Tag: Francesco Bagnaia

  • Cedera Dulu, Kalah dan Menang Lagi, Sensasinya Luar Biasa

    Cedera Dulu, Kalah dan Menang Lagi, Sensasinya Luar Biasa

    Jakarta

    Musim 2024 bikin Marc Marquez tersenyum lagi. Dia memilih pergi daripada tak kompetitif bersama Honda. Dulu saat berseragam Honda, kemenangan bagi Marquez biasa-biasa saja karena saking seringnya menang. Pasang surut karier Marquez dalam ajang balapan kelas wahid itu bikin dirinya tersadar.

    Wajar Marquez berpikir menang itu terasa biasa saja, pasalnya Marquez tampil impresif saat usianya masih muda.

    Marquez pernah jadi pebalap termuda yang memenangkan gelar juara dunia kelas MotoGP berturut-turut pada usia 21 tahun 237 hari di musim 2014. Rider kelahiran Lleida ini terus menorehkan rekor-rekor bersama Repsol Honda. Dia enam kali juara bersama Repsol Honda pada musim 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019.

    Lebih rinci, Marquez sudah 62 kali pole position, 95 kali naik podium, dan 56 kali menang balapan yang dilakukannya selama di kelas MotoGP dengan Repsol Honda.

    Repsol Honda pernah menjadi tim yang paling ditakutkan di MotoGP pada rentang 2012-2019. Pabrikan Jepang itu menjadi jawara kategori tim dan konstruktor 6 kali dalam 7 tahun.

    Marquez menjadi andalan Repsol Honda dalam periode tersebut. The Baby Alien mampu meraih 6 gelar juara dan terakhir kali melakukannya pada 2019.

    Namun sejak musim balap 2019, Marquez mulai diganggu oleh cedera. Cedera tulang humerus lengan kanan dan masalah penglihatan diplopia jadi mimpi buruk buat Marc Marquez. Musim 2022 dia harus absen panjang dari MotoGP.

    Belum berhenti di situ, rusuk dan beberapa jari kakinya juga patah pada musim 2023.

    Marquez lalu mengubah persepsi tentang kemenangan MotoGP. Pandangan ini diakui Marquez sebelum cedera menghantuinya.

    Marquez menyudahi puasa jadi juara MotoGP setelah 1.043 hari. Terakhir dilakukannya adalah pada MotoGP San Marino di tahun 2021.

    “Sensasinya luar biasa, saya sudah menunggu lama untuk itu. Pada tahun 2014, saya memenangkan sepuluh balapan berturut-turut, tapi sekarang? Hanya satu dalam dua tahun. Jadi nilai-nilai berubah. Sebelum kecelakaan saya (berpikir) menang adalah sesuatu yang normal, bukanlah hal istimewa,” kata Marquez dikutip dari Marca.

    “Menjadi peringkat kedua berarti kalah.”

    “Ini telah mengubah persepsi saya tentang olahraga dan balap,” tambahnya lagi.

    Keputusannya untuk pindah ke tim satelit bukan mencari gelar lagi. Marquez ingin membuktikan apakah dirinya sudah tidak kompetitif lagi. Pria asal Lleida ini menyebut sudah memasuki babak baru.

    “Rencana saya sudah dibuat. Ketika saya tiba di Gresini, saya punya rencana. Prioritasnya adalah memahami apakah saya bisa kompetitif lagi. Rencananya adalah mendapat kesempatan berada di tim pabrikan, tim terbaik dan motor terbaik. Itu adalah Ducati Lenovo,” kata Marquez.

    “Tapi saya perlu menunjukkan kecepatan, karena Anda layak mendapatkan nilai balapan terakhir Anda, bukan apa yang telah Anda capai di masa lalu,” katanya.

    Tahun depan Marquez akan membela tim pabrikan Ducati. Dia menjadi rekan setim Francesco Bagnaia. Musim 2025 belum dimulai, Marquez sudah menabuh genderang perang.

    “Saya ingin menang dan jika ingin menang harus memiliki motor yang tepat, agar mendapat peluang. Lalu, tentu saja harus punya nyali untuk melakukannya. Saya akan bertarung dengan rekan setim yang merupakan juara dunia dan telah membalap bersama Ducati selama enam tahun. Dia tahu semua rahasia sepeda motor,” tutupnya.

    (riar/rgr)

  • Stoner Favoritkan Marquez Jadi Juara MotoGP 2025

    Stoner Favoritkan Marquez Jadi Juara MotoGP 2025

    Jakarta

    Mantan pebalap MotoGP, Casey Stoner, memprediksi Marc Marquez akan menjuarai MotoGP 2025. Tahun depan, Marquez akan membela tim pabrikan Ducati Lenovo. Artinya, Marquez akan mendapatkan dukungan penuh dari pabrikan, termasuk motor Ducati Desmosedici terbaru.

    Tentunya bukan tanpa alasan Stoner mendukung pebalap asal Spanyol tersebut. Menurut Stoner, Marquez bisa dikatakan sebagai pebalap MotoGP terbaik saat ini. Hal itu bisa dilihat dari performa musim pertama Marquez bersama tim satelit Ducati, Gresini Racing.

    Kendati Marquez hanya menggunakan motor Ducati Desmosedici spek tahun 2023, Marquez tetap bisa menampilkan performa baik. Marquez bahkan bisa menyodok ke posisi tiga besar dan mengalahkan pebalap Ducati lainnya yang menggunakan motor Ducati Desmosedici spek 2024 seperti Enea Bastianini dan Franco Morbidelli.

    “Sangat sulit buat mengetahui perbedaan antara model 2023 dan 2024, mereka dapat mengatakan bahwa ada beberapa perubahan pada motornya. Ketika Marc Marquez tiba tahun depan (di tim pabrikan), saya pikir motornya tidak akan terlalu berbeda dan saya yakin Marc akan merasa nyaman (dengan dukungan tim pabrikan),” ungkap Stoner dalam wawancara dengan Motosan.

    “Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Tapi sejujurnya, menurut saya Marquez akan merebut gelar MotoGP pada 2025, karena dia adalah pebalap terbaik saat ini. Tentu saja asalkan regulasi atau perangkat elektronik tidak terlalu mengganggu performa motornya,” sambung Stoner.

    Stoner tampaknya memang tidak mendukung Francesco Bagnaia untuk menjadi juara tahun ini atau tahun depan. Bahkan Stoner lebih menjagokan Jorge Martin untuk menjuarai MotoGP tahun ini.

    “Dalam dua atau tiga tahun terakhir mereka selalu berada di puncak. Tahun lalu Martin bikin beberapa kesalahan. Dan tahun ini gantian Pecco yang melakukan kesalahan pada momen-momen penting. Pecco perlu memenangkan perlombaan dan menunggu untuk melihat apa yang terjadi dengan Jorge, dan saya sangat berharap Jorge Martin memiliki sedikit keberuntungan. Kami akan menunggu hingga balapan terakhir untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Tapi saya pikir Jorge pantas menjadi juara tahun ini,” ungkap legenda balap asal Australia itu.

    (lua/rgr)

  • Aneh tapi Nyata! Bagnaia Lebih Sering Menang dari Martin tapi Poinnya Kalah

    Aneh tapi Nyata! Bagnaia Lebih Sering Menang dari Martin tapi Poinnya Kalah

    Jakarta

    Secara statistik, Bagnaia tercatat lebih sering menang ketimbang Martin. Tapi kok bisa ya poinnya justru kalah banyak dari Martin?

    Pertarungan antara Francesco Bagnaia dan Jorge Martin berlanjut di musim 2024. Keduanya bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara MotoGP musim ini. Kini balapan tersisa satu seri. Baik Bagnaia maupun Martin sama-sama masih berpeluang untuk bisa merebut titel tersebut.

    Tapi peluang Martin masih lebih besar ketimbang Bagnaia. Rider Pramac Ducati itu unggul 24 poin atas Bagnaia. Menariknya, kalau mengacu pada statistik Bagnaia justru meraih kemenangan lebih banyak dari Martin sepanjang musim 2024.

    Bagnaia menorehkan 10 kemenangan di balapan hari Minggu. Torehan ini pula yang membuatnya bersanding dengan nama-nama seperti Giacomo Agostini, Mick Doohan, Valentino Rossi, Casey Stoner, dan Marc Marquez yang mencatatkan 10 kemenangan dalam satu seri.

    Bagnaia juga tercatat empat kali naik ke podium di luar podium pertama. Total poin yang dikumpulkan Bagnaia pada balapan utama itu sebanyak 345 poin. Sementara itu Martin baru tiga kali menang di hari Minggu. Namun dia lebih banyak berdiri di podium di luar juara pertama, yaitu sebanyak 11 kali. Namun itu belum cukup membuat Martin unggul, total poin yang ditorehkan Martin di balapan utama adalah 321 poin.

    Di Sprint Race lain ceritanya. Poin Martin unggul jauh ketimbang Bagnaia. Martin tujuh kali finis di podium pertama Sprint Race musim ini. Sementara sembilan sisanya podium di luar juara satu. Dia juga tercatat hanya dua kali gagal finis di Sprint Race. Dari balapan singkat itu, Martin sudah menorehkan 164 poin.

    Sedangkan Bagnaia, baru enam kali juara Sprint Race. Tiga lainnya, Bagnaia finis di podium di luar juara satu. Pebalap jebolan VR46 Academy Riders itu juga tercatat lima kali gagal finis di Sprint Race. Alhasil poin yang dikumpulkan baru 116 poin. Keunggulan Martin di Sprint Race itu mencapai 48 poin.

    Berkaca dari statistik tersebut, Martin memang terlihat lebih konsisten. Secara total, dia lebih jarang gagal finis ketimbang Bagnaia. Rider berkebangsaan Spanyol itu empat kali gagal finis. Dua kali gagal finis di Sprint Race dan dua kali tak menuntaskan balapan di hari Minggu. Bagnaia justru tercatat lebih sering gagal finis. Total rider Ducati Lenovo itu delapan kali gagal finis, di balapan utama lima kali dan Sprint Race tiga kali.

    (dry/rgr)

  • Bastianini Nggak Sreg Balapan Akhir di Catalunya, Untungkan Marc Marquez

    Bastianini Nggak Sreg Balapan Akhir di Catalunya, Untungkan Marc Marquez

    Jakarta

    Seri terakhir MotoGP 2024 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Enea Bastianini kurang sreg dengan keputusan Dorna.

    Diketahui MotoGP Catalunya jadi pengganti MotoGP Valencia yang batal digelar lantaran dihantam banjir besar.

    Persaingan bukan cuma soal Jorge Martin dan Francesco Bagnaia saja, yang kini jaraknya 24 poin. Martin dipastikan bisa mengunci gelar juara dunia asal keluar sebagai juara dunia saat sprint race.

    Perebutan posisi ketiga juga harus diselesaikan hingga seri terakhir. Marc Marquez yang kini bertengger di posisi ketiga sudah mengemas 369 poin, cuma berjarak satu poin dengan Bastianini yang berada di tempat keempat.

    Bastianini menyayangkan Dorna mengambil keputusan dengan memilih Catalunya. Menurutnya hal ini cuma menguntungkan pebalap Spanyol.

    Secara letak geografis, Barcelona dan Valencia sama-sama terletak di pesisir timur Spanyol. Kedua kota ini dipisahkan jarak 349 km dengan waktu tempuh perjalanan 3 jam 44 menit, menggunakan jalur darat.

    “Bagi Marc, itu adalah keuntungan untuk pergi ke Barcelona, itu adalah kotanya. Dari sudut pandang saya, tidak benar bahwa kita membalap di Spanyol. Tapi memang begitu, itu adalah keputusan Dorna,” kata Bastianini dikutip dari Speedweek, Kamis (7/11/2024).

    Seperti diketahui Bastianini punya pengalaman tidak enak dengan Sirkuit Catalunya pada Mei 2024. Mantan rider Gresini Racing itu dihukum karena dianggap keluar lintasan.

    Bastianini diganjar long-lap penalti setelah keluar jalur di tikungan 1-2 saat tengah bertarung dengan Alex Marquez untuk memperebutkan posisi delapan.

    Bastianini tidak menjalankan hukuman, kemudian sanksinya naik menjadi double long-lap penalti. Namun Bastianini juga mengabaikannya.

    Hukuman itu dikonversi menjadi penalti 32 detik saat bendera finis dikibarkan. Bastianini pun harus rela kehilangan poin karena finis ke-18.

    “Kami harus memberikan 100 persen di sana dan saya harus mencoba untuk menjadi jauh lebih kuat di Barcelona daripada di awal musim,” tambah dia .

    (riar/dry)

  • Bukan Bagnaia, Ini Pebalap yang Paling Ditakuti Martin saat MotoGP Malaysia

    Bukan Bagnaia, Ini Pebalap yang Paling Ditakuti Martin saat MotoGP Malaysia

    Jakarta

    Jorge Martin mengatakan ada satu pebalap yang paling ditakutinya saat MotoGP Malaysia 2024, akhir pekan lalu. Bukan Francesco Bagnaia atau Enea Bastianini, pebalap yang paling ditakuti oleh Martin adalah Marc Marquez!

    Pada perhelatan MotoGP Malaysia 2024, Bagnaia sukses keluar sebagai pemenangnya, diikuti Martin di tempat kedua dan Bastianini di urutan ketiga. Saat balapan berlangsung Marquez sempat membuntuti Martin di urutan ketiga, namun Marquez mengalami crash.

    Marc Marquez Foto: dok.Federal Oil

    “Itu adalah balapan yang menyenangkan, saya sangat menikmatinya. Pertarungan yang bagus dengan Pecco. Saya mencoba mengikutinya dari dekat, tetapi itu berarti banyak risiko yang harus saya ambil, jadi saya putuskan, oke Jorge, biarkan dia (Pecco) pergi (sendirian di depan),” kata Martin dikutip dari Motosan.

    Martin pun mengungkapkan ketakutannya terhadap Marquez sepanjang balapan di Sirkuit Sepang. Sebelum Marquez terjatuh, jarak dia dengan Martin memang sangat dekat, dan dalam beberapa lap selanjutnya, Marquez bisa saja meng-overtake Martin seperti yang terjadi di MotoGP Australia 2024.

    “Ketika ada Marquez di belakang saya, saya sangat takut. Karena artinya ada sebuah risiko besar (saya bisa disalip). Dan ketika dia terjatuh saya merasa jauh lebih lega,” ujar pebalap asal Spanyol itu.

    Martín menceritakan strateginya setelah menyelesaikan duel hebat dengan Bagnaia dan menempati posisi kedua. “Saya mulai menekan, tapi mengambil sedikit risiko,” ungkap calon juara dunia MotoGP 2024 itu.

    Martin kini hanya membutuhkan 12 poin lagi untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP 2024. Andai di MotoGP Catalunya 2024 akhir pekan depan Martin bisa menjuarai balap sprint, maka dia bisa menjuarai balapan tahun ini.

    (lua/rgr)

  • Bagnaia Masih Bisa Juara MotoGP 2024, Ini Syaratnya

    Bagnaia Masih Bisa Juara MotoGP 2024, Ini Syaratnya

    Jakarta

    Francesco Bagnaia masih punya peluang untuk merebut titel juara MotoGP 2024. Begini skema Bagnaia bisa merebut gelar ketiganya itu.

    Peluang Francesco Bagnaia untuk mempertahankan gelar juara MotoGP ketiga masih terbuka. Peluangnya sangat tipis, apalagi kalau Jorge Martin tampil sempurna di seri pemungkas. Martin saat ini unggul 24 poin atas Bagnaia. Sebagai informasi, pada seri terakhir MotoGP 2024, poin maksimal yang bisa dikumpulkan pebalap adalah 37 poin. Saat ini Martin memiliki 485 poin, sementara Bagnaia punya 461 poin, alias selisih 24 poin.

    Jika Martin berhasil menjuarai sprint race terakhir MotoGP 2024, maka Martin mendapatkan 12 poin dan totalnya menjadi 497 poin. Andai Bagnaia bisa finis kedua dan dapat 9 poin, maka total poinnya jadi 470 poin. Dengan selisih 27 poin, Maka Martin sudah bisa mengunci gelar juara MotoGP 2024 tanpa memandang hasil balapan utama hari Minggu.

    Syarat Bagnaia Masih Bisa Menang MotoGP 2024

    Namun Bagnaia masih bisa mengunci gelar juara dunianya yang ketiga di balap motor kelas premier tersebut. Dikutip Sky Sport Italia, Bagnaia harus berusaha menang di balapan hari Minggu namun setelah balapan Sprint Race Sabtu, selisih poin Bagnaia dan Martin tak lebih dari 25.

    Tak cuma itu, bila poin akhir yang dikumpulkan Bagnaia sama besar dengan Martin, maka Bagnaia akan menjadi pemenangnya. Kok bisa? Alasannya, Bagnaia mencatat kemenangan di balapan utama lebih banyak ketimbang Martin. Bagnaia diketahui memenangi 10 seri dari total 20 seri digelar. Sementara Martin tercatat baru memenangi 3 seri balapan utama.

    Tapi di balapan Sprint justru sebaliknya. Martin unggul tipis dengan 7 kemenangan sementara Bagnaia baru 6 kali menang di balapan singkat itu.

    “Saya 24 poin tertinggal tapi di poin Grand Prix saya unggul 24 poin. Tapi sayangnya ada Sprint dan itu ikut dihitung. Apakah bisa saya membatalkan Sprint mulai tahun 2025? Kalau bisa segera bahkan tahun ini,” tuturnya lagi.

    Adapun balapan terakhir musim ini akan digelar di Barcelona. Dorna memastikan seri pemungkas itu akan digelar pada 15-17 November di Sirkuit Catalunya menggantikan Sirkuit Ricardo Tormo yang dilanda banjir besar.

    Secara letak geografis, Barcelona dan Valencia sama-sama terletak di pesisir timur Spanyol. Kedua kota ini dipisahkan jarak 349 km dengan waktu tempuh perjalanan 3 jam 44 menit, menggunakan jalur darat.

    “MotoGP mengajukan permintaan kepada pihak berwenang untuk menggelar balapan di Barcelona karena ini merupakan pilihan terbaik. Lintasan tersebut merupakan pilihan termudah bagi para penggemar yang sudah berencana untuk menghadiri final MotoGP 2024. Lokasi dan sirkuit ini juga merupakan pilihan yang paling efisien, menyediakan alternatif yang lancar untuk mobilisasi personel dan logistik,” kata Dorna Sports.

    (dry/rgr)

  • Resmi! Seri Terakhir MotoGP 2024 Digelar di Barcelona

    Resmi! Seri Terakhir MotoGP 2024 Digelar di Barcelona

    Jakarta

    Seri terakhir MotoGP 2024 resmi diselenggarakan di Sirkuit Catalunya, Barcelona, pada 15-17 November mendatang. Sirkuit Catalunya menggantikan Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, yang batal menggelar MotoGP 2024 lantaran mengalami banjir besar.

    “Seri ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Valencia sebelum banjir dahsyat berdampak sangat parah di wilayah tersebut. Karena ini adalah Grand Prix terakhir musim 2024, kami berutang kepada para penggemar, paddock, olahraga, dan komunitas di Valencia untuk menyelenggarakan acara ini,” tulis Dorna Sports dikutip Selasa (5/11).

    Sirkuit Catalunya di Barcelona Foto: Alex Caparros/Getty Images

    Secara letak geografis, Barcelona dan Valencia sama-sama terletak di pesisir timur Spanyol. Kedua kota ini dipisahkan jarak 349 km dengan waktu tempuh perjalanan 3 jam 44 menit, menggunakan jalur darat.

    “MotoGP mengajukan permintaan kepada pihak berwenang untuk menggelar balapan di Barcelona karena ini merupakan pilihan terbaik. Lintasan tersebut merupakan pilihan termudah bagi para penggemar yang sudah berencana untuk menghadiri final MotoGP 2024. Lokasi dan sirkuit ini juga merupakan pilihan yang paling efisien, menyediakan alternatif yang lancar untuk mobilisasi personel dan logistik,” tambah Dorna Sports.

    “Acara ini akan diselenggarakan oleh MotoGP dan kami tetap berkomitmen pada misi kami buat memberikan dampak positif bagi masyarakat, tempat, dan di mana pun kami menggelar perlombaan,” tulis Dorna Sports lagi.

    Dengan demikian, maka Sirkuit Catalunya menggelar balap MotoGP sebanyak dua kali pada musim ini. Sebelumnya Sirkuit Catalunya sudah menggelar balap kasta tertinggi pada bulan Mei 2024 lalu, di mana Francesco Bagnaia jadi pemenangnya, diikuti Jorge Martin, dan Marc Marquez.

    (lua/din)

  • Seri Terakhir MotoGP 2024 Bakal Diselenggarakan di Catalunya

    Seri Terakhir MotoGP 2024 Bakal Diselenggarakan di Catalunya

    Jakarta

    Dorna Sports memberi sinyal menyelenggarakan seri terakhir MotoGP 2024 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol. Sirkuit Catalunya bakal jadi pengganti Sirkuit Valencia yang batal menyelenggarakan seri terakhir MotoGP 2024 lantaran dilanda banjir besar beberapa saat lalu.

    CSO Dorna Sports Carlos Ezpeleta dalam wawancara dengan laman MotoGP mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan menggelar balap terakhir di Barcelona. Ini lantaran Kota Barcelona tak terlalu jauh dari Valencia, sehingga ini jadi opsi yang bagus buat para penonton.

    Banjir parah di Valencia bikin MotoGP 2024 batal digelar di sini. Foto: AP/Alberto Saiz

    “Tentunya sangat menantang, menyelenggarakan acara MotoGP dalam waktu dua minggu. Tapi selama 48 jam terakhir, kami sudah mempertimbangkan semua alternatif,” ungkap Ezpeleta.

    “Dan kami pikir, Barcelona adalah terbaik, mengingat lokasinya sangat dekat dengan Valencia. Dan bagi para penggemar, kami pikir itu adalah tempat terbaik (untuk edisi terakhir MotoGP 2024),” sambungnya.

    Dorna Sports sudah meminta kepada pemerintah Spanyol untuk menyiapkan Sirkuit Catalunya sebagai venue pamungkas MotoGP 2024. Dorna berharap kesediaan Sirkuit Catalunya menggelar seri terakhir MotoGP 2024 bisa dikonfirmasi dalam waktu 48 jam ke depan.

    Sirkuit Barcelona-Catalunya Foto: Alex Caparros/Getty Images

    “Begitu dikonfirmasi, kami akan mulai bekerja sekeras mungkin karena itu benar-benar tantangan yang berat. Kami pikir ada banyak hal baik yang bisa kami lakukan. Kami merasa punya utang kepada para penggemar MotoGP. Dan kami ingin berterima kasih kepada komunitas MotoGP, para pebalap, dan tim atas keaktifan mereka membantu, serta memberi dukungan di masa-masa seperti ini,” bilang Ezpeleta.

    Sirkuit Barcelona-Catalunya sendiri sejatinya sudah menggelar edisi keenam MotoGP 2024 pada bulan Mei lalu. Jika nantinya sirkuit ini menggelar laga pamungkas MotoGP, maka Catalunya akan menggelar MotoGP sebanyak dua kali dalam semusim. Pada MotoGP Catalunya 2024 Mei lalu, Francesco Bagnaia sukses keluar sebagai pemenangnya.

    (lua/dry)

  • Martin Hanya Butuh Juara Sprint Race di Seri Terakhir Buat Kunci Gelar MotoGP 2024

    Martin Hanya Butuh Juara Sprint Race di Seri Terakhir Buat Kunci Gelar MotoGP 2024

    Jakarta

    Jorge Martin gagal mengunci gelar juara MotoGP 2024 di Malaysia usai Francesco Bagnaia memenangi race utama dan dirinya hanya finis kedua. Meski begitu, peluang Martin untuk menjuarai MotoGP 2024 masih terbuka lebar. Bahkan pebalap asal Spanyol itu hanya perlu juara sprint race di seri terakhir MotoGP 2024 buat mengunci gelar juara dunia.

    Francesco Bagnaia tampil menggila pada balap utama MotoGP Malaysia 2024, yang digelar siang ini (3/11) di Sirkuit Sepang. Pebalap Ducati Lenovo menuntaskan 19 putaran dalam waktu 38 menit 04,563 detik. Bagnaia sukses menebus kesalahannya pada sprint race hari Sabtu, di mana ia mengalami crash dan tak melanjutkan balapan.

    Kemenangan Bagnaia ini menunda pesta juara Martin di Sepang. Seperti diberitakan sebelumnya, rider Pramac Racing itu bisa mengunci gelar juara MotoGP 2024 di Malaysia asalkan bisa meraih sembilan poin lebih banyak dari Bagnaia pada race utama hari Minggu.

    Jorge Martin dan Francesco Bagnaia Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Yang terjadi, Bagnaia finis pertama dan mendapatkan 25 poin. Sementara Martin mengamankan posisi kedua dan memperoleh 20 poin. Artinya, selisih poin yang sebelumnya 29 poin, kini mengecil menjadi 24 poin. Kendati begitu, Martin masih memiliki peluang paling besar buat juara MotoGP tahun ini.

    Setelah balap MotoGP Malaysia 2024 usai, layar MotoGP memberikan informasi bahwa Martin bisa mengunci gelar juara dunia di seri terakhir MotoGP 2024, asalkan Martin bisa menjuarai balap sprint. Martin hanya membutuhkan dua poin lebih banyak dari Bagnaia pada sprint race di seri terakhir MotoGP.

    Sebagai informasi, pada seri terakhir MotoGP 2024, poin maksimal yang bisa dikumpulkan pebalap adalah 37 poin. Saat ini Martin memiliki 485 poin, sementara Bagnaia punya 461 poin, alias selisih 24 poin.

    Jika Martin berhasil menjuarai sprint race terakhir MotoGP 2024, maka Martin mendapatkan 12 poin dan totalnya menjadi 497 poin. Andai Bagnaia bisa finis kedua dan dapat 9 poin, maka total poinnya jadi 470 poin. Dengan selisih 27 poin, Maka Martin sudah bisa mengunci gelar juara MotoGP 2024 tanpa memandang hasil balapan utama hari Minggu.

    (lua/riar)

  • Bagnaia Menang, Martin Kedua, Marquez Jatuh!

    Bagnaia Menang, Martin Kedua, Marquez Jatuh!

    Jakarta

    Hasil MotoGP Malaysia 2024 sudah bisa disimak. Francesco Bagnaia pemenangnya, disusul Jorge Martin sebagai runner up, Enea Bastianini melengkapi podium ketiga.

    Seri ke-19 MotoGP sudah berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Minggu (3/11/24) pukul 14.00 WIB. Drama MotoGP Malaysia 2024 sudah dimulai sedari awal balapan. Red flag berkibar!

    Balapan baru dimulai, Pecco Bagnaia dan Martin langsung manuver salip menyalip. Insiden horror terjadi di tikungan dua melibatkan Quartararo, Jack Miller, dan Brad Binder. Balapan dihentikan lebih awal, red flag berkibar!

    Race director memutuskan balapan akan diulang sesuai grid position. Bagnaia dalam posisi memimpin jalannya balapan, lalu diikuti oleh Martin, dan Franco Morbidelli. Balapan dipersingkat menjadi 19 putaran dari 20 putaran.

    Dua pebalap KTM, Brad Binder dan Jack Miller tidak lanjut balapan.

    Pukul 14.20 WIB pitlane terbuka lagi. Francesco Bagnaia langsung ngacir di posisi depan. Aksi salip menyalip kembali terjadi dengan Jorge Martin. Keduanya begitu agresif.

    Satu putaran terlewati, Marquez melengkapi posisi tiga.

    17 lap tersisa, Jorge Martin sempat memimpin jalannya balapan. Namun posisinya tidak bertahan lama. Dia disalip Bagnaia lagi ketika masuk tikungan kedua. Keduanya tidak ada yang mau mengalah.

    Marquez sudah berjarak 0,699 detik dari Martin yang berada di posisi dua. Disusul Morbidelli, Bastianini, Alex Marquez, Pedro Acosta, Fabio Quartararo, Alex Rins, dan Maverick Vinales diposisi 10 besar.

    Lima putaran sudah berjalan, Bagnaia memimpin 0,957 detik dari Jorge Martin. Dengan jarak yang makin jauh, Bagnaia nampaknya bisa menang di MotoGP Malaysia 2024.

    Satu pebalap mengalami crash. Joan Mir terjatuh di tikungan sembilan.

    Lanjut Franco Morbidelli yang berada di posisi empat melebar. Motornya sampai terseret ke luar lintasan.

    Tak berselang lama. Pada lap ke-12, Marquez crash di tikungan 15. Dia terjatuh saat berada di posisi ketiga. Marquez bangkit lagi untuk lanjut balapan. Posisinya melorot ke-17.

    Dua pebalap di depannya jatuh menjadi berkah buat Enea Bastianini. Dia naik ke posisi tiga.

    11 lap tersisa, Bagnaia sudah membuat jarak 1,310 detik dengan Martin. Tidak ada manuver salip menyalip lagi. Bagnaia ngacir di depan sendirian.

    14 dari 19 putaran, balapan berlangsung adem ayem. Tidak ada aksi agresif seperti awal balapan. Martin pelan-pelan memangkas waktu, jadi 1,650 detik, setelah sebelumnya tembus 2 detik.

    Bagnaia diketahui menggunakan tipe ban soft (depan) dan medium (belakang). Sedangkan Martin memakai ban medium (depan) dan medium (belakang).

    Fokus, begitu pesan tim kepada Martin. Sebab Martin sempat melebar dan membuat jarak jadi dua detik lagi

    Dalam prosesnya, Bagnaia menjadi pebalap yang menyentuh garis finis. Dia menang balapan MotoGP Malaysia 2024. Diikuti Jorge Martin, dan Bastianini yang melengkapi podium.

    Saat ini Martin masih kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2024 dengan 485 poin. Martin unggul 24 poin dari Bagnaia di tempat kedua yang mengemas 461 poin.

    Pecco masih punya peluang untuk menang lagi, sehingga perebutan gelar tetap terjadi hingga seri terakhir MotoGP 2024.

    Hasil MotoGP Malaysia 2024

    1. Francesco Bagnaia
    2. Jorge Martin
    3. Enea Bastianini
    4. Alex Marquez
    5. Pedro Acosta
    6. Fabio Quartararo
    7. Maverick Vinales
    8. Alex Rins
    9. Marco Bezzecchi
    10. Augusto Fernandez
    11. Johann Zarco
    12. Aleix Espargaro
    13. Marc Marquez
    14. Franco Morbidelli
    15. Luca Marini
    16. Raul Fernandez
    17. Andrea Ianone
    18. Luca Savadori

    (riar/lua)