Tag: Hari Nugroho

  • Eks Pemain Timnas Pasok Tramadol dan Hexymer, Obat Terlarang Apa Itu?

    Eks Pemain Timnas Pasok Tramadol dan Hexymer, Obat Terlarang Apa Itu?

    Jakarta

    Eks pemain Timnas U-23 Syakir Sulaiman ditangkap polisi. Dia berurusan dengan hukum setelah menjadi pemasok obat terlarang jenis Tramadol dan Hexymer. Ada barang bukti berupa 1.700 butir Tramadol dan 1.000 butir Hexymer.

    Sebagai informasi, Syakir Sulaiman merupakan pemain Timnas U-23 pada 2013. Pemain gelandang serang ini pernah memperkuat Persiba Balikpapan, Sriwijaya FC, Bali United, dan Aceh United.

    Kepada detikINET, dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) menjelaskan bahwa Tramadol adalah obat analgesik atau nyeri kuat.

    “Kalo Hexymer sebenarnya merek, isi obatnya trihexyphenidyl. Dua obat ini adalah obat resep yang banyak disalahgunakan,” jabarnya melalui pesan singkat, Rabu (6/10/2024).

    Menurut laki-laki yang menempuh pendidikan di King’s College London ini, Tramadol masuk bagian analgesik opioid. Obat ini banyak disalahgunakan terutama di kawasan Afrika, sebagian Asia, selain Indonesia. Seperti heroin, Tramadol disalahgunakan untuk mencari efek euforia.

    Sementara trihexyphenidyl, dianggap para remaja punya efek halusinogen. Mirip-mirip kecubung dengan antikolinergik. Antikolinergik adalah zat yang menghalangi kerja neurotransmiter asetilkolin (ACh) pada sinapsis di sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

    “Nah, karena statusnya yang legal, keduanya lebih mudah di dapat, dibanding narkoba yang illegal.Cuma ya dapatnya tidak dengan cara yang benar. Tanpa resep dokter,” ungkapnya.

    Tapi sebenarnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai Lembaga yang mengurus pengawasan di bidang obat dan makanan telah memperkuat pengawasannya dengan menerbitkan Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Obat-Obat Tertentu yang Sering Disalahgunakan.

    Lebih lanjut, efek dan toleransi dosis tiap orang pada zat tertentu berbeda-beda, karena itu narkoba bahayanya sangat besar. Kalaupun tidak sampai langsung merenggut nyawa, kerusakan yang ditimbulkan ujung-ujungnya membuat jiwa terancam.

    Dikarenakan Tramadol itu analgesik opioid, efeknya menjadi mirip dengan orang yang kecanduan opioid. Paling ‘sederhana’ adalah terjadinya gejala putus zat atau withdrawal yang merupakan gejala adiksi. Nah, lama-lama toleransi dosisnya meningkat.

    “Kemudian seperti opioid lainnya bisa bikin depresi napas kalau dipake dalam jumlah banyak atau bersama dengan obat lain seperti golongan benzodiazepine,” jelasnya.

    “Bikin gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, bahkan serotonin syndrome yang membuat orang jadi agitatif, seperti kebingungan, dan kejang dll,” sambungnya.

    Sementara trihexyphenidyl atau THP yang digunakan jangka panjang (tanpa aturan) juga punya efek samping yang tidak sedikit. Contohnya membuat orang mengalami gangguan kognitif, memperparah gangguan jiwanya terutama orang yang sebelumnya mengalami gangguan psikotik, sampai menyebabkan gangguan jantung.

    “Terus bikin gangguan saluran cerna, jadi konstipasi terus menerus dan ini bisa memicu gangguan lain seperti ileus. Terus yang sering terjadi juga retensi urine, orang jadi mengalami gangguan saluran kemih,” serunya.

    Tak ketinggalan, sama dengan adiksi narkoba lain, gangguan mental dan perilaku juga jadi menonjol. Paling umum adalah mood yang terganggu sehingga gampang marah, misalnya.

    (ask/ask)

  • DKI kemarin, ada pesan Dewan Pers hingga normalisasi Kali Ciliwung

    DKI kemarin, ada pesan Dewan Pers hingga normalisasi Kali Ciliwung

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa di DKI Jakarta yang terjadi pada Kamis (31/10) masih layak untuk disimak kembali antara lain Dewan Pers minta penyelenggara pemilu tak persulit media yang bertugas.

    Selain itu DKI normalisasi Kali Ciliwung yang melintasi Pengadegan dan Rawajati.

    Berikut rangkumannya:

    Dewan Pers minta penyelenggara pemilu tak persulit media yang bertugas

    Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu meminta penyelenggara pemilu tak mempersulit wartawan yang sedang bertugas termasuk dalam mendapatkan informasi terkait penyelenggaraan Pilkada 2024.

    “Media ini kan kerjanya untuk menjalankan hak konstitusional. Masyarakat itu ingin tahu penyelenggaraan pemilu itu seperti apa. Mereka butuh itu, informasi tentang tahapan dan lain-lain. Dan media membantu untuk itu. Oleh karenanya, buka aksesnya ketika mereka bertanya. Jangan dipersulit,” ujar dia di Jakarta, Kamis.

    Baca selengkapnya di sini.

    Disnakertransgi DKI nantikan keputusan MK soal UMP 2025

    Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi UU Cipta Kerja sebelum menetapkan besaran upah minimum provinsi (UMP) 2025.

    “Kami lagi menunggu putusan MK kaitan dengan UU Cipta Kerja. Nanti kalau sudah inkrah, di Kementerian akan menyusun aturan main, mekanisme, apakah tetap pakai PP Nomor 51 dengan diskusi atau pakai PP yang baru,” kata Kepala Disnakertransgi Hari Nugroho di Kepulauan Seribu, Kamis.

    Baca selengkapnya di sini.

    Teguh Setyabudi uji coba makan bergizi gratis di Kepulauan Seribu

    Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Teguh Setyabudi menghadiri uji coba makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 69, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

    “Sambutan yang positif dan Inshaa Allah kita akan lakukan juga penyempurnaan dari berbagai evaluasi yang sudah kita lakukan, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat,” kata Teguh saat dijumpai di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Kamis.

    Baca selengkapnya di sini.

    Arsip foto – Pekerja menggunakan ekskavator mengeruk lumpur endapan Kali Ciliwung di Bidara Cina, Jakarta, Jumat (13/9/2024). ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/tom.

    DKI normalisasi Kali Ciliwung yang lintasi Pengadegan dan Rawajati

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pekerjaan normalisasi Kali Ciliwung yang melintasi Kelurahan Pengadegan dan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, untuk mereduksi luapan air yang menjadi penyebab banjir.

    “Sementara tujuan dari normalisasi tersebut yaitu tersedianya infrastruktur pengendalian banjir berupa pembangunan tanggul Kali Ciliwung sesuai dengan perhitungan rencana tampung saat terjadi debit air maksimal,” kata Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

    Baca selengkapnya di sini.

    Jaksel kejar 65 kelurahan tidak ada lagi warganya yang BAB sembarangan

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengejar sebanyak 65 kelurahan tidak ada lagi warganya yang buang air besar (BAB) sembarangan atau open defecation free (ODF) pada 2024 untuk mewujudkan sanitasi lingkungan yang bersih.

    “Jakarta Selatan saat ini baru 10 kelurahan atau 15,38 persen dari 65 kelurahan di Jakarta Selatan yang mencapai ODF,” kata Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin dalam acara pembinaan Kota Sehat Tahun 2024 di Jakarta, Kamis.

    Baca selengkapnya di sini.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • DKI bangun SPKLU untuk mewujudkan energi berkelanjutan

    DKI bangun SPKLU untuk mewujudkan energi berkelanjutan

    Jakarta (ANTARA) – Dinas Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta akan membangun dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan menerapkan konservasi energi di bangunan gedung untuk mewujudkan energi berkelanjutan.

    “Tahun ini, kita bangun dua SPKLU, yakni di Balai Kota Jakarta dan di Jalan H Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur,” kata Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta Hari Nugroho.
    ​​​​​​​
    Hal disampaikan Hari saat sosialisasi Energi Jakarta dalam rangka Peringatan Hari Listrik Nasional Ke-79 di Equestrian Ball Room, Jakarta International Equestrian Park, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu.

    Pembangunan dua SPKLU itu, kata dia, dalam rangka pengelolaan energi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menggunakan mobil listrik.

    “Untuk tahun depan kita bakal membangun kembali lima SPKLU disesuaikan kebutuhan pemerintah tentu dengan berkolaborasi beberapa pihak, salah satunya PLN,” ujarnya.

    Baca juga: Jakpus perbanyak PLTS atap untuk sukseskan program konservasi energi

    Hari berharap dengan ada penambahan SPKLU yang sudah tersedia di wilayah Balai Kota, otomatis akan mempermudah pemilik kendaraan mobil atau motor listrik dapat melakukan “charge” atau mengisi daya listrik di lokasi.

    Pada kesempatan itu, Disnakertransgi DKI menyosialisasikan Energi Jakarta tentang Perda Nomor 5 Tahun 2023 Rencana Umum Energi Daerah (RUED).

    Ada beberapa hal yang disampaikan berkaitan dengan sosialisasi perda yang juga ada beberapa tahapan. Yaitu tentang sosialisasi RUED dengan memaparkan target dan strategi pengelolaan energi Jakarta hingga 2050.

    Dalam konservasi energi, Disnakertransgi memberikan penghargaan bagi gedung yang telah berhasil menjalankan praktik terbaik dalam pengelolaan energi.

    “Pemprov DKI memberikan apresiasi kepada gedung-gedung swasta yang telah menunjukkan komitmen dalam manajemen energi yang aman, andal, efisien dan berkelanjutan,” kata Hari.

    Baca juga: DKI edukasi hemat energi kepada pengelola gedung pemerintah

    Dia berharap langkah itu dapat memotivasi lebih banyak pelaku usaha untuk ikut berkontribusi
    pada masa depan energi yang lebih baik bagi Jakarta.

    Hari menekankan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun Jakarta sebagai kota yang tidak hanya kompetitif di tingkat global, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

    “Dalam mewujudkan apa yang telah kita rencanakan tentu tetap akan berkoordinasi dengan PLN sebagai pemasok listriknya. Lalu buat kajian dengan “Non Goverment Organisation” (NGO) atau organisasi non pemerintah.

    Selain itu berkolaborasi dengan pihak yang akan membangun. “Begitu kita lakukan pembangunan tidak akan ada kendala,” ujarnya.

    Pewarta: Syaiful Hakim
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Surabaya Jadi Tempat Perayaan Hari Juang Polri Pertama Kali

    Surabaya Jadi Tempat Perayaan Hari Juang Polri Pertama Kali

    Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya menjadi tempat pelaksanaan Perayaan Hari Juang Polri pertama kalinya, Rabu (21/8/2024).

    Hari Juang Polri ditetapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 22 Januari 2024 lalu lewat Keputusan Kapolri Nomor 95/I/2024 tentang Hari Juang Polri serta Keputusan Kapolri nomor : KEP/1325/VII/2024 tanggal 12 Agustus 2024 tentang tata cara upacara Hari Juang Polri.

    “Proklamasi Polisi. Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945. Dengan ini menyatakan Polisi Republik Indonesia, Surabaya, 21 Agustus 1946 atas nama seluruh warga polisi, Moehamad Jasin, Inspektur Polisi kelas 1,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit saat membacakan teks Proklamasi Polri.

    Alasan ditetapkannya tanggal 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri dan memilih Surabaya sebagai tempat pelaksanaan pertama bukan tanpa alasan. Menurut Kepala Pusat Sejarah Polri, Brigjen Pol Hari Nugroho menjelaskan bahwa pada saat tanggal 21 Agustus 1945, M. Jasin sebagai komandan Polisi Istimewa Surabaya memutuskan agar kedudukan polisi dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Keputusan itu diambil setelah M. Jasin rapat bersama para anggotanya merespon menteri Negeri Otto Iskandar Dinata yang menetapkan status polisi agar segera dimasukan ke negara pasca proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

    “Dibawah kibaran bendera merah putih, 250 orang anggota kepolisian Istimewa berkumpul di halaman markas Polisi Istimewa Surabaya membacakan teks proklamasi polisi,” kata Brigjen Pol Hari Nugroho.

    Peristiwa pembacaan teks proklamasi Polri itulah yang menjadi tonggak sejarah bersatunya polisi di seluruh Indonesia dengan nama Polisi Republik Indonesia.

    Usai upacara Hari Juang Polri, acara dilanjutkan dengan tari kolosal yang ditampilkan oleh penari-penari asal Surabaya. Lalu, drama kolosal penyobekan bendera belanda serta pengibaran bendera merah putih yang saat itu dilakukan oleh Rakyat Surabaya. Suasana makin magis ketika lagu berkibarlah bendera negeriku menggema di seluruh penjuru jalan di depan Monumen Polisi Istimewa Jalan Darmo. [ang/suf]

  • Afah Iya Kunyah Pinang dan Pala Bisa Bikin Halusinasi?

    Afah Iya Kunyah Pinang dan Pala Bisa Bikin Halusinasi?

    Jakarta

    Indonesia kaya dengan keanekaragaman hayati. Segala jenis tanaman ada di sini, termasuk pala dan pinang yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat. Eh, tapi, dengar-dengar, kunyah pinang dan pala bisa bikin halusinasi? Afah iya?

    “Tentu butuh dosis yang sangat besar, ya,” kata dr Hari Nugroho, M.Sc dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience dalam live ‘Eureka!: Kecubung Bikin Linglung’, Senin (22/7).

    “Nggak cuma pinang ya, pala itu juga tanaman yang punya efek psikoaktif. Tiap jenis tadi punya dosis yang berbeda-beda,” lanjutnya.

    Pada prinsipnya, memang ada sejumlah tanaman-tanaman tersebut dalam dosis yang besar punya akibat yang tidak menyenangkan. Tapi, selama belum lewat batas aman, efek buruknya tidak akan dirasakan.

    “Misalnya ibu-ibu yang suka nyirih, yang ada pinangnya, kan tidak kemudian mengalami halusinasi yang parah karena memang hanya sekadarnya. Mungkin ada efek stimulannya sedikit,” ujarnya.

    Kita pun sebenarnya terbiasa menggunakan tanaman-tanaman yang punya efek psikoaktif seperti teh, cokelat, kopi, dan sebagainya. Akan tetapi, kecenderungannya tanaman-tanaman tersebut dikonsumsi pada dosis yang aman.

    “Tapi sejauh ini sih saya belum pernah menemukan orang yang makan pinang yang berlebihan, sampai timbul halusinasi. Tapi kalau pala, ada. Ada yang mabuk dengan pala? Ada,” akunya.

    Diketahui bahwa biji pala mengandung senyawa organik yang disebut myristicin. Senyawa ini apabila dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan pusing hingga paranoid. Selama menggunakan pala untuk memasak, pastikan dalam jumlah kecil saja untuk mengurangi risikonya.

    (ask/afr)

  • Magic Mushroom, Kenapa Efek Telernya Beda-beda Tiap Orang

    Magic Mushroom, Kenapa Efek Telernya Beda-beda Tiap Orang

    Jakarta

    Ada beberapa orang yang sengaja ingin teler dengan menggunakan magic mushroom. Efeknya ternyata bisa berbeda-beda di tiap orang, tapi semua ada risiko bahayanya.

    Dalam beberapa kasus, ada pengguna yang menangis histeris, menceburkan diri ke pantai, bahkan mengaku-ngaku jadi Valentino Rossi. Sebenarnya, apa yang membuat efek magic mushroom berbeda-beda pada setiap orang? Jawabannya langsung dijelaskan oleh dr Hari Nugroho, M.Sc dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience dalam live ‘Eureka!: Kecubung Bikin Linglung’, Senin (22/7).

    Menurut dr Hari, psilocybin akan mempengaruhi neurotransmitter di dalam otak ketika seseorang mengonsumsinya, khususnya di bagian serotonin. Dampaknya juga terasa pada Gamma-aminobutyric acid (GABA) dan dopamin secara tidak langsung.

    “Kemudian, serotonin receptor, namanya 5HT2A, itu akan dipengaruhi oleh psilocybin. Itulah yang kemudian akan membuat seseorang mengalami halusinasi. Semua orang pengalamannya akan berbeda-beda,” terang pria yang mengambil gelar Master of Science di King’s College London itu.

    Adapun yang membuat pengalaman tiap orang berbeda adalah belief system hingga pengalaman traumatis. Kedua poin ini mempengaruhi bagaimana orang bereaksi ketika mengonsumsi magic mushroom.

    “Makanya ada istilah good trip dan bad trip ketika seseorang mengalami psikedelik, contohnya magic mushroom,” ujarnya.

    “Jadi mereka nggak bisa kontrol persepsi atau halusinasi yang muncul karena tergantung di mana reseptor serotonin kemudian dipengaruhi psilocybin, yang lebih aktif yang mana. Itu yang membuat seseorang mengalami experience yang berbeda-beda. Ada experience yang keluar dari tubuhnya, mungkin melihat hal-hal yang menakutkan, dan sebagainya,” sambungnya.

    Dalam terapi psikedelik di era modern, riset penggunaan psikedelik untuk kesehatan jiwa seperti depresi, PTSD dan adiksi pun bukan lagi hal asing. Mekanisme kerjanya biasa dilakukan untuk mengubah pandangan/mindset maupun belief system seseorang, menanamkan sugesti positif, hingga mempengaruhi aktivitas neurotransmitter di otak.

    Jadi, itulah penjelasan mengapa efek magic mushroom berbeda-beda pada setiap orang. Baiknya, jauhi diri dari mengonsumsi zat-zat yang mengandung halusinogen karena dampak negatifnya. Jangan ikut-ikutan ya!

    (ask/fay)

  • Kecubung Bikin Linglung, Mengenal Tanaman yang Bisa Bikin Halusinasi

    Kecubung Bikin Linglung, Mengenal Tanaman yang Bisa Bikin Halusinasi

    Jakarta

    Narasi tentang bahaya kecubung ramai dibahas seiring viralnya kasus 44 orang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengalami mabuk berat, bahkan dua orang di antaranya meninggal dunia. Kecubung memang salah satu tanaman yang memiliki efek psikoaktif.

    Efek kecubung dalam dosis besar umumnya menimbulkan halusinasi. Pemakainya bahkan bisa sampai mengalami halusinasi berat yang bisa membahayakan dirinya maupun orang sekitar.

    Konsumsi kecubung secara tidak wajar juga berdampak pada jantung dan paru, di antaranya membuat seseorang mengalami gangguan jantung dan menekan fungsi paru sehingga kesulitan bernapas.

    Karena bahayanya ini, kecubung disebut berbahaya seperti narkoba jenis kokain, sabu, hingga heroin. Selain kecubung, di dunia ini ada banyak tanaman lain yang memiliki zat halusinogen atau psikedelik seperti ganja, jarak, magic mushroom, opium, dan masih banyak lagi.

    Nah, kita mau bahas tentang kecubung dan tanaman lain yang mengandung zat halusinogen, serta berbagai efek negatif dan positifnya di Eureka! edisi bulan Juli dengan narasumber istimewa dr. Hari Nugroho, M.Sc dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience.

    Dia akan menjelaskan apa itu zat halusinogen pada tanaman dan efek psikoaktif yang ditimbulkannya, kandungan apa saja yang ada pada tanaman-tanaman semacam itu, dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menolong orang yang mengalami kecanduan dari zat ini.

    Catat nih, ‘Eureka! Kecubung Bikin Linglung’, Senin, 22 Juli 2024 jam 19.00 WIB. bersama host Aisyah Kamaliah dari redaksi detikINET dan dr. Hari Nugroho, M.Sc. Jangan sampai ketinggalan!

    Punya pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar ya.

    (rns/rns)

  • Film Yang (Tak Pernah) Hilang, Kisahkan Korban Penculikan Aktivis 1998

    Film Yang (Tak Pernah) Hilang, Kisahkan Korban Penculikan Aktivis 1998

    Surabaya (beritajatim.com) – Film dokumenter ‘Yang (Tak Pernah) Hilang’ resmi diluncurkan di Kampus Untag Surabaya. Film ini mengisahkan perjuangan hingga penculikan dua orang aktivis pada masa orde baru.

    Film dokumenter ini secara substantif menceritakan perjuangan, pengorbanan hingga penculikan dua aktivis mahasiswa asal Universitas Airlangga Surabaya, yakni Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah.

    Produser film Dandik Katjasungkana mengatakan bahwa film Yang (Tak Pernah) Hilang ini sebenarnya telah digagas sejak 2019 silam. Hanya saja, produksinya terkendala oleh pandemi Covid-19 dan biaya produksi.

    “Film ini membutuhkan biaya besar, terutama untuk perjalanan dan wawancara narasumber di 5 kota, yakni Surabaya, Malang, Jakarta, Jogjakarta dan Pangkal Pinang, Pulau Bangka, tempat lahir Herman,” kata Dandik, Rabu (6/3/2024).

    Belum selesai dengan kendala tersebut, persoalan lain pun muncul dan membuat seluruh crew film mengalami kesedihan mendalam. Pada tahun 2020, sang penggagas film, Hari Nugroho, meninggal dunia.

    Di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi itu, tepatnya pada tahun 2022, Dandik bertemu dengan Muni Moon dan Anton Subandrio yang berprofesi sebagai video maker. Dari situlah, produksi film menemui titik terang.

    “Dalam pembiayaan, sejak awal kami mengupayakan kemandirian. Kami patungan, memproduksi kaos #KawanHermanBimo sebagai fundraising dan menerima sumbangan dari pihak yang peduli pada advokasi kasus penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi 1998,” ungkap Dandik.

    Dalam alurnya, Film Yang (Tak Pernah) Hilang sendiri tidak hanya berkisah tentang kasus penculikan Herman dan Bima. Film ini juga merekonstruksi kisah hidup mereka sejak kecil di mata keluarga, orang tua, kerabat, kawan sekolah dan masa kuliah, kawan sesama aktivis, dosen, hingga aktivis partai politik.

    Anton mengungkapkan, ada sebanyak 35 narasumber yang harus diwawancarai untuk mendapatkan informasi lengkap agar film yang dihasilkan dapat memotret biografi Herman dan Bima sejak anak-anak hingga dewasa.

    “Kami mau bercerita bagaimana karakter mereka terbentuk hingga mempunyai gagasan yang begitu kuat, teguh keyakinannya dan berjuang sampai menjadi martir demokrasi,” ungkap Anton.

    Di sisi lain, Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Dia Puspitasari menilai bahwa hilangnya Herman dan Bima menjadi sebuah tragedi kemanusiaan. Baginya, film Yang (Tak Pernah) Hilang ini menjadi referensi penting.

    Menurutnya, film ini harus dilihat dalam konteks bagaimana seharusnya peradaban dibangun dengan sebuah tanggung jawab, kejujuran dan keterbukaan. Generasi milenial dan Z bisa belajar tentang sejarah kemanusiaan lewat film ini.

    “Supaya mereka bisa menjadi bagian dari gerakan melawan impunitas dan mencegah terulangnya kejahatan terhadap kemanusiaan terjadi di negeri ini,” tuturnya.

    Sedangkan Rektor Untag Surabaya Prof Mulyanto Nugroho menyatakan, sebagai Kampus Merah Putih, sudah selayaknya Untag melahirkan generasi penerus bangsa yang patriotik dan peduli nilai-nilai kemanusiaan.

    “Harapannya, mahasiswa Untag Surabaya terus menjadi pelopor agent of change dalam konteks penegakan HAM dan kemanusiaan,” tandas Prof Nugroho.

    Diluncurkannya film ini diharapkan menjadi pemantik, khususnya bagi generasi muda agar memiliki referensi historis tentang otoritarianisme orde baru. Selain itu, sebagai upaya advokasi agar pemerintah segera menyelesaikan seadil-adilnya kasus penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi pada 1998 tersebut. [ipl]