Tag: Haryono

  • BPKH Limited Kirim 475 Ton Bumbu Nusantara ke Arab Saudi

    BPKH Limited Kirim 475 Ton Bumbu Nusantara ke Arab Saudi

    Jakarta

    Di tengah padatnya prosesi ibadah haji dan sengatan panas Makkah, kotak nasi hangat bercita rasa Nusantara menjadi pelipur rindu bagi jemaah Indonesia. BPKH Limited, anak usaha Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), menghadirkan semur, rendang, dan nasi goreng ke Tanah Suci menjadi kenyataan.

    “Setiap kotak nasi yang dimakan jemaah adalah bentuk nyata dari misi kami: mengembalikan keberkahan haji kembali ke bangsa Indonesia,” ujar Mudir BPKH Limited, Sidiq Haryono dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/5/2025).

    Bukan sekadar bisnis, BPKH Limited ingin menyuguhkan pengalaman emosional dalam bentuk kuliner. Kehadiran makanan khas Indonesia dianggap sebagai solusi logistik yang strategis, terutama saat puncak haji 2024 yang diwarnai kemacetan ekstrem di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

    “Bagi kami, makanan siap saji bukan sekadar alternatif. Ini adalah solusi logistik. Saat jalan ditutup, makanan Indonesia tetap sampai ke tangan jemaah,” ucap Sidiq.

    Untuk musim haji tahun ini, langkah besar kembali diambil. Sebanyak 475 ton bumbu khas Indonesia dikirim ke Arab Saudi. Proses seleksi ketat sejak November 2024 menetapkan tujuh produsen terbaik untuk menyediakan 22 jenis bumbu, mulai dari rendang hingga balado.

    Setiap bumbu dikurasi dengan cermat agar cita rasa tetap autentik, meski menempuh perjalanan ribuan kilometer. Proyek ini melibatkan kolaborasi erat dengan Kementerian Agama, Konsulat Jenderal RI, serta syarikah lokal Arab Saudi.

    “Dengan makanan yang lebih sesuai dengan lidah mereka, stamina dan semangat jemaah dalam menjalankan ibadah haji diharapkan tetap terjaga,” tutup Sidiq.

    Inisiatif ini menjadi simbol bahwa di balik ibadah besar, sentuhan kecil seperti makanan rumahan bisa menjadi kekuatan yang tak kalah penting.

    (rrd/rir)

  • Pembacaan Tuntutan Terdakwa Kasus Polisi Tembak Warga di Kalteng Ditunda, Ada Apa?
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 April 2025

    Pembacaan Tuntutan Terdakwa Kasus Polisi Tembak Warga di Kalteng Ditunda, Ada Apa? Regional 30 April 2025

    Pembacaan Tuntutan Terdakwa Kasus Polisi Tembak Warga di Kalteng Ditunda, Ada Apa?
    Tim Redaksi
    PALANGKA RAYA, KOMPAS.com – 
    Proses sidang kasus penembakan yang melibatkan polisi di Kalimantan Tengah kembali mengalami penundaan.
    Pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri
    Palangka Raya
    , Rabu (30/4/2025), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan tuntutan terhadap kedua terdakwa belum siap dibacakan, sehingga sidang pun ditunda hingga 14 Mei 2025.
    Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap kedua terdakwa tersebut hanya berjalan kurang dari 10 menit setelah hakim memutuskan untuk menunda sidang lantaran poin-poin tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum selesai disusun.
    Poin-poin tuntutan atas kedua terdakwa, yakni Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto (AKS) dan sopir taksi Muhammad Haryono, masih dalam proses penyusunan dan pertimbangan hati-hati oleh JPU lantaran kasus ini menjadi atensi publik.
    JPU Dwinanto Agung Wibowo menyampaikan permohonan maafnya kepada majelis hakim karena belum dapat membacakan tuntutan. Poin-poin tuntutan, kata Dwi, masih dalam proses penyusunan.
    “Kasus ini, menurut kami menarik perhatian publik, sehingga membutuhkan pertimbangan matang dan koordinasi dengan pimpinan,” kata Dwinanto.
    Dwinanto menjelaskan, kesungguhan dalam menyusun tuntutan menjadi prioritas pihaknya, sehingga dapat memastikan keadilan bagi semua yang terlibat.
    “Proses penyusunan tuntutan yang teliti dan akurat diperlukan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam kasus ini,” kata Dwinanto.
    Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Majelis Hakim Muhammad Ramdes memutuskan untuk menunda sidang pembacaan tuntutan. Sidang dengan agenda tersebut akan dilanjutkan pada Rabu (14/5/2025).
    “Untuk jadwal replik dan duplik pada tanggal 15 dan 16 Mei 2025 selama dua hari dan kami harapkan pada 19 Mei 2025 sudah putusan,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Perjuangan Agen BRILink Bantu Warga Kena Telepon Hipnotis

    Perjuangan Agen BRILink Bantu Warga Kena Telepon Hipnotis

    Jakarta

    Nova (29), warga Pulau Tidung memiliki peran unik sebagai agen BRILink. Ia tak menyangka bahwa dirinya akan berhadapan langsung dengan korban penipuan.

    Nova menjadi agen BRILink sejak tahun 2016 dengan nama ‘Agen BRILink Sugiono’. Ia termasuk sepuh dalam daftar ini karena saat itu jumlah agen hanya 3 orang saja. Layanan utama yang disediakan adalah tarik tunai, setor tunai, tranfer ke berbagai bank dan berbagai jenis pembayaran.

    Penipuan lewat telepon semakin marak dengan kecanggihan teknologi. Dirinya bercerita bahwa ia sering berhadapan dengan korban penipuan dan berusaha untuk menyadarkan mereka.

    “Kalau orang mau transfer beneran itu tenang, karena ada duitnya. Kalau penipuan nggak, dia buru-buru,” katanya.

    Suatu kali, ada seorang nenek dengan usia sekitar 60an, salah satu warga yang ia kenal. Nenek itu datang bersama cucunya untuk layanan transfer.

    “Dia ke sini pagi-pagi, saya curiga soalnya waktu dia nunjukin rekenin yang mau di transfer lewat di WhatsApp, teleponnya nyala terus,” lanjutnya.

    Semakin dilihat, gerak-gerik nenek ini semakin aneh. Ia kemudian pergi dari warung Nova dan melanjutkan teleponnya. Beberapa kali Nova meyakinkan si nenek bahwa transaksinya mencurigakaan. Namun, si nenek bersikeras untuk melakukan transaksi.

    Nova pun menyingkirkan pikiran negatif karena keluarga nenek itu memang jauh, di luar pulau. Ia mencoba berpikir positif bahwa uang itu dikirim untuk anaknya.

    “Dia minta kirim berapa juta gitu. Nah, udah selesai pagi, dia datang lagi pas malem,” ungkap wanita keturunan Jawa Timur itu.

    Kali ini agak lain, si nenek ingin transfer tapi berhutang terlebih dahulu. Nova dengan tegas menolak, apalagi jumlahnya Rp 3 juta.

    “Si nenek keukeuh, saya nggak kasih. Terus dia pergi cari agen lain di area barat,” katanya.

    Paginya, agen yang berada di barat datang ke tempat Nova. Ia bercerita bahwa si nenek datang ke tempatnya dan minta berhutang. Si agen menyanggupi dan melakukan transfer tanpa ragu. Tak sangka, begitu ditagih pagi itu, si nenek mengaku tidak punya uang.

    Selidik punya selidik, si nenek jadi korban penipuan. Nova kaget, nenek itu berhasil dikuras sampai Rp 13 jutaan.

    Belajar dari pengalaman, korban penipuan kedua datang pada Nova. Korbannya seorang perempuan muda yang ingin melakukan transfer antar bank. Saat itu Nova sedang sakit, suaminya menggantikannya melayani di warung.

    “Dia mau transfer sekitar Rp 3-4 jutaan, suami nanya uangnya mana, tapi dia bilang mau dapet hadiah jadi harus transfer dulu,” katanya.

    Ia tahu betul bahwa ini adalah penipuan. Nova yang sakit mencoba menggagalkannya. Suaminya diminta untuk tidak melakukan transaksi karena skenario penipuan seperti ini sering terjadi. Namun si korban bersikukuh, ia sampai memberikan KTP sebagai jaminan.

    “KTP buat apa, saya nggak kasih. Terus dia bawa motor, saya bilang tahan motor, ya udah dikasih sama dia,” katanya.

    Esok paginya, abang dari korban datang untuk membayar hutang. Mereka tidak menjelaskan tentang penipuan tersebut, namun itu bukan masalah buat Nova, yang penting hutangnya dibayar.

    Selain layanan pembayaran, warga kerap datang untuk melakukan penarikan bantuan anak sekolah lewat KJP. Anak Sekolah Dasar (SD) mendapat bantuan Rp 225.000, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp 375.000, Sekolah Menengah Atas (SMA) Rp 500.000 per enam bulan. Sementara bantuan untuk lansia diberikan per tiga bulan dengan jumlah Rp 600.000.

    “Kalau satu rumah punya anak dan orang tua usia lanjut, udah berapa itu nariknya. Pernah ada yang sekali narik Rp 2,5 juta,” ungkapnya.

    Dalam sehari, Nova bisa menghabiskan saldo Rp 20 jutaan. Kalau ramai dengan musim bantuan, bisa tembus Rp 30 jutaan. Belum lagi musim pelelangan ikan, di mana nelayan sering tarik tunai sampai Rp 20 jutaan. Total modalnya sampai Rp 80 jutaan.

    “Terima kasih kepada BRI, adanya agen ini jadi mempermudah transaksi warga kapan pun. Nggak perlu nunggu kapal di hari Kamis,” pungkasnya.

    Perkembangan Nova dicatat dan diapresiasi oleh BRI. Ryan(35) sebagai mantri yang bertanggungjawab merasa bangga dan puas dengan pencapaian layanan yang dilakukan oleh Nova.

    “Jadi mbak Nova ini anaknya Ibu Kukut yang jualan Soto Lamongan. Usaha keluarga ini mendapat bantuan dari BRI,” jelasnya.

    Hal ini juga diperjelas oleh Panca Haryono(39) Supervisor BRI di Unit Kencana Pluit yang membawahi nasabah di Kepulauan Seribu. Dulu pengembangan agen BRILink memang masif, tapi sekarang sengaja dikurangi.

    “Sekarang fokus ke yang aktif dan transaksi besar,” ungkapnya.

    Selain itu agen BRILink juga menjadi salah satu program nyata BRI dalam mengembangkan cashless, yang mana dimaksimalkan semenjak Covid-19.

    “Dan lagi digitalisasi ini menghindari peredaran uang palsu,” pungkasnya.

    (bnl/hns)

  • Peringatan Puncak Harlah ke-75, Ini Harapan Fatayat NU Magetan

    Peringatan Puncak Harlah ke-75, Ini Harapan Fatayat NU Magetan

    Magetan (beritajatim.com) – Peringatan acara puncak Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU Magetan telah sukses dilaksanakan pada hari ini, Minggu (27/4/2025), bertempat di Halaman Kantor NU Magetan, Jl. MT Haryono. Acara ini diikuti oleh seluruh anggota Fatayat NU dari berbagai Ranting yang berada di bawah naungan PAC se-Kabupaten Magetan.

    Rangkaian kegiatan Harlah ke-75 ini sudah dimulai sejak 20 April 2025 dengan kegiatan “Ziaroh Muasis Penggerak Fatayat NU di Magetan”. Kegiatan dilanjutkan pada 24 April dengan pemasangan bendera serta Khotmil Qur’an. Hari ini, puncak peringatan berlangsung meriah dengan serangkaian acara seperti senam bersama, jalan santai bersama Fatayat, dan tukar kado antar peserta.

    Mengusung tema “Sehat Bersama Fatayat”, acara ini juga dimeriahkan dengan gelaran Bazar UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan dari anggota Fatayat NU Magetan. Selain itu, peserta dan masyarakat umum juga dapat menikmati layanan cek kesehatan gratis. Penampilan hiburan dari masing-masing PAC turut menambah kemeriahan suasana, mempererat rasa kebersamaan di antara anggota.

    Dalam peringatan ini, Fatayat NU mengukuhkan kembali semangatnya untuk membentuk kader militan perempuan yang ikhlas berkhidmat di Nahdlatul Ulama. “Fatayat bukan hanya organisasi perempuan saja, lebih dari itu, harapan-harapan yang baik untuk dapat membentuk perempuan agar punya nilai tawar yang lebih dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan budaya,” jelas panitia. Hal ini sejalan dengan motto Fatayat NU, yaitu “Organisasi Digdaya: Perempuan Berdaya dan Berkarya.”

    Dengan usia 75 tahun, Fatayat NU Magetan terus berkomitmen untuk meningkatkan peran perempuan muda dalam berbagai sektor kehidupan. Peringatan ini bukan hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga momentum memperkuat tekad untuk berdaya dan berkarya lebih luas lagi di tengah masyarakat.

    “Ya, kepada seluruh sahabat-sahabat Fatayat NU semoga semakin berhikmah di Fatayat NU dari akar tradisi Tunda puncak prestasi, insyaallah Fatayat NU 75 tahun Fatayat NU tidak hanya sekedar angka tetapi cerita tentang perempuan muda yang mengabdi, menginspirasi dan berkarya khususnya untuk perempuan yang lain dan wabil khusus untuk anak-anak dan perempuan di sekitar kita. Jadi kader-kader Fatayat harus mampu memberikan inspirasi untuk perempuan lain sebagai kader yang tangguh, solid, setia,” kata Ketua PC Fatayat NU Magetan, Pinda Astutik. [fiq/aje]

  • Kecelakaan Maut Hari Ini di Lowokwaru Malang: Truk Tabrak 4 Orang, Begini Kesaksian Warga

    Kecelakaan Maut Hari Ini di Lowokwaru Malang: Truk Tabrak 4 Orang, Begini Kesaksian Warga

    TRIBUNJAKARTA.COM – Kecelakaan maut hari ini terjadi di Jalan MT Haryono Gang 11, Kecamatan lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur pada Jumat (25/4/2025) siang. 

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. 

    “Padahal, truk sudah dilarang lewat sini, karena jalannya sempit dan juga menanjak. Tetapi kenyataannya, masih banyak truk yang ngeyel lewat sini,” ujar Lina, saksi mata, kepada TribunJatim.com.

    Pada awalnya, truk itu melintasi Jalan MT Haryono Gang 11 dengan aman.

    Namun saat berada di jalan yang menanjak, truk bermuatan kapur itu tidak kuat naik, lalu mundur kehilangan kendali menabrak empat orang yang berada di belakangnya, kemudian laju truk bisa berhenti setelah menabrak pagar rumah warga.

    “Tahunya itu, orang-orang pada berteriak dan saya pun keluar rumah. Ternyata, truknya itu tidak kuat nanjak, lalu mundur dan berhenti setelah menabrak pagar rumah warga,” jelasnya.

    Diketahui, empat orang yang tertabrak truk itu berboncengan dalam satu sepeda motor.

    “Mereka ini goncengan naik sepeda motor, yaitu dua ibu-ibu dan dua anak kecil. Dan salah satu korban meninggal seketika di lokasi, yaitu anak kecil yang posisinya dibonceng di depan,” terangnya.

    Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta membenarkan adanya kejadian tersebut.

    “Awalnya, truk bernopol L-8297-AH tersebut berjalan dari arah utara yaitu Jalan Bunga Vinolia mengarah ke selatan melintas di Jalan MT Haryono Gang 11. Saat berada di jalan yang menanjak, truk tidak kuat naik dan sempat direm, tetapi karena ada beban muatan, akhirnya truk mundur tak terkendali,” bebernya.

    Pada saat bersamaan, di arah yang sama atau persis di belakang truk itu, terdapat sepeda motor Honda Beat nopol N-6044-EDS dinaiki empat orang.

    Yaitu, Rina Yustina sebagai pengendara dan IV (5) yang berada di depan.

    Dan untuk yang dibonceng bernama Jihan Riski serta AD (7) yang posisinya duduk di tengah.

    Semuanya merupakan warga Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

    “Mereka tidak sempat menghindar dan tertabrak truk yang mundur tersebut. Akibatnya, tiga korban mengalami luka-luka dan satu korban yakni IV meninggal di lokasi kejadian,” ungkapnya.

    Kompol Anang Tri Hananta juga menambahkan, kasus laka tersebut telah diserahkan dan ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota.

    “Untuk sopir truknya, yaitu bernama Suwanto (51) asal Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik telah diamankan. Dan untuk penanganan lebih lanjut terkait kasus laka ini, sudah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota,” tandasnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Air Jadi Rebutan, Petani Bandung Terjepit di tengah Pabrik dan PDAM

    Air Jadi Rebutan, Petani Bandung Terjepit di tengah Pabrik dan PDAM

    JABAR EKSPRES – Persaingan pasokan air baku kian memanas di Kabupaten Bandung, terutama saat musim kemarau. Sejumlah petani mengeluhkan kesulitan mendapatkan air irigasi karena harus berbagi dengan perusahaan swasta dan Perumda Tirta Raharja yang juga mengandalkan air dari Sungai Citarum.

    Kekhawatiran ini mencuat dalam pertemuan yang digelar di Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay, dan difasilitasi oleh Paguyuban Baraya Kang DS (Dadang Supriatna), Kamis (24/4) kemarin. Para petani dari berbagai kecamatan datang untuk menyuarakan keresahan mereka.

    “Saat musim hujan, jumlah air berlimpah dan dapat mengairi sawah dan juga sejumlah pabrik. Sedangkan kalau musim kemarau, air begitu sulit didapat,” ujar Jajang Yusup, petani asal Desa Biru, Kecamatan Majalaya.

    Karena sulitnya mendapatkan pasokan air baku di musim kemarau, menurut Jajang, sejumlah petani kerap rebutan, sementara pabrik pun tak mau mengalah.

    “Ditambah lagi, air yang berasal dari Sungai Citarum saat ini juga dibutuhkan oleh Perumda Tirta Raharja sebagai air baku untuk masyarakat,” beber Jajang.

    “Saya meminta kepada PDAM (Perumda Tirta Raharja) untuk duduk bersama dan mencari solusi soal pembagian air di saat musim kemarau,” tukasnya.

    BACA JUGA: Capai 2.564 Jamaah, Bupati Bandung: Kuota Haji Kabupaten Bandung Terbanyak di Jabar

    Pertemuan ini dihadiri petani dari berbagai wilayah, termasuk Desa Sukarame, Maruyung, Cipeujeuh, Cikitu (Kecamatan Pacet), Neglasari, Wangisagara, Biru (Kecamatan Majalaya), serta Cikoneng dan Manggung Harja (Kecamatan Ciparay).

    Menanggapi hal itu, Manager Mutu Layanan Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Haryono menyambut baik aspirasi yang datang langsung dari petani ini.

    Terkait sejumlah aspirasi yang diterima, pihaknya akan menindak lanjutinya dan menyampaikan langsung kepada pimpinan.

    “Salah satu aspirasi dari petani yakni soal mesin pompa dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan saat kemarau tiba. Hal ini akan langsung disampaikan kepada pimpinan dan mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujarnya.

    Ia juga mendorong agar komunikasi antara petani dan Perumda terus terjalin baik.

    “Diharapkan juga silaturahmi ini bisa terus dilakukan secara kontinyu. Kalau ada aspirasi atau apapun lainnya, kita langsung silaturahmi, komunikasi dan koordinasi alias duduk bersama seperti ini,” ucapnya.

  • Polisi Amankan Pasangan Suami Istri dari Manado, Diduga Bakal Jadi Tenaga Kerja Ilegal di Kamboja

    Polisi Amankan Pasangan Suami Istri dari Manado, Diduga Bakal Jadi Tenaga Kerja Ilegal di Kamboja

    Liputan6.com, Manado – Aparat Polsek Bandara Sam Ratulangi Manado mengamankan dua orang calon penumpang pesawat Batik Air ID 6271 tujuan Jakarta di area konter check-in tiket Bandara Samratulangi Manado pada Senin (21/4/2025) sekitar pukul 06.45 Wita. Keduanya diduga kuat terlibat dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

    Penangkapan ini bermula dari laporan seorang ibu rumah tangga berinisial IU (51) yang khawatir anaknya, CFW, akan diberangkatkan secara ilegal ke Kamboja untuk bekerja.

    IU melaporkan bahwa putrinya akan berangkat bersama suaminya, KU, dan tujuh orang lainnya tanpa dilengkapi dokumen resmi yang diperlukan untuk bekerja di luar negeri.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Kepolisian Polsek Bandara Samratulangi Manado bergerak cepat dengan berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan manifest penumpang. Bersama dengan pelapor, polisi kemudian melakukan pencegahan di area check-in dan berhasil mengamankan CFW dan KU sebelum mereka naik ke pesawat.

    Dalam interogasi, CFW (24) mengaku diajak oleh suaminya, KU (28), untuk bekerja sebagai scammer di Kamboja dengan iming-iming gaji sekitar Rp10 juta per bulan.

    Dia mengakui tidak mengetahui perihal dokumen resmi seperti visa kerja, kontrak kerja, dan surat rekomendasi dari BP2MI.

    Sementara itu, KU mengungkapkan bahwa tawaran pekerjaan tersebut datang dari seorang rekannya berinisial D yang bekerja di Kamboja. Ia diminta menghubungi seorang admin melalui pesan WhatsApp dan mengirimkan data diri. Biaya keberangkatan mereka dijanjikan akan ditanggung dan diganti setelah bekerja.

    Saat diamankan, KU juga bersama dengan empat orang lainnya yang diduga telah berhasil terbang ke Jakarta. Dia juga sempat mengajak seorang kenalannya untuk berangkat pada tanggal 23 April 2025.

    Berdasarkan hasil interogasi awal, polisi menyimpulkan bahwa kasus ini patut diduga kuat terkait dengan TPPO. Kedua calon korban direkrut oleh seseorang di Kamboja dan diiming-imingi pekerjaan dengan gaji tinggi serta biaya keberangkatan yang ditanggung.

    “Saat ini, CFW dan KU telah dibawa ke Polsek Bandara Samratulangi Manado untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkap Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P Sirait melalui Kasie Humas Iptu Agus Haryono.

    Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan BP2MI dan Unit PPA Polresta Manado untuk penanganan lebih lanjut serta melakukan penyelidikan mendalam terkait sindikat TPPO yang diduga beroperasi di wilayah Sulut.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi dan proses keberangkatan yang tidak jelas,” ujarnya.

  • Warga Arcamanik Kembali Demo Tolak Alih Fungsi Gedung Serbaguna Jadi Tempat Ibadah
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        18 April 2025

    Warga Arcamanik Kembali Demo Tolak Alih Fungsi Gedung Serbaguna Jadi Tempat Ibadah Bandung 18 April 2025

    Warga Arcamanik Kembali Demo Tolak Alih Fungsi Gedung Serbaguna Jadi Tempat Ibadah
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Forum Komunikasi Warga Arcamanik Berbhineka kembali menggelar unjuk rasa di depan Gedung Serba Guna (GSG) Arcamanik, Jalan Ski Air, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (18/4/2025) sore.
    Aksi tersebut bertujuan untuk menolak alih fungsi gedung yang sebelumnya merupakan fasilitas umum masyarakat menjadi tempat ibadah bagi umat dari Persatuan Gereja Amal Katolik (PGAK) Santa Odilia.
    Koordinator Aksi, Budi Haryono, menegaskan bahwa unjuk rasa ini bukanlah upaya untuk melarang ibadah di gedung tersebut, tetapi sebagai pengingat bahwa GSG Arcamanik adalah milik masyarakat, bukan kelompok tertentu, meskipun dikelola oleh pihak swasta.
    “Hanya mengingatkan, kita saling mengingatkan di antara kita bahwa GSG itu kembalikan seperti aspek kelegalannya, seperti fungsinya, artinya belum berubah oleh fungsi, itu saja,” ujarnya, Jumat.
    Budi menjelaskan bahwa sejak awal, gedung tersebut merupakan bagian dari fasilitas umum dan sosial yang dibangun oleh pengembang untuk warga perumahan.
    Namun, sejak 2022, sertifikat hak milik (SHM) GSG Arcamanik telah dimiliki oleh segelintir pihak, yang menyebabkan warga perumahan dilarang menggunakan gedung tersebut.
    “Jadi GSG itu sampai detik ini, yang kita lihat di dalam aspek legal, masih dengan fungsinya gedung serba guna, itu saja. Jadi kita cuma mengingatkan ke teman-teman, kita orasi,” tambahnya.
    Warga juga mengungkapkan keresahan terkait aktivitas umat yang mayoritas bukan berasal dari lingkungan perumahan sekitar.
    Mereka khawatir akan munculnya masalah di kemudian hari.
    “Keresahannya kesibukan ini tidak sewajarnya datang dan bukan teman kita loh di area sini dari luar, jauh. Hari Minggu tiap minggu. Sebelumnya saat sebulan sekali sama hari besar kami tidak masalah, ini tiap minggu ada kegiatan kita
    nggak
    bisa adakan kegiatan di blok kita,” paparnya.
    Budi mengaku bahwa upaya untuk mengembalikan fungsi gedung tersebut dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari aspek hukum, birokrasi, hingga aksi massa.
    Warga pun tidak pernah melarang umat PGAK untuk melaksanakan ibadah, tetapi meminta agar mereka tidak melarang warga untuk menggunakan gedung tersebut.
    “Kita siap untuk dialog, birokrasi kita udah jalan, jalur hukum kita udah jalan kemudian germas yang mengingatkan itu tapi kalau dia berani bener, keluar, saya punya dokumen, dia dokumen ada ayo kita duduk bersama,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Beri Rasa Aman Perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Polisi di Mojokerto Sterilisasi Gereja

    Beri Rasa Aman Perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Polisi di Mojokerto Sterilisasi Gereja

    Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto Kota melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di wilayah hukum di Polres Mojokerto Kota, Kamis (17/4/2025). Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada jemaat yang akan melaksanakan ibadah peringatan kenaikan Isa Almasih.

    Salah satu gereja yang disterilisasi yakni Gereja Santo Yosef Kota Mojokerto. Tim Sterilisasi yang dipimpin oleh Kanit Turjawali Satsamapta Polres Mojokerto Kota ini melakukan penyisiran sebelum kegiatan peribadahan dimulai. Mulai dari setiap ruang dan sudut gereja dengan menggunakan alat metal detector dan inspector mirror.

    Sterilisasi dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan barang berbahaya khususnya peledak yang berpotensi mengganggu kegiatan ibadah. Diperkirakan 1.700 hingga 2.000 jemaat akan mengikuti ibadah di Gereja Santo Yosep Kota Mojokerto. Polres Mojokerto Kota sendiri menyiagakan 86 personel untuk melaksanakan pengamanan.

    Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri melalui Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Slamet Haryono mengatakan, pengamanan dan pelaksanaan sterilisasi merupakan bentuk perhatian Polri untuk memberikan kenyamanan bagi umat Nasrani yang melaksanakan ibadah dalam peringatan kenaikan Yesus Kristus.

    “Kami laksanakan kegiatan kemanusiaan dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Nasrani yang melaksanakan ibadah di gereja. Ada sebanyak 86 personel kami siagakan di sejumlah gereja yang digunakan untuk peribadahan di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota,” ungkapnya. [tin/ian]

  • Gadis Minahasa di Bawah Umur Jadi Korban Kekerasan Seksual Saudara Tiri

    Gadis Minahasa di Bawah Umur Jadi Korban Kekerasan Seksual Saudara Tiri

    Liputan6.com, Manado – – Polsek Mapanget mengamankan seorang pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur pada Minggu (6/4/2025) lalu. Pelaku berinisial KIT (21), tidak memiliki pekerjaan tetap dan beralamat di Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut.

    Sementara itu, korban pemerkosaan, AVS (14), merupakan warga Desa Popo, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulut. Diketahui, antara korban dan pelaku merupakan saudara tiri.  

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (5/4/2025), pukul 22.35 Wita, di rumah korban di Kelurahan Buha.

    Kronologi kejadian bermula saat korban dan pelaku, yang pada saat itu hanya berdua di rumah, hendak beristirahat. Saat korban tertidur, pelaku mulai melakukan aksi bejatnya.

    Pelaku mengajak korban ke kamar dan memaksanya berhubungan badan. Korban sempat menolak dan mengancam akan memberitahu ibu mereka, tetapi pelaku tetap melancarkan aksinya.

    Aksi ini akhirnya terbongkar setelah korban melaporkan ke keluarganya. Aparat polisi yang menerima laporan dari keluarga kemudian bergerak cepat mengamankan pelaku.

    “Setelah diamankan, pelaku diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Manado untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P Sirait melalui Kasie Humas Iptu Agus Haryono.

    Dia mengatakan, kasus ini menjadi perhatian serius pihak Kepolisian mengingat korban masih di bawah umur, dan adanya hubungan keluarga antara pelaku dan korban.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.