Tag: Hanung Bramantyo

  • 5 Film Indonesia Bertema Sekte dan Ajaran Sesat, Mirip Serial Bidaah

    5 Film Indonesia Bertema Sekte dan Ajaran Sesat, Mirip Serial Bidaah

    Jakarta, Beritasatu.com – Dengan ramainya perbincangan seputar serial Bidaah saat ini, minat publik terhadap film-film bertema sekte, penyimpangan agama, dan ajaran sesat pun ikut meningkat.

    Serial ini membuka kembali ingatan kita akan deretan film Indonesia yang sejak dulu telah berani mengangkat tema kontroversial seputar penyalahgunaan agama, manipulasi spiritual, dan dogma-dogma menyesatkan.

    Dihimpun dari berbagai sumber, berikut lima film Indonesia yang memiliki kemiripan tema dengan Bidaah:

    Film yang Mirip dengan Tema Seriap Bidaah

    1. Mengaku Rasul: Sesat (2008)

    Disutradarai oleh Helfi Kardit, film ini terinspirasi dari fenomena merebaknya aliran sesat di Indonesia pada awal 2000-an. Ceritanya berpusat pada seorang guru pondok pesantren di Jawa Barat yang menyalahgunakan kepercayaan santrinya dengan mengaku sebagai rasul utusan Tuhan.

    Demi kekayaan dan kekuasaan, ia bahkan menjual “sertifikat penghapusan dosa” sebagai jalan pintas menuju surga.

    Keberanian film ini dalam mengeksplorasi penyimpangan ajaran agama menuai kontroversi hingga mendapat sorotan tajam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    2. Doa yang Mengancam (2008)

    Film garapan Hanung Bramantyo ini menampilkan sisi emosional seorang rakyat kecil bernama Madrim (Aming) yang merasa hidupnya selalu dirundung kesialan.

    Dalam keputusasaan, ia beribadah dengan penuh harap, namun karena doanya tak kunjung dijawab, ia pun mengancam akan berbalik menyembah setan.

    Kisah ini menimbulkan pro dan kontra karena dianggap menyinggung nilai keimanan. Meski begitu, akting Aming yang totalitas berhasil mencuri perhatian publik.

    3. Pengabdi Setan (2017)

    Film horor karya Joko Anwar ini sukses meraih banyak penghargaan dan dianggap sebagai salah satu film sekte terbaik di Indonesia. Cerita bermula dari kematian seorang ibu yang ternyata menyimpan rahasia kelam, ia adalah bagian dari sekte pemuja iblis.

    Teror pun menghantui keluarganya, terutama sang anak bungsu yang hendak dijadikan tumbal sesuai perjanjian sang ibu dengan sekte tersebut.

    Dengan atmosfer mencekam dan plot twist yang kuat, film ini membuktikan bahwa horor bisa menjadi media untuk membongkar sisi gelap manusia dalam kepercayaan yang menyimpang.

    4. Sekte (2019)

    Film ini mengisahkan Lia, seorang perempuan yang mengalami amnesia usai kecelakaan dan terbangun di sebuah rumah pengobatan yang aneh. Seiring waktu, Lia menyadari bahwa tempat tersebut dijalankan oleh sekte sesat yang siap melakukan pembunuhan demi mencapai tujuan mereka.

    Disutradarai oleh William Chandra dan diproduseri Derby Romero, film ini menyajikan ketegangan horor yang dibalut dengan kritik sosial terhadap manipulasi spiritual di balik kedok pengobatan alternatif.

    5. Thagut (2024)

    Film Thagut mengikuti perjalanan spiritual seorang santriwati bernama Ainun (Yasmin Napper) yang begitu mengagumi sosok Abah Mulya (Whani Dharmawan), seorang ‘orang pintar’ yang terkenal karena kesaktiannya.

    Namun, setelah kematiannya, Ainun menemukan bahwa Abah Mulya adalah ayah kandungnya dan mulai menggali ajaran sesat yang dulu diyakininya.

    Didampingi teman-temannya, Ainun mencoba memahami ajaran tersebut hingga akhirnya terseret semakin dalam. Meski telah diingatkan bahwa ajaran itu menyimpang, Ainun tetap terperangkap hingga muncul kekhawatiran besar dari masyarakat sekitar padepokan.

    Film ini mengupas sisi kelam dari fanatisme, kekuatan manipulatif seorang pemimpin spiritual, serta konflik batin dalam mencari kebenaran.

    Kelima film di atas memiliki benang merah yang kuat dengan Bidaah, yaitu mengangkat isu penyimpangan kepercayaan dalam masyarakat yang dibalut dalam nuansa mistik dan drama. Cerita-cerita ini tidak hanya menegangkan, tapi juga menyuguhkan refleksi sosial atas bahayanya fanatisme dan manipulasi agama.

  • Setelah Lebaran, Zaskia Adya Mecca Akan Pergi Lagi ke Gaza

    Setelah Lebaran, Zaskia Adya Mecca Akan Pergi Lagi ke Gaza

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Zaskia Adya Mecca terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung Palestina. Bahkan, ia rela melakukan perjalanan bolak-balik ke Gaza untuk memberikan dukungan kepada warga Palestina yang masih tengah berjuang melawan Israel.

    Istri dari sutradara Hanung Bramantyo ini mengungkapkan, dirinya akan kembali ke Gaza setelah Lebaran 2025. Zaskia mengungkapkan, dirinya berencana berada di Gaza selama 10 hari untuk menyalurkan bantuan.

    “Sebenarnya, kalau bisa sih ingin pergi ke sana tiga kali setahun. Banyak hal yang ingin saya pelajari langsung di sana, berinteraksi dengan umat yang luar biasa. Ini juga sebagai ukuran keimanan saya di tanah Syam,” katanya di Jakarta belum lama ini.

    Zaskia Adya Mecca juga mengungkapkan niatnya untuk membantu membangun kembali masjid-masjid yang rusak akibat serangan Israel di Gaza.

    “Saya berencana untuk merenovasi masjid yang hancur di Gaza. Progresnya sudah ada dua masjid yang akan direnovasi. Insyaallah, doakan semoga suami saya, Mas Hanung, tidak berubah pikiran,” terangnya.

    Seperti diketahui, hingga kini Gaza masih terus dihujani serangan dari Israel, baik dari udara maupun darat. Akibatnya, banyak warga Gaza yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur lebur.

    Meski berada di daerah konflik, Zaskia Adya Mecca mengaku tidak merasa takut. Menurutnya, tidak semua wilayah Palestina sedang terlibat dalam konflik.

    “Insyaallah aman. Memang banyak pemberitaan di luar sana, tetapi saya ingin menunjukkan langsung ke orang-orang, pergi ke Baitul Maqdis itu berbeda dengan pergi ke Gaza,” jelas Zaskia Adya Mecca.

  • Ariel Tatum Siap Dibenci karena Perankan Pelakor dalam Film Baru

    Ariel Tatum Siap Dibenci karena Perankan Pelakor dalam Film Baru

    Jakarta, Beritasatu.com – Artis Ariel Tatum mengungkapkan bahwa ia sempat membenci karakter Asih yang diperankannya dalam film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka. Hal ini lantaran karakternya yang sangat kontroversial, sehingga membuat dirinya merasa tidak nyaman.

    “Jujur, selama proses syuting, secara pribadi saya membenci karakter Asih yang saya perankan di sini. Karena saya berperan sebagai orang jahat yang pasti akan menjadi kontroversi besar,” ungkap Ariel saat peluncuran poster dan teaser film tersebut di MD Place, Kuningan, Jakarta, pada Kamis (13/3/2025). 

    Ariel mengaku, sebelum menerima tawaran untuk bermain dalam film tersebut, ia sempat berpikir panjang tentang memerankan karakter Asih yang digambarkan sebagai perusak rumah tangga orang lain (pelakor).

    “Saya perlu berpikir berkali-kali untuk menerima karakter ini. Perannya sangat kompleks dan penuh kontroversi. Namun, di situlah saya merasa tertantang untuk keluar dari zona nyaman dalam berakting, dan akhirnya saya menerima peran ini karena saya merasa banyak sisi kompleks karakter Asih yang bisa saya eksplorasi,” jelasnya.

    Ariel Tatum juga menyebut, sutradara Hanung Bramantyo dan produser Manoj Punjabi banyak membantunya untuk sukses memerankan tokoh Asih dalam film ini.

    Menurutnya, Hanung dan Manoj banyak membantunya mengeksplorasi karakter Asih. Mereka memberikan masukan untuk menjaga konsistensi peran Ariel sepanjang film tersebut. 

    “Saya juga bersyukur karena Deva Mahenra, lawan main saya, banyak membantu membangun chemistry dalam film ini,” tambah Ariel.

    Meski berperan sebagai tokoh antagonis, Ariel Tatum mengaku siap menerima hujatan dari masyarakat atas perannya sebagai pelakor dalam film terbaru garapan MD Entertainment ini.

    “Saya harus siap menerima segala hujatan, karena jika itu terjadi, berarti saya berhasil memerankan tokoh ini dengan baik. Hal itulah yang membuat saya bahagia sebagai seorang aktris,” tandas Ariel.

    Selain Ariel Tatum, La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka juga dibintangi oleh sejumlah pemain lain, seperti Deva Mahenra, Marshanda, Asri Welas, Elma Theana, dan beberapa artis lainnya.

    Film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka mengangkat kisah perselingkuhan yang diambil dari kisah nyata yang populer di TikTok oleh @elizasifaa. Menceritakan keharmonisan rumah tangga Alina dan Reza, yang tiba-tiba berubah ketika mereka memiliki asisten rumah tangga bernama Asih yang diperankan oleh Ariel Tatum.

  • Sah! Erick Thohir Tunjuk Ifan Seventeen Jadi Dirut Produksi Film Negara – Page 3

    Sah! Erick Thohir Tunjuk Ifan Seventeen Jadi Dirut Produksi Film Negara – Page 3

    Sebelumnya, Nama Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen jadi omongan publik sepanjang hari kemarin hingga kini. Musisi kelahiran Yogyakarta, 16 Maret 1983 ini kini menjabat sebagai Direktur Utama alias Dirut PFN.

    Sebagai informasi, PFN singkatan dari Produksi Film Negara, yakni BUMN yang bergerak di bidang industri audiovisual. Saat ini PFN bertransformasi jadi perusahaan pembiayaan film. Ifan Seventeen resmi jadi pucuk pimpinan BUMN ini.

    Kabar ini mejeng di etalase akun Instagram terverifikasi @lambe_turah hari ini. Netizen mempertanyakan kapasitas Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN di era Prabowo. Banyak yang menilai Indonesia sejatinya tak kekurangan sineas berkompeten untuk mengelola PFN.

    Dari penyanyi ke dirut perfilman? Kan ada mirles, riri riza , hanung bramantyo, reza rahardian as a best actor. Why, why Pak?” netizen dengan akun hold*** menulis di kolom komentar. “Atas dasar apa ya?” @flor**** mencuit.

     

  • Zaskia Adya Mecca Kembali ke Palestina, Lanjutkan Misi Kemanusiaan

    Zaskia Adya Mecca Kembali ke Palestina, Lanjutkan Misi Kemanusiaan

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Zaskia Adya Mecca berencana untuk kembali ke Palestina pada 2025 ini. Hal tersebut dilakukannya guna melanjutkan misi kemanusiaannya.

    “Insyaallah, saya sedang urus visa dan harapannya bisa berangkat lagi ke Paalestina pada tahun ini,” kata Zaskia Adya Mecca di Jakarta Pusat belum lama ini.

    Zaskia, bersama sahabatnya, Indadari, terus aktif membantu warga Palestina. Salah satu kegiatan mereka adalah menyediakan menu berbuka puasa selama satu bulan penuh di sekitar Masjid Al Aqsa.

    “Alhamdulillah, selama satu bulan penuh kami menyiapkan iftar di kawasan Masjidil Aqsa. Semua makanan untuk iftar di Dome of the Rock berasal dari Indonesia. Ini sudah tahun kedua kami melakukannya,” tuturnya.

    Selain menyiapkan makanan berbuka puasa, istri sutradara Hanung Bramantyo itu juga berencana untuk membangun fasilitas lain di Palestina.

    Sebelumnya, ia dan sahabat-sahabatnya berhasil membangun masjid di Gaza, Palestina. Kemudian, selanjutnya ia berencana untuk membangun musala dan fasilitas medis yang dapat digunakan oleh warga setempat.

    Zaskia Mecca juga menambahkan, Felicya Angelista juga kerap menitipkan donasi kepada dirinya untuk masyarakat Palestina.

    “Felicya Angelista cukup sering memberikan donasi, nilainya juga hingga ratusan juta rupiah. Namun, Felicya enggan mempublikasinnya, ia hanya berharap dapat membantu sesama dan bisa berdampak positif pada usaha _skincare_-nya, Scarlett,” tuturnya.

    Ia menjelasakan, tujuan keberangkatannya ke Palestina adalah untuk memetakan kebutuhan yang masih mendesak, sehingga program bantuan yang disalurkan lebih tepat sasaran.

    “Setiap hari selalu ada perkembangan karena saya selalu gelisah memikirkan apa lagi yang bisa kami lakukan,” pungkas Zaskia Adya Mecca.

  • Refal Hady Baca Materi Asli, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Bakal Tayang 13 Februari

    Refal Hady Baca Materi Asli, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Bakal Tayang 13 Februari

    JAKARTA – Film Cinta Tak Pernah Waktu adalah karya romansa terbaru dari Hanung Bramantyo. Diperankan Refal Hady dan lainnya, film yang diadaptasi dari novel itu menghadirkan kisah romansa yang berbeda.

    Film ini mempertemukan bintang lintas generasi dari Refal Hady, Nadya Arina, Carissa Perusset, Rangga Nattra, hingga aktris Malaysia, Mira Filzah. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu juga menampilkan living legend Slamet Raharjo, Dewi Irawan, hingga Magma Perfilman Indonesia, Meriam Belina.

    Film ini mengisahkan Daku Ramala (Refal Hady) yang berpacaran lima tahun dengan Nadya (Nadya Arina). Namun, ia tak siap saat orang tua Nadya meminta hubungan ini segera diresmikan ke jenjang pernikahan. Setelahnya, Daku yang berporofesi sebagai penulis menjalin cinta dengan Anya (Carissa Perusset).

    Lagi-lagi Daku mundur ketika ditantang berkomitmen lebih serius. Daku pulang ke Rembang, Jawa Tengah, lalu mengenal dokter Sarah (Mira Filzah) yang dengan telaten merawat ibunya (Dewi Irawan). Benih cinta kemudian tumbuh. Akankah cinta Daku dan Sarah berada di garis waktu yang tepat?

    Cinta Tak Pernah Tepat Waktu menandai kali pertama Refal Hady berkolaborasi dengan Hanung Bramantyo. Ia mendalami peran sebagai sosok Daku yang sekilas terlihat mudah namun membutuhkan fokus.

    “Kalau dari look, (Mas Hanung meminta saya) sebisa mungkin jadi orang yang tidak begitu peduli pada penampilan. Fokus menulis. Enggak butuh validasi, memikirkan karya dan karya. Beda dengan Refal Hady yang menghadapi tuntutan sangat peduli penampilan,” kata Refal Hady terkait peran Daku, di Jakarta, baru-baru ini.

    “Dari film ini gue jadi makin punya waktu tiap tahun untuk evaluasi diri. Jangan-jangan gue kayak Daku. Gue enggak mau semua masalah menumpuk, tanpa mengenali rasa-rasa yang gue punya. Itu yang gue pelajari dari Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Gue harus makin matang lewat apa yang dijalani sekarang,” Refal Hady menarik hikmah.

    Kepada VOI, Refal Hady sempat mengungkap antusiasnya bermain Daku hingga membaca materi aslinya untuk mengenal karakter tersebut. Akan tetapi, ia diberi kebebasan oleh sutradara untuk membentuk Daku sesuai keinginannya.

    “Daku ini peran pertamanya aku dari kumpulan cerita yang membentuk karakternya. Kami baca novelnya, tapi mas Hanung juga mengarahkan sesuai karakter masing-masing,” jelas Refal Hady.

    Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu akan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Februari 2025.

  • Zaskia Adya Mecca Segera Luncurkan Buku Kisah Pengalamannya sebagai Ibu

    Zaskia Adya Mecca Segera Luncurkan Buku Kisah Pengalamannya sebagai Ibu

    Jakarta, Beritasatu.com – Artis Zaskia Adya Mecca bersiap untuk segera meluncurkan buku karyanya sendiri. Buku itu mengisahkan pengalamannya menjadi seorang ibu dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat.

    Zaskia Mecca memang memiliki hobi membaca buku. Ia mengaku pernah ditantang oleh netizen untuk menulis. Tantangan itu membuatnya makin bersemangat untuk segera menyelesaikan karyanya. 

    “Mungkin dalam waktu dekat (diluncurkan), ditunggu saja,” ujar Zaskia saat mengisi acara Merayakan Literasi Keluarga bertema ‘Peran Keluarga dalam Kecerdasan Literasi dan Numerasi Anak’ di Museum Nasional Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

    Zaskia Mecca mengaku memiliki hobi yang sama dengan Hanung Bramantyo karena suka membaca sehingga merasa cocok mengarungi kehidupan bersama, meski ada perbedaan usia jauh antara keduanya.

    Dia bersama Hanung kini bertekad menularkan hobi membaca pada anak-anaknya. Salah satu caranya dengan memberi contoh agar anak-anak suka membaca.

    “Buat aku, baca buku dan menulis dengan anak adalah quality time. Dan kita orang tua juga harus mencontohkan diri untuk juga rajin membaca dan membuat literasi,” kata Zaskia Mecca.

  • Cara Jitu Zaskia Mecca dan Hanung Bramantyo Rangsang Anak Agar Hobi Baca Buku di Era Gadget

    Cara Jitu Zaskia Mecca dan Hanung Bramantyo Rangsang Anak Agar Hobi Baca Buku di Era Gadget

    Jakarta, Beritasatu.com – Pasangan artis Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo memiliki cara khusus mendorong anak-anaknya gemar membaca buku, untuk meningkatkan pengetahuan, literasi, dan wawasan mereka.

    Zaskia Mecca mengakui bukan hal mudah mengajak anak membaca buku di era gadget sekarang, mengingat ketergantungan anak pada hand phone sudah begitu besar. Namun, dia bersama Hanung menerapkan pola khusus agar anak hobi membaca.

    “Dengan adanya hand phone dan gadget serta kemudahan akses internet sekarang, mengajak anak untuk membaca buku bukan hal yang mudah. Jangankan anak, kita saja yang orang dewasa saja ngeliat buku fisik sudah kaya aneh, karena dengan gadget kita dengan mudah menonton dan tahu segalanya dari video yang diunggah,” kata Zaskia di sela acara Merayakan Literasi Keluarga di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

    Cara ini juga membuat anaknya jadi suka mengulangi lagi bacaan yang disampaikan Zaskia Mecca. Bahkan, sang anak suka menceritakan balik kisah didapatnya dalam buku kepada Zaskia. 

    “Bahkan sekarang dia yang mulai cerita ke saya tentang isi buku yang sering aku bacain sebelum tidur. Dari situ aku merasa senang banget karena enggak cuma jadi tahu pengetahuan, anak-anak juga kini juga mampu menyerap kisah yang ada di buku itu untuk kemudian dia ceritakan ke kami,” tukasnya.

    Tak hanya itu, Zaskia Mecca dan Hanung juga membatasi anak-anaknya mengakses gadget agar tidak mudah terpapar berita-berita negatif di internet.

    “Kita terapkan di rumah anak-anak bisa main hand phone saat akhir pekan saja, selain itu mereka harus baca buku secara fisik agar mereka jadi ketagihan. Karena dulu pun aku terapin ke diri aku saat pertama kali memulai agar bisa senang membaca,” ujar Zaskia Mecca.

  • Poster dan Trailer Film ‘Rahasia Rasa’ Dirilis, Tayang 20 Februari 2025

    Poster dan Trailer Film ‘Rahasia Rasa’ Dirilis, Tayang 20 Februari 2025

    Liputan6.com, Yogyakarta – Film terbaru garapan Hanung Bramantyo berjudul Rahasia Rasa bakal segera tayang pada 20 Februari 2025. Jelang penayangannya, poster dan trailer film ini pun dirilis.

    Poster film Rahasia Rasa menampilkan lima karakter yang menjadi pusat cerita dalam film ini, yakni Jerome Kurnia, Nadya Arina, Valerie Thomas, Ciccio Manassero, dan Slamet Rahardjo. Jerome Kurnia dan Ciccio Manassero tampak mengenakan pakaian putih khas chef karena keduanya memang berprofesi sebagai chef dalam film ini.

    Adapun dalam trailer tersebut, dikatakan bahwa ada salah satu kumpulan resep yang memuat daftar makanan daerah dari seluruh Nusantara warisan Bung Karno. Kumpulan atau buku resep tersebut bernama Mustika Rasa.

    Secara garis besar, film ini mengambil tema kuliner yang mengisahkan sosok Ressa (Jerome Kurnia). Ia adalah seorang chef yang kehilangan kemampuan indra pengecapnya setelah mengelami kecelakaan.

    Dengan dibantu Tika (Nadya Arina), seorang tukang masak rumahan, Ressa berusaha untuk memulihkan indra pengecapnya dan makna hidupnya. Mereka pun mencari resep warisan dari buku legendaris Mustika Rasa yang dipercaya bisa memulihkannya.

    Mustika Rasa berisi 1.945 resep masakan Nusantara yang dikumpulkan oleh 17 budayawan dan delapan perwira TNI. Dari resep yang masih tersimpan, terdapat 945 resep yang belum ditemukan. Ternyata, bukan hanya Ressa dan Tika saja yang mencari keberadaan manuskrip tersebut.

    Konon, Ressa dan Tika adalah pewaris Mustika Rasa. Namun bagi keluarga lain, Mustika Rasa adalah sebuah kutukan, termasuk bagi ibu kandung Tika.

    Film yang diproduksi oleh Anak Muda Jago dan Dapur Films ini merupakan salah satu dari deretan film garapan Hanung Bramantyo yang diproyeksikan tayang tahun ini. Film Rahasia Rasa mulai tayang di bioskop pada 20 Februari 2025.

    Penulis: Resla

  • Wamen Dikdasmen: Gadget Picu Gangguan Mental Anak, Peran Guru BK Akan Dimaksimalkan – Halaman all

    Wamen Dikdasmen: Gadget Picu Gangguan Mental Anak, Peran Guru BK Akan Dimaksimalkan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saat ini ada dua tantangan yang dihadapi orangtua saat ini adalah penggunaan gadget anak-anak dan mengajak mereka membaca sekaligus literasi.

    Wakil Menteri Pendidikan Dasar & Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq mengatakan, saat ini penggunaan gadget oleh anak menimbulkan persoalan baru yakni gangguan kesehatan mental. 

    “Kami Menteri Pendidikan memperhatikan persoalan gangguan mental ini,” kata Fajar Riza Ul Haq saat diskusi Merayakan Literasi Keluarga bertema Peran Keluarga dalam Kecerdasan Literasi dan Numerasi Anak di Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

    Selain Fajar Riza, hadir sebagai pembicara Zaskia Adya Mecca, Aktris dan ibu yang aktif membangun kebiasaan literasi di keluarganya dan Haidar Bagir, Direktur Utama Mizan Group.

    Untuk itu, kata dia pihaknya ingin peran guru konseling atau Guru BK di sekolah-sekolah akan dimaksimalkan. 

    “Kita tahu selama ini Guru BK dianggap kurang penting dan kami ingin mengubah paradigma itu. Jadi guru BK penting merubah pemikiran anak-anak kita terutama kesehatan mental,” katanya. 

    Di sisi lain, Fajar juga mendorong orangtua untuk membiasakan anak-anak membaca dan melakukan literasi misalnya membiasakan untuk menulis dan membuat sebuah tulisan dari manapun mereka pergi. 

    “Misalkan ke Museum Nasional ini, kembali ke rumah kita minta anak-anak untuk menulisnya,” kata Fajar Riza.

    Aktris yang juga seorang ibu rumah tangga, Zaskia Mecca mengatakan, kalau orangtua harus tahu fashion anak-anak kemana. 

    “Ketika anak-anak suka menulis dan membaca, orangtua harus bisa mengarahkan bacaan-bacaan yang mendidik dan memiliki nilai positif serta mengarahkan kepada penulis-penulis yang memang disukainya,” katanya. 

    Istri sutradara Hanung Bramantyo ini mengatakan, kebetulan anak-anaknya senang dibacakan buku.

    “Bahkan satu buku bisa berulang-ulang puluhan kali dan sampai di titik sekarang mereka yang membacakan untuk saya,” kata Zaskia.

    Jadi orangtua bisa membantu anak-anak untuk memilih buku yang tepat untuknya dan juga penulis yang bisa membuat mereka suka sehingga anak-anak semakin suka.

    “Dan buat aku sendiri, baca buku dan menulis dengan anak adalah quality time dan  orangtua juga harus mencontohkan diri untuk juga rajin membaca dan membuat literasi,’ lanjut Zaskia Mecca. 

    Haidar Bagir mengatakan, acara Merayakan Literasi Keluarga menjadi ruang inspirasi sekaligus kolaborasi bagi keluarga Indonesia untuk memulai atau memperkuat budaya literasi di rumah.

    Ini disebabkan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk generasi masa depan. 

    “Orangtua berperan sebagai guru pertama yang mengenalkan anak pada literasi – bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga berpikir kritis, memahami informasi, serta literasi numerik (kemampuan matematika dasar), terlebih di era digital saat ini,” kata Haidar.