Derita Warga Tambora 2 Bulan Tanpa Air PAM, Mandi-Cuci Susah
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Warga di permukiman padat penduduk RT 03 RW 03 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, mengeluhkan krisis air bersih yang berkepanjangan akibat layanan air PAM Jaya yang dilaporkan mati selama hampir dua bulan.
Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak dan memaksa para warga harus merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan air bersih.
Harjani (64), warga yang sudah tinggal lebih dari 20 tahun di lokasi tersebut, menceritakan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan sanitasi harian selama layanan air bersih mati.
Untuk sekadar mandi dan mencuci piring, ia terpaksa mengandalkan kebaikan pengurus mushala di depan rumahnya untuk menggunakan air tanah dari sana.
Harjani pun membentangkan selang panjang dari kran tempat wudhu mushala menuju kamar mandi pribadinya setiap hari.
“Sudah satu bulan lebih (air mati), hampir dua bulan. Untung saya ada air mushala di depan rumah, nyelang (pakai selang) gitu ya,” ujar Harjani saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (8/1/2025)
Harjani menambahkan biaya listrik di mushala sebagai imbalan atas air bersih tersebut.
Namun, untuk kebutuhan memasak, Harjani tidak berani menggunakan air tanah mushala dan harus mengeluarkan biaya ekstra setiap harinya untuk membeli air bersih dari pedagang keliling.
“Tiap hari beli air saja. Sehari dua pikul, dua pikul. Itu untuk masak. Kalau mandi dan cuci piring kan nyelang dari mushala,” tuturnya.
Warga menduga gangguan pasokan air ini berkaitan dengan adanya proyek galian jalan di sekitar permukiman mereka dalam dua bulan terakhir.
Sebelum mati total, Harjani menyebut air sempat mengalir dengan volume yang sangat kecil.
“Sempat mati total sebulan. Terus keluar lagi paling dua ember, habis itu enggak keluar lagi,” kata Harjani.
Tak hanya itu, Harjani juga menyebut air yang keluar dari saluran PAM Jaya pernah kotor dan berbau.
“Kecil jalannya (air), entar mati nyala, mati nyala. Keluar airnya itu butek, terus bau got. Padahal air PAM,” tambah dia.
Hal senada diungkapkan Irwan (40), tetangga Harjani yang bahkan pernah mencium bau menyengat menyerupai bahan bakar pada air PAM beberapa bulan silam.
“Waktu itu sempat juga beberapa lama airnya kotor, baunya enggak tahu ya bau apa, tapi baunya kayak solar,” kata Irwan.
Kesal karena laporan lisan kepada petugas lapangan tak kunjung membuahkan hasil, Harjani pun akhirnya memutuskan untuk menunda pembayaran tagihan airnya sebagai bentuk protes.
“Ada yang ngecek, kata mereka ‘
nanti saya laporkan ke atasan saya
‘. Tapi belum ada perubahan. Dua bulan ini saya belum bayar-bayar. Kesel, jadi air kan enggak keluar, malas bayarnya,” ucap dia.
Merespons keluhan tersebut, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, mengklaim bahwa gangguan di wilayah tersebut hanya tercatat selama satu pekan dalam sistem mereka.
“Terkait keluhan itu tidak sampai dua bulan, tapi keluhan itu baru masuk ke kami di minggu kemarin,” ujar Gatra saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.
Terkait dugaan warga soal penyebab gangguan, Gatra tidak menampik bahwa aktivitas galian jalan bisa berdampak pada pipa distribusi air.
Termasuk, dugaan mengenai memburuknya kualitas air PAM saat adanya proyek galian di sekitar perumahan warga.
“Kalau misalkan warga bilang ada bau saat ada galian, itu bisa jadi. Misalnya ada galian terus kena ke pipa kita, terus jadinya pipa kita terkontaminasi sama air got atau apa, itu mungkin,” jelasnya.
Terkait status perbaikan, Gatra mengklaim bahwa tim operasional PAM Jaya sebenarnya sudah menyelesaikan perbaikan masalah teknis di lokasi tersebut pada Rabu (7/1/2026).
“Per kemarin tim operasional kami sudah memperbaiki hal tersebut, di mana memang ada sedikit issue teknis di lapangan. Namun per kemarin keluhan tersebut sudah tertangani,” kata Gatra.
Namun, Gatra mengaku belum mengetahui informasi mengenai aliran air di area rumah Harjani yang disebut masih belum mengalir.
Ia pun berjanji akan segera menerjunkan tim pemeriksa untuk memeriksa kembali kondisi pelayanan air di lapangan.
“Saya akan kroscek lagi karena dari kemarin saya sudah pastiin tuh informasinya bahwa pekerjaannya itu memang sudah selesai. Besok akan langsung segera dilakukan pengecekan,” tutur Gatra.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Gatra Vaganza
-
/data/photo/2026/01/08/695f9f9b5381a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Derita Warga Tambora 2 Bulan Tanpa Air PAM, Mandi-Cuci Susah Megapolitan 9 Januari 2026
-

PAM Jaya telah pasang 34 ribu sambungan baru air bersih
Jakarta (ANTARA) – Perumda PAM Jaya sejak Januari hingga Juni 2025 telah memasang sebanyak 34.436 sambungan baru air bersih dan menargetkan 130 ribu sambungan hingga akhir tahun.
Bahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan atas rekor pemasangan instalasi air minum dengan sambungan rumah tangga terbanyak dalam satu tahun terakhir.
“Kami terus berinovasi dan bersinergi untuk memastikan setiap warga Jakarta dapat menikmati hak dasar atas air berkualitas,” kata Corporate & Customer Communication Senior Manager PAM Jaya Gatra Vaganza di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa rekor MURI yang didapatkannya itu menjadi bukti atas langkah optimistis dalam menghadirkan layanan air perpipaan yang merata dan berkelanjutan bagi warga Jakarta.
Menurut dia, rekor MURI yang didapatkan yaitu terkait pemasangan sambungan baru rumah tangga dengan jumlah 46 ribu lebih pada 2024 lalu.
Gatra melanjutkan bahwa sejak Februari 2023 perusahaan milik DKI Jakarta itu mencatat pertumbuhan signifikan dalam jumlah sambungan baru air minum perpipaan.
Bahkan, sejak pengelolaan oleh PAM Jaya pada Februari 2023, pertumbuhan sambungan baru meningkat tajam, khususnya sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan mencapai 265 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini ditargetkan 130 ribu sambungan. Dan sejak Januari hingga Juni 2025 telah terpasang sebanyak 34.436 sambungan baru,” ujarnya.
Pertumbuhan sambungan baru ini sejalan dengan amanat Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2022 tentang penugasan kepada PAM Jaya untuk melakukan percepatan peningkatan cakupan layanan air minum di DKI Jakarta.
Gatra mengatakan bahwa dampak positif dari percepatan pembangunan sambungan baru ini sudah banyak dirasakan oleh warga Jakarta sebab ketika akses air minum perpipaan semakin merata dan mudah dijangkau telah meningkatkan kualitas hidup, mendukung kesehatan hingga membantu penghematan biaya air harian.
“Terutama, bagi warga Jakarta yang sebelumnya mengandalkan sumber air alternatif yang belum tentu aman dan higienis,” katanya.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

PAM Jaya hemat Rp1 miliar per tahun setelah gunakan Water Purifier
Jakarta (ANTARA) – Perusahaan Umum Daerah (Permuda) PAM Jaya telah menerapkan penggunaan Water Purifier di lingkungan perusahaan selama dua tahun dan berhasil menghemat anggaran pembelian air minum hingga Rp1 miliar per tahun atau lebih dari 25.000 galon.
“Efisiensi anggaran dan pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring, dan itu yang sedang kami dorong,” Kata Corporate Communication & Office Director Senior Manager PAM Jaya Gatra Vaganza dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, penggunaan Water Purifier merupakan inovasi berkelanjutan sebagai upaya nyata mendukung Jakarta menuju kota yang lebih ramah lingkungan.
Ia menjelaskan, inisiatif ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Penugasan kepada PAM Jaya untuk melakukan percepatan peningkatan cakupan layanan, sekaligus memperkuat posisi PAM Jaya sebagai pelopor Go Green BUMD di Jakarta.
Selain itu lanjut dia, penggunaan Water Purifier juga mengeliminasi penggunaan air minum kemasan plastik sekali pakai. Upaya ini juga kelak akan dibarengi dengan penyediaan vending machine tumbler murah untuk mendukung karyawan dalam penggunaan tumbler secara berkelanjutan.
Untuk itu, perusahaan secara berkala melakukan pengecekan kualitas air Water Purifier melalui uji laboratorium, memastikan standar air siap minum tetap terjaga.
Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan melalui sinergi BUMD seperti dengan TransJakarta, PAL Jaya, Sarana Jaya, dan anak usahanya sebagai langkah awal.
“Kami percaya, jika seluruh gedung di Jakarta ikut serta mengimplementasikan Water Purifier, tidak hanya akan menciptakan efisiensi biaya, tetapi juga menjadikan Jakarta sebagai contoh kota yang konsisten peduli terhadap isu lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, dari sisi investasi, Water Purifier ini tergolong efisien. Dengan harga beli yang terjangkau, nilai efisensinya lebih besar dibanding dengan pembelian air minum kemasan.
Untuk tarif air yang mengikuti harga air pelanggan PAM Jaya berkisar antara Rp1 hingga Rp15 per liter dan inovasi ini menjadi alternatif hemat dibandingkan air kemasan yang dapat mencapai Rp4.000 per liter.
Dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif, PAM JAYA terus melangkah sebagai agen perubahan dalam membangun Jakarta yang berkelanjutan, efisien, dan lebih sehat.*
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2025 -

PAM JAYA Hadirkan Water Purifier, Pelopori Inisiatif Go Green BUMD Wujudkan Layanan Air Siap Minum
TRIBUNJAKARTA.COM – PAM JAYA terus berkomitmen dalam mewujudkan 100 peren cakupan layanan air minum di Jakarta.
Berbagai upaya dilakukan, salah satunya yakni dengan menghadirkan inovasi terbaru berupa Water Purifier sebagai upaya dalam mendukung Jakarta menuju kota yang lebih ramah lingkungan.
Inisiatif ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Penugasan kepada PAM JAYA untuk melakukan percepatan peningkatan cakupan layanan, sekaligus memperkuat posisi PAM JAYA sebagai pelopor Go Green BUMD di Jakarta.
“Pemanfaatan Water Purifier ini bukan hanya soal layanan air minum yang lebih berkualitas, tetapi juga langkah konkret untuk menekan limbah plastik dan membangun budaya kerja yang berkelanjutan,” kata Corporate Communication and Office Director Senior Manager PAM JAYA, Gatra Vaganza.
Gatra menjelaskan, selama dua tahun terakhir PAM JAYA telah menerapkan penggunaan Water Purifier di lingkungan internal perusahaan.
Hasilnya, PAM JAYA berhasil menghemat anggaran pembelian air minum hingga Rp 1 Miliar per tahun atau lebih dari 25.000 galon, sekaligus mengeliminasi penggunaan air minum kemasan plastik sekali pakai.
Hal ini menunjukan bahwa efisiensi anggaran dan pelestarian lingkungan ternyata bisa berjalan seiringan.
Gatra pun menyebut, langkah ini nantinya akan dibarengi dengan penyediaan vending machine tumbler murah untuk mendukung karyawan dalam penggunaan botol minum secara berkelanjutan.
PAM JAYA secara berkala juga melakukan pengecekan kualitas air Water Purifier melalui uji laboratorium untuk memastikan standar air siap minum tetap terjaga.
Diharapkan, inovasi ini dapat diterapkan melalui sinergi BUMD seperti dengan TransJakarta, PAL Jaya, Sarana Jaya, dan anak usahanya sebagai langkah awal.
“Kami percaya, jika seluruh gedung di Jakarta ikut serta mengimplementasikan Water Purifier, tidak hanya akan menciptakan efisiensi biaya, tetapi juga menjadikan Jakarta sebagai contoh kota yang konsisten peduli terhadap isu lingkungan,” kata Gatra.
Sementara itu kata Gatra, dari sisi investasi Water Purifier ini tergolong lebih efisien jika dibanding dengan pembelian air minum kemasan karena harga beli yang terjangkau.
Untuk tarif air, mengikuti harga air pelanggan PAM JAYA berkisar antara Rp 1-Rp 15 per liter.
Inovasi ini menjadi alternatif hemat dibandingkan air kemasan yang dapat mencapai Rp 4.000 per liter.
Dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif, PAM JAYA terus melangkah sebagai agen perubahan dalam membangun Jakarta yang berkelanjutan, efisien, dan lebih sehat.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsAppChannel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya.
-

Beri keadilan tarif air bagi apartemen, PAM Jaya hitung berdasasarkan pemakaian unit
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Beri keadilan tarif air bagi apartemen, PAM Jaya hitung berdasasarkan pemakaian unit
Dalam Negeri
Editor: Sigit Kurniawan
Selasa, 18 Maret 2025 – 17:58 WIBElshinta.com – Sejumlah pengelola rumah susun atau apartemen di Jakarta mengapresiasi inisiasi Perumda PAM Jaya dalam menetapkan tarif air bagi penghuni apartemen.
Senior Manager Corporate Communications and Office Director PAM Jaya, Gatra Vaganza mengungkapkan sebanyak 169 pengurus dan penghuni rumah susun atau apartemen menyambut baik inisiasi PAM Jaya dalam menerapkan tarif air bagi penghuni rumah susun atau apartemen.
“Kami memahami bahwa pemakaian air setiap hunian berbeda, sehingga penting bagi PAM Jaya untuk memastikan tarif yang dikenakan sesuai dengan penggunaan riil,” ujar Gatra Vaganza dalam keterangannya, Jum’at (14/3/2025).
Menurutnya, dalam sosialisasi tarif air pada 12 Maret 2025 kemarin, para pengelola dan penghuni apartemen mengapreasiasi inisiasi penerapan tarif air ini. Dalam hal ini, ungkapnya, PAM Jaya menawarkan kepada pengelola agar dapat menghitung pemakaian masing-masing unit hunian.
“Sehingga pemakaian riil pada masing-masing unit itu yang akan menjadi dasar tagihan PAM Jaya kepada pengelola. Nantinya, mekanisme penagihan langsung ke pelanggan melalui meter induk dengan pemakaian hunian berdasarkan data dari pengurus,” jelasnya.
Lebih lanjut Gatra menjelaskan, penagihan pemakaian air penghuni apartemen akan tetap dilakukan oleh pengelola, tetapi metode penghitungannya yang akan dilakukan berbeda.
“Dengan sistem ini, kami berharap dapat memberikan keadilan bagi seluruh penghuni apartemen, sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan tagihan air,” jelasnya.
Perwakilan dari pengelola Apartemen di Kawasan Jakarta Utara, Pramono menyambut baik inisiasi penerapan tarif air bagi penghuni apartemen di Jakarta ini. Sebab, ungkapnya, penggunaan air PAM Jaya pada setiap unit apartemen akan berbeda-beda.
“Terima kasih kepada pam jaya, dengan adanya sosialisasi ini tentunya ini merupakan jawaban dari rekan-rekan apartemen, karena otomatis untuk apartemen akan tagihannya akan berbeda karna kami meteran besar sedangkan untuk meteran di setiap masing-masing penghuni, pasti tagihannya akan beda dan tentunya akan menjadi solusi para penghuni,” kata Pramono.
Sebelumnya, sejumlah pengelola dan penghuni apartemen di Jakarta mengkritisi penyesuaian tarif air di Jakarta yang diterapkan mulai Januari 2025 kemarin. Pasalnya, tarif air untuk apartemen disamakan dengan gedung bertingkat tinggi komersial dan pusat perbelanjaan, yakni Rp21.500 per meter kubik padahal fungsi dan peruntukannya sama dengan hunian lainnya, bukan sebagi kegiatan ekonomi seperti gedung komersial.
Penyesuaian tarif baru itu telah mengacu pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 730 tahun 2024 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya. Penyesuaian tarif air ini merupakan bagian dari upaya PAM Jaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan air minum pada 2030.
Sumber : Radio Elshinta
-

PAM JAYA Lakukan Sosialisasi Penghitungan Tarif, Dapat Apresiasi dari Pengelola Apartemen
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – PAM JAYA melakukan sosialisasi penghitungan tarif air kepada pengelola apartemen di seluruh Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Senior Manager Corporate Communications and Office Director PAM JAYA, Gatra Vaganza mengatakan pihaknya memahami bahwa pemakaian air setiap hunian berbeda-beda.
Oleh sebab itu, penting bagi PAM JAYA untuk memastikan tarif yang dikenakan sesuai dengan penggunaan riil.
“Dengan sistem ini, kami berharap dapat memberikan keadilan bagi seluruh penghuni apartemen, sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan tagihan air,” kata dia.
Sosialisasi ini, dihadiri oleh 169 pengurus dan penghuni apartemen di wilayah Jakarta.
Lewat sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa pemakaian riil di masing-masing unit akan menjadi dasar tagihan PAM JAYA kepada pengelola.
Kendati begitu, PAM JAYA menawarkan agar pihak pengelola dapat menghitung pemakaian di masing-masing unit hunian.
Adapun dijelaskan PAM JAYA, bahwa mekanisme penagihan langsung dilakukan ke pelanggan melalui meter induk dengan pemakaian hunian berdasarkan data dari pengurus.
Nantinya, penagihan akan tetap dilakukan oleh pengelola namun metode penghitungannya yang akan dilakukan berbeda.
Sosialisasi mengenai penghitungan tarif ini pun dapat apresiasi dari pengelola apartemen.
Pramono, salah satu perwakilan pengelola apartemen menyampaikan terimakasih kepada PAM JAYA.
Dengan adanya sosialisasi ini, ia bersama dengan penghuni atau pengelola apartemen lainnya mengaku telah dapat jawaban atas kebingungannya terkait penghitungan tagihan yang berbeda-beda.
“Tentunya ini merupakan jawaban dari rekan-rekan apartemen, karena otomatis untuk apartemen tagihannya akan berbeda karna kami meteran besar, sedangkan untuk meteran di setiap masing-masing penghuni, pasti tagihannya akan beda dan tentunya akan menjadi solusi para penghuni” kata Pramono.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya.
-

Tandon air gratis wujud keseriusan PAM Jaya berikan pelayanan optimal
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Tandon air gratis wujud keseriusan PAM Jaya berikan pelayanan optimal
Dalam Negeri
Editor: Sigit Kurniawan
Jumat, 31 Januari 2025 – 18:05 WIBElshinta.com – Perumda Air Minum (PAM) Jaya terus berupaya memberikan layanan optimal kepada pelanggan. Khususnya, yang berada di daerah suplai tekanan rendah dengan memberikan bantuan tandon gratis.
Senior Manager Corporate Communication & Office Director, Gatra Vaganza mengatakan, tandon gratis yang diberikan kepada pelanggan yang tinggal di daerah suplai bertekanan rendah merupakan inisiatif dari PAM Jaya.
Program tandon gratis ini adalah bentuk keseriusan PAM Jaya dalam memberikan pelayanan optimal bagi pelanggan.
“Program bantuan tandon air gratis merupakan salah satu inisiatif PAM JAYA untuk memberikan pelayanan optimal bagi pelanggan,” ujar Gatra di Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Gatra menyebutkan, dengan adanya tandon gratis di daerah yang mendapatkan suplai rendah diharapkan mampu menyimpan saat pasokan air terbatas. Dengan demikian, pelanggan tidak lagi kesulitan saat membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari.
“Harapannya dengan memiliki cadangan air pada penampungan maka mampu memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak dan mencuci, serta untuk kebersihan badan dan tempat tinggal yang akan mendukung kesehatan,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menuturkan, program bantuan tandon gratis sudah diberikan kepada para pelanggan sejak November 2024. Total, PAM Jaya telah memberikan 154 unit tandon kepada warga di Jakarta Barat dan Utara.
“Tujuannya adalah memastikan air perpipaan lebih mudah diakses dan tersedia merata bagi semua warga,” pungkasnya.
Sumber : Radio Elshinta
-

Kartu Air Sehat diimbau tepat sasaran ke warga yang membutuhkan
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Kartu Air Sehat diimbau tepat sasaran ke warga yang membutuhkan
Dalam Negeri
Editor: Sigit Kurniawan
Rabu, 15 Januari 2025 – 22:18 WIBElshinta.com – Anggota DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menyambut positif langkah Perumda PAM Jaya yang telah meluncurkan program Kartu Air Sehat. Terutama, bagi pelanggan rumah tangga kategori 2A1 (rumah tangga sangat sederhana) dan 2A2 (rumah tangga sederhana).
Wa Ode mengaku, setuju dengan langkah itu sebagai bentuk nyata dari komitmen PAM Jaya untuk mewujudkan tarif air yang berkeadilan.
“Aku sih setuju itu ada air Kartu Air Sehat, program kartu itu,” kata Wa Ode kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/1).
Namun, Wao Ode menegaskan, penerapan program Kartu Air Sehat harus tepat sasaran kepada warga yang memang membutuhkan. Dengan begitu, warga bisa memanfaatkan program yang baru dicanangkan oleh PAM Jaya.
“Karena maksudku jangan sampai dia salah ngasih kartu, akhirnya jadi KJP kedua nih, atau Bansos kedua yang mampu malah dapet. Karena namanya masyarakat, mau dia kaya, itu pasti seneng namanya yang gratis atau bantuan,” tegasnya.
Sementara itu, Senior Manager Corporate Communication & Office Director PAM Jaya, Gatra Vaganza, menyampaikan program Kartu Air Sehat sebagai wujud komitmen dalam memastikan layanan air minum. Tidak hanya terjangkau tetapi juga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
“Dengan adanya bantuan tarif air khusus dan berbagai manfaat tambahan seperti layanan prioritas serta kompensasi atas gangguan, kami berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Gatra dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.
Gatra menjelaskan, untuk mendapatkan program Kartu Air Sehat, pelanggan tidak perlu melakukan registrasi apapun. Pasalnya, bagi pelanggan 2A1 dan 2A2 yang belum menerima fisik kartu, dapat tetap menikmati program ini.
“PAM Jaya berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh pelanggan kami,” jelas dia.
Oleh sebab itu, Gatra mengungkapkan, program sambungan baru gratis untuk pelanggan kategori 2A1 dan 2A2 yang berlanjut hingga 2025. Menunjukkan keseriusan PAM Jaya dalam memastikan cakupan air minum yang merata di Daerah Khusus Jakarta.
Ia lantas berharap, dengan program ini, PAM Jaya dapat terus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan air minum yang berkualitas, terjangkau, dan berkeadilan.
“Kami berharap program ini dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga Jakarta,” tutupnya.
Sebagai informasi, Program Kartu Air Sehat akan efektif diberlakukan mulai Januari 2025. Kemudian akan berlangsung selama satu tahun dengan evaluasi berkala.
Adapun pelanggan yang memenuhi syarat akan mendapatkan bantuan berupa tarif air khusus dan beberapa manfaat lainnya. Selain tarif yang lebih terjangkau, pemegang Kartu Air Sehat juga akan mendapatkan layanan prioritas apabila terjadi gangguan suplai air.
Layanan ini mencakup pengiriman air melalui mobil tangki PAM Jaya secara gratis untuk menjamin kebutuhan air tetap terpenuhi. Program ini dapat dimanfaatkan maksimal satu kali per bulan.
Kemudian, pelanggan 2A1 dan 2A2 yang mengalami gangguan suplai air mati pada periode tertentu dapat melaporkan kondisinya melalui Contact Center PAM Jaya (1500-223). Setelah verifikasi, mereka akan menerima kompensasi yang akan diperhitungkan pada tagihan bulan berikutnya.
Berikut tarif promo program Kartu Air Sehat:
• Pelanggan 2A1: Tarif flat sebesar Rp1.000 per m³ untuk seluruh pemakaian air setiap bulannya;
• Pelanggan 2A2: Tarif flat sebesar Rp3.550 per m³ untuk pemakaian air hingga 20 m³ pertama setiap bulannya.
Sumber : Radio Elshinta
-

Masyarakat harus cerdas atur pola konsumsi
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Soal penyesuaian tarif air, YLKI: Masyarakat harus cerdas atur pola konsumsi
Dalam Negeri
Editor: Sigit Kurniawan
Selasa, 14 Januari 2025 – 15:07 WIBElshinta.com – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menanggapi wacana penyesuaian tarif air PAM Jaya yang baru-baru ini dibahas. Berdasarkan survei yang dilakukan YLKI pada Desember 2024 di beberapa wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara, Tulus menyampaikan hasil yang mencerminkan pandangan masyarakat terhadap tarif air saat ini.
Menurut Tulus, hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan PAM Jaya merasa tarif air yang ada sudah cukup wajar. Sebanyak 60 persen dari responden mengungkapkan tarif tersebut sesuai dengan harapan, sementara 26 persen menilai tarifnya mahal, 8 persen mengatakan murah, 4 persen menilai terlalu mahal, dan 2 persen menganggap tarifnya sangat murah.
Namun, meski mayoritas setuju dengan adanya penyesuaian tarif, 60% dari responden juga menekankan bahwa penyesuaian tarif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan layanan.
“Pelanggan tidak keberatan dengan penyesuaian tarif, tetapi kualitas layanan dan distribusi air yang lebih baik sangat diharapkan. Sebanyak 40 persen responden lainnya tidak setuju dengan kenaikan tarif tanpa ada peningkatan layanan yang signifikan,” ungkap Tulus di Jakarta, Senin (14/1/2025).
YLKI juga menyoroti bahwa mayoritas pelanggan PAM Jaya adalah rumah tangga, dengan sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah. Berdasarkan data survei, sekitar 44% pelanggan rumah tangga memiliki tagihan air antara Rp100.000 hingga Rp250.000 per bulan. Tulus menyarankan agar kebijakan tarif baru harus mempertimbangkan daya beli kelompok ini.
Selain itu, Tulus mengingatkan masyarakat agar cerdas dalam mengelola pola konsumsi air mereka. “Masyarakat harus bijak dalam pengeluaran, jangan sampai pengeluaran untuk air bersih lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran untuk kebutuhan lainnya, seperti rokok. Ini tentu tidak fair dan kontra produktif,” ujar Tulus.
Lebih lanjut, YLKI mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PAM Jaya untuk secara progresif memperluas jangkauan layanan air PAM, guna mengurangi ketergantungan terhadap eksploitasi air tanah yang semakin parah di ibu kota.
“Eksploitasi air tanah di Jakarta merupakan fenomena yang merugikan daya dukung lingkungan dan dapat berdampak buruk bagi keberlanjutan pasokan air bersih di masa depan,” pungkasnya.
Dengan adanya penyesuaian tarif yang tepat dan kebijakan yang memihak pada kelompok yang kurang mampu, diharapkan pelayanan air bersih di Jakarta dapat lebih merata dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Perumda PAM Jaya meluncurkan program Kartu Air Sehat untuk memberikan tarif air yang lebih terjangkau bagi dua pelanggan rumah tangga, yakni kategori 2A1 (rumah tangga sangat sederhana) dan 2A2 (rumah tangga sederhana). Program ini mulai berlaku pada Januari 2025 dan akan berlangsung selama satu tahun dengan evaluasi berkala.
Senior Manager Corporate Communication & Office Director PAM Jaya, Gatra Vaganza, menjelaskan bahwa program Kartu Air Sehat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan layanan air minum yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga merata dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Jakarta.
“Program Kartu Air Sehat adalah wujud komitmen kami untuk memastikan layanan air minum yang adil dan merata bagi warga Jakarta,” ujar Gatra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/1/2025).
Salah satu keuntungan utama dari program ini adalah adanya tarif air khusus yang lebih terjangkau bagi pelanggan yang memenuhi kriteria, serta berbagai manfaat tambahan, termasuk layanan prioritas jika terjadi gangguan suplai air. Pemegang Kartu Air Sehat juga akan mendapatkan pengiriman air gratis melalui mobil tangki PAM Jaya dalam kondisi darurat.
“Pemegang Kartu Air Sehat akan mendapatkan layanan prioritas jika terjadi gangguan suplai air, termasuk pengiriman air melalui mobil tangki PAM Jaya secara gratis,” ungkap Gatra.
Bagi pelanggan kategori 2A1 dan 2A2 yang mengalami gangguan suplai air dalam periode tertentu, mereka dapat melaporkan masalah tersebut melalui Contact Center PAM Jaya di nomor 1500-223. Setelah proses verifikasi, pelanggan yang terdampak akan menerima kompensasi yang akan diperhitungkan pada tagihan bulan berikutnya.
Sumber : Radio Elshinta
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4218611/original/057597800_1667889283-IMG-20221108-WA0008.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tarif Naik, PAM Jaya Luncurkan Kartu Air Sehat Bantu Pelanggan Rumah Tangga Sederhana – Page 3
Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya mengumumkan penyesuaian tarif baru merujuk Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 730 tahun 2024 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya.
Sejumlah tarif air berdasarkan kelompok pelanggan mengalami kenaikan dan tarif baru berlaku mulai Januari 2025. Tarif baru ini bakal muncul dalam tagihan air pelanggan pada Februari 2025.
Bersamaan dengan itu, PAM Jaya juga mengeluarkan Kartu Air Sehat yang berlaku Januari 2025. Program ini diklaim menjadi bentuk komitmen PAM Jaya mewujudkan tarif air berkeadilan, terutama bagi pelanggan rumah tangga kategori 2A1 (rumah tangga sangat sederhana) dan 2A2 (rumah tangga sederhana).
“Pelanggan yang memenuhi syarat akan mendapatkan bantuan berupa tarif air khusus dan beberapa manfaat lainnya,” kata Senior Manager Corporate Communication & Office Director PAM Jaya, Gatra Vaganza dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (5/1/2024).
Menurut Gatra, selain mendapatkan tarif air yang lebih terjangkau, pemegang Kartu Air Sehat juga akan mendapatkan layanan prioritas, jika terjadi gangguan suplai air. Layanannya prioritasnya ialah, pengiriman air melalui mobil tangki PAM Jaya secara gratis untuk menjamin kebutuhan air tetap terpenuhi.
Gatra menyampaikan, pelanggan 2A1 dan 2A2 yang mengalami gangguan suplai air mati pada periode tertentu dapat melaporkan kondisinya melalui Contact Center PAM JAYA (1500-223).
“Setelah verifikasi, pelanggan akan menerima kompensasi yang akan diperhitungkan pada tagihan bulan berikutnya. Program ini dapat dimanfaatkan maksimal satu kali per bulan,” ungkap Gatra.