Banjir Kembali Landa Pidie Jaya Aceh, Ketinggian Air Capai 2 Meter
Tim Redaksi
BANDA ACEH, KOMPAS.com
– Permukiman warga di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Provinsi Aceh kembali terendam banjir.
Air juga mulai menggenangi rumah warga yang masih terendam lumpur.
Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah setempat juga telah mengakibatkan debit air krueng (sungai) Meureudu kembali tinggi dan deras.
Menurut Wakil Bupati Pijay, Hasan Basri, sebanyak 19 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Meurah Dua, Meureudu, dan Bandar Dua, kini kembali dilanda banjir.
Dia memaparkan, di Kecamatan Meurah Dua, air sudah memasuki Desa Dayah Husen, Mancang, Dayah Kruet, Meunasah Raya, Blang Cut, Buangan, dan Beuringen.
Di Kecamatan Meureudu, yaitu di Desa Berawan, Meunasah Lhok, Grong-grong Beracan, dan Desa Masjid Tuha-Lhokga.
“Di Kecamatan Bandar Dua air menggenangi Desa Juelanga, Alue Keutapang, Paya Pisang Klat, Alue Mee, Babah Krueng, Blang Kuta, Drien Tujoh, dan Alue Sane,” kata Hasan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/12/2025).
Salah seorang warga
Pidie Jaya
, Nasruddin, juga membenarkan air kembali menggenangi rumah warga.
Saat ini, masyarakat mulai waspada dan antisipasi air kembali meningkat.
“Iya, Bang. Air kembali menggenangi rumah warga pascadiguyur hujan yang sampai sekarang belum berhenti,” katanya saat dihubungi
Kompas.com.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pijay, Muhammad Nur mengatakan bahwa dampak hujan deras telah mengakibatkan meluapnya air Krueng Meureudu, Krueng Beuracan, Krueng Ulim, dan krueng di kawasan Alue Keutapang.
“Ketinggian air bervariasi 1 sampai 2 meter. Lokasi terdampak hampir menyeluruh di delapan kabupaten yang ada di Pidie Jaya,” kata Muhammad Nur saat dikonfirmasi secara terpisah.
Muhammad Nur menyebutkan, pengungsi dipastikan dalam kondisi aman karena rata-rata lokasi pengungsian berada di tempat yang lebih tinggi.
“Untuk masyarakat kita sendiri
Alhamdulillah
aman dan tertib, dan tidak terlalu panik karena sebelum itu sudah kita imbau. Kami mengimbau kepada warga kalau memang banjir semakin parah, segera bergeser ke tempat paling aman,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Hasan Basri
-
/data/photo/2025/12/24/694be2bfda8e0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Banjir Kembali Landa Pidie Jaya Aceh, Ketinggian Air Capai 2 Meter Regional
-

Bantuan Air Bersih Mengalir Untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Aceh
Bantuan Air Bersih Mengalir Untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Aceh
PIDIE JAYA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh mulai mengalirkan bantuan air bersih untuk warga korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu.
“Semua peralatan dan air bersih kita bawa dari Banda Aceh ke Pidie Jaya dan hari ini sudah mengalir untuk warga di lokasi bencana,” kata Pejabat Pembuat Komitmen Tanggap Darurat BPBPK Aceh Ismadi kepada ANTARA di Pidie Jaya.
Ismadi menjelaskan bantuan air bersih dibawa dari Banda Aceh menggunakan enam mobil tangki kapasitas 4.000 liter. Untuk penyaluran ke warga menggunakan 10 tandon air kapasitas 2.000 liter.
“Untuk penentuan lokasi penempatan 10 tandon air, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Ia mengatakan untuk pengisian air selanjutnya, tim BPBPK sudah mendapatkan sumber air layak minum di Pidie Jaya. Selanjutnya tim tersebut menyalurkan bantuan air bersih ke Kabupaten Pidie.
“Sejauh ini kami baru bisa jangkau dua daerah yakni Pidie Jaya dan Pidie, karena akses transportasi dan komunikasi ke daerah bencana lain masih terkendala,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri sangat berterima kasih atas bantuan air bersih. Warga korban banjir Pidie Jaya sangat membutuhkan air bersih karena sumur air warga penuh lumpur.
“Mudah-mudahan bantuan dari instansi dan lembaga lain bisa segera datang karena kondisi kita sangat kritis,” katanya.
Hasan Basri mengatakan banjir bandang yang terjadi pada 25 November telah mengakibatkan sekitar 60 persen dari 220 desa hancur di Pidie Jaya. Ia berharap pada pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk segera membantu karena Pemkab Pidie Jaya sudah kewalahan menanggulangi bencana ini.
“Kondisinya sangat kritis dan kami tidak mampu beban ini,” katanya.
Berdasarkan data BPBD Pidie Jaya pada Jumat (28/11) tercatat jumlah warga terdampak bencana hidrometerologi mencapai 90.000 jiwa dan jumlah pengungsi sekitar 12.000 jiwa.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh mulai mengalirkan bantuan air bersih untuk warga korban banjir di Kabupaten
-
/data/photo/2025/11/29/692aa578485e3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gajah Ditemukan Mati di Antara Tumpukan Kayu Banjir Pidie Jaya Aceh Regional 29 November 2025
Gajah Ditemukan Mati di Antara Tumpukan Kayu Banjir Pidie Jaya Aceh
Editor
KOMPAS.com
– Seekor gajah sumatera (
Elephas maximus sumatranus
) ditemukan mati akibat banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Bangkai satwa dilindungi itu ditemukan terjepit di tumpukan kayu dan lumpur di Desa (Gampong) Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Sabtu (29/11/2025).
Wartawan
Antara
bersama warga setempat memastikan langsung keberadaan bangkai gajah di lokasi tersebut.
Area penemuan berada di wilayah terisolasi akibat luapan Sungai Meureudu dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar dua jam.
Bangkai gajah ditemukan dalam kondisi setengah tubuh terkubur material banjir berupa kayu hutan dan lumpur.
Posisi kepalanya mengarah ke bawah, diduga terseret derasnya arus dari kawasan hutan di bagian hulu sungai.
“Di desa ini tidak ada gajah, warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat
gajah mati
karena banjir,” kata Muhammad Yunus, warga Desa Meunasah Lhok, dikutip dari
Antara
.
Ia menuturkan warga tidak dapat mengevakuasi bangkai satwa tersebut lantaran kondisi medan yang sulit serta keterbatasan peralatan.
Menurut Yunus, gajah itu kemungkinan besar terbawa arus banjir dari kawasan hutan di hulu sungai.
“Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini,” katanya.
Wakil Bupati
Pidie Jaya
Hasan Basri membenarkan telah menerima laporan terkait temuan bangkai gajah yang terjepit di tumpukan kayu hutan sisa banjir bandang.
Ia mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti melimpahnya kayu dari kawasan hulu sungai tersebut.
“Sampai hari ini saya belum tahu kondisi di gunung bagaimana. Apakah kayu-kayu ini akibat penebangan atau apa, kami belum tahu. InsyaAllah setelah ini kami akan cek kondisi hutan,” katanya.
Hasan Basri menambahkan, material kayu yang terbawa banjir mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas umum, sekolah, hingga rumah ibadah di sejumlah wilayah Pidie Jaya.
Hingga Sabtu, bangkai gajah tersebut masih terjepit di antara timbunan material sisa banjir dan mengeluarkan bau menyengat.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Pemuda Tewas Dikeroyok, DPR: Masjid Harus Jadi Rumah Aman, Bukan Arena Main Hakim
Jakarta (beritajatim.com) – Seorang nelayan bernama Arjuna Tamaraya (21) tewas akibat penganiayaan di area Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara. Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mengecam keras aksi main hakim sendiri yang dilakukan sekelompok orang terhadap korban, hanya karena ia beristirahat di masjid.
“Masjid seharusnya menjadi tempat paling aman dan penuh kasih. Menganiaya seseorang, apalagi di lingkungan rumah ibadah, adalah tindakan tidak manusiawi dan mencederai nilai keagamaan,” tegas Maman di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Maman mendorong seluruh pengurus masjid, takmir, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat peran sosial masjid secara konstruktif.
“Pengurus masjid saya kira perlu menjaga sikap ramah namun tegas, menyambut musafir dan warga dengan baik, serta mengomunikasikan aturan lokal tentang waktu atau area tertentu secara santun,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar masjid menyediakan fasilitas minimal bagi musafir, seperti area serambi yang aman, penerangan yang cukup, serta nomor darurat bila terjadi masalah.
“Kalau ada gangguan atau potensi keributan, masyarakat tidak boleh melakukan kekerasan, tapi sebaiknya segera menghubungi aparat keamanan atau polisi. Karena masjid adalah ruang kasih dan kemanusiaan. Mari kita kembalikan martabat rumah ibadah agar tetap menjadi simbol rahmat bagi semua,” tambahnya.
Anggota Dewan Syuro DPP PKB itu juga meminta kepolisian memproses kasus ini secara transparan dan adil, karena menjadi cermin lunturnya nilai-nilai sosial dalam kehidupan beragama.
“Dulu pintu masjid selalu terbuka. Anak-anak belajar mengaji, orang dewasa berdiskusi, dan musafir bisa beristirahat tanpa dicurigai. Kini kita justru kehilangan ruh keterbukaan itu,” kata Maman.
Sementara itu, aparat kepolisian telah menangkap lima tersangka penganiaya Arjuna, yakni Chandra Lubis (38), Rismansyah Efendi Caniago (30), Zulham Piliang (57), Hasan Basri (46), dan Syazwan Situmorang (40).
Kelima pelaku dijerat Pasal 338 subsider Pasal 170 ayat (3) KUHP, sementara Syazwan juga dikenai Pasal 365 ayat (3) KUHP karena mengambil uang korban sebesar Rp10 ribu. [kun]
-

Nyawa Musafir Melayang Gegara Numpang Tidur di Masjid Agung Sibolga
GELORA.CO -Seorang musafir bernama Arjuna Tamaraya (21) tewas setelah dianiaya oleh lima warga di teras Masjid Agung Sibolga, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Jumat dini hari, 31 Oktober 2025. Para pelaku menganiaya karena tidak suka korban istirahat di masjid, padahal tidak ada larangan untuk istirahat di rumah ibadah tersebut.
Polisi telah mengamankan lima pelaku, yakni Rismansyah Efendi Caniago (30), Chandra Lubis (38), Zulham Piliang alias Ajo (57), Hasan Basri alias Kompil (46) dan Syazwan Situmorang (40).
Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam E Silaban menceritakan kronologi pengniayaan yang dialami Arjuna. Awalnya korban hendak beristirahat di masjid tersebut. Saat itu, pelaku Zulham melarangnya dan meminta korban untuk tidak tidur di areal masjid itu.
“Beberapa saat kemudian, ZP Alias A melihat korban tetap beristirahat di dalam masjid, tanpa izinnya. Merasa tersinggung, ZP Alias A kemudian memanggil empat (pelaku) lainnya,” kata Rustam dikutip dari RMOLSumut, Rabu 5 November 2025.
Alhasil, kata Rustam, para pelaku menganiaya korban dengan cara memukulinya di areal dalam masjid. Setelah itu, pelaku diseret keluar dalam keadaan tak berdaya.
Tak sampai di situ, para pelaku juga menginjak korban. Selain itu, salah satu pelaku bahkan melempar korban menggunakan buah kelapa. Parahnya, pelaku SS juga sempat mencuri uang Rp10 ribu dari saku celana korban.
Kepolisian sudah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti rekaman CCTV saat kejadian dan satu buah kelapa yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.
Rustam mengatakan, perbuatan para pelaku memenuhi unsur Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, atau Pasal 170 Ayat (3) KUHP tentang kekerasan bersama-sama yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
“Pelaku SS juga diduga mengambil uang Rp10.000 dari saku celana korban, sehingga kepadanya dikenakan tambahan Pasal 365 Ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian,” pungkas Rustam
-

Intip Garasi Wabup Pidie Jaya yang Aniaya Kepala SPPG
Jakarta –
Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri sedang menjadi sorotan. Dia menganiaya Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Muhammad Reza. Menilik sisi lain dari Hasan Basri, berikut ini isi garasinya.
Hasan Basri terakhir kali menyampaikan hartanya pada 27 Maret 2025. Dia memiliki total kekayaan sebesar Rp 1.644.505.642 (Rp 1,6 miliaran). Rincian asetnya paling banyak merupakan aset tanah dan bangunan Rp 2,3 miliar, harta bergerak lain Rp 21 juta, kas dan setara kas Rp 32 juta, dan hutang Rp 1,2 miliaran.
Khusus isi garasinya, Hasan Basri mendaftarkan 8 kendaraan bermotor, rinciannya sebagai berikut:
1. Sepeda motor Honda tahun 2011 senilai Rp 7 juta
2. Sepeda motor Honda tahun 2012 senilai Rp 7 juta
3. Sepeda motor Kawasaki tahun 2016 senilai Rp 11 juta
4. Sepeda motor Yamaha tahun 2016 senilai Rp 6 juta
5. Mobil Toyota Fortuner tahun 2017 senilai Rp 250 juta
6. Mobil Nitsubishi Strada CR 2.5 Exceed tahun 2009 senilai Rp 25 juta
7. Mobil Ford tahun 2008 senilai Rp 1 juta
8. Mobil Pajero Sport tahun 2014 senilai Rp 230 jutaReza, selaku korban penganiayaan, melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan Hasan kepada polisi. Laporan polisi itu teregister di LP/B/66/X/2025/SKPT/Polres Pidie Jaya Polda Aceh.
“Iya (sudah dilaporkan),” kata Reza.
Kronologi singkat dari laporan polisi yang dibuat Reza yakni mulanya Reza dihubungi pengawas BGN Khalilul Mizan bahwa di dapur MBG sudah ada Hasan Basri. Hasan kala itu menanyakan siapa pimpinan SPPG di desa tersebut.
Reza menjawab dirinya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman, tapi Hasan malah melalukan penganiayaan terhadap Reza. Akibat pemukulan itu, korban mengaku mengalami pusing, lebam, dan luka lecet di bagian kepala.
Hasan Basri meminta maaf usai menganiaya Reza. Ia juga meminta maaf kepada keluarga korban.
Dalam video permintaan maaf yang beredar, Hasan tampak mengenakan peci, baju kemeja, dan kain sarung. Dia mengawali videonya dengan memperkenalkan diri.
“Saya memohon maaf atas kesilapan dan keteledoran saya terhadap perlakuan saya tadi pagi kepada Ananda Reza menyangkut terjadi pemukulan di SPPG Desa Sagoe Kecamatan Trienggadeng,” kata Hasan dalam video, dilansir detikSumut, Kamis (30/10/2025).
“Dalam hal ini saya selaku pribadi memohon sangat untuk diperbanyak maaf,” jelasnya.
(riar/din)
-
/data/photo/2025/10/30/690377ad39981.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wabup Pidie Jaya Tinju Kepala SPPG, Bupati: Saya Mohon Selesai secara Kekeluargaan Regional 31 Oktober 2025
Wabup Pidie Jaya Tinju Kepala SPPG, Bupati: Saya Mohon Selesai secara Kekeluargaan
Tim Redaksi
PIDIE JAYA, KOMPAS.com –
Bupati Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Sibral Malasyi, meminta agar kasus pemukulan yang dilakukan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sagoe, Muhammad Reza, diselesaikan secara kekeluargaan.
Permohonan itu disampaikan Sibral saat mempertemukan Reza dan Hasan di Gedung Utama MTQ, Pidie Jaya, Kamis (30/10/2025).
“Korban sudah menjumpai saya. Saya mohon kepada mereka, kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan, yang besar kita kecilkan, yang kecil kita hilangkan. Tapi kalau memang harus lewat jalur hukum, saya juga tidak bisa menghambat,” kata Bupati dalam keterangan tertulis, Jumat (31/10/2025).
Sibral menilai kejadian itu bentuk kekhilafan manusiawi yang sepatutnya disikapi dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.
“Saya sudah memediasi kedua belah pihak. Kita tunggu perkembangannya,” terangnya.
Dengan harapan peristiwa ini menjadi pelajaran bersama dalam menjaga etika, martabat, dan keharmonisan kepemimpinan di Kabupaten Pidie Jaya.
Sebelumnya diberitakan, Hasan memohon maaf atas perilakunya yang memukul Reza, Kamis (30/10/2025).
Peristiwa itu terjadi saat orang nomor dua di Pidie Jaya itu meninjau dapur makan bergizi gratis (MBG) di Desa Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Hasan menuding nasi untuk program MBG yang dibuat dapur SPPG Desa Sagoe sudah dingin dan keras.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Sosok dan Rekam Jejak Hasan Basri, Wakil Bupati Pidie Jaya yang Tampar Kepala SPPG
GELORA.CO – Hasan Basri, Wakil Bupati Pidie Jaya di Provinsi Aceh, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap Muhammad Reza (27), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tindakan itu terjadi di Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis, (30/10/2025), sekitar pukul 08.05 WIB.
Serambi melaporkan kejadian bermula ketika Hasan meninjau dapur SPPG MBG di Gampong Sagoe. Dia sempat masuk ke dapur SPPG-MBG untuk melihat proses penyiapan hidangan MBG.
Namun, dia kecewa terhadap hidangan yang disiapkan SPPG-MBG sehingga keluar dari dapur.
Tiba-tiba Reza datang dengan mengendarai sepeda motor. Reza lalu memasuki kompleks bangunan dapur SPPG-MBG.
Hasan langsung mendekati Muhammad. Terjadilah cekcok di antara keduanya. Hasan lalu memukul wajah Reza.
Sementara itu, menurut Hasan, peristiwa itu berawal dari dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) karena sebelumnya ada temuan pisang dan kacang busuk pada paket makanan MBG.
Setelah ada temuan itu, Hasan mengecek dapur-dapur SPPB MBG Trienggadeng.
“Saat saya cek, ternyata saya nasi sudah keras dan telah dingin. Yang saya kecewa kepala dapur SPPG MBG Trienggadeng, tidak berada di tempat. Seharusnya kepala dapur harus mengawasi petugas masak,” Hasan, Kamis, (30/10/2025).
Namun, saat hendak pulang, ia baru bertemu dengan kepala dapur SPPB MBG Trienggadeng.
“Saya sempat lontarkan kalimat tidak tanggung jawab, sehingga saya sempat tanyakan pada kepala dapur, ‘Seharusnya kamu mengawasinya agar nasi MBG itu memenuhi standar.’ Saat itu saya menampar dua kali kepala dapur SPPB MBG Trienggadeng,” tutur Hasan.
Dilaporkan oleh BGN
Peristiwa dugaan kekerasan itu kemudian dilaporkan oleh Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui laporan khusus tertanggal 30 Oktober 2025.
Berdasarkan keterangan yang diterima, tindakan kekerasan terjadi ketika Hasan melakukan kunjungan mendadak ke SPPG Desa Sagoe tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kunjungan yang semestinya bersifat pembinaan dan pengawasan program justru diwarnai tindakan tidak menyenangkan dan kekerasan fisik terhadap petugas SPPG.
Dalam laporan, Hasan sempat disebut membentak relawan, mengeluarkan ancaman, serta melakukan pemukulan terhadap Kepala SPPG Muhammad Reza di hadapan para petugas yang sedang bekerja.
BGN menegaskan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan yang terjadi dalam program MBG.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya menegaskan petugas SPPG bekerja di lapangan dengan penuh tanggung jawab sesuai petunjuk teknis.
“Kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap mereka adalah tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan profesionalisme,” kata Sony di Jakarta, Kamis.
Profil Hasan Basri
Dikutip dari Tribunnewsmaker, Hasan Basri kerap disapa Bang Hasan. Dia lahir tanggal 29 Juni 1968 di Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Politikus ini adalah putra Zainal Abidin, seorang pensiunan polisi yang dulu berdinas di Polsek Trienggadeng.
Baca juga: Kata Kepala BGN soal Insentif Rp5 Juta untuk Konten Positif MBG: Saya Tak Keluarkan Kebijakan Itu
Hasan dikenal sebagai politikus Partai Amanat Nasional (PAN). Dia pernah menjadi anggota DPRK Pidie Jaya selama tiga periode.
Sebelum menjadi Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri menekuni karier sebagai kontraktor. Namanya mulai dikenal sebagai salah satu anggota Dewan Senior, yang aktif sejak era 1980-an hingga 1990-an.
Hasan bergabung dengan PAN Trienggadeng mulai tahun 2000. Lalu, dia menjabat sebagai Ketua DPC PAN Trienggadeng mulai tahun 2004.
Pada Pemilihan Bupati Pidie Jaya 2024, Hasan mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pidie Jaya untuk mendampingi politikus Partai Adil Sejahtera Aceh, Sibral Malasyi.
Pendidikan
1976-1982 SD Negeri Cot Matang
1982-1985 SMP Begeri 2 Meureudu
1985-1988 SMA Negeri 1 Trienggadeng
1989-1991 Diploma II Survey dan Pemetaan Geodesi ITB
1992-1997 S1 Universitas Hamzah
2004-2006 S2 STIE Bisnis Indonesia
Pekerjaan
1997-1999 PT Hananan Site Manager
2001-2004 PT Wirakato – General Superintendent
2004-2008 PT Alhas Jaya – Project manager (BRR)
2009-2014 Anggota DPRK Pidie Jaya
2009-2014 Wakil Ketua DPRK Pidie Jaya
2014-2019 Anggota DPRK Pidie Jaya
2025-2030 Wakil Bupati Pidie Jaya
Kursus/diklat
Kader amanat dasar DPP PAN 1/1627/III/XIII 2013
Kader Amanat DPP PAN 15/IXVI 2016
Lokakarya Nasional DPP PAN 04.0773/PAN 2016
Bimbingan Teknis DPP PAN 0733/BPSD
/data/photo/2020/10/20/5f8ea19cd46bb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
