Tag: Handoko

  • Polisi gelar makan bersama dengan tahanan saat Idul Fitri

    Polisi gelar makan bersama dengan tahanan saat Idul Fitri

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Gading menggelar makan bersama atau halal bi halal dengan tahanan di kantor itu, saat Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Kegiatan dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H / 2025 M bersama para tahanan di Polsek Kelapa Gading,” kata Kapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kompol Seto Handoko Putra di Jakarta, Minggu.

    Ia mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian dari jajaran Polsek Kelapa Gading kepada para tahanan.

    “Saat ini hari Lebaran dan kami merayakan bersama para tahanan yang merayakan,” kata dia.

    Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra didampingi Wakapolsek AKP Purwo Widodo, Kanit Intel AKP Sugiyono dan lainnya menyalami para tahanan setelah melaksanakan Shalat Idul Fitri.

    Pejabat Polsek Kelapa Gading melakukan silaturahmi dengan tahanan di Ruang Tahanan Mako Polsek Kelapa Gading dan makan bersama dengan para tahanan.

    Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra didampingi jajaran menggelar makan bersama tahanan di Ruang Tahanan Polsek Kelapa Gading di momentum Idul Fitri 1446 Hijriah pada Senin (31/1/2025). ANTARA/HO-Polsek Kelapa Gading

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Polisi sekat empat lokasi di Kelapa Gading cegah takbiran keliling

    Polisi sekat empat lokasi di Kelapa Gading cegah takbiran keliling

    Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra memimpin Apel Malam Takbiran di Kelapa Gading, Minggu (30/3/2025). (ANTARA/Mario Sofia Nasution)

    Polisi sekat empat lokasi di Kelapa Gading cegah takbiran keliling
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Minggu, 30 Maret 2025 – 22:11 WIB

    Elshinta.com – Kepolisian menyekat empat lokasi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk mencegah konvoi takbiran keliling di wilayah kecamatan tersebut.

    “Penyekatan dilakukan di Jalan Pegangsaan Dua dan Simpang La Piazza yang menjadi titik rawan,” kata Kapolsek Kompol Seto Handoko Putra di Jakarta, Minggu.

    Ia mengatakan fokus pengamanan yang dilakukan adalah mencegah anak-anak melakukan takbir keliling yang biasanya mereka membawa “flare” dan kembang api.

    Selain penyekatan, pihaknya melakukan patroli terbuka dan tertutup dalam melakukan pengamanan di lokasi tersebut.

    “Kami sudah mulai melakukan patroli sore ini dan setiap ada gerombolan atau konvoi akan kami bubarkan,” kata dia.

    Ia mengimbau seluruh warga Kelapa Gading agar tidak menggelar takbir keliling tapi melakukan takbiran di masjid dan musala. “Jangan ada yang takbiran keliling karena kami akan tindak dan bubarkan,” kata dia.

    Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara menyiagakan 846 personel gabungan untuk mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1446 Hijriah di wilayah Jakarta Utara pada Minggu malam.

    “Kami menggelar apel untuk persiapan agar tidak ada warga yang melakukan aksi konvoi malam takbiran di Jakarta Utara,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Ahmad Fuady di Jakarta.

    Menurut dia, ada 16 titik atau lokasi yang akan disekat agar tidak ada warga yang melintas dengan berkonvoi dari daerah di luar Jakarta Utara.

    “16 titik ini adalah pintu masuk ke Jakarta Utara yang tersebar di seluruh wilayah, kami akan tempatkan petugas di sana,” kata dia.

    Sumber : Antara

  • Polisi Amankan 4 Pemuda Konvoi Nyalakan Kembang Api di Kelapa Gading

    Polisi Amankan 4 Pemuda Konvoi Nyalakan Kembang Api di Kelapa Gading

    Jakarta

    Polisi membubarkan konvoi pemuda di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kembang api hingga bambu disita polisi.

    Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra mengatakan kelompok pemuda tersebut kedapatan konvoi di sepanjang Jalan Arteri Pegangsaan Dua hingga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu (30/3/2025) sekitar pukul 02.30 WIB.

    “Pada pukul 02.30 WIB kami mendapat informasi dari warga bahwa terdapat anak-anak muda yang sedang melakukan konvoi di sepanjang Jalan Arteri Pegangsaan Dua sampai ke Jalan Perintis Kemerdekaan,” kata Kompol Seto, dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (30/3/2025).

    Polisi kemudian mengecek ke lokasi dan didapat sekitar 200-an orang berkonvoi dengan sepeda motor. Mereka berkonvoi sambil menyalakan kembang api dan membawa bendera.

    “Selanjutnya personel Polsek Kelapa Gading melakukan penyekatan dan menggiring konvoi anak-anak muda tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing hingga masuk ke dalam Jalan Kepu dan masuk ke dalam Jalan Bakti ABRI RW 04 Kelurahan Pegangsaan Dua,” paparnya.

    Sementara itu, polisi mengamankan 4 orang pemuda, antara lain IM, SH, TH, dan MU. Dari keempat orang ini disita barang bukti, antara lain 2 pcs kembang api dan bambu ukuran 2,5 meter untuk memasang bendera berwarna hitam.

    (mei/jbr)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Polemik Eksekusi Rumah Miliaran di Surabaya, Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Sengketa

    Polemik Eksekusi Rumah Miliaran di Surabaya, Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Sengketa

    Surabaya (bertajatim.com) – Sengketa kepemilikan rumah mewah di Jalan Dr. Soetomo No. 55, Surabaya, kembali mencuat ke permukaan. Handoko Wibisono, sebagai pemohon eksekusi, mempertanyakan keabsahan klaim kepemilikan yang diajukan oleh Tri Kumala Dewi dan Pudji Rahayu.

    Kuasa hukumnya menilai ada sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang bertentangan dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

    “Anehnya, selama ini dia tidak muncul dalam perkara-perkara sebelumnya sebagai pihak yang berkepentingan. Jika memang telah membeli rumah senilai Rp7 miliar secara tunai, seharusnya ia mengetahui adanya sengketa hukum yang berjalan,” ujar Iko Kurniawan, salah satu kuasa hukum Handoko, dalam konferensi pers, Rabu (26/3/2025).

    Sejarah kepemilikan rumah ini juga menjadi sorotan. Handoko Wibisono disebut telah memiliki dokumen hukum yang jelas sejak pembelian pada 2016. Sementara itu, klaim Tri Kumala Dewi berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) dinilai tidak memiliki dasar yang sah.

    Di sisi lain, keterlibatan TNI AL dalam sengketa ini turut dipertanyakan, terutama karena sikapnya yang tidak mengajukan hak jawab sebagai turut tergugat dalam persidangan.

    Rencana eksekusi oleh PN Surabaya yang semula dijadwalkan pekan ini akhirnya ditunda setelah mendapat penolakan dari ratusan anggota GRIB Jaya Jawa Timur yang membela Tri Kumala Dewi. Polemik ini pun masih berlanjut, menunggu kejelasan hukum atas kepemilikan rumah yang bernilai miliaran rupiah tersebut. [uci/suf]

  • Ormas FBR, BANTARA dan PETIR  gelar pertemuan pasca bentrok

    Ormas FBR, BANTARA dan PETIR gelar pertemuan pasca bentrok

    Alhamdulillah, Keluarga besar FBR, PETIR dan BANTARA telah melakukan deklarasi bersama dan menyatakan mereka semua bersaudara

    Jakarta (ANTARA) – Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Betawi Rempug (FBR) bersama BANTARA dan PETIR menggelar pertemuan silaturahmi serta berbuka puasa bersama pasca bentrok di depan rumah makan di Jalan Pegangsaan Dua Kelapa Gading Jakarta Utara pada Kamis (27/3)

    “Alhamdulillah, Keluarga besar FBR, PETIR dan BANTARA telah melakukan deklarasi bersama dan menyatakan mereka semua bersaudara,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra di Jakarta, Sabtu.

    Dari pertemuan tersebut ada tiga poin yang disepakati ketiga ormas tersebut yakni pertama, ormas FBR dengan ormas BANTARA dan PETIR sepakat bahwa mereka semua merupakan keluarga besar

    Kedua ormas FBR dengan ormas BANTARA serta ormas PETIR tidak bermusuhan dan tidak saling perang, tidak seperti pemberitaan yang viral di media sosial.

    Ketiga, ormas PETIR dan BANTARA menuntut agar oknum Pengacara yang menjadi penyebab peristiwa diusut lebih lanjut.

    Ia mengatakan pertemuan ormas ini di sebuah restoran di Jalan Danau Sunter Barat Tanjung Priok Jakarta Utara sekitar pukul 17.30 WIB

    Pertemuan ini digelar menyusul peristiwa benturan fisik antara ormas FBR dengan ormas BANTARA hingga menyebabkan korban luka dari Ormas BANTARA yang terjadi pada Kamis (27/3) di Kelapa Gading Jakarta Utara.

    Ia mengatakan, kurang lebih 100 orang menghadiri pertemuan pengurus dan anggota Ormas FBR se-DKI Jakarta dan pengurus dan anggota Ormas BANTARA dan PETIR.

    Dari pihak BANTARA dihadiri Pembina BANTARA Daeng Jamal dan Daeng Feri serta Ketua Ormas Ricky.

    Kemudian Pembina PETIR ada Semi Manafe,Penasehat PETIR Aris dan Panglima PETIR Salim dan dari FBR ada Ketua FBR Korwil Jakarta Utara Hj. Yusriag Dzinnun dan Ketua FBR Korwil Jakarta Selatan H Solehudin.

    Sebelumnya polisi menangkap 19 orang karena diduga terlibat bentrok antar organisasi masyarakat (ormas) FBR dengan BANTARA di depan rumah makan Jalan Pengangsaan Dua, Kelapa Gading Kota, Jakarta Utara (Jakut).

    “Kami menangkap 19 orang Ormas FBR. Mereka kita bawa ke Polsek Kelapa Gading untuk pendataan lebih lanjut,” kata Kapolsek Kelapa Gading.

    Ia menyebutkan akibat bentrok ini tiga orang mengalami luka, dari pihak FBR ada pria berinisial PP yang terluka di bagian jidat dan AM yang memar di bagian wajah

    Kemudian, dari ormas BANTARA, ada seorang pria berinisial AMO (41) menjadi korban dengan luka berat di bagian kepala dan kedua tangannya sehingga harus dirawat di RS Mitra Keluarga.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Ahmad Buchori
    Copyright © ANTARA 2025

  • Begini Cara PGN Menjamin Keamaanan Suplai Energi Bersih Selama Lebaran

    Begini Cara PGN Menjamin Keamaanan Suplai Energi Bersih Selama Lebaran

    Jakarta: Libur Lebaran selalu menjadi momen spesial bagi masyarakat Indonesia. Namun, di balik kemeriahan perayaan, aspek keamanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam penyediaan energi. 
     
    PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina memastikan layanan gas bumi tetap aman dan andal selama periode libur panjang. Bagaimana cara PGN menjaga keamanan operasionalnya? 
    Keamanan operasional jadi prioritas selama libur Lebaran
    PGN terus mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap lini operasionalnya. Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama perusahaan.
     
    “Sebagai penyedia energi bersih nasional dan mengelola infrastruktur gas bumi dengan risiko operasional yang tinggi, kami berkomitmen untuk menjalankan operasi yang aman, selamat dan andal,” ungkap Arief dalam katerangan tertulis, Jumat, 28 Maret 2025.

    Sepanjang tahun 2024, PGN berhasil mencatatkan zero number of accident dan zero recordable accident rate, yang berarti tidak ada insiden fatal di area operasional. PGN bertekad mempertahankan pencapaian ini selama masa libur panjang Idul Fitri.
     

    Menjaga kelancaran pasokan gas untuk rumah tangga dan industri
    Sebagai penyedia gas bumi untuk sektor rumah tangga, industri, hingga transportasi, PGN memastikan pasokan energi tetap terjaga selama periode liburan. 
     
    PGN juga turut berpartisipasi dalam Satgas RAFI 2025 Pertamina guna menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
     
    Untuk menjamin kelancaran layanan, PGN melakukan berbagai langkah strategis, seperti:

    Pemantauan 24/7 terhadap jaringan distribusi gas.
    Patroli rutin guna memastikan infrastruktur tetap dalam kondisi aman.
    Peningkatan respons cepat dalam menangani keluhan pelanggan.
    Peningkatan Keamanan di Wilayah Operasional

    Selain itu, pengawasan terhadap pekerjaan berisiko tinggi ditingkatkan guna meminimalisir potensi risiko. PGN juga bekerjasama dengan aparat penegak hukum jika diperlukan dalam pengamanan wilayah operasional.

    Pemeriksaan SDM dan Peralatan Secara Berkala
    Untuk memastikan semua personel dalam kondisi optimal, PGN menerapkan daily check-up bagi seluruh perwira yang bertugas. 
     
    Pemeriksaan berkala juga dilakukan terhadap peralatan kerja guna memastikan semuanya beroperasi dengan aman dan efisien.
     
    Saat ini, PGN mengelola lebih dari 33.000 km jaringan pipa gas, dua Floating Storage Regasification Units (FSRUs), terminal regasifikasi berbasis darat, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruh infrastruktur ini diawasi dengan ketat agar dapat beroperasi dengan standar keamanan tertinggi.
     
    “PGN menerapkan daily check-up bagi seluruh perwira yang bertugas untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap prima. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap peralatan kerja secara berkala agar selalu dalam kondisi optimal dan dapat beroperasi dengan aman,” jelas Arief.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Ormas Saling Serang di Kelapa Gading, Apa Penyebabnya?

    Ormas Saling Serang di Kelapa Gading, Apa Penyebabnya?

    Ormas Saling Serang di Kelapa Gading, Apa Penyebabnya?
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Bentrokan dua kelompok bersenjata tajam terjadi di Lampu Merah Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (27/3/2025) sore.
    Insiden ini menyebabkan satu orang terluka parah dan sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
    Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Ahmad Fuady membenarkan peristiwa itu dan tengah diselidiki penyebab bentrokan.
    “Betul, masih penanganan di lokasi oleh Kapolsek di-back up oleh Polres,” ujar Fuady saat dikonfirmasi, Kamis.
     
    Video bentrokan yang beredar di media sosial menunjukkan para pelaku saling serang menggunakan berbagai senjata tajam, seperti parang, samurai, celurit, bambu, hingga batu.
    Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko mengungkapkan, bentrokan ini menyebabkan seorang pria bernama Andro Mahing Otemusu (41) mengalami luka serius.
    “Beberapa orang pelaku melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan senjata tajam,” kata Seto.
    Akibat serangan itu, Andro mengalami luka terbuka di kepala hingga kulit dahinya robek.
    Selain itu, tangannya juga mengalami luka serius, dengan bagian tangan kanan hingga terlihat tulang.
     
    Pihak kepolisian menduga bentrokan ini berawal dari sengketa lahan rumah makan Cinto Minang yang juga difungsikan sebagai gudang tisu.
    Menurut Seto, salah satu organisasi masyarakat (ormas) mengklaim ditugaskan menjaga lahan tersebut oleh seseorang berinisial E.
    Namun, saat pengacara E, berinisial TS, mencoba memasang plang di gudang tisu, ia dikeroyok oleh anggota ormas lain yang menolak keberadaan mereka.
    “Tiba-tiba datang massa dari ormas lain kurang lebih 10 orang dan menghalangi serta mengeroyok saudara T,” ujar Seto.
    Situasi semakin memanas ketika kelompok yang mengklaim sebagai penjaga lahan mencoba membantu T, tetapi justru diserang balik.
    Akibatnya, dua orang mengalami luka, yaitu Pepi yang mengalami memar di bagian jidat kanan dan Ahmad Maulana yang wajahnya lebam akibat pukulan.
    Setelah bentrokan pertama, polisi sempat meredam situasi. Namun, sekitar pukul 13.30 WIB, keributan kembali terjadi, dengan lebih dari 100 orang berkumpul di gudang tisu.
    Melihat eskalasi yang semakin besar, Polsek Kelapa Gading meminta bantuan dari Polres Metro Jakarta Utara.
    “Pada saat dilakukan pengecekan TKP, didapat kelompok ormas kurang lebih 100 orang sedang berada di gudang tisu itu,” ujar Seto.
    Sekitar pukul 14.40 WIB, kelompok yang mengaku menjaga lahan melancarkan serangan balik terhadap ormas yang sebelumnya mengeroyok TS.
    Situasi semakin kacau, hingga akhirnya polisi memukul mundur massa dan mengamankan 19 anggota ormas yang diduga berencana melakukan aksi balas dendam.
    Saat ini, kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut kasus ini dan memastikan keamanan di sekitar lokasi kejadian.
    (Reporter: Shinta Dwi Ayu | Editor: Abdul Haris Maulana)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kriminal kemarin, pembunuhan pengemudi ojol hingga pengeroyokan

    Kriminal kemarin, pembunuhan pengemudi ojol hingga pengeroyokan

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa berkaitan dengan keamanan menghiasi Jakarta yang terjadi pada Kamis (27/3) kemarin, mulai dari rekonstruksi pembunuhan pengemudi ojek online (ojol) hingga pengeroyokan yang membuat seorang warga luka berat di Kelapa Gading.

    Berikut berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca kembali.

    1. Polisi rekonstruksi pembunuhan pengemudi ojek daring di Bekasi

    Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya merekonstruksi pembunuhan pengemudi ojek daring (online) berinisial MAW (40) oleh dHJ (42) di Rawa Lumbu, Kota Bekasi yang terjadi pada Senin (3/3).

    Rekontruksi yang dipimpin oleh Kepala Unit Subdit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Iptu Muhammad Rizky Novrianto tersebut berlangsung di Polda Metro Jaya, Kamis.

    Selengkapnya di sini

    2. Polisi dalami penyebab bentrokan dua kelompok di Kelapa Gading

    Polres Metro Jakarta Utara mendalami penyebab bentrokan dua kelompok bersenjata tajam (sajam) di Lampu Merah Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis sore.

    “Sampai saat ini kami masih membantu Polsek Kelapa Gading untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Ahmad Fuady di Jakarta Utara, Kamis.

    Selengkapnya di sini

    3. Komplotan pencuri motor di Tambora terancam 12 tahun penjara

    Komplotan pencuri sepeda motor di Tambora, Jakarta Barat yang terdiri dari pria berinisial TA (32), RN (20) dan WB (17), terancam 12 tahun penjara.

    Ketiga spesialis pencuri sepeda motor itu tak hanya disangkakan dengan pasal pencurian, namun juga pasal kepemilikan senjata ilegal.

    Selengkapnya di sini

    4. Warga luka berat karena jadi korban pengeroyokan di Kelapa Gading

    Seorang warga berinisial AMO (41) terluka berat karena menjadi korban pengeroyokan di depan Sekolah Internasional JIS Jalan Raya Pegangsaan Dua Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    “Kepala korban luka berat. Juga, kedua tangan dan jarinya,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra di Jakarta, Kamis.

    Selengkapnya di sini

    5. Belasan orang ditangkap polisi saat bentrok antar ormas di Jakut

    Polisi menangkap 19 orang karena diduga terlibat bentrok antar organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) dengan BANTARA di depan rumah makan Jalan Pengangsaan Dua, Kelapa Gading Kota, Jakarta Utara (Jakut).

    “Kami menangkap 19 orang Ormas FBR. Mereka kita bawa ke Polsek Kelapa Gading untuk pendataan lebih lanjut,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra di Jakarta, Kamis.

    Selengkapnya di sini

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • 19 Anggota Ormas yang Bentrokan di Kelapa Gading Ditangkap
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Maret 2025

    19 Anggota Ormas yang Bentrokan di Kelapa Gading Ditangkap Megapolitan 27 Maret 2025

    19 Anggota Ormas yang Bentrokan di Kelapa Gading Ditangkap
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap 19 orang karena diduga terlibat bentrok antar organisasi masyarakat (ormas) di depan rumah makan Jalan Pengangsaan Dua, Kelapa Gading Kota, Jakarta Utara (Jakut).
    “Kami menangkap 19 orang Ormas FBR. Mereka kita bawa ke Polsek Kelapa Gading untuk pendataan lebih lanjut,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra dilansir dari
    Antara
    , Kamis (27/3/2025).
    Bentrokan itu bermula saat salah satu organisasi masyarakat (ormas) kedaerahan mengaku ditugaskan menjaga lahan rumah makan Cinto Minang oleh orang berinisial E.
    Bukan hanya sebagai rumah makan, tanah itu juga difungsikan sebagai gudang tisu.
    Lalu pada Kamis siang, pengacara E ingin memasang plang di dalam gudang dan tiba-tiba datang 10 orang ormas lainnya untuk menghalangi dan mengeroyok pengacara tersebut.
    Melihat T dikeroyok, ormas yang mengaku ditugaskan menjaga lahan itu berupaya memberi pertolongan. Namun, ormas lainnya justru kembali menyerang anggota ormas yang ingin menolong T.
    Usai dikeroyok, T bersama anggota ormas yang mengaku menjaga lahan itu meninggalkan lokasi.
    Kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB, Polsek Kelapa Gading mendapat laporan bahwa adanya keributan kembali di TKP.
    Kemudian, sekitar pukul 14.40 WIB datang ormas yang mengaku menjaga lahan itu dari arah Utara Jalan Pegangsaan Dua arah Stadion Tugu melakukan serangan balik ke anggota ormas yang sempat mengeroyok T.
    Di tengah kondisi yang semakin tak kondusif, polisi langsung memukul mundur ormas kedaerahan ke arah Royal Gading Square.
    Selanjutnya, polisi mendatangi lokasi dan melakukan sterilisasi lokasi kejadian.
    “Petugas juga menyisir senjata tajam ormas di lokasi kejadian,” kata Seto.
    Akibat bentrokan ini tiga orang dari ormas kedaerahan terluka di bagian jidat dan ada yang memar di bagian wajah
    Sementara dari ormas lawannya, ada seorang pria berinisial AMO (41) mengalamu luka berat di bagian kepala dan kedua tangannya sehingga harus dirawat di RS Mitra Keluarga.
    Saat ini situasi di lokasi sudah dijaga oleh gabungan personel Polsek Kelapa Gading dan Polres Metro Jakarta Utara.
    “Saat ini 100 orang dari ormas masih bertahan di lokasi kejadian,” ujar Seto.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pertamina Pastikan Kebutuhan BBM dan LPG di Jatimbalinus Aman

    Pertamina Pastikan Kebutuhan BBM dan LPG di Jatimbalinus Aman

    Jakarta

    PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian ESDM memastikan kebutuhan BBM dan LPG di Regional Jawa Timur dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) aman dan terjamin. Hal itu agar kebutuhan BBM dan LPG bisa terpenuhi selama momen Idul Fitri.

    Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa kesiapan BBM dan LPG selama masa mudik Lebaran berada di bawah koordinasi langsung dari Kementerian ESDM dan Satgas BPH Migas. Hal tersebut disampaikan Simon saat meninjau Terminal BBM Surabaya, pada Selasa, 25 Maret 2025 untuk mengecek kesiapan Satgas Ramadan Idul Fitri Pertamina tahun 2025.

    “Ini adalah bagian dari upaya yang dilakukan oleh Satgas Pertamina di bawah koordinasi Kementerian ESDM. Kami mengapresiasi kerja keras tim Pertamina di berbagai daerah, termasuk tim JatimBalinus. Semoga kesiapan ini terus kita pertahankan, baik selama Idul Fitri maupun pasca Lebaran untuk memastikan distribusi energi tetap lancar,” kata Simon dalam keterangan tertulis, Kamis (27/3/2025).

    Simon Aloysius Mantiri menegaskan seluruh infrastruktur energi telah disiagakan untuk memenuhi kebutuhan energi di Jatimbalinus. Dalam kesempatan tersebut, Simon juga memberikan apresiasi dan semangat kepada perwira dan petugas yang bertugas di lapangan selama Satgas bekerja.

    “Kami berterima kasih atas kerja keras yang telah ditunjukkan oleh teman-teman, saudara-saudara kita di lapangan. Tentunya juga semangat dari para perwira Pertamina tetap tinggi,” ucap Simon.

    Selain itu, Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) turut memastikan ketersediaan energi, terutama jargas untuk rumah tangga, berjalan aman dan lancar menjelang Idul Fitri.

    “Di wilayah Sales & Operation Region (SOR) 3 PGN, kami memastikan aliran gas bumi untuk 309.572 rumah tangga selalu tersedia, sehingga pelanggan merasa aman dan nyaman selama menggunakan jargas untuk lebaran,” ujar Direktur Utama PGN Arief S. Handoko.

    Wilayah operasi SOR 3 PGN meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, dan Kawasan Timur Indonesia. PGN sudah menyiapkan posko Satgas Ramadan Idulfitri di wilayah SOR 3 yang beroperasi 24 jam, didalamnya terdapat tim penanganan gangguan dan keluhan. Tim Satgas PGN terus semangat melayani dan memastikan penyaluran gas bumi tidak terganggu.

    Arief mengatakan PGN terus menjadikan jargas sebagai program prioritas perusahaan karena berperan besar terhadap pengurangan subsidi dan impor energi. Melalui sambungan jargas di wilayah SOR 3 saat ini, per satu Sambungan Rumah telah berkontribusi menghemat subsidi energi sekitar 1 juta Rupiah per tahun. Total sambungan yang telah lebih dari 309 ribu SR, berhasil menghemat subsidi energi sebesar 310 Miliar per tahun.

    Disamping itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Aji Anom memaparkan kesiapan BBM dan LPG di area Jatimbalinus. Pertamina menyiagakan 19 Terminal BBM, 8 Terminal LPG, 13 DPPU, 1.319 SPBU, 1.102 Pertashop, Agen LPG (1.072 PSO & .128 NPSO), SPBE (143 PSO & 19 NPSO) dan Agen Minyak Tanah (39 PSO & 2 NPSO).

    “Pertamina juga telah menyiapkan layanan khusus selama arus mudik dan arus balik yang disiagakan di jalur lintas utama, jalur tol, jalur potensial dan jalur wisata,” ujarnya.

    Selain itu, Pertamina Jatimbalinus menyiapkan layanan ekstra berupa SPBU 24 Jam sebanyak 645 unit, Agen LPG 24 jam sebanyak 914 unit, Layanan BBM & Kiosk Pertamina Siaga 7 titik, Motorist/ PDS BBM 41 unit, Mobil tangki stand by 17 unit, dan 3 unit Serambi MyPertamina.

    Pertamina juga telah mempersiapkan Tim Tanggap Darurat Bencana di masing-masing Regional untuk mengantisipasi potensi bencana.

    “Jawa Timur memiliki potensi mudik yang besar baik asal perjalanan maupun tujuan mudik. Perjalanan pemudik dari Jawa Timur diperkirakan mencapai 26,4 juta orang (18%), sedangkan tujuan perjalanan pemudik ke Jawa Timur sebesar 27,4 juta orang (18,7%),” tutupnya.

    (akd/akd)