Tag: Haryono

  • BPKH Gandeng Lulu Group Tingkatkan Layanan Jemaah Haji dan Umrah di Arab Saudi

    BPKH Gandeng Lulu Group Tingkatkan Layanan Jemaah Haji dan Umrah di Arab Saudi

    loading…

    BPKH menjalin kemitraan strategis dengan PT. Lulu Group International untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi. Foto/istimewa

    JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH ) menjalin kemitraan strategis dengan PT. Lulu Group International untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi.

    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Jeddah, pada Kamis, 19 Desember 2024 ini menandai komitmen bersama untuk memberikan layanan dan pengalaman beribadah yang lebih baik bagi para jemaah.

    Kerja sama ini akan berfokus pada penyediaan berbagai kebutuhan jemaah, seperti makanan bercita rasa Indonesia, bumbu-bumbu khas, dan souvenir produk UMKM Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya BPKH untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri di pasar internasional.

    “Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia selama di Arab Saudi, terutama saat musim haji, dengan mengutamakan produk dan UMKM Indonesia,” ujar anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander, Senin (23/12/2024).

    Kemitraan ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem perhajian secara keseluruhan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia. Selain di Arab Saudi, kerja sama ini juga akan menyasar pada peningkatan layanan setoran awal haji dan informasi perhajian melalui jaringan toko Lulu di Indonesia.

    Acara penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh Anggota Dewan Pengawas BPKH M. Dawud Arif Khan, Mudir BPKH Limited Sidiq Haryono,Direktur Lulu Group International, dan Direktur ITPC Jeddah.

    (cip)

  • KPK Panggil 2 Saksi Kasus Dugaan Penyalahgunaan CSR BI

    KPK Panggil 2 Saksi Kasus Dugaan Penyalahgunaan CSR BI

    loading…

    KPK memanggil dan memeriksa dua saksi kasus dugaan penyalahgunaan dana CSR Bank Indonesia (BI). Foto/Dok.SINDOnews

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan penyalahgunaan dana corporate social responsibility (CSR) di Bank Indonesia (BI).

    Tim Penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap dua orang, yakni Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tahun 2021-sekarang, Erwin Haryono dan Kepala Divisi PSBI-Dkom BI, Hery Indratno.

    Keduanya dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus yang dimaksud pada hari ini, Senin (23/12/2024).

    “Hari ini Senin (23/12) KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dugaan dugaan TPK terkait dana CSR di Bank Indonesia,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, Senin (23/12/2024).

    Materi apa yang akan digali dari kedua saksi belum dijelaskan. Tessa hanya menyebutkan, pemeriksaan mereka akan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

    Sebelumnya, KPK menggeledah kantor Bank Indonesia (BI) pada Senin (16/12/2024) malam. Penggeledahan tersebut, salah satunya menyasar ruangan Gubernur BI, Perry Warjiyo.

    “Di sana ada beberapa ruangan yang kita geledah, diantaranya adalah ruang Gubernur BI,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Rudi Setiawan, Selasa (17/12/2024).

  • Korupsi CSR BI, KPK Periksa Erwin Haryono dan Hery Indratno

    Korupsi CSR BI, KPK Periksa Erwin Haryono dan Hery Indratno

    Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Erwin Haryono selaku eks Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia dan Hery Indratno selaku Kepala Divisi PBSI Divisi Komunikasi Bank Indonesia

    Juru Bicara KPK Tessa Mahardika menyebut bahwa keduanya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana CSR di Bank Indonesia

    “Keduanya diperiksa sebagai saksi,” tutur Tessa di Jakarta, Senin (23/12/2024).

    Tessa menegaskan bahwa pihaknya bakal memanggil saksi-saksi lainnya terkait kasus korupsi penyelewengan dana CSR tersebut. 

    Menurutnya, pemanggilan saksi dilakukan penyidik untuk membuat kasus korupsi CSR Bank Indonesia terang berderang.

    “Tentu penyidik akan memanggil saksi lain terkait perkara itu,” katanya.

    Berdasarkan catatan Bisnis, KPK juga telah melakukan penggeledahan di lingkungan kantor OJK pada Kamis (19/12/2024), tak berselang lama dari tindakan serupa di kantor Bank Indonesia pada Senin lalu. 

    “Tanggal 19 Desember kemarin telah dilakukan kegiatan penggeledahan di salah satu ruangan Direktorat Otoritas Jasa Keuangan,” ungkap Juru Bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto kepada wartawan. 

    Dari penggeledahan di kantor BI dan salah satu ruangan OJK itu, penyidik menemukan sejumlah barang bukti elektronik serta beberapa dokumen berbentuk surat. 

    Tessa lalu memastikan bahwa penyidik nantiya bakal meminta klarifikasi dari saksi-saksi atas barang bukti yang ditemukan dalam penggeledahan.  

    Dia mengingatkan bahwa belum ada pihak yang ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut, karena surat perintah penyidikan (sprindik) yang diterbitkan masih bersifat umum.

  • Yenny Wahid Puji TNI Tak Cawe-cawe Pemilu: Polisi Justru Ancaman untuk Rakyat  – Halaman all

    Yenny Wahid Puji TNI Tak Cawe-cawe Pemilu: Polisi Justru Ancaman untuk Rakyat  – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid, memuji sikap TNI yang dianggap tidak cawe-cawe dalam Pemilu.

    Hal ini disampaikan Yenny dalam haul atau peringatan ke-15 wafatnya Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2024).

    Sebaliknya, Yenny justru mengkritisi sikap aparat kepolisian yang justru menjadi ancaman bagi masyarakat.

    “Saat ini kita memberikan acungan jempol untuk TNI yang telah belajar dari kesalahan di masa lalu dan telah menerapkan disiplin diri yang sangat kuat untuk tidak lagi cawe-cawe dalam politik,” kata Yenny dalam sambutannya.

    “Bahkan, Presiden Prabowo Subianto terpilih melalui mekanisme demokrasi,” ujarnya menambahkan.

    Di sisi lain, Yenny mengkritisi kasus penembakan yang melibatkan beberapa oknum kepolisian.

    “Tetapi fenomena sebaliknya justru terjadi pada aparat kepolisian. Polisi yang seharusnya melindungi rakyat justru menjadi ancaman di masyarakat,” ucapnya.

    Dia mencontohkan kasus penembakan terhadap siswa SMK 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy (17) oleh Aipda Robig Zaenudin.

    Kemudian, pembunuhan terhadap sopir ekspedisi bernama Budiman Arisandi hingga tewas oleh Brigadir Anton Kurniawan Setiyanto (AKS) di Palangkaraya.

    “Haryono, saksi pelapor yang saat ini malah dijadikan tersangka. Mereka adalah contoh-contoh kecil dari para korban abuse of power dari aparat kepolisian,” tegas Yenny.

    Yenny mengutip data Amnesty International yang mencatat terdapat 116 kasus kekerasan yang melibatkan polisi sepanjang tahun 2024.

    Dari data tersebut, kata dia, 29 kasus masuk kategori extrajudicial killing atau pembunuhan di luar hukum dan beberapa kasus di antaranya penyiksaan dan tindakan kejam.

    Sebagai polisi sipil, Yenny meminta kepolisian untuk untuk menjadi pelindung masyarakat seperti yang diperjuangkan Gus Dur.

    “Kita juga perlu mengingatkan aparat kepolisian untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh dalam lembaganya agar tidak lagi terjangkit fenomena trigger happy atau terlalu mudah menarik pistol,” ungkapnya.

    Diketahui, Polda Jawa Tengah telah melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat terhadap Aipda Robig Zaenudin dan dijadikan tersangka.

    Demikian pula terhadap Brigadir Anton Kurniawan Setiyanto, telah dilakukan pemberhentian dari kepolisian.

  • Yenny Wahid Sindir Polisi di Haul Gus Dur: Harusnya Melindungi Rakyat

    Yenny Wahid Sindir Polisi di Haul Gus Dur: Harusnya Melindungi Rakyat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, menyinggung sejumlah kasus melibatkan aparat kepolisian dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia kepolisian harus kembali ke fitrahnya sebagai pelindung masyarakat.

    Dalam Haul ke-15 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12) malam, Yenny awalnya menyinggung keputusan Gus Dur yang memisahkan Polri dari TNI.

    Ia mengatakan meski susah, Gus Dur berani mengambil tindakan itu untuk menegakkan demokrasi.

    “Pada masa lalu, di bawah kekuasaan Orde Baru, tentara dan polisi berada dalam satu komando, yang memberikan potensi penyalahgunaan kekuasaan dan represi terhadap masyarakat,” kata Yenny.

    “Gus Dur, dengan visi jernihnya, tahu bahwa untuk negara yang benar-benar demokratis, kita harus memastikan bahwa kepolisian menjadi institusi sipil yang berfungsi untuk melindungi rakyat, bukan sebagai alat kekuasaan yang menindas,” imbuh dia.

    Ia memuji TNI kini yang telah belajar dari masa lalu dan menerapkan disiplin untuk tidak cawe-cawe dalam politik. Bahkan, menurut dia, Prabowo Subianto terpilih melalui mekanisme demokrasi.

    Namun, kata dia, fenomena sebaliknya terjadi di Polri. Ia menyinggung banyak kasus yang melibatkan aparat kepolisian.

    Mulai dari penembakan siswa SMK di Semarang hingga penembakan warga sipil di Kalimantan Tengah.

    “Polisi yang seharusnya melindungi rakyat justru menjadi ancaman di masyarakat. Gamma Rizkynata, siswa SMK 4 Semarang, Budiman Arisandi warga Palangkaraya, Haryono, saksi pelapor yang saat ini malah dijadikan tersangka. Kasus-kasus abuse of power terjadi di depan mata kita,” katanya.

    Ia mengatakan Amnesti Internasional mencatat ada 116 kasus penganiayaan yang dilakukan oleh aparat polisi sepanjang 2024. 29 diantaranya adalah extra judicial killing atau pembunuhan diluar hukum.

    “Saya ingin mengajak kita semua untuk merasakan sejenak apa yang Gus Dur rasakan, ketika ia melihat ketidakadilan, ketika ia melihat kebrutalan, ketika ia melihat masyarakat yang terabaikan dan tertindas. Bayangkanlah sejenak bagaimana perasaan kita jika kita berada di posisi mereka yang selalu dipinggirkan,” ujarnya.

    Yenny mengaku tidak setuju dengan wacana mengembalikan Polri di bawah TNI atau kementerian tertentu.

    Namun, kata dia, aparat kepolisian perlu diingatkan melakukan reformasi menyeluruh dalam lembaganya agar tidak lagi mudah menarik pelatuk pistol.

    “Tugas kita bersama adalah mengembalikan polisi dan semua lembaga negara pada fitrahnya: menjadi pelindung rakyat, bukan pelindung kepentingan segelintir orang,” katanya.

    (yoa/fea)

    [Gambas:Video CNN]

  • Dipegang Indomobil, Dealer Baru Jeep Terima Servis Model Lawas

    Dipegang Indomobil, Dealer Baru Jeep Terima Servis Model Lawas

    Jakarta

    Setelah bergonta-ganti distributor, kini merek Jeep berada di ‘pelukan’ Indomobil Group. Bahkan, mereka telah menyiapkan banyak jaringan dealer di Indonesia untuk tahun depan. Lantas, bisakah pemilik mobil Jeep lawas melalukan perbaikan atau servis di sana?

    Sebelum berlabuh ke Indomobil Group, penjualan Jeep sempat dipegang PT DAS Indonesia Motor, PT Hascar International Motor dan Garasindo Inter Global. Itulah mengapa, pemilik mobil Jeep di Tanah Air saat ini kebanyakan membeli unitnya dari distributor-distributor tersebut.

    Meski demikian, Indomobil Group memastikan, konsumen yang membeli kendaraan di tiga distributor barusan bisa melakukan perbaikan unit di dealer-dealer baru Jeep yang segera dibangun di Indonesia.

    “Tujuan kita adalah merangkul dan melayani semua pelanggan atau pemilik Jeep. Tidak hanya yang baru, pemilik Jeep yang lama juga bisa (servis),” ujar Ario Soerjo selaku Chief Operating Officer (COO) PT Indomobil National Distributor saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Jeep di bawah Indomobil Group. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto

    Ario mengaku, pihaknya tak mau membeda-bedakan pemilik mobil Jeep baru dengan yang lama. Sebab, bagaimana pun juga, mereka menggunakan merek yang sama.

    “Kita akan cek mobilnya segala macem, kita siapkan nggak cuma satu, di beberapa tempat ada Jeep Lounge yang bisa ditempati brand-brand Stellantis,” kata dia.

    Sebagai catatan, keputusan Indomobil Group mengakusisi merek Jeep merupakan langkah lanjutan dari kemitraan mereka dengan Stellantis selaku induk perusahaan merek Amerika Serikat tersebut.

    Logo Jeep. Foto: Doc. Jeep.

    Indomobil langsung mengumumkan pembangunan tujuh jaringan dealer di Indonesia. Pertama-tama, mereka membangun fasilitas pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Setelahnya, pembangunan dealer dilanjutkan ke TB Simatupang, MT Haryono dan Gading Serpong.

    Setelah kawasan Jabodetabek, Indomobil dan Jeep akan mendirikan masing-masing satu dealer di Bandung, Surabaya dan Medan. Sehingga, tahun depan, ada tujuh dealer yang akan beroperasi di Indonesia.

    Selain dealer umum, Indomobil Group juga akan mengenalkan dealer dengan konsep baru. Fasilitas tersebut bernama ‘Stellantis Brand House’ yang memungkinkan beberapa merek Stellantis menampilkan lini produknya dalam satu lokasi.

    (sfn/dry)

  • 5
                    
                        Brigadir Anton Curi Mobil Usai Tembak Mati Sopir Ekspedisi, Mobilnya Terjual ke Anggota TNI
                        Regional

    5 Brigadir Anton Curi Mobil Usai Tembak Mati Sopir Ekspedisi, Mobilnya Terjual ke Anggota TNI Regional

    Brigadir Anton Curi Mobil Usai Tembak Mati Sopir Ekspedisi, Mobilnya Terjual ke Anggota TNI
    Tim Redaksi
    PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
    – Mobil hasil curian dari tindakan pencurian-kekerasan (curas) yang diduga dilakukan oleh
    Brigadir Anton
    , mantan personel Polresta Palangka Raya,
    Kalimantan Tengah
    (Kalteng), rupanya terjual ke tangan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
    Seperti diberitakan sebelumnya, pengacara Brigadir Anton, Suriansyah Halim mengungkapkan, usai menembak dua kali kepala Budiman Arisandi, seorang sopir ekspedisi, Anton berpikir untuk pulang karena sudah di luar rencana awal yang hanya berniat memalak, namun berujung menghilangkan nyawa orang.
    Kata Halim, Haryono (Heri) kemudian membawa mobil pikap yang dibawa oleh Budiman Arisandi itu ke lokasi yang sepi di dekat rumah orang kenalannya.
    “Di tengah perjalanan, Heri berinisiatif agar mobil curian itu disimpan di depan rumah temannya, di Jalan Tingang ujung, di situ sepi, lalu diantarlah ke situ,” kata Halim saat diwawancarai awak media di kantor hukumnya, Kamis (19/12/2024) siang.


    Kemudian, malam hari di hari yang sama, keduanya mencari orang untuk mengosongkan pikap dari barang-barang yang dibawa sopir.
    Mobil korban itu kemudian dijual melalui perantara oleh seseorang yang bernama Adi.
    “Melalui Adi-lah mobil itu dijual lagi ke, dengar-dengar sih (yang beli) oknum anggota juga, oknum TNI sih infonya, tinggal dipastikan lagi kepada penyidik,” ujarnya.
    Mereka untung Rp 50 juta dari hasil penjualan mobil itu. Haryono kemudian mendapat uang sebesar Rp 15 juta dari Anton berdasarkan hasil menjual mobil curian itu.
    “Anton memang dapat bagian yang lebih besar, selain diberikan ke Haryono, dia juga membagikannya ke perantara penjual, ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” katanya.
    Saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Kepala Penerangan Komando Resor Militer (Kapenrem) 102/Panju Panjung, Mayor Chk Suryanto Evan menjelaskan bahwa anggota TNI yang membeli mobil hasil curian Anton hanyalah seorang saksi dalam barang bukti.
    “Anggota, dalam hal ini bukan sebagai penadah, tapi sebagai saksi dalam barang bukti,” terang Suryanto saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan, Jumat (20/12/2024) pagi.
    Suryanto menyebutkan, anggota TNI yang membeli tersebut tidak mengetahui jika mobil yang mau dibeli itu adalah hasil dari kejahatan.
    Anggota TNI itu juga langsung melaporkan ke kepolisian saat mengetahui jika mobil yang barusan dibelinya tersebut adalah hasil dari tindak pidana.
    “Saat ternyata barang mau diambil, mendengar berita tersebut, dia langsung menyerahkan mobil itu ke Polda, karena tidak mau terlibat. Ternyata mobil habis kejahatan,” tuturnya.
    Ditanya perihal kedekatan anggota TNI tadi dengan perantara penjual mobil hasil curian yang bernama Adi, Suryanto menyebutkan bahwa anggotanya hanya mengenal sekilas.
    “Dia tidak kenal, hanya pas di bengkel, sesaat saja kenalnya, lalu dirayu dengan ditawari mobil, lalu yang bersangkutan melihat suratnya dan lain-lain, dijawab aman dan siap tanggung jawab kalo ada apa-apa,” tutur Kapenrem.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Resmikan Dealer Pertama, Maxus hadirkan Inovasi MPV Premium

    Resmikan Dealer Pertama, Maxus hadirkan Inovasi MPV Premium

    Foto : Dokumentasi Maxus

    Resmikan Dealer Pertama, Maxus hadirkan Inovasi MPV Premium
    Dalam Negeri   
    Editor: Nandang Karyadi   
    Kamis, 19 Desember 2024 – 18:28 WIB

    Elshinta.com – Dealer Maxus Indonesia pertama telah hadir di Jakarta, Maxus menawarkan pengalaman pelanggan optimal dengan fasilitas modern, termasuk area dealing untuk transaksi dan area bermain anak. Peresmian ini menandai langkah besar Indomobil Group sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Maxus di Indonesia.

    “Kami berharap Maxus tidak hanya diterima baik di Jakarta, tetapi juga tumbuh pesat di kota-kota lain,” kata Yudhy Tan, Chief Operating Officer (COO) Maxus Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima (12/19).

    Dalam pernyataannya Yudhy tan sampaikan komitmennya untuk bisa hadirkan kendaraan masa depan

     “Kami berkomitmen menghadirkan kendaraan aman, nyaman, dan ramah lingkungan yang memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia”, Ujar Yudhy tan dalam rilisnya. 

    Maxus menawarkan model BEV (Battery Electric Vehicle) Maxus 7 dan Maxus 9 dengan baterai berkapasitas besar dan jarak tempuh efisien. Kedua model ini dilengkapi fitur canggih seperti sistem infotainment layar sentuh dan ADAS untuk keselamatan. Desain premium dan kabin luas membuat kendaraan ini nyaman dan fleksibel.

    Dalam kesempatan yang sama, CEO Indomobil Dealer Group, Santiko Wardoyo menuliskan. Dengan komitmen pada keberlanjutan dan inovasi, Maxus siap menjadi pilihan utama kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Kendaraan listrik Maxus menawarkan alternatif transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan bebas emisi.

    “Kami berambisi membuat Maxus dinikmati masyarakat luas,” tambah Santiko Wardoyo, CEO Indomobil Dealer Group. 

    “Kami akan memperluas jaringan dealer ke kota-kota besar lainnya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas yang terus berkembang.”

    Sementara itu, PT Indomobil Energi Baru, bagian dari Indomobil Group, secara resmi membuka dealer Maxus pertama di Indonesia. 

    Acara peresmian berlangsung di Wisma Indomobil, Jl. MT. Haryono, Jakarta Timur, dan dihadiri oleh jajaran direksi Indomobil Group serta manajemen PT Indomobil Energi Baru hari Rabu (12/18), Kemarin

    Berikut Spesifikasi Maxus 7 & 9

    Spesifikasi Kendaraan
    – Maxus 7: Baterai 90 kWh, jarak tempuh hingga 480 km
    – Maxus 9: Baterai 90 kWh, jarak tempuh hingga 430 km
    – Fitur canggih: Sistem infotainment, ADAS, dan lain-lain
    – Desain premium dan kabin luas

    Layanan Purna Jual
    – Depot sukucadang di Halim, Jakarta Timur
    – Layanan perawatan dan perbaikan cepat dan profesional
    – Ketersediaan suku cadang memadai

    Dengan peresmian dealer pertama ini, Maxus Indonesia menandai awal yang cerah dalam industri otomotif Indonesia.

    Penulis : M. Rizkianto

    Sumber : Radio Elshinta

  • Desa Cileunyi Wetan Bandung Lakukan Pelantikan Ketua RT RW

    Desa Cileunyi Wetan Bandung Lakukan Pelantikan Ketua RT RW

    JABAR EKSPRES – Wilayah Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung lakukan pergantian kepengurusan RT/RW dengan konsep berbeda.

    Bagaimana tidak, yang biasanya pengurus RT atau RW dilakukan pemilihan serta pelantikan dengan waktu berbeda-beda. Di Desa Cileunyi Wetan ini dilakukan secara bersamaan alias serentak pada Kamis, 19 Desember 2024 kemarin.

    Kepala Desa (Kades) Cileunyi Wetan, Hari Haryono mengatakan, secara keseluruhan jumlah RT ada 120 dan RW sebanyak 23 di wilayahnya.

    “Yang dilantik kemarin itu Gelombang I (pertama), hasil pada Pemilihan RT dan RW Serentak Tahun 2024, jumlahnya ada 11 RW dan 59 RT,” katanya kepada Jabar Ekspres pada Jumat (20/12).

    BACA JUGA:Polresta Bandung Turunkan 1557 Personel Gabungan Amankan Nataru, Imbau Warga Waspada Cuaca Esktrem

    Hari menjelaskan, untuk pengurus RT dan RW sisanya, akan kembali diadakan pemilihan secara serentak, yakni untuk Gelombang II pada 2025 mendatang.

    Dia berpesan, bagi para Ketua RT dan RW yang sudah dilantik, dapat berkolaborasi dan ikut menyukseskan visi misi Kepala Desa Cileunyi Wetan. “Yakni mewujudkan Desa Cileunyi Wetan Maju, Mandiri dan Sejahtera berdasarkan pembangunan partisipatif yang berakhlakul karimah,” jelasnya.

    Kades menerangkan, terkait gebrakan atau inovasi program Pemerintah Desa (Pemdes) Cileunyi Wetan, pihaknya fokus dalam merampungkan visi dan misi. Di antaranya yakni akan diadakannya Gelar Seni Budaya dan Tradisi Urang (Gestur) Sunda pada 2025 mendatang.

    “Kemudian kita harus siap mendukung program-program 100 Hari Kerja dari Pimpinan Daerah Terlantik di tahun 2025, Jawa Barat Istimewa dan Kabupaten Bandung Lebih Bedas,” terangnya.

    BACA JUGA:Polres Cimahi Gelar Operasi Lilin Lodaya 2024, Libatkan 800 Personel Gabungan untuk Pengamanan Nataru

    Hari berharap, dengan telah dilantiknya 11 Ketua RW dan 59 Ketua RT di Desa Cileunyi Wetan secara serentak, bisa berdampak positif bagi warga di kewilayahan.

    “Semoga dengan diadakannya Pelantikan RT dan RW serentak hasil pemilihan RT/RW Tahun 2024, apalagi dengan dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, semoga menjadi gairah semangat bagi para terlantik, dalam menjalankan amanah sebagai Ketua RT/RW dan semoga selalu ada dalam perlindungan Allah SWT,” bebernya.

  • Brigadir Anton Akui Tembak Warga di Kalteng, Kuasa Hukum Ungkap Peran Haryono – Halaman all

    Brigadir Anton Akui Tembak Warga di Kalteng, Kuasa Hukum Ungkap Peran Haryono – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Penembakan yang dilakukan Brigadir AK atau Anton Kurniawan masih menjadi sorotan banyak pihak.

    Dari kronologi yang disampaikan Anton kepada kuasa hukumnya, dia mengakui menembak korban, Budiman Arisandi, seorang sopir ekspedisi asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (27/11/2024).

    Korban sedang beristirahat sebelum ditembak oleh Anton.

    Kasus ini bermula dari penemuan mayat di Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada Jumat (6/12/2024).

    Setelah dilakukan penyelidikan, kepolisian menemukan indikasi keterlibatan Brigadir Anton yang kala itu berdinas di Polresta Palangka Raya.

    Haryono, seorang sopir taksi online di Palangka Raya, disebut sebagai saksi kunci dalam kasus ini.

    Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian karena diduga terlibat dalam penembakan.

    Menurut kuasa hukum Anton, Suriansyah Halim, penetapan Haryono sebagai tersangka sudah tepat.

    Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan Anton, Haryono yang pertama kali menghubungi Anton.

    Haryono dan Anton bertemu di depan Museum Balanga, Kota Palangka Raya, pada Selasa (26/12/2024), sebelum melanjutkan perjalanan ke Katingan.

    “Setelah mereka bertemu, keduanya sepakat untuk mengemudikan satu mobil, lalu mereka menuju kos Heri (Haryono, red), karena mereka sepakat menggunakan mobil Anton yang Sigra itu,” ujar Halim saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (19/12/2024). 

    Menurut Halim, tujuan Anton dan Haryono menggunakan mobil Sigra milik Anton adalah untuk mencari kendaraan yang tidak sesuai dengan nomor polisi yang terdaftar.

    Mereka berencana untuk menghentikan mobil-mobil tersebut dan meminta uang damai dari sopir kendaraan yang bermasalah.

    Setelah berkeliling, mereka menemukan mobil bak terbuka yang dikemudikan oleh Budiman.

    Anton, yang tidak mengenakan pakaian dinas, memperkenalkan diri sebagai anggota Polda Kalteng.

    Namun, Budiman tidak percaya dan meminta surat perintah.

    Ketegangan antara Anton dan Budiman meningkat, dan dalam keadaan terpengaruh sabu, Anton menembak Budiman dua kali di kepala.

    Setelah penembakan, Haryono dan Anton membuang mayat Budiman ke dalam parit dan membersihkan mobil dari bercak darah.

    Halim menegaskan keterlibatan Haryono dalam kasus ini cukup signifikan, termasuk membuang bukti dan menjual mobil korban.

    Haryono juga ditransfer uang hasil penjualan mobil korban sebesar Rp 15 juta.

    Istri Haryono, Yuliani, menegaskan suaminya terlibat dalam kasus ini karena kondisinya terancam.

    “Suamiku hanya sopir, dia mengantarkan karena memang itu pekerjaannya,” ujarnya.

    Sementara itu, pengacara Haryono, Parlin B Hutabarat, menyatakan kliennya telah menjalani tes urine dan hasilnya negatif narkoba.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).