Tag: Gunawan

  • Menko BG siapkan posko keamanan sepanjang jalur mudik

    Menko BG siapkan posko keamanan sepanjang jalur mudik

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan akan menyiapkan pos keamanan dan kesehatan di sepanjang jalur mudik selama masa Lebaran 2025.

    Pos-pos tersebut akan disiapkan Polri guna memastikan masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan nyaman dan aman.

    “Polri menyiapkan 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu akan disiagakan di sepanjang jalur mudik,” kata pria yang akrab disapa BG dalam pesan singkatnya, Jumat.

    BG menjelaskan pos-pos tersebut akan ditempatkan di beberapa titik krusial seperti jalur utama mudik, bandara, terminal hingga pelabuhan.

    Pos tersebut akan dijaga personel TNI selama 24 jam guna menjaga kondusivitas di beberapa titik keramaian mudik.

    Selain memastikan dari segi keamanan, BG beserta jajaran pemerintah juga melakukan upaya pencegahan bencana selama masa mudik.

    “Kesiapsiagaan penanganan bencana alam banjir, longsor, dan cuaca ekstrem akan ditingkatkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten,” kata BG.

    Operasi tersebut pun sudah dilakukan oleh jajaran TNI AU dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selama 10 hari hingga 20 Maret 2025.

    Dengan ragam upaya itu, BG berharap momentum mudik pada masa Lebaran 2025 bisa berjalan dengan aman dan lancar.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2025

  • KMP Nusa Makmur Kandas di Perairan Gilimanuk, Seluruh Penumpang Selamat

    KMP Nusa Makmur Kandas di Perairan Gilimanuk, Seluruh Penumpang Selamat

    Liputan6.com, Banyuwangi – Kapal Motor Penumpang (KMP) Nusa Makmur mengalami kandas di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada koordinat 8°7’34.06″S-114°26’6.30″E, Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 02.00 Wita.

    Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk ini mengangkut 90 orang, terdiri dari 77 penumpang dan 13 awak kapal.

    Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan permintaan bantuan evakuasi dari TNI AL Gilimanuk pada pukul 06.30 Wita. Tim SAR gabungan yang terdiri dari 9 personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana segera dikerahkan ke lokasi kejadian.

    Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 08.15 Wita dengan menggunakan 1 unit rigid inflatable boat, 1 unit sea rider, dan 1 unit rubber boat.

    “Kami melaksanakan evakuasi bersama. Dari pukul 08.15 hingga sekitar pukul 11.00 Wita, kami berhasil mengevakuasi 46 penumpang ke Gilimanuk dan 2 penumpang ke Tanjung Wangi,” jelas Dewa Putu Hendri Gunawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Kamis (20/3/2025).

    Sebanyak 29 penumpang dan 13 awak kapal KMP Nusa Makmur tetap berada di atas kapal sambil menunggu air laut pasang. Setelah air laut pasang, KMP Nusa Makmur berhasil ditarik oleh KMP Nusa Penida menuju Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 11.20 Wita dan sandar di dermaga 3 sekitar pukul 12.05 Wita.

    Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur SAR, termasuk Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, TNI AL Pos Gilimanuk, Batalyon C Pelopor Sat Brimob Gilimanuk, Polair Polres Jembrana, Polsek Pelabuhan Gilimanuk, KSOP Pelabuhan Gilimanuk, PMI Jembrana, KUPP (Syahbandar) Gilimanuk, BBKK Gilimanuk, dan Potensi SAR 115 Jembrana.

    “Seluruh penumpang dan awak kapal selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkasnya.

  • Detik-detik Mantan Ketua Ormas GMBI Purwakarta Dibunuh, Penyidik Kantongi Identitas Pelaku – Halaman all

    Detik-detik Mantan Ketua Ormas GMBI Purwakarta Dibunuh, Penyidik Kantongi Identitas Pelaku – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Warga Kelurahan Nagri Tengah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria pada Kamis (20/3/2025) pagi.

    Korban yang bernama Asep Budi Kusnadi (53) merupakan mantan Ketua ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Purwakarta.

    Diduga Asep dibunuh di depan rumahnya menggunakan senjata tajam dan pelaku langsung melarikan diri.

    Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Muchammad Arwin Bachar, mengatakan proses olah TKP dilakukan tim Satreskrim dan Inafis.

    Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap kronologi pembunuhan.

    “Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku yang sudah diketahui identitasnya,” bebernya, Kamis, dikutip dari TribunJabar.id.

    Jasad korban telah dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses autopsi.

    Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardiansyah, memastikan Asep menjadi korban pembunuhan setelah menemukan sejumlah luka pada jasad.

    “Pada tubuh korban, terdapat empat luka tusuk, yaitu ada di pipi, kemudian di hulu hati dan di lengan.”

    “Kemudian, juga ada satu sabetan di sekitar pundak. Akibatnya, korban mengalami pendarahan yang luar biasa, dan tewas di sekitar rumahnya,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua RW setempat, Ivan Adi Gunawan, menyatakan kondisi jasad terdapat luka tusuk serta sayatan.

    “Ada warga lapor bahwa saudara Budi ini ditusuk orang, pas kami datangi ke lokasi, pak Budi sudah tergeletak dan sudah tidak bernyawa.”

    “Ada beberapa luka, seperti sayatan di tangan, kemudian sayatan di wajah dan luka tusuk pada bagian dada dan perut,” bebernya.

    Tetangga korban, Candra, mengaku sempat mendengar keributan dari rumah Asep.

    Ia tak sempat mengejar pelaku dan menemukan korban bersimbah darah di lantai.

    “Saya mendengar suara gaduh dari dalam rumah, kemudian melihat seseorang keluar mengenakan jaket sweater dengan kupluk dan masker, jadi saya tidak bisa mengenali wajahnya,” tuturnya.

    Menurutnya, tak ada barang berharga milik korban yang hilang.

    “Budi ngejar pelaku keluar rumah, saya teriak minta tolong, tapi Budi sudah banyak luka terus banyak darah juga,” bebernya.

    Sebagian artikel telah tayang di TribunJabar.id dengan judul BREAKING NEWS: Pria di Purwakarta Ditemukan Tetangga Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

    (Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Daenza Fahlevi)

  • Detik-detik Mantan Ketua Ormas GMBI Purwakarta Dibunuh, Penyidik Kantongi Identitas Pelaku – Halaman all

    Mantan Ketua Ormas di Purwakarta Tewas Dibunuh, Pelaku Sempat Tanya Alamat Korban ke Warga – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Asep Budi Kusnadinata (52), mantan Ketua Ormas GMBI, ditemukan tewas di halaman depan rumahnya di Kampung Malang Nengah Wetan, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (20/3/2025), sekitar pukul 05.00 WIB.

    Korban ditemukan bersimbah darah dengan sejumlah luka akibat serangan orang tak dikenal yang mengenakan masker dan kupluk.

    Menurut keterangan kerabat korban, Sandra, saat kejadian, Asep Budi sedang tidur di ruang tengah rumahnya, sementara Sandra berada di kamar mandi.

    Keributan mendadak membuat Sandra keluar dan menemukan Asep Budi terluka parah.

    “A Budi ngejar pelaku keluar rumah, saya teriak minta tolong, tapi a Budi sudah banyak luka terus banyak darah juga,” ujar Sandra dengan suara gemetar kepada wartawan di lokasi, Kamis.

    Korban mengalami luka sabetan senjata tajam di tangan, pelipis mata, dada, serta luka tusuk di bagian perut.

    Meskipun sudah terluka parah, Asep Budi sempat berusaha melawan dan mengejar pelaku.

    Ivan Adi Gunawan, Ketua RW 10, menambahkan, pelaku sempat meminta alamat rumah korban kepada warga sekitar sebelum kejadian.

    “Ada laporan dari warga bahwa pelaku menanyakan alamat rumah korban dan meminta diantar ke Jatiluhur setelah kejadian,” jelas Ivan.

    Tim Satreskrim dan Inafis Polres Purwakarta yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan identifikasi.

    Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini.

    “Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku yang sudah diketahui identitasnya,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Muchammad Arwin Bachar.

    Korban yang merupakan mantan ketua ormas GMBI, kini telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna mengetahui lebih detail penyebab kematiannya.

    Keluarga dan kerabat korban tak kuasa menahan kesedihan melihat Asep Budi tewas dalam keadaan mengenaskan.

    Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

    Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan segala hal mencurigakan kepada aparat keamanan setempat.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Ratusan Ribu Kasus Kanker di Indonesia Picu Kematian, Ahli Onkologi Gelar Konferensi Cari Solusi – Halaman all

    Ratusan Ribu Kasus Kanker di Indonesia Picu Kematian, Ahli Onkologi Gelar Konferensi Cari Solusi – Halaman all

     

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA — Kasus kanker di Indonesia banyak yang berujung kematian.

    Merujuk Global Cancer Observatory (Globocan), pada tahun 2022 Indonesia mencatat 408.661 kasus kanker baru dan 242.099 kematian akibat kanker, dengan jenis kanker paling umum adalah payudara, leher rahim, paru-paru, dan kolorektal.

    Lebih dari 60-70 persen pasien kanker di Indonesia terdeteksi pada stadium lanjut, jauh lebih tinggi dibandingkan negara maju yang hanya berkisar 10-20 persen.

    Rendahnya kesadaran masyarakat dan lambatnya sistem rujukan medis menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.

    Berangkat dari kondisi ini, konferensi onkologi multidisiplin terbesar di Indonesia, Siloam Oncology Summit (SOS) 2025 digelar lagi.

    Kegiatan ini mengundang berbagai pakar internasional dari berbagai institusi kesehatan global, termasuk MD Anderson Cancer Center (Amerika Serikat), The Netherlands Cancer Institute (Belanda), University of Wollongong (Australia), Icon Cancer Center (Australia), National Cancer Center (Jepang), Sir Run Run Shaw Hospital (China), Rungsit University/Rajavithi Hospital (Thailand), dan National Cancer Center Singapore (Singapura).

    SOS 2025 akan berlangsung pada 16-18 Mei 2025 di Shang-rila Hotel Jakarta, menghadirkan pembicara internasional serta lebih dari 80  pakar onkologi nasional terkemuka dan ada berbagai workshop.

    CEO MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sekaligus Ketua Panitia SOS 2025, dr. Edy Gunawan, MARS, mengatakan, kegiatan rutin diadakan setiap tahun sejak tahun 2021 dan telah menjadi salah satu platform yang mempertemukan pakar medis dari berbagai bidang ilmu onkologi untuk membangun strategi inovatif dalam meningkatkan deteksi dini serta kualitas perawatan kanker.

    Tahun ini tema SOS 2025 adalah mengadopsi kampanye global Union for International Cancer Control (UICC) 2025-2027, yakni “United by Unique” atau pendekatan yang menekankan pentingnya personalisasi dalam perawatan kanker.

    Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan pemanfaatan teknologi canggih guna meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas pengobatan.

    Melalui 24 sesi simposium, peserta SOS 2025 akan mendapatkan wawasan terbaru dari pakar ternama dunia mengenai berbagai topik utama, termasuk diagnosis dan terapi terbaru pada semua jenis kanker, serta pendekatan paliatif berbasis holistik.

    Selain itu, hands-on workshops akan melatih tenaga medis dalam berbagai teknik mutakhir, seperti pelatihan teknik endoskopi yang menggunakan endoscopic ultrasound (EUS) untuk diagnostik dan terapi kanker pankreas dan hati.

    Pelatihan pendekatan intervensi dalam perawatan paliatif akan membahas teknik meningkatkan kualitas hidup pasien kanker stadium lanjut, termasuk pengelolaan nyeri dan perawatan multidisiplin.

    Pelatihan precision oncology akan mengulas pemanfaatan big data dan teknologi guna membantu dokter memberikan terapi kanker yang lebih akurat, maupun pelatihan khusus seperti sistem transfer obat tertutup.

    Konferensi ini juga mengajak peserta untuk berpartisipasi dalam sesi diskusi interaktif dan kelompok kerja guna membahas tren global, inovasi terbaru, serta solusi nyata untuk meningkatkan akses dan kualitas perawatan kanker.

    SOS 2025 juga menggelar kompetisi poster bagi tenaga medis dari berbagai disiplin, termasuk dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, dan seluruh tenaga medis lain yang terlibat dalam penanganan kanker.

     

  • MedcoEnergi selesaikan akuisisi seismik 3D Rebonjaro di Sumsel

    MedcoEnergi selesaikan akuisisi seismik 3D Rebonjaro di Sumsel

    Palembang, Sumsel (ANTARA) – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi), melalui anak perusahaannya Medco E&P Grissik Ltd bersama SKK Migas, menyelesaikan akuisisi seismik 3D yang ekstensif di Lapangan Rebonjaro, Blok Corridor, Sumatera Selatan.

    Dalam rilis yang diterima ANTARA di Palembang, Sumsel, Kamis, disebutkan akuisisi seismik ini mencakup area seluas 165 km2 dan menghasilkan data subsurface yang sangat penting untuk menjadi dasar dalam perencanaan pengeboran eksplorasi selanjutnya.

    Inisiatif ini sejalan dengan strategi jangka panjang MedcoEnergi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya, menjaga keberlanjutan produksi serta memastikan keandalan pasokan energi yang berkelanjutan.

    Akuisisi seismik Rebonjaro mengadopsi teknologi Advanced Wireless Acquisition, untuk menangkap data seismik resolusi tinggi dengan meminimalkan dampak lingkungan.

    Blok Corridor memasok gas ke berbagai industri strategis di Indonesia, termasuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pupuk Sriwijaya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Energasindo Heksa Karya, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah.

    Hingga Februari 2025, realisasi produksi gas Corridor tercatat 5 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025, mencerminkan kinerja operasional dan efisiensi yang optimal.

    Ronald Gunawan, Director & COO MedcoEnergi, mengatakan kinerja produksi dan catatan keselamatan yang kuat di Blok Corridor mencerminkan komitmen MedcoEnergi terhadap keunggulan operasional dan pengembangan energi berkelanjutan.

    “Investasi berkelanjutan dalam eksplorasi, pengembangan, dan optimasi produksi sangat penting untuk memastikan pasokan gas yang andal, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

    Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2025

  • IHSG Terjun Bebas, Saidiman Ahmad: Apa Iya Orang Mau Tanam Modal di Negara yang Aturannya Bisa Diakal-akali?

    IHSG Terjun Bebas, Saidiman Ahmad: Apa Iya Orang Mau Tanam Modal di Negara yang Aturannya Bisa Diakal-akali?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Posisi Letnan Kolonel (Letkol) Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) dalam pemerintahan saat ini mendapatkan sorotan tajam.

    Hal ini menyusul upaya dari DPR untuk melakukan revisi Undang-Undang (UU) TNI.

    Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan atau Polkam Budi Gunawan mengatakan saat ini Sekretaris Kabinet (Seskab) berada di bawah Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

    Lanjut, Ia mengatakan perubahan tersebut berdasarkan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK)

    “Kalau dulu Seskab itu kedudukannya kan dengan Setneg itu sejajar, tapi yang sekarang dalam SOTK yang baru, kedudukan Seskab itu berada di bawah Sekretaris Militer Presiden,” ujar Budi Gunawan, belum lama ini.

    Karena alasan inilah, jabatan Teddy tidak melanggar aturan sebab Seskab kini berada di bawah Sekretariat Militer Presiden atau Setmilpres.

    Terkait hal ini, Pengamat politik Saidiman Ahmad memberikan kritikan tajam melalui cuitan di akub media sosial X pribadinya.

    Ia menyebut akal-akalan seperti inilah yang bisa membuat rakyat menjadi tidak percaya ke Pemerintah.

    “Akal-akalan semacam ini membuat kepercayaan pada pemerintah runtuh,” tulisnya dikutip Rabu (19/3/2025).

    Lanjut, ia menyinggung terkait penanaman modal di Indonesia yang anjlok karena aturannya bisa diakal-akali.

    “Apa iya orang mau tanam modal di negara yang aturannya bisa diakal-akali, seolah-olah rakyat sedemikian bodohnya?,” tuturnya.

    Diketahui, Pasal 2 Perpres 139/2024 Tentang Penataan Fungsi Kementerian Negara, ditandantangani Presiden 21 oktober 2024 menyebutkan: membubarkan Sekretariat Kabinet yang dibentuk berdasarkan Perpres 55/2020. Pelaksanaan tugas Sekretariat Kabinet diintegrasikan ke dalam Kementerian Sekretaris Negara.

  • Pembatasan Truk 16 Hari Ancam Produksi Industri Kaca hingga Keramik

    Pembatasan Truk 16 Hari Ancam Produksi Industri Kaca hingga Keramik

    Bisnis.com, JAKARTA — Industri yang bergantung pada angkutan logistik ramai-ramai mengaku keberatan atas pembatasan operasional truk selama periode mudik Lebaran 2025 yang berlaku selama 16 hari, tepatnya pada 24 Maret-8 April. 

    Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan, kebijakan tersebut dapat mengancam produktivitas yang secara tak langsung memperlambat perputaran ekonomi pada libur Lebaran tahun ini. 

    “Jadi dengan memperlebar larangan truk itu artinya dengan mengecilkan potensi ekonomi kita,” kata Yustinus, dikutip Rabu (19/3/2024). 

    Pembatasan truk dalam rentang waktu panjang disebut akan menghambat input bahan baku produksi, sementara mesin pengolah tak dapat serta merta dimatikan karena alasan efisiensi energi. 

    Yustinus menuturkan, untuk menghidupkan tungku dengan suhu optimal untuk produksi dibutuhkan waktu panjang sehingga tidak mungkin industri mematikan produksi nyaris 3 pekan. Artinya, tungku harus terus menyala tanpa ada input masuk, alhasil beban ongkos energi meningkat.

    “Industri kaca yang memang harus terus beroperasi apalagi sangat bergantung kepada logistik. Itu pengurangan jam kerja atau larangan truk operasi itu dengan rentang panjang itu akan mengurangi produktivitas kami,” jelasnya. 

    Apalagi, distribusi untuk produk jadi juga terhambat sehingga dapat dipastikan stok menumpuk dan membutuhkan gudang atau ruang penyimpanan lebih banyak. 

    “Kami sangat mengharapkan bahwa itu bisa seperti tahun lalu, cuma 4 hari sebelum dan 4 hari sesudah, 8-10 hari masih bisa kami atur,” tuturnya. 

    Senada, Ketua Umum Asosiasi Gelas Kaca Indonesia (APGI) Henry T. Sutanto mengatakan, jika dihitung dari potensi kehilangan omzet, maka setidaknya pendapatan selama sebulan turun 4%-10% tergantung skala produksi pabrik. 

    “Sebenarnya kalau dihitung per bulan, itu bisa hilang sekitar 10% [omzet] karena setengah dari energi kita kan harus buang itu,” katanya.

    Dia menerangkan bahwa industri gelas kaca merupakan angkutan barang bulky atau barang dengan massa yang besar dan berat, serta kebutuhannya tidak dapat dihentikan dalam waktu yang lama.

    Kebutuhan bahan baku produksi gelas kaca seperti pasir kuarsa atau silika, soda abu, dan lainnya dalam sehari bisa membutuhkan 200-1.000 ton per hari. 

    Artinya, jika pembatasan dilakukan selama 16 hari maka pabrik akan kehilangan 16.000 ton bahan baku dan tidak dapat berproduksi.

    Apalagi, produk jadi gelas kaca yang tidak dapat didistribusikan imbas pembatasan angkutan selama 16 hari itu juga berpotensi menumpuk dan membutuhkan gudang yang lebih besar.

    “Karena industri gelas itu tidak bisa berhenti, produksi harus jalan terus. Kita butuh temperatur yang cukup tinggi dan temperatur harus terjaga, sedangkan untuk manasin tungku dari titik 0-1.600 derajat itu butuh waktu 21 hari,” tuturnya.

    Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, kebijakan tersebut lebih lama dari yang selama ini diterapkan 8-10 hari. Menurut Edy, hal tersebut dapat merugikan industri dan berisiko mengganggu efisiensi produksi.

    “Bagi kami ini sudah jelas ini merugikan kegiatan dunia usaha. Apalagi dalam proses produksi. Jadi boleh dikatakan 16 hari ini industri ini dirugikan karena ‘vakum’ [distribusi bahan baku dan produk jadi],” ujarnya. 

  • Kisah WNI Bertaruh Nyawa di Myanmar demi Kebebasan…
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        19 Maret 2025

    Kisah WNI Bertaruh Nyawa di Myanmar demi Kebebasan… Megapolitan 19 Maret 2025

    Kisah WNI Bertaruh Nyawa di Myanmar demi Kebebasan…
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Suasana haru menyelimuti Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang ketika satu per satu Warga Negara Indonesia (WNI) turun dari pesawat repatriasi.
    Wajah-wajah kelelahan terpancar dari mereka yang baru saja lepas dari cengkeraman sindikat perdagangan manusia di Myawaddy, perbatasan konflik antara Thailand dan
    Myanmar
    .
    Sebanyak 554 orang, terdiri dari 449 laki-laki dan 105 perempuan, akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah hidup dalam tekanan, penyiksaan, dan ancaman selama berbulan-bulan.
    Perjalanan mereka menuju mimpi bekerja di luar negeri berakhir menjadi mimpi buruk.
    Terjebak dalam jaringan kejahatan online scamming lintas negara, mereka dijanjikan pekerjaan bergaji besar, tetapi yang didapat justru siksaan dan penyanderaan.
    Bekerja di bawah pengawasan ketat, mereka mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari pukulan, penyetruman, hingga ancaman yang mengerikan.
    “Korban mengalami berbagai tekanan, kekerasan fisik seperti pukulan dan penyetruman, serta diancam akan diambil organ tubuhnya manakala target yang dibebankan oleh para bandar ini tidak bisa dipenuhi,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan, saat menyambut kepulangan mereka di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (18/3/2025).
    Di tempat mereka ditahan, paspor disita, komunikasi dengan dunia luar diputus, dan setiap upaya melarikan diri berujung pada intimidasi brutal.
    Jaringan mafia ini beroperasi dalam skala besar, menjadikan para korban seperti barang dagangan yang bisa dieksploitasi sesuka hati.
    Namun, harapan tak pernah benar-benar padam. Melalui kerja sama intensif antara pemerintah Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Polri, serta otoritas Thailand dan Tiongkok, operasi penyelamatan lintas negara berhasil dilakukan.
    Proses repatriasi dilakukan dalam tiga gelombang penerbangan dari Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok, ke Jakarta pada 18 dan 19 Maret 2025.
    “Flight pertama hari ini telah membawa 200 orang, dan siang flight kedua juga membawa 200 orang. Lalu besok flight ketiga akan membawa 154 orang. Total sebanyak 554 WNI kita pulangkan,” kata Budi Gunawan.
    Begitu tiba di Jakarta, mereka langsung dibawa ke Wisma Haji, Pondok Gede. Di sana, selain mendapatkan bantuan logistik, mereka juga diberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial.
    Masa pemulihan ini berlangsung selama tiga hari sebelum mereka kembali ke daerah asal masing-masing.
    Namun, perjuangan belum berakhir. Pemerintah melakukan asesmen menyeluruh untuk memastikan siapa yang benar-benar menjadi korban dan siapa yang mungkin terlibat dalam sindikat.
    “Asesmen sangat penting untuk memastikan siapa yang akan mendapat bantuan hukum, dan siapa yang perlu diproses secara hukum,” ujar Budi Gunawan.
    Polri pun telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum), Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta unsur intelijen untuk mendalami kasus ini.
    Waka Bareskrim Polri, Irjen Asep Edi Suheri menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh.
    “Sudah kami laporkan kepada Bapak Kapolri bahwa nanti akan dibuat tim untuk pemeriksaan ini, asesmen dan pendalaman yang dilaksanakan di Asrama Haji,” kata Asep.
    Jika terbukti sebagai korban, pendekatan berbasis keluarga akan diutamakan. Namun, jika ada yang terindikasi sebagai pelaku, mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
    Di balik duka dan trauma yang mereka bawa pulang, ada secercah harapan. Kepulangan ini bukan sekadar perjalanan kembali ke rumah, tetapi juga langkah awal untuk bangkit kembali, meninggalkan kegelapan Myawaddy, dan merajut masa depan yang lebih baik.
    (Reporter: Intan Afrida Rafni | Editor: Faieq Hidayat)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tips Aman Menjaga Keluarga dengan Demensia Saat Mudik Lebaran

    Tips Aman Menjaga Keluarga dengan Demensia Saat Mudik Lebaran

    Jakarta

    Mudik dengan membawa anggota keluarga yang mengalami demensia atau pikun bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, persiapan yang tepat dapat membuat perjalanan tersebut tetap nyaman dan aman bagi mereka.

    Spesialis neurologi dr Andrie Gunawan, SpN F-NR mengatakan bahwa peran caregiver atau orang yang bertugas merawat dan mendampingi sangatlah vital. Mereka yang mengidap demensia memang tidak boleh dibiarkan sendiri.

    “Apa sih triknya? Sekarang banyak cara, pasien-pasien demensia yang mungkin tiba-tiba dia lost (hilang), dia bisa dikasih kalung. Kasih identitas di situ, namanya siapa, lahirnya di mana, tanggal lahir, beserta alamat dan contact person,” kata dr Andrie saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2025).

    “Jadi siapa nanti yang menemukan, dia bisa menghubungi nomor itu. Nah itu bagian dari trik di mana orang tersebut tidak akan lost dari keluarganya,” sambungnya.

    Menurut dr Andrie, tidak sedikit kasus ‘kecolongan’ terjadi, yaitu orang dengan demensia tersebut bisa saja lepas dari pengawasan keluarga atau caregiver.

    “Biasanya ditinggal meleng sedikit, tiba-tiba sudah lost,” katanya.

    “Jadi bisa dilengkapi dengan kalung itu tadi, semacam dog tag yang isinya identitas, contact person, segala macam. Itu sangat penting dan seperti ini juga dilakukan di luar negeri, simpel kan,” tutupnya.

    (dpy/up)