Bertemu Fadli Zon, Wali Kota Solo Respati Usulkan Kesejahteraan Abdi Dalem Karaton Surakarta
Tim Redaksi
SOLO, KOMPAS.com
– Wali Kota Solo, Respati Ardi, bertemu dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta pada Senin (5/1/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Respati juga bertemu dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.
Pada pertemuan itu, Respati mengusulkan kepada Fadli Zon mengenai
kesejahteraan abdi dalem
Keraton Surakarta, serta revitalisasi hunian mereka.
Usulan ini merupakan kelanjutan dari pengajuan sebelumnya terkait revitalisasi museum dan Panggung Songgo Buwono Keraton Surakarta yang telah direalisasikan.
“Saya mengusulkan terkait kesejahteraan abdi dalem dan hunian-hunian yang ada di sana. Selain Songgo Buwono dan museum,” kata Respati di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026).
Menurut Respati, usulannya akan didiskusikan lebih lanjut di tingkat pusat.
“Katanya akan didiskusikan lebih lanjut kan ada intervensi dari pemerintah pusat untuk revitalisasi hunian-hunian abdi dalem di sana,” kata dia.
Respati berharap revitalisasi hunian abdi dalem dapat menjadikan Kawasan Keraton Surakarta seperti salah satu desa di Bali untuk menarik wisatawan.
“Saya baru mengajukan. Ada potensi bagus seperti Penglipuran. Saya harapannya itu bisa menarik pariwisata,” ujar dia.
Mengenai keberlanjutan revitalisasi Museum Keraton Surakarta, Respati masih menunggu keputusan dari Kementerian Kebudayaan, termasuk terkait penataan Keraton Surakarta sebagai aset cagar budaya nasional.
“Nanti kita tunggu aja keputusan dari Kementerian Kebudayaan kelanjutan museum,” ujar Respati.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Giring Ganesha
-
/data/photo/2026/01/07/695e1ced15068.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bertemu Fadli Zon, Wali Kota Solo Respati Usulkan Kesejahteraan Abdi Dalem Karaton Surakarta Regional 7 Januari 2026
-

Indonesia-Inggris Perkuat Kemitraan Budaya Lewat Kolaborasi Seni di TIM
Jakarta: Kemitraan budaya Inggris–Indonesia dibuka dengan sebuah perhelatan seni yang digelar oleh British Council bersama Kementerian Kebudayaan Indonesia pada Selasa, 9 Desember 2025.
Bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM), acara ini menghadirkan karya kolaboratif Factory Devotion oleh seniman Indonesia Arief Onelegz dan seniman Inggris Lauren Russell, serta pemutaran karya ikonik Giselle dari English National Ballet.
Acara ini menjadi bagian dari penguatan hubungan kebudayaan Inggris–Indonesia dalam kerangka UK–Indonesia Strategic Partnership, khususnya pada pilar people and society yang menekankan kolaborasi seni, kreativitas, dan diplomasi budaya.
Summer Xia, Country Director British Council Indonesia & Director Southeast Asia, membuka acara dengan menegaskan pentingnya seni sebagai jembatan hubungan antarmasyarakat.
“Seni dan budaya memiliki kekuatan transformatif untuk menciptakan peluang bagi masyarakat dan mempersatukan kita. Hal ini memungkinkan kita untuk berkolaborasi dalam menciptakan dan mewujudkan sesuatu yang benar-benar luar biasa,” kata Summer.
Ia menyoroti momentum spesial yang mengiringi acara tersebut, yakni hubungan diplomatik Inggris–Indonesia dan 75 tahun perjalanan English National Ballet. Dalam kesempatan itu, Summer mengapresiasi kolaborasi dua seniman disabilitas dalam Factory Devotion sebagai simbol inklusi dan kreativitas tanpa batas.
“Malam ini, Anda akan menyaksikan pertunjukan spesial berjudul Factory Devotion, yang dibawakan oleh seniman asal Inggris, Lauren, dan seniman Indonesia, Arif, yang menonjolkan bakat luar biasa dari seni disabilitas dan penari disabilitas,” ujarnya.Karya kolaboratif Factory Devotion oleh seniman Indonesia Arief Onelegz dan seniman Inggris Lauren Russell. Foto: medcom/fatha annisa
Wamenbud: Seni dan Budaya Menyatukan Kita
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) RI, Giring Ganesha, yang turut hadir dalam gelaran ini menceritakan kisah personal yang menunjukkan kuatnya pengaruh budaya Inggris dalam hidupnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa berdirinya Kementerian Kebudayaan yang baru menjadi fondasi kuat bagi diplomasi budaya Indonesia di panggung dunia, termasuk kerja sama jangka panjang dengan British Council sejak 1948.“Kami siap untuk memperkenalkan budaya Indonesia sebagai alat diplomasi global… Persahabatan panjang kami dengan Inggris juga mendukung upaya ini,” tuturnya.
Giring juga menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi seperti malam ini akan membuka jalan bagi karya Indonesia memasuki lembaga seni dunia, mulai dari English National Ballet hingga Tate Museum.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar mengapresiasi kehadiran talenta Indonesia di panggung internasional seperti Desmonda di West End London, yang salah satunya mendapat beasiswa dari British Council.
“Malam ini adalah pertemuan antara dua budaya. Di Indonesia, kita menyebutnya “tak kenal maka tak sayang.” Jika kalian tidak saling mengenal, maka kalian tidak bisa jatuh cinta,” tutupnya.Jakarta: Kemitraan budaya Inggris–Indonesia dibuka dengan sebuah perhelatan seni yang digelar oleh British Council bersama Kementerian Kebudayaan Indonesia pada Selasa, 9 Desember 2025.
Bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM), acara ini menghadirkan karya kolaboratif Factory Devotion oleh seniman Indonesia Arief Onelegz dan seniman Inggris Lauren Russell, serta pemutaran karya ikonik Giselle dari English National Ballet.
Acara ini menjadi bagian dari penguatan hubungan kebudayaan Inggris–Indonesia dalam kerangka UK–Indonesia Strategic Partnership, khususnya pada pilar people and society yang menekankan kolaborasi seni, kreativitas, dan diplomasi budaya.
Summer Xia, Country Director British Council Indonesia & Director Southeast Asia, membuka acara dengan menegaskan pentingnya seni sebagai jembatan hubungan antarmasyarakat.
“Seni dan budaya memiliki kekuatan transformatif untuk menciptakan peluang bagi masyarakat dan mempersatukan kita. Hal ini memungkinkan kita untuk berkolaborasi dalam menciptakan dan mewujudkan sesuatu yang benar-benar luar biasa,” kata Summer.
Ia menyoroti momentum spesial yang mengiringi acara tersebut, yakni hubungan diplomatik Inggris–Indonesia dan 75 tahun perjalanan English National Ballet. Dalam kesempatan itu, Summer mengapresiasi kolaborasi dua seniman disabilitas dalam Factory Devotion sebagai simbol inklusi dan kreativitas tanpa batas.
“Malam ini, Anda akan menyaksikan pertunjukan spesial berjudul Factory Devotion, yang dibawakan oleh seniman asal Inggris, Lauren, dan seniman Indonesia, Arif, yang menonjolkan bakat luar biasa dari seni disabilitas dan penari disabilitas,” ujarnya.
Karya kolaboratif Factory Devotion oleh seniman Indonesia Arief Onelegz dan seniman Inggris Lauren Russell. Foto: medcom/fatha annisa
Wamenbud: Seni dan Budaya Menyatukan Kita
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) RI, Giring Ganesha, yang turut hadir dalam gelaran ini menceritakan kisah personal yang menunjukkan kuatnya pengaruh budaya Inggris dalam hidupnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa berdirinya Kementerian Kebudayaan yang baru menjadi fondasi kuat bagi diplomasi budaya Indonesia di panggung dunia, termasuk kerja sama jangka panjang dengan British Council sejak 1948.
“Kami siap untuk memperkenalkan budaya Indonesia sebagai alat diplomasi global… Persahabatan panjang kami dengan Inggris juga mendukung upaya ini,” tuturnya.
Giring juga menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi seperti malam ini akan membuka jalan bagi karya Indonesia memasuki lembaga seni dunia, mulai dari English National Ballet hingga Tate Museum.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar mengapresiasi kehadiran talenta Indonesia di panggung internasional seperti Desmonda di West End London, yang salah satunya mendapat beasiswa dari British Council.
“Malam ini adalah pertemuan antara dua budaya. Di Indonesia, kita menyebutnya “tak kenal maka tak sayang.” Jika kalian tidak saling mengenal, maka kalian tidak bisa jatuh cinta,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain diGoogle News
(PRI)
-

Giring Ganesha Tegaskan AI Tidak Boleh Gantikan Peran Budayawan
Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menegaskan, pentingnya teknologi dalam memajukan budaya Indonesia tetapi mengingatkan bahwa artificial intelligence (AI) harus menjadi alat bantu, bukan pengganti.
“Teknologi memang harus hadir dalam pengembangan budaya Indonesia. Namun artificial intelligence (AI) tidak boleh menggantikan peran manusia dan budayawan. AI harus membantu melestarikan dan mengembangkan kebudayaan,” ujar Wakil Menteri Giring Ganesha di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).
Giring Ganesha menyebut, event Budaya GO! 2025 yang merupakan ajang kompetisi inovasi digital berbasis budaya yang digagas Kementerian Kebudayaan melalui direktorat pengembangan budaya digital ini dirancang untuk menghubungkan ekosistem budaya dengan teknologi sekaligus melahirkan inovasi digital yang relevan.
“Awalnya kami tidak menyangka animonya begitu besar. Ada 627 tim dari 33 provinsi untuk kategori pelajar/mahasiswa dan profesional. Ini membuktikan jalan kebudayaan harus benar, tanpa mengesampingkan teknologi,” jelasnya.
Giring Ganesha menegaskan, meski pemerintah bertugas menjaga orisinalitas budaya, generasi muda harus berperan dalam mengembangkan nilai ekonominya.
“Tugas Kementerian adalah menjaga orisinalitas. Tapi tugas tenaga muda adalah mengembangkan agar kebudayaan punya nilai ekonomi, bisnis, dan membuka lapangan pekerjaan,” tambahnya.
Ia berharap karya peserta tak berhenti di ajang kompetisi, melainkan mendapat dukungan dan kolaborasi lanjutan.
“Teman-teman harus terus didukung. Dua puluh karya ini adalah pemenang. Kita akan perkenalkan ke jaringan-jaringan yang tepat,” tutupnya.
-
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5413407/original/075172300_1763130396-20251114_153735.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wamen Giring: AI Belum Bisa Tunjukkan Rasa dan Tandingi Musik Karya Manusia
Liputan6.com, Jakarta – Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo (akrab disapa Wamen Giring) menegaskan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) harus diarahkan dan digunakan untuk mendukung pelestarian budaya.
Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian acara AiDEA Weeks, Jumat (14/11/2025), yang digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
Giring menyampaikan keberadaan AI merupakan bentuk peristiwa besar yang memicu perubahan di berbagai sektor termasuk kebudayaan. Ia menggambarkan AI sebagai “saingan baru” manusia, karena kecerdasan teknologi yang mampu belajar dengan cepat dan terus berkembang.
“Setelah 4 miliar tahun planet Bumi, ini baru pertama kalinya spesies kita (manusia) punya saingan baru, Artificial Intelligence. Kalau beberapa orang mungkin menyebutnya alien intelligence,” ujar Giring.
Meskipun mengakui kekuatan AI, Giring turut menjelaskan teknologi AI belum bisa menandingi unsur rasa atau emosional yang ada di dalam karya buatan manusia. Ia mencontohkan fenomena global beberapa bulan lalu mengenai lagu hasil AI, ‘Walk My Walk’ karya Breaking Rust yang menempati posisi teratas tangga lagu.
Namun, mantan vokalis band Nidji ini mengungkapkan tren tersebut tidak dapat mengubah keyakinannya tentang karya manusia tidak bisa tergantikan oleh AI.
“AI masih belum bisa menunjukkan rasa, AI enggak bakal bisa bikin lagu sebagus lagu-lagu Yovie Widianto,” tuturnya.
Alih-alih memosisikan AI sebagai ancaman, Wamen Giring menekankan kecerdasan buatan dapat memiliki potensi besar sebagai alat pendukung pelestarian kebudayaan. Ia memberikan sejumlah penggunaan AI yang dapat memudahkan manusia.
“AI dapat membantu para arkeolog untuk percepatan pemugaran struktur candi, membantu untuk dapat identifikasi lukisan asli dan lukisan palsu. Dan AI juga dipakai untuk mempermudah dalam translation,” ia menjelaskan.
Giring kembali menegaskan hasil dari AI belum bisa menggantikan dan menandingi musik ciptaan musisi Indonesia yang penuh dengan rasa dan pesan.
“Saya sih masih punya keyakinan artis-artis AI belum bisa menggantikan lagu-lagu dari ciptaan Eros Chandra, Sal Priadi, atau Bagaskara. Masih belum bisa sih AI menggantikan itu karena masih belum ada rasanya,” tegasnya.
-

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Nusantaraya Award di ICCF 2025, Apa Kata Gubernur Khofifah?
Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Nusantaraya Award dalam ajang Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang berlangsung di Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang.
Penghargaan berupa piala diserahkan langung oleh Ketua Umum ICCN yang disaksikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim Iwan mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan kepada Jawa Timur atas komitmen, dukungan dan inovasi dalam pengembangan ekosistem kreatif, khususnya dalam penguatan jejaring komunitas serta sinergi lintas pemangku kepentingan melalui kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Jatim No. 10 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.
“Alhamdulillah Jatim berhasil meraih penghargaan Nusantaraya Award dari ICCN. Salah satu alasan kuat adalah karena Jatim memiliki komitmen, dukungan dan inovasi dalam pengembangan ekosistem kreatif, khususnya dalam penguatan jejaring dan sinergi lintas pemangku kepentingan,” tutur Gubernur Khofifah saat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (9/11/2025).
Lebih lanjut Gubernur Khofifah pun menegaskan investasi sektor ekonomi kreatif Jatim terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada periode Semester I – 2025 investasi sektor ekonomi kreatif di Jatim mencapai Rp 6,86 Triliun.
“Yang meningkat 12,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp 6,08 triliun,” tegasnya.
Tak hanya itu, posisi kuatnya ekonomi kreatif Jatim juga dapat dilihat dari data produktivitas ekspor luar negeri. Pada periode Semester I – tahun 2025, ekspor sektor ekonomi kreatif Jawa Timur telah tembus USD 12.887,01 juta. Capaian ini meningkat 4,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar USD 12.359,23 juta.
“Dan Alhamdulillah Jawa Timur menjadi provinsi dengan nilai ekspor ekonomi kreatif terbesar di Indonesia, dengan komoditi utama berupa fesyen, kriya dan kuliner,” ujarnya.
Lebih lanjut Khofifah pun menegaskan sektor ekonomi kreatif Jatim tak hanya disokong oleh pemodal besar. Melainkan justru banyak didukung juga oleh para pelaku UMKM. Hal ini karena sektor ekonomi kreatif berevolusi menjadi sektor paling menjanjikan dan populer di masyarakat.
“Ekonomi kreatif sangat cepat pertumbuhannya. Dan ini membutuhkan perhatian bagaimana kita bisa membangun ekosistem yang tepat bagi para pelaku maupun investor,” tuturnya.
Untuk itu, Khofifah mempersembahkan penghargaan ini pada seluruh penggerak ekonomi kreatif Jatim. Penghargaan yang diterima Jatim harus menjadi pelecut meningkatkan produktivitas. Dengan harapan besar turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim.
“Penghargaan ini bukanlah akhir perjuangan atau kerja keras kita. Melainkan jadi penyemangat untuk terus berjuang mewujudkan Jawa Timur yang memang surganya Ekonomi Kreatif,” pungkasnya.
Sebagai informasi, ICCF 2025 sendiri merupakan ajang bergengsi tahunan yang digelar oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Sedangkan ICCN adalah jejaring Kota dan Kabupaten kreatif di Indonesia yang berdiri sejak 2015.
Dengan anggota lebih dari 260 kota/kabupaten, ICCN menjadi simpul kolaborasi lintas daerah untuk mendorong inovasi, menguatkan identitas budaya, dan memajukan ekosistem kreatif Indonesia.
Turut hadir dalam gelaran (ICCF) 2025 Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. [tok/suf]
-

Pemprov Jatim raih Nusantaraya Award di ICCF 2025
Surabaya (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meraih penghargaan Nusantaraya Award dalam ajang Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Gedung Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Sabtu (8/11).
“Alhamdulillah Jatim berhasil meraih penghargaan Nusantaraya Award dari ICCN. Salah satu alasan kuat adalah karena Jatim memiliki komitmen, dukungan dan inovasi dalam pengembangan ekosistem kreatif, khususnya dalam penguatan jejaring dan sinergi lintas pemangku kepentingan,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Minggu.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan mewakili Gubernur Khofifah.
Penyerahan disaksikan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
Khofifah menegaskan investasi sektor ekonomi kreatif Jawa Timur terus meningkat.
Pada Semester I-2025 nilainya mencapai Rp6,86 triliun atau naik 12,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp6,08 triliun.
Selain itu, nilai ekspor sektor ekonomi kreatif Jawa Timur juga tembus 12.887,01 juta dolar AS pada Semester I-2025, meningkat 4,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12.359,23 juta dolar AS. Komoditas unggulan ekspor Jatim meliputi fesyen, kriya, dan kuliner.
Lebih lanjut, Khofifah mengatakan pertumbuhan ekonomi kreatif di Jatim banyak disokong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut dia, sektor tersebut menjadi bidang yang paling menjanjikan dan cepat berkembang di masyarakat.
Untuk itu, Gubernur Khofifah mempersembahkan penghargaan tersebut bagi seluruh penggerak ekonomi kreatif di Jawa Timur.
Ia berharap penghargaan itu menjadi penyemangat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Penghargaan ini bukanlah akhir perjuangan atau kerja keras kita. Melainkan jadi penyemangat untuk terus berjuang mewujudkan Jawa Timur yang memang surganya ekonomi kreatif,” katanya.
Sebagai informasi, ICCF 2025 merupakan ajang tahunan yang digelar oleh ICCN—jejaring kota dan kabupaten kreatif Indonesia yang berdiri sejak 2015 dengan anggota lebih dari 260 daerah.
Jaringan ini menjadi simpul kolaborasi lintas wilayah untuk mendorong inovasi, memperkuat identitas budaya, dan memajukan ekosistem kreatif nasional.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

Kemensos Usulkan 40 Nama Pahlawan Nasional: Ada Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah
Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Sosial mengusulkan sebanyak 40 nama tokoh untuk mendapat gelar pahlawan nasional.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan berkas usulan tersebut kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa siang.
“Usulan ini berupa nama-nama yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir. Ada yang memenuhi syarat sejak lima atau enam tahun lalu, dan ada pula yang baru diputuskan tahun ini. Di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid, dan juga Marsinah,” kata Saifullah dikutip dari Antara, Rabu (22/10/2025).
Proses pengusulan nama pahlawan nasional itu berawal dari masyarakat melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).
Menurut Saifullah, dari hasil pembahasan di tingkat daerah dan ditandatangani bupati atau wali kota maka dokumen diteruskan ke gubernur dan kemudian diterima Kementerian Sosial untuk dikaji lebih lanjut.
“Kami melakukan pengkajian bersama tim TP2GP. Hasil kajian tersebut hari ini saya teruskan kepada Pak Fadli Zon selaku Ketua Dewan Gelar. Selanjutnya akan dibahas sepenuhnya oleh dewan dan hasilnya kita tunggu bersama,” ujarnya.
Selain Marsinah, Presiden RI ke-2 Soeharto, dan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tokoh lain yang diusulkan antara lain ulama asal Bangkalan, Syaikhona Muhammad Kholil; Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri; KH Muhammad Yusuf Hasyim dari Tebuireng, Jombang; Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf dari Sulawesi Selatan; serta Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin dari Jakarta (mantan Gubernur Jakarta).
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan bahwa pihaknya akan menggelar sidang membahas pengusulan 40 nama dari hasil proses panjang berupa kajian, diskusi, dan seminar yang dilakukan lintas lembaga itu.
“Tentu nanti kami akan bersidang. Rencananya besok bersama Tim Dewan Gelar. Setelah itu, hasilnya akan kami sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia,” kata Fadli.
Penyerahan berkas tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta.


