Tanggal 30 Desember 2024 Memperingati Hari Apa?
Penulis
KOMPAS.com –
Tanggal 30 Desember 2024 jatuh pada hari Senin. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Haul 15 tahun Wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Selain itu, terdapat pula peringatan dan perayaan lain pada hari ini. Berikut beberapa peringatan yang jatuh pada 30 Desember 2024.
Tanggal 30 Desember 2024 merupakan haulnya
Gus Dur
yang ke-15.
Gus Dur merupakan Presiden Indonesia keempat. Beliau wafat pada tanggal 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB.
Gus Dur diketahui mengalami sakit komplikasi dan dirawat di RSCM Jakarta. Merujuk pada situs resmi Kemenag, Ia dirawat sejak 26 Desember 2009 dan kondisinya sempat membaik sebelum akhirnya kritis.
Mengutip situs resmi NU Jombang, puncak peringatan 15 tahun wafatnya Gus Dur digelar pada Minggu, (22/12/2024) di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang dengan berbagai kegiatan seperti khatmil Qur’an, bedah majalah, bahtsul masail, shalawatan, bakti sosial hingga pengajian akbar.
Gus Dur merupakan Presiden Indonesia yang dikenal dengan toleransinya yang tinggi. Ia bahkan menetapkan Tahun Baru Imlek menjadi hari libur nasional.
Tanggal 30 Desember 2024 juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Satuan Pengamanan (Satpam).
Merujuk artikel
Kompas.com
, satpam dibentuk oleh Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin yang merupakan Kapolri periode 1978-1982.
Tujuan mendirikan satpam kala itu mengingat adanya keterbatasan jumlah polisi dalam menjaga keamanan khususnya di pertokoan.
Awaloedin mengusulkan adanya satpam yang digaji oleh kantor atau instansi tertentu namun latihan pengamannya diberikan oleh pihak kepolisian.
Awaloedin mendirikan Satpam lewat Surat Keputusan Kapolri No.Pol.:SKEP/126/XII/1980 tanggal 30 Desember 1980 tentang Pola Pembinaan Satpam.
Tanggal ini yang kemudian dijadikan hari lahir Satpam dan setiap tahunnya diperingati sebagai HUT Satpam Indonesia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Gus dur
-
/data/photo/2016/12/23/1719207ABDURRAHMAN-WAHID-02-07780x390.JPG?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tanggal 30 Desember 2024 Memperingati Hari Apa?
-

Yenny Wahid Nilai Wacana MLB NU Ganggu Soliditas dan Memecah Belah
Jakarta, Beritasatu.com – Putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid menilai wacana Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU) hanya akan mengganggu soliditas dan dapat memecah belah NU. Untuk itu, Yenny Wahid secara tegas menolak wacara digelarnya MLB NU.
“Saya tidak setuju dengan adanya wacana dan gerakan Muktamar Luar Biasa (MLB) Nahdlatul Ulama. Apa pun motif dan tujuan yang akan dicapai. Ini hanyalah sebuah hal yang hanya akan memecah belah NU,” kata Yenny Wahid dalam keterangannya, Senin (23/12/2024).
Menurut Yenny, berkembangnya wacana dan gerakan MLB NU hanya membuat gusar pengurus dan warga NU di level bawah. Gerakan ini, menurutnya, tidak mempertimbangkan persoalan nyata yang dihadapi warga NU.
“Yang akan terjadi kasihan umat di bawah. Umat bingung melihat para elitenya bertengkar, bahkan mau saling menjatuhkan dan menjungkalkan. Kasihan pengurus ranting, pengurus cabang, dan warga NU yang di bawah,” tambah Yenny.
Dia berharap, siapa pun yang mendalangi wacana dan gerakan MLB NU untuk tidak melaksanakan niat tersebut.
Ia mengatakan, apabila kelompok yang mendorong MLB NU melihat ada persoalan di tubuh NU, sebaiknya diselesaikan dengan duduk bersama untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
-

Yenny Wahid Tolak Wacana MLB NU yang Ingin Dongkel Gus Ipul
Bisnis.com, JAKARTA — Putri KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid menganggap wacana Mukmatar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU) hanya akan memicu kegusaran warga Nahdliyin.
Dia bahkan menyatakan tidak setuju dengan wacana Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU) yang digulirkan oleh segelintir orang.
“Saya tidak setuju dengan adanya wacana dan gerakan Muktamar Luar Biasa (MLB) Nahdlatul Ulama. Apapun motif dan tujuan yang akan dicapai. Ini hanyalah sebuah hal yang hanya akan memecah belah NU,” kata Yenny dilansir dari Antara, Senin (23/12/2024).
Menurut Yenny, berkembangnya wacana dan gerakan MLB NU hanya membuat gusar pengurus dan warga NU di level bawah. Gerakan ini, kata dia, tidak mempertimbangkan persoalan nyata yang dihadapi warga NU.
“Yang akan terjadi kasihan umat di bawah. Umat bingung melihat para elitnya bertengkar, bahkan mau saling menjatuhkan dan menjungkalkan. Kasihan pengurus ranting, pengurus cabang, dan warga NU yang di bawah,” katanya.
Yenny berharap siapapun yang mendalangi wacana dan gerakan MLB NU mengurungkan niatnya.
Menurut dia, apabila kelompok yang mendorong MLB NU melihat ada persoalan di tubuh NU, sebaiknya diselesaikan dengan duduk bersama untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
“Saya berharap siapapun yang berada di belakang MLB marilah kita duduk bersama. Saya mungkin bukan orang yang punya kepentingan dalam hal ini, kecuali NU bersatu, NU utuh,” kata dia.
Menurut Yenny, simbol tali jagad di dalam logo NU bukan tanpa makna. Ia mengisyaratkan adanya ikatan dan kesatuan yang harus dijaga di dalam organisasi.
“Tali jagad ini harus menyatukan kita kembali. Dalam qonun asasi jelas sekali kita diminta untuk bersatu. Jadi saya mengimbau semua pihak, sudahilah gerakan dan wacana tentang MLB itu. Sudahi,” ujar Yenny.
Ia khawatir kondisi semacam ini akan dimanfaatkan dan ditunggangi oleh kelompok lain, sehingga makin memperburuk kondisi NU.
“Duduk bersama, kita selesaikan semua masalah internal NU. Jangan sampai kemudian malah NU disusupi kepentingan-kepentingan dari luar, apalagi kepentingan politik sempit. Tolong NU ini harus dijaga karomahnya, karomah para kiai. Semua pihak harus menahan diri agar NU tidak terpuruk lagi,” ujar dia.
-

GP Ansor Luncurkan Posko Banser Pengamanan Nataru
Jakarta, Beritasatu.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) meluncurkan Posko Banser Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam acara Riyanto Award yang digelar di halaman Masjid KH Abdurrahman Wahid, kantor pusat GP Ansor, Minggu (22/12/2024).
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan Posko Banser Nataru ini merupakan bentuk pengabdian Ansor dan Banser untuk mendukung kelancaran dan keamanan masyarakat selama perayaan Nataru.
“Kita akan menerjunkan kader Banser di berbagai daerah untuk membantu menjaga kondusivitas dan kelancaran ibadah serta aktivitas masyarakat. Semua dilakukan dengan koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri,” ujar Addin dalam siaran pers, Senin (23/12/2024).
Ia juga menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan oleh kader Ansor dan Banser bersifat membantu dengan tetap berada di posisi ring tiga. Dalam pelaksanaan tugas, dilarang keras meminta imbalan.
“Semua kader wajib menjunjung tinggi nilai kesopanan dan toleransi, serta terus berkomunikasi dengan pimpinan pusat untuk memastikan tugas berjalan sesuai arahan,” tuturnya.
Peluncuran Posko Banser ini juga bertepatan dengan pemberian Riyanto Award, penghargaan yang diberikan untuk mengenang Riyanto, seorang anggota Banser yang gugur saat mengamankan gereja di Mojokerto pada malam Natal tahun 2000. Riyanto dikenang sebagai simbol keberanian dan pengorbanan dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama.
“Riyanto adalah pahlawan kemanusiaan. Semangat pengorbanannya menjadi inspirasi bagi seluruh kader Ansor dan Banser untuk selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan toleransi,” kata Addin.
Selain Riyanto, penghargaan ini juga diberikan kepada tokoh-tokoh lain yang berkontribusi besar di bidang kemanusiaan, seperti almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Band Marjinal yang mengabadikan kisah Riyanto lewat seni, dan sejumlah kader Ansor dan Banser yang aktif di berbagai bidang.
Addin menegaskan Riyanto Award akan digelar rutin setiap tahun untuk menggali dan mengapresiasi sosok-sosok inspiratif yang meneruskan semangat Riyanto. “Semangat Riyanto adalah warisan berharga yang harus terus kita jaga dan hidupkan,” tutup Addin.
Peluncuran Posko Banser dan pemberian Riyanto Award ini menjadi bagian dari komitmen GP Ansor dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keamanan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
-
/data/photo/2024/12/21/6766a94ba4bb3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kritik PPN 12 Persen, Yenny Wahid: Vietnam Justru Pangkas Pejabat dan Turunkan Pajak
Kritik PPN 12 Persen, Yenny Wahid: Vietnam Justru Pangkas Pejabat dan Turunkan Pajak
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid mempertanyakan pemerintah yang berencana menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen.
Yenny Wahid pun membandingkan dengan negara lain yang mengambil langkah pro terhadap rakyat.
Hal tersebut Yenny sampaikan dalam acara Haul ke-15 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2024) malam.
“Para ekonom menganalisa bahwa konsumsi domestik adalah penopang terbesar laju ekonomi Indonesia. Tetapi saat ini justru ada rencana pemerintah untuk menaikkan pajak pertambahan nilai menjadi 12 persen. Apakah ini bijak?” ujar Yenny Wahid.
“Mari kita lihat negara lain, Singapura justru memberi bantuan tunai kepada rakyatnya. Vietnam menurunkan pajaknya dan justru perkecil jumlah pejabatnya. Namun Indonesia justru mengambil langkah sebaliknya,” sambungnya.
Yenny menjelaskan, saat ini, rakyat sedang menghadapi tantangan yang begitu besar.
Dia menyebut, harga kebutuhan pokok sedang melonjak tinggi, dan bahkan membuat daya beli menurun.
“Kelas menengah turun kelas, bahkan berulang jumlahnya sebanyak 9 juta orang,” jelas Yenny.
Jika melihat kondisi saat ini, Yenny meyakini, Gus Dur pasti akan berdiri bersama rakyat.
Dia menyebut Gus Dur pasti akan meminta pemerintah menghentikan rencana kenaikan
PPN 12 persen
.
“Jika Gus Dur masih ada, saya yakin, beliau akan berdiri bersama rakyat kecil dan mengatakan, ‘hentikan rencana ini’,” ucapnya.
Menurut Yenny, pemerintah seharusnya berfokus pada kesejahteraan rakyat, bukan malah membebani mereka.
“Prioritaskan kesejahteraan rakyat, bukan hanya angka-angka di atas kertas. Turunkan angka korupsi, bukan malah rakyat yang harus dibebani,” imbuh Yenny.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Lewat Storyanto, GP Ansor Ingin Menjaga Semangat Kebinekaan Setiap Tahun
Jakarta, Beritasatu.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan terus merawat gerakan dan semangat kebinekaan untuk menjaga persatuan bangsa. Komtmen itu terlihat dalam kegiatan bertajuk “Storyanto” di gedung Pimpinan Pusat GP Ansor di kawasan Kramat, Jakarta pada Minggu (22/12/2024) malam.
Acara ini juga digelar dalam momentum hari ulang tahun (haul) mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, salah satu tokoh teladan nasional dalam hal kebinekaan. GP Ansor juga menggelar Riyanto Award, berdasarkan sosok anggota Banser bernama Riyanto yang gugur saat terjadi teror bom malam Natal di Gereja Pantekosta GSJPDI Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur pada 2000 silam.
“Kita akan menjadikan kegiatan ini sebagai acara tahunan untuk mengenang sahabat Riyanto dan bulan kemanusiaan Gus Dur, agar kita semua terus mengingat beliau dalam rangka merawat persatuan,” ujar Ketua umum GP Ansor Addin Jauharudin dalam sambutannya.
Dalam acara GP Ansor merawat kebinekaan tersebut, hadir perwakilan keluarga Riyanto, yang menjadi penerima penghargaan Lifetime Achievement pertama Riyanto Award. Hadir juga putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, yang turut menerima penghargaan mewakili keluarga dalam memperjuangkan kebinekaan, toleransi, dan pluralisme.
Selain kedua tokoh tersebut, sederet kader dan anggota Ansor maupun Banser juga menerima penghargaan atas upaya kemanusiaan di Indonesia. Addin berharap apresiasi ini dapat menumbuhkan serta menginspirasi kader serta anggota Banser dalam melakukan kebaikan di semua lini masyarakat.
“Mudah-mudahan setiap tahun kita bisa terus menggali informasi sosok-sosok banser teladan, inspiratif, dan pahlawan kemanusiaan yang saya yakin tersebar ke seluruh pelosok Indonesia,” ujar Addin.
Addin mengungkapkan, inisiasi GP Ansor untuk membuat konten film hingga gim lokal berdasarkan kisah pahlawan nasional. Upaya ini dijalin berkat kerja sama dengan pengembang gim Lokapala serta pihak lain untuk menggaungkan semangat persatuan ke generasi muda.
Dalam acara GP Ansor merawat kebinekaan itu, pihaknya juga meresmikan posko pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta menyiagakan Banser Tanggap Bencana (Bagana) untuk mewaspadai potensi bencana akibat cuaca ekstrem di pengujung tahun.
-

Isu Politik Terkini: Sengketa Pemilu hingga Usulan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional
Jakarta, Beritasatu.com – Berbagai isu politik terkini telah diberitakan Beritasatu.com sepanjang Minggu (21/12/2024), dimulai dari Mahkamah Konstitusi yang menerima 312 pengajuan sengketa Pilkada 2024 hingga tanggapan Yenny Wahid atas usulan agar Gus Dur dijadikan pahlawan nasional.
Berikut 5 isu politik terkini Beritasatu.com:
1. Perludem: MK Terima 312 Pengajuan Sengketa Pilkada 2024
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mencatat sebanyak 312 permohonan sengketa perselisihan hasil Pilkada 2024 telah diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Peneliti Perludem Ajid Fuad Muzaki menyebut data tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari situs resmi MK per Jumat (20/12/2024) pukul 16.00 WIB.“Dari data yang dihimpun, ada 312 permohonan sengketa yang meliputi pemilihan bupati, wali kota, dan gubernur,” ujar Ajid dalam diskusi daring bertajuk Potret Awal PHP-Kada 2024 yang dipantau di Jakarta, Minggu (22/12/2024) dilansir dari Antara
Ia memerinci mayoritas permohonan berasal dari sengketa pemilihan bupati dengan jumlah 241 perkara, yang mencakup 77,2% dari total permohonan. Selanjutnya, sengketa pemilihan wali kota mencatat 49 perkara atau 15,7%, sementara permohonan sengketa pemilihan gubernur hanya berjumlah 22 perkara atau 7,1%.
2. Wakil Ketua Banggar: Kenaikan PPN 12 Persen Diinisiasi PDIP
Wakil Ketua Banggar yang juga Anggota Komisi XI DPR Wihadi Wiyanto mengatakan wacana kenaikan PPN 12 persen merupakan keputusan Undang-Undang (UU) Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Payung hukum itu merupakan produk Legislatif periode 2019-2024 dan diinisiasi oleh partai penguasa PDI Perjuangan (PDIP).“Kenaikan PPN 12 persen itu merupakan keputusan Undang-Undang (UU) Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) menjadi 11 persen tahun 2022 dan 12 persen hingga 2025, dan itu diinisiasi oleh PDI Perjuangan,” ujar Wihadi kepada wartawan, Minggu (22/12/2024).
Wihadi mengaku aneh dengan sikap PDIP terhadap kenaikan PPN yang sangat bertolak belakang saat membentuk UU HPP tersebut. Terlebih, panja pembahasan kenaikan PPN yang tertuang dalam UU HPP jelas dipimpin langsung oleh fraksi partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.
-

Yenny Wahid Hargai Usulan Prabowo Jadikan Gus Dur Pahlawan Nasional
Jakarta, Beritasatu.com – Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait usulan agar Gus Dur diberi gelar pahlawan nasional.
Menurut Yenny, keluarga menghormati setiap pihak yang ingin memberikan penghargaan pahlawan nasional tersebut kepada Gus Dur yang dikenal sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa keluarga tidak pernah secara aktif mendorong proses pemberian gelar tersebut.
“Kami, keluarga, selalu berada dalam posisi pasif tetapi tentu saja, kami menghargai siapa pun yang mengusulkan, termasuk Presiden Prabowo,” ujar Yenny setelah menghadiri acara di kantor GP Ansor, Jakarta, Minggu (23/12/2024) malam dilansir dari Antara.
Yenny mengatakan bagi keluarga, Gus Dur sudah menjadi pahlawan di hati masyarakat. Meskipun begitu, ia menyadari bahwa pengakuan formal Gus Dur sebagai pahlawan nasional dapat memberikan manfaat bagi generasi muda untuk belajar lebih jauh tentang sosok Gus Dur.
“Gelar itu nantinya lebih untuk anak cucu kita. Generasi mendatang akan bisa belajar lebih dalam tentang siapa sosok pahlawan nasional Indonesia,” ujarnya.
Namun, Yenny mengungkapkan sejauh ini belum ada pembicaraan resmi dari pemerintah dengan keluarga terkait usulan pemberian gelar tersebut. Dikatakannya keluarga siap menerima proses tersebut secara alami.
Yenny juga menyoroti nilai-nilai yang dapat diwariskan dari Gus Dur, seperti kemanusiaan, keadilan, penghormatan terhadap keberagaman, dan nilai-nilai ketuhanan. “Nilai-nilai ini menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang adil, rukun, dan maju,” kata Yenny mengenang almarhum Gus Dur yang diusulkan jadi pahlawan nasional.
