Tag: Giring Ganesha

  • “Chinese New Year Fashion Exhibition” diharapkan pacu industri fesyen

    “Chinese New Year Fashion Exhibition” diharapkan pacu industri fesyen

    Jakarta (ANTARA) – Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Teguh Setyabudi berharap “Chinese New Year Fashion Exhibition” dapat memacu kemajuan industri fesyen di Indonesia, terutama di Jakarta.

    “Semoga industri busana di Jakarta terus berkembang dan mampu bersaing di kancah internasional,” kata Teguh di kegiatan bertajuk “Wisdom in the Old Town: A Lunar Celebration” yang digelar di House of Tugu, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin.

    Dia juga berharap kegiatan itu menjadi upaya dalam mempromosikan Kota Tua Jakarta sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

    Di samping itu, “House of Tugu” merupakan salah satu destinasi yang turut berperan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Selain itu, hadirnya tradisi peranakan (Tionghoa) yang telah berkembang selama berabad-abad turut menambah khazanah industri busana di Indonesia.

    Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mengapresiasi para desainer Indonesia serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan menjadi representasi atas semangat dan kreativitas dalam mempersembahkan karya terbaik yang telah diakui di kancah internasional.

    Tak hanya Teguh, “Chinese New Year Fashion Exhibition” ini pun turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.

    Selain itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Titik Soeharto, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata serta Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Efisiensi Anggaran! Giring Ganesha Dorong Pemanfaatan Aset BUMN Terbengkalai Jadi Pusat Budaya

    Efisiensi Anggaran! Giring Ganesha Dorong Pemanfaatan Aset BUMN Terbengkalai Jadi Pusat Budaya

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ditengah efisiensi anggaran, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memiliki skema untuk membangun daerah berkebudayaan di Indonesia.

    Hal ini dinilai tidak terlalu menggunakan anggaran yang besar untuk memajukan kebudayaan dan sektor ekonomi kreatif yang membersanai.

    Giring mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

    “Sesuai arahan pak Fadli Zon sekarang ini banyak ruang-ruang aset BUMN dan BUMD yang tidak terpakai, jadi kami pastikan aset-aset tersebut bisa kita buka dengan kolaborasi Pemprov dan Pemkot aset BUMN dan BUMD jadi pusat kebudayaan dan Ekonomi kreatif,” tutur Giring, Sabtu (15/2/2025).

    Untuk saat ini, pihaknya sedang melakukan pemetaan di beberapa wilayah Indonesia. Usai melakukan hal itu, setidaknya dia berharap ada dua atau tiga tempat di tiap kabupaten/kota yang bisa dimanfaatkan.

    “Ini yang sedang kami petakan di seluruh Indonesia, dan bekerja sama dengan komunitas-komunitas serta tokoh kreatif dan kebudayaan, untuk bisa ngasih tahu kita. Di satu kabupaten/kota bisa dua sampai tiga tempat supaya bisa kolaborasi jadi tempat budaya,” harapnya.

    Dia menegaskan, pihaknya siap untuk melakukan adaptasi dengan efisiensi anggaran.

    Menurutnya, ide gagasan tersebut telah dirancang jauh sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran.

    “Bahkan ide gagasan ini jauh sebelum penetapan efisiensi justru dari awal ketika mentri dan saya dilantik, ini ide gagasan kita berdua banyak ruang yang idol di Indonesia yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

    Kolaborasi tersebut dinilai lebih efektif ketimbang melakukan pengajuan anggaran, yang membutuhkan waktu lama untuk melakukan persiapan.

    “Yang pasti mekanismenya misal aset dari BUMN dan BUMD kami minta tolong ke mereka untuk dibuka. Ketika sudah dibuka, kementrian kebudayaan akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas kebudayaan lokal untuk mengisi dengan agenda-agenda, kami berusaha menggunakan anggaran seminim mungkin tapi dampaknya besar,” ucapnya. (Rad)

  • Prabowo Efisiensi Anggaran, tapi Ada 48 Menteri, 56 Wamen, Menhan-Menkomdigi Punya Stafsus

    Prabowo Efisiensi Anggaran, tapi Ada 48 Menteri, 56 Wamen, Menhan-Menkomdigi Punya Stafsus

    PIKIRAN RAKYAT – Presiden Prabowo menekankan efisiensi anggaran dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Efisiensi itu diikuti oleh kebijakan sejumlah lembaga yang juga melakukan hal yang sama atas dasar instruksi di atas.

    Sebelum mengeluarkan instruksi tersebut, Prabowo ternyata melantik 48 menteri, jauh lebih banyak dari jumlah menteri era Presiden Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, dan Jokowi. Jumlah menteri terbanyak ada di era Soekarno yaitu 132 orang, itu pun pernah sang presiden pertama memiliki anggota kabinet berjumlah hanya 10 orang.

    Selain punya 48 menteri dan 56 wakil menteri, kabinet gemuk atau gemoy Prabowo juga terdiria tas Menteri yang melantik Staf Khusus yaitu Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Tak tanggung-tanggung, Menhan bahkan punya 6 stafsus yang dilantik hari ini, Selasa 11 Februari 2025, yang salah satunya adalah Deddy Corbuzier.

    Daftar Staf Khusus Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

    Deddy Corbuzier menjadi Stafsus Menhan. Instagram @dc.menhan

    Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, Staf Khusus Menhan Bidang Diplomasi Pertahanan Kris Wijoyo Soepandji, Staf Khusus Menhan Bidang Tata Negara Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau Deddy Corbuzier, Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik. Lenis Kogoya, Staf Khusus Menhan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Indra Irawan, Staf Khusus Menhan Bidang Ekonomi Pertahanan Sylvia Efi Widyantari Sumarlin, Asisten Khusus Menhan Bidang Cyber Security Daftar Staf Khusus Menkomdigi Meutya Hafid Aida Azhar, Staf Khusus Bidang Hub Antarlembaga Raline Shah, Staf Khusus Bidang Kemitraan Global Digital Rudi Sutarto, Staf Khusus Bidang Strategi Komunikasi Daftar 48 Menteri Prabowo

    Foto presiden, wapres, dan menteri serta pasangannya di depan Istana Negara. Facebook Sri Mulyani Indrawati

    Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam NegerI Sugiono, Menteri Luar Negeri Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan Nasaruddin Umar, Menteri Agama Supratman Andi Agtas, Menteri Hukum Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Saifullah Yusuf, Menteri Sosial Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan Abdul Kadir Karding, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Budi Santoso, Menteri Perdagangan Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Dodi Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Iftitah Suryanegara, Menteri Transmigrasi Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan Meutya Viada Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional Rini Widyantini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara Wihaji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ario Bimo Nandito Ariotedjo, Menteri Pemuda dan Olahraga

    Prabowo: Ada yang Mau Memisahkan Saya dengan Pak Jokowi, Mereka Tidak Suka Sama Indonesia

    Sektor Pariwisata Mulai Terdampak Efisiensi Anggaran Pemerintah Indonesia

    Daftar 56 Wakil Menteri Prabowo Lodewijk F. Paulus, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Otto Hasibuan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Bambang Eko Suharyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri Muhammad Anis Matta, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Luar Negeri Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan R. Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama Edward Omar Sharif Hiariej, Wakil Menteri Hukum Mugiyanto, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Thomas AM Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Wakil Menteri Keuangan Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fauzan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Kebudayaan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial Immanuel Ebenezer Gerungan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Christina Aryani, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan Yuliot, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Fahri Hamzah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Transmigrasi Suntana, Wakil Menteri Perhubungan Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian Sulaiman Umar, Wakil Menteri Kehutanan Didit Herdiawan, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Ossy Dermawan, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Nasional Purwadi Arianto, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kartiko Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Aminuddin Ma’ruf, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Dony Oskaria, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Koperasi Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Usaha Kecil dan Menengah Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Pariwisata Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Muhammad Qodari, Wakil Kepala Staf Kepresidenan. Daftar Utusan Khusus Presiden Prabowo

    Raffi Ahmad dan Zita Anjani jadi Utusan Khusus Presiden Prabowo. Pikiran Rakyat/Asep Bidin Rosidin dan Instagram @zitaanjani

    Muhamad Mardiono, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ⁠Setiawan Ichlas, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan ⁠Miftah Maulana Habiburrahman, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan (sudah mundur pada Jumat 6 Desember 2024) ⁠Raffi Farid Ahmad, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ⁠Ahmad Ridha Sabana, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Digital ⁠Mari Elka Pangestu, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral ⁠Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. Daftar Staf Khusus Presiden Prabowo Yovie Widianto, Staf Khusus Bidang Ekonomi Kreatif Daftar Penasihat Khusus Presiden Prabowo

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) mengikuti pelantikan menteri dan kepala lembaga tinggi negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Presiden Prabowo melantik 53 menteri dan kepala badan negara setingkat menteri dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Lmo/nym. ANTARA FOTO

    Wiranto, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan Dudung Abdurachman, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi Muhadjir Effendy, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Terawan Agus Putranto, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan. Daftar Pejabat non Kementerian yang dilantik Prabowo Sanitiar Burhanuddin, Jaksa Agung Muhammad Herindra, Kepala Badan Intelijen Negara AM Putranto, Kepala Staf Kepresidenan Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.

    Demikian daftar 48 Menteri Prabowo, 56 wakil menteri, staf khusus, utusan khusus, dan staf khusus kementerian. Ada lebih dari 100 orang dalam kabinet gemuk sang presiden.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Raker Komisi X DPR-Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon Tegaskan Pemajuan Budaya Nasional

    Raker Komisi X DPR-Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon Tegaskan Pemajuan Budaya Nasional

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menggelar rapat kerja dengan Komisi X DPR di Gedung Nusantara I DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). Rapat ini membahas pemajuan kebudayaan nasional, strategi efisiensi anggaran, dan upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia.

    Dalam rapat yang dipimpin Himmatul Aliyah dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon menegaskan efisiensi anggaran tak boleh mengorbankan program prioritas. Kementerian Kebudayaan akan fokus pada pelestarian warisan budaya, revitalisasi cagar budaya, serta diplomasi budaya global.

    Menteri Fadli Zon menyampaikan pihaknya akan melakukan penyusunan ulang skala prioritas, agar pemangkasan anggaran tak berdampak pada program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat budaya.

    “Kami setuju dengan efisiensi, tetapi tidak boleh mengorbankan esensi pemajuan kebudayaan. Kami akan mencari skema pendanaan alternatif seperti public-private partnership, filantropi, dan kerja sama lainnya,” ujar Fadli.

    Komisi X DPR mendukung langkah ini, sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengalokasian anggaran kebudayaan.

    Menteri Fadli menyoroti beberapa program prioritas. Pertama, revitalisasi kawasan budaya, cagar budaya, dan museum. Kedua, repatriasi artefak budaya Indonesia dari luar negeri, seperti manuskrip bersejarah dari Inggris dan Prasasti Pucangan dari India.

    Ketiga, program prioritas terkait pemajuan budaya nasional, yaitu pelindungan bahasa daerah, yang kini banyak terancam punah, agar tetap lestari sebagai bagian dari warisan budaya nasional. Keempat, penguatan industri budaya seperti film dan musik sebagai alat diplomasi global, mencontoh keberhasilan Korean Hallyu.

    “Indonesia memiliki potensi besar dalam industri budaya, tinggal bagaimana kita menumbuhkan ekosistem yang kuat dan strategis,” tambah Fadli Zon.

    Dalam rapat ini, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengusulkan agar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bergabung dengan Kementerian Kebudayaan.

    Menanggapi usulan tersebut, Fadli Zon menyatakan bahasa adalah elemen utama kebudayaan, bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa.

    “Sejalan dengan Pasal 32 UUD 1945, bahasa daerah harus dihormati dan dilestarikan. Kami siap mendukung inisiatif ini untuk memperkuat peran bahasa dalam ekosistem budaya nasional,” tegasnya.

    Rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi sinergi antara DPR dan Kementerian Kebudayaan dalam mengawal kebijakan budaya yang berkelanjutan dan inklusif.

    Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memperjuangkan ekosistem budaya yang lebih kuat, mendukung komunitas budaya lokal, serta memperluas diplomasi budaya di tingkat global.

    “Kami ingin kehadiran Kementerian Kebudayaan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutama dalam mendukung ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Fadli Zon terkait pemajuan budaya nasional.

  • Giring Ganesha Tekankan Pentingnya Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Muarajambi

    Giring Ganesha Tekankan Pentingnya Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Muarajambi

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menekankan, pentingnya revitalisasi kawasan cagar budaya nasional Muarajambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

    Menurutnya, hal ini sebagai bagian dari upaya pelestarian dan penyebaran pengetahuan tentang kebudayaan, serta pengembangan pariwisata yang berbasis budaya.

    Giring mengungkapkan, peran kawasan ini sebagai pusat peradaban dan kebudayaan pada masa Kerajaan Melayu Kuno perlu dihidupkan kembali.

    “Dengan luas 3,9 hektare dan berada tepat di tepi Sungai Batanghari, kawasan ini sejak zaman nenek moyang kita telah menjadi jalur utama untuk transportasi barang dan perjalanan,” jelas Giring Ganesha dalam diskusi bertajuk “Kebudayaan Dalam Demokrasi Kita” di Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (24/1/2025).

    Ia menambahkan, pada abad ke-6 dan ke-7, Muaro Jambi sudah dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan bagi biksu-biksu Buddha Mahayana. Hal tersebut menunjukkan betapa majunya peradaban Kerajaan Melayu Kuno saat itu.

    Giring juga menyampaikan, revitalisasi kawasan cagar budaya Muarajambi tidak hanya berfokus pada pelestarian situs sejarah, tetapi juga pada pengembangan program edukasi dan wisata budaya.

    Giring menginformasikan, pembangunan museum dan pusat informasi di kawasan ini sudah hampir selesai dan diperkirakan akan rampung pada Februari 2025.

    Dia juga menjelaskan, revitalisasi mencakup delapan desa yang terletak di Kecamatan Maro Sebo dan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, yang dahulu merupakan jalur distribusi barang untuk pembangunan candi-candi.

    Selain itu, pemerintah akan memberikan pembinaan kepada kedelapan desa tersebut untuk menciptakan ekosistem pariwisata berbasis budaya.

    Kedelapan desa tersebut adalah Desa Muara Jambi, Danau Lamo, Dusun Baru, Kemingking Luar, Kemingking Dalam, Dusun Mudo, Teluk Jambu, dan Tebat Patah.

    “Revitalisasi kawasan cagar budaya nasional Muarajambi kini menjadi kawasan khusus. Masyarakat dapat belajar, berwisata, dan menjaga ekosistem serta kelestarian alam di sekitarnya,” kata Giring.

    Setelah proses revitalisasi selesai, Giring Ganesha berharap kawasan cagar budaya nasional Muarajambi dapat menjadi salah satu simbol penting dalam pelestarian, serta pusat edukasi dan wisata sejarah dan kebudayaan.

  • IP Expo Indonesia 2025, Ajang Kreator IP Unjuk Gigi Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

    IP Expo Indonesia 2025, Ajang Kreator IP Unjuk Gigi Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

    Jakarta, Beritasatu.com – GDP Venture dan dentsu Indonesia menggelar acara IP Expo Indonesia 2025 bertajuk “The Power of IPs: Connecting Businesses, Unlocking Infinite Possibilities”. Acara ini menjadi ajang kreator Intellectual Property (IP) lokal dan global berkontribusi menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia.

    Acara yang digelar perdana di Indonesia pada 21 dan 22 Januari 2025 ini dirancang untuk mempertemukan para pemimpin industri, pemilik merek, pemilik IP, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor guna mendorong ide-ide baru, bertukar wawasan, dan membuka peluang bisnis di era lintas budaya.

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai, acara ini merupakan inisiatif baik antara GDP Venture dan Dentsu Indonesia dalam menciptakan ekosistem IP dan menghimpun potensi ekonomi kreatif di Indonesia. Menurutnya, ekosistem IP lokal perlu dibangun untuk melindungi sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia.

    “Kita ingin semakin banyak karya-karya yang menggunakan konten budaya ini menjadi IP. Ini juga bisa menjadi potensi ekonomi budaya dan membuat industri budaya semakin besar,” kata Fadli, saat membuka acara IP Expo Indonesia 2025, di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Selasa (21/1/2025).

    Sejalan dengan itu, Chief Business Officer (CBO) GDP Venture, Danny Oei Wirianto menjelaskan bahwa IP Expo Indonesia merupakan sebuah wadah memperkuat ekosistem IP Indonesia. Ekosistem IP ini diharapkan dapat menjadi pondasi masa depan kreatif Indonesia yang membantu kebudayaan Indonesia semakin diakui global.

    “Kami berkomitmen mengembangkan dan memperkuat ekosistem IP di Indonesia melalui dukungan dari talenta kreatif dan juga pertumbuhan bisnis. Dalam pengembangan IP, kami percaya dapat menciptakan bisnis berkelanjutan dan mengkontribusi dengan signifikan terhadap ekonomi di Indonesia,” ungkap Danny.

    Dalam kesempatan yang sama, Country CEO Dentsu Indonesia, Elvira Jakub menyampaikan acara ini akan menyoroti bagaimana bisnis dapat memanfaatkan lisensi IP untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen dan menciptakan peluang pertumbuhan baru.

    Acara ini juga akan menampilkan tren terbaru di industri seperti gaming IPs, lisensi IP, dan kolaborasi lintas industri yang dapat berdampak positif pada pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan teknologi di Indonesia.

    “Acara utamanya itu ada dua, conference dan exhibition. Kita mengundang 40 speakers terdiri dari IP owners, dari para expert dan juga pihak-pihak tertentu yang memang relevan dengan bidang IP. Jadi kita harap hari ini dan besok bisa memberikan inspirasi kepada semuanya,” ujar Elvira.

    Sejumlah pembicara terkemuka yang akan hadir dalam acara ini antara lain Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha dan pembicara ternama lainnya dari berbagai sektor industri lisensi IP dan pemilik IP serta praktisi pemasaran.

    Selain itu, berbagai pemilik IP ternama juga akan hadir di acara ini Agate, Funbox, Moonton, Springboard, INFIA, Jumpstart, Sony Music Publishing, iPV licensing, Provaliant, Medialink, Prism Studios, Tabi, Visinema, SOZO, dan lainnya.

    Sebagai informasi, IP Expo Indonesia 2025 bertujuan untuk memberikan wawasan berharga kepada bisnis Indonesia tentang cara memanfaatkan lisensi IP untuk menciptakan nilai bisnis yang lebih besar dan mengakses pasar yang lebih luas. 

    Selain itu, acara ini akan menjadi platform bagi pemilik IP untuk terhubung dengan mitra bisnis potensial, pemangku kepentingan, dan organisasi yang tertarik untuk mengembangkan atau berkolaborasi di bidang IP.

  • Stella Christie Pamer Alat Canggih dari China, Yovie: Luar Biasa!

    Stella Christie Pamer Alat Canggih dari China, Yovie: Luar Biasa!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Aktivitas bermain musik ternyata bisa berdampak kepada kesehatan manusia. Hal ini dibuktikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie di Bali.

    Percobaan di Bali dilakukan oleh seorang profesor China yang hadir di Bali atas undangan Stella. Ia membawa alat yang menunjukkan aktivitas otak manusia saat bermusik.

    Alat bernama fNIRS tersebut dibawa oleh Xiaoqin Wang, Direktur Tsinghua Laboratory of Brain and Intelligence di Tsinghua University.

    Perangkat fNIRS adalah kepanjangan dari Functional Near-Infrared Spectroscopy dan fungsinya adalah mengungkap kaitan antara musik dan kesehatan manusia.

    Staf Khusus Presiden Yovie Widianto, yang turut hadir, mengungkapkan betapa luar biasanya melihat respons otak pemusik saat bermain musik.

    “Ini bukan hanya menarik untuk penelitian, tapi juga luar biasa untuk kesehatan. Musik ternyata bisa membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup,” kata Yovie.

    Selain itu, musik juga mempengaruhi mood kita, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan “Banyak penelitian yang juga memperlihatkan bahwa emosi kita, memengaruhi kesehatan tubuh. Jadi itulah yang sedang diselidiki musik”

    Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita Pak Prabowo, yang menekankan pentingnya kemajuan sains dan teknologi, serta pengembangan kebudayaan Indonesia. “Musik dan kebudayaan adalah bagian tak terpisahkan dari identitas kita. Dengan menggabungkan ini dengan sains dan teknologi, kita akan menghasilkan generasi unggulan,” tambah Stella.

    Ke depannya, kegiatan serupa akan dilakukan di berbagai kota di Indonesia, dengan mengintegrasikan musik tradisional dan teknologi untuk memperkenalkan sains kepada masyarakat secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menunjukkan fNIRS dalam acara bertajuk “Music and Brain”: How Does Music Influence the Brain and Health? Ini berlangsung di Kura-kura Bali, Denpasar, pada Minggu (12/1/2025).

    Wamendiktisaintek Stella Christie menjelaskan Teknologi fNIRS dapat mengukur aktivitas otak. Alat ini, yang pertama kali dirancang di Tsinghua Laboratory of Brain and Intelligence di China, kini dibawa ke Indonesia untuk penelitian lebih lanjut.

    “Dengan teknologi ini, kita bisa melihat bagian otak mana yang bekerja saat seseorang bernyanyi atau memainkan alat musik,” ujar Stella.

    Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha pun menjadi ‘kelinci percobaan’. Ia menggunakan alat fNIRS sambil membawakan lagu-lagu populer seperti Hapus Aku, Laskar Pelangi dan Fix You.

    Kala menyanyikan lagu-lagu tersebut, hasil pengukuran dari alat fNIRS menampilkan bagaimana bagian otak Giring bergantian melakukan pekerjaannya.

    Di tengah penampilan Giring, Wang lantas menjelaskan hasil kerja alat fNIRS pada aktivitas otak Giring.

    “Jika Anda melihat ini, ini adalah otak Anda, ini adalah respons otak Anda. Ketika Anda berbicara, bagian frontal otak Anda berwarna merah. Ini artinya sangat aktif, karena Anda menghasilkan kata-kata. Namun, ketika Anda bernyanyi, frontal cortex tidak terlalu aktif, karena kemungkinan Anda hafal lagu tersebut,” tutur Wang.

    Alat fNIRS tak hanya mendemonstrasikan kinerja otak Giring yang sedang bernyanyi, tetapi juga pendengar musik yang berada di area tersebut.

    (int/dem)

  • Daftar Selebritas Indonesia yang Kini Menjabat Posisi Strategis di Pemerintahan

    Daftar Selebritas Indonesia yang Kini Menjabat Posisi Strategis di Pemerintahan

    Jakarta, Beritasatu.com – Beberapa selebritas Indonesia baru-baru ini mendapatkan posisi strategis dalam pemerintahan, mengemban tugas penting untuk memajukan berbagai sektor di tanah air.

    Sebut saja Raffi Ahmad, Giring Ganesha, Yovie Widianto, dan yang terbaru Raline Shah. Mereka merupakan sosok yang dikenal luas lewat kiprah di dunia hiburan, kini beralih ke dunia politik dan pemerintahan dengan peran yang beragam.

    Yuk simak daftar selebritas yang kini memegang jabatan di pemerintahan era presiden Prabowo Subianto, berikut lengkapnya.

    Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden

    Raffi Ahmad, yang dikenal sebagai Sultan Andara, tak hanya aktif sebagai pembawa acara atau menciptakan konten di YouTube. Kini, dia resmi menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

    Dilantik pada 22 Oktober 2024, Raffi Ahmad diberikan tugas khusus langsung oleh Presiden. Berdasarkan Perpres Nomor 137 Tahun 2024, jabatan Utusan Khusus ini berfungsi sebagai tangan kanan Presiden dalam menangani tugas-tugas tertentu yang tidak dapat diselesaikan oleh kementerian.

    Giring Ganesha sebagai Wakil Menteri Kebudayaan

    Giring Ganesha, yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis grup musik Nidji, kini semakin serius dalam dunia politik. Sekarang, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Kebudayaan, berkolaborasi dengan Menteri Fadli Zon.

    Yovie Widianto sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif

    Nama Yovie Widianto sudah tidak asing lagi dalam dunia musik Indonesia. Namun, saat ini, Yovie juga mengemban peran baru sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif.

    Ia dilantik bersamaan dengan Raffi Ahmad pada 22 Oktober 2024 dan diberi tugas untuk membantu Presiden dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.

    Dengan latar belakang pendidikan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Yovie tampaknya sangat cocok untuk posisi ini. Siapa tahu, sektor ekonomi kreatif Indonesia bisa berkembang lebih kreatif berkat sentuhan Yovie.

    Raline Shah sebagai Staf Khusus Menteri Komdigi

    Raline Shah baru saja resmi bergabung dalam Kabinet Merah Putih. Pemain film 5 Cm ini kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi).
    Posisi yang diemban Raline Shah cukup krusial, di mana dia bertanggung jawab dalam bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.

    Pendidikan Raline yang didapatkan dari Universitas Nasional Singapura (NUS) dengan jurusan Political Science dan New Media and Communications semakin memperkuat kapasitasnya untuk mengemban tugas tersebut.

    Sebagai bagian dari jajaran pemerintah yang baru, para selebritas ini membawa pengalaman dan keahlian mereka dari dunia hiburan ke dalam dunia politik dan pemerintahan. Dengan peran yang berbeda-beda, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam kemajuan sektor-sektor yang mereka tangani.

  • Khofifah Suguhkan Durian Khas Blitar, Wamen Giring: Meleleh di Mulut

    Khofifah Suguhkan Durian Khas Blitar, Wamen Giring: Meleleh di Mulut

    Surabaya (beritajatim.com) – Khofifah Indar Parawansa menyuguhkan Durian Blackthorn khas Blitar kepada Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, saat berkunjung di kediaman Gubernur Jatim 2019-2024 itu, kawasan Jemursari Surabaya, Sabtu (11/1/2025).

    Durian blackthorn ini memiliki ciri khas berupa kulit yang kehitaman dan duri hitam kecil di bagian bawah buah.

    “Ini durian blacthorn khas Blitar, Pak Wamen. Pokoknya yang diambil teman media fokusnya ke Pak Wamen ya,” ujar Khofifah dengan nada setengah bercanda. Dagingnya tebal, meleleh di mulut. Teman media pasti ngeces ini. Monggo teman media,” tutur Giring yang mengaku terkagum dengan durian blackthorn khas Blitar ini.

    Giring pun langsung menikmati durian yang konon ditemukan kali pertama dari Malaysia tersebut. “Wowww, ini durian blackthorn. Milky-nya dapat, crunchy-nya durian ini dapat.

    Durian ini pernah dirasakan kali pertama oleh Khofifah saat berkunjung ke wisata Republik Durian di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu. Di sini, Khofifah menikmati durian premium jenis blackthorn secara langsung.

    Khofifah pun kepincut dengan manisnya durian premium ini. Ia melihat adanya peluang impor untuk durian tersebut.

    “Saya termasuk durian lovers, jadi bisa merasakan nikmatnya blackthorn (duri hitam), luar biasa (rasanya) di atas durian yang lain. Saya bisa menikmati ini,” ujar Khofifah usai menikmati durian blackthorn di Republik Durian Blitar, Jumat (27/12/2024) silam. [tok/beq]

  • Perhormatan bagi Seniman Hardi Melalui Pameran Seni Jejak Perlawanan: Sang Presiden 2001

    Perhormatan bagi Seniman Hardi Melalui Pameran Seni Jejak Perlawanan: Sang Presiden 2001

    Jakarta: Galeri Nasional Indonesia (Galnas) akan membuka pameran bertajuk Jejak Perlawanan: “Sang Presiden 2001”. Ini merupakan sebuah tribut mendalam untuk mengenang perjalanan (alm.) Hardi (1951-2023).

    Hardi merupakan visioner yang menjadikan seni sebagai alat perlawanan, ruang dialog, dan refleksi atas realitas sosial-politik Indonesia dan media komunikasi. Ia menghubungkan tradisi dengan inovasi, lokalitas dengan universalitas, serta menggambarkan dinamika perjalanan bangsa Indonesia.

    Pameran ini menghadirkan 66 karya Hardi yang terdiri dari lukisan, sketsa, arsip pribadi, hingga instalasi interaktif berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Diharapkan mampu memberikan pengalaman mendalam tentang perjalanan artistiknya.

    Kurator pameran, Dio Pamola C., menegaskan bahwa setiap karya Hardi adalah saksi bisu perjuangan dan manifestasi keberanian berpikir. Karya-karyanya, termasuk lukisan ikonik “Sang Presiden 2001” (1979), menjadi wujud keberanian untuk menyuarakan narasi perjuangan pada masa itu.

    (Pameran Jejak Perlawanan: “Sang Presiden 2001” dapat dinikmati oleh publik mulai 10 hingga 26 Januari 2025, pukul 09.00-19.00 WIB, di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)

    “Pameran ini adalah ruang dialog antara seni, sejarah, dan semangat perlawanan yang diwariskannya,” ungkap Dio dalam pembukaan resmi pameran di Galeri Nasional Indonesia, Kamis, 9 Januari 2025.

    Jibril Fitra Erlangga selaku anak bungsu dari Hardi mengatakan ia sangat berterima kasih kepada Dio Pamola sebagai kurator untuk memulai pameran ini. 

    Selain itu, ia juga berterima kasih terhadap Kementerian Kebudayaan, di mana sebagai instansi yang terus mendukung memajukan seni Indonesia. 

    “Hal yang bagus Kementerian Kebudayaan dipisahkan, karena seni di Indonesia harus terus dihargai,” kata Jibril.

    Pun, acara pembukaan ini dihadirkan oleh Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan dan Giring Ganesha selaku Wakil Menteri Kebudayaan. Menurut Fadli Zon, seniman dianggap sebagai aset nasional.

    Baca juga: Mengenal Pameran Tunggal dalam Seni Rupa dan Perbedaannya dengan Jenis Pameran Lainnya

    “Para seniman budayawan kita sebenarnya adalah aset nasional kita yang bisa membawakan kita kepada sebuah kebanggaan nasional,” ungkap Fadli Zon.

    Pameran Jejak Perlawanan: “Sang Presiden 2001” dapat dinikmati oleh publik mulai 10 hingga 26 Januari 2025, pukul 09.00-19.00 WIB, di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. 

    Registrasi pengunjung dapat dilakukan langsung di lokasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi akun Instagram resmi Galnas di @galerinasional.

    Jakarta: Galeri Nasional Indonesia (Galnas) akan membuka pameran bertajuk Jejak Perlawanan: “Sang Presiden 2001”. Ini merupakan sebuah tribut mendalam untuk mengenang perjalanan (alm.) Hardi (1951-2023).
     
    Hardi merupakan visioner yang menjadikan seni sebagai alat perlawanan, ruang dialog, dan refleksi atas realitas sosial-politik Indonesia dan media komunikasi. Ia menghubungkan tradisi dengan inovasi, lokalitas dengan universalitas, serta menggambarkan dinamika perjalanan bangsa Indonesia.
     
    Pameran ini menghadirkan 66 karya Hardi yang terdiri dari lukisan, sketsa, arsip pribadi, hingga instalasi interaktif berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Diharapkan mampu memberikan pengalaman mendalam tentang perjalanan artistiknya.

    Kurator pameran, Dio Pamola C., menegaskan bahwa setiap karya Hardi adalah saksi bisu perjuangan dan manifestasi keberanian berpikir. Karya-karyanya, termasuk lukisan ikonik “Sang Presiden 2001” (1979), menjadi wujud keberanian untuk menyuarakan narasi perjuangan pada masa itu.
     

    (Pameran Jejak Perlawanan: “Sang Presiden 2001” dapat dinikmati oleh publik mulai 10 hingga 26 Januari 2025, pukul 09.00-19.00 WIB, di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)
     
    “Pameran ini adalah ruang dialog antara seni, sejarah, dan semangat perlawanan yang diwariskannya,” ungkap Dio dalam pembukaan resmi pameran di Galeri Nasional Indonesia, Kamis, 9 Januari 2025.
     
    Jibril Fitra Erlangga selaku anak bungsu dari Hardi mengatakan ia sangat berterima kasih kepada Dio Pamola sebagai kurator untuk memulai pameran ini. 
     
    Selain itu, ia juga berterima kasih terhadap Kementerian Kebudayaan, di mana sebagai instansi yang terus mendukung memajukan seni Indonesia. 
     
    “Hal yang bagus Kementerian Kebudayaan dipisahkan, karena seni di Indonesia harus terus dihargai,” kata Jibril.
     
    Pun, acara pembukaan ini dihadirkan oleh Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan dan Giring Ganesha selaku Wakil Menteri Kebudayaan. Menurut Fadli Zon, seniman dianggap sebagai aset nasional.
     
    Baca juga: Mengenal Pameran Tunggal dalam Seni Rupa dan Perbedaannya dengan Jenis Pameran Lainnya
     
    “Para seniman budayawan kita sebenarnya adalah aset nasional kita yang bisa membawakan kita kepada sebuah kebanggaan nasional,” ungkap Fadli Zon.
     
    Pameran Jejak Perlawanan: “Sang Presiden 2001” dapat dinikmati oleh publik mulai 10 hingga 26 Januari 2025, pukul 09.00-19.00 WIB, di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. 
     
    Registrasi pengunjung dapat dilakukan langsung di lokasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi akun Instagram resmi Galnas di @galerinasional.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (TIN)