Tag: Gofar Hilman

  • Ayla Retro, Gran Max Taft, dan Gran Max City Pop Mejeng di GIIAS 2025

    Ayla Retro, Gran Max Taft, dan Gran Max City Pop Mejeng di GIIAS 2025

    Jakarta

    PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membawa tiga mobil modifikasi dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Ayla Retro Future, Gran Max Taft Guy, dan Gran Max City Pop itu hasil kolaborasi Daihatsu dengan Gofar Hilman dan NMAA (National Modificator & Aftermarket Association).

    “Ini bagian dari campaign kita, bahagia sejak pertama,” ujar Hari Wicaksono selaku Promotion & Digital Marketing Department Head PR PT Astra Daihatsu Motor (ADM) saat konferensi pers di ICE BSD Tangerang Selatan, Kamis (31/7/2025).

    Adapun alasan Daihatsu menggandeng Gofar Hilman dan NMAA lantaran sudah berpengalaman di bidang modifikasi.

    “Kita tahu Gofar Hilman salah satu modifikator terkenal di Indonesia yang memiliki style punya kebahagiaan bagi orang yang melihat modifikasinya,” kata Harry.

    “NMAA merupakan asosiasi modifikasi terbesar di Indonesia yang sudah tersertifikasi oleh Kemenperin dan Kemenaker, hasilnya tidak perlu diragukan lagi,” jelas dia.

    Andre Mulyadi, founder NMAA menyebutkan modifikasi Gran Max itu konsepnya memasukkan nilai kejayaan produk Daihatsu pada masa lalu.

    “Waktu tentunya sangat lumayan tight, tapi kita berusaha memaksimalkan untuk membuat tiga mobil spesial jadi maksimal, mobil-mobil ini punya mobil karakter Daihatsu yang sebelumnya punya desain historis,” kata Andre.

    “Kita memasukkan unsur Taft pada Gran Max hijau, yang D’massiv ada unsur Hijet. Kita diskusi sama Gofar dan Daihatsu akhirnya bisa hadir di sini.” jelas dia.

    Menariknya ketiga mobil ini semuanya dimodifikasi oleh tangan-tangan kreatif anak bangsa.

    “Banyak modifikator lokal, seperti velg turbo bastard, kita menggunakan beberapa produk lokal, ban lokal juga, interior dikerjakan UMKM lokal, body kit, semuanya dikerjakan anak bangsa,” jelas dia.

    Terdapat dua unit mobil yang dimodifikasi. Pertama, Gran Max yang dimodifikasi khusus untuk D’Masiv, mobil ini hadir dengan desain retro yang memadukan gaya klasik dan kenyamanan modern. Namanya Gran Max City Pop.

    Gran Max City Pop Foto: Ridwan Arifin

    Kedua, Gran Max Taft Guy. Mobil ini khusus buat yang membeli mobil Daihatsu tipe apa aja selama program Gebyar Merdeka (1 Juli – 30 September 2025). Mobil Gran Max yang biasanya tampil kalem, kali ini dirombak jadi super gagah dan maskulin dengan sentuhan gaya Taft lawas yang ikonik.

    Gran Max Taft Guy Foto: Ridwan Arifin

    “Gran Max seperti yang kita tahu itu kendaraan nomor satu terutama di segmen komersial dan pikap low dengan penjualan semenjak diluncurkan sudah mencapai 870 ribu unit. Market share nya kalau digabung mencapai 64 persen,” kata Harry.

    Terakhir adalah Daihatsu Ayla. Mobil LCGC yang tampil dengan sentuhan retro-futuristik yang beda dari yang lain. Mobil ini hadiah buat yang mengikuti aktivasi digital dari Daihatsu, seperti: Dance Challenge pakai lagu “Bahagia Sejak Pertama” yang berlangsung dari 17 Juli – 17 Agustus 2025.

    Ayla Retro Future Foto: Ridwan Arifin

    “Ayla merupakan LCGC pertama Daihatsu di Indonesia, sampai saat ini merupakan kendaraan yang paling terjangkau,” kata Harry.

    “Kita ingin memberikan kebahagiaan tidak hanya di segmen mobil penumpang tapi juga komersial. Jadi siapapun yang melihat mobil Daihatsu akan tertular rasa bahagianya,” tutup dia.

    Pemenangnya bakal diumumkan di acara puncak Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2025 pada 12 Oktober 2025.

    (riar/dry)

  • Hampir 17 Tahun, Daihatsu Langganan Peringkat 2 Merek Terlaris di Indonesia

    Hampir 17 Tahun, Daihatsu Langganan Peringkat 2 Merek Terlaris di Indonesia

    Jakarta

    Dalam dunia otomotif nasional, Toyota selalu menjadi raja penjualan. Tapi ada satu merek yang tak pernah jauh dari puncak: Daihatsu. Selama hampir 17 tahun terakhir, mereka konsisten menempati posisi kedua penjualan mobil terbanyak di Indonesia.

    Daihatsu telah menjadi runner up merek terlaris di Indonesia sejak 2009. Meski banyak nama-nama baru berdatangan, termasuk dari China, posisi mereka tak pernah tergeser hingga sekarang.

    Mari kita membahas penjualan mobil Daihatsu di Indonesia. Mereka, selama semester 1 tahun ini, mencatat penjualan 66.716 unit dengan market share 17,1 persen. Bukan hanya menjadi runner up secara umum, mereka menjadi ‘raja’ di segmen Rp 300 juta ke bawah dengan pangsa pasar 34,5 persen.

    Penjualan mobil Daihatsu di Indonesia. Foto: Dok. Astra Daihatsu Motor (ADM)

    Pada periode tersebut, beberapa model mobil Daihatsu menjadi pilihan utama di segmennya, seperti Sigra 20.612 unit dengan segment share 57% di LCGC MPV, Gran Max Pick Up 18.023 unit (58% Pick Up Low segment share), Gran Max Mini Bus 6.423 unit (90% Semi Commercial segment share) dan Luxio 1.257 unit (60% Semi Bonnet segment share).

    Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani mengatakan, raihan tersebut membuktikan penjualan Daihatsu secara total didukung empat model tersebut dengan kontribusi 70 persen.

    “Kami menyampaikan terima kasih setulus hati kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan dan kesetiaan yang luar biasa, sehingga Daihatsu berhasil menjaga posisi di peringkat dua pasar otomotif nasional hingga pertengahan tahun ini,” ujar Sri Agung Handayani di kawasan Jakarta Selatan, Kamis malam (17/7).

    “Pencapaian ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas, layanan penjualan terbaik, dan akan terus berinovasi untuk memastikan kemudahan layanan purna jual di seluruh Indonesia,” tambahnya.

    Daihatsu Terios Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

    Sebagai bentuk apresiasi Daihatsu terhadap kepercayaan pelanggan dan terinspirasi dari semangat kemerdekaan Indonesia, Daihatsu menghadirkan Program Spesial Gebyar Merdeka: Bahagia Sejak Pertama yang berlaku sejak 1 Juli – 30 September 2025 di seluruh Indonesia.

    Hadiahnya sangat menarik, yakni 1 unit mobil modifikasi spesial kolaborasi dengan Gofar Hilman, 9 unit sepeda motor, 9 keping emas, dan 45 voucher belanja. Filosofi angka 1945 pada hadiah undian merefleksikan tahun bersejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.

    “Memasuki semester kedua 2025, kami optimis industri otomotif nasional dapat terus bertumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia,” kata Agung.

    (sfn/dry)

  • Pesta Otomotif IMX Surabaya 2025 Resmi Dibuka Besok, Banyak yang Seru!

    Pesta Otomotif IMX Surabaya 2025 Resmi Dibuka Besok, Banyak yang Seru!

    Jakarta

    Buat kamu yang penggila otomotif asal Surabaya yang tengah merayakan libur panjang Minggu ini, dan ingin merasakan pesta otomotif, bisa langsung mengunjungi IMX 2025 Surabaya besok! Soalnya besok Road to Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2025: 8VOLUTION resmi digelar, mulai 31 Mei-1 Juni 2025 di Surabaya Convention Center, Lantai 1 – Pakuwon Mall (PTC).

    Dijelaskan dalam siaran resminya, event ini menjadi bagian penting dari rangkaian menuju puncak IMX 2025, pameran modifikasi otomotif dan gaya hidup terbesar di Asia Tenggara, yang akan dihelat pada 10-12 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang.

    Mengusung kolaborasi modifikasi kendaraan, budaya lokal, dan gaya hidup urban, IMX 2025 Surabaya dipersiapkan sebagai ajang spektakuler bagi para pegiat industri kreatif, komunitas otomotif, dan pencinta gaya hidup otomotif dari berbagai kalangan.

    “Ini adalah gelaran IMX paling besar yang pernah kita adakan di Kota Surabaya. Kehadiran brand international seperti Liberty Walk dan Meiji menjadi bukti bahwa para modifikator dunia melihat Surabaya sebagai salah satu barometer modifikasi dunia. Ini adalah kesempatan untuk para petrol head di Jawa Timur untuk bisa merasakan atmosfir IMX di Kota Surabaya. Tiket masih dapat dibeli On The Spot,” ungkap Project Director IMX sekaligus pendiri NMAA, Andre Mulyadi.

    Keseruan pameran ini tidak perlu diragukan, karena berbagai program menarik coba disajikan untuk memanjakan pengunjung, diantaranya:

    Surabaya Car Meetup

    Program ini akan menampilkan deretan mobil modifikasi terbaik dari para builder lokal, yang telah dipilih secara khusus oleh tim kurator NMAA.

    Liberty Walk Indonesia Tour 2025

    Program ini akan menampilkan karya Toshi dan Hyuma, modifikator internasional yang akan membawa limited die-cast yang bisa dibeli.

    IMX Surabaya 2025 Foto: dok. IMX Surabaya 2025Toys and Diecast Expo

    IMX mengkurasi para seller die-cast dan toys terbaik dari Indonesia untuk hadir membuka booth-nya di IMX Surabaya. Para pengunjung bisa mendapatkan berbagai produk die-cast dan toys dengan harga terbaik di IMX Surabaya.

    Zona Pop-Up Booth Aftermarket

    Program ini akan menghadirkan berbagai produk otomotif unggulan, mulai dari aksesori, suku cadang modifikasi unggulan dengan harga terbaik. Garasi Drift tawarkan promo Buy 2 Get 1 Accesories, WetShine diskon 20% all product, Yoong Motor berikan diskon hingga Rp 700.000, dan promo-promo lainnya dari booth di IMX Surabaya.

    Sticker Raffle Pack IMX 2025

    Dalam program ini pengunjung bisa membeli paket stiker eksklusif IMX 2025 yang berisi beragam stiker menarik serta kupon undian untuk kesempatan memenangkan hadiah-hadiah spesial, seperti 1 set velg Dakar Zero R17, die- cast Aoshima 1/64 Charasuka Kato Hyuma, dan berbagai hadiah spesial lainnya.

    Roll of Fame

    Program ini menjadi salah satu momen paling dinantikan, di mana deretan mobil keren akan keluar dari area pameran dengan iringan musik dari DJ yang mulai tampil pukul 21.00 pada 1 Juni 2025.

    Selain itu, para pencinta otomotif bisa berjumpa langsung dengan IMX Surabaya Guest Stars, yaitu:

    * Toshi dan Hyuma dari Liberty Walk akan hadir langsung di Surabaya untuk bertemu dan berinteraksi dengan para penggemarnya.

    * Dipo dan Ziko dari Garasi Drift, dua kreator konten ternama di dunia drifting, siap tampil untuk menginspirasi generasi muda pecinta otomotif.

    * Gofar Hilman, pendiri brand Turbo Bastard dan figur yang ditunggu-tunggu komunitas otomotif Surabaya, juga akan turut meramaikan acara.

    * Edward Tanzil, sosok di balik The Mancave yang dikenal lewat konten digital kreatifnya di berbagai platform, akan menyapa langsung para penggemar.

    * Andra Platinum, pendiri Coga Body Kit, turut hadir membawa semangat modifikasi khas karyanya.

    * Reza Ardjil, dengan Shiro EG6-nya yang sukses mengharumkan nama Indonesia lewat inovasi modifikasi di Osaka Auto Messe 2025, juga dipastikan hadir.

    (lth/rgr)

  • Tak Sesuai Harapan, Komeng Ditempatkan di Komite II DPD RI : Tapi Ini Tugas Negara yang Harus Saya Jalankan

    Tak Sesuai Harapan, Komeng Ditempatkan di Komite II DPD RI : Tapi Ini Tugas Negara yang Harus Saya Jalankan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Alfiansyah Bustami atau yang lebih dikenal sebagai Komeng, kini resmi menjalankan tugas sebagai anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

    Komite ini membidangi urusan sumber daya alam dan ekonomi, termasuk sektor pertanian.

    Penugasan tersebut ditetapkan dalam Sidang Paripurna ke-6 DPD RI masa sidang I tahun 2024/2025 yang digelar pada Kamis (10/10/2024) di Jakarta.

    Sebelumnya, Komeng sempat menyampaikan keinginannya untuk bergabung di Komite III yang fokus pada bidang kebudayaan.

    Dalam sidang tersebut, Komeng secara langsung menyampaikan keberatannya kepada Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin.

    Dia menuturkan bahwa dirinya berharap bisa berkontribusi dalam dunia seni dan budaya, mengingat misi pribadinya untuk mengusulkan Hari Komedi Nasional.

    Ia juga menambahkan bahwa banyak konstituennya, terutama para ibu-ibu di Jawa Barat, sangat peduli terhadap peran yang ia jalankan sebagai wakil mereka.

    Pernyataan Komeng dalam sidang menuai perhatian publik dan viral di media sosial. Menanggapi reaksi tersebut, Komeng memberikan penjelasan lebih lanjut dalam sebuah podcast bersama Gofar Hilman.

    Dalam tayangan tersebut, Gofar bertanya mengenai kegelisahan Komeng saat dipindahkan ke bidang pertanian.

    “Bang Komeng kan mengincar kesenian, tetapi sempat viral saat sidang paripurna soal dipindahkan ke bidang pertanian. Bahkan Bang Komeng sempat bingung mau belajar ke mana?” ucap Gofar, dikutip YouTube Gofar Hilman Selasa (15/4/2025).

    Komeng mengakui bahwa dirinya awalnya tidak memahami bidang pertanian, namun akhirnya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

  • Dipindah ke Bidang Pertanian, Komeng: Tugas Negara untuk Saya

    Dipindah ke Bidang Pertanian, Komeng: Tugas Negara untuk Saya

    Jakarta, Beritasatu.com – Komedian sekaligus anggota DPD RI, Alfiansyah Bustami atau yang lebih dikenal dengan nama Komeng, akhirnya buka suara terkait viralnya protes dirinya saat dipindahkan ke Komite II DPD RI yang membidangi urusan pertanian.

    Sebelumnya, Komeng berharap bisa bergabung dengan Komite III yang lebih sesuai dengan latar belakangnya di bidang seni dan kebudayaan.

    “Bang Komeng kan mengincar kesenian, tetapi sempat viral saat sidang paripurna soal dipindahkan ke bidang pertanian. Bahkan Bang Komeng sempat bingung mau belajar ke mana?” tanya Gofar Hilman dalam podcast HAS Creative pada Minggu (13/4/2025).

    Menanggapi hal tersebut, Komeng mengakui bahwa awalnya ia tidak memahami seluk-beluk dunia pertanian. Namun, sebagai wujud tanggung jawab terhadap negara, ia memilih untuk tetap menjalankan tugas tersebut.

    “Tadinya saya tidak mengerti, tapi saya pikir lagi ini tugas negara yang harus dijalankan. Ya sudah, saya jalankan,” ujar Komeng.

    Sebagai calon independen yang terpilih tanpa dukungan partai politik, Komeng mengaku tidak memiliki kuasa dalam memilih komite tempatnya bertugas.

    “Karena saya tidak lewat partai, jadi saya tidak bisa memilih tempat. Namun alhamdulillah, saya jadi dapat pelajaran soal pertanian,” ungkapnya.

    Anggota DPD Alfiansyah alias Komeng menyampaikan pandangannya saat sidang pemilihan pimpinan DPD masa jabatan 2024-2029 di Ruang Paripurna Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 1 Oktober 2024. – (Antara/-)

    Dengan ciri khas gaya humornya, Komeng menyatakan kesiapannya untuk belajar dunia pertanian. Ia bahkan sempat bercanda soal teknik menanam padi sambil mundur dan menyarankan agar petani diberi spion agar tidak salah arah.

    “Setidaknya, saya dapat ilmu baru dari tugas ini,” tambahnya.

    Sebelumnya, dalam sidang paripurna ke-6 DPD RI masa sidang I tahun 2024/2025 pada Kamis (10/10/2024), Komeng menyampaikan keberatannya kepada Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, karena tidak ditempatkan di Komite III sesuai dengan harapannya.

    “Dapil saya di Jabar banyak emak-emak. Jadi tahu sendiri, mulut emak-emak paling sakti di dunia. Saya ini maunya di komite seni budaya, tapi habis dijenggutin, akhirnya masuk ke pertanian yang saya belum paham sama sekali,” kata Komeng saat itu.

    Ia juga sempat meminta arahan dari pimpinan DPD RI agar bisa belajar dan menjalankan tugasnya secara maksimal di Komite II.

    “Pimpinan mungkin bisa arahkan saya, saya harus belajar ke mana? Terima kasih pimpinan,” ujar Komeng yang pernyataannya itu menjadi viral di media sosial.

  • Komeng Bongkar Biaya Kampanye DPD Jawa Barat: Tak Sampai Miliaran

    Komeng Bongkar Biaya Kampanye DPD Jawa Barat: Tak Sampai Miliaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Komedian sekaligus politisi Alfiansyah Komeng, yang baru-baru ini meraih suara terbanyak dalam Pemilu 2024 untuk kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat, mengungkapkan besaran biaya yang dikeluarkannya dalam kampanye. Meski berhasil mencetak rekor nasional dengan perolehan suara lebih dari 5 juta, Komeng mengaku bahwa ia tidak menghabiskan dana hingga miliaran rupiah, berbeda dengan anggapan banyak orang.

    Dalam podcast HAS Creative bersama Gofar Hilman, Minggu (13/4/2025), Gofar bertanya tentang biaya kampanye yang dikeluarkan Komeng.

    “Bang Komeng habis berapa saat mencalonkan diri jadi anggota DPD?” tanya Gofar.

    Komeng pun dengan santai menjawab, “Habis berapa ya? Pendaftaran atau apa-apa, mungkin tidak sampai ratusan (juta), bahkan tidak sampai miliaran.”

    “Berarti puluhan juta ya, Bang?” lanjut Gofar. Komeng pun hanya tertawa dan menjawab singkat, “Mungkin.”

    Menurut Komeng, ketenarannya di dunia hiburan sangat membantu dirinya untuk dikenal luas tanpa perlu mengeluarkan biaya kampanye yang besar.

    “Orang-orang bisa habis miliaran. Kalau nyalon DPR kan paling mewakili satu atau dua kabupaten/kota. Namun, DPD itu satu provinsi. Kalau di Jabar ada 30 lebih kabupaten/kota, jadi biayanya bisa sangat besar,” ujarnya.

    Komeng juga mengungkapkan bahwa dia pernah mendengar biaya kampanye DPD bisa mencapai Rp 100 miliar bagi mereka yang benar-benar melakukan kampanye keliling provinsi. Namun, ia memilih untuk tidak mengikuti cara tersebut.

    Meski tidak menghabiskan dana fantastis, Komeng punya strategi jitu untuk tetap eksis di mata publik. Salah satunya adalah dengan menerima tawaran manggung di wilayah strategis seperti Bandung, sementara tawaran di luar Jawa Barat ia tolak.

    “Paling saya hanya mengingatkan lewat pekerjaan. Kalau ada tawaran manggung di Kalimantan, Surabaya, atau Bandung, saya pilih Bandung. Itu saja strateginya. Tapi tetap, saya tidak berkampanye,” jelasnya.

    Dengan strategi sederhana namun efektif ini, Komeng berhasil meraih 5.399.699 suara, menjadikannya sebagai peraih suara terbanyak dalam sejarah DPD Jawa Barat dan mencatatkan rekor baru di tingkat nasional.

  • Rahasia Komeng Raih 5 Juta Suara Tanpa Kampanye: Ini Strateginya!

    Rahasia Komeng Raih 5 Juta Suara Tanpa Kampanye: Ini Strateginya!

    Jakarta, Beritasatu.com – Alfiansyah Bustami Komeng atau Komeng, komedian yang kini juga berkiprah di dunia politik, baru-baru ini mengungkapkan strategi jitu yang membuatnya meraih lebih dari 5 juta suara dalam Pemilu 2024 saat mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat. Yang menarik, Komeng tidak melakukan kampanye sama sekali.

    Dalam wawancaranya dengan Gofar Hilman di podcast HAS Creative, Minggu (13/4/2025), Komeng menceritakan bagaimana dirinya mempersiapkan diri untuk maju di DPD Jawa Barat tanpa menggunakan cara-cara kampanye tradisional.

    “Jujur ya, di Jawa Barat kalau mau maju DPD tanpa partai harus mengumpulkan minimal 7.000 KTP. Jumlah itu berbeda-beda tergantung daerahnya. Jadi tentu saya harus mempersiapkan diri dan mendaftar dengan benar,” ungkap Komeng.

    Meski tak melakukan kampanye konvensional, Komeng tetap mengingatkan masyarakat akan pencalonannya dengan cara yang lebih sederhana dan efektif. “Saya memilih untuk tidak kampanye karena saya tidak percaya diri bisa menepati janji. Kalau saya samperin orang, mereka takut dikira mau dikerjain. Kalau saya bicara di depan banyak orang, saya khawatir tidak bisa menepati janji,” jelasnya.

    Sebagai pengganti kampanye, Komeng memilih untuk bekerja di wilayah yang strategis, seperti Bandung. Ia menerima tawaran pekerjaan off-air hanya di lokasi-lokasi yang relevan dengan basis pemilihannya dan menolak undangan di luar Jawa Barat.

    “Kalau ada tawaran manggung di Kalimantan atau Surabaya, saya pilih Bandung. Itu saja strateginya. Tapi tetap, saya tidak kampanye,” tambahnya.

    Pelawak Komeng punya alasan khusus mengapa tetap mempertahankan nama Alfiansyah di surat suara calon DPD – (Istimewa/-)

    Strategi ini terbukti sangat efektif. Komeng berhasil meraih 5.399.699 suara, menjadikannya peraih suara terbanyak dalam sejarah DPD Jawa Barat sekaligus mencatatkan rekor nasional dengan perolehan suara tertinggi pada Pemilu 2024. Angka ini mengungguli rekor sebelumnya yang dipegang oleh Oni Suwarman (Oni SOS) pada Pemilu 2019 dengan 4.132.681 suara.

    Keberhasilan Komeng ini juga menunjukkan bahwa, meskipun tanpa kampanye besar-besaran, pendekatan yang lebih personal dan cerdas dapat membuahkan hasil luar biasa.

    Dengan pencapaiannya tersebut, Komeng kini menjadi salah satu sosok yang menginspirasi banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin terjun ke dunia politik tanpa bergantung pada cara-cara konvensional.

  • Keputusan Mengejutkan Surya Insomnia: Gue Tak Mau Sekaya Raffi Ahmad

    Keputusan Mengejutkan Surya Insomnia: Gue Tak Mau Sekaya Raffi Ahmad

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Surya Insomnia membuat pengakuan mengejutkan dalam podcast Has Creative bersama Gofar Hilman. Surya mengungkapkan ia tidak memiliki keinginan untuk mempunyai kekayaan sebesar Raffi Ahmad.

    “Gue tidak pengin sekaya Raffi Ahmad, gue sudah cukup dengan apa yang gue miliki saja alhamdulillah. Sudah terpenuhi buat gue, ya sudah cukup dan gue syukuri dengan apa yang gue miliki,” ungkap Surya Insomnia, Minggu (23/3/2025).

    Surya Insomnia menyatakan, kekayaan yang ia peroleh dari hasil kerja sudah lebih dari cukup untuk menghidupi keluarganya. Menurutnya, keinginan untuk memiliki lebih banyak uang justru merupakan bentuk keegoisan.

    “Dahulu gue megang duit berapa? Gue siaran di radio, dapat gaji Rp 3 juta atau Rp 4 juta, buat gue sudah cukup. Sekarang duit masuk ratusan juta, puluhan juta, sudah cukup. Kalau gue mendapat uang sampai ratusan miliar, lalu gue harus apa?” ujarnya.

    Surya berpendapat, keinginan untuk mengumpulkan harta sebanyak mungkin adalah hal yang egois. Menurutnya, tidak akan pernah merasa cukup apabila hanya mengikuti keinginan pribadi tanpa memperhatikan kebutuhan sesama.

    “Kalau bicara ego kita menang, lalu pasti berpikiran akan memutar uang itu agar bisa menjadi lebih banyak. Buat gue ya sudah cukup,” jelasnya.

    “Karena, mau berapa pun uang yang kita dapatkan, tidak akan merasa cukup kalau hanya mengikuti diri kita sendiri sebagai manusia,” bebernya.

    Menariknya, Surya Insomnia mengungkapkan semua hasil uang dari syuting tidak ia pegang sendiri. Uang tersebut ia serahkan sepenuhnya kepada istrinya, Tyara Renata, kecuali sebagian kecil untuk manajemen.

    “Jujur ya, duit gue syuting itu gue kasih ke istri semua tanpa ada sisa. Memang 20% ke manajemen, tetapi sisanya gue kasih semua ke istri,” tuturnya.

    “Gue kalau mau apa pun tidak akan mengganggu hasil gue syuting, karena gue punya duit sendiri. Uang syuting ke istri, tetapi uang build-in, endorse buat gue,” tutup Surya Insomnia yang mengaku tidak ingin sekaya Raffi Ahmad.

  • Torehkan 898 SPK, DFSK Seres Juga Raih Penghargaan Ini di IIMS

    Torehkan 898 SPK, DFSK Seres Juga Raih Penghargaan Ini di IIMS

    JAKARTA – PT Sokonindo Automobile mengumumkan keberhasilan dari model DFSK Gelora E dan Seres E1, pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024, yang berlangsung pada Februari lalu.

    Dalam pameran tersebut, DFSK Gelora E mendapatkan penghargaan ‘Best EV Commercial Car’, sementara itu Seres hasil kolaborasi dengan Gofar Hilman berhasil memenangkan penghargaan ‘Best EV Modification’.

    Kedua penghargaan ini menegaskan dedikasi PT Sokonindo Automobile dalam memberikan solusi mobilitas terbaik bagi masyarakat dan merupakan bukti nyata kepemimpinan dalam pertumbuhan inovasi kendaraan listrik di Indonesia.

    Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan sangat bangga dan mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

    “Penghargaan ini bukan sekedar piala, tapi menjadi semangat dan komitmen kami dalam menghadirkan kendaraan listrik berkualitas dan inovatif bagi masyarakat Indonesia, dan kami akan terus mengakselerasi kemajuan,” katanya, dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa, 4 Maret.

    Total SPK dari DFSK dan Seres

    Pada pameran tersebut DFSK dan Seres juga menorehkan pencapaian Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang cukup besar, total 898 SPK meliputi DFSK Gelora E 164 unit, DFSK Gelora E Blind Van 554 unit, dan Seres E1 180 unit.

    Seperti diketahui, DFSK Gelora E merupakan kendaraan listrik komersial ringan pertama di Indonesia, yang menawarkan solusi mobilitas hemat energi. Tersedia dalam model blind van dan minibus, DFSK Gelora E mengoptimalkan berbagai sektor usaha, seperti transportasi, pariwisata, logistik, dan katering.

    Selain itu, untuk model Seres E1 dalam pameran tersebut cukup menarik perhatian, berkat kolaborasi dengan modifikator Gofar Hilman. Kolaborasi tersebut mengubah Seres E1 menjadi lebih ekspresif dan personal, menunjukkan potensi modifikasi kendaraan listrik yang beragam.

    Merek satu ini juga menawarkan Seres E1 dengan opsi tampilan warna eksterior two tone dengan pilihan warna atap putih dan hitam lewat kerjasamanya dengan Scuto Indonesia, memberikan konsumen keleluasaan untuk memilih padanan warna sesuai gaya pribadi.

    “Animo masyarakat terhadap Seres E1 Scuto Signature edition cukup tinggi, terbukti dengan model ini membukukan 50 persen dari hasil perolehan SPK untuk model Seres E1 secara keseluruhan,” pungkasnya.

  • Mobil Suzuki yang Kini Banyak Dikoleksi Para Artis Sultan, Apa Saja?

    Mobil Suzuki yang Kini Banyak Dikoleksi Para Artis Sultan, Apa Saja?

    Jakarta

    Brand mobil dari PT Suzuki Indomobil Indonesia (SIS) mungkin sering dipandang sebelah mata. Namun nyatanya banyak orang yang menyandang title ‘sultan’ hingga kolektor mobil mengoleksi mobil ini.

    Di Indonesia, Suzuki memproduksi ragam kendaraan roda dua hingga roda empat. Di sektor mobil, Suzuki telah banyak memproduksi berbagai tipe mobil seperti MPV, SUV, City Car hingga Pick Up.

    Ada beberapa unit mobil unggulan dari produsen yang terkenal dengan logo huruf ‘S’ tersebut antara lain Jimny 5-Door, Grand Vitara, New XL7 Hybrid dan Swift. Beberapa mobil dari Suzuki pun tengah menjadi tren berkat fitur yang disajikan sekaligus menggugah para artis untuk memilikinya.

    Walaupun dibilang bukan mobil artis, namun banyak artis yang mulai menggunakan mobil yang terkenal awet ini. Mereka pun memiliki beberapa jenis line up mobil untuk digunakan dengan berbagai keperluan. Mulai dari modifikasi, hingga untuk offroad. Lalu, siapa saja artis yang memiliki mobil ‘bukan artis’ ini?

    1. Deddy Corbuzier (Jimny 5-Door)

    Meskipun memiliki koleksi mobil yang lebih mewah, Deddy memiliki banyak nostalgia dengan Jimny. Alasan untuk membeli mobil ini karena memiliki banyak kenangan. Terutama pada momen pertama dia pacaran dan berjuang membangun kehidupan yang lebih baik.

    “Karena pada saat gua susah, mobil pertama gua, bahkan buat pacaran itu Suzuki Jimny Jangkrik. Dan ini adalah Suzuki Jimny 5-Door, yang paling baru. Dan setiap kali kalo gua nyetir ini, gua megang ini ‘everything is flashback’” kata Deddy dikutip, Senin (23/12/2024).

    2. Boy William (Jimny 5-Door Abu-abu)

    Dengan karakter yang suka mobil SUV, ternyata Boy William memiliki mobil Jimny 5-Door. Alasan ia memiliki mobil ini karena memiliki memori yang cukup dalam akan kenangannya bersama ayahnya.

    Selain itu, mobil ini cukup kompak dan bisa dibawa offroad. Menurutnya, mobil ini diklaim sebagai mobil sultan, sehingga siapapun yang membelinya akan memiliki kebanggan tersendiri.

    3. Andre Taulany (Jimny 5-Door Hitam)

    Alasan Andre mengganti Jimny 5-Door dimulai ketika ia mengunjungi Rumah Boy Wiliam. Setelah melakukan tur rumah BW, BW menunjukkan koleksi mobilnya dan salah satunya Jimny 5-Door. BW memamerkan Jimny 5 door langsung di depan Andre.

    Hal tersebut membuat Andre Taulany fomo dan ingin membeli Jimny tersebut. Andre juga tidak ingin kalah dari Raffi Ahmad untuk segera membeli mobil ini.

    4. Gofar Hilman (Suzuki Swift dan Grand Vitara)

    Selain mengoleksi Suzuki Swift, Gofar ternyata juga membeli Suzuki Grand Vitara. Tak tanggung-tanggung, Gofar juga langsung melakukan modifikasi pada mobil ini. Alasan Gofar membeli Suzuki Grand Vitara lantaran ia telah mengkomparasikan dengan Honda HRV dan menganggap Suzuki Grand Vitara lebih value for money.

    5. Kiki Saputri (Suzuki New XL7 Hybrid)

    Ketika mengunjungi rumah Denny Sumargo, Kiki Saputri terlihat menaiki mobil ‘bukan artis’ Suzuki New XL7 Hybrid. Hal tersebut menunjukkan spekulasi Kiki Saputri diduga memiliki Suzuki New XL7 Hybrid. Alasan Kiki Saputri memilih Suzuki New XL7 Hybrid jadi tunggangannya lantaran bahan bakar mobil yang digunakan tergolong irit dibanding brand mobil lainnya.

    Meskipun brand ini awalnya dikenal sebagai mobil entry level dan bisa dibilang bukan mobil yang cocok bagi artis. Namun, berdasarkan list di atas, banyak artis dan influencer ternama yang menggunakan Suzuki bahkan menjadikan mobil ini sebagai koleksi.

    Dengan desain modern dan tangguh menghadapi berbagai medan rintangan, bukan tanpa alasan brand Suzuki berhasil menarik perhatian para artis.

    Mobil-mobil dari Suzuki juga menawarkan kombinasi kenyamanan yang cocok untuk gaya hidup modern para artis dan perawatan kendaraan yang mudah lewat jaringan layanan bengkel Suzuki yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

    Lewat unit mobil unggulannya, Suzuki tidak hanya meramaikan pasar saja, tetapi ingin menunjukkan brand Suzuki tidak dianggap sebelah mata lewat model yang modern dan futuristik.

    (ega/ega)