Efisiensi Anggaran di Kediri Capai Rp 39 Miliar, 4 Pelayanan Dasar Tak Terdampak
Tim Redaksi
KEDIRI, KOMPAS.com
– Pemerintah Kabupaten
Kediri
, Jawa Timur, melakukan
efisiensi anggaran
hingga Rp 39 miliar sebagai penyesuaian kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Meski demikian, pemkab memastikan ada empat
pelayanan dasar
yang tidak akan terdampak signifikan akibat adanya efisiensi itu.
Keempat pelayanan dasar itu adalah infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial yang menjadi prioritas utama pembangunan di wilayah Kediri.
Bupati Kediri
Hanindhito Himawan Pramana
mengatakan, efisiensi itu dilakukan terhadap sejumlah sektor dengan perjalanan dinas sebagai salah satu sektor utamanya.
“Kurang lebih ada alokasi Rp 39 miliar yang harus diefisiensi termasuk perjalanan dinas, tapi tidak mengurangi alokasi program yang harus dijalankan di periode kedua,” ujar Hanindhito dalam keterangan persnya, Selasa (18/2/2025).
Bupati dengan sapaan akrab Mas Dhito itu menambahkan, empat sektor dasar tersebut menjadi prioritas di periode kepemimpinan keduanya ini. Sebab, berpengaruh langsung terhadap pembangunan yang ada di wilayahnya.
Apalagi dengan adanya Bandara Internasional Dhoho yang sudah beroperasi.
Bahkan bandara kelas internasional itu juga tengah mengembangkan layanan penerbangan Kediri-Jeddah.
“Saya berharap nanti bandara secara reguler beroperasi, dan itu perlu kolaborasi dengan kepala daerah sekitar dan gubernur terpilih (Jawa Timur), Ibu Khofifah Indar Parawansa,” ujar bupati yang juga anak Pramono Anung ini.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kediri, Erfin Fatoni, mengatakan, beberapa program dan pembangunan yang telah direncanakan tetap akan berjalan, di antaranya pembangunan pasar dan stadion.
Pihaknya juga memastikan bahwa efisiensi ini tidak akan menyentuh gaji pegawai sehingga tidak akan berdampak pada pengurangan jumlah pegawai.
“Tidak ada efisiensi terkait belanja gaji pegawai, jadi tidak ada PHK bagi pegawai Pemkab Kediri,” kata Erfin, dalam keterangan pers yang sama.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Hanindhito Himawan Pramana
-
/data/photo/2025/02/16/67b1a4e75cfda.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Efisiensi Anggaran di Kediri Capai Rp 39 Miliar, 4 Pelayanan Dasar Tak Terdampak Surabaya 18 Februari 2025
-

Pasar Wates Kediri Jadi Destinasi Favorit, Konsep Pedestrian dan Hiburan Malam Diminati
Kediri (beritajatim.com) – Pasar Wates, yang kini tampil dengan wajah baru, semakin ramai dikunjungi masyarakat. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), menyoroti peningkatan aktivitas di pasar ini sejak pedestrian dan berbagai fasilitasnya selesai dibangun.
“Rame juga ya Pasar Wates setelah pedestriannya jadi. Apalagi kalau weekend. Alhamdulillah bisa menjadi salah satu destinasi favorit buat masyarakat Kabupaten Kediri,” ujar Mas Dhito.
Konsep Pasar Wates: Tradisional, Modern, dan Budaya
Sebagai salah satu pasar ikonik di Kabupaten Kediri, Pasar Wates mengusung konsep perpaduan antara tradisional, modern, dan budaya. Pasar ini beroperasi dalam tiga shift setiap harinya, memastikan aktivitas perdagangan berlangsung sepanjang hari.
“Pasar ini adalah salah satu pasar ikonik dengan konsep perpaduan antara tradisional, modern, dan budaya. Dalam sehari, pasar ini ada tiga shifting,” jelas Mas Dhito.
Di malam hari, Pasar Wates menjadi pusat hiburan bagi warga Wates dan sekitarnya. Beragam kuliner angkringan serta aneka hiburan anak-anak menjadi daya tarik tersendiri. “Kalau di malam hari, sekarang menjadi pusatnya hiburan warga Wates dan sekitarnya. Ada kuliner angkringan dan aneka hiburan anak-anak,” tambahnya.
Fasilitas Baru: Drainase, Bangku, dan Lampu Estetik
Pemerintah Kabupaten Kediri telah melakukan sejumlah perbaikan guna mempercantik kawasan Pasar Wates. Pembangunan drainase, penambahan bangku, serta pemasangan lampu estetik di depan pasar semakin memperkuat kesan sebagai pasar tematik budaya dan wisata.
Pasar Wates dengan wajah baru ini mulai beroperasi sejak Maret lalu. Perbaikan pedestrian di Jl. Raya Kediri – Blitar juga turut menambah estetika kawasan dengan kehadiran bangku dan lampu taman.
Dengan adanya berbagai fasilitas tambahan, aktivitas pedagang terus berlangsung sejak dini hari hingga malam hari:
Pukul 02.00 WIB: Pedagang melayani pembeli grosir atau penjual keliling.
Pukul 06.00 WIB – Siang Hari: Pedagang melayani pembeli eceran atau rumahan.
Sore hingga Malam: Ratusan lapak pedagang tutup, digantikan gerobak makanan dan kue di bagian depan pasar. Di selatan pasar, tersedia playground bagi anak-anak.
Rencana Pengembangan Pasar Tradisional
Meskipun drainase di bagian depan pasar telah diperbaiki, masih terdapat pekerjaan rumah untuk meningkatkan drainase di bagian dalam agar tidak ada genangan air saat hujan.
“Pembangunan drainase Pasar Wates sudah selesai, tapi masih ada PR untuk perbaikan drainase di bagian dalam pasar agar tidak ada genangan sama sekali. Harus bisa jadi pasar yang kering dan higienis,” tegas Mas Dhito.
Lebih lanjut, Mas Dhito berharap Pasar Wates bisa menjadi percontohan pasar tradisional berkonsep tematik budaya dan wisata. Pemkab Kediri bahkan telah merencanakan pembangunan Pasar Ngadiluwih dengan konsep serupa pada tahun 2025.
“Pasar Wates bisa jadi percontohan konsep pasar tradisional. Tahun 2025, Pemkab Kediri akan membangun Pasar Ngadiluwih dengan konsep sama. Pasar Tematik Budaya dan Wisata,” pungkasnya. [nm/kun]
-

Bupati Kediri Terpilih dan Wakilnya Jalani Cek Kesehatan Jelang Pelantikan
Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri terpilih, Hanindhito Himawan Pramana, bersama Wakil Bupati terpilih, Dewi Maria Ulfa, menjalani cek kesehatan di Kantor Kementerian Dalam Negeri pada Minggu (16/2/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan menjelang pelantikan kepala daerah yang akan digelar pada 20 Februari 2025.
Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, menyatakan bahwa tidak ada kendala dalam cek kesehatan tersebut. “Tidak ada kendala dalam cek kesehatan. Saya bersama Mbak Dewi dalam kondisi terbaik,” ujar Mas Dhito.
Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa tekanan darah Mas Dhito berada di angka 129/92, gula darah 78, kolesterol 160, dan asam urat 6,2. “Tidak ada kendala, semua masih di batas normal. Begitu juga dengan Wabup, kami berdua siap menjalani pelantikan dan retreat di Magelang,” tambahnya.
Mas Dhito juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki persiapan khusus untuk menjalani pelantikan dan retreat. Namun, dia berkomitmen untuk menjaga kesehatan agar senantiasa bugar. “Kami tinggal bersiap-siap untuk pelantikan dengan jaga makan, olahraga, dan berdoa,” ucapnya.
Pelantikan kepala daerah terpilih se-Indonesia rencananya akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025 di Istana Negara. Presiden RI Prabowo Subianto akan melantik seluruh kepala daerah terpilih, termasuk Mas Dhito dan Mbak Dewi.
Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah dijadwalkan akan menjalani retreat pada 21-28 Februari 2025 di Lembah Akademi Militer (Akmil), Magelang. Mas Dhito menilai positif kegiatan retreat yang diinisiasi oleh Presiden RI tersebut.
“Tentunya Bapak Presiden bagaimana caranya 503 ini akan punya bonding satu sama lainnya, bersama-sama punya visi misi untuk Indonesia Emas,” ujarnya.
Dengan kondisi kesehatan yang prima, Mas Dhito dan Mbak Dewi siap menjalani rangkaian acara pelantikan dan retreat yang akan menjadi momen penting dalam mempersiapkan kepemimpinan mereka di Kabupaten Kediri. [ADV PKP/nm]
-

Bupati Kediri Mas Dhito: Kepemimpinan Lima Tahun ke Depan Harus Lebih Baik
Kediri (beritajatim.com) – Mendekati akhir jabatan di periode pertamanya, sekaligus sebagai titik awal untuk melanjutkan pemerintahan di periode kedua, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan harapannya untuk lima tahun ke depan.
Di hadapan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Mas Dhito mengungkapkan bahwa 26 Februari 2025 akan menjadi tepat empat tahun dirinya menjabat sebagai Bupati Kediri. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf jika selama memimpin masih terdapat kekurangan dan kesalahan.
“Dalam perjalanan yang panjang itu pula, saya berharap 5 tahun ke depan bisa lebih baik dari 4 tahun lalu dan apa yang kita kerjakan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kediri,” kata Mas Dhito didampingi wakilnya, Dewi Mariya Ulfa, dalam acara tasyakuran dan doa bersama di kediamannya pada Kamis (13/2/2025) malam.
Sebagaimana program yang telah dicanangkan, Mas Dhito menegaskan bahwa banyak pekerjaan yang telah dimulai dan harus dilanjutkan. Beberapa di antaranya adalah revitalisasi Masjid Agung Pare, revitalisasi Pasar Ngadiluwih, penyelesaian pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ), serta persiapan penerbangan jamaah umroh dari Bandara Dhoho.
Melalui acara tasyakuran dan doa bersama yang dihadiri kepala OPD tersebut, Mas Dhito mengajak semua pihak untuk berdoa bersama agar setiap pekerjaan dan program kerja pemerintah Kabupaten Kediri dapat berjalan lancar. Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk lebih solid dan kompak dalam bekerja sebagai satu tim.
“Selaku pribadi dan juga mewakili Mbak Wabup, mohon doanya semoga kita berdua bisa menjadi bupati dan wakil bupati Kediri yang amanah dan istiqomah, kami akan belajar untuk menjadi lebih baik,” imbuhnya.
Harapan dan doa yang sama juga disampaikan Mas Dhito untuk sang ayah, Pramono Anung, yang terpilih sebagai Gubernur Jakarta. Rencananya, ayah dan anak ini akan dilantik bersama para kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025 mendatang.
“Setelah ini saya dan Mbak Wabup akan melakukan serangkaian persiapan pelantikan,” ucap Mas Dhito. [ADV PKP/nm]
-

Mas Dhito Instruksikan Dinas Perkim Lanjutkan Pembangunan GDJ Kediri Tahun Ini
Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito menegaskan bahwa pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri setelah sebelumnya direncanakan akan diteruskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Mas Dhito mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil menyusul adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk meneruskan pembangunan stadion GDJ dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kediri.
Kelanjutan Pembangunan Stadion GDJ
“Setelah berbagai pertimbangan, Stadion Gelora Daha Jayati akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri,” kata Mas Dhito, Kamis (13/2/2025).
Sebagai tindak lanjut, Mas Dhito menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk segera menyusun perencanaan pembangunan stadion tersebut. Adapun pembangunan akan dilakukan secara bertahap guna memastikan kelancaran proyek hingga selesai.
Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan stadion yang mengusung konsep Sport, Business, and Entertainment (SBE) ini dapat rampung pada tahun 2027 atau paling lambat 2028.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana Mas Dhito) tegaskan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) akan dilanjutkan.
“Target utama 2027, selambat-lambatnya (selesai) 2028,” tegas Mas Dhito, yang dalam waktu dekat akan memasuki periode kedua kepemimpinannya.
Perencanaan dan Anggaran Pembangunan
Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, menyatakan bahwa rencana pembangunan lanjutan stadion masih dalam tahap pematangan, termasuk pengkajian ulang terkait kekuatan APBD.
“Terutama terkait pembiayaan stadion, tetapi untuk detailnya akan dibahas lebih lanjut,” tambah Irwan.
Sebagai informasi, pada tahap pertama pembangunan Stadion GDJ yang mencakup konstruksi bangunan fisik stadion dan rumput lapangan telah menghabiskan anggaran sekitar Rp149 miliar dari APBD Kabupaten Kediri.
Pada tahap berikutnya, pembangunan akan difokuskan pada penyelesaian sejumlah fasilitas yang belum tersedia, seperti pemasangan lampu penerangan stadion, single seat, atap stadion, furnitur interior, serta akses penunjang di luar stadion.
Harapan dan Partisipasi Masyarakat
Seiring dengan rencana kelanjutan pembangunan stadion ini, Mas Dhito meminta masyarakat untuk ikut mengawal proyek hingga selesai dan dapat difungsikan sesuai harapan.
“Stadion ini jangan didoakan menjadi candi, tetapi didoakannya tetap menjadi stadion yang bisa menjadi sejarah olahraga di Kediri,” pungkasnya. [ADV PKP/nm]
-

Mas Dhito Sebut Kabupaten Kediri Tumbuh Menjadi Daerah Sub Urban
Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito, menyebut Kabupaten Kediri kini berkembang menjadi daerah sub urban. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, ia melihat potensi peningkatan tipe instansi hukum di wilayahnya.
“Hari ini Kabupaten Kediri sudah mulai tumbuh menjadi daerah sub urban. Kejaksaan Negeri kemungkinan akan naik (dari tipe B) menjadi tipe A,” kata Mas Dhito usai mendampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto dalam peresmian revitalisasi gedung dan fasilitas Polres Kediri pada Selasa (4/2/2025).
Menurutnya, selain Kejaksaan Negeri, kenaikan tipe juga berpotensi terjadi pada Polres Kediri. Dengan revitalisasi gedung dan fasilitas yang baru diresmikan, diharapkan dapat memenuhi salah satu syarat untuk peningkatan tipe Polres Kediri.
“Polres Pare bisa juga naik menjadi tipe A, maka salah satu persyaratannya adalah fasos fasumnya, bangunannya, gedungnya apakah itu memadai untuk persyaratan naik tipe atau tidak,” ungkapnya.
Revitalisasi Gedung dan Fasilitas Polres Kediri
Revitalisasi gedung dan fasilitas Polres Kediri yang diresmikan di Kecamatan Pare meliputi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), lapangan badminton, tempat gym, serta kolam renang.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga menyerahkan sertifikat tanah hibah dari Pemkab Kediri kepada Polres Kediri yang diterima langsung oleh Kapolres AKBP Bimo Ariyanto. Hibah tersebut diberikan untuk Polsek Ngasem dan Polsek Ringinrejo.
“Satu, naik tipe. Yang kedua yang tidak kalah penting harapannya adalah (peningkatan) pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kediri,” tambah Mas Dhito.
Dukungan Kapolda Jatim untuk Program Pemerintah Pusat
Di hadapan jajaran kepolisian Polres Kediri dan Forkopimda, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengingatkan untuk tetap fokus dalam mensukseskan program-program dari pemerintah pusat.
“Bapak Kapolda tadi menyampaikan bahwa fokus terhadap program-program pemerintah pusat. Ini saya juga menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknik makan bergizi gratis,” pungkasnya. [ADV PKP/nm]
-

Revitalisasi Masjid An-Nuur Pare Kediri Rampung, Kini Tampak Makin Megah
Kediri (beritajatim.com) – Proyek revitalisasi Masjid An-Nuur Pare Kediri telah selesai. Kini, baik interior maupun eksterior masjid yang telah berdiri hampir 50 tahun itu terlihat semakin cantik dan megah.
Baru-baru ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, melalui akun Instagram pribadinya (@dhitopramono), membagikan foto terbaru dari salah satu ikon Kabupaten Kediri tersebut. Masjid ini memiliki gaya arsitektur khas Jawa dengan atap tajug berbentuk piramida yang kini tampil lebih segar.
Mas Dhito menampilkan foto kondisi sebelum dan sesudah revitalisasi. Hasilnya, Masjid An-Nuur kini tampak layaknya bangunan baru, semakin indah, dan memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah.
“Alhamdulillah, revitalisasi pada beberapa bangunan Masjid An-Nuur Pare telah selesai dilakukan, utamanya membuat akses khusus bagi kalangan difabel dan perbaikan interior maupun eksterior,” tulis Mas Dhito.
Ia pun berharap perbaikan ini dapat memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah dalam beribadah.
“Semoga dengan perbaikan ini, keindahan Masjid An-Nuur Pare bisa lebih fresh dan tentunya lebih memberi kenyamanan bagi para jamaah untuk beribadah,” lanjutnya.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kediri sebelumnya menyampaikan bahwa revitalisasi tahap pertama mencakup pembangunan toilet dan tempat wudhu yang ramah bagi disabilitas dan lansia. Selain itu, pagar sisi timur masjid dibongkar, serta beberapa trab dihilangkan untuk menambah kapasitas kantong parkir kendaraan.
Dengan anggaran sebesar Rp3,9 miliar, proyek ini juga mencakup perbaikan interior dan eksterior. Pada bagian interior, dinding kaca masjid diganti dengan terawangan untuk mengurangi efek mendengung pada audio. Sedangkan di bagian eksterior, dilakukan pengecatan ulang sejumlah atap guna mempercantik tampilan masjid.
Meskipun telah mengalami berbagai perbaikan, karakteristik arsitektur Masjid An-Nuur tetap dipertahankan. Bangunan tetap mengusung gaya khas Jawa, dengan atap tajug berbentuk piramida serta struktur beratap joglo yang menjadi ciri khasnya.
Sementara itu, revitalisasi tahap kedua direncanakan akan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri 2025 atau sekitar bulan April, dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. [ADV PKP/nm]
-

KPU Jatim tunggu regulasi pelantikan 22 kepala daerah Pilkada 2024
Surabaya (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur masih menunggu regulasi resmi terkait pelantikan 22 kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, yang dijadwalkan pada 6 Februari 2025.
“Kami masih menunggu kepastian regulasinya,” kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jatim, Choirul Umam saat dihubungi dari Surabaya, Kamis.
Pelantikan tersebut direncanakan hanya akan dilakukan untuk daerah yang tidak menghadapi sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut Umam, pihaknya telah mendengar hasil kesepakatan antara KPU RI, pemerintah, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terkait tanggal pelantikan tersebut, yang diputuskan dalam rapat dengar pendapat Komisi II pada Rabu (22/1).
Meski demikian, Umam menegaskan bahwa pelaksanaan pelantikan merupakan kewenangan pemerintah, sementara KPU berperan sebagai penyelenggara pemilu.
“Urusan pelantikan sudah menjadi wilayah pemerintah,” ujarnya.
Dirinya mengaku, saat ini KPU Jatim sedang fokus pada proses sidang sengketa Pilkada yang berlangsung di MK.
Berdasarkan rencana pemerintah, di Jawa Timur terdapat 22 daerah dari total 38 kabupaten/kota yang akan menjalani pelantikan karena tidak menghadapi sengketa di MK.
Sebelumnya, KPU di masing-masing kabupaten/kota telah menetapkan pemenang Pilkada di 22 daerah tersebut.
Berikut 22 pasangan kepala daerah terpilih di Jawa Timur yang telah ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU daerah.
Kabupaten Pacitan yaitu Indrata Nur Bayuaji-Gagarin Sumrambah, Kabupaten Trenggalek yaitu Mochamad Nur Arifin-Syah Muhamad Nata Negara, Kabupaten Blitar yaitu Rijanto-Beky, dan Kabupaten Kediri yaitu Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa.
Berikutnya, Kabupaten Lumajang yakni Indah Amperawati-Yudha Adji Kusuma, Kabupaten Jember yakni Muhammad Fawait-Djoko Susanto, Kabupaten Situbondo yakni Yusuf Rio Wahyu Prayogo-Ulfiyah kemudian Kabupaten Probolinggo yakni Mohammad Haris-Fahmi AHZ.
Kabupaten Pasuruan pasangan Mochamad Rusdi Sutejo-Shobih Asrori, Kabupaten Sidoarjo yaitu Subandi-Mimik Idayana, Kabupaten Mojokerto yaitu Muhammad Albarraa-Muhammad Rizal Oktavian, Kabupaten Jombang yaitu Warsubi-Salmanuddin dan Kabupaten Madiun yaitu Hari Wuryanto-Purnomo Hadi.
Selain itu, Kabupaten Ngawi yaitu Ony Anwar Harsono-Dwi Rianto Jatmiko dan Kabupaten Bojonegoro yaitu Setyo Wahono-Nurul Azizah.
Selanjutnya, Kota Kediri yaitu Vinanda Prameswati-Qowimuddin, Kota Pasuruan yaitu Adi Wibowo-Mokhamad Nawawi, Kota Mojokerto yaitu Ika Puspitasari-Rachman Sidharta Arisandi, Kota Madiun yaitu Maidi-Bagus Panuntun, Kota Surabaya yaitu Eri Cahyadi-Armuji, dan Kota Batu yaitu Nurochman-Heli Suyanto.
Pewarta: Willi Irawan/Faizal Falakki
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025
/data/photo/2025/02/04/67a1f03678f6a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
