“Prisai Trisula Nusantara”, Kekuatan Pertahanan dari Tiga Matra TNI
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono memaparkan konsep ”
Perisai Trisula Nusantara
“, yang menjadi strategi pertahanan Indonesia untuk menghadapi ancaman dalam dan luar negeri.
“Perisai Trisula Nusantara ini mengandung tiga pilar kekuatan utama, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara yang bekerja sama layaknya seperti Trisula,” ujar Tonny dalam acara “Sambung Rasa” bersama awak media di Mabes
TNI AU
, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/12/2024).
Tonny menjelaskan bahwa TNI AU akan menjalankan tiga kebijakan untuk mendukung kesuksesan Perisai Trisula Nusantara.
“Kebijakan pertama adalah modernisasi alutsista sesuai kebutuhan TNI saat ini. Kedua, terbentuknya struktur organisasi TNI yang efektif dan efisien.”
“Ketiga, peningkatan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan menghadapi perkembangan pengetahuan dan teknologi masa depan,” paparnya.
Menurut Tonny, kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun postur pertahanan yang tangguh untuk menghadapi ancaman.
Lebih lanjut, Tonny menekankan pentingnya integrasi dalam sistem pertahanan udara. Hal ini akan diwujudkan melalui pemasangan sensor di seluruh wilayah Indonesia yang didukung alutsista canggih guna merespons potensi pelanggaran wilayah udara.
“Dengan kebijakan Perisai Trisula Nusantara, diharapkan TNI AU dapat bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan modern yang siap menghadapi kompleksitas ancaman, dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan netralitas dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Harjono
-
/data/photo/2024/12/30/6772377b43e3c.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
“Prisai Trisula Nusantara”, Kekuatan Pertahanan dari Tiga Matra TNI
-

TNI AU Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Jamin Distribusi Cepat dari Dapur Sehat
Jakarta, Beritasatu.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). TNI AU memastikan pendistribusian makanan bergizi dari dapur sehat yang berlokasi di lapangan udara (Lanud) berjalan lancar tanpa hambatan.
“Dapurnya berada di Lanud yang dikelola oleh Angkatan Udara. Program ini dikoordinir oleh Badan Gizi Nasional (BGN), yang mengetahui lokasi-lokasi target. Namun, kecepatan distribusi menjadi prioritas kami,” ujar Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M Tonny Harjono di Markas Besar TNI AU, Jakarta Timur, Senin (30/12/2024).
Tonny menjelaskan TNI AU sebelumnya telah menguji coba program MBG dengan mendirikan dapur sehat di tujuh Lanud di Pulau Jawa yang berfungsi sebagai proyek percontohan (pilot project). Dapur ini dirancang untuk melayani masyarakat dalam radius 5 km dengan waktu distribusi maksimal 30 menit.
“Makan siang bergizi ini sudah kami coba di Halim dan Solo. Dapur yang kami bangun melayani radius 5 km, dan makanannya harus siap dalam 30 menit. Misalnya waktu istirahat pukul 12.00, maka makanan sudah siap tepat waktu,” jelasnya.
Tonny juga mengungkapkan setiap dapur dalam program MBG ini mampu menyediakan hingga 4.000 porsi makan siang setiap harinya. TNI AU memastikan seluruh operasional program mengikuti standar yang ditetapkan oleh BGN.
“Semua diverifikasi dan diatur sesuai standar. Peralatan dapur, prosedur, dan sebagainya kami sesuaikan dengan kebijakan dari BGN,” tambahnya.
Untuk menyukseskan program ini, TNI AU telah membentuk satuan tugas khusus yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal TNI AU (Irjenau) dan Asisten Potensi Dirgantara Kasau (Aspotdirga Kasau).
-

KSAU sebut TNI AU akan kedatangan jet tempur T-50 asal Korsel pada 2025
Saya sudah melihat sendiri ke KAI, Korea Airspace Industry, bagus sekali dan ini sudah kita gunakan juga pesawat ini, dan kita akan mendapatkan lagi mulai dari kedatangannya di tahun 2025-2026
Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan pihaknya akan kedatangan beberapa unit pesawat tempur T-50 buatan Korean Aerospace Industries (KAI) tahun 2025.
“Saya sudah melihat sendiri ke KAI, Korea Airspace Industry, bagus sekali dan ini sudah kita gunakan juga pesawat ini, dan kita akan mendapatkan lagi mulai dari kedatangannya di tahun 2025-2026,” kata Tonny saat membuka acara forum diskusi bertajuk “Sambung Rasa” dengan para pemimpin redaksi media massa di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.
Dalam sambutannya, Tonny tidak menjelaskan berapa unit pesawat yang akan datang pada masa waktu 2025-2026 nanti.
Tonny juga tidak menjelaskan secara rinci nilai kontrak pembelian pesawat tempur itu. Dia hanya menjelaskan pesawat tersebut dihadirkan untuk ditempatkan di beberapa skuadron demi memperkuat pertahanan udara Indonesia.
Lebih lanjut, tidak hanya pesawat tempur T-50, Tonny mengatakan TNI AU juga akan kedatangan beberapa unit pesawat dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.
Kementerian Pertahan tercatat telah membeli 42 unit jet tempur pabrikan Prancis itu setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.
Selain itu, TNI AU juga akan kedatangan pesawat tanpa awak Anka sebanyak 12 unit yang dibeli dari Turkish Aerospace tahun ini.
Dalam kontrak kerja sama yang telah diteken Kementerian Pertahanan tahun ini, dijelaskan enam pesawat akan dirakit di Indonesia sedangkan sisanya dikirim selama 32 bulan setelah kontrak berlaku.
Dengan adanya penambahan alat utama sistem senjata itu, Tonny berharap pertahanan udara Indonesia semakin kuat.
Telah membeli T-50
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah meneken kontrak pembelian pesawat T-50 pada 2021 lalu. Pesawat tersebut dibeli dengan nilai kontrak sebesar 240 juta dolar AS untuk digunakan sebagai pesawat latih para penerbang tempur TNI AU.
Jika berdasarkan kontrak yang disetujui antara Kemhan dan KAI kala itu, pengiriman pesawat dilakukan secara bertahap mulai 16 Desember 2021 hingga 30 Oktober 2024.
Pembelian tersebut bukanlah yang pertama dilakukan pemerintah Indonesia. Di tahun 2011 pemerintah juga telah membeli 16 unit pesawat tempur asal negeri ginseng itu dengan nilai kontrak sebesar 400 juta dolar AS.
Pewarta: Walda Marison
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2024 -

TNI AU perkuat pertahanan udara IKN dengan rudal baru
Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Muhamad Tonny Harjono mengatakan bahwa pihaknya akan memperkuat pertahanan udara IKN dengan menghadirkan rudal pertahanan udara baru.
“Kita akan mendapatkan rudal pertahanan udara sebanyak empat batalyon artileri,” kata Tonny dalam acara bertajuk “Sambung Rasa” bersama jajaran pemimpin redaksi di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.
Untuk diketahui, dalam satu baterai biasanya terdiri dari dua sampai enam pleton pasukan yang dipimpin oleh satu orang komandan. Baterai pertahanan udara itu yang nantinya akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk mendukung pengamanan wilayah udara IKN.
Tonny melanjutkan, rudal tersebut akan dilengkapi dengan teknologi deteksi radar dan daya tembak dengan jarak sedang.
Namun demikian, KSAU tidak menjelaskan dengan rinci terkait asal pabrikan rudal tersebut.
“Sistem yang akan diaktifkan dalam waktu dekat ini rudal jarak sedang dan mudah-mudahan akan datang bertahap di 2027,” kata Tonny.
Pembelian rudal pertahanan udara merupakan salah satu dari upaya TNI AU dalam memperkuat kawasan udara IKN.
Sebelumnya, TNI AU telah melakukan latihan besar Angkasa Yudha 2024 dengan simulasi pengamanan kawasan IKN. Dalam latihan tersebut, TNI AU mengerahkan seluruh alutsista dan kekuatan skuadron untuk melakukan beberapa simulasi perang.
Tidak hanya latihan simulasi perang secara fisik, TNI AU juga melakukan simulasi pertahanan siber dengan menggunakan beragam teknologi canggih.
Seluruh rangkaian latihan tersebut dilakukan guna memastikan kawasan IKN aman dari serangan udara kekuatan militer lain.
Pewarta: Walda Marison
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024 -
/data/photo/2024/12/25/676bf7bf4c609.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Melaju Terlalu ke Kanan, Xpander Tabrakan dengan Truk di Ponorogo Surabaya
Melaju Terlalu ke Kanan, Xpander Tabrakan dengan Truk di Ponorogo
Tim Redaksi
PONOROGO, KOMPAS.com
– Kecelakaan adu banteng antara
truk ekspedisi
dan mobil Mitsubishi Xpander terjadi di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, tepatnya di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Insiden ini berlangsung pada Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 10:45 WIB.
Penyidik pembantu laka lantas unit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo, Bripka Deny Irawan, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh sopir mobil Mitsubishi Xpander yang diduga mengantuk dan kehilangan kendali.
“Kejadiannya siang sekitar pukul 10:45 WIB. Sopir mobil Mitsubishi Xpander diduga mengantuk,” ujarnya melalui pesan singkat.
Dari keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa mobil Mitsubishi Xpander berpelat nomor AB 1026 SP yang dikemudikan oleh Joan Wahyu Baskara, warga Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Pacitan Kota, Kabupaten Pacitan, melaju dari arah Selatan menuju Utara.
Mobil tersebut mengambil bagian kanan jalan.
Sementara itu, truk ekspedisi berplat nomor L 9523 UQ yang dikemudikan oleh Andik Saputro (33), warga Kabupaten Ngawi, melaju dari arah berlawanan dan tidak dapat menghindari
mobil Xpander
yang melaju terlalu ke kanan.
“Karena Mitsubishi Xpander diduga mengantuk, mobil tersebut melaju ke kanan jalan dan menabrak bagian depan samping kanan truk, lalu terguling,” imbuh Deny.
Akibat kecelakaan ini, sopir Mitsubishi Xpander sempat terjepit di dalam mobil, sementara satu penumpang dan sopir truk ekspedisi mengalami luka-luka.
Evakuasi sopir mobil Xpander membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Ketiga korban yang mengalami luka-luka saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Harjono.
“Korban jiwa tidak ada, hanya luka. Sopir mobil Mitsubishi Xpander sempat terjepit. Penumpang Xpander yang terluka atas nama Yuliana Sis Indrasari, sedangkan tiga penumpang lainnya, yang masih anak-anak, selamat. Sopir truk ekspedisi juga hanya mengalami luka-luka, sementara kernetnya selamat,” pungkas Deny.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Kasus Pembacokan 2 Remaja Magetan, Polisi Amankan 8 Orang
Magetan (beritajatim.com) – Peristiwa dugaan pembacokan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di wilayah Pupus, Lembeyan, Kabupaten Magetan, terjadi pada Jumat (20/12/2024). Dalam kejadian tersebut, dua remaja berusia 15 tahun menjadi korban kekerasan. Kedua korban diketahui berinisial FA dan RA.
Diduga, penganiayaan itu berawal karena cekcok di media sosial.
Kapolsek Lembeyan, AKP Sunarto, mengatakan, dua korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Lembeyan, salah satunya sempat dirujuk di RSUD dr Harjono Ponorogo. “Benar, Mbak. Korbannya ada dua orang, keduanya masih remaja,” ujar Sunarto, Minggu, (22/12/2024).
Sunarto menambahkan, setelah menjalani perawatan, kedua korban kini sudah dipulangkan.”Korban atas nama FA hari itu juga sudah dibawa pulang setelah berobat di puskesmas. Sedangkan RA, yang sempat dirujuk ke RSU di Ponorogo, hari ini juga sudah dipulangkan,” jelas Sunarto.
Lebih lanjut, Sunarto memastikan pihaknya telah mengamankan delapan orang yang diduga sebagai pelaku. “Kami sudah amankan delapan orang pelaku. Kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Saat ini kasus dugaan penganiayaan itu masih ditangani oleh Satreskrim Polres Magetan. [fiq/but]

/data/photo/2024/12/30/6772377b43e3c.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)

