Tag: Gunawan

  • Hampir 70% Gas Bumi RI Diserap Domestik, Industri Konsumen Terbesar

    Hampir 70% Gas Bumi RI Diserap Domestik, Industri Konsumen Terbesar

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri mencapai 3.895,85 billion British thermal unit per day (BBtud) sepanjang Januari-September 2025.

    Angka tersebut mencapai 69% dari total konsumsi gas bumi yang mencapai 5.594,52 BBtud, sedangkan 1.698 BBtud lainnya disalurkan untuk ekspor.

    Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan menuturkan, serapan gas bumi untuk sektor domestik hingga kuartal ketiga tahun ini telah jauh melampaui angka ekspor.

    “Sampai dengan bulan September 2025, rata-rata pemanfaatan gas bumi sebesar 5.594 BBtud, gas yang diserap domestik sebesar 3.895 BBtud, dan ekspor sebesar 1.698 BBtud sehingga pemanfaatan gas domestik mencapai sekitar 69,65%,” ucapnya dalam acara Seminar Nasional ‘Menakar Arah Industri Gas Bumi Nasional’ yang disiarkan secara daring, Selasa (23/12/2025).

    Perinciannya, pemanfaatan gas bumi dialokasikan ke beberapa sektor dalam negeri. Alokasi itu seperti untuk bahan bakar gas (BBG) sebanyak 8,47 BBtud, city gas sebesar 12,72 BBtud, industri sebesar 1.419,10 BBtud, dan pupuk sebesar 680,65 BBtud.

    Lalu, kelistrikan sebesar 740,17 BBtud, domestik LNG sebesar 745 BBtud, lifting minyak sebesar 203,22 BBtud, serta domestik LPG sebesar 86,51 BBtud.

    Sementara itu, ekspor gas pipa tercatat mencapai sebesar 412,82 BBtud dan ekspor gas alam cair (LNG) sebesar 1.285,82 BBtud.

    “Sektor industri masih menjadi pengguna gas bumi terbesar, yang kedua ekspor LNG, urutan ketiga adalah domestik LNG, dan kelistrikan berada di urutan ke empat,” tutur Hendra.

    Lebih lanjut, Hendra mengatakan bahwa pihaknya memastikan bahwa kebijakan energi ke depan akan terus memprioritaskan alokasi gas untuk kebutuhan domestik, terutama sektor industri yang menjadi konsumen terbesar.

    Adapun, strategi pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui percepatan produksi dan eksplorasi, sembari menjaga iklim investasi yang positif dan keekonomian proyek.

    “Pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri dan kebutuhan ekspor akan diturunkan secara bertahap,” katanya.

    Di sisi lain, pemerintah juga terus mengembangkan blok-blok migas raksasa baru serta pembangunan infrastruktur pipa transmisi seperti Cirebon-Semarang (Cisem) II dan Dumai-Sei Mangkei untuk menjaga ketahanan pasokan dalam negeri.

    “Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah terjadinya natural decline di beberapa lapangan, yang menyebabkan penurunan ke pasaran gas pipa domestik. Kami berharap produksi gas bumi dari WK [Wilayah Kerja] South Andaman, WK Masela, WK Genting, dan lainnya nanti dapat memberikan penambahan produksi yang signifikan,” ucap Hendra.

  • Kebutuhan Industri Naik, ESDM Bakal Pangkas Kuota Ekspor Gas Bertahap

    Kebutuhan Industri Naik, ESDM Bakal Pangkas Kuota Ekspor Gas Bertahap

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mengurangi kuota ekspor gas bumi secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Langkah ini dilakukan seiring tingginya kebutuhan gas bumi untuk industri di dalam negeri.

    Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, mengatakan sektor industri masih menjadi pengguna gas bumi terbesar.

    Pemanfaatan gas bumi kemudian disusul oleh kebutuhan ekspor LNG, domestik LNG, dan kelistrikan. Hendra menyebut permintaan gas dari sektor-sektor tersebut terus meningkat.

    Oleh karena itu, pemerintah bakal mengurangi kuota ekspor demi memenuhi kebutuhan domestik.

    “Pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri, dan kuota ekspor akan diturunkan secara bertahap,” ucap Hendra dalam acara Seminar Nasional Menakar Arah Industri Gas Bumi Nasional yang disiarkan secara daring, Selasa (23/12/2025).

    Hendra merinci, rata-rata pemanfaatan gas bumi mencapai 5.594 BBTUD per September 2025. Dari jumlah tersebut, gas yang diserap domestik mencapai 3.895 BBTUD, sedangkan ekspor sebesar 1.658 BBTUD.

    Artinya, pemanfaatan gas domestik mencapai 69,65%.

    Dia menuturkan, pertumbuhan permintaan gas industri dalam negeri yang terus meningkat membuat pemerintah harus memutar otak. Adapun strategi lain selain menekan kuota ekspor, pemerintah bakal menggalakkan eksplorasi dan percepatan produksi dengan tetap mempertimbangkan iklim investasi serta menjaga keekonomian hulu.

    “Pemerintah juga mendorong penyediaan infrastruktur gas bumi untuk mendukung pemanfaatan gas bumi domestik yang lebih optimal,” imbuh Hendra.

    Sebagai informasi, pengetatan kuota ekspor gas tersebut juga seiring dengan semakin menipisnya pasokan gas domestik. Isu ketatnya pasokan gas dalam negeri telah mengemuka sejak awal tahun ini.

    Pada April 2025, SKK Migas sempat menyebut bahwa pemerintah akan melakukan penyesuaian alokasi ekspor gas ke Singapura guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan pemerintah akan mengurangi alokasi ekspor gas dari Sumatra dan mengalihkannya ke pasar domestik mulai Juni 2025.

    Sementara itu, pemenuhan permintaan gas Singapura akan dioptimalkan dari pasokan gas Natuna.

    “Sementara ini, kita masih mengupayakan pemenuhan LNG dari dalam negeri. Kita akan memaksimalkan realokasi ekspor gas pipa dari Natuna, sementara ekspor dari Sumatra ke Singapura kita kurangi untuk kebutuhan dalam negeri,” kata Djoko di Jakarta, Rabu (9/4/2025).

  • Kebutuhan Industri Naik, ESDM Bakal Pangkas Kuota Ekspor Gas Bertahap

    Kebutuhan Industri Naik, ESDM Bakal Pangkas Kuota Ekspor Gas Bertahap

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mengurangi kuota ekspor gas bumi secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Langkah ini dilakukan seiring tingginya kebutuhan gas bumi untuk industri di dalam negeri.

    Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, mengatakan sektor industri masih menjadi pengguna gas bumi terbesar.

    Pemanfaatan gas bumi kemudian disusul oleh kebutuhan ekspor LNG, domestik LNG, dan kelistrikan. Hendra menyebut permintaan gas dari sektor-sektor tersebut terus meningkat.

    Oleh karena itu, pemerintah bakal mengurangi kuota ekspor demi memenuhi kebutuhan domestik.

    “Pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri, dan kuota ekspor akan diturunkan secara bertahap,” ucap Hendra dalam acara Seminar Nasional Menakar Arah Industri Gas Bumi Nasional yang disiarkan secara daring, Selasa (23/12/2025).

    Hendra merinci, rata-rata pemanfaatan gas bumi mencapai 5.594 BBTUD per September 2025. Dari jumlah tersebut, gas yang diserap domestik mencapai 3.895 BBTUD, sedangkan ekspor sebesar 1.658 BBTUD.

    Artinya, pemanfaatan gas domestik mencapai 69,65%.

    Dia menuturkan, pertumbuhan permintaan gas industri dalam negeri yang terus meningkat membuat pemerintah harus memutar otak. Adapun strategi lain selain menekan kuota ekspor, pemerintah bakal menggalakkan eksplorasi dan percepatan produksi dengan tetap mempertimbangkan iklim investasi serta menjaga keekonomian hulu.

    “Pemerintah juga mendorong penyediaan infrastruktur gas bumi untuk mendukung pemanfaatan gas bumi domestik yang lebih optimal,” imbuh Hendra.

    Sebagai informasi, pengetatan kuota ekspor gas tersebut juga seiring dengan semakin menipisnya pasokan gas domestik. Isu ketatnya pasokan gas dalam negeri telah mengemuka sejak awal tahun ini.

    Pada April 2025, SKK Migas sempat menyebut bahwa pemerintah akan melakukan penyesuaian alokasi ekspor gas ke Singapura guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan pemerintah akan mengurangi alokasi ekspor gas dari Sumatra dan mengalihkannya ke pasar domestik mulai Juni 2025.

    Sementara itu, pemenuhan permintaan gas Singapura akan dioptimalkan dari pasokan gas Natuna.

    “Sementara ini, kita masih mengupayakan pemenuhan LNG dari dalam negeri. Kita akan memaksimalkan realokasi ekspor gas pipa dari Natuna, sementara ekspor dari Sumatra ke Singapura kita kurangi untuk kebutuhan dalam negeri,” kata Djoko di Jakarta, Rabu (9/4/2025).

  • Gas RI Mulai Ditahan di Dalam Negeri, Ekspor Direm Pelan-pelan

    Gas RI Mulai Ditahan di Dalam Negeri, Ekspor Direm Pelan-pelan

    Jakarta

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan produksi gas bumi untuk ekspor bakal dikurangi secara bertahap. Pemerintah fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    “Pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri, dan kebutuhan ekspor akan diturunkan secara bertahap,” kata Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, dalam acara Seminar Indef di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    Hendra mengatakan rencana tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan gas bumi dalam negeri. Hingga September 2025, rata-rata pemanfaatan gas bumi nasional tercatat sebesar 5.594,2 Billion British Thermal Unit (BBTU) per hari.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.895 BBTU diserap untuk kebutuhan domestik. Di mana sebagian besar diserap oleh sektor industri. Sementara sebanyak 1.698 BBTU diekspor.

    “Sehingga pemanfaatan gas domestik mencapai sekitar 69,68%. Angka ini diharapkan terus meningkat untuk tahun-tahun mendatang,” katanya.

    Selain mengurangi porsi ekspor, Hendra mengatakan pemerintah juga akan mempercepat produksi dan eksplorasi gas bumi dan mengembangkan blok-blok migas raksasa baru.

    “Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah terjadinya natural decline di beberapa lapangan, yang menyebabkan penurunan ke pasaran gas pipa domestik. Kami berharap produksi gas bumi dari WK South Andaman, WK Masela, WK Genting, dan lainnya nanti dapat memberikan penambahan produksi yang signifikan,” katanya.

    Hendra mengatakan pemerintah juga terus melakukan pengembangan infrastruktur pipa transmisi seperti Cisem II dan Dumai-Sei Mangkei untuk menjaga ketahanan pasokan dalam negeri.

    “Oleh karenanya, untuk memenuhi kebutuhan gas domestik dan perkiraan pertumbuhannya potential demand di beberapa wilayah perlu dikembangkan infrastruktur gas melalui pembangunan jaringan transmisi dan distribusi yang lebih luas,” katanya.

    Lihat juga Video: Raja Yordania Ajak Danantara Garap Proyek Pipa Gas hingga Tol

    (hrp/fdl)

  • Gas RI Mulai Ditahan di Dalam Negeri, Ekspor Direm Pelan-pelan

    Gas RI Mulai Ditahan di Dalam Negeri, Ekspor Direm Pelan-pelan

    Jakarta

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan produksi gas bumi untuk ekspor bakal dikurangi secara bertahap. Pemerintah fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    “Pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri, dan kebutuhan ekspor akan diturunkan secara bertahap,” kata Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, dalam acara Seminar Indef di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    Hendra mengatakan rencana tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan gas bumi dalam negeri. Hingga September 2025, rata-rata pemanfaatan gas bumi nasional tercatat sebesar 5.594,2 Billion British Thermal Unit (BBTU) per hari.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.895 BBTU diserap untuk kebutuhan domestik. Di mana sebagian besar diserap oleh sektor industri. Sementara sebanyak 1.698 BBTU diekspor.

    “Sehingga pemanfaatan gas domestik mencapai sekitar 69,68%. Angka ini diharapkan terus meningkat untuk tahun-tahun mendatang,” katanya.

    Selain mengurangi porsi ekspor, Hendra mengatakan pemerintah juga akan mempercepat produksi dan eksplorasi gas bumi dan mengembangkan blok-blok migas raksasa baru.

    “Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah terjadinya natural decline di beberapa lapangan, yang menyebabkan penurunan ke pasaran gas pipa domestik. Kami berharap produksi gas bumi dari WK South Andaman, WK Masela, WK Genting, dan lainnya nanti dapat memberikan penambahan produksi yang signifikan,” katanya.

    Hendra mengatakan pemerintah juga terus melakukan pengembangan infrastruktur pipa transmisi seperti Cisem II dan Dumai-Sei Mangkei untuk menjaga ketahanan pasokan dalam negeri.

    “Oleh karenanya, untuk memenuhi kebutuhan gas domestik dan perkiraan pertumbuhannya potential demand di beberapa wilayah perlu dikembangkan infrastruktur gas melalui pembangunan jaringan transmisi dan distribusi yang lebih luas,” katanya.

    Lihat juga Video: Raja Yordania Ajak Danantara Garap Proyek Pipa Gas hingga Tol

    (hrp/fdl)

  • RS EMC Alam Sutera Lakukan Operasi Bariatrik Pertama di RI Pakai Robot

    RS EMC Alam Sutera Lakukan Operasi Bariatrik Pertama di RI Pakai Robot

    Jakarta

    RS EMC Alam Sutera berhasil melakukan operasi bariatrik pertama di Indonesia menggunakan teknologi da Vinci Xi Robotic Surgery. Prosedur ini menjadi langkah maju dalam penanganan obesitas dengan pendekatan bedah yang lebih presisi, aman, dan minim invasif.

    Presiden Direktur PT Sarana Meditama International & Direktur RS EMC Alam Sutera dr. Juniwati Gunawan, M.M menyampaikan keberhasilan operasi ini menandai komitmen rumah sakit dalam mengadopsi inovasi medis terkini.

    Ia mengatakan Robotic Surgery bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menjadi alat bantu yang memperkuat kemampuan tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang lebih aman, presisi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

    “Kami terus berinvestasi pada teknologi dan sumber daya manusia agar dapat memberikan layanan terbaik bagi pasien. Kehadiran da Vinci Xi Robotic Surgery ini menjadi wujud nyata komitmen tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/12/2025).

    Sementara itu Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Digestive RS EMC Alam Sutera, dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FInaCS mengatakan operasi bariatrik dengan bantuan robotik memberikan manfaat signifikan bagi pasien, antara lain sayatan yang lebih kecil, risiko komplikasi yang lebih rendah, nyeri pasca operasi yang minimal, serta pemulihan yang lebih cepat.

    “Teknologi ini memberikan keunggulan klinis yang signifikan. Dengan da Vinci Xi Robotic Surgery kami dapat melakukan tindakan bedah dengan akurasi yang jauh lebih tinggi, terutama pada prosedur yang kompleks. Hal ini berdampak langsung pada keselamatan pasien dan hasil klinis yang lebih optimal,” tegasnya.

    Foto: RS EMC Alam Sutera

    Operasi Bariatrik adalah salah satu solusi masalah obesitas yang semakin banyak terjadi saat ini. Dalam tindakan ini dilakukan modifikasi saluran pencernaan pasien. Prosedur ini bukan merupakan operasi kosmetik, melainkan langkah medis untuk menangani obesitas yang tidak berhasil diatasi melalui diet atau olahraga.

    Selama 10 tahun terakhir, RS EMC Alam Sutera melakukan operasi bariatrik dengan metode Laparoskopi, dan hingga saat ini tercatat sudah lebih dari 1.200 operasi bariatrik berhasil dilakukan dan membantu pasien mencapai penurunan berat badan 50-70% dalam kurun waktu 12-18 bulan setelah operasi.

    Dengan kehadiran da Vinci Xi Robotic Surgery, tindakan bariatrik kini bisa dilakukan dengan robotik dan memberikan hasil yang lebih baik lagi.

    Operasi bariatrik robotik telah dilakukan perdana pada tanggal 11 & 12 Desember 2025 oleh tim dokter spesialis bedah digestif RS EMC Alam Sutera yang sudah mendapatkan pelatihan khusus penggunaan sistem da Vinci Xi Robotic Surgery.

    Teknologi robotik ini memungkinkan dokter melakukan tindakan dengan tingkat akurasi tinggi, visualisasi tiga dimensi yang lebih jelas, serta kontrol gerakan yang lebih stabil selama prosedur berlangsung.

    Selain itu tentunya memberikan manfaat signifikan bagi pasien, antara lain nyeri pasca operasi yang lebih minimal, risiko perdarahan yang lebih rendah, serta waktu pemulihan yang lebih cepat.

    Operasi bariatrik merupakan salah satu metode efektif dalam menangani obesitas dan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya. Dengan dukungan teknologi robotik, prosedur ini diharapkan dapat memberikan hasil klinis yang optimal serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

    Adapun da Vinci Xi Robotic Surgery diproduksi oleh Intuitive Surgical Inc., perusahaan pionir teknologi medis yang berbasis di Sunnyvale, California. Da Vinci Xi adalah sistem bedah robotik generasi ke-empat yang paling canggih saat ini untuk prosedur bedah invasif minimal.

    Foto: RS EMC Alam Sutera

    Banyak negara yang sudah memproduksi sistem robotik, namun Intuitive adalah pelopor dalam dunia robotik ini. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dokter bedah dalam melakukan operasi kompleks dengan presisi tinggi melalui:

    • Empat Lengan Robotik: Memberikan fleksibilitas lebih besar untuk menjangkau area tubuh yang sulit diakses oleh tangan manusia.

    • Visi 3D High-Definition: Memberikan tampilan organ tubuh yang sangat detail dan diperbesar bagi dokter.

    Dengan kecanggihan teknologi alat ini dapat dicapai presisi tindakan medis, mempercepat proses pemulihan pasien, serta mendukung tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang optimal.

    Selain untuk operasi bariatrik, da Vinci Xi Robotic Surgery juga akan digunakan untuk bedah lainnya seperti Bedah Digestive, Bedah Urologi, Bedah Hepatobilier, Bedah Ginekologi, Bedah Umum, dan bidang-bidang lainnya yang dimungkinkan untuk menggunakan alat ini.

    RS EMC Alam Sutera memastikan bahwa setiap tindakan robotic surgery dilakukan sesuai standar keselamatan pasien, didukung fasilitas modern, serta tim medis multidisiplin berpengalaman yang telah menjalani pelatihan dan sertifikasi sesuai standar yang berlaku.

    Ke depannya, RS EMC Alam Sutera berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan bedah berbasis robotik sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan yang inovatif dan berorientasi pada pasien.

    (EMC Healthcare/sls)

  • PDI Perjuangan siap berjaya kembali di Jakarta

    PDI Perjuangan siap berjaya kembali di Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – PDI Perjuangan siap berjaya kembali di Provinsi DKI Jakarta dan salah satu upaya untuk mewujudkannya dilakukan melalui Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan DKI Jakarta pada Minggu (21/12).

    “Konferda ini bisa mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan di DKI Jakarta dalam memenangi pilkada, termasuk dengan menambah kursi di DPRD DKI,” kata Panitia Konferda PDI Perjuangan DKI Jakarta, Pantas Nainggolan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    Ia menegaskan, hasil Konferda dan Konfercab ini menjadi fondasi penting bagi penguatan kerja politik partai, konsolidasi kader serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap PDI Perjuangan di DKI Jakarta.

    Melalui Konferda dan Konfercab ini, PDI Perjuangan DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat dan memperkuat peran partai, dalam pembangunan daerah serta demokrasi di Ibu Kota.

    “Melalui konsolidasi struktural Konferda, Konfercab, Musancab, Musran dan Anak Ranting, PDI perjuangan bisa meraih kepercayaan publik, dengan solid bergerak memenuhi amanat penderitaan rakyat, amanat harapan rakyat,” ujarnya.

    Pada Minggu (21/12) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta menggelar Konferda sekaligus Konferensi Cabang (Konfercab) se-Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI.

    Konferda dan Konfercab ini menjadi momentum penting konsolidasi organisasi partai dalam rangka penguatan struktur dan penataan kepemimpinan untuk periode lima tahun ke depan.

    Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto serta dihadiri jajaran DPP PDI Perjuangan antara lain Darmadi Durianto, Charles Honoris, Yuke Yurike dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

    Dengan mempertimbangkan situasi nasional dan berbagai musibah yang terjadi di Indonesia, Konferda dan Konfercab dilaksanakan secara sederhana namun tetap khidmat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sejak pukul 10.00 WIB hingga penutupan pada pukul 18.00 WIB.

    Dalam Konferda tersebut, ditetapkan struktur personalia Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta sebanyak 25 orang dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sedikitnya 30 persen serta melibatkan generasi muda.

    Ady Widjaja ditetapkan sebagai Ketua, Pantas Nainggolan sebagai Sekretaris dan Widoyati sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta untuk masa bakti 2025–2030.

    Selain Konferda, Konfercab juga menetapkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang di sejumlah wilayah. DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur menetapkan 21 orang pengurus dengan Dwi Rio Sambodo sebagai Ketua, Lukman Hakim sebagai Sekretaris dan Junjunan Sinaga sebagai Bendahara.

    Sementara itu, DPC PDI Perjuangan Jakarta Selatan menetapkan Panji Virgianto sebagai Ketua, Simon Sitorus sebagai Sekretaris dan Regina Vianney sebagai Bendahara untuk masa bakti 2025-2030.

    Konfercab Kepulauan Seribu menetapkan struktur personalia DPC sebanyak 15 orang dengan Rahma Bedah Wijaya sebagai Ketua, Sya’ban AS sebagai Sekretaris dan Heri Gunawan sebagai Bendahara.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Struktur Baru PDIP Jakarta Ditetapkan, Ady Widjaja Terpilih Sebagai Ketua

    Struktur Baru PDIP Jakarta Ditetapkan, Ady Widjaja Terpilih Sebagai Ketua

    Liputan6.com, Jakarta – PDI Perjuangan DKI Jakarta menetapkan kepengurusan baru tingkat daerah dan cabang melalui Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Minggu (21/12/2025).

    Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur dan penataan kepemimpinan lima tahun ke depan.

    Konferda dipimpin Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan dihadiri sejumlah pengurus pusat serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Dalam forum tersebut, ditetapkan 25 pengurus DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta dengan komposisi minimal 30 persen perempuan dan melibatkan kader muda. Ady Widjaja ditetapkan sebagai Ketua, Pantas Nainggolan sebagai Sekretaris, dan Widoyati sebagai Bendahara untuk masa bakti 2025–2030.

    Pada Konfercab yang dilaksanakan bersamaan, sejumlah kepengurusan cabang juga ditetapkan. Untuk DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, kepengurusan dipimpin oleh Dwi Rio Sambodo sebagai Ketua, Lukman Hakim sebagai Sekretaris, dan Junjunan Sinaga sebagai Bendahara.

    Di Jakarta Selatan, Panji Virgianto ditetapkan sebagai Ketua dengan Simon Sitorus sebagai Sekretaris dan Regina Vianney sebagai Bendahara. Sementara itu, DPC Kepulauan Seribu menetapkan Rahma Bedah Wijaya sebagai Ketua, Sya’ban AS sebagai Sekretaris, dan Heri Gunawan sebagai Bendahara.

    Panitia Konferda, Pantas Nainggolan, berharap hasil konferensi dapat memperkuat kembali posisi politik PDI Perjuangan di Jakarta.

    “Harapannya agar Konferda ini bisa mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan di DKI Jakarta dalam memenangi Pilkada DKI, termasuk dengan menambah kursi di DPRD DKI,” ujarnya.

     

     

    Sementara itu PDI Perjuangan memperingati 29 tahun peristiwa kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) di Jakarta. Peristiwa ini jadi memori perlawanan dari partai banteng moncong putih terhadap tekanan penguasa orde baru.

  • Polisi Bantah Bubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun

    Polisi Bantah Bubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun

    Madiun (beritajatim.com) – Kepolisian menegaskan tidak pernah melakukan pembubaran terhadap kegiatan diskusi dan bedah buku “Reset Indonesia” yang berlangsung di wilayah Kabupaten Madiun pada Sabtu malam (20/11/2025). Isu penghentian acara tersebut disebut bukan berasal dari aparat kepolisian.

    Kapolsek Nglames AKP Gunawan menjelaskan bahwa pihaknya memang menerima pemberitahuan terkait rencana kegiatan yang digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari. Namun, pemberitahuan itu disampaikan secara mendadak dan tidak melalui mekanisme resmi.

    “Pemberitahuan kami terima sore hari melalui pesan singkat dalam bentuk PDF. Selain waktunya mepet, tanggal dalam dokumen juga tidak sesuai,” kata AKP Gunawan saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025).

    AKP Gunawan mengungkapkan dirinya tidak berada di lokasi saat acara berlangsung karena sedang mengikuti agenda lain bersama unsur Koramil. Meski begitu, ia telah menginstruksikan anggotanya untuk mendatangi lokasi kegiatan.

    “Saya minta anggota datang ke lokasi hanya untuk memantau agar kegiatan berjalan aman dan tertib. Bahkan sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan panitia agar acara selesai pukul 22.00 WIB,” ujarnya.

    Menurutnya, penghentian kegiatan diduga berkaitan dengan sikap pihak pemerintah kecamatan yang menilai acara tersebut belum mengantongi izin yang lengkap. Namun, ia menegaskan kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

    “Dari sisi kami tidak ada pembubaran. Justru kami berkewajiban mengamankan karena ada kerumunan warga. Semua dilakukan secara koordinatif,” jelasnya.

    AKP Gunawan menambahkan, kepolisian tetap memberikan jaminan keamanan terhadap setiap kegiatan masyarakat, baik yang telah mengantongi izin resmi maupun yang baru sebatas pemberitahuan.

    “Selama ada kegiatan yang melibatkan orang banyak, tugas kami adalah memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (rbr/but)

  • Amazing Quran Digelar di Surabaya, Dorong Program Indonesia Bisa Baca Al-Quran

    Amazing Quran Digelar di Surabaya, Dorong Program Indonesia Bisa Baca Al-Quran

    Surabaya (beritajatim.com) – Cinta Quran Foundation bersama Shafira Tour & Travel menggelar Amazing Quran di The Westin Surabaya, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini untuk memperkuat program Indonesia Bisa Baca Quran (IBBQ) sebagai upaya menekan angka buta aksara Al-Quran di Indonesia.

    Data Kementerian Agama RI tahun 2024 mencatat sekitar 72,25 persen umat Islam di Indonesia belum mampu membaca Al-Quran. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program literasi Quran yang telah dijalankan Cinta Quran Foundation sejak 2015.

    Melalui program IBBQ, Cinta Quran Foundation menggunakan metode pembelajaran yang sederhana dan terukur, sehingga dapat diikuti berbagai kelompok usia. Selama satu dekade, program ini telah menjangkau lebih dari 350.000 penerima manfaat di berbagai daerah.

    Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Fatih Karim, mengatakan kegiatan ini difokuskan pada penguatan kemampuan dasar membaca Al-Quran sebagai fondasi pembinaan umat.

    “Bagaimana mungkin umat dekat dengan Al-Quran jika membacanya belum bisa. Karena itu, pemberantasan buta aksara Quran menjadi prioritas,” ujarnya.

    Dukungan terhadap program IBBQ juga datang dari Bank Muamalat. Melalui Cinta Quran Foundation, bank syariah tersebut menyalurkan bantuan sebesar Rp500 juta untuk penguatan program literasi Al-Quran di masyarakat.

    Kegiatan Amazing Quran di Surabaya turut menghadirkan sejumlah tokoh dan figur publik sebagai pendukung gerakan literasi Quran. Kehadiran mereka untuk memperluas jangkauan pesan program kepada masyarakat.

    Salah satu pendukung kegiatan, Ivan Gunawan, menilai dukungan terhadap fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan memiliki dampak jangka panjang. “Kalau tas bisa habis dipakai orang untuk fashion, masjid bisa dipakai orang sujud selama puluhan tahun,” katanya.

    Sementara Ruben Onsu menyampaikan bahwa proses belajar tentang Islam merupakan bagian dari upaya perbaikan diri. “Semenjak mualaf, saya terus dikelilingi orang-orang baik sehingga membuat saya semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ungkapnya.

    Cinta Quran Foundation menargetkan program Indonesia Bisa Baca Quran terus diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Dari Surabaya, pelaksanaan Amazing Quran diharapkan mendorong percepatan penurunan angka buta aksara Al-Quran di berbagai wilayah Indonesia. [ipl/aje]