Tag: Franco Morbidelli

  • Acosta Marah hingga Acungkan Jari Tengah, Gara-gara Rantai Putus saat Balapan

    Acosta Marah hingga Acungkan Jari Tengah, Gara-gara Rantai Putus saat Balapan

    Jakarta

    Pedro Acosta marah besar gara-gara rantai motornya putus saat balapan MotoGP San Marino 2025 akhir pekan lalu. Saking marahnya, pebalap KTM itu sampai mengacungkan jari tengah ke motor tunggangannya itu.

    Nasib sial menimpa Acosta di balapan utama MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Misano (14/9). Pebalap pabrikan KTM itu harus keluar lintasan lebih cepat gara-gara motornya mengalami insiden fatal.

    KTM RC16 tunggangan Acosta itu mengalami rantai putus saat balapan baru menyelesaikan delapan putaran. Rasa frustrasi pun ditunjukkan pebalap asal Spanyol itu. Ia sempat memukul tangki motornya saat berkendara menepi di lintasan.

    Gestur kekecewaan terus diluapkan Acosta. Setelah menyandarkan motornya di papan sponsor, Acosta lalu mengacungkan jari tengah ke motornya. Tak hanya itu, Acosta juga memukul papan sponsor bertuliskan Alpinestar tersebut. Marshal kemudian ke tengah lintasan untuk mengambil rantai motor Acosta yang putus.

    Tentu wajar kalau Acosta meluap-luap gara-gara insiden itu. Soalnya Acosta tampil sangat bagus di balapan akhir pekan lalu. Race pace Acosta pun bisa menembus 1 menit 31 detik dan ia bisa menusuk ke deretan depan ke posisi keempat saat balapan. Penampilan bagus Acosta ini juga ditunjukkan di balap sprint hari Sabtu, di mana ia finis kelima.

    Jika saja Acosta bisa terus melanjutkan balapan utama, kemungkinan besar ia bisa berjuang untuk merebutkan podium. Tapi pebalap berumur 21 tahun itu justru tampil anti-klimaks gara-gara problem pada motornya.

    Tak mendapatkan poin di balap utama MotoGP San Marino 2025, Acosta pun gagal menjauh dari kejaran Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio di klasemen sementara MotoGP 2025. Saat ini Acosta tertahan di posisi kelima dengan 188 poin. Posisi itu rawan dilengserkan oleh Morbidelli dan Diggia yang ada di urutan keenam (180 poin) dan ketujuh (179 poin).

    (lua/rgr)

  • Daftar Pemenang Pertamina Enduro Helmet Design Battle to Mandalika

    Daftar Pemenang Pertamina Enduro Helmet Design Battle to Mandalika

    Jakarta

    Beberapa waktu lalu, Pertamina Enduro bersama detikcom menggelar Helmet Design Battle to Mandalika. Kompetisi desain helm ini digelar dalam rangka memeriahkan keikutsertaan tim Pertamina Enduro VR|46 Racing Team di ajang MotoGP.

    Pertamina Grand Prix of Indonesia akan digelar di Mandalika, pada 3-5 Oktober mendatang. Sirkuit ini akan menjadi tuan rumah pada putaran ke-18 ajang balap motor terbesar di dunia tersebut.

    Helmet Design Battle to Mandalika tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap tim Pertamina Enduro VR|46 Racing Team, tetapi juga membuka ruang ekspresi dan keterlibatan langsung bagi para desainer maupun fans MotoGP dari seluruh dunia, terutama komunitas pendukung Valentino Rossi serta penggemar motorsport.

    Dari lebih dari 250 submission desain orisinil dan kreatif, hanya 2 orang pemenang yang dipilih untuk menyaksikan langsung aksi balap Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli secara langsung di Sirkuit Mandalika. Adapun nama pemenang diumumkan pada 14 September yang bertepatan dengan bulan Hari Pelanggan Nasional.

    Khusus pemenang utama atau juara 1, desainnya akan diproduksi oleh Pertamina Enduro di helm AGV yang dikirim langsung dari Italia. Helm ini akan ditandatangani oleh legenda balap Valentino Rossi dan dilelang dalam Pertamina GP of Indonesia 3-5 Oktober 2025 mendatang.

    Lelang ini bekerja sama dengan yang bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lombok, hasil lelang sepenuhnya akan digunakan untuk yang membutuhkan.

    Bagi yang belum beruntung mendapatkan hadiah Premium Trip ke Mandalika, ada juga hadiah e-wallet senilai Rp 500 ribu + merchandise eksklusif dari Pertamina Enduro. Selain itu, 3 peserta WNA dengan desain terbaik juga dipilih sebagai pemenang global dan mendapatkan merchandise official VR|46.

    Berikut nama-nama yang terpilih

    Juara 1 – Total Hadiah Rp 55.000.000

    – Joni agung prasetyo (Instagram @Sijon.design) – Surakarta.

    Juara 2 – Total Hadiah Rp 52.000.000

    – Ivan Tri Aditya (Instagram @3tri_art) – Padang.

    10 Desain Terpilih – Saldo E-Wallet Rp 500.000 dan Merchandise Eksklusif dari Pertamina Enduro

    1. Riang Wahyu Prayoga (Instagram: @kangridesain) – Ponorogo

    2. Ryan Adi Cahyanto (Instagram: @Ryanadi88) – Yogyakarta

    3. Marsya Khaeruna P (Instagram: @cyarunna) – Jakarta Pusat

    4. Agus (Instagram: @agusblazingfire) – Bandung

    5. Feven Jaka Kurniawan (Instagram: @fevenjk) – Tangerang

    6. Mohamad Cipto Wibowo (Instagram: cokiairbrushingart_custom_design) – Depok

    7. Fahmi Rachmandika Pramana (Instagram: @fahmi.r77) – Samarinda

    8. Ibranika (Instagram: @y_nick4) – Bandung

    9. Yudha Heksa Putra (Instagram: @heksaartstudio) – Bogor

    10. Andrianus Harsono (Instagram: @harrs_53) – Jakarta Utara.

    Selamat untuk para pemenang! Desain kalian luar biasa. Bagi detikers yang belum beruntung, jangan bersedih.

    Nantikan terus gebrakan dari Pertamina Lubricants bersama detikcom selanjutnya. Kamu juga bisa cek oli yang pas untuk kendaraanmu di drlube.pertaminalubricants.com.

    (hnu/ega)

  • Marquez Comeback, Selangkah Lagi Juara Dunia!

    Marquez Comeback, Selangkah Lagi Juara Dunia!

    MotoGP San Marino 2025 menghadirkan duel seru di Sirkuit Misano, Italia. Marc Marquez tampil gemilang dan keluar sebagai juara setelah finis di depan Marco Bezzecchi dan Alex Marquez.

    Usai gagal finis di Sprint Race, Marquez langsung tancap gas sejak awal lomba. Pebalap asal Spanyol itu tampil percaya diri dan tak menyia-nyiakan tiap lap hingga akhirnya naik podium tertinggi. Lalu bagaimana jalannya balapan di Misano? Berikut ulasan dan hasil MotoGP San Marino 2025!

    Akamsi alias anak kampung sini, Marco Bezzecchi, memasuki Sirkuit Misano dengan percaya diri. Pebalap tim Aprilia Racing ini mengunci posisi pole dan menang di Sprint Race kemarin.

    Bahkan setelah lampu merah padam, tanda mulainya lomba, Bezzecchi berhasil merebut holeshot dan langsung memimpin balap. Namun Marc langsung menempel anak didik Valentino Rossi ini dan di posisi ketiga ada adiknya, Alex Marquez.

    Di lap-lap awal, posisi terdepan tampak terprediksi. Fabio Quartararo yang kurang optimal saat start harus puas mundur satu posisi ke peringkat 4. Sementara yang menarik, baru mulai balap bendera kuning langsung berkibar karena ada kecelakaan antara Joan Mir dan Johann Zarco di tikungan keempat.

    MotoGP San Marino 2025 juga menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi belakangan. Ada dua pebalap yang start terburu-buru atau jump start. Mereka adalah Augusto Fernandez, pebalap wild card yang mencoba mesin V4 Yamaha dan juga Alex Rins yang menunggangi motor Yamaha.

    Masuk ke pertengahan lomba, tepatnya di lap ke-8, kejadian janggal juga terjadi pada Pedro Acosta. Meski tidak aneh bagi KTM, karena pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya, namun kondisi pebalap copot rantainya tentu jadi kejadian yang menarik. Kondisi ini membuat Pedro Acosta terpaksa menyelesaikan balap lebih cepat. Sayang sekali, karena Pedro sempat menghuni posisi lima besar.

    Lantas satu lap setelah kejadian Pedro, giliran Francesco ‘Pecco’ Bagnaia yang jadi sorotan. Pebalap andalan Ducati itu crash di sektor tengah Sirkuit Misano di lap 9.

    Drama antara Marc dan Bezzecchi sebenarnya dibuat pelan-pelan terbakar alias slow burn. Marc menunggu Bezzecchi melakukan kesalahan untuk menampar pebalap Italia tersebut.

    Hasilnya? Penantian Marquez terjawab. Ia melenggang ke posisi satu, usai Bezzecchi melakukan kesalahan di lap ke-12. Sementara Alex Marquez tetap menempel posisi ketiga dengan pace yang tak imbang Marc-Bezzecchi.

    Yamaha sebenarnya sempat menggigit di Misano. Di sirkuit yang harusnya jadi kuncian pabrikan berlogo garpu tala tersebut, justru tak dapat memberikan poin signifikan kali ini. Quartararo perlahan kendor, tadinya sempat 5 besar, justru tersungkur ke posisi 8.

    Selain itu, Augusto Fernandez yang dipercaya sebagai penunggang Yamaha V4 juga tak dapat bicara banyak. Bahkan Alex Rins pun gagal finis. Memang MotoGP San Marino tahun ini bukan milik Yamaha.

    Sebenarnya sejak pertengahan lomba, pemenang MotoGP San Marino 2025 sudah terbaca. Sejak menyalip Bezzecchi, Marc seakan tenang di depan dan sangat percaya diri. Sebaliknya, Bezzecchi pun tak dapat menaikkan pace balapnya untuk mengejar calon kuat juara dunia MotoGP 2025 ini.

    Hasil MotoGP San Marino 2025 sejatinya membuat Marc Marquez kian dekat ke juara dunia. Ia bahkan memecahkan rekor sebagai pebalap yang dapat mengumpulkan 512 poin dalam satu musim MotoGP. Marc juga punya kesempatan besar untuk mengangkat piala juara dunia MotoGP 2025 di Jepang atau Indonesia. Kita tunggu saja!

    Hasil MotoGP San Marino 2025

    1. Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP25)
    2. Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP25)
    3. Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)
    4. Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP24)
    5. Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25)
    6. Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)
    7. Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V)
    8. Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1)
    9. Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1)
    10. Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)
    11. Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25)
    12. Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1)
    13. Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP25)
    14. Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1 V4)
    15. Somkiat Chantra THA Idemitsu Honda LCR (RC213V)
    16. Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V)

    DNF
    Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
    Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25)
    Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16)
    Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V)
    Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP25)

  • Link Live Streaming Sprint Race MotoGP San Marino 2025

    Link Live Streaming Sprint Race MotoGP San Marino 2025

    Jakarta

    Sprint Race MotoGP San Marino akan digelar nanti malam, Sabtu (13/9). Biar kalian tak ketinggalan serunya balapan pendek tersebut, berikut kami rangkum link live streaming Sprint Race MotoGP San Marino 2025.

    Di zaman serba canggih seperti sekarang, menyaksikan MotoGP tak harus melalui TV, melainkan bisa lewat ponsel, tablet maupun laptop. Itulah mengapa, tak heran banyak penonton yang mencari link live streaming Sprint Race MotoGP San Marino 2025.

    Musim lalu, Sprint Race MotoGP San Marino dimenangkan Jorge Martin yang masih membela Pramac Ducati Racing. Ketika itu, The Martinator sukses mengalahkan dua murid Valentino Rossi, yakni Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli.

    Link live streaming Sprint Race MotoGP San Marino 2025 Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography

    Musim ini, pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez masih menjadi Raja Sprint Race dengan 15 kemenangan dari 16 kali balapan yang telah dijalaninya. Lantas, akankah dia kembali berjaya di balapan nanti malam? Atau justru pebalap lain yang membuat kejutan? Berikut kami rangkum link live streaming-nya.

    Link Live Streaming Sprint Race MotoGP San Marino 2025

    Sprint Race MotoGP San Marino 2025 disiarkan secara langsung melalui saluran Trans7. Namun, jika tak sempat menyaksikannya di televisi, kalian bisa menontonnya melalui layanan streaming.

    Sprint Race MotoGP San Marino 2025 ditayangkan secara streaming melalui sejumlah platform online, mulai dari laman resmi MotoGP hingga Vidio.com. Kalian tinggal membuka salah satu laman berikut untuk menyaksikannya.

    Jadwal MotoGP San Marino 2025

    Sabtu, 13 September 2025

    13:40-14:10 WIB: Moto3 – Free Practice 214:25-14:55 WIB: Moto2 – Free Practice 215:10-15:40 WIB: MotoGP – Free Practice 215:50-16:05 WIB: MotoGP – Qualifying 116:15-16:30 WIB: MotoGP – Qualifying 217:15 WIB: MotoE – Race 1 (8 lap)17:50-18:05 WIB: Moto3 – Qualifying 118:15-18:30 WIB: Moto3 – Qualifying 218:45-19:00 WIB: Moto2 – Qualifying 119:10-19:25 WIB: Moto2 – Qualifying 220:00 WIB: MotoGP – Sprint (13 lap)21:10 WIB: MotoE – Race 2 (8 lap)22:00 WIB: Red Bull Rookies Cup – Race 1

    Minggu, 14 September 2025

    13:45 WIB: Red Bull Rookies Cup – Race 214:40-14:50 WIB: MotoGP – Warm Up15:00-15:40 WIB: MotoGP – Rider Parade16:00 WIB: Moto3 – Grand Prix Race (20 lap)17:15 WIB: Moto2 – Grand Prix Race (22 lap)19:00 WIB: MotoGP – Grand Prix Race (27 lap).

    (sfn/dry)

  • Marquez Bangkit di Sesi Kedua, Puncaki Latihan Hari Pertama

    Marquez Bangkit di Sesi Kedua, Puncaki Latihan Hari Pertama

    JAKARTA – Usai menjadi yang tercepat pada sesi latihan, pembalap Ducati Marc Marquez senang bukan kepalang mengakhiri sesi hari pertama MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Italia, Jumat.

    Marquez mengaku sempat kesulitan pada sesi pembuka yaitu latihan bebas 1 (FP1) saat dirinya berada di posisi kelima dengan waktu 1 menit 31,611 detik di bawah Franco Morbidelli, Fabio Quartararo, Fabio Di Giannantonio, dan Alex Marquez.

    Pada sesi kedua atau sesi penutup hari pertama, pembalap yang identik dengan nomor 93 itu tampil lebih baik dengan catatan waktu 1 menit 30,480 detik, yang membuatnya memuncaki sesi latihan di atas Marco Bezzecchi dan Morbidelli.

    “Awal hari ini kurang baik karena saya kurang nyaman di sesi latihan bebas (FP1), meskipun masih cepat,” kata Marquez, dikutip dari laman resmi Ducati Corse, diteruskan dari ANTARA, Sabtu, 13 September.

    “Di sore hari, performa saya semakin baik dari putaran ke putaran, memperbaiki posisi dan titik pengereman saya. Tim melakukan pekerjaan yang sangat baik dan memberikan apa yang saya butuhkan dari motor. Kami berada di posisi yang baik sekarang, tetapi kami tahu kami harus terus berusaha,” tambah dia.

    Marquez datang ke San Marino setelah rekor tujuh kemenangan beruntunnya diputus oleh adiknya sendiri, Alex Marquez di Sirkuit Barcelona-Catalunya, yang terletak di Montmelo, Spanyol, pekan lalu.

    Kekalahan dari Alex membuatnya gagal mengunci gelar di San Marino, dan terdekat ia baru bisa mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya pada seri berikutnya di Sirkuit Motegi, Jepang, yang digelar akhir September.

    Adapun Marquez saat ini memimpin klasemen sementara dengan 487 poin, unggul atas Alex yang berada di posisi kedua dengan 305 poin.

    “Berangkat dari Montmeló, sirkuit yang membutuhkan pengendaraan halus, di sini Anda harus agresif, terutama saat pengereman. Cengkeramannya sangat kuat, jadi agak sulit untuk menemukan feel yang tepat dengan motor. Namun pada akhirnya, kami berhasil,” tutur pembalap asal Spanyol tersebut.

    Marquez adalah pemegang rekor kemenangan terbanyak di San Marino, yaitu dengan lima kemenangan, yang salah satunya terjadi pada musim lalu ketika ia masih bersama Gresini, mengalahkan duo Ducati Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini.

    Pada Sabtu, Marquez akan membukanya dengan sesi latihan bebas 2 (FP2) pada pukul 15.10-15.40 WIB, mengikuti sesi kualifikasi 2 (Q2) pukul 16.15-16.30 WIB, dan ditutup dengan sesi Sprint 13 lap pukul 20.00 WIB.

  • Hasil MotoGP Catalunya 2025: Alex Marquez Juaranya

    Hasil MotoGP Catalunya 2025: Alex Marquez Juaranya

    Jakarta

    Hasil MotoGP Catalunya 2025 sudah keluar. Rider Ducati, Alex Marquez sukses jadi pemenang, Marc Marquez keluar sebagai runner up, Enea Bastianini melengkapi podium tiga.

    Di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo, Minggu (7/9/2025), Alex Marquez berhasil mengkonversikan pole position menjadi juara MotoGP Catalunya 2025. Dia jadi yang tercepat usai melahap 24 putaran.

    Saat balapan dimulai, Marc Marquez langsung ngacir di posisi terdepan. Diikuti Alex Marquez dan Pedro Acosta melengkapi urutan ketiga

    Marco Bezzecchi mengalami kontak dengan Morbidelli pada sektor satu. Bezzecchi terjatuh, di sisi lain, Fabio Di Giannantonio juga malah ikut crash, bendera kuning berkibar saat baru memasuki lap kedua.

    Balapan makin sengit saat masuk lap ketiga. Terjadi perebutan urutan empat antara Enea Bastianini versus Fabio Quartararo.

    Menariknya Francesco Bagnaia yang start dari posisi 21 berhasil merengsek naik ke urutan 9.

    Alex Marquez berhasil menyalip Marc Marquez pada lap keempat. Quartararo berhasil memperbaiki posisi menjadi urutan kelima.

    Bagnaia berusaha keras tampil lebih baik. Murid Valentino Rossi itu mengisi urutan delapan pada lap ke-10.

    Terjadi perebutan urutan ketiga sesama pebalap pabrikan KTM. Dalam prosesnya, Bastianini berhasil menyalip Acosta.

    Johann Zarco terjatuh saat balapan memasuki setengah jalan. Bendera kuning berkibar.

    Para pebalap yang berada di bekalangnya naik posisi. Termasuk Bagnaia yang merengsek masuk urutan tujuh.

    8 lap tersisa, Alex Rins terjatuh di sektor empat. Alex Marquez menambah jarak 0,841 detik dari Marc Marquez.

    Enea Bastianini ketinggalan jauh dari Marquez bersaudara. Selisih waktunya 3,431 detik.

    Sial betul Franco Morbidelli, dia terjatuh saat balapan menyisakan tiga putaran lagi.

    Garis finis dikibarkan Carles Puyol, Alex Marquez finis pertama, diikuti Marc Marquez, dan Bastianini.

    Dengan hasil ini, Marc Marquez masih kukuh di posisi teratas klasemen MotoGP 2025. Dia sudah mengumpulkan 487 poin. Berjarak 182 poin dari Alex Marquez yang di urutan kedua, Bagnaia melengkapi urutan ketiga dengan jarak 250 poin.

    Berikut ini hasil MotoGP Catalunya 2025:

    1. Alex Marquez
    2. Marc Marquez
    3. Enea Bastianini
    4. Pedro Acosta
    5. Fabio Quartararo
    6. Ai Ogura
    7. Francesco Bagnaia
    8. Luca Marini
    9. Miguel Oliveira
    10. Raul Fernandez
    11. Joan Mir
    12. Maverick Vinales
    13. Jack Miller
    14. Maverick Vinales
    15. Fermin Aldeguer
    16. Somkiat Chantra
    17. Aleix Espargaro

    (riar/lua)

  • Semua Berkat Ducati, Marquez Tak Lagi Jadi Raja Crash

    Semua Berkat Ducati, Marquez Tak Lagi Jadi Raja Crash

    Jakarta

    Berkat Ducati, Marc Marquez tak lagi menyandang gelar raja crash alias pebalap yang palling banyak kecelakaan di MotoGP. Kini, jumlah kecelakaan yang dialami Marquez turun drastis.

    Juara MotoGP enam kali itu memang mengakui DNA-nya untuk nge-push mencari batas kemampuan motor. Alhasil, ia kerap terjatuh karena melebih batasnya. Dia kerap mengakhiri sebagian besar musim di MotoGP dengan jumlah kecelakaan tertinggi.

    Namun tahun ini berubah. Sejak gabung dengan tim pabrikan Ducati, rider asal Spanyol itu telah menemukan stabilitas yang lebih baik.

    Dikutip Motorsport, menjelang putaran ke-15 MotoGP di Barcelona akhir pekan ini, Marquez hanya mencatatkan sembilan kecelakaan. Padahal, tahun lalu saat masih berseragam Gresini Racing, dia mengalami 19 kali kecelakaan. Musim lalu, Marquez masih menjadi pemuncak klasemen sebagai pebalap paling banyak kecelakaan, bersama Pedro Acosta yang saat itu masih menjadi rookie. Bahkan, pada 2023 saat masih menjadi pebalap Honda, Marquez terjatuh 29 kali dalam satu musim.

    Kini kondisinya berubah. Tahun ini, ada 10 pebalap lain yang lebih sering terjatuh dibanding Marquez. Beberapa di antaranya adalah rider Ducati, seperti Alex Marquez dan Franco Morbidelli yang masing-masing mengalami 14 kecelakaan, serta Fermin Aldeguer yang 10 kali kecelakaan.

    Sementara itu, Francesco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio mencatatkan lebih sedikit terjatuh daripada Marquez. Bagnaia hanya 6 kali terjatuh, sedangkan Diggia cuma 3 kali.

    Di dua putaran terakhir di Austria dan Hungaria, Marquez melewati akhir pekan tanpa satu pun kecelakaan. Insiden yang dialaminya terakhir kali terjadi di Brno, sebelum jeda musim panas, ketika ia terjatuh di sesi kualifikasi kedua sehingga membuat dia kehilangan pole position.

    Sekalipun ia mengalami kesulitan di sisa musim ini, kecil kemungkinan Marquez akan menyamai jumlah kecelakaannya yang mencapai 19 kecelakaan pada tahun 2024.

    “Tim sudah tahu apa yang saya butuhkan, karena kami telah menjalani sejumlah balapan bersama dan kami saling memahami dengan jauh lebih baik sekarang. Saya kuat sejak awal, saya bisa mengalir dengan motor, dan itu tak terbantahkan,” kata Marquez.

    (rgr/din)

  • Morbidelli Perpanjang Kontrak di Pertamina Enduro VR46

    Morbidelli Perpanjang Kontrak di Pertamina Enduro VR46

    Jakarta

    Franco Morbidelli resmi memperpanjang kontrak dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk musim MotoGP 2026. Tim asal Tavullia itu masih mempercayai Morbidelli di balik kendali Ducati Desmosedici.

    Morbidelli merupakan pebalap pertama dari VR46 Riders Academy, sekaligus pebalap pertama dari proyek tersebut yang meraih gelar Juara Dunia (Moto2 pada 2017). Setelah tujuh musim di MotoGP dengan catatan tiga kemenangan, enam podium, dan satu runner-up pada 2020, ia bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team di 2025.

    Bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Morbidelli berhasil raih dua podium (Argentina dan Qatar) di balapan utama dan dua podium Sprint (Qatar dan Hungaria). Saat ini, Morbidelli menempati posisi keenam klasemen dunia dengan 161 poin, dengan delapan Grand Prix tersisa dalam musim ini.

    “Kami senang dapat mengonfirmasi Franco untuk musim selanjutnya. Ia langsung beradaptasi dengan tim sejak awal, membangun hubungan pribadi dan profesional sangat baik hingga menghasilkan pencapaian-pencapaian penting. Franco telah menjadi bagian dari VR46 Riders Academy sejak awal, dan melihatnya menggunakan Pertamina Enduro VR46 Racing Team memiliki makna khusus bagi kami, seolah menutup lingkaran perjalanan ini. Tahun ini, dengan dua podium di balapan utama dan dua podium lagi di Sprint, kami telah menunjukkan kemampuan kami. Pada akhir setengah musim ini dan musim berikutnya, target kami adalah tampil lebih baik lagi. Pengalamannya menjadi nilai tambah, dan bersama dengan keahlian tim serta dukungan Ducati, kami bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ini hingga 2026,” tutur Direktur Tim Alessio Salucci.

    “Rasa cinta saya terhadap tim ini sangat dalam. Saya merasa sangat nyaman di sini dan memiliki hubungan yang luar biasa dengan setiap anggota tim. Akan menjadi sebuah kebahagiaan bisa tetap membalap bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team tahun depan. Ini adalah kabar istimewa yang luar biasa untuk diumumkan. Saya berharap dapat merasakan banyak momen indah lagi seperti yang sudah kami jalani tahun ini, karena kami benar-benar pantas mendapatkannya. Kami masih memiliki hampir satu setengah tahun ke depan untuk terus menunjukkan potensi besar kami. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim, kepada Vale, Uccio, dan Pablo sebagai pemimpin, para mitra, VR46 Riders Academy, dan tim saya,” timpal Morbidelli.

    Werry Prayogi selaku Direktur Utama Pertamina Lubricants menjelaskan, MotoGP bukan sekadar ajang balap, tapi panggung untuk menunjukkan semangat tangguh Indonesia di level dunia.

    “Franco Morbidelli sudah membuktikan dirinya sebagai pebalap yang konsisten dan penuh determinasi. Melihat Morbidelli kembali membela Pertamina Enduro VR46 Racing Team di musim 2026 adalah sebuah kebanggaan besar. Kami percaya bersama Franco, Diggia, dan tim VR46, kami bisa melangkah lebih jauh lagi, meraih podium demi podium, dan membawa nama Pertamina Enduro semakin dikenal di lintasan dunia,” ujar Werry.

    (lua/din)

  • Siapakah GOAT MotoGP Sesungguhnya? Rossi atau Marquez?

    Siapakah GOAT MotoGP Sesungguhnya? Rossi atau Marquez?

    Jakarta

    Greatest of all time (GOAT) atau yang terhebat sepanjang masa selalu menjadi bahan perdebatan di berbagai cabang olahraga. Kalau di sepakbola ada nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang diperdebatkan. Maka di olahraga otomotif MotoGP, ada nama Valentino Rossi dan Marc Marquez yang selalu dibanding-bandingkan. Jadi siapakah rider yang pantas menyandang gelar GOAT di MotoGP?

    Pebalap Pertamina VR46, Franco Morbidelli, ikut menanggapi perdebatan ini. Menurut dia, faktor yang membedakan Rossi dengan Marquez adalah, dampak besar yang Rossi berikan terhadap perkembangan MotoGP di dunia.

    Rossi punya catatan karier yang impresif. Ia mengoleksi sembilan gelar juara dunia, tujuh di antaranya di kelas utama, dengan total 115 kemenangan Grand Prix. Lebih dari sekadar angka, Rossi juga berperan besar dalam mengangkat popularitas MotoGP ke level global. Tak heran, banyak yang menempatkannya sebagai ikon sekaligus kandidat terkuat GOAT.

    Tapi Marquez juga tak bisa dipandang sebelah mata. Pada musim 2025 ini, Marquez berpeluang menyamai rekor sembilan gelar Rossi. Saat ini, pebalap asal Spanyol itu telah mengantongi delapan gelar dunia dan 72 kemenangan di kelas utama, hanya terpaut dari rekor Rossi yang mencatat 89 kemenangan. Bagi sebagian penggemar, pencapaian tersebut sudah cukup untuk menobatkannya sebagai GOAT.

    Sebagai anak didik Rossi, Morbidelli tentunya memiliki pandangan yang subjektif dan dipastikan dia akan memilih mentornya sebagai satu-satunya pebalap yang layak diberi gelar GOAT MotoGP. Tapi di sisi lain, dia tetap menganggap Marquez sebagai salah satu yang terhebat dalam sejarah MotoGP.

    Rossi diduga tendang Marquez di MotoGP Malaysia 2015. Foto: Motogp.com

    “Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjawab Anda, dan saya akan mengesampingkan persahabatan saya dengan Valentino untuk melakukannya,” katanya tentang perdebatan ini dalam wawancara dengan AS baru-baru ini.

    “Saat ini, Marc memiliki delapan gelar, dan ketika dia memenangkan kejuaraan dunia ini, dia akan punya sembilan gelar, seperti Vale. Angka-angkanya sama, dan saya pikir Valentino dan Marc dapat dianggap sebagai tiga atau lima yang terhebat dalam sejarah,” tambahnya.

    Meski demikian, Morbidelli menyebut ada satu momen yang membuatnya ragu pada karier Marquez, yakni kontroversi tahun 2015. Saat itu Valentino Rossi menuduh Marquez berkonspirasi untuk menggagalkan peluangnya meraih gelar juara dunia, isu yang masih sering dibicarakan hingga kini.

    Ketika diminta memilih lebih tegas, Morbidelli menegaskan Rossi tetap berada di atas Marquez. “Karena cara dia (Rossi) dalam melakukan perlakukan pendekatan terhadap olahraga ini dan sentuhan yang dia bawa, yang membawanya ke dimensi lain. Marc brutal dan fantastis, tapi dia belum mencapai (level) ini,” tukas Morbidelli.

    (lua/dry)

  • Ogah di Kampung Rossi, Marquez Pilih Kunci Juara Dunia di Mandalika

    Ogah di Kampung Rossi, Marquez Pilih Kunci Juara Dunia di Mandalika

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez berpeluang mengunci juara dunia di Misano, Italia. Namun, ketimbang merayakan gelar di kampung halaman Valentino Rossi, The Baby Alien lebih memilih melakukannya di Mandalika, Lombok.

    Disitat dari Crash, Marc Marquez punya peluang besar meraih juara dunia kesembilan di seri ke-16 yang berlokasi di Misano. Sebab, kini dia telah mengumpulkan 455 poin atau unggul 175 poin dari adiknya, Alex Marquez di peringkat kedua.

    “Tentu saja, sekarang sudah semakin dekat, namun kami harus mempertahankan mentalitas dan fokus yang sama,” ujar Marc Marquez, dikutip Senin (25/8).

    Marc Marquez tak mau juara di Misano. Foto: Getty Images/Klaus Pressberger

    Meski secara hitung-hitungan, Marquez berkesempatan meraih juara dunia lebih awal, namun dia memilih untuk tak melakukannya. Dia berharap bisa mengamankan gelar di Motegi, Jepang atau Mandalika, Indonesia. Sebab, jika Marquez mengunci gelar lebih awal, maka sama saja dia berharap adiknya tampil buruk sepanjang dua seri ke depan.

    “Kemarin (Sabtu), kami sedikit berbincang dengan sejumlah wartawan Spanyol, dan mereka mencecar saya, mereka memberi saya hitung-hitungannya,” tuturnya.

    “Dan saya harus bilang, saya maunya mendapat kans pertama mengunci gelar juara di Jepang atau Mandalika, karena jika saya mendapatkannya di Misano, itu berarti adik saya menjalani akhir pekan yang buruk di Catalunya dan saya ingin yang terbaik untuknya,” kata dia menambahkan.

    Berikut Klasemen Sementara MotoGP 2025

    1. Marc Marquez – 455

    2. Alex Marquez – 280

    3. Francesco Bagnaia – 228

    4. Marco Bezzecchi – 197

    5. Pedro Acosta – 164

    6. Franco Morbidelli – 161

    7. Fabio Di Giannantonio – 154

    8. Fermin Aldeguer – 126

    9. Johann Zarco – 114

    10. Fabio Quartararo – 109

    11. Brad Binder – 91

    12. Raul Fernandez – 73

    13. Luca Marini – 72

    14. Maverick Vinales – 69

    15. Enea Bastianini – 63

    16. Ai Ogura – 58

    17. Jack Miller – 52

    18. Joan Mir – 46

    19. Alex Rins – 45

    20. Jorge Martin – 23

    21. Pol Espargaro – 16

    22. Miguel Oliveira – 10

    23. Takaaki Nakagami – 10

    24. Lorenzo Savadori – 8

    25. Augusto Fernandez – 6

    26. Somkiat Chantra – 1.

    (sfn/dry)