Tag: Gus Miftah

  • Dampak Positif Pondok Pesantren Ora Aji Dirasakan Warga Sekitar

    Dampak Positif Pondok Pesantren Ora Aji Dirasakan Warga Sekitar

    Sleman, Beritasatu.com – Pondok Pesantren Ora Aji yang dipimpin oleh Gus Miftah tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama Islam, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga sekitar. 

    Pesantren yang terletak di Dusun Tundan Purwomartani Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini telah menjadi magnet yang mendatangkan berkah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

    Evi salah seorang warga sekitar yang sudah dua tahun  membuka warung makan mengaku keberadaan Pondok Pesantren Ora Aji membawa dampak positif bagi dirinya. “Ya memberi dampak yang sangat baik bagi warga sekitar. Kalau ada acara di sini membuat warga sekitar bisa menambah penghasilan,” ujar Evi kepada Beritasatu.com pada Kamis (5/11/24).

    Menurut Evi selama ini yang menjadi pelanggan di warungnya adalah santri pondok, tetangga sekitar dan warga yang lewat.

    Sebagai salah satu tokoh yang dikenal luas, Gus Miftah sering mengadakan pengajian akbar dan kegiatan keagamaan di pesantrennya. Acara ini rutin mendatangkan ratusan hingga ribuan jamaah dari berbagai daerah. Keramaian tersebut menciptakan pasar dadakan yang ramai, sehingga warga sekitar dapat menjual dagangan dan menyediakan lahan parkir, hingga toilet umum.

    “Kalau mereka ada acara mujahadah, (warga) ikut bantuin parkir. Penghasilan dari parkir semua untuk warga karena pihak pesantren sama sekali meminta,” ujar Yanti salah satu pedagang angkringan di sekitar pesantren.

    Yanti yang sudah 22 tahun tinggal di kawasan tersebut mengaku Pondok Pesantren Ora Aji tidak membedakan saat memberikan bantuan meski dirinya beragama lain. “Mereka itu baik sekali. Saat Natal itu juga suka memberi bunga untuk gereja. Mereka juga suka membantu gereja kami saat Natal atau Paskah,” ujarnya.

    Selain dampak ekonomi, warga sekitar juga merasakan manfaat dari segi sosial dan spiritual. Pondok Pesantren Ora Aji di bawah pimpinan Gus Miftah telah membawa banyak dampak positif bagi warga sekitar, khususnya pedagang lokal. Kehadirannya tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga sumber pemberdayaan ekonomi dan sosial. 

  • Puan tanggapi petisi pencopotan Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden

    Puan tanggapi petisi pencopotan Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden

    ANTARA – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal petisi pencopotan Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Ditemui di Kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (5/12) Puan menilai apa yang disampaikan oleh Miftah kontradiktif dengan visi maupun misi presiden dan mengajak semua pihak membangun Indonesia dengan saling menghormati. (Azhfar Muhammad Robbani/Ibnu Zaki/Yovita Amalia/Rijalul Vikry)

  • Gus Ubaid Kagum: Amalan Apa yang Dimiliki Pak Sonhaji Penjual Es Teh?

    Gus Ubaid Kagum: Amalan Apa yang Dimiliki Pak Sonhaji Penjual Es Teh?

    Surabaya (beritajatim.com) – Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan sosok Pak Sonhaji, penjual es teh asongan yang mendadak dapat simpati masyarakat lantaran viralnya potongan video pengajian Gus Miftah yang mengumpat Pak Sonhaji.

    Bahkan, sekelas artis pun rela datang ke Magelang karena iba memberi tali kasih hingga ada yang mau mengumrahkan Pak Sonhaji dan keluarganya.

    “Fenomena ini sangat tepat menjadi refleksi kita sebagai ummat manusia, yang tentu dalam kehidupan fana ini sudah disiapkan semua takdirnya. Dan, ini bagi saya menarik melihat sosok Pak Sonhaji, si penjual es teh asongan tersebut,” kata tokoh muda NU, Ubaidillah Amin (Gus Ubaid).

    Menurut Gus Ubaid yang juga pengasuh Ponpes Annuriyah Kaliwining Jember ini, sudah sepatutnya sebagai umat Islam kembali meyakini bahwa Allah SWT Maha Segalanya, dan mudah bagi Allah untuk mengubah nasib seseorang.

    Sebagaimana firman-Nya, ‘Wa may yattaqillaha yaj al-lahu makhraja. Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja alallahu likulli syai in qadra. Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan, memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan, barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

    “Jika kita berbicara kekurangan Gus Miftah sebagai pendakwah, tentunya beliau sebagai manusia diciptakan sama seperti kita penuh dengan kekurangan, mungkin kita menganggap ceplas ceplosnya (apa adanya) Gus Miftah dalam berdakwah dirasa kurang bagus secara logika adat ketimuran dan orang muslim,” ujarnya.

    Namun, Gus Miftah juga sudah meminta maaf kepada Pak Sonhaji dan masyarakat Indonesia secara terbuka (karena beliau juga sebagai utusan khusus Presiden Prabowo), karena perkataannya yang salah.

    “Justru menurut pendapat saya, ceplas ceplosnya Gus Miftah dalam memberikan ceramah agama itu sudah merupakan kehendak dan ketetapan Allah SWT, dengan ceplas ceplosnya Gus Miftah dalam pengajiannya justru mengangkat derajat seorang hamba Allah bernama Sonhaji penjual es teh,” tuturnya.

    “Secara pribadi, saya sedang coba dalami dari viralnya kasus ini justru sosok seorang Pak Sonhaji. Apa amalan ibadah dari seorang penjual es teh Pak Sonhaji. Mungkin dia tidak pernah berpikir akan seterkenal ini dan mengubah nasib keluarganya,” imbuhnya.

    Banyak tokoh masyarakat yang iba kepadanya, mulai dari Partai Gerindra yang memberikan modal usaha, Gus Miftah yang membelikan rumah baru untuk dia dan keluarganya. “Beberapa artis memberikan bantuan santunan uang, memberangkatkan umroh, dan lain sebagainya. Amaliyah Pak Sonhaji menurut saya mampu menggetarkan dan membuka pintu langit, itu yang harus kita pelajari dari viralnya ceramah Gus Miftah dan penjual es teh Pak Sonhaji,” pungkasnya. [tok/beq]

  • Berada di Samping Gus Miftah Saat Hina Pedagang Es Teh, Ketua PKB Jateng Sampaikan Hal Ini

    Berada di Samping Gus Miftah Saat Hina Pedagang Es Teh, Ketua PKB Jateng Sampaikan Hal Ini

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Tidakan Gus Miftah yang dinilai menghina penjual es teh terus menggelinding. Sosok yang tertawa di sebelahnya saat peristiwa itu turut terseret.

    Salah satunya adalah M Yusuf Chudlodri. Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah.

    Dalam video yang viral, Yusuf disebut berada di panggung bersama dengan Gus Miftah.

    Miftah mulanya melontarkan pertanyaan. Setelah pertanyaan itu dijawab, ia lalu menimpalinya dengan kalimat, yang juga menyebut kata goblok.

    Setelahya, Miftah tertawa. Begitu pula orang yang duduk di sebelanya, termasuk Yusuf.

    Hal tersebut diakui Yusuf. Ia menjelaskan konteks peristiwa itu melalui akun X-nya.

    “Kontek utuhnya penjual es muter-muter diantara jamaah padahal cuaca hujan, hingga mengganggu konsentrasi lalu di tegur GM agar minggir seperti penjual lainnya,” kata Yusuf.

    Yusuf mempersoalkan hal tersebut. Pasalnya, kata dia, waktu hujan.

    “Wong yho hujan-hujan koq nawarin es. Maaf bila respon kita kurang pas waktu itu,” ucapnya.

    Gus Miftah sendiri sudah angkat suara. Ia meminta maaf.

    “Dengan kerendahan hati, saya minta maaf atas kekhilafan saya,” kata Miftah.

    “Saya memang sering bercanda dengan siapapun.Atas candaan saya kepada yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung, mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya,” ucap sambung Miftah.

    Selain itu, dia juga meminta maaf kepada masyarakat yang terganggu dengan candaannya yang dianggap sudah keterlaluan. Sehingga muncul kesan dirinya menghina atau mengolok-olok pedagang es di acara pengajian.

  • Viral Surat 13 Ayat 5 Dikaitkan dengan Kasus Gus Miftah dan Sunhaji Penjual Es Teh, Berikut Penjelasannya

    Viral Surat 13 Ayat 5 Dikaitkan dengan Kasus Gus Miftah dan Sunhaji Penjual Es Teh, Berikut Penjelasannya

    JABAR EKSPRES – Akhir-akhir ini, media sosial diramaikan dengan pembahasan tentang Surat 13 Ayat 5 yang mendadak viral. Semua ini bermula dari kasus Gus Miftah dan Sunhaji, seorang penjual es teh.

    Sebagai pembaca yang penasaran, pasti Kamu juga bertanya-tanya, “Apa sebenarnya arti surat 13 ayat 5 dan kenapa dikaitkan dengan kasus ini?” Yuk, kita bahas bersama yang telah kami rangkum dari beberapa sumber.

    Kasus ini bermula ketika Gus Miftah, seorang pendakwah yang dikenal luas, menyampaikan pernyataan yang dianggap kasar kepada Sunhaji, penjual es teh. Ucapannya menuai banyak kritik dan menciptakan gelombang empati untuk Sunhaji.

    Uniknya, justru dari momen ini banyak kebaikan yang datang kepada Sunhaji. Orang-orang baik dari berbagai penjuru memberikan bantuan, mulai dari hadiah umroh hingga biaya pendidikan untuk kedua anaknya.

    BACA JUGA: Baru Install Ada Reward Saldo DANA Rp550.000 Gratis

    Tentu setiap orang benar-benar terharu melihat bagaimana solidaritas masyarakat bisa mengubah duka menjadi berkah.

    Permintaan Maaf Gus Miftah

    Setelah kasus ini viral, Gus Miftah langsung mengambil langkah dengan meminta maaf secara terbuka melalui video.

    Bahkan, ia mendatangi rumah Sunhaji untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

    BACA JUGA: Pengguna Baru Dikasih Saldo Rp450.000 Gratis dari Aplikasi Penghasil Uang Ini

    Tindakan ini menunjukkan bahwa setiap manusia tak luput dari kesalahan, namun keinginan untuk memperbaiki diri adalah hal yang penting.

    Meski begitu, efek dari kasus ini juga dirasakan oleh orang-orang di sekitar Gus Miftah, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Deddy Corbuzier.

    Publik mendesak Presiden Prabowo untuk mencopot jabatan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden, sementara Deddy Corbuzier diminta untuk memberikan klarifikasi terkait kedekatannya dengan Gus Miftah.

    Kenapa Surat 13 Ayat 5 Jadi Sorotan?

    Di luar persoalan kasus, yang menarik perhatian adalah munculnya diskusi mengenai Surat 13 Ayat 5.

    Banyak yang penasaran dengan artinya dan kenapa ayat ini tiba-tiba dikaitkan dengan kisah Sunhaji.

    “Apakah ada yang sadar yang dijunjung dagangan bapak itu adalah 13 air putih dan 5 air teh coba buka surat 13 ayat 5????,” tulis @iluvv~viaa???? komentar di postingan akun TikTok @khkarim96.

  • Sosok Usman Ali Salman, Tokoh yang Tertawa Paling Keras saat Gus Miftah Hina Penjual Es Teh

    Sosok Usman Ali Salman, Tokoh yang Tertawa Paling Keras saat Gus Miftah Hina Penjual Es Teh

    GELORA.CO – Menjadi orang yang tertawa paling keras saat Gus Miftah menghina penjual es teh, Sunhaji. Sosok pria berjas hitam ini mendapat kecaman dari pengguna media sosial.

    Momen Miftah menghina Sunhaji terjadi saat acara pengajian di lapangan drh Soepardi, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu 20 November 2024.

    Dalam video yang beredar di media sosial, Miftah tampak melontarkan kata-kata kasar kepada Sunhaji yang sedang berjualan es teh.

    Ucapan Miftah tersebut diikuti gelak tawa para tokoh agama yang duduk di atas panggung. Salah satu tokoh agama yang tertawa paling keras adalah Usman Ali Salman.

    Usman Ali saat itu duduk di kanan Miftah. Saking kerasnya, suara tawa Usman Ali sampai terdengar di pengeras suara yang dipegang utusan presiden itu.

    Informasi dihimpun dari berbagai sumber Kamis, 5 Desember 2024, Usman Ali Salman merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) API Al-Huda, Dusun Nepak, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

    Pria kelahiran Dusun Gedongan, Gondosari, 5 Juli 1975 itu merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Magelang, Jawa Tengah.

    Usman tercatat pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang selama 13 tahun.

    Dalam pantauan VIVA, ulasan Google Maps Ponpes API Al-Huda milik Usman Ali dibanjiri rating bintang satu. Bahkan, tidak sedikit orangtua santri yang mengaku memiliki pengalaman buruk saat menitipkan anak-anaknya di ponpes tersebut.

    “Anak saya gak betah. tpi rapot sekolah gak mau di serahin. jadi di sekolah yg baru harus ulang lagi. gak profosional,” tulis salah satu wali santri.

    “Orang tua yg mau mondokin di sini. Tolong tanya dulu sama yg pernah. Dari pada kecewa. Dan kasihan pada anak mu. Cari pondok lain aja sih,” ungkap wali santri yang lain.

    “Untuk guru dan tata usahanya sangat kurang dalam melayani orangtua yg sedang memerlukan berkas penting jam 11 sudah tutup. ada ibu guru atau tu yg di sapa dengan mengucap salam tidak.menjawab dan judes,” ucap wali santri.

  • Sunhaji Pedagang Es Membalas Kunjungan Gus Miftah, Giliran Dia yang Datang ke Jogjakarta

    Sunhaji Pedagang Es Membalas Kunjungan Gus Miftah, Giliran Dia yang Datang ke Jogjakarta

    GELORA.CO – Sunhaji, pedagang es teh, viral di media sosial setelah diolok-olok oleh Gus Miftah di sebuah acara pengajian di daerah Magelang, Jawa Tengah, beberapa Waktu lalu. Gus Miftah pun sempat datang secara langsung ke rumah Sunhaji yang terletak di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk tujuan meminta maaf.

    Gus Miftah sengaja mendatangi rumah Sunhaji untuk meminta maaf secara langsung. Dia pun menyadari candaannya telah kelewat batas dengan mengungkapkan kata kasar.

    Sunhaji tersentuh dengan kedatangan Gus Miftah ke rumahnya. Alhasil, dia pun membalas kunjungan tersebut dengan mendatangi kediaman Gus Miftah di Jogjakarta.

    Dalam video yang beredar, Gus Miftah langsung menyambut Sunhaji saat baru tiba di rumahnya. “Sunhaji,” kata Gus Miftah dengan lantang saat menyambutnya.

    Keduanya pun berpelukan dan kemudian dibawa ke ruang tamu. Gus Miftah sangat senang didatangi Sunhaji.

    “Saya siang ini kedatangan tamu istimewa. Tadi pagi saya sowan ke rumahnya di Grabag, siang ini gantian beliau yang datang ke sini,” ujarnya.

    Gus Miftah rupanya sudah tahu ada beberapa pihak yang ingin memberangkatkan Sunhaji ke Tanah Suci. Dia pun bertanya apakah Sunhaji akan berangkat umrah bersama dirinya atau dengan orang lain yang sudah menawarkannya paket umrah.

    Sunhaji secara tegas menyatakan ingin berangkat umrah dengan Gus Miftah. Dia pun ingin anak-anaknya juga diajak untuk melaksanakan haji kecil di Tanah Suci.

  • Gara-gara Hina Pedagang Es Teh, Gus Miftah Ditegur Prabowo dan Dikecam Publik
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        5 Desember 2024

    Gara-gara Hina Pedagang Es Teh, Gus Miftah Ditegur Prabowo dan Dikecam Publik Nasional 5 Desember 2024

    Gara-gara Hina Pedagang Es Teh, Gus Miftah Ditegur Prabowo dan Dikecam Publik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan
    Miftah Maulana Habiburrahman
    dikecam dari sana-sini usai menghina tukang es teh bernama
    Sunhaji
    saat sedang berdakwah di Magelang.
    Perbuatan tidak patut Miftah Maulana itu terekam dalam video yang viral di media sosial. Dari atas panggung, pria yang dikenal sebagai pendakwah itu melontarkan ucapan tak pantas kepada Sunhaji yang berjualan di tengah-tengah hadirin.
    “Es tehmu
    sih akeh
    (masih banyak)? Ya, sana jual goblok. Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir,” ujar Miftah.
    Ucapan Miftah itu membuat orang-orang yang ada di sekeliling Miftah tertawa terbahak-bahak, sedangkan Sunhaji hanya berdiri terdiam.
    Setelah video itu viral di media sosial, warganet ramai-ramai mengecam dan ujungnya Miftah membuat video klarifikasi guna menyampaikan permintaan maaf.
    “Saya Miftah Maulana Habiburrahman, dengan kerendahan hati, saya meminta maaf atas kekhilafan saya, saya memang sering bercanda dengan siapa pun,” kata Miftah.
    “Maka untuk itu, atas candaan kepada yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung. Dan mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya,” ujar dia.
    Usut punya usut, Miftah baru meminta maaf setelah ditegur Presiden
    Prabowo Subianto
    melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya.
    “Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab yang hari ini berada di Kupang untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum,” ujar Miftah
    Prabowo tegur Miftah
    Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan
    Hasan Nasbi
    mengungkapkan, Prabowo telah mengetahui perbuatan anak buahnya itu dan menyampaikan teguran lewat Mayor Teddy.
    “Presiden sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan melalui Sekretaris Kabinet untuk segera meminta maaf kepada Bapak Sunhaji, yang mungkin saja, dan sangat mungkin terluka perasaannya karena kejadian kemarin,” ujar Hasan dalam keterangan videonya, Rabu (4/12/2024).
    Hasan mengatakan, Prabowo dan para pejabat di Istana sudah mendapatkan informasi mengenai Miftah yang mendatangi Sunhaji secara langsung.
    Dia memastikan Miftah sudah meminta maaf langsung kepada Sunhaji di Desa Banyusari, Kecamatan Grabak, Kabupaten Megelang.
    “Dan kami berharap silaturahmi bisa kembali terjalin dengan baik, keadaan bisa kembali menjadi baik, dan hubungan kekeluargaan bisa tumbuh di antara mereka berdua,” ujar Hasan.
    Pihak Istana Kepresidenan turut menyayangkan kejadian olok-olok yang melibatkan Miftah kepada Sunhaji.
    Hasan mengingatkan bahwa Prabowo sangat menghormati dan menjunjung tinggi adab terhadap siapapun.
    “Beliau pernah berpidato yang menyatakan bahwa beliau sangat menghormati para pedagang kaki lima, para petani, para nelayan, semua orang yang bekerja keras keluar dari rumah mereka, memeras keringat, yang mencari rezeki yang halal untuk kebutuhan keluarga mereka,” ucap Hasan.
    Pelajaran untuk penceramah
    Perbuatan Miftah yang menimbulkan kecaman dinilai menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk berhati-hati dalam berbicara.
    Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah
    Majelis Ulama Indonesia
    (MUI) Cholil Nafis mengatakan, seorang pendakwah semestinya tidak mudah menyampaikan kata-kata yang buruk.
    “Menjadi pelajaran kepada dia dan kita semua agar tak mudah menyampaikan kata-kata yang buruk apalagi di depan publik, (untuk) pejabat publik dan penceramah,” ujar Cholil saat dihubungi, Rabu.
    Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Saadi menambahkan, para pendakwah dan tokoh agama semestinya menjadikan mimbar ceramah sebagai ruang edukasi yang mencerahkan.
     
    Ia menyebutkan, setiap tokoh agama, ulama, dan penceramah agama mengemban tugas mulia sebagai pewaris para nabi untuk melaksanakan tugas mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran melalui jalan dakwah
    Meskipun maksudnya menyampaikan candaan, guyonan atau intermeso, bahkan kritikan sekali pun, Zainut tegaskan, hendaknya tetap dilakukan dengan cara yang santun, bijak dan menghormati etika.
    “Tidak dengan cara yang sarkastik merendahkan martabat dan melanggar norma susila,” ujar Zainut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Isu Politik Terkini: Kepastian Perolehan Suara Pramono Anung-Rano Karno hingga Prabowo Subianto Tegur Gus Miftah

    Isu Politik Terkini: Kepastian Perolehan Suara Pramono Anung-Rano Karno hingga Prabowo Subianto Tegur Gus Miftah

    Jakarta, Beritasatu.com – Hasil Pilgub Jakarta 2024 masih menjadi sorotan masyarakat. Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengumumkan hasil resmi, PDIP telah mendapatkan informasi bahwa perolehan suara pasangan Pramono Anung-Rano Karno di atas 50%, artinya menang dalam satu putaran.

    Berita politik lainnya datang dari Presiden Prabowo Subianto yang telah menegur Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah terkait ucapannya kepada seorang penjual es teh bernama Sunhaji, hingga peran Muhammadiyah yang dinilai berhasil mendidik dan membesarkan kadernya.

    Berikut rangkuman isu politik terkini sepanjang Rabu (4/12/2024).

    Kepastian Perolehan Suara Pramono Anung-Rano Karno
    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersyukur atas raihan suara yang didapatkan pasangan Pramono Anung-Rano Karno pada Pilgub Jakarta 2024. Menurutnya, pencapaian yang didapatkan Pramono Anung-Rano Karno merupakan keinginan warga Jakarta.

    “Untuk pilkada Jakarta, kami sudah mendapatkan seluruh kepastian bahwa perolehan Pramono Anung-Rano Karno pada Pilkada Jakarta 2024 sudah 50,07%, artinya di atas 50% plus 1,” kata Hasto.

    Prabowo Akui Muhammadiyah Berhasil Didik dan Besarkan Kader
    Presiden Prabowo Subianto mengakui keberhasilan Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi. Salah satunya adalah berhasil mendidik serta membesarkan para kadernya sehingga menjadi tokoh-tokoh pemimpin bangsa.

    Prabowo Subianto menyebutkan Presiden pertama Soekarno dan istrinya Fatmawati merupakan kader Muhammadiyah. Begitu juga dengan Presiden ke-2 Soeharto yang juga kader Muhammadiyah.

    “Presiden pertama dan kedua juga merupakan warga Muhammadiyah. Kalau tidak salah, Presiden Soekarno pernah menjadi pengurus Muhammadiyah dan Ibu Fatmawati juga keluarga Muhammadiyah di Bengkulu. Pak Harto juga warga Muhammadiyah, lulusan SD dan SMP Muhammadiyah,” bebernya.

    Andika-Hendi Tersungkur di Kandang Banteng
    Ketua DPP PDIP, Puan Maharani menegaskan bahwa PDIP telah berusaha maksimal untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Andika-Hendi), dalam Pilgub Jawa Tengah 2024. Meski demikian, Puan mengakui masyarakat Jawa Tengah telah memilih pasangan calon nomor urut 2, Ahmad Luthfi-Taj Yasin, sebagai gubernur dan wakil gubernur.

    “Tim kami sudah melakukan evaluasi dan konsolidasi, serta berusaha semaksimal mungkin. Namun, rakyat Jawa Tengah telah memutuskan pilihan mereka dalam pilkada ini,” ujar Puan Maharani.

    Prabowo Tegur Gus Miftah
    Presiden Prabowo Subianto menegur Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah yang viral terkait ucapannya kepada seorang penjual es teh bernama Sunhaji dalam sebuah acara.

    “Presiden sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan melalui Sekretaris Kabinet untuk segera meminta maaf kepada Bapak Sunhaji, yang mungkin saja dan sangat mungkin terluka perasaannya karena kejadian kemarin,” kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi saat dikonfirmasi, Rabu (4/12/2024).

    Prabowo Imbau Pejabat Puasa ke Luar Negeri
    Presiden Prabowo Subianto mengimbau para pejabat, mulai dari tingkat menteri hingga pimpinan daerah, untuk menahan diri atau “puasa” melakukan perjalanan ke luar negeri selama masa pemerintahannya. Langkah ini dimaksudkan untuk efisiensi anggaran yang dapat dialokasikan pada program prioritas bagi rakyat.

    “Tolong ya para menteri dan pejabat puasa dahulu lima tahun tidak ke luar negeri. Kalau lima tahun kita hemat 1,5 miliar dolar AS hanya dari perjalanan saja,” ujar Prabowo saat membuka Sidang Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/12/2024).

  • Miftah Maulana Hina Penjual Es Teh, DPR Usul Pendakwah Disertifikasi
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        5 Desember 2024

    Miftah Maulana Hina Penjual Es Teh, DPR Usul Pendakwah Disertifikasi Nasional 5 Desember 2024

    Miftah Maulana Hina Penjual Es Teh, DPR Usul Pendakwah Disertifikasi
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ucapan dai kondang
    Miftah Maulana Habiburrahman
    yang dinilai melecehkan seorang penjual es teh memicu gelombang kritik dari masyarakat.
    Video yang viral di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan X, menampilkan pernyataan Miftah, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama, mendapat reaksi keras karena dianggap tidak mencerminkan sosok pendakwah.
    Gelombang kritik itu mendorong Anggota Komisi VIII DPR RI,
    Maman Imanulhaq
    , menyerukan perlunya sertifikasi bagi para juru dakwah oleh Kementerian Agama (Kemenag).
    Menurut Maman, sertifikasi dapat memastikan para pendakwah memiliki kapasitas memadai dalam menyampaikan nilai-nilai agama kepada masyarakat.
    “Kementerian Agama perlu melakukan sertifikasi juru dakwah,” kata Maman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/12/2024), seperti dikutip dari
    Antara
    .

    Maman menilai kasus ini sebagai pelajaran penting bagi semua pihak, terutama pendakwah, untuk menjaga etika dalam berbicara di depan publik.
    Pendakwah, menurutnya, seharusnya menjadi teladan dengan menguasai sumber nilai keagamaan, baik Al-Quran, hadis, maupun referensi lainnya.
    Ia juga menekankan pentingnya memilih tema ceramah yang relevan dengan ajaran agama. Ceramah, menurut Maman, tidak boleh berisi bahasa kasar atau candaan yang merendahkan pihak lain.
    “Tema yang dibawakan juga harus merujuk sumber agama. Misalnya, soal kesederhanaan atau lainnya. Itu semua harus bersumber atas referensi keagamaan,” ujar Maman.
    Respons masyarakat terhadap pernyataan Miftah menggambarkan harapan publik terhadap ceramah yang menyejukkan. Maman mengingatkan, pengawasan tidak hanya menjadi tugas Kementerian Agama, tetapi juga masyarakat.
    Ia menyebut pentingnya kontrol terhadap pendakwah yang melanggar etika atau norma publik. Teguran hingga sanksi diperlukan agar hal serupa tidak terjadi lagi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.