Tag: Gus Umar

  • Tokoh NU Desak Prabowo Copot Hasan Nasbi: Jangan Bikin Malu untuk Kedua Kali

    Tokoh NU Desak Prabowo Copot Hasan Nasbi: Jangan Bikin Malu untuk Kedua Kali

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kritik tajam terhadap Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, kembali mencuat.

    Kali ini datang dari seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan yang secara tegas meminta Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengevaluasi posisi Hasan Nasbi di pemerintahan.

    “Mustinya Hasan Nasbi dicopot pak Prabowo, jangan bikin malu anda untuk kedua kali,” ujar Gus Umar di X @UmarHasibuan__ (8/4/2025).

    Dikatakan Gus Umar, Hasan Nasbi tidak layak untuk dipertahankan dalam jabatan strategis yang berhubungan langsung dengan komunikasi publik Istana.

    “Sudahlah pak, jangan pertahankan orang yang gak pantes untuk dipertahankan,” tegasnya.

    Desakan ini muncul di tengah sorotan terhadap pernyataan dan rekam jejak Hasan Nasbi yang dianggap kontroversial dan tidak mencerminkan etika komunikasi publik yang semestinya dijaga oleh pejabat tinggi negara.

    Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, merespons kasus teror pengiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica).

    Namun, respons Hasan sangat tidak terduga. Terlebih dia merupakan bagian dari lingkup komunikasi istana.

    Hasan Nasbi menyarankan agar kepala babi itu dimasak saja. “Udah, dimasak aja,” kata Hasan, saat diwawancarai awak media, Jumat (21/3/2025).

    Awak media yang saat itu ada di lokasi Kompleks Istana Kepresidenan, sempat mengonfirmasi kembali mengenai pernyataan Hasan Nasbi tersebut.

    Diketahui bahwa kepala babi yang dikirim sudah dalam kondisi tidak layak dikonsumsi.

  • Kekayaan Raffi Ahmad Lebih dari Rp1 Triliun, Gus Umar Pertanyakan Sumbernya

    Kekayaan Raffi Ahmad Lebih dari Rp1 Triliun, Gus Umar Pertanyakan Sumbernya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, memiliki total harta kekayaan lebih dari satu triliun rupiah.

    Itu berdasarkan rilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

    Pesohor Raffi Ahmad melaporkan kekayaannya pada 27 Desember 2024.

    Raffi memiliki kekayaan berupa aset tanah dan bangunan senilai Rp737.156.974.400 yang terletak di berbagai daerah. Ada di Tangerang, Depok, Jakarta, Makassar, Bali, dan Bandung.

    Adapun di antaranya data terkait Tanah dan Bangunan, Alat Transportasi, Harta Bergerak Lainnya, Surat Berharga, Kas serta harta lain.

    Dalam laporan tersebut, tercatat total harta Tanah dan Bangunan Raffi Ahmad diketahui mencapai lebih dari Rp 737 miliar.

    Sementara itu, total harta alat transportasi suami Nagita Slavina tersebut senilai lebih Rp 55 miliar.

    “Harta bergerak lainnya Rp 46.757.711.000,” begitu lanjutan isi laporan harta Raffi Ahmad.

    Kemudian, tiga kategori harta lainnya diketahui mencapai angka lebih dari Rp 329 miliar.

    “Total harta kekayaan dipotong utang, Rp 1.033.996.390.568,” begitu tertulis jumlah total kekayaan harta Raffi Ahmad yang dicatatkan KPK.

    Terkait hal itu, tokoh NU, Umar Sahadat Hasibuan mempertanyakan sumber kekayaan Raffi Ahmad yang terbilang fantastis. Demikian halnya dengan kekayaan Mayor Teddy.

    “Pengen tahu bisnis Raffi Ahmad dan Teddy ini apa ya? Mayor teddy kekayaannya sampai 15 M apakah warisan ortunya? Atau ada bisnisnya? Raffi Ahmad sumber bisnisnya apa sih yg bisa bikin kekayaannya sampai 1 T ? Ada yg bisa ksh data ges?#SeriusNanya,” tulis Gus Umar melaui akun pribadinya di X, dikutip Jumat (31/1/2025).

  • SBY Bicara soal Dunia Global, Umar Hasibuan: Ini Baru Mantan Presiden!

    SBY Bicara soal Dunia Global, Umar Hasibuan: Ini Baru Mantan Presiden!

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umar Hasibuan, turut memberikan pandangannya terkait pidato mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjadi sorotan publik.

    Gus Umar, sapaannya, memuji SBY atas isi pidatonya yang dianggap relevan dengan isu-isu global.

    “Bginilah mustinya mantan presiden bicara tentang dunia global,” ujar Gus Umar dalam keterangannya di aplikasi X @UmarSyadatHsb__ (15/12/2024).

    Ia menekankan pentingnya peran mantan presiden dalam memberikan perspektif luas terkait dinamika dunia.

    Menurutnya, hal tersebut lebih baik ketimbang terlibat dalam urusan politik praktis yang dianggapnya kurang etis bagi mantan Presiden.

    “Bukan sibuk jadi jurkam atau jastip calon kepala daerah!,” cetusnya.

    Sebelumnya, SBY menyampaikan pandangannya terkait kondisi dunia yang semakin kompleks akibat ketegangan geopolitik di berbagai kawasan.

    Pernyataan ini disampaikan SBY saat menerima penghargaan dari CNBC Indonesia di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (11/12/2024) kemarin.

    SBY menekankan perlunya kesadaran akan situasi global saat ini yang lebih rumit dibandingkan era sebelumnya.

    “Saya ingin menyampaikan kalau ada yang belum aware, dunia sekarang ini memang makin complex dan complicated, rumit dan ruwet,” kata SBY.

    Dalam penjelasannya, SBY membandingkan situasi dunia saat ini dengan masa perang dingin.

    Kala itu, dunia terbagi menjadi blok barat dan timur, dengan konflik Timur Tengah yang jelas mempertemukan kelompok Arab melawan Israel.

    “Sekarang tidak seperti itu. Anatomi berubah dengan pesat sehingga menimbulkan kompleksitas dibanding era dulu,” jelasnya.

  • Gus Umar Kritik Intensitas Pertemuan Jokowi dengan Presiden Prabowo: Apa Sih Maunya?

    Gus Umar Kritik Intensitas Pertemuan Jokowi dengan Presiden Prabowo: Apa Sih Maunya?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kader Nahdlatul Ulama (NU), Umar Sahadat Hasibuan, yang akrab disapa Gus Umar, melontarkan kritik terkait intensitas pertemuan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Prabowo Subianto.

    Gus Umar menyoroti fakta bahwa Jokowi tercatat telah mengadakan pertemuan dua kali di kediamannya dan satu kali di rumah Prabowo Subianto.

    “Kenapa ya Jokowi ini terlalu sering ketemu presiden? Saya hitung 2 kali di rumah Jokowi dan 1 kali di rumah Prabowo. Apa sih maunya Jokowi?” tulis Gus Umar melalui akun media sosialnya, Sabtu (7/12/2024).

    Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengunggah momen kebersamaanya dengan Presiden Prabowo di media sosial Instagramnya.

    Jokowi sampaikan doa untuk Presiden Prabowo di keterangan unggahannya.

    “Terima kasih atas santap tadi malamnya, Bapak Presiden @prabowo. Berkunjung ke kediaman Bapak Prabowo di Kertanegara sambil berbincang dan menyantap makan malam. Semoga Bapak sukses dan sehat selalu,” tulis Jokowi.

    Sebelumnya, keduanya makan malam bersama di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jumat (6/12/2024).

    Jokowi mengaku berbincang empat mata dan sekaligus kunjungan balasan usai Prabowo sempat mampir ke rumahnya di Solo. (Ikbal/Fajar)

  • Gaya Bahasa dalam Penyampaian Syiar

    Gaya Bahasa dalam Penyampaian Syiar

    GELORA.CO – Tentang kalimat goblok Gus Miftah kepada penjual es teh yang kini viral di medsos, Kuasa Hukum Gus Miftah, Herdiyan Saksono menyebut itulah guyonan atau gaya bahasa dalam penyampaian syiar.

    “Dalam penyampaian sebuah cerita yang dimaknai dengan pertanda-pertanda, yang menurut Gus itu merupakan intermezzo dan menarik perhatian para khalayak ramai,” kata Herdiyan dalam sebuah video yang dibagikan, Selasa (3/12).

    “Sehingga perdebatan soal baik atau buruk, langkah yang diambil dalam cerita itu tidak bisa sepenggal-sepenggal, atau dipotongi ceritanya,” lanjutnya.

    Herdiyan menyinggung sifat warganet Indonesia yang kritis, bahkan langsung menghakimi baik buruknya suatu perbuatan. “Sehingga, kita harus secara dewasa mengambil satu kesimpulan yang arif bijaksana dalam mengomentari suatu peristiwa,” pungkasnya.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi turut menyoroti Gus Miftah. Usai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu menyebut penjual minuman goblok.

    “Semoga penjual minuman yang digoblok-goblokin penceramah agama itu ditinggikan derajatnya oleh Allah,” kata Islah dikutip dari unggahannya di X, Selasa (3/12/2024).

    “Beban di atas kepalanya mungkin tak bernilai dibanding harga sendal si penceramah,” ucapnya.

    Tapi bagaimanapun, kata Islah, si penjual tersebut hanya menafkahi keluarganya. “Tapi ingat, dia sedang berjihad menafkahi keluarganya! Sungguh Allah adalah seadil-adilnya penilai,” imbuhnya.

    Miftah disoroti setelah video yang tersebar di media sosial viral. Video itu salah satunya diunggah kader Partai Kebangkitan Bangsa, Umar Hasibuan atau Gus Umar.

    Dalam video tersebut, Miftah nampak berbicara di hadapan banyak orang. Di kerumunan orang itu ada pria yang menjajakan air mineral dan es teh.

    Miftah mulanya melontarkan pertanyaan. Setelah pertanyaan itu dijawab, ia lalu menimpalinya dengan kalimat, yang juga menyebut kata goblok.

    Lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981, Gus Miftah merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dan memiliki garis keturunan langsung dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur. 

    Pengasuh Ponpes API Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf yang juga hadir dalam acara Magelang Bersholawat juga membela Gus Miftah.

    “Terkait video Gus Miftah dengan bakul es di Magelang, saya kebetulan ada di samping beliau saat itu. Itu spontan, bagian dari komunikasi Gus Miftah dengan jamaahnya, guyonan biasa,” kata Gus Yusuf dalam keterangan yang diterima, Selasa.

    Gus Yusuf bilang, Gus Miftah memang memiliki gaya komunikasi yang cenderung santai dan akrab dengan para jamaahnya.

  • Penjual Minuman Digoblokin Gus Miftah, Islah Bahrawi: Dia Sedang Berjihad Menafkahi Keluarganya!

    Penjual Minuman Digoblokin Gus Miftah, Islah Bahrawi: Dia Sedang Berjihad Menafkahi Keluarganya!

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi turut menyoroti Gus Miftah. Usai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu menyebut penjual minuman goblok.

    “Semoga penjual minuman yang digoblok-goblokin penceramah agama itu ditinggikan derajatnya oleh Allah,” kata Islah dikutip dari unggahannya di X, Selasa (3/12/2024).

    Ia mengatakan, memang secara materi penjual minuman itu lebih rendah dari Miftah.

    “Beban di atas kepalanya mungkin tak bernila dibanding harga sendal si penceramah,” ucapnya.

    Tapi bagaimanapun, kata Islah, si penjual tersebut hanya menafkahi keluarganya. “Tapi ingat, dia sedang berjihad menafkahi keluarganya! Sungguh Allah adalah seadil-adilnya penilai,” imbuhnya.

    Adapun Miftah disoroti setelah video yang tersebar di media sosial viral. Video itu salah satunya diunggah kader Partai Kebangkitan Bangsa, Umar Hasibuan atau Gus Umar.

    Dalam video tersebut, Miftah nampak berbicara di hadapan banyak orang. Di kerumunan orang itu ada pria yang menjajakan air mineral dan es teh.

    Miftah mulanya melontarkan pertanyaan. Setelah pertanyaan itu dijawab, ia lalu menimpalinya dengan kalimat, yang juga menyebut kata goblok.

    Diketahui, Gus Miftah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10), bersama dengan enam tokoh Utusan Khusus lainnya. Presiden Prabowo Subianto meminta dia untuk membangun komunikasi internasional soal moderasi dan toleransi beragama.

    Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, dia akan turut serta mengawal isu-isu kerukunan di Indonesia.

  • RK-Suswono Layangkan Mosi Tidak Percaya KPU, Kader NU: Kalah Ya Kalah Saja, Kayak Anak TK Saja

    RK-Suswono Layangkan Mosi Tidak Percaya KPU, Kader NU: Kalah Ya Kalah Saja, Kayak Anak TK Saja

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan Al Chelsea, yang akrab disapa Gus Umar, melontarkan kritik pedas terkait sikap yang ditunjukkan oleh pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RK-Suswono) pasca hasil Pilkada DKI Jakarta. 

    Pasangan tersebut melayangkan mosi tidak percaya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil Pilkada yang dinyatakan kalah dari Paslon Pramono-Rano.

    Gus Umar menilai, tindakan tersebut menunjukkan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi. “Aneh memang demokrasi Pilkada di negeri ini. Didukung penguasa kok malah maksa. Kalah ya kalah saja,” ujarnya, Selasa (3/12).  

    Ia juga mengingatkan pernyataan Ridwan Kamil saat memenangkan pemilihan sebelumnya. “Kan gitu yang diucapkan Ridwan Kamil ketika dia menang. Giliran kalah malah meradang. Kayak anak TK saja,” tambah Gus Umar.  

    Gus Umar pun menegaskan bahwa semangat demokrasi harus diiringi dengan sikap sportif, baik saat menang maupun kalah.  

    Sikap saling menghormati hasil pemilu dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas demokrasi di Indonesia. 

    “Kalah-menang itu biasa dalam politik, yang penting tetap menjaga kebersamaan dan semangat kebangsaan,” tutup Gus Umar. 

    Sebelumnya, Massa relawan dan organisasi masyarakat (ormas) pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), melayangkan mosi tidak percaya kepada KPU Provinsi Jakarta (KPUD) atas pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024 yang dinilai bermasalah. 

  • Gus Umar: Omongan Qodari Lama-lama Kayak Tuhan

    Gus Umar: Omongan Qodari Lama-lama Kayak Tuhan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umar Hasibuan, melontarkan kritik pedas kepada pengamat politik Muhammad Qodari.

    Menurut Gus Umar, sapaannya, Qodari terkesan terlalu percaya diri dalam prediksinya mengenai dinamika politik Indonesia, khususnya untuk Pemilu 2029.

    “Qodari ini omongannya lama-lama kayak Tuhan,” ujar Gus Umar dalam keterangannya di aplikasi X @UnarSyadatHsb__ (28/11/2024).

    Gus Umar memberikan sindiran seolah Qodari yang mengatur ritme politik yang terjadi di Indonesia.

    “Seolah dialah yang mengatur republik ini dan seolah dia tahu apa yang akan terjadi di 2029,” cetusnya.

    Umar mempertanyakan sikap dan pandangan Qodari yang dinilainya terlalu naif.

    “Kenapa lah dia senaif ini sekarang?,” tandasnya.

    Sebelumnya, Pengamat politik Muhammad Qodari menyebut bahwa Pilkada 2024, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng), memiliki peran strategis sebagai batu loncatan menuju Pilpres 2029.

    Menurutnya, siapa pun yang menang di dua wilayah ini berpotensi besar menjadi calon Presiden mendatang.

    “Kalau mas Pram menang, maka calon lawannya Prabowo dan Gibran 2029 itu sudah ada. Namanya Pramono dan Anies atau Anies dan Pramono,” ujar Qodari dikutip dari unggahan akun Instagram @totalpolitikcom (22/11/2024).

    Di sisi lain, kata Qodari, saat ini Megawati dan PDIP sedang mencari sosok yang bisa dijadikan jagoan pada Pilpres 2029 mendatang.

    “Bagi PDIP, bagi ibu Mega, beliau mengatakan sedang mencari jago untuk 2029 dan jago untuk mendongkrak suaranya,” sebutnya.

  • Tokoh NU Sebut Pendukung Pram Pernah Hina Anies Kadrun dan Firaun

    Tokoh NU Sebut Pendukung Pram Pernah Hina Anies Kadrun dan Firaun

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno. 

    Merespon hal itu, Tokoh NU Umar Hasibuan atau disapa Gus Umar memberikan komentar menohok.

    “Apa pendapat kalian ges dengan terang-terangannya @aniesbaswedan mendukung paslon cagub DKI Pramono dan Rano?,” kata Gus Umar dalam akun X, Jumat, (22/11/2024).

    Kader PKB ini mengaku kecewa dengan langkah Anies dalam memberikan dukungannya kepada pihak yang pernah menghinanya sebagai kadrun, Firaun, dan lain-lain 

    “Sebagai pendukung Anies di pilpres, saya sedih sikap Anies yang gabung dengan pendukung pramono yang dulu hina dia sebagai kadrun, firaun, dll. Dulu kita melawan yang menghina, dia sekarang malah gabung,” tandasnya. 

    Sebelumnya, Anies mendeklarasikan dukungannya untuk calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).

    Anies mengaku bersyukur kampanye Pramono-Rano berjalan lancar hingga hari ini. 

    Dia berharap paslon nomor urut 3 itu dapat melanjutkan program DKI Jakarta yang telah berlangsung selama ini.

    “Mudah-mudahan keberlanjutan program program di Jakarta akan bisa berjalan dengan baik dibawah kepemimpinannya Mas Pram besok,” kata Anies. (selfi/fajar) 

  • Ahok Sebut Anies Tak Pernah Masuk Bursa PDIP untuk Pilgub, Gus Umar: Pramono Langsung Dibuat Kesal

    Ahok Sebut Anies Tak Pernah Masuk Bursa PDIP untuk Pilgub, Gus Umar: Pramono Langsung Dibuat Kesal

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakankan bahwa mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan tidak pernah masuk bursa calon gubernur Jakarta dari PDI-P.

    Ketua DPP PDI-P ini mengklaim, partainya tidak pernah membahas kemungkinan Anies dicalonkan sebagai calon gubernur Jakarta pada Pilkada Jakarta 2024.

    “Enggak pernah dibawa dalam rapat DPP bahwa seorang Anies akan dicalonkan, nggak pernah. Namanya enggak pernah dibahas,” ujar Ahok pada Jumat (15/11/2024) lalu.

    Menanggapi pernyataan itu, tokoh NU, Umar Syahadat Hasibuan atau Gus Umar, mengkritik pernyataan Ahok karena dinilai merusak upaya pasangan Pramono-Rano merangkul pendukung Anies.

    “Cagub @pramonoanung langsung kesel baca ini. Sudah capek dia kemarin nemuin Anies malah dirusak sama ahok,” tulis Gus Umar melalui akun media sosial X, dikutip Minggu (17/11/2024).

    Menurut Gus Umar, pendukung Pramono sudah lelah membranding pertemuan Pramono dan Anies, tetapi langsung gosong gara-gara pernyataan Ahok.

    “Padahal ya pendukung pramono kemarin sudah capek branding pertemuan pramono dan anies. Semua langsung gosong karena ahok. Anak Abah lgsg ngegas habis ini,” ulasnya.

    Warganet pun ramai menyampaikan pandangan. Banyak yang ikut kesal dengan pernyataan Ahok.

    “Ahok bukan nya ga jelas ya, kutu loncat juga sebelas dua belas sama RK. Masih ada aja yg mau dengerin mulut nya dia? kalau ga salah di tempo di bahas kok, busuk nya Ahok ini pun ketahuan,” balas warganet.

    “Aslinya pdip emang ga ada mikir utk kemajuan rakyat jakarta, maunya cuma kepentingan partai dan golongan mereka,” kritik lainnya. (sam/fajar)