Tag: Francesco Bagnaia

  • Alex Marquez Tercepat di Practice MotoGP Thailand 2025

    Alex Marquez Tercepat di Practice MotoGP Thailand 2025

    JAKARTA – Pebalap milik Gresini Racing Team, Alex Marquez, berhasil menorehkan catatan waktu tercepat dalam sesi Practice MotoGP Grand Prix Thailand 2025.

    Rider asal Spanyol itu mencatat waktu 1 menit 29,020 detik untuk mengalahkan kakaknya Marc Marquez di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pada Jumat, 28 Februari 2025.

    Marc Marquez, yang menjalani debut bersama tim barunya Ducati Lenovo Team, terpaut sangat tipis +0.052 detik dari adiknya. Hal itu melanjutkan performa apik Marc yang sebelumnya tercatat paling cepat di latihan bebas pertama (FP1).

    Sementara itu, di urutan ketiga diduduki Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing. Acosta dan Marc menampilkan performa dominan sejak awal Practice, bergantian menduduki posisi pertama.

    Marc Marquez sebenarnya sempat meningkatkan lap time menjadi 1 menit 29,072 detik pada menit-menit akhir. Akan tetapi, Alex Marquez membuat kejutan dan mampu mempertajam waktu lap miliknya.

    Berlanjut ke posisi keempat, ada Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Pebalap berusia 26 tahun asal Italia tersebut mendapat posisi ini jelang akhir sesi setelah sempat terjatuh di Tikungan 3.

    Bezzecchi berada di depan Franco Morbidelli dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team yang menghuni tempat kelima. Morbidelli dalam investigasi menyusul insiden dengan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team).

    Hal itu terjadi lantaran laju Bagnaia terhalang ketika tengah melakukan flying lap terakhirnya terhalang oleh Morbidelli di Tikungan 5. Kejadian itu membuat Bagnaia gagal lolos ke Q2 (Kualifikasi 2) atau kali pertama sejak Valencia 2023.

    Berturut-turut lima pebalap lain setelah itu yang mengunci 10 besar untuk lanjut ke Q2 adalah Joan Mir (Honda HRC), Raul Fernandez (Trackhouse), Fabio Quartararo (Yamaha), Ai Ogura (Trackhouse), dan Johann Zarco (LCR Honda).

    Hasil Practice MotoGP Thailand 2025

    Alex Marquez 1 menit 29,020 detikMarc Marquez +0.052Pedro Acosta +0.242Marco Bezzecchi +0.247Franco Morbidelli +0.286Joan Mir +0.378Raul Fernandez +0.442Fabio Quartararo +0.465Ai Ogura +0.577Johann Zarco +0.588

  • Ducati Merah Diprediksi Finis 1-2 Tiap Balapan, Marquez Bilang Begini

    Ducati Merah Diprediksi Finis 1-2 Tiap Balapan, Marquez Bilang Begini

    Jakarta

    Marc Marquez menepis prediksi yang menyebut tim pabrikan Ducati bakal finis 1-2 di setiap balapan. Namun dia berharap bisa sering berbagi podium dengan Bagnaia.

    Tim pabrikan Ducati memiliki pasukan terkuat di MotoGP musim 2025. Seperti diketahui per musim ini, Ducati akan menggunakan jasa Marc Marquez sebagai pendamping Francesco Bagnaia. Meski Ducati bakal balapan menggunakan mesin spek 2024 sekaligus menggunakan sasis dan aero kita sebelumnya, Marquez dan Bagnaia masih jadi favorit untuk memenangi kejuaraan di musim ini.

    Banyak suara di paddock yang menyebut setiap seri di musim 2025 akan dimenangi oleh Bagnaia ataupun Marquez. Menanggapi hal itu, Marquez malah menyebut siapapun berkesempatan untuk memenangi seri, dan itu bukan hanya dari tim Ducati.

    “Saya harap bisa berbagi banyak podium dengan Pecco karena pada akhirnya kami harus memerahkan kejuaraan ini di akhir musim. Tentu saya akan mendorong untuk merah #93 dan dia untuk merah #63,” tutur Marquez dilansir Crash.

    “Terpisah dari itu, kami semua di MotoGP, semua orang cepat dan jika Anda memperkirakan Bagnaia dan saya berada di posisi pertama dan kedua setiap balapan akhir pekan, artinya Anda tidak tahu MotoGP seperti apa. Akan ada banyak pertarungan dari banyak pebalap, kondisinya berbeda, hujan, jadi kejuaraan masih panjang tapi sangat penting untuk konsisten,” sambung juara dunia delapan kali itu.

    Menurutnya siapapun berpeluang menjadi juara. Pun bagi para rider yang menggunakan motor Ducati karena basisnya sama dengan tunggangan Marquez dan Bagnaia.

    “Tapi kita tidak boleh lupa Acosta, ada juga Martin tapi sayangnya dia tidak di sini, lalu Bezzecchi. Penting untuk terus konsisten. Di setiap balapan, banyak pebalap bisa cepat dan mereka bisa memenangi balapan,” tutur mantan rider Repsol Honda itu.

    Bersama Ducati asa Marquez untuk merebut titel juara dunia yang kesembilan terbuka lagi. Diketahui, dia sudah tak lagi bertarung memperebutkan titel tersebut sejak 2019. Marquez cukup percaya diri dengan tunggangannya saat ini dan siap bersaing merebut gelar juara dunianya yang kesembilan.

    “Jadi kita lihat, pramusim sangat baik tak hanya di sini (Thailand) tapi juga di Malaysia, di mana menurut saya lebih penting di Malaysia dari sini dan mulai sekarang kita lihat apakah bisa beradaptasi di trek yang berbeda,” pungkasnya.

    (dry/din)

  • Rekrut Marquez dan Buang Martin, Keputusan Ducati Dianggap Tepat!

    Rekrut Marquez dan Buang Martin, Keputusan Ducati Dianggap Tepat!

    Jakarta

    Legenda balap asal Italia, Loris Capirossi menganggap, keputusan Ducati lebih memilih Marc Marquez ketimbang Jorge Martin sudah sangat tepat. Sebab, menurutnya, The Baby Alien merupakan pebalap kenamaan yang bisa menjadi aset tim!

    Disitat dari Motosan.es, keputusan Ducati lebih memilih Marquez ketimbang Martin sempat mendapat kritikan banyak pihak. Karuan saja, Martin tampil jauh lebih baik musim lalu dan meraih gelar juara.

    Meski demikian, Capirossi melihat, pilihan Ducati sudah tepat. Menurutnya, pebalap seperti Marquez tak boleh disia-siakan ke tim lain di MotoGP.

    “Menurut pendapatku, mereka (Ducati) sudah membuat keputusan yang benar. Mereka tidak akan membiarkan pebalap seperti Marquez meninggalkan tim. Itu keputusan yang berani, tapi kualitas Marquez tak terbantahkan dan mustahil dibiarkan,” ujar Capirossi, dikutip Rabu (26/2).

    Loris Capirossi. Foto: AP/Rui Vieira

    Capirossi mengaku tak sabar ingin menyaksikan MotoGP musim depan. Dia penasaran melihat bagaimana performa Marquez bersama tim barunya. Lebih lagi, pebalap asal Spanyol tersebut akan menjadi tandem Francesco Bagnaia yang merupakan murid Valentino Rossi.

    “Sebelum dimulainya musim, semuanya berjalan sangat baik di antara mereka berdua. Fakta bahwa, bersama mereka, perkembangan bisa berjalan ke satu arah, karena memberikan umpan balik yang sama, tentu saja positif,” ungkapnya.

    “Namun sepanjang tahun keseimbangan di antara keduanya akan menjadi sesuatu yang lain. Saya telah membalap selama bertahun-tahun di kejuaraan dunia dan saya tahu betul bahwa saingan pertamamu adalah rekanmu sendiri,” kata dia menambahkan.

    Lebih jauh, Capirossi mengaku yakin, gambaran MotoGP musim depan kemungkinan masih sama seperti tahun lalu. Maksudnya, kejuaraan dunia tersebut masih akan didominasi pabrikan Eropa seperti Ducati dan Aprilia.

    (sfn/dry)

  • Kelihatan Akur, Marquez-Bagnaia Diprediksi Bakal ‘Adu Sikut’ di Lintasan

    Kelihatan Akur, Marquez-Bagnaia Diprediksi Bakal ‘Adu Sikut’ di Lintasan

    Jakarta

    Marc Marquez dan Francesco Bagnaia sejauh ini masih terlihat akur di tim pabrikan Ducati. Lantas, mampukah keduanya menjaga hubungan tersebut saat kejuaraan resmi sudah berlangsung?

    Pengamat MotoGP yang merupakan komentator di TNT Sports, Neil Hodgson ragu Marquez dan Bagnaia bisa akur di kejuaraan resmi. Dia menduga, hubungan keduanya akan memanas hingga memicu sejumlah gesekan.

    “Akan ada banyak masalah. Saya pikir keduanya akan ada yang jatuh dan mengalami senggolan di lintasan. Saya pikir begitu, saya benar-benar percaya itu,” ujar Neil Hodgson, dikutip dari Motosan, Selasa (25/2).

    Dua pebalap Ducati, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez. Foto: NurPhoto via Getty Images/Anusak Laowilas

    Hodgson menjelaskan, Bagnaia dan Marquez sama-sama pebalap yang ngotot. Keduanya pasti akan berusaha mencapai limit-nya saat beradu kencang di lintasan. Selain kualitas, pertarungan mereka juga akan melibatkan banyak emosi.

    “Saya kira musim ini akan sangat mirip dengan tahun lalu, di mana dua pebalap akan saling bersaing di kompetisi,” ungkapnya.

    Marc Marquez naik motor Ducati. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

    Hodgson mengaku sulit memprediksi juara dunia musim depan. Meski demikian, kata dia, Marquez dan Bagnaia tentu masuk dalam kandidat. Bahkan, besar kemungkinan, mereka akan menjadi tokoh utama.

    “Marc punya lebih banyak gelar juara, namun Pecco terus berkembang dan terus belajar. Keduanya merupakan mesin yang luar biasa,” kata dia.

    Sebagai catatan, MotoGP 2025 akan dimulai akhir pekan ini. Balapan pertama akan digelar di Sirkuit Buriram, Thailand. Menurut jadwal resmi, musim ini ada 22 seri dengan 44 kali perlombaan.

    (sfn/dry)

  • Kelihatan Akur, Marquez-Bagnaia Diprediksi Bakal ‘Adu Sikut’ di Lintasan

    Andai Setim saat Masih Muda, Marquez-Bagnaia Mustahil Bisa Akur!

    Jakarta

    Marc Marquez dan Francesco Bagnaia sama-sama membela tim pabrikan Ducati musim depan. Mereka berdua, sejauh ini, terlihat akur dan menunjukkan teamwork yang baik.

    Disitat dari Motorsport, Marquez menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan umur mereka yang sama-sama sudah dewasa. Pebalap berjuluk The Baby Alien itu mengatakan, seandainya dia dan Bagnaia disatukan saat masih muda, mungkin situasinya akan berbeda.

    “Jika Anda menempatkan dua ayam jantan di kandang yang sama pada usia 22 atau 25 tahun, itu buruk. Bahkan, bisa menjadi sebuah bom. Tapi sekarang, Pecco berusia 27 tahun dan saya 32 tahun,” ujar Marc Marquez, dikutip Senin (24/2).

    Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Foto: NurPhoto via Getty Images/Anusak Laowilas

    Marquez merasa, di usia saat ini, Bagnaia sudah menunjukkan sikap dewasanya sebagai pebalap maupun manusia. Kini, pebalap asal Italia tersebut lebih tenang dan bisa diajak kerja sama.

    “Pecco merupakan seorang pria sejati, dia tenang. Kami telah bekerja sama selama pramusim, kami telah berbagi banyak cerita untuk mendapatkan motor yang terbaik,” tuturnya.

    “Namun, kami berdua tahu, dari balapan pertama hingga terakhir, setiap orang akan menjaga kepentingannya masing-masing saat berada di lintasan,” tambahnya.

    Di luar lintasan, sebagai sosok yang sudah dewasa, pebalap biasanya lebih tenang dan tidak mudah meledak-ledak. Sehingga, kata Marquez, rivalitas dewasa hanya terjadi saat balapan berlangsung.

    “Saat saya berusia 20 tahun, saya tidak bisa membedakannya. Itu adalah masalah hidup dan mati. Ketika saya berusia 20-an, itu seperti sekarang, tapi sedikit lebih buruk,” ungkapnya.

    Marc Marquez. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

    Terlepas soal itu, Marquez menjamin, hubungannya dengan Bagnaia terus membaik. Bahkan, dia menilai Bagnaia sebagai pebalap santun yang tak pernah meninggikan suaranya.

    “Namun dengan cara ini, ada persatuan di dalam tim. Pecco adalah seorang pria sejati, dia tidak pernah meninggikan suaranya atau apapun. Di lintasan, ia adalah petarung. Jika harus memasukkan motornya, seperti yang seharusnya, ia akan memasukkannya. Tapi, begitulah dia,” kata Marquez.

    (sfn/dry)

  • Jadwal MotoGP Thailand 2025 Akhir Pekan Ini

    Jadwal MotoGP Thailand 2025 Akhir Pekan Ini

    Jakarta

    Seri pembuka MotoGP 2025 diselenggarakan di Sirkuit Buriram, Thailand. Rangkaian balap akan dimulai sejak hari Jumat (28/2) hingga Minggu (2/3). Berikut jadwal MotoGP Thailand 2025.

    MotoGP 2025 akhirnya diselenggarakan. Balap motor kelas premier musim ini sangat dinanti-nantikan para pencinta MotoGP diprediksi bakal makin menarik. Salah satu faktor yang bikin MotoGP 2025 seru adalah banyaknya pebalap top yang berganti kostum, salah satunya adalah kepindahan Marc Marquez ke tim pabrikan Ducati Lenovo.

    Balap MotoGP 2025 akan dimulai perdana dari negara Asia Tenggara, Thailand, pada akhir pekan ini. Sebelumnya, Sirkuit Buriram di Thailand, juga sudah menggelar sesi tes pramusim MotoGP 2025 pada tanggal 12-13 Februari lalu.

    MotoGP Thailand 2025 dimulai hari Jumat dengan sesi latihan dan latihan bebas di semua kelas, baik Moto2, Moto3, maupun MotoGP. Kemudian pada hari Sabtu dilaksanakan latihan bebas kedua, kualifikasi 1 dan kualifikasi 2, dan dipungkasi dengan balap sprint MotoGP sebanyak 13 lap pada pukul 15.00 WIB.

    Selanjutnya pada hari Minggu, digelar balapan utama MotoGP Thailand 2025 pada pukul 15.00 WIB. Balap MotoGP Thailand 2025 bisa disaksikan langsung di stasiun televisi Trans7, atau bisa juga disaksikan melalui aplikasi berbayar seperti SPOTV dan Vision+.

    Pada MotoGP Thailand edisi 2024 lalu, pebalap Ducati merajai Sirkuit Buriram dengan Francesco Bagnaia menjadi juara dan Jorge Martin di tempat kedua. Kira-kira siapakah pebalap MotoGP yang akan mengangkat piala di Buriram akhir pekan ini?

    Jadwal MotoGP Thailand 2025

    Jumat (28/2)

    1. 10.45-11.30 WIB: Latihan bebas 1 MotoGP

    2. 15.00-16.00 WIB: Latihan MotoGP

    Sabtu (1/3)

    1. 10.10-10.40 WIB: Latihan bebas 2 MotoGP

    2. 10.50-11.05 WIB: Kualifikasi 1 MotoGP

    3. 11.15-11.30 WIB: Kualifikasi 2 MotoGP

    4. 15.00 WIB: Balap sprint MotoGP (13 lap)

    Minggu (2/3)

    1. 15.00 WIB: Balap utama MotoGP (26 lap)

    (lua/rgr)

  • Batal Pakai Ducati GP25, Ini Motor yang Akan Dipakai Diggia di MotoGP 2025

    Batal Pakai Ducati GP25, Ini Motor yang Akan Dipakai Diggia di MotoGP 2025

    Jakarta

    Tim pabrikan Ducati batal menggunakan motor terbaru Desmosedici GP25 untuk mengarungi MotoGP 2025. Ducati telah memutuskan menggunakan racikan mesin tahun lalu alias GP24. Motor itu akan digunakan kembali oleh pebalap tim pabrikan Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez. Selain itu, pebalap tim satelit Pertamina VR46, Fabio Di Giannantonio, yang semula dijanjikan menggunakan Desmosedici GP25, mau tidak mau juga harus kembali menggunakan motor tahun lalu.

    Direktur VR46 Alesio ‘Uccio’ Salucci mengatakan, Fabio Di Giannantonio alias Diggia akan menggunakan motor yang sesuai karakter balapnya. Maka itu, Diggia akan memakai motor bekas Francesco ‘Pecco’ Bagnaia.

    Fabio Di Giannantonio Foto: Getty Images/Mark Wieland

    “Kami telah melanjutkan pekerjaan dan telah meminta motor Pecco untuk pengujian pertama. Paket yang di sana seperti pilihan Pecco. Itu gaya mengemudi yang kami sukai, yang serupa. Diggia akan tiba dalam kondisi–yang sayangnya, saya tidak ingin menyebutnya kondisi yang biasa–tetapi ia akan tiba dalam kondisi yang mengharuskannya untuk mencoba mengikuti ujian pada akhir pekan,” ungkap Uccio dikutip dari Motosan.

    Sebelumnya Diggia absen pada sebagian besar tes pramusim MotoGP 2025 karena pebalap Italia itu mengalami cedera. Diggia pun tak memiliki banyak kesempatan mencoba performa motor Ducati Desmosedici GP25.

    Di sisi lain, keputusan prinsipal Ducati untuk beralih dari GP25 ke GP24 untuk tiga pebalapnya, bisa sangat menguntungkan Diggia. Sebab motor itu sudah digunakannya tahun lalu, jadi Diggia bakal bisa lebih beradaptasi. Uccio pun berharap Diggia bisa menemukan kembali performa terbaiknya.

    “Karena ia adalah pebalap lokal (asli Italia) dan ia punya keinginan kuat untuk maju. Sayangnya Diggia hanya membalap satu hari dari lima hari yang diikuti pebalap lain, jadi ia memang sedikit kehilangan ritme,” bilang Uccio.

    (lua/dry)

  • Yamaha Bikin Ducati Kaget, Bisa Cepat Bangkit

    Yamaha Bikin Ducati Kaget, Bisa Cepat Bangkit

    Jakarta

    Ducati sudah dibikin ketar-ketir oleh Yamaha pada tes pramusim MotoGP 2025. Penyebabnya, pebalap Yamaha Fabio Quartararo konsisten masuk tiga besar pebalap tercepat pada tes pramusim MotoGP 2025 yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, 5-7 Februari lalu.

    Performa positif tersebut pun mengejutkan bos Ducati, Davide Tardozzi. Kata Tardozzi, hasil yang didapatkan Yamaha di tes Sepang terlalu cepat. Dirinya tak menyangka jika Yamaha bisa melakukannya.

    “Saya tahu mereka (Yamaha) akan mengalami kemajuan – tapi saya tidak tahu akan secepat itu,” ungkap Tardozzi kepada MotoGP.com setelah tes Sepang minggu kemarin.

    Tardozzi menduga, hasil yang didapatkan Yamaha saat ini tidak lepas dari campur tangan mantan insinyur Ducati, Massimo Bartolini, yang membelot ke pabrikan garpu tala sejak musim lalu.

    “Saya mengenal Massimo Bartolini dengan sangat baik, saya benar-benar yakin bahwa dia mampu membawa mereka (Yamaha) melangkah maju. Sekarang saya tahu mereka (Yamaha) banyak mendengarkannya dan saya pikir mereka punya pebalap hebat seperti Fabio (Quartararo), jadi saat ini dia adalah lawan kami,” ungkap Tardozzi.

    Berkebalikan dengan performa Yamaha di tes pramusim MotoGP 2025 di Sepang, Ducati belum bisa menampilkan performa terbaiknya. Bahkan disebut-sebut performa motor tahun lalu (Desmosedici GP24) lebih baik dari performa motor musim ini (Ducati Desmosedici GP25).

    “GP24 adalah mesin yang fantastis dan bekerja dengan sangat baik,” kata pebalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia kepada MotoGP.com. “Tapi sudah satu musim kami pakai mesin itu. GP25, mesinnya, terlihat fantastis, penyaluran tenaganya fantastis, tapi masih ada yang kurang,” tambah Bagnaia.

    Bagnaia pun diketahui memilih mesin GP24 setelah pengujian di Buriram. Rider Italia itu bakal menggunakan GP24 untuk dua musim ke depan.

    (lua/dry)

  • Alex Marquez Dukung Keputusan Ducati Pakai Mesin Tahun Lalu, Ini Alasannya

    Alex Marquez Dukung Keputusan Ducati Pakai Mesin Tahun Lalu, Ini Alasannya

    Jakarta

    Pebalap tim satelit Ducati Gresini Racing, Alex Marquez, mendukung keputusan Ducati menggunakan mesin dan sasis tahun lalu, Desmosedici GP24. Kata Alex, keputusan itu sudah tepat, sebab Desmosedici GP24 sudah teruji di lintasan dan minim masalah.

    Tim Ducati Lenovo membuat keputusan mengejutkan dengan memilih Desmosedici GP24 untuk balapan MotoGP 2025. Keputusan itu diambil karena pabrikan Borgo Panigale tidak puas dengan kinerja Desmosedici GP25 selama tes pramusim. Selain itu, GP25 dinilai memiliki banyak masalah yang sulit diatasi.

    “Keputusan sudah diambil dan mesin untuk musim 2025 dan 2026 akan sama dengan mesin 2024,” ungkap Ducati Team Manager, Davide Tardozzi, dikutip dari laman Crash.

    Dengan demikian, artinya pada musim ini enam pebalap Ducati akan menggunakan Desmosedici GP24. Marc Marquez, Francesco Bagnaia, dan juga Fabio Di Giannantino yang semula akan menggunakan GP25, harus memakai GP24 seperti yang dipakai Alex Marquez, Fermin Aldeguer, dan Franco Morbidelli.

    Keputusan Ducati pun mendapat dukungan dari Alex Marquez. Kata Alex, sudah benar tim pabrikan Ducati memilih kembali ke motor tahun lalu untuk mengarungi kompetisi musim ini.

    “Mereka tidak dapat mengambil risiko untuk memutuskan (menggunakan) mesin (baru) untuk tahun 2025 dan 2026 jika mereka tidak melihat dengan jelas (keuntungannya). Jadi lebih baik mempertahankan (mesin) 2024 yang sudah terbukti punya performa baik,” ungkap Alex.

    Selain itu, dengan tim pabrikan Ducati menggunakan motor spek 2024, Alex berharap performa enam pebalap Ducati bisa lebih kompetitif atau lebih bersaing musim ini. Jadi, performa tim pabrikan dan tim satelit akan lebih seimbang.

    “Ini hal yang baik (bagi saya) karena kami bisa sedikit membandingkan dan hasilnya akan lebih seimbang,” bilang adik kandung Marc Marquez tersebut.

    (lua/din)

  • Marquez-Bagnaia Tak Saling Ngobrol, tapi….

    Marquez-Bagnaia Tak Saling Ngobrol, tapi….

    Jakarta

    Marc Marquez dan Francesco Bagnaia rupanya tidak saling berbicara saat sesi tes pramusim di Sepang. Meski begitu, keduanya melontarkan komentar yang sama soal motor.

    Dua rider pabrikan Ducati mencatatkan hasil yang cukup baik di sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, belum lama ini. Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes pramusim dengan bertengger di posisi kedua. Sementara Marc Marquez finis di posisi lima besar. Di posisi teratas, ada Alex Marquez yang menggunakan mesin spek 2024.

    Manajer tim Ducati Davide Tardozzi amat positif memandang hasil tes pramusim di Sepang. Kata Tardozzi, keduanya memang tak saling bicara namun melontarkan komentar yang sama.

    “Marc dan Pecco tidak saling memuji satu sama lain, tapi mereka sejak awal sudah memahami bahwa bekerja sama adalah hal yang baik untuk keduanya. Dan ini selalu mengejutkan kami karena hubungan keduanya baik di luar lintasan. Semua ini adalah buah dari kecerdasan tanpa ada tujuan dari salah satu pihak terhadap pihak lainnya,” ungkap Tardozzi dalam wawancara dengan GPOne.

    “Mereka menuju ke arah yang sama. Saya belum pernah melihat pebalap memberikan informasi yang sama sebelumnya. Di Sepang mereka bahkan tidak berbicara satu sama lain tapi memberikan komentar yang sama, mereka bahkan membicarakan soal putaran mesin yang sama persis. Bahkan Gigi pun terkejut dengan hal itu,” lanjut Tardozzi.

    Meskipun suasana di garasi Ducati cukup baik, namun ada yang percaya bahwa Bagnaia salah jika berpikir tim lebih mendukung Marquez. Menurut Tardozzi, pabrikan Borgo Panigale itu akan bersikap adil kepada dua ridernya.

    “Pecco harus lebih kalem. Dia tahu kami, dan kami juga tahu seberapa besar kami memberi dukungan kepada dirinya. Kami juga akan melakukan hal yang sama ke Marc, seperti yang selalu kami lakukan,” urai Tardozzi.

    Bicara soal mesin yang bakal digunakan tahun 2025, sejauh ini belum diputuskan. Sudah banyak upaya yang dilakukan untuk peningkatan mesin 2025. Dijelaskan lagi, saat ini tidak ada mesin yang lebih unggul dari mesin lain.

    (dry/rgr)