Tag: Hanung Bramantyo

  • Deva Mahenra Mengaku Takut “Dirujak” Penonton setelah Terima Tawaran Main Film Tentang Perselingkuhan

    Deva Mahenra Mengaku Takut “Dirujak” Penonton setelah Terima Tawaran Main Film Tentang Perselingkuhan

    Jakarta, Beritasatu.com – Aktor muda Deva Mahenra mengaku agar khawatir menerima tawaran bermain dalam film La Tahzan. Pasalnya, film ini adalah film keduanya yang akan bercerita tentang cinta segitiga dan perselingkuhan setelah sebelumnya dirinya sukses memerankan tokoh Aris di film Ipar adalah Maut.

    Kekhawatirannya memerankan tokoh yang kontroversial itu diungkapkan pria kelahiran Makassar, 19 April 1990, saat hadir dalam syukuran produksi film La Tahzan di Jakarta, Jumat (17/1/2025).

    “Jujur saya pas ketemu Pak Manoj ditawari untuk kembali memainkan peran (perselingkuhan), yang akan dirujak dan digeprek sama seluruh penonton Indonesia. Saya sangat terkejut dan sangat khawatir yah,” ungkap Deva.  

    Ditambahkan Deva Mahendra, sebelum menerima tawaran bermain dalam film ini, ia mengaku sempat menolak Ketika diminta memerankan tokoh Utama di film garapan Hanung Bramantyo itu.

    “Awalnya gue ditawari, gue sempat ngomong ke beliau (Manoj Punjabi) ‘are u sure pak?’ dan  beliau bilang iya serius,” ucapnya.

    Namun, Deva Mahendra mengaku enggan awalnya untuk bermain di film ini. Hal ini karena karena peran di film Ipar adalah Maut masih banyak penonton Indonesia yang kesal.

    “Ini mau ditambah lagi main dengan film  perselingkuhan. Gue sempat takut ada dendam pribadi entah ke gue langsung lewat karakternya,” ucapnya.

    “Namun, Ketika saya pikir lagi ini buat challenge, karena artinya peran gue bagus dan ini bisa jadi ruang buat gue untuk membuktikan bahwa gue bisa,” tambahnya.

    Deva mengaku tak takut apabila nantinya banyak dimusuhi seperti aktor Fedi Nuril yang kini dicap sebagai pria yang mendukung poligami berkat aktingnya di beberapa film bertema poligami.

    “Kalau si abang (Fedi Nuril) kan perannya yang sah-sah meskipun mendua, ini gue yang enggak halal. Gue malah takutnya jadi berimbas ke diri gue, tetapi balik lagi gue percaya kalau memang banyak yang nyinyir, artinya gue sukses memerankan karakter itu dan gue yakin orang juga paham bahwa itu hanya akting. Jadi life must go on,” tandasnya.

    Dalam film ini, Deva Mahendra akan bermain artis Marshanda, Ariel Tatum , Rachel Mikhayla, Asri Welas, Benidictus Siregar, Patricia Gouw, Reza Nangin, Ayu Dyah Pasha, Elma Theana dan beberapa artis berbakat lainnya.

  • Cerita Refal Hady dan Nadya Arina Reuni di Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

    Cerita Refal Hady dan Nadya Arina Reuni di Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

    JAKARTA – Refal Hady dan Nadya Arina dipasangkan dalam film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Film arahan Hanung Bramantyo ini mengupas kompleksitas seorang pria yang mencari cinta sejatinya.

    Refal dan Nadya sebelumnya pernah dipasangkan untuk film romansa. Kali ini, mereka kembali dilibatkan dalam film romansa dengan pengerjaan yang berbeda.

    “Dua-duanya aku sudah pernah baik sama Nadya (Arina) atau Carissa Perusset. Untuk di film ini, Nadya sendiri paling lama relationship sama aku pastinya treatmentnya beda,” kata Refal Hady kepada VOI pada Jumat, 17 Januari.

    “Banyak ikatan yang gak bisa dihindari sebagai karakter Daku, sedangkan sama karakter Carissa lebih happy, bubbly lebih banyak hal yang falling in love jadi sangat kontras sama Nadya yang serius,” jelasnya.

    Film yang diadaptasi dari novel karya Puthut EA ini juga tidak berpaku terus menerus terhadap novelnya, sebab Hanung membebaskan para pemain untuk menampilkan karakter mereka.

    “Biasanya dari novel kalau alih wahana secara treatment berbeda tapi secara garis besar beda tapi mas Hanung sangat membebaskan kita untuk mengembangkan sesuai skrip. Terus Puthut sangat open dan untungnya ketemu cast yang menyenangkan,” tambah Nadya.

    Menurut Nadya, film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu menghadirkan sudut pandang pria sebagai fokus utama dan jarang ditampilkan dalam film romansa. Ia yakin ceritanya sangat relevan bagi mereka yang pernah mencintai dan dicintai.

    “Menarik dari film ini gak banyak film romansa yang ngambil point of view-nya laki-laki dan di sini dari karakter Daku. Terlihat brengsek tapi ada ceritanya mengapa dia ambil keputusan itu. Ini film cowok banget yang melihat pengertian tapi kalau dari cewek bisa melihatnya ‘Oh kenapa cowok gue begitu’ dengan latar belakangnya. Pasti banyak yang relate terutama buat yang pacaran lama tapi gak dikasih kejelasan. Sesuatu yang sangat manusia sekali,” kata Nadya Arina.

    Cinta Tak Pernah Tepat Waktu menceritakan Daku (Refal Hady), seorang penulis yang mengalami dilemma dalam percintaan. Nadya (Nadya Arina), kekasihnya memilih menikahi pria lain, sehingga Daku mulai mencari pasangan baru termasuk pilihan sang ibu.

    Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu akan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Februari 2025.

  • 5 Rekomendasi Film Indonesia Era 2000-an yang Bikin Baper

    5 Rekomendasi Film Indonesia Era 2000-an yang Bikin Baper

    Liputan6.com, Yogyakarta – Masih ingat dengan perasaan haru saat menonton film Indonesia era 2000-an? Film-film ini berhasil mengukir kenangan manis di hati para penonton. Film-film Indonesia ini bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ikon pada masanya.

    Dengan cerita yang menarik dan pemain yang berbakat, film-film ini telah menginspirasi banyak orang dan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di industri perfilman Indonesia. Mengutip dari berbagai sumber, film-film ini akan membawa Anda kembali ke masa lalu, mengenang momen-momen indah, dan merasakan kembali emosi yang pernah Anda rasakan:

    1. Radit Dan Jani

    Radit dan Jani adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Film berdurasi 1 jam 50 menit ini disutradarai oleh Upi Avianto dan dibintangi oleh Vino G Bastian sebagai Radit serta Fahrani sebagai Jani. Film ini mengisahkan perjalanan cinta yang penuh konflik antara sepasang kekasih, Radit dan Jani, yang harus menjalani kehidupan keras dan penuh tantangan di tengah gaya hidup bebas mereka.

    2. Ada Apa Dengan Cinta?

    Ada Apa dengan Cinta merupakan film drama romantis Indonesia yang dirilis pada tahun 2002. Film ikonik berdurasi 1 jam 52 menit ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Cinta serta Nicholas Saputra sebagai Rangga. Film ini mengisahkan perjalanan cinta dua remaja dengan latar belakang yang berbeda.

    3. Garuda di Dadaku

    Garuda di Dadaku adalah film drama olahraga Indonesia yang dirilis pada tahun 2009 dengan durasi 1 jam 36 menit. Disutradarai oleh Ifa Isfansyah, film ini mengisahkan tentang Bayu (diperankan oleh Emir Mahira), seorang anak berusia 12 tahun yang memiliki cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional dan ingin bergabung dengan tim nasional Indonesia.

    4. Ayat-Ayat Cinta

    Ayat-ayat Cinta merupakan film drama religi romantis Indonesia yang dirilis pada tahun 2008 dengan durasi 2 jam 1 menit. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy. Film ini mengisahkan kehidupan dan perjalanan cinta seorang mahasiswa Indonesia bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq (diperankan oleh Fedi Nuril) yang sedang menempuh studi di Al-Azhar, Kairo, Mesir.

    5. Janji Joni

    Janji Joni adalah film drama komedi Indonesia yang dirilis pada tahun 2005 dengan durasi 1 jam 25 menit. Film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini dibintangi oleh Nicholas Saputra sebagai Joni dan Mariana Renata sebagai Angelique. Film ini berkisah tentang petualangan seorang pemuda bernama Joni yang bekerja sebagai pengantar rol film di bioskop. Tugasnya adalah mengantar rol film dari satu bioskop ke bioskop lainnya agar penonton dapat menyaksikan film tanpa terputus.

     

    Penulis: Ade Yofi Faidzun

  • Kaleidoskop 2024: Daftar 10 Film Indonesia Terlaris Tahun Ini

    Kaleidoskop 2024: Daftar 10 Film Indonesia Terlaris Tahun Ini

    4. Ipar Adalah Maut (4.776.565)

    Ipar Adalah Maut merupakan film produksi MD Pictures. Film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini diangkat dari kisah viral berjudul sama karya Elizasifaa.

    Film Ipar Adalah Maut dirilis pada 13 Juni 2024. Film ini dibintangi oleh Michelle Ziudith, Deva Mahenra dan Davina Karamoy.

    5. Badarwuhi di Desa Penari (4.015.120)

    Satu lagi film produksi MD Pictures yang berhasil masuk ke dalam daftar film Indonesia terlaris di 2024. Adalah film Badarawuhi di Desa Penari yang dirilis pada 11 April 2024.

    Film yang disutradarai oleh Kimo Stamboel ini didasarkan pada cerita viral berjudul KKN di Desa Penari karya SimpleMan. Namun, film ini bukanlah sekuel dari film KKN di Desa Penari, melainkan spin-off.

    6. Siksa Kubur (4.000.826)

    Siksa Kubur merupakan film garapan Joko Anwar yang diproduksi oleh Come and See Pictures dan Rapi Films. Film ini tayang perdana pada 11 April 2024.

    Film ini sebenarnya didasarkan pada film pendek berjudul sama karya Joko Anwar. Film ini dibintangi oleh Faradina Mufti, Reza Rahadian, Widuri Puteri, Mizakki Ramdhan, dan masih banyak lagi.

    7. Bila Esok Ibu Tiada (3.847.879, masih tayang)

    Rudi Soedjarwo baru saja merilis film terbaru berjudul Bila Esok Ibu Tiada pada 14 November 2024. Film ini hingga kini masih tayang di bioskop, sehingga diperkirakan jumlah penonton masih akan terus bertambah.

    Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Nagiga Nur Ayati. Adapun deretan pemainnya adalah Christine Hakim, Fedi Nuril, Adinia Wirasti, Amanda Manopo, Yasmin Napper, Slamet Rahardjo, Baim Wong, Hana Saraswati, Nunu Datau, dan Immanuel Caesar Hito.

     

  • 7 Film Indonesia yang Tayang di IFFR 2025 di Belanda

    7 Film Indonesia yang Tayang di IFFR 2025 di Belanda

    3. Gowok-Javanese Kamasutra (Gowok-Kamasutra Jawa)

    Gowok-Javanese Kamasutra merupakan film garapan Hanung Bramantyo. Film ini terpilih untuk berkompetisi di kategori Big Screen Competition IFFR ke-54.

    Film yang mengambil era 1955-1965 ini berfokus pada seorang perempuan yang berprofesi sebagai dukun seks bagi calon pengantin pria yang hendak menikah. Ia mengajarkan tentang cara memuaskan istri di ranjang. Ajaran tersebut ia lakukan dengan berpegang pada kitab-kitab kuno warisan leluhur, seperti Centhini, Nitimani, dan Wulangreh.

    Dalam kompetisi Big Screen Competition di IFFR ke-54, film ini akan bersaing dengan 13 film lain dari mancanegara. Kategori ini memberikan penghargaan kepada film-film yang berani mengeksplorasi estetika, tetapi tetap menonjolkan unsur entertainment.

    4. Perang Kota (This City is a Battlefield)

    Film action-history terbaru berjudul Perang Kota disutradarai oleh Mouly Surya. Film ini diangkat dari novel sastra klasik berjudul Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis.

    Film ini berlatar perjuangan kemerdekaan Indonesia pada 1946. Mengisahkan seorang pahlawan sekaligus guru bernama Guru Isa yang memiliki masalah disfungsi ereksi.

    Permasalahannya muncul karena ia mengalami ketakutkan saat pendudukan Jepang di Indonesia dan perang kemerdekaan terjadi. Demi membangkitkan kembali keberaniannya, Isa yang tak suka kekerasan pun bergabung dengan sahabatnya, Hazil.

    Dalam IFFR ke-54, film Perang Kota menjadi film penutup. Adapun film ini juga bakal tayang di bioskop Tanah Air pada 2025.

    5. Sehidup Semati (Till Death Do Us Apart)

    Film Sehidup Semati karya Upi masuk ke dalam official selection IFFR 2025. Upi kembali ke IFFR dengan horor psikologis yang mengerikan.

    Setelah pernikahannya dengan Edwin berubah menjadi kekerasan, kejadian aneh di apartemen Renata mendorongnya untuk mempertanyakan kesetiaan masa lalu suaminya, keyakinan agamanya yang telah lama dipegangnya, serta kewarasannya sendiri. Sutradara Indonesia Upi kembali ke IFFR dengan horor psikologis yang mengerikan.

    6. Shaping the Future

    Shaping the Future adalah film karya Putu Kusuma Wijaya. Film ini masuk kategori Harbour di IFFR 2025 bersama beberapa film lainnya.

    7. Bachtiar

    Bachtiar adalah film dokumenter karya Hafiz Rancajale. Film ini masuk kategori Cinema Regained di IFFR 2025. Film ini bercerita tentang filmmaker legendaris Bachtiar Siagian.

     

    Penulis: Resla

  • Adaptasi Novel Karya Puthut EA, Film ‘Cinta Tak Pernah Tepat Waktu’ Siap Tayang 13 Februari 2025

    Adaptasi Novel Karya Puthut EA, Film ‘Cinta Tak Pernah Tepat Waktu’ Siap Tayang 13 Februari 2025

    Liputan6.com, Yogyakarta – Hanung Bramantyo kembali membuat karya film terbaru berjudul Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 13 Februari 2025.

    Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu diadaptasi dari buku novel berjudul sama karya Puthut EA. Film ini diproduksi oleh Dapur Films, bekerja sama dengan K Studio dan Seven Skies Motion.

    Jelang penayangannya, trailer resmi film ini dirilis. Film ini berkisah tentang seorang penulis yang kehidupannya selalu berkutat dengan tuntutan waktu.

    “Aku seorang penulis yang biasa hidup dalam tuntutan waktu. Tapi, aku paling tidak bisa kalau cintaku pun tertuntut juga oleh waktu,” kata si pemeran utama, Daku, dalam trailer yang dirilis.

    Daku adalah sosok pencari cinta sejati. Sebagai seorang penulis novel, Daku memiliki sikap idealisme yang tinggi.

    Hal tersebut membuatnya cukup apatis dalam urusan percintaan. Kekasihnya, Nadya, yang sudah dipacari selama lima tahun pun mulai menanyakan keseriusannya.

    Sayang, hubungannya dengan Nadya yang sudah lima tahun kandas. Daku pun rela dijodohkan oleh orang tuanya dengan wanita bernama Anya.

    Anya adalah sosok yang sangat independen, mandiri, dan bebas. Daku berpikir bahwa Anya tidak mempriorotaskan pernikahan.

    Lagi-lagi, hubungan tersebut kandas karena ternyata Anya juga menghendaki keseriusan Daku untuk menikah. Sementara bagi Daku, cinta adalah sebuah perasaan suci yang tak bisa diikat oleh apa pun.

    Film ini dibintangi oleh Refal Hady, Nadya Arina, Carissa Perusset, dan Mira Filzah. Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu dijadwalkan tayang di bioskop pada 13 Februari 2025.

     

    Penulis: Resla

  • Rekomendasi Film Tema Keluarga yang Cocok Ditonton pada Akhir Tahun

    Rekomendasi Film Tema Keluarga yang Cocok Ditonton pada Akhir Tahun

    3. Ngeri-Ngeri Sedap (2022)

    Film Ngeri-Ngeri Sedap dirilis pada 2 Juni 2022. Film ini disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk

    Film Ngeri-Ngeri Sedap mengisahkan tentang Pak Domu (Arswendi Nasution) dan Mak Domu (Tika Panggabean). Mereka tinggal bersama anak kedua mereka yang bernama Sarma (Gita Bhebhita).

    Pasangan ini sangat mengharapkan ketiga anak mereka, yakni Domu (Boris Bokir), Gabe (Lolox), dan Sahat (Indra Jegel), yang sudah lama merantau agar pulang. Mereka ingin anak-anaknya dapat menghadiri sebuah acara adat.

    Namun, ketiga anak tersebut enggan pulang karena memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Pak Domu. Untuk menarik perhatian anak-anaknya, Pak Domu dan Mak Domu merancang strategi yang tak biasa, yaitu berpura-pura bertengkar dan berniat bercerai.

    4. Keluarga Cemara 2 (2022)

    Film Keluarga Cemara 2 merupakan sekuel dari film sebelumnya, Keluarga Cemara (2019). Film yang dirilis pada 23 Juni 2022 ini disutradarai oleh Ismail Basbeth dan dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir.

    Film ini menceritakan tentang Ara. Ia merasa kesepian seiring berkembangnya Keluarga Cemara.

    Sang Ayah mendapat pekerjaan baru, sehingga menjadi lebih sibuk. Sementara itu, ibunya memiliki pekerjaan sampingan.

    Bersamaan dengan itu, Euis memasuki masa pubertas yang lebih menginginkan pisah kamar dengan Ara. Film ini menceritakan perjalanan Ayah, Ibu, Euis, Ara, dan Agil dalam menemukan makna keluarga. 

    5. Miracle in Cell No.7 (2022)

    Miracle in Cell No.7 dirilis pada 8 September 2022. Ini adalah sebuah film yang diadaptasi dari film Korea berjudul sama.

    Versi Indonesia dari film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Adapun pemerannya adalah Vino G. Bastian, Graciella Abigail, serta Mawar Eva de Jongh.

    Cerita film ini berfokus pada Dodo Rozak yang berusaha menjadi ayah yang baik bagi putrinya, Kartika. Karena memiliki keterbatasan kecerdasan, Dodo sering bertindak dan berperilaku seperti anak-anak.

    Kehidupan mereka berjalan bahagia. Hingga suatu hari, Dodo ditangkap karena tuduhan memperkosa dan membunuh seorang gadis kecil. Ia pun dijebloskan ke dalam sel No.7, yang dihuni oleh para narapidana yang ditakuti.

     

  • Kisah Nyata Ipar Adalah Maut di Palembang, Rika Racuni Adik, Korban Dibiarkan Sekarat Selama 2 Jam – Halaman all

    Kisah Nyata Ipar Adalah Maut di Palembang, Rika Racuni Adik, Korban Dibiarkan Sekarat Selama 2 Jam – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Film Ipar Adalah Maut yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo terjadi di dunia nyata.

    Ada kasus seorang kakak ipar bernama Rika Amalia alias RK (19) tega meracuni adik iparnya, Aisyah Nur Fadilah alias ANF (13), di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

    Bahkan, aksi Rika tergolong sadis. Ia tega membiarkan korban sekarat selama 2 jam sebelum tewas karena minum racun ikan jenis potas.

    Rika kemudian menyeret mayat korban dari kamar mandi untuk disembunyikan di belakan lemari.

    Berikut fakta-fakta kasus ipar adalah maut di Palembang, dirangkum dari TribunSumsel.com, Sabtu (21/12/2024):

    Kasus bermula saat warga digegerkan dengan penemuan mayat korban di balik lemari kamarnya pada Rabu (18/12/2024) lalu.

    Lokasi persisnya berada sebuah rumah di Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

    Mayat ANF pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya atau suami dari pelaku Rika.

    Sebelum ditemukan tewas, ANF sempat dilaporkan hilang.

    Informasi terakhir korban diberi jamu oleh Rika sebelum tewas.

    Sedangkan pelaku Rika tidak diketahui batang hidungnya setelah kejadian. Penemuan mayat lantas dilaporkan ke polisi.

    Petugas yang sampai di lokasi langsung membawa mayat ANF ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk kepentingan autopsi dan memastikan penyebab kematiannya.

    Sedangkan Rika berhasil ditangkap di  sebuah penginapan di Kota Palembang saat hendak kabur ke Lampung pada Kamis, 19 Desember 2024.

    M Yusuf, ayah korban sekaligus mertua Rika, mengungkapkan bahwa Rika dikenal sebagai pribadi yang cuek dan jarang berinteraksi dengan keluarga suami.

    “Dia negur saja hampir tidak pernah. Kalau mau pergi, budi bahasanya pamit tidak ada.”

    “Sering memalingkan muka, orangnya cuek,” ungkap Yusuf.

    Selama delapan bulan menikah dengan Yuda, Rika hanya terlihat saat mengurus rumah tangga dan mencari makan.

    “Dia kelihatan hanya pas beli makanan sama anak saya selepas Maghrib,” tambah Yusuf.

    Sementara itu, Yulis Safitri, kakak korban menyebut Rika sempat menantang ANF untuk meminum jamu berhadiah uang pada Rabu (18/12/2024).

    “Rika bilang kepada korban, bila bisa bertahan dan tidak muntah, akan diberikan uang Rp 300 ribu,” jelasnya.

    Setelah pamit kepada ibunya, Asmawati, ANF tidak pernah kembali hingga ditemukan di balik lemari.

    Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono membeberkan detik-detik Rika meracuni adik iparnya.

    Semua bermula saat pelaku membeli racun ikan secara online dengan harga Rp 47 ribu.

    Singkat cerita, ia pura-pura menantang ANF meminum jamu, padahal racun yang dicampur air.

    Korban langsung bereaksi dan langsung lari ke kamar mandi.

    Di lokasi inilah, ANF menemui ajalnya.

    Rika hanya membiarkan adik iparnya sekarat hingga menghembuskan napas terakhirnya.

    “Setelah minum air berisi potasium, korban seketika merasa mual dan langsung ke kamar mandi.”

    “Korban terjatuh dan setelah itu tersangka membiarkannya selama 2 jam,” ujar Kombes Pol Harryo.

    Rika kemudian menyeret mayat korban dari kamar mandi ke kamar korban.

    Tubuh ANF disembunyikan di balik lemari, sedangkan pelaku melarikan diri.

    “Korban diseret dan karena pengangkatan yang tidak sempurna itu jasad korban mengalami sejumlah luka.”

    “Ditambah lagi saat terjatuh di kamar mandi, tubuhnya juga terkena sejumlah barang di kamar mandi sehingga mengalami sejumlah luka,” ujarnya.

    Rika Amelia (19 tahun) usai ditangkap polisi karena membunuh adik iparnya yang masih berusia 13 tahun dengan jamu dicampur racun, kini dirawat keluarga (Sriwijaya Post)

    Kombes Pol Harryo yang menginterogasi Rika mendapati motif dendam dan sakit hati dalam kasus ini.

    Pelaku menyimpan kebencian kepada korban dan ibu mertuanya.

    Rasa tersebut mendorong Rika membeli dan tega meracuni korban.

    “Motif daripada peristiwa tindak pidana pembunuhan ini adalah dendam dan sakit hati karena adanya cerita yang kurang baik diantara keluarga tersebut baik tersangka dengan ibu mertuanya termasuk dengan adik iparnya itu,” bebernya.

    Rika di hadapan polisi mengaku menyesal sudah meracuni adik iparnya.

    Ia berdalih tidak berniat membunuh, ia awalnya ingin melukai korban.

    “Nyesal aku. Sumpah tidak ada niat saya untuk membunuh, hanya ingin menyakiti badan adik ipar saya aja.”

    “Aku tidak menyangka kejadian seperti ini,” ujar dia.

    Rika menceritakan, dirinya merasa tidak diterima pihak keluarga suaminya. Oleh karenanya ia menutup diri.

    Meskipun demikian, Rika dan suaminya tidak memiliki masalah.

    “Tidak ada masalah, hanya saja soal ribut-ribut kecil itu biasa,” timpalnya.

    Terakhir, Rika meminta maaf kepada keluarga korban.

    “Jujur saya tidak ada niat ingin membunuh, sekali saya meminta maaf sebesar-besarnya,” tutupnya. 

    Kini, Rika sudah dijadikan tersangka.

    Ia dijerat pasal Pasal 76 C Pasal 80 Ayat (3) UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

    Pasal 338 tentang pembunuhan dan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

    Diancam pidana penjara paling lama 14 tahun atau denda paling banyak 3 miliar.

    Sementara UU KUHP pasal 340 pidana penjara paling lama 20 tahun, dan pasal 338 KUHP paling lama 15 tahun penjara.

    (Tribunnews.com/Endra)(TribunSumsel.com/Aggi Suzatri/Andyka Wijaya)

  • Deretan Film-Film Indonesia di Bulan Desember

    Deretan Film-Film Indonesia di Bulan Desember

    JAKARTA – Jelang akhir tahun, ada banyak film Indonesia yang akan meramaikan bioskop tanah air. Tahun ini pun, beragam genre dan cerita film yang telah dibuat para sineas muda Indonesia siap kalian tonton. 

    Berikut, sejumlah film yang telah VOI rangkum untuk kalian nikmati di akhir tahun nanti. Mulai dari horror, romantis dan masih banyak lagi. 

    Eggnoid

    5 Desember 2019

    Visinema Pictures selaku rumah produksi sedang produktif merilis film-film baru. Setelah merilis Love For Sale 2 di akhir bulan Oktober lalu. Kini Visinema kembali menghadirkan cerita baru berjudul Eggnoid. Judul film ini mengadopsi cerita dari webtoon dengan judul sama. 

    Eggnoid menceritakan pertemuan Ran (Sheila Dara) dengan Eggy (Morgan Oey) yang baru saja menetas dari sebuah telur. Kisah romantis dengan sedikit bumbu imajinatif dari masa depan akan mewarnai film ini. 

    Jeritan Malam

    12 Desember 2019

    Beberapa tahun belakangan, sutradara Rocky Soraya tampaknya memilih genre horor untuk meramu ceritanya. Film Mata Batin 2 menjadi film yang terakhir kali Ia produksi. Di akhir tahun nanti, Rocky telah menyiapkan Jeritan Malam, sebuah cerita yang Ia produksi di bawah Soraya Intercine Films. Jeritan Malam adalah adaptasi dari sebuah utas yang viral di Kaskus pada tahun 2015 lalu. 

    Reza (Herjunot Ali) berangkat untuk bekerja di sebuah perusahaan di Jawa Timur. Ia tinggal di sebuah mess misterius dan kemudian berusaha menggali hal misterius di mess yang Reza tempati bersama Minto (Indra Brasco) dan Indra (Winky Wiryawan). Reza bukanlah orang yang percaya dengan hal gaib, tetapi ketika suatu kali Ia melakukan ritual yang mengundang tamu, Reza menyadari itu adalah kesalahan terbesarnya.

    Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan

     19 Desember 2019

    Sekali lagi, Ernest Prakasa kembali menghadirkan film di penghujung tahun. Film terbarunya berjudul Imperfect yang diadaptasi dari buku tulisan sang istri, Meira Anastasia, akan beredar di bioskop mulai tanggal 19 Desember 2019. Namun, Sabtu, 9 November 2019 lalu, sebuah trailer dilepas ke publik melalui kanal Youtube Starvision Plus selaku rumah produksi.

    Cerita Imperfect berpusat kepada Rara (Jessica Mila), seorang wanita yang terlahir gemuk dan berkulit gelap yang kerap merasa iri kepada adiknya, Lulu (Yasmin Napper) yang terlihat mirip ibunya, Debby (Karina Suwandi). Sebenarnya, ada sosok Dika (Reza Rahadian), pacar Rara yang tulus mencintai Rara, tetapi Rara selalu merasa kurang karena menerima sindiran dari teman-teman sekantornya.

    Habibie & Ainun 3

    19 Desember 2019

    Setelah sukses dengan bagian pertama dan kedua, Habibie & Ainun 3 hadir sebagai pelengkap dari seri tersebut. Digawangi oleh Faozan Rizal yang sebelumnya menyutradari film Rudy Habibie bersama Hanung Bramantyo, kali ini Ia menyutradarai sendirian. Di bawah produksi MD Pictures, Habibie & Ainun 3 akan beredar mulai 19 Desember 2019. 

    Pada cerita ketiga ini, Habibie & Ainun 3 berfokus dengan cerita masa muda Ainun (Maudy Ayunda) mulai SMA hingga bangku kuliah. Sosok Ainun yang dikenal cerdas dan populer sehingga menjadi dambaan pria, tidak terkecuali Habibie (Reza Rahadian). Selain diperankan oleh Maudy Ayunda, ada Reza Rahadian yang kembali menjadi Habibie.

    Si Manis Jembatan Ancol

    26 Desember 2019

    Cerita legenda Si Manis Jembatan Ancol akan kembali hadir menutup tahun 2019. Rumah produksi MVP Pictures menjadikan proyek ini sebagai penutup akhir tahun mereka. Ternfluence dari cerita di tahun 1973, Anggy Umbara tidak lupa menawarkan karakter yang pastinya spesial dan ikonik tersebut. Film ini juga menjadi kembalinya Ozzy Saputra yang tampil dalam Si Manis Jembatan Ancol tahun 1993.

    Maryam (Indah Permatasari) adalah seorang wanita yang hendak mencari kebahagiaan di tengah ambang kehancuran rumah tangganya dengan Roy (Arifin Putra). Pertemuan Maryam dengan Yudha (Randy Pangalila) menimbulkan sedikit kebahagiaan dan salah paham oleh Roy. Sampai suatu hari, sebuah kejadian menimpa Maryam dan meninggalkan teror di kampung.

    Itu dia lima film kami rekomendasikan, untuk kalian tonton pada akhir tahun nanti di bulan Desember 2019. Apakah anda sudah tahu ingin menonton yang mana?

  • Aktor Senior Joshua Pandelaki Meninggal Dunia, Ini 7 Film Populer yang Dibintanginya

    Aktor Senior Joshua Pandelaki Meninggal Dunia, Ini 7 Film Populer yang Dibintanginya

    Catatan Akhir Sekolah dirilis pada 2005. Film drama remaja ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo,

    Film remaja populer pada masanya ini dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ramon Y. Tungka, Marcel Chandrawinata, Joanna Alexandra, dan Christian Sugiono. Adapun Joshua Pandelaki berperan sebagai kepala sekolah bernama Pak Boris.

    4. Perempuan Berkalung Sorban (2009)

    Film drama romantis bertema Islam, Perempuan Berkalung Sorban, dirilis pada 2009. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini dibintangi oleh Revalina S. Temat, Joshua Pandelaki, Nasya Abigail, Widyawati, Oka Antara, Reza Rahadian, dan Ida Leman. Joshua Pandelaki berperan sebagai Kiai Hanan, yakni ayah Anissa (Revalina S. Temat).

    5. Slank Nggak Ada Matinya (2013)

    Slank Nggak Ada Matinya dirilis pada 24 Desember 2013. Film ini dibintangi oleh personel SLANK, Adipati Dolken, Ricky Harun, Ajun Perwira, Aaron Ashab dan Deva Mahenra. Adapun dalam film ini, Joshua Pandelaki berperan sebagai Papa Bimbim.

    6. Mencuri Raden Saleh (2022)

    Mencuri Raden Saleh disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan dirilis pada 2022. Film ini dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Angga Yunanda, Rachel Amanda, Umay Shahab, Aghniny Haque, dan Ari Irham. Adapun Joshua Pandelaki berperan sebagai Marwan, ayah Tuktuk (Ari Irham) dan Gofar (Umay Shahab).

    7. Kuasa Gelap (2024)

    Film terbaru Joshua Pandelaki adalah Kuasa Gelap. Film eksorsisme ini disutradarai oleh Bobby Prasetyo dan baru dirilis pada 3 Oktober 2024.

    Film ini dibintangi oleh Lukman Sardi, Astrid Tiar, Jerome Kurnia, Lea Ciarachel, dan Freya JKT48. Dalam film ini, Joshua Pandelaki berperan sebagai Romo Robby.

     

    Penulis: Resla