Tag: Haryono

  • Sidang Perdana Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Tiara Angelina Digelar di PN Mojokerto, Terdakwa Pakai Peci Putih

    Sidang Perdana Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Tiara Angelina Digelar di PN Mojokerto, Terdakwa Pakai Peci Putih

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sidang perdana kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Tiara Angelina Saraswati (25) digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Senin (5/1/2026). Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan ini menghadirkan terdakwa Alfi Maulana (24).

    Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ari Budiarti mendakwa terdakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Jenny Tulak.

    Usai pembacaan dakwaan, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa. “Sidang ditunda sampai tanggal 12 Januari 2026 dengan agenda eksepsi. Sidang ditutup,” ujar Ketua Majelis Hakim Jenny Tulak di akhir persidangan.

    Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Edi Haryono menyatakan bahwa pihaknya menghormati dakwaan yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum. Namun, ia menegaskan akan mengajukan eksepsi terkait kewenangan pengadilan yang memeriksa perkara tersebut.

    “Sah-sah saja ketika jaksa penuntut umum menyampaikan dakwaan dengan primer Pasal 340 KUHP dan subsider Pasal 338 KUHP. Nanti pasal mana yang terbukti akan kita buktikan di persidangan. Eksepsi diajukan karena adanya persoalan kompetensi relatif pengadilan,” katanya.

    Ia menilai peristiwa pidana tersebut terjadi dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Surabaya, bukan Mojokerto. Sehingga dalam persidangan tersebut, tim penasehat hukum terdakwa menyampaikan bahwa peristiwanya terjadi di kewenangan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

    “Sementara perkara ini diperiksa dan diadili di Pengadilan Negeri Mojokerto. Karena itu kami mengajukan permohonan pemindahan sidang melalui eksepsi. Kami tidak membela kesalahan terdakwa, tapi kami akan meminta dan memperjuangkan hak-hak terdakwa sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

    Sebelumnya, warga Desa Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto digemparkan dengan penemuan potongan kaki manusia di jurang pinggir Jalan Turunan AMD Sendi, Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet. Potongan kaki tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk.

    Potongan kaki sebelah kiri itu ditemukan di sisi timur jalan raya, tepatnya di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 5 meter. Tak jauh dari lokasi, warga juga mendapati bagian tubuh lain berupa potongan daging dan rambut yang tercecer sekitar 50 meter dari titik awal. [tin/suf]

  • Dua Simpul Jalan Menuju Alun-alun Wiraraja Ditutup Saat Pergantian Tahun Baru 2026

    Dua Simpul Jalan Menuju Alun-alun Wiraraja Ditutup Saat Pergantian Tahun Baru 2026

    Mojokerto (beritajatim.com) – Dua simpul jalan utama menuju Alun-alun Wiraraja Kota Mojokerto ditutup Satlantas Polres Mojokerto Kota pada malam pergantian Tahun Baru 2026 sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan dan potensi kerumunan massa.

    Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto Kota, Ipda Slamet Haryono, mengatakan penutupan dilakukan di dua titik, yakni Simpang Tiga KFC dan Simpang Empat PMII. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas sekaligus membatasi aktivitas masyarakat yang mengarah ke kawasan Alun-alun Wiraraja.

    “Penutupan simpul yang mengarah ke Alun-alun kami lakukan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas, karena pada pergantian malam tahun baru biasanya konsentrasi masyarakat berkumpul di Alun-alun Wiraraja Kota Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (31/12/2025).

    Menurut Ipda Slamet, pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan dari TNI/Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan Kota Mojokerto. Personel disiagakan di setiap simpul jalan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan situasi keamanan tetap terkendali.

    Penutupan akses menuju kawasan Alun-alun Wiraraja diberlakukan mulai pukul 19.30 WIB hingga momen pergantian Tahun Baru 2026. Apabila terjadi kepadatan kendaraan, petugas akan melakukan penguraian arus secara situasional.

    Selain pengaturan lalu lintas, Satlantas Polres Mojokerto Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan. Ipda Slamet menegaskan, sejumlah aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban tidak diperbolehkan.

    “Di setiap simpul sudah kami tempatkan personel, dan apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas akan langsung kami urai. Kami mengimbau masyarakat Mojokerto agar tidak merayakan pergantian tahun dengan besar-besaran. Tidak ada euforia berlebihan, kembang api, balap liar, maupun arak-arakan,” tegasnya.

    Ia menambahkan, imbauan tersebut juga dilandasi rasa empati terhadap masyarakat di wilayah Sumatera yang saat ini tengah tertimpa musibah. Oleh karena itu, pihak kepolisian mengajak masyarakat Kota Mojokerto untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, agar malam pergantian Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. [tin/beq]

  • ​Daftar 33 Jalan Jakarta yang Ditutup saat Malam Tahun Baru

    ​Daftar 33 Jalan Jakarta yang Ditutup saat Malam Tahun Baru

    Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menerapkan car free night di kawasan Sudirman-Thamrin pada malam pergantian Tahun Baru 2026, Rabu, 31 Desember 2025.

    Rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan dimulai pukul 18.00 WIB dan dibuka kembali secara bertahap pada pukul 01.00 WIB atau menyesuaikan kondisi di lapangan.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, penutupan dilakukan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin dan berlanjut ke Jalan Merdeka Barat. Selama penutupan, seluruh kendaraan bermotor dilarang melintas demi kelancaran dan keamanan perayaan malam tahun baru.

    “Seluruh kendaraan akan dilakukan penutupan mulai pukul 18.00 dan kemudian dibuka secara perlahan pada pukul 01.00 atau situasional, melihat kondisi warga di area Sudirman-Thamrin,” ujar Syafrin di Jakarta.

    Untuk mengantisipasi dampak penutupan, Dishub DKI menyiapkan sejumlah rute alternatif. Arus dari timur ke barat dapat melalui Jalan Gatot Subroto. Sementara dari selatan ke timur diarahkan lewat Jalan Tendean menuju MT Haryono. 
     

    Kendaraan dari utara dialihkan melalui Gajah Mada-Hayam Wuruk menuju Jalan Juanda, kemudian berputar ke Suryopranoto, Balikpapan, hingga Tomang, sebelum mengakses Jalan S. Parman dan sebaliknya. Adapun dari kawasan Bendungan Hilir dan Karet, pengendara dapat menggunakan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) menuju Casablanca dan Kampung Melayu.

    Berikut ini daftar jalan yang ditutup saat perayaan malam tahun baru: 

    1. Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);

    2. Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda);

    3. Jalan Pintu 1 Senayan;

    4. Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi barat;

    5. Jalan Bendungan Hilir;

    6. Jalan KH Mas Mansyur;

    7. Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;

    8. Jalan Kupingan BNI 46;

    9. Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;

    10. Jalan Teluk Betung;

    11. Jalan Kebon Kacang;

    12. Jalan Sunda;

    13. Jalan Imam Bonjol;

    14. Jalan Sumenep Tosari;

    15. Landmark (Indocement);

    16. Jalan Setiabudi;

    17. Jalan Prof Dr Satrio;

    18. Jalan Masjid (Sampoerna);

    19. Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;

    20. Jalur lambat kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Timur;

    21. SCBD;

    22. Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;

    23. Simpang Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan;

    24. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat;

    25. Jalan K.H Wahid Hasyim;

    26. Jalan Majapahit;

    27. Jalan Veteran III;

    28. Jalan Veteran II;

    29. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara;

    30. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais;

    31. Simpang Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng Barat;

    32. Simpang Jalan Trunojoyo-Jalan Panglima Polim;

    33. Simpang Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai.

    Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menerapkan car free night di kawasan Sudirman-Thamrin pada malam pergantian Tahun Baru 2026, Rabu, 31 Desember 2025.
     
    Rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan dimulai pukul 18.00 WIB dan dibuka kembali secara bertahap pada pukul 01.00 WIB atau menyesuaikan kondisi di lapangan.
     
    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, penutupan dilakukan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin dan berlanjut ke Jalan Merdeka Barat. Selama penutupan, seluruh kendaraan bermotor dilarang melintas demi kelancaran dan keamanan perayaan malam tahun baru.

    “Seluruh kendaraan akan dilakukan penutupan mulai pukul 18.00 dan kemudian dibuka secara perlahan pada pukul 01.00 atau situasional, melihat kondisi warga di area Sudirman-Thamrin,” ujar Syafrin di Jakarta.
     
    Untuk mengantisipasi dampak penutupan, Dishub DKI menyiapkan sejumlah rute alternatif. Arus dari timur ke barat dapat melalui Jalan Gatot Subroto. Sementara dari selatan ke timur diarahkan lewat Jalan Tendean menuju MT Haryono. 
     

     
    Kendaraan dari utara dialihkan melalui Gajah Mada-Hayam Wuruk menuju Jalan Juanda, kemudian berputar ke Suryopranoto, Balikpapan, hingga Tomang, sebelum mengakses Jalan S. Parman dan sebaliknya. Adapun dari kawasan Bendungan Hilir dan Karet, pengendara dapat menggunakan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) menuju Casablanca dan Kampung Melayu.
     
    Berikut ini daftar jalan yang ditutup saat perayaan malam tahun baru: 
     
    1. Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);
     
    2. Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda);
     
    3. Jalan Pintu 1 Senayan;
     
    4. Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi barat;
     
    5. Jalan Bendungan Hilir;
     
    6. Jalan KH Mas Mansyur;
     
    7. Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;
     
    8. Jalan Kupingan BNI 46;
     
    9. Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;
     
    10. Jalan Teluk Betung;
     
    11. Jalan Kebon Kacang;
     
    12. Jalan Sunda;
     
    13. Jalan Imam Bonjol;
     
    14. Jalan Sumenep Tosari;
     
    15. Landmark (Indocement);
     
    16. Jalan Setiabudi;
     
    17. Jalan Prof Dr Satrio;
     
    18. Jalan Masjid (Sampoerna);
     
    19. Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;
     
    20. Jalur lambat kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Timur;
     
    21. SCBD;
     
    22. Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;
     
    23. Simpang Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan;
     
    24. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat;
     
    25. Jalan K.H Wahid Hasyim;
     
    26. Jalan Majapahit;
     
    27. Jalan Veteran III;
     
    28. Jalan Veteran II;
     
    29. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara;
     
    30. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais;
     
    31. Simpang Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng Barat;
     
    32. Simpang Jalan Trunojoyo-Jalan Panglima Polim;
     
    33. Simpang Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Angka Kriminalitas Kota Malang 2025 Turun Tajam 41 Persen, Kasus Narkoba Justru Naik

    Angka Kriminalitas Kota Malang 2025 Turun Tajam 41 Persen, Kasus Narkoba Justru Naik

    Malang (beritajatim.com) – Angka kriminalitas di Kota Malang mencatat penurunan signifikan sebesar 41,71 persen sepanjang tahun 2025 dengan total 1.364 kejadian gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Data ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2.340 kasus, menjadikannya pencapaian penting bagi kondusivitas wilayah di Jawa Timur.

    Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, mengungkapkan bahwa dari total kejadian tersebut, gangguan kamtibmas masih mendominasi dengan 1.049 kasus. Secara terperinci, jumlah tersebut terdiri dari 826 kasus kejahatan konvensional atau kejahatan jalanan, 222 kasus kejahatan transnasional, dan satu kasus kejahatan terhadap kekayaan negara.

    “Lalu, dari hasil pengungkapan Satreskirm Polresta Malang Kota dan Polsek jajaran yakni sebanyak 127 pelanggaran, 186 gangguan ketertiban dan dua kejadian bencana,” ujar Kombes Pol Nanang Haryono saat konferensi pers rilis akhir tahun di Mapolresta Malang Kota, Senin (29/12/2025).

    Meski angka kriminalitas umum menyusut, sektor penyalahgunaan narkoba justru menunjukkan anomali dengan kenaikan tren. Polresta Malang Kota mencatat 25 kasus narkoba sepanjang 2025 dengan 32 tersangka, meningkat tipis dari tahun sebelumnya yang hanya 22 kasus.

    Barang bukti yang berhasil disita dari jaringan narkotika ini tergolong masif. Petugas mengamankan 31,2 kilogram ganja, 1,2 kilogram sabu, 2.098 butir ekstasi, hingga 406.000 butir pil dobel L yang berpotensi merusak generasi muda di Kota Pendidikan tersebut.

    Sepanjang tahun 2025, terdapat 12 perkara tindak pidana menonjol yang menyita perhatian publik nasional maupun lokal. Rentetan kasus tersebut meliputi aksi pencabulan, perampokan terhadap pengemudi ojek online (ojol), penculikan anak, hingga kasus pembunuhan yang terjadi di lingkungan wisma dan rumah kos.

    “Satreskrim Polresta Malang Kota telah mengungkap beberapa kasus menonjol yang terjadi di penghujung tahun 2025 ini. Yaitu pembunuhan di Jalan Ikan Gurami dan aksi tawuran serta pengeroyokan sesama mahasiswa dari NTT hingga menyebabkan satu orang meninggal dan satu orang lainnya luka berat,” jelas Nanang di hadapan awak media.

    Selain kasus berat, kepolisian juga aktif melakukan penindakan tindak pidana ringan (tipiring) untuk menjaga kenyamanan ruang publik. Sebanyak 105 kasus tipiring diproses, mencakup masalah parkir, peredaran minuman keras (miras) ilegal, hingga oknum yang mabuk di tempat umum dengan total sitaan 781 botol miras.

    Langkah preventif dan represif ini diambil guna memastikan citra Kota Malang tetap aman bagi wisatawan maupun mahasiswa. Penurunan angka kriminalitas secara keseluruhan menjadi modal penting bagi stabilitas ekonomi dan sosial di wilayah berjuluk Kota Bunga ini menyongsong tahun baru.

    “Kami mengajak masyarakat Kota Malang, untuk bersama-sama menjaga kondusifitas dan kamtibmas yang ada. Kami juga turut mengawal dan menangani berbagai hal, demi menjaga masyarakat tetap aman dan nyaman dengan situasi yang kondusif,” tutur Nanang. [luc/ian]

  • Dua Perampok Lansia Modus Antar Undangan Pengajian Ditangkap di Hotel Sarangan Magetan

    Dua Perampok Lansia Modus Antar Undangan Pengajian Ditangkap di Hotel Sarangan Magetan

    Magetan (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan berhasil menangkap dua pelaku perampokan terhadap seorang lanjut usia (lansia) dengan modus mengantar undangan pengajian.

    Kedua pelaku diringkus saat tengah beristirahat di sebuah hotel kawasan wisata Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

    Penangkapan berlangsung pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 22.30 WIB. Petugas berpakaian preman langsung merangsek masuk ke kamar hotel. Salah satu pelaku diketahui sedang duduk santai, sementara rekannya tertidur pulas. Keduanya tak berkutik saat diborgol dan diamankan petugas.

    Korban dalam kasus ini adalah Sumini (72), warga Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan. Aksi perampokan terjadi pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB di pinggir Jalan MT Haryono, wilayah Kepolorejo. Saat itu korban berjalan kaki hendak berbelanja ke pasar.

    Korban dihampiri sebuah mobil dan diajak naik dengan dalih mengantarkan undangan pengajian dari seorang ustadzah yang dikenalnya. Namun, di dalam mobil itulah korban yang sudah lanjut usia dirampas uangnya lebih dari Rp3 juta, lalu diturunkan begitu saja di pinggir jalan.

    Korban, Sumini, menuturkan dirinya tak menaruh curiga saat diajak naik mobil. “Saya jalan kaki mau ke pasar, dihampiri mobil, dibilang ada undangan dari ustazah. Setelah masuk, uang saya diambil lalu saya diturunkan,” ujarnya.

    Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial Mulyadi (50) asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, dan Andre Gunawan (42) warga Kabupaten Tanah Datar. Polisi berhasil mengidentifikasi keduanya setelah melacak kendaraan yang digunakan pelaku, yang sempat terekam kamera CCTV saat menurunkan korban.

    Kapolres Magetan AKBP Erik Bangun Prakasa mengecam keras aksi para pelaku yang menyasar korban lansia. “Perbuatannya keterlaluan karena menyasar lansia. Alhamdulillah pelaku berhasil kami tangkap di wilayah Sarangan,” tegas Kapolres.

    Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita mobil yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Saat ini, keduanya telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Magetan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Polisi juga mengungkap sebelumnya telah menangkap dua pelaku perampokan lansia lainnya dengan modus berbeda, yakni berpura-pura menanyakan alamat. Aparat menduga keempat pelaku tersebut merupakan bagian dari jaringan perampok yang menyasar warga lanjut usia.

    Data Kriminalitas Polres Magetan Tahun 2025

    Berdasarkan data kriminalitas Polres Magetan tahun 2025, tercatat 154 kasus tindak pidana, dengan tingkat penyelesaian mencapai 87,7 persen. Adapun jenis kejahatan terbanyak didominasi oleh penipuan: 24 kasus, lalu penganiayaan, 21 kasus, serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 16 kasus.

    Polres Magetan mengimbau masyarakat, khususnya lansia, agar lebih waspada terhadap modus kejahatan yang mengatasnamakan undangan, bantuan, maupun ajakan dari orang tidak dikenal, serta segera melapor ke pihak kepolisian jika mengalami atau mengetahui tindak kriminal. [fiq/suf]

  • Invasi Plat Luar Kota dan Jeritan Kemacetan: Malang Dikepung Kendaraan Jelang 2026

    Invasi Plat Luar Kota dan Jeritan Kemacetan: Malang Dikepung Kendaraan Jelang 2026

    Malang (beritajatim.com) – Langit Kota Malang tampak kelabu di penghujung Desember 2025. Namun, hawa dingin yang biasanya memeluk kota ini seolah terusir oleh hawa panas yang menguar dari ribuan knalpot kendaraan yang memadati jalanan. Menjelang pergantian tahun menuju 2026, kota ini tidak sedang tidur. Ia sedang bergeliat, sesak, dan nyaris tak bergerak.

    Dalam pemantauan beritajatim.com sejak perayaan Natal hingga Sabtu (27/12/2025), denyut nadi lalu lintas Malang Raya mengalami arhitmia tak beraturan dan cenderung tersumbat. Bukan hanya di jalan arteri, jalur tikus yang biasanya menjadi andalan warga lokal pun kini tak luput dari serbuan roda empat.

    Simfoni Klakson di Kayutangan hingga Suhat

    Jalan Jenderal Basuki Rahmat, atau yang kini populer dengan sebutan Kayutangan Heritage, menjadi saksi bisu betapa magnet wisata Malang begitu kuat. Lampu-lampu jalan bergaya kolonial yang estetik kini bersaing dengan sorot lampu merah dari taillight mobil yang mengular panjang.

    Di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat), yang dikenal sebagai denyut nadi gaya hidup mahasiswa, kondisinya setali tiga uang. Deretan kafe dan restoran penuh sesak. Di sekitar Alun-Alun Kota Malang, kendaraan berjejal berebut sisa aspal.

    Pemandangan ini didominasi oleh tamu dari luar kota. Jika biasanya jalanan Malang didominasi pelat N, kini pelat nomor kendaraan seolah sedang mengadakan reuni akbar se-Jawa. Pelat P dari wilayah Tapal Kuda (Bondowoso, Situbondo, Jember), AG dari Kediri Raya, L dari Surabaya, W dari Sidoarjo, hingga M dari Pulau Madura tampak mendominasi. Tak ketinggalan, pelat B dari Jakarta pun turut menghiasi kepadatan, menandakan bahwa Malang masih menjadi pelarian favorit warga ibu kota.

    Sejak sebelum Natal, tepatnya pada malam Misa Natal, hingga dua hari setelahnya, kepadatan ini sudah terasa mencekik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: Mengapa Malang? Mengapa orang rela menempuh kemacetan berjam-jam hanya untuk terjebak di kemacetan lain di kota tujuan?

    Di sebuah sudut area parkir Mal Olympic Garden (MOG), tepatnya di belakang itu, Rozak (35), seorang wisatawan asal Jakarta, tampak menyeka keringat di dahinya. Ia baru saja memarkirkan mobilnya setelah berputar nyaris 15 menit mencari celah kosong.

    Saat ditemui di tengah ketergopohannya Rozak mengaku ingin memanjakan diri di Khayangan Reflexology untuk melepas penat setelah perjalanan darat yang melelahkan.

    “Jujur saja, Mas. Saya ke Malang ini niatnya melarikan diri,” ujar Rozak sambil terkekeh getir, Jumat (26/12/2025).

    Rozak bercerita, biasanya ia dan keluarga menghabiskan akhir tahun di Bandung. Namun, trauma kemacetan Puncak dan Lembang membuat ia memutar setir ke Jawa Timur.

    “Saya pikir Bandung sudah terlalu crowded, macetnya nggak manusiawi. Awalnya saya mengira Malang tidak akan sepadat itu. Ternyata perkiraan saya salah besar. Keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya,” candanya.

    Meski begitu, Rozak mengakui ada alasan kuat mengapa ia tetap bertahan. “Tapi ya mau bagaimana lagi, Malang ini value for money-nya dapet banget. Makanan enak dan murah, tempat wisatanya banyak yang bersahabat di kantong. Kalau di Jakarta atau Bandung, bawa duit segini cuma dapet setengahnya. Jadi ya, macet-macet sedikit dinikmati saja lah sambil nunggu pijat.”

    Di sisi lain, kemeriahan pariwisata ini menjadi mimpi buruk bagi penghuni sementara kota ini: para mahasiswa. Rullah (27), mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kondisi jalanan dari jendela kosnya di kawasan Sumbersari.

    Rullah adalah representasi dari ribuan mahasiswa yang memilih tidak pulang kampung demi mengejar revisi skripsi. Namun, niatnya untuk sekadar mencari kopi atau mencetak berkas skripsi kini menjadi perjuangan berat.

    “Rasanya kayak jadi orang asing di kota sendiri, Mas,” keluh Rullah saat ditemui di sebuah warung kopi kecil yang terselip di gang sempit, menghindari jalan utama.

    “Biasanya kalau mau ke kafe ngerjain tugas, cukup 10 menit motoran. Sekarang? Bisa 30 menit itu pun tangan pegal ngerem terus. Mau pesan makanan lewat ojol (ojek online), harganya naik, abangnya juga sering nolak orderan karena macet. Niat hati mau healing tipis-tipis biar skripsi lancar, malah stressing lihat plat B dan L di mana-mana,” tambahnya dengan nada frustrasi khas Gen Z.

    Bagi Rullah, libur Nataru di Malang bukan lagi soal pesta kembang api, melainkan soal bertahan hidup di tengah kepungan kendaraan. “Harapan saya cuma satu, semoga cepat tanggal 2 Januari biar jalanan balik normal lagi,” tutupnya.

    Data Berbicara: Lonjakan Kendaraan via Tol Pandaan-Malang

    Apa yang dirasakan Rozak dan Rullah, bukan sekadar perasaan subjektif. Data menunjukkan adanya lonjakan drastis volume kendaraan yang menyerbu Malang.

    Berdasarkan data resmi PT Jasamarga Pandaan Malang, pintu gerbang utama menuju kota apel ini mencatatkan angka yang fantastis. Terhitung sejak 18 Desember hingga 25 Desember 2025, tercatat sebanyak 271.001 kendaraan memasuki wilayah Malang melalui Gerbang Tol (GT) Ruas Pandaan Malang.

    General Manager Operasi PT Jasamarga Pandaan Malang, Muhammad Reza Pahlevi Guntur, membedah data tersebut. “Secara persentase, artinya ada peningkatan jumlah kendaraan sebanyak 17,10 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal,” ungkap Reza dalam keterangan resminya, Jumat (26/12/2025).

    Sebagai perbandingan, pada hari-hari biasa dalam rentang waktu yang sama, jumlah kendaraan yang melintas hanya berkisar di angka 231.432 unit.

    Angka 271.001 tersebut merupakan akumulasi dari lima gerbang tol utama: GT Purwodadi, GT Lawang, GT Singosari, GT Pakis, dan GT Malang. Namun, titik krusial tetap berada di Singosari.

    “Kendaraan yang keluar (masuk Malang) dari GT Singosari paling banyak. Yakni mencapai 108.005 kendaraan. Ini naik sekitar 20,97 persen dibanding lalu lintas normal,” pungkas Guntur.

    Angka ini mengonfirmasi mengapa kawasan Singosari hingga Karanglo menjadi titik kemacetan yang paling menguras emosi pengendara.

    Respons Otoritas

    Menanggapi fenomena lautan kendaraan ini, pihak kepolisian dan dinas perhubungan memiliki pandangan dan strategi tersendiri.

    Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, membenarkan adanya peningkatan volume kendaraan tersebut. Namun, dalam pesan singkatnya kepada media, ia memberikan perspektif yang sedikit berbeda.

    “Benar ada peningkatan, tapi belum signifikan,” bebernya singkat. Pernyataan belum signifikan ini mungkin merujuk pada fakta bahwa lalu lintas, meski padat, masih bisa bergerak (mengalir) dan belum terjadi gridlock total yang melumpuhkan kota sepenuhnya.

    Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas (lalin) yang bersifat insidentil dan situasional. Fokus utama adalah mengurai simpul-simpul kemacetan saat puncak libur Tahun Baru 2026.

    Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa tidak ada rekayasa permanen yang akan membingungkan pengguna jalan. Semuanya bergantung pada kondisi real-time di lapangan.

    “Salah satu ruas yang berpotensi dilakukan pengaturan khusus adalah Jalan Ahmad Yani, terutama dari arah utara ke selatan yang kerap mengalami kepadatan luar biasa akibat limpahan dari pintu tol dan arteri Surabaya-Malang,” jelas Widjaja, Kamis (25/12/2025).

    Ia menambahkan opsi yang paling mungkin diambil adalah contraflow. “Jika terjadi kepadatan tinggi, dimungkinkan dilakukan contraflow, baik di sisi timur maupun barat, melihat situasi di lapangan,” ujarnya.

    Tak hanya pintu masuk kota, kawasan pendidikan seperti Universitas Brawijaya (UB) juga mendapat perhatian khusus. Jalan MT Haryono yang menjadi poros penghubung Batu-Malang seringkali terkunci.

    “Kawasan UB juga kita pantau, kalau dibutuhkan akan kami lakukan pengalihan arus,” ungkapnya.

    Harapan pada Infrastruktur Baru

    Di tengah kemacetan yang mendera, Widjaja juga menyoroti peran vital infrastruktur yang telah dikebut pengerjaannya oleh pemerintah daerah. Pelebaran Jembatan Kedungkandang, misalnya, disebut sebagai salah satu penyelamat arus lalu lintas di sisi timur kota.

    “Pelebaran Jembatan Kedungkandang sangat efektif karena sebelumnya hampir setiap pagi dan sore terjadi antrean panjang di lokasi tersebut,” analisisnya.

    Selain itu, perbaikan Jembatan Gatot Subroto yang sempat longsor dan perbaikan jalan di Soekarno-Hatta diharapkan sudah tuntas sepenuhnya jelang malam pergantian tahun. “Jika tuntas, ini akan sangat membantu kelancaran lalu lintas di Kota Malang,” pungkas Widjaja dengan nada optimis.

    Menikmati Malang dengan Segala Dinamikanya

    Matahari mulai terbenam di ufuk barat Kota Malang, namun lampu-lampu kendaraan justru semakin terang menyala. Suara klakson masih bersahutan, beradu dengan alunan musik dari kafe-kafe pinggir jalan.

    Bagi Rozak, dan ratusan ribu wisatawan lainnya, kemacetan ini adalah harga yang harus dibayar demi sepiring bakso Malangan, jalan-jalan di trotoar Kayutangan, sejuknya udara Batu, dan kenangan liburan bersama keluarga. Bagi Rullah dan warga lokal, ini adalah ujian kesabaran tahunan yang harus dilewati dengan dada lapang.

    Malang, dengan segala pesonanya, memang memiliki daya pikat yang aneh. Ia membuat orang mengeluh karena macetnya, namun selalu membuat mereka kembali lagi di tahun berikutnya. Dan menjelang 2026, kota ini kembali membuktikan diri sebagai primadona pariwisata Jawa Timur, meski harus ditebus dengan peluh dan kepadatan di jalan raya. (dan/ian)

  • Bawa Kokain dari Malaysia ke DWP Bali, Tigran Selipkan di Tumpukan Baju

    Bawa Kokain dari Malaysia ke DWP Bali, Tigran Selipkan di Tumpukan Baju

    Jakarta

    Polisi mengungkap siasat Tigran Denre Sonda membawa kokain dari Malaysia untuk kemudian diedarkan di Djakarta Warehouse Project (DWP) di Bali. Tigran membungkus kokain menjadi paket kecil dan diselipkan di tumpukan baju.

    “Tigran membawa langsung kokain dari Malaysia ke Indonesia dengan cara memasukkan Kokain ke dalam koper (diselipkan di tumpukkan baju dengan paket kecil yang disebar dalam koper),” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025).

    Koper berisikan kokain yang dibawa Tigran itu lalu masuk ke bagasi pesawat. Diketahui Tigran membeli barang haram tersebut dari warga negara (WN) Malaysia bernama Mujahid secara tunai.

    “Lalu koper dimasukkan ke bagasi pesawat, untuk mengelabui sistem keamanan kepabeanan,” ujarnya

    Kepada polisi, Tigran mengaku mengenal Mujahid sejak tahun 2023 saat keduanya bekerja sebagai broker. Selain Kokain, Mujahid diduga bisa menyediakan narkotika jenis lainnya mulai dari MDMA hingga Ketamin.

    Tigran Denre Sonda sendiri diketahui suami dari Donna Fabiola yang juga tersangka dalam kasus tersebut yang sudah diamankan. Donna mengaku mendapatkan narkoba dari Tigran.

    Donna ditangkap tim yang dipimpin Kasubdit IV Kombes Pol Handik Zusen, Kasatgas NIC Kombes Pol Zulkarnain Harahap, dan Kombes Pol Awaludin Amin, di sebuah kafe di Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Rabu (10/12).

    Donna ditangkap oleh tim yang melakukan undercover setelah mendapatkan informasi adanya peredaran narkotika jenis kokain dan MDMA di wilayah Provinsi Bali. Selanjutnya, tim gabungan yang dipimpin oleh Kasubbag Opsnal Dittipidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Kevin Leleury, Kompol I Nyoman Dewa Alit, Kompol Reza Pahlevi, dan Kompol Tomy Haryono bekerja sama dengan Bea Cukai Kanwil Bali, NTB dan NTT melakukan penyelidikan lanjut terkait informasi tersebut.

    Hingga kini total 18 orang tersangka sudah diamankan terkait kasus tersebut. Polisi juga berhasil mengamankan berbagai jenis narkotika senilai Rp 60 miliar diamankan polisi.

    Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 31 kilogram sabu, 956,5 butir pil ekstasi, 23,59 gram ekstasi serbuk, 135 gram happy water, dan 1 kilogram ketamine.

    Polisi juga menyita 33,12 gram kokain, 21,09 gram MDMA, 36,92 ganja serta 3,5 butir happy five. Total barang bukti itu ditaksir memiliki nilai ekonomi sekitar Rp 60 miliar.

    (wnv/idh)

  • Imigrasi Jateng Deportasi 78 WNA Selama 2025, Terbanyak dari China
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 Desember 2025

    Imigrasi Jateng Deportasi 78 WNA Selama 2025, Terbanyak dari China Regional 22 Desember 2025

    Imigrasi Jateng Deportasi 78 WNA Selama 2025, Terbanyak dari China
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Tengah mencatat sebanyak 78 warga negara asing (WNA) dideportasi sepanjang Januari hingga Desember 2025.
    “Pelanggaran warga asing paling banyak itu warga negara China. Berikutnya Nigeria, lalu Malaysia, Turki, dan Bangladesh. Itu lima negara (dengan pelanggaran) terbesar di tahun ini,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi
    Jawa Tengah
    , Haryono Agus Setiawan, usai menerima kunjungan kerja Anggota DPD RI, Muhdi, di Semarang, Senin (22/12/2025).
    Haryono menjelaskan bahwa pelanggaran keimigrasian yang ditemukan masih didominasi kasus overstay serta penyalahgunaan izin tinggal. Dari total 78 WNA yang dideportasi, sebanyak 43 orang berasal dari China, disusul Nigeria 13 orang, Malaysia 11 orang, Turki 6 orang, dan Bangladesh 5 orang.
    Seluruh WNA tersebut telah dipulangkan ke negara asal masing-masing. Berdasarkan data teknis, sebanyak 22 WNA dideportasi karena melewati masa izin tinggal atau overstay, sementara 56 WNA lainnya terbukti menyalahgunakan izin tinggal yang dimiliki.
    “Kemungkinan karena kami aktif melakukan sosialisasi dan pengawasan, (pelanggaran bisa terdeteksi lebih dini),” kata Haryono mengenai upaya penguatan
    pengawasan orang asing
    di wilayah Jawa Tengah.
    Ia menambahkan, secara keseluruhan jumlah pelanggaran keimigrasian pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Haryono menilai hal ini sebagai capaian positif kinerja jajaran Imigrasi di Jawa Tengah.
    “Tahun sebelumnya agak sedikit lebih banyak dari yang sekarang. Ya, jadi ini juga menjadi salah satu kinerja yang bagus buat teman-teman di imigrasi di Jawa Tengah khususnya,” ungkap Haryono.
    Sementara itu, Anggota DPD RI Muhdi turut memberikan apresiasi terhadap pengawasan keimigrasian yang dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya mobilitas lintas negara. Ia mengingatkan pentingnya peran Imigrasi dalam mencegah persoalan seperti TPPO.
    “Masyarakat bisa melaporkan juga ya orang-orang yang mencurigakan dari sisi waktu. Tapi sebaliknya juga imigrasi saya kira harus aktif juga. Kalau Iya dia nanti tinggalnya di mana untuk memastikan bahwa mereka (WNA) itu punya batasan waktu di sini,” tutur Muhdi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 400 Personel Gabungan Amankan Natal dan Tahun Baru di Kota Malang

    400 Personel Gabungan Amankan Natal dan Tahun Baru di Kota Malang

    Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 400 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Damkar, relawan, serta unsur instansi terkait lainnya diterjunkan untuk pengamanan natal dan tahun baru.

    Para personel ini akan menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas perayaan Natal dan tahun baru.

    Ratusan personel itu, sebelumnya telah mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di Balai Kota Malang pada Jumat, (19/12/2025). Apel ini sebagai langkah strategis memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pengamanan natal 2025 dan tahun baru 2026.

    “Operasi Lilin Semeru 2025 yang berlangsung selama 14 hari (20 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026), sebagai bentuk antisipasi adanya Peningkatan mobilitas masyarakat selama Nataru 2025,” kata Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Minggu (21/12/2025).

    Menurut data Survey Kementerian Perhubungan diperkirakan lonjakan mobilitas masyarakat mencapai 119,5 juta orang atau naik 8.83 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Di sisi lain, potensi cuaca ekstrem akibat sistem siklonik dan prediksi puncak musim hujan periode November 2025 hingga Februari 2026 diprediksi meningkatkan risiko bencana.
    Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra demi menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat.

    Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono mengatakan mereka menerjunkan sekitar 400 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Damkar, relawan, serta unsur instansi terkait lainnya.

    “Operasi Lilin Semeru 2025 tidak hanya fokus pada pengamanan perayaan Nataru, tapi juga pada kesiapsiagaan kebencanaan dan pelayanan kemanusiaan. Konsekuensinya, seluruh personel harus siap siaga, responsif, dan humanis dalam menghadapi setiap dinamika di lapangan,” ujar pria yang segera bertugas sebagai Dir Reskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung ini.

    Dalam kesiapsiagaan Ops Lilin Semeru, Polresta Malang Kota didukung layanan darurat Kepolisian 110 sekaligus aplikasi Jogo Malang Presisi berbasis Whatsapp 081137802000 sebagai sarana respons cepat terhadap laporan masyarakat.

    Operasi Lilin Semeru 2025 Polresta Malang Kota diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, tertib, dan penuh rasa nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. [luc/suf]

  • Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Putu Kholis Jabat Kapolresta Malang

    Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Putu Kholis Jabat Kapolresta Malang

    Malang (beritajatim.com) – Rotasi dan mutasi besar dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap 1.086 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri. Dalam rotasi tersebut, eks Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Putu Kholis Aryana ditunjuk menjadi Kapolresta Malang Kota.

    Mutasi tersebut tertera dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP./2025 yang diteken Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Anwar tanggal 15 Desember 2025.

    Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menunjuk AKBP Putu Kholis Aryana sebagai Kapolres Malang dua hari setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu. Putu Kholis ketika itu masih menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Upaya Putu Kholis mengembalikan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca Tragedi Kanjuruhan pun patut diacungi jempol. Tiga hari pasca menjabat Kapolres Malang, Putu Kholis langsung mengejar perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam situasi abnormal ketika itu.

    Dalam upaya memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan baik, Putu Kholis mengambil langkah-langkah konkret untuk mendengar, menyerap aspirasi, dan merespons keluhan serta masukan dari warga dan seluruh komunitas pecinta bola di Malang Raya.

    Hasilnya, seluruh keluarga korban Tragedi Kanjuruhan ia rangkul. Mendengar keluhan mereka dan memberikan apa pun keinginan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan semampunya. Menemui para pengunjuk rasa terkait Tragedi Kanjuruhan secara langsung. Menggandeng banyak komunitas untuk berdiskusi mencari jalan terbaik penyelesaian kasus Tragedi Kanjuruhan secara arif dan bijaksana.

    Ditunjuk menjadi Kapolresta Malang Kota, AKBP Putu Kholis Aryana menggantikan posisi AKBP Nanang Haryono, yang diangkat menjadi Dirreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel). “Siap mas, mohon doa dan dukungannya ya,” kata Putu Kholis, Sabtu (20/12/2025).

    Karier Putu Kholis di kepolisian cukup moncer. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2004 itu mengawali kariernya sebagai Kapolsek Jiwan, Polres Ngawi, Polda Jawa Timur.

    Putu Kholis juga sempat bertugas di Polres Depok sebagai Kasat Narkoba sebelum akhirnya pada 17 Juli 2017 ia ditunjuk sebagai Kasat Reskrim di Polres yang sama, Depok.

    Di bidang reserse, Putu Kholis pernah menjabat sebagai Kanit III Subdit III Dit Tipidum Bareskrim Polri. Saat itu, ia pun dilibatkan untuk menangkap buronan kelas wahid, Tjoko Tjandra, hingga ke Negeri Jiran, Malaysia. (yog/kun)