurai lalu lintas.
Jika Kridosono tiba-tiba mengalami kepadatan lalu lintas akan diarahkan menuju Jalan Jenderal Sudirman.
“Jadi jalan raya di depan Bethesda yang selama ini one way kita terapkan jadi dua arah. Dan itu sudah kita persiapkan water barrier yang tinggal kita geser apabila skenario itu kita jalankan,” jelasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Video Megawati Tekankan Politik Tata Ruang dalam Mitigasi Bencana
Seketaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pelepasan bantuan bencana Sumatera pada Senin (29/12).
Megawati menekankan pentingnya politik tata ruang dalam upaya mitigasi bencana. Sebab, kata Megawati politik adalah kehidupan.
-

Wajib Tahu! Wisatawan Dilarang Merokok di Malioboro
Jakarta: Yogyakarta selalu menjadi magnet utama bagi wisatawan untuk merayakan pergantian tahun, dan Malioboro tetap menjadi pusat euforia tersebut.
Namun, bagi Sobat Medcom yang berencana berkunjung pada akhir tahun 2025 ini, perlu diketahui bahwa Malioboro adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017.
Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan sepanjang pedestrian Malioboro, mulai dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer, sebagai area bebas asap rokok. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang yang sehat bagi jutaan pengunjung, terutama bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang memadati kawasan ini di malam tahun baru.
Bagi warga maupun wisatawan yang nekat ngudud atau merokok di kawasan Malioboro bakal dikenakan sanksi denda. Pelanggar aturan kawasan tanpa rokok (KTR) akan didenda Rp7,5 juta. Hal ini sesuai dengan Perda Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 dan telah diterapkan sejak tahun 2020.
Tempat Khusus Merokok di Malioboro
Sejak bulan Juli tahun 2025, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo telah meresmikan Tempat Khusus Merokok (TKM) di Malioboro yang awalnya hanya berjumlah dua titik, kini pemerintah setempat meresmikan 15 tempat lainnya.Berikut adalah daftar tempat khusus merokok di kawasan Malioboro.
Solaria Plaza Malioboro
Pawon Serumpun Plaza Malioboro
Excelso Plaza Malioboro
Platinum Grill Plaza Malioboro
Reddog Mixue Plaza Malioboro
Karta Coffe & Eatery Plaza Malioboro
Kala Jumpa Bar & Dine (Hotel Aveta)
Starbucks (Malioboro)
Solaria Malioboro (Depan Halte Transjogja)
KFC Food Point (Malioboro)
Benteng Vredeburg
Teras Malioboro 1 (Beskalan lantai 1)
K3MART (Malioboro)
Teras Malioboro 2 (Ketandan)
Plaza Malioboro sisi utara
Pasar Beringharjo lantai 3Beberapa spot TKM ini juga sudah dilengkapi dengan tempat duduk dan asbak yang memadai, sehingga perokok bisa merokok tanpa mengganggu pengunjung lainnya.
Selain mendukung kawasan Malioboro yang bebas dengan asap rokok, pengadaan TKM di beberapa titik ini juga berguna sebagai batasan lokasi mana saja yang dapat dimanfaatkan perokok agar tidak mengganggu pengunjung lainnya, sebab area yang dipilih oleh pemerintah setempat ini juga tidak berada di daerah pedestrian.
Lokasi TKM juga dibuat strategis dan mudah dijangkau oleh pengunjung. Sampai saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan monitoring untuk memantau pemanfaatan TKM yang sesuai.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Yogyakarta selalu menjadi magnet utama bagi wisatawan untuk merayakan pergantian tahun, dan Malioboro tetap menjadi pusat euforia tersebut.
Namun, bagi Sobat Medcom yang berencana berkunjung pada akhir tahun 2025 ini, perlu diketahui bahwa Malioboro adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017.
Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan sepanjang pedestrian Malioboro, mulai dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer, sebagai area bebas asap rokok. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang yang sehat bagi jutaan pengunjung, terutama bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang memadati kawasan ini di malam tahun baru.Bagi warga maupun wisatawan yang nekat ngudud atau merokok di kawasan Malioboro bakal dikenakan sanksi denda. Pelanggar aturan kawasan tanpa rokok (KTR) akan didenda Rp7,5 juta. Hal ini sesuai dengan Perda Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 dan telah diterapkan sejak tahun 2020.
Tempat Khusus Merokok di Malioboro
Sejak bulan Juli tahun 2025, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo telah meresmikan Tempat Khusus Merokok (TKM) di Malioboro yang awalnya hanya berjumlah dua titik, kini pemerintah setempat meresmikan 15 tempat lainnya.
Berikut adalah daftar tempat khusus merokok di kawasan Malioboro.Solaria Plaza Malioboro
Pawon Serumpun Plaza Malioboro
Excelso Plaza Malioboro
Platinum Grill Plaza Malioboro
Reddog Mixue Plaza Malioboro
Karta Coffe & Eatery Plaza Malioboro
Kala Jumpa Bar & Dine (Hotel Aveta)
Starbucks (Malioboro)
Solaria Malioboro (Depan Halte Transjogja)
KFC Food Point (Malioboro)
Benteng Vredeburg
Teras Malioboro 1 (Beskalan lantai 1)
K3MART (Malioboro)
Teras Malioboro 2 (Ketandan)
Plaza Malioboro sisi utara
Pasar Beringharjo lantai 3Beberapa spot TKM ini juga sudah dilengkapi dengan tempat duduk dan asbak yang memadai, sehingga perokok bisa merokok tanpa mengganggu pengunjung lainnya.
Selain mendukung kawasan Malioboro yang bebas dengan asap rokok, pengadaan TKM di beberapa titik ini juga berguna sebagai batasan lokasi mana saja yang dapat dimanfaatkan perokok agar tidak mengganggu pengunjung lainnya, sebab area yang dipilih oleh pemerintah setempat ini juga tidak berada di daerah pedestrian.
Lokasi TKM juga dibuat strategis dan mudah dijangkau oleh pengunjung. Sampai saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan monitoring untuk memantau pemanfaatan TKM yang sesuai.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain diGoogle News
(RUL)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455903/original/054147000_1766743492-unnamed.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
700 Ribu Kendaraan Sudah Padati Jogja, Ini Titik-Titik Kantong Parkir Disediakan
Sebagai antisipasi membeludaknya kendaraan wisatawan, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya telah menambah ketersediaan lahan parkir sebagai upaya pencegahan potensi parkir liar.
Keberadaan tambahan kantong parkir ini mendukung keberadaan parkir resmi yang dikelola Pemkot Yogyakarta seperti di Senopati, Ngabean, Sriwedani, Malioboro II selatan Pasar Beringharjo dan Beskalan.
Sedangkan gedung swasta yakni juga diminta sediakan kantong parkir eks Menara Kopi di Jalan Abu Bakar Ali, tempat khusus parkir Stasiun Tugu dan Parkir Gembira Loka. Selain itu parkir tepi jalan umum ada di 130 ruas jalan.
Lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan sebagai kantor parkir tambahan yaitu Stasiun Kridosono dan lahan kosong yang berada di selatan Kantor PLN di Jalan Margo Utomo. Keduanya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat dengan total kapasitas 350 unit mobil.
Sedangkan untuk bus-bus wisatawan akan ditempatkan di tempat khusus parkir yang berada di di eks Menara Kopi di Jalan Abu Bakar Ali. Tambahan tempat parkir bus juga disiapkan di SMPN 3 Yogyakarta untuk sisi barat Malioboro serta pengoptimalam parkir Ngabean.
“Saya kira konsep kebijakan bagaimana menata supaya parkir ada space-space baru yang kita kondisikan untuk mengantisipasi overload parkir,” terang Hasto.
Dijelaskan Hasto selama musim liburan panjang, keberadaan parkir liar yang memanfaatkan selatan Stasiun Tugu Yogyakarta dan sirip-sirip jalan Malioboro banyak bermunculan dan menimbulkan kemacetan.
“Untuk (antisipasi) parkir nuthuk, kita sudah menggunakan QRIS. Terus kita tambah QRIS-nya, dan diawasi tentu,” tegas Hasto
Sedangkan Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat menjelaskan Polresta Kota Yogyakarta mendirikan 3 pos penjagaan di pedestrian selatan Stasiun Tugu dan di simpang tiga Jalan Pasar Kembang.
“Termasuk akan memasang water barrier sebagai pembatas pintu masuk langsung ke stasiun dan untuk kanalisasi arus lalu lintas kendaraan yang akan ke stasiun dengan harapan tidak dipergunakan sebagai area parkir liar,” ujarnya.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435917/original/046368200_1765113607-Hasto_di_Bandung.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Natal Itu Keberpihakan bagi Korban Bencana
Liputan6.com, Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) mengucapkan Selamat Natal 2025 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan semangat Natal tahun ini sangat relevan di tengah situasi bencana alam di beberapa wilayah Indonesia
“Natal adalah karya penyelamatan Allah dari awal, melalui Bayi Kristus yang lahir secara sederhana penuh dengan solidaritas sosial,” ujar Hasto dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025).
Hasto mengatakan Natal tahun ini dirayakan dalam suasana berbeda. Bencana banjir dan longsor di Sumatra dan di beberapa wilayah lain di Indonesia yang mengakibatkan korban jiwa dan harta benda.
“Perayaan Natal DPP PDI Perjuangan akan dilakukan di Tapanuli Tengah. Natal itu keberpihakan, termasuk mereka yang sedang susah akibat bencana alam. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana, terutama di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dan di wilayah lainnya,” lanjut Hasto.
Hasto mengatakan bencana yang sedang dihadapi ini merupakan ujian yang dapat memperkuat iman dan kesabaran kita. “Mari kita jadikan momentum Natal ini untuk berbela rasa, melakukan langkah konkret membantu korban bencana, sambil menggelorakan harapan dengan bergotong royong dan mempercepat rehabilitasi seluruh fasilitas fisik,” ucap Hasto.
Dia menambahkan PDIP menunjukkan kepedulian dan ikut bergotong royong membantu korban bencana dengan langsung menurunkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP bersama tim medis dan bantuan kemanusiaan yang diturunkan di sejumlah wilayah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428541/original/012854300_1764543646-hasto_di_jambi.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/07/693525375e576.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
